Sabtu, 01 April 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 11 Part 2

Tuan Kim mendekati Ketua Yook menyindirknya kenapa tak masuk karena udara di luar dingin. Ketua Yook kaget karena Tuan Kim berani menghampirinya. Tuan Kim pun bertanya apakah sedang menunggu seseorang. Ketua Yook hanya bisa mengunyah rotinya.
“Sepertinya Anda lapar Aku akan makan siang sekarang. Apa kau Ingin ikut bersamaku?” kata Tuan Kim, Ketua Yook heran melihat tingkah Tuan Kim
“Sepertinya Anda tidak ingin ikut makan denganku. Kalau begitu aku pergi sendiri saja. Tapi Anda tidak boleh mengikutiku. Aku akan melaporkan Anda ke polisi.” Tegas Tuan Kim lalu berjalan pergi, Ketua Yook terlihat kebingungan. 

Min Hyuk berbicara didepan timnya dengan membahas Trend Game berubah secara global. Bahkan mendengar ada seseorang yang masuk pangkalan militer rahasia untuk menemukan karakter game. Bong Soon terkesima melihat Min Hyuk seperti gagah membahas tentang game pada timnya.
“Mereka adalah karakter utama perusahaan kita, karakter bernama Gina dan saudara kembarnya Baro.Misi dari Game ini adalah untuk menyelamatkan saudara Gina, Baro... Baro Search...” ucap Min Hyuk lalu teringat kalau Bong Soon yang kurang fasih berbahasa inggris.
“Kurasa kita tidak perlu menggunakan bahasa Inggris yang sulit.cJika aku harus mendefinisikan game ini dalam satu kata artinya, cinta untuk keluargamu.” Kata Min Hyuk dengan menatap ke arah Bong Soon.
Tuan Do melihatnya dengan sinis melempar BongSoon dengan tissue, Bong Soon hanya diam saja, Min Hyuk melihat sengaja bertanya apa yang dilakukan Tuan Do. Tuan Do langsung memuji games yang dibuat Min Hyuk keren. 

BongSoon membuat karakter Gamesnya, saat Sek Gong datang memberikan kopi memberitahu kaalu  punya pertanyaan, atau masalah saat bekerja bisa meminta tolong padanya. Ponsel Bong Soo berdering, Gook Doo meminta agar bisa bertemu hanya sepuluh menit dan akan menunggu di kafe di gedung perusahaannya. Bong Soon pun setuju akan menemuiya.
Min Hyuk sedang melakukan rapat membahas tentang lokasi  saat bermain game di ponsel adalah di rumah. Jadi Mungkin lebih baik untuk merancang game saat semua orang bisa memainkannya di rumah dengan mudah.
Gook Doo dengans senyuman anak masuk ke dalam lift dari pakiran, Ketua Yook menelp memberitahu Tuan Kim sedang menargetkan wanita yang pergi ke studio musik di Hannamdong dengan nama Jo Hee Ji. Gook Doo kaget dan langsung kembali ke mobil. 

Bong Soon menunggu di cafe sambil mencari Gook Doo, sementara Gook Doo berusaha menelp Hee Ji tapi tak diangkat karena Ponsel Hee Ji tertinggal diruangan latihanya. Akhirnya dengan wajah khawatir mengirimkan pesan pada Hee Ji agar tetap tinggal di ruang latihan karena diluar berbahaya.
Min Hyuk masuk ruangan tak melihat Bong Soon dalam ruangan, lalu bertanya pada Sek Gong. Sek Gong menceritakan Bong Soon yang baru saja menerima telepon dari teman lalu langsung keluar dan mungkin di kafe.
“Siapa temannya?” tanya Min Hyuk. Sek Gong pikir kalau mungkin Pria
“kedengarannya seperti Kang Dook... atau sesuatu seperti itu.” Ucap Sek Gong tak bisa mengingatnya. Min Hyuk tahu kalau itu pasti Gook Doo. 

Gook Doo mengemudikan mobilnya meminta agar melacak ponsel Jo Hee Ji. Temanya memberitahu kalau itu berada di 345-9 di Hannam-dong. Gook Do pun tahu kalau itu di studio musiknya. Saat akan turun dari mobil dikagetkan dengan Bong Ki dan Hee Ji baru keluar dari restoran dan terlihat dekat saat mengobrol. Sebelum keduanya pergi, Gook Doo langsung menghampiri keduanya.
“Hee Ji, penculik berantai itu sepertinya sedang menargetkanmu.” Ucap Gook Doo, keduanya terlihat kaget. 

