Selasa, 04 April 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 10 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Eun Hee yang panik mengusir ketiganya agar keluar dari rumahnya, Che Ri merasa kalau Eun Hee memang menyembunyikan mayat di dalam.Nyonya Choi yang ada dilantai bawah menahan amarah dan langsung pergi.
Jae Bok tetap ingin agar Eun Hee membuka pintu kalau tidak ada yang aneh di dalam. Won Jae setuju karena mereka hanya akan melihat-lihat sebentar saja.Saat itu Jin Wook melihat Eun Hee seperti didesak oleh ibu dan Won Jae.
“Kalau kau terus menolak, Ini makin aneh” ucap Won Jae, Jae Bok terlihat menahan tangis melihat sikap mereka dan tetap tak ingin membuka pintu.
“Baiklah... Sebagai gantinya.. jelaskan kenapa kau melakukan itu pada Che Ri.” Ucap Jae Bok kasihan melihat Jae Bok yang menahan tangis. 
“Sudahlah apa? Aku tidak bisa berhenti. Buka pintunya..kalau memang tidak ada apa-apa” kata Won Jae tak terima


Nyonya Choi datang langsung membawa kunci agar mereka membukanya, Eun Hee ketakutan karena tak ingin ibunya melakukan itu.  Nyonya Choi tak peduli langsung membuka pintu menyuruh mereka masuk dan lihat sendiri apakah ada mayat didalam atau tidak. Ketiganya masuk ruangan, Eun Hee tak bisa menahan tangisnya lagi.
Jae Bok membuka tirai, dan hanya terlihat beberapa tempelan foto karya tanpa ada yang dicurigai. Eun Hee tak percaya melihatnya. Nyonya Choi yang marah ingin menampar tapi Jae Bok langsung menahanya, merasa kalau pelayan itu yang berani lancang padanya.
“Kenapa kalian semua? Kenapa kalian begini dengan anakku?” teriak Nyonya Choi tak bisa menahan emosi
“Jangan, Ibu!” ucap Eun Hee, Semua kaget mendengarnya, Jae Bok tak percaya kaalu  Nyonya Choi yang dianggap pelayan adalah ibu dari Eun Hee. Nyonya Choi yang panik memilih untuk pergi.

“Apa Kalian puas sekarang? Aku hanya.. tidak suka ada yang masuk ke kamarku”ucap Eun Hee berani melawan
“Tetap saja, kau tidak perlu melakukannya pada anak-anak. bahkan melukai jarinya. Minta maaflah pada Che Ri dan kepadaku juga Karena tekanan emosional yang aku alami sebagai ibunya.” Ucap Jae Bok
Won Jae dan Che Ri kaget tatapan mata Eun Hee yang sinis. Jae Bok menyuruh Eun Hee agar segera meminta maaf.  Eun Hee hanya diam saja, Jae Bok pun berjanji kalau mereka juga akan meminta maaf. Eun Hee menahan amarah dengan meremas bajunya.
“Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.. Che Ri, Maafkan aku.. Ahjumma sudah keterlaluan. Karena sudah melukai anakmu, Aku minta maaf Maafkan aku”ucap Eun Hee langsung keluar.

Jin Wook masuk melihat Eun Hee terlihat sedih, Jae Bok ikut keluar ruangan. Jin Wook dengan wajah marah menatap sinis pada Won Jae dan Che Ri. Won Jae binggung kalau Jin Wook yang sekarang marah kepada mereka. Che Rin juga tak percaya melihat tingkah temanya. 
Jae Bok memanghil Eun Hee masih tak percaya kalau Nyonya Moon  Moon Hyung Sun ibunya, yaitu Ibu kandungnya. Eun Hee pun tak bisa mengelak Jae Bok ingin tahu alasanya dan menurutnya kaalu  Cha Kyung Woo tampaknya juga tidak tahu Kalau Nyonya Choi itu ibunya.
Saat itu Jae Bok ingin itu Kyung Woo meminta air dingidn dengan memangil Ahjumoni. Eun Hee membernakan kalau Cha Kyung Woo juga tidak tahu, bahkan Tidak ada yang tahu.
“Bagaimana bisa dia tidak tahu ibu mertuanya sendiri?”ucap Jae Bok tak habis pikir dengan Eun Hee.
“Setiap keluarga punya rahasianya masing-masing. Aku juga tidak perlu melaporkan itu denganmu”kata Eun Hee sinis

“Aku tidak memintamu melaporkan itu kepadaku. Moon Hyung Sun// Maksudku, ibumu banyak melakukan hal aneh yang mempengaruhi keluargaku. Itulah alasannya.” Kata Jae Bok 
Jin Wook datang mengeluh ibunya yang kasar pada Eun Hee,  Jae Bok memarahi anaknya malah membela Eun Hee menyuruhnya agar cepat bersiap-siap sekolah. Jin Wook ngedumel melihat ibunya seperti menekan Eun Hee yang baik padanya. 

Saat itu terdengar ibu Jung Hee masuk rumah sambil mengeluh yang tak belajar tata kramanya. Eun Hee langsung turun tangga menyambut ibu Jung Hee dengan senyumanya. Jae Bok benar-benar tak habis pikir melihat tingkah Eun Hee yang bersikap manis didepan ibu mertuanya.
“Eun Hee , ada masalah apa? Kenapa kau menangis?” tanya Ibu Jung Hee melihat Eun Hee dengan mata basah.
“Ibu, Kenapa datang pagi-pagi begini?” tanya Jae Bok pada ibu mertuanya.
“Aku dengar kau mau membawa anak-anak pindah lagi. Jadi Aku datang untuk melindungi keluargaku. Mau apa?” kata Ibu Jung Hee dengan nada sinis.
Flash Back
Setelah pertengkaran semalam, Jae Bok mengatakan kalau akan ke rumah Won Jae besok bersama anak-anak. Jung Hee kaget karena k sudah setuju tinggal bersama demi anak-anak. Jae Bok tak habis pikir dengan suaminya, karena harus tetap tinggal setelah yang dilihatnya. Jung Hee pikir itu  Tidak baik bagi anak-anak kalau terus terusan pindah.

Jae Bok melirik sinis pada suaminya yang membuat kesalahan dan mengadu pada ibunya untuk meminta bantuan. Won Jae datang menyapa ibu Jung Hee. Ibu Jung Lee bertanya sini kenapa Won Jae pagi-pagi sudah ada dirumahnya.
“Apa kau bertengkar dengan Eun Hee? Dan Pagi begini kenapa dia sudah menangis?” Ibu Jung Hee
“Ibu, jadi sekarang Sudah berprasangka buruk dengan menantu ibu? Jae Bok ku ini..” kata Won Jae, Eun Hee langsung memotong mengajak agar sarapan dan membuatkan kopi
“Nanti saja buat kopinya dan Won Jae, tolong jaga anak-anak.” Ucap Jae Bok dengan wajah serius. 

Ketiganya pun duduk bersama,  Jae Bok memberitahu kalau Jung Hee, Ayah Jin Wook terus menyembunyikannya dari Ibu dan mengatakan status mereka sudah bercerai. Ibu Jung Hee kaget, Jung Hee juga tak percaya Jae Bok bisa memberitahu semuanya.
“Kita kan sepakat akan memberi tahunya nanti.”ucap Jung Hee
“Kami sepakat memberikan hak asuh anak denganku” kata  Jae Bok
“Kenapa kau menyepakati itu? Lalu sekarang mau gimana lagi?” kata Ibu Jung Hee memarahi anaknya.
“Ada alasan dibalik itu..” kata Jae Bok. Jung Hee meminta agar jangan memberitahu
“Itu sebabnya, aku ingin Ibu tahu. bahwa aku punya wewenang terhadap anak-anakku. Aku akan menghormati Ibu sebagai neneknya Jin Wook dan Hae Wook. Tapi jangan membuat keputusan sendiri tentang anak-anak tanpa sepengetahuanku” tegas Jae Bok
Ibu Jung Hee makin histeris mendengarnya,  Jung Hee panik melihat ibunya dan memarahi Jae Bok yang berani mengatakan pada Ibunya. Ibu Jung Hee menjerit histeris memanggil cucunya. Jae Bok kasihan tapi merasa harus tegas pada Ibu mertua dan Jung Hee. 