Bong Soon sedih sudah lama menunggu tapi Gook Doo belum datang juga, saat akan pergi Min Hyuk datang mengejek wajah Bong Soon seperti baru saja berhadapan dengan pria yang jelek lalu terkesan saat ada pria yang menawan yang muncul di hadapannya. Bong Soon hanya diam saja. Min Hyuk mengaku bisa melihat semuanya.
“Katanya kau sibuk hari ini, sampai tidak bisa pergi nonton film.” Ucap Min Hyuk, Gook Doo membenarkan.
“Perusahaanmu keterlaluan. Bukankah itu melanggar Undang-Undang Pekerja?” keluh Min Hyuk mengejek
“Aku suka melakukan pekerjaanku.” Ungkap Bong Soon, Min Hyuk mengajak Bong Soon agar mengikutinya. Bong Soon menolak karena harus bekerja.
“Jika kau bersikeras lakukan pekerjaan denganku di rumahku sepanjang malam.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon mengatakan  akan melakukannya sendiri dan menyelesaikannya di kantor.

“Aku tidak ingin menyalahgunakan kekuatanku begini tapi aku akan membatalkan presentasi nya jika kau terus begini.” Ucap Min Hyuk mengancam, Bong Soon mengejek Min Hyuk itu  Picik sekali
“Bong Soon... Kumohon, balas perasaanku. Sepertinya kau tidak bisa fokus bekerja setelah ini, jadi Tetaplah di sampingku hari ini.” Ucap Min Hyuk dengan mengulurkan tanganya, Bong Soon hanya diam saja.
“Aku... Berbeda dari orang lain, Kau sangat tahu itu. Apak Kau akan baik-baik saja?”ucap Bong Soon.
Min Hyuk pikir tak penting dengan memohon agar Bong Soon mengenggam tanganya. Bong Soon hanya menatap dengan mata berkaca-kaca. Min Hyuk akhirnya menarik Bong Soon dan mendekapnya. 


Min Hyuk mengejek Bong Soon yang jalan cepat sekali, Bong Soon menutup wajahnya merasa tak tabk bisa terus bekerja. Min Hyuk bertanya apakah Bong Soon takut dipecat. Bong Soon tak tahu dengan malu-malu bergegas masuk.
“Apa Kau ingin kembali bekerja, setelah apa yang kita lakukan?” kata Min Hyuk, Bong Soo mengatakan  ingin mengambil Tas meminta agar tak mengikutinya.
Min Hyuk hanya tersenyum melihat tingkah Bong Soon yang malu-malu.  Bong Soon masuk ke dalam ruangan melihat suasana berubah jadi banyak bertabur bintang, dengan senyuman bahagia kembali turun tapi tak melihat Min Hyuk.Min  Hyuk keluar dari persembunyian dan langsung mengandeng tangan Bong Soon berjalan berkeliling dengan wajah bahagia.  

Gook Do mencoba kembali ke cafe tempat Bong Soo menunggu dan tak melihat sosok wanita yang cintainya, wajahnya terlihat sangat menyesal. Gook Do sudah ada didalam mobil melihat nama Gook Do sengaja tak dingkatanya dengan membalikan ponselnya, Min Hyuk hanya melirik duduk disamping Bong Soon. 

Keduanya sampai depan rumah, Kyung Shim baru selesai berbelanja melihat keduanya yang terlihat berbeda. Min Hyuk dan Bong Soon saling menyuruh siapa yang  duluan harus masuk, Akhirnya Bong Soon lebih dulu masuk ke dalam rumah.
“Bong Soon.. Kau tidak boleh berubah besok.  Aku berharap hubungan kita akan berbeda besok.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon mengatakan itu sudah pasti lalu pamit pergi sekarang.