Hye Ran memaksa Won Jae agar menuliskan nama dan memilih paket olahraga yang dipilih adalah 6 bulan atau setahun. Tiba-tiba Sam Kyu mengeluarkan suara, Hye Ran kaget melihat mantan pacarnya yang datang.
“Aku datang untuk mendaftar sebagai anggota VVIP. Ra Ni itu.. Maksudku, Na Hye Ran yang menyarankan aku datang kesini” ucap Sam Kyu, Hye Ran pun mengucapkan terimakasih
“Tapi, Dari mana kau dapat uang? Kau ‘kan miskin. Apa Kau menemukan wanita lagi? Wanita kaya raya?” dugaan Hye Ran.
“Bukan seperti itu tapi Bisnisku lancar saat ini. Bisakah kau memberiku diskon?” kata Sam Kyu 

Hye Ran melihat seorang pria yang keluar dari ruangan fitness dan langsung menyapanya. Sam Kyu terlihat cemburu karena Hye Ran berdekatan dengan pria terlihat bagus badanya dibanding dirinya. Hye Ran pun berbincang dengan gaya centilnya pada pria tampan. Sam Kyu mengumpat kesal karena Hye Ran benar-benar  wanita penggoda
“Profesor Kim... Apa Kau juga mengambil kelas malam? Aku ingin mengambilnya bersamamu.” Kata Sam Kyu sengaja mengoda Won Jae. Won Jae heran melihat tingkah Sam Kyu, sementara Hye Ran hanya menatapnya. 

Won Jae mengomel dengan sikap Sam Kyu yang menjijikkan dengan berani merayu dengan gaya murahan. Hye Ran rasa tak perlu memikirkanya karena Sam Kyu memang begitu dan Won Jae berlebihan karena bukan tipenya dan pilih-pilih kalau soal penampilan.
“Apa dia datang belakangan ini? Istrinya Pak Park?” sindir Won Jae kesal dibandingkan dengan Hye Ran
“Tanyakan langsung kepadanya. Tidak ada yang bisa menghentikan aku sekarang” kata Hye Ran. 

Jung Hee kembali masuk kantor dengan menyapa Direktur yang kembali memanggilnya, lalu dikagetkan dengan Manager Cho yang keluar dari balik bangkunya. Direktu mmberitahu kalau Manager Cho juga kembli.
“Manager Cho , Apa anda baik-baik saja?” ucap Won Jae menyapa. Manager Choi dengan sinis berkata baik-baik saja dan bertaya balik alasanya menanyakan keadaanya.
“Apa anda tahu aku sangat mencemaskanmu? Kenapa anda mendadak menghilang? Apa mungkin itu karena aku?” ucap Jung Hee
“Apa Kau ingin tahu?” tanya Manager Cho marah, Jung Hee mengaku  tidak tahu apa yang terjadi.
“Tidak perlu kau tahu, alasanya” kata Manager Cho sambil bergumam “ Karena kau akan terluka kalau kau mengetahuinya.” 

Bong Goo makan bersama dengan Na Mi mengeluarkan buka diary ingin mengatakan yang sejujurnya. Ia bisa menyimpulkan Misinya yang "D-Day" itu untuk menggoda Koo Jung Hee, Demi uang dan ingin tahu alasanya, Na Mi hanya diam saja. 
“Kenapa Ahjumma yang menggunakan nama Choi Duk Boon.. menyewamu untuk melakukan itu dengan mentransfermu setiap bulan?” tanya Bong Goo memperlihatkan hasil transferan
“Entahlah.. Aku tidak tahu apa pun.” Kata Na Mi dengan wajah tertunduk.
“Sudahlah jangan pura pura Hilang ingatan Apa untuk menghancurkan hidup Koo Jung Hee danBerselingkuh dengannya supaya dia bercerai? Kata bong Goo.
Na Mi hanya diam saja, Bong Goo pun mengartikan kalau yang dikatakan itu benar. Na Mi menahanya berpikir akan memberitahu, Bong Goo tak ingin mendengar memperingatakan Na Mi agar Jangan berani keluar atau akan memberitahu  segalanya kepada wanita itu, lalu menyuruh Na Mi makan karena sudah membuat banyak. 

Nyonya Choi duduk dikursi goyang, Eun Hee datang dengan nada marah ingin tahu alasan ibunya yang mengungkapkan segalanya.  Nyonya Choi merasa dengan Melihat mereka mengancam anaknya tidak bisa menahann.
“Apa kau Tahu tidak orang yang memperlakukanku lebih buruk dari ini? Bukankah itu ibu” ucap Eun Hee sinis
“Itu sebabnya aku melakukan ini. Untuk menebus kesalahanku!” teriak Nyonya Choi marah
Saat itu terdengar suara ibu Jung Hee memanggilnya. Eun Hee langsung memberikan senyuman, mengajak calon ibu mertuanya pergi berbelanja. Ibu Jung Hee terlihat bahagia memiliki Eun Hee yang perhatian. 

Bong Goo mendengan cerita Jae Bok tak percaya kalau  Choi Duk Boon, Moon Hyung Sun  adalah ibu pemilik rumah itu. Jae Bok menegaskan kalau itu memang fakta yang terjadi dan sudah memastikannya tadi pagi. Bong Goo mulai memikirkan tentang anaslisinya.
“Jadi daia memberikan uang kepada Na Mi untuk menggoda Koo Jung Hee. Dia juga mendorong Na Mi ke tangga untuk membunuhnya. kata Bong Goo
“Kemungkinan 80% ini ada kaitannya dengan Lee Eun Hee Ahh...” ucap Jae Bok yakin. tapi Bong Goo pikir itu 99,9999%” 

Manager Choo dan yang lainya membahas tentang restoran untuk makan siang, Jung Hee yang gelisah mengirimkan pesan pada Jae Bok
“Cho Young Bae kembali. Tapi sepertinya, dia tahu apa yang terjadi selama ini”
Keduanya membaca pesan yang dikirim oleh Jung Hee, Bong Goo pun mulai mengumpat kesal. Sam Kyu masuk ruangan mengajak mereka untuk rapat. Bong Goo langsung buru-buru menutup ponselnya  Sam Kyu bisa melihatnya dan merasa seperti orang asing.

Manager Cho menyuruh Jung Hee agar membersihkan gudang, Jung Hee melawan kalau itu tugas tim material. Manager Cho pikir Jung Hee tak ingin melakukanya dan kembali ke rumah. Jung Hee hanya bisa tertunduk.
“Koo Jung Hee, kau pasti senang bisa kembali bekerja Tapi itu bukan berarti karena kau akan bertahan. Aku masih punya wewenang untuk memecatmu.” Kata Manager Cho menyuruhnya untuk pergi. 

Jung Hee berusaha mengangkat barang tapi beberapa kali terjatuh. Dua orang pegawai mulai mengejek Jung Hee yang lemah sekali. Saat itu Na Mi dari kejauhan melihat Jung Hee dengan tatapan sedih. Nyonya Choi tiba-tiba datang menyapa Na Mi dengan kacamata hitamnya, dengan sangat yakin kalau masih mengenalinya. Na Mi berpura-pura tak mengingatnya.
“Kurasa kau tahu. Apa Kau tidak mengingatku , tapi kau ingat Koo Jung Hee? Apa ini semacam amnesia Hanya ingat tentang kejadian Khusus” ucap Nyonya Choi
“itu Karena aku menyukainya dan Cinta bisa bertahan selamanya.” Ucap Na Mi membela diri. Nyonya Choi mulai mengumpat marah,
Anak buah Nyonya Choi langsung membawa Na Mi, Nyonya Choi memperingatkan agar jangan coba menipunya. Na Mi berusaha untuk melepaskannya. Pria yang sebelumnya menolong Na Mi bisa melepaskan Na Mi.
Nyonya Choi terlihat marah, Si pria membuka masker saat Nyonya Choi menncengkramnya. Nyonya Choi kaget kalau itu adalah Bryan. Bryan akhirnya meminta agar ibunya menghentikan semua. Nyonya Choi benar-benar tak percaya kalau yang merencanakannya selama ini.Bryan pun memilih untuk cepat pergi. 


Eun Hee membereskan kamar yang digunakan Jung Hee sambil diam-diam mencium bau badanya dari baju yang dpakain oleh Suami Bong Hee. Bryan menelp kakaknya,  Eun Hee pun menanyakan keberadaanya serta mengeluh karena tak memberitahu saat tiba dari Ameria. Bryan mengaku hanya berpergian kesana kemari dan kakaknya sudah bisa mengetahuinya.
“Kakak baik baik saja kan?” ucap Bryan. Eun Hee mengaku baik-baik saja dan bertanya balik dengan keadaan adiknya dan mengaku kalau merindukanya.
“Kakak, aku ingin Kau hidup dengan baik. Aku tidak mau Kau seperti dahulu. Berbahagialah.” Ucap Bryan. Eun Hee mengerti dengan senyuman .
“Aku sekarang..merasa sangat sangat bahagia. Aku mendapatkanmu sekarang.” Ucap Eun Hee karena bisa mendapatkan Jung Hee. 