Kyung Shim langsung menghadang temanya ingin tahu apa yang terjadi, karena keduanya tampak berbeda dan terlihat nyaman. Bong Son memarahi Kyung Shim kalau jangan keluar sendirian di malam hari karena Pelakunya masih belum tertangkap.
“Aku harus keluar karena merasa sangat sesak. Aku sudah memakai Gelang pager ini” ucap Kyung Shim memperlihatkan tanganya. Bong Soon pikir tak ada gunanya.
“Jadi ini Ini sebabnya dia tidak suka aku jalan-jalan.” Kata Bong Soon mengajak temanya agar masuk ke dalam rumah.
Di dalam kamar, Kyung Shim tetap meminta agar Bong Soon itu menceritakanya, menurutnya Ketika seorang pria dan wanita jatuh cinta... mereka akan menciptakan jenis udara yang aneh di sekitar mereka dan melihat ada udara aneh itu.
Saat itu Gook Doo menep Kyung Shim menanyakan keberadaan Bong Soon, karena khawatir ponselnya yang tak bisa dihubungi. Kyung Shim tak mau berbohong mengatakan Bong Soon sudah ada   di rumah. 

Bong Soon akhirnya menemui Gook Do yang sduah menunggunya, Gook Doo langsung bertanya alasan Bong Soon  tidak menjawab telponnya karena membuatnya khawatir. Bong Soon mengaku kalau tadi sudah menunggu. Gok Doo meminta maaf Ada halangan yang tidak dapat dihindarinya.
“Hee Ji sedang di incar. Padahal, dia tidak tinggal di lingkungan ini. Kurasa dia seperti itu untuk membalas perbuatanku.” Ucap Gook Doo, Bong Soon kaget dan juga tak mengerti.
“Apa Artinya, dia mencari tahu tentang dirimu?” tanya Bong Soon, Gook Doo pikir seperti itu.
“Dia dan aku saling berkaitan dalam beberapa hal.” Ucap Gook Doo, Bong Soon pikir Gook Do tak boleh ada bersamanya lebih baik ke kantor polisi
“Hee Ji sedang berada di studio musiknya dengan Bong Ki sekarang. Apa Kau tahu itu?” kata Gook Do Bong Soon menganguk menatap Gook Doo bertanya apakah perasanya baik-baik saja. Gook Doo mengaku baik-baik saja.
“Sekarang aku akhirnya tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Aku tidak ingin kita berteman lagi. Aku...” ucap Gook Do langsung disela oleh Bong Soon.
“Gook Doo.. Aku... Sangat senang, kau adalah temanku. Aku... Tidak ingin kehilangan teman yang spesial.” Ucap Bong Soon, Gook Doo terdiam dan menyembunyikan kalung yang akan dibeirkan pada Bong Soon. 
Gook Doo berjalan pulang dengan wajah penuh penyesalan duduk memegang melihat kotak kalung yang akan diberikannya. Ia mengingat saat memberitahu Hee Ji kalau ada seseorang yang disukai sejak lama bahkan sangat bodoh, karena baru menyadarinya sekarang.


Kenangan saat SMA, Bong Soon mencoba menutupi saat ia sedang memainkan piano. Bong Soon yang tersenyum sumringah saat tak sengaja bertemu dengan Gook Do dirumah sakit.
“Ada seorang gadis yang selalu mengomeliku dan jahat padaku. Dia bersikap ceroboh sepanjang waktu. Aku selalu memarahinya setiap kali aku melihatnya.”
Gook Doo memarahi Bong Soon kalau sebenarnya sangat berat merelakan Bong Soon harus tinggal di rumah Min Hyuk. Gook Doo saat itu bertanya apakah Bong Soon harus bersama Min Hyuk dan tidak harus seperti itu. Tapi Gook Do tetap akan melakukannya.
“Semangatlah. Jangan sampai lupa makan. Kau adalah temanku.” Ucap Bong Soon yang sebelumnya mengetahui kalau hanya dinggap teman.
“Kenapa... Kita hanya sebatas teman? Kita selalu begini. Timing kita selalu tidak tepat.” Kata Min Hyuk
Lalu perkataan Bong Soon yang terakhir kali “Aku... Sangat senang, kau adalah temanku. Aku... Tidak ingin kehilangan teman yang spesial.” 


Bong Soon duduk diam sedang galau,  Kyung Shim sambl melhat wajahnya di cermin memberitahu  akan pergi ke Busan besok. Bong Soon pun meminta temanya agar bisa berhati-hati. Kyung Shim melihat wajah temanya dan bertanya apakah sesuatu yang terjadi dengan Gook Du?
“Kyung Shim... Sepertinya cinta bertepuk sebelah tangan ada tanggal kedaluwarsa nya juga.” Ungkap Bong Soon 

Detektif Kim membaca Hee Ji ke dalam ruangan, Gook Do pun menyambutnya dengan membahas kalau tersangka menargetkannya jadi tim mereka akan mengawasnya dari dekat mulai hari ini. Hee Ji binggung dari semua orang kenapa harus mengincarnya. Dan jika tahu siapa pelakunya, kenapa tidak menangkapnya.
“Itu karena tim kami tidak memiliki kuasa atas kasus saat ini. Tim lain yang mengerjakan kasus ini. Kau Jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu.” Kata Gook Doo memperlihatkan fotowajah si pelaku.
Diam diam si pelaku melihat gerak gerik polisi dari CCTV yang dipasang olehnya. 

Min Hyuk masuk ruangan memberitahu Presentasi nya akan diadakan dua hari lagi, jadi mereka harus menyelesaikannya hari ini. Bong Soon kaget karena harus secepat itu, Min Hyuk pikir memang dirinya seperti itujadi  harus cepat dan mengajak agar melakukan rapat pada pegawai magangnya.
Keduanya pun duduk berdampingan di meja kerja dan Bong Soon dengan laptopnya. Min Hyuk memberitahu Setelah proposal telah disetujui... tim grafis akan menciptakan karakter jadi Jangan terlalu mengulur waktu. Bong Soon mengerti dan ingin melihat hasil gambar Bong Soon.

“Omong-omong, siapa yang akan diselamatkan si Bong Soon ini?” tanya Min Hyuk
“Seorang pangeran yang tinggal sendirian di istana. Pangeran itu sangatlah kesepian.” Ucap Bong Soon, Min Hyuk sempat terdiam seperti berharap yang dimaksud itu dirinya.
“Yah.  Tentu saja dia harus menyelamatkannya. Karena dia kesepian. Maka, dia tidak boleh mengalahkan musuh dengan pedang tapi berikan dia palu godam. Sehingga dia bisa menghancurkan semuanya.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon pun setuju. 

Bong Soon dan Min Hyuk makan siang bersama, keduanya sama-sama tersenyum.Tuan Do melihat Bong Soon duduk bersama Min Hyuk langsung sinis, Sek Gong meminta agar Tuan Do tenang sambil menyuapinya makan, beberapa pegawai menatap aneh, Sek Gong pun berusaha menjelaskan kalau tak ada apapun antara mereka. 


Bong Soon dan Min Hyuk makan siang bersama, keduanya sama-sama tersenyum.Tuan Do melihat Bong Soon duduk bersama Min Hyuk langsung sinis, Sek Gong meminta agar Tuan Do tenang sambil menyuapinya makan, beberapa pegawai menatap aneh, Sek Gong pun berusaha menjelaskan kalau tak ada apapun antara mereka. 

Baek Tak terlihat sudah baik dengan sisa sedikit wine kotoran, Agaari  melihat Baek Tak akan pergi dan menanyakanya. Baok Taek memberitahu.  sudah menulis surat anak buahnya semalam dan meminta agar membaca setelah ia pergi. Serta rekening bang dengan capnya.
Agari binggung menanyakan. Baek Tak memberitahu Password nya 1818. Saat itu dari luar anak-remaja bisa menyelinap masuk.
Sementara yang lainya membaca surat yang ditulis oleh Baek Tak "Hidupku akan bagaimana? Hidupku akan seperti apa? Apa yang kita dapatkan, akhirnya? Apa mungkin kita lebih baik dari kotoran, yang kata semua orang sangat menjijikan?"
Mereka yang membaca surat dari Baek Tak tak mengerti yang dikatakanya. Dan berpikir kalau mereka itu lebih buruk dari kotoran?

Genk remaja datang bertanya siapa pemimpinya, Agari mengatakan kalau ketua mereka sedang pergi untuk jalan-jalan. Baek Tak berjalam menyeberang jalan
“Seperti Biksu Won Hyo yang menemukan pencerahan setelah minum air dalam tengkorak... Sekarang aku juga akan pergi menelusuri perjalanan panjang setelah aku menemukan pencerahan Hidup yang sesungguhnya adalah kotoran.</i>
Genk remaja ingin tahu ketuanya, akhirnya mereka menunjuk Kwang Bok, saat itu juga mereka pun berkelahi. 


Ketua Genk membawa Wine kotoran merasa perlu menganalisis komponen ini untuk Badan Forensik Nasional karena Ada artikel tentang obat baru dalam majalah ilmiah dengan Warna obatnya persis seperti ini. Mereka tak percaya toples yang dipegang itu adalah obat.
“Anggota ganster meminum ini seperti minuman ringan.” Kata Si ketua, Anggota lain merasa kalau sudah yakin dari majalah ilmiah?
“Dengarkan aku! Aku mendapat nilai bagus saat pelajaran IPA!” teriak si ketua bangga dan membagi tugas agar bisa menangkap ketua mereka. 

Bong Soon pergi ke perpustakaan, Min Hyuk membantu saatn Bong Soon tak bisa mengambil buku di rak paling atas. Min Hyuk terus menatap Bong Soon yang berdiri didepan saat melihat buku, di meja depan karena Bong Soon duduk depanya.
Akhirnya Min Hyuk duduk disamping Bong Soon sambil menopang kepala membuat Bong Soon menatapnya. Saat Bong Soon melihat ia pun pura-pura sedang membaca buku, tiba-tiba tangan mengengam tangan Bong Soon dikolong meja, Bong Soon ingin menariknya tapi Min Hyuk tetap mengenggam erat. 

Bong Soon memberitahu kalau akan pulang, Min Hyuk mengatakan akan mengantarnya dan mengajaknya makan malam dulu. Bong Soon merasa tak yakin bisa atau tidak. Min Hyuk pikir Bong Soon sedang jual mahal, lalu mengajak agar pergi ke tempat mie yang enak.
Bong Soon menolak agar Min Hyuk tak mengandengnya, Min Hyuk berjanji tidak akan memegang tanganya, tapi akan memeluknya lalu berjalan keluar dari perpusatakaan. 

Nyonya Hwang datang ke toko bertanya apakah sudah selesai sekarang. Pegawainya itu membenarkan bersiap-siap untuk pulang. Nyonya Hwang pun meminta agar berhati-hati karena jalan yang gelap
“Ho Soon tidak boleh keluar malam-malam. Kenapa tidak datang daritadi? Supaya dia bisa pulang lebih awal.” Keluh TUan Do
“Jangan mengkhawatirkannya. Dia tidak kurus.” Kata Nyonya Hwang meminta uang pendapatan, Tuan Do memberikan dengan wajah gelisah memikirkan Bong Soon yang belum pulang juga. Nyonya Hwang pikir suaminya itu tidak perlu mengkhawatirkan Bong Soon. 

Dua polisi memata-mata didepan tempat kerja dan merasa Tuan Kim mungkin sudah tahu karena ada sesuatu yang mencurigakan. Yai masuk dan belum keluar sama sekali sampai sekarang. Detekif lain pun berpikir kalau Tuan Kim menyelinap keluar.Keduanya keluar dari mobil untuk memeriksanya.
Gook Doo dkk mengetahui pelaku yang menyelinap keluar, Ia pikir kalau Si pelaku itu lebih pindah darinya, Ketua Yook pun bertanya Ada seseorang yang mengawasi Jo Hee Ji sekarang. Polisi lain menganguk
“Maka.. Dari tempat ini di sini, kau yang menjaga Jo Hee Ji. Dan Lihat gang di sini? Kau harus menarik perhatiannya di jam itu. Sisa dari kita, harus tetap di belakang untuk bersiap.” Jelas  Ketua Yook lalu mencoba untuk berlatih. 

Hee Ji berjalan pulang dan salah seorang polisi melaporan kalau Jalan A baik-baik saja. Ketika di jalan B, Si pelaku terlihat santai dengan mengikuti Hee Jin dari belakang da polisi melaporkan kalau Jalan B sudah teratur. Jo Hee Ji telah memasuki Jalan C.
Gook Do pun siap-siap mencari dan Hee Ji terlihat ketakutan dan terus berlari sampai Tuan Kim juga mengikutinya dari belakang.  Sementara Bong Soon dan Min Hyuk baru pulang bingggung tiba-tiba ada polisi di dekat mereka. Si pelaku membaca sosak wanita dengan koper dan beberapa kuncir rambut dan lainya.
Bersambung ke episode 12


Tidak ada komentar:

Posting Komentar