Bong Goo melihat Manager Cho yang sudah menunggu disebuah cafe lalu menyapanya dengan senyuman bahagia. Manager Cho mengingat Bong Goo adalah pria yang sebelumnya merekam kalau wajahnya itu tak lumpuh dan baik baik saja. Manager Cho panik melihat sekeliling. Bong Goo memberitahu kalau Tidak ada orang yang mgikuti
“Aigoo..Kau kan setuju untuk mengakuinya Kau tidak tahu kita akan bertemu,kan? Apa dia yang menyuruhmu? Apa Dia menyuruhmu menuduh Koo Jung Hee dan berpura-pura Struk?” ucap Bong Goo memperlihatkan wajah Nyonya Choi
“Entahlah. Aku tidak tahu apa-apa.” Kata Manager Cho berbohong.
“Cho Young Bae...Kau menggelapkan pembayaran konstruksi dua kali dan menerima suap berkali-kali. Ini buktinya. Aku punya wewenang untuk memenjarakanmu hanya dengan jentikan jari.” Ucap Bong Goo sedikit mengancam.
Manager Cho pun bertanya apa yang diinginkan Bong Goo sekarang, karean tidak tahu apa pun. Bong Goo mengoda Manager Cho kalau bisa memberitahu dan akan menjaga rahasianya. 


Bong Goo selesai bertemu dan mengumpat marah .
Flash Back
Manager Cho menceritakan kalau ia berhasil memecat Koo Jung Hee dari perusahaan, maka Nyonya Choi itu akan memberikannya uang. Bong Goo pun binggung alasan harus dipecat Manager Cho juga tidak tahu masalahnya karena Nyonya Cho hanya bilang hidup Koo Jung Hee harus hancur dan ingin menyudutkan Koo Jung Hee dan berpikir kalau Mungkin punya dendam.
“Jung Na Mi mendekati Koo Jung Hee dan Cho Young Bae Juga mendekatinya Apakah itu semacam konspirasi untuk menghancurkan Koo Jung Hee?” ungkap Bong Goo memikirkan semua kejadian. 

Jin Wook keluar sekolah dengan wajah sedih tapi langsung sumringah melihat Eun Hee yang ada di depan sekolah. Eun Hee tahukalau Jin Wook pergi ke sekolah dengan perasaan kesal hari ini dan mendengar akan tinggal di rumah Che Ri dan sangat kecewa.
“Apa Ahjumma kesal tadi pagi?”tanya Jin Wook, Eun Hee mengaku sedikit kesal tapi melihat Jin wook, lebih baik sekarang
Che Ri mengirimkan pesan kalau Pengasuhnya akan menjemput jadi harus segera datang menemuinya. Jin Wook pun pamit pergi pada Eun Hee, Eun Hee pun membiarkan Jin Wook pergi.
** 

Hye Ran mulai melatih Won Jae dan Sam Kyu dalam ruangan. Dengan posisi agar tengkurap dan menahan dengan lengan. Won Jae mengeluh harus melakukanya, Hye Ran pikir kalau Won Jae harus seperti anak muda dan menyuruh agar mengangkat bokongnya.
Won Jae berusaha melakukanya, Sam Kyu ingin membantu tapi Won Jae langsung memberikan tatapan sinis. Won Jae pun kembali melakukan yang di suruh oleh Hye Ran dengan mengangkat bokongnya tinggi-tinggi tapi yang terjadi adalah ia mengeluarkan kentut. Dua orang yang ada dibelakangnya langsung menutup hidung, sementara Won Jae hanya bisa menelungkupkan wajahnya diatas matras. 

Won Jae akhirnya tak tahan langsung berlari kabur keluar ruangan tak sengaja bertabrakan dengan istri Tuan Park dan langsung berterika memberitahu Hye Ran. Istri Tuan Park panik dan berusaha kabur, Hye Ran yang mendengarnya langsung mengejarnya.
Sam Kyu keluar ruangan dengan tatapan aneh, Won Jae langsung menyindir seperti Sam Kyu tak pernah buang angin saja dan harus memberikan topeng gas. Sam Kyu dengan gaya mengoda kalau Won Jae itu menggemaskan. Won Jae binggung, Sam Kyu bisa berkomentar seperti itu. 

Keduanya kejar-kejaran di sepanjang jalan, Istri Tuan Park berusaha untuk melewati celah mobil yang terparkir tapi malah membuat dirinya tak bisa gerak karena terjepit dengan perutnya yang tambun. Hye Ran benar-benar marah karena sebelumnya sudah memuklnya dan apa lagi yang dinginkanya.
“Aku belum bertemu dengan suamimu sejak saat itu.” Ucap Hye Ran, Istri Tuan Park mengaku sudah tahu. Hye Ran makin marah karena sudah mengetahuinya tapi malah membuat selembaran agar tak masuk kelas pilatesnya. Istri Tuan Park malah menangis.
“Entah kenapa hidupku jadi seperti ini. Kau kaya dan kuat. Apa yang salah?” ucap Hye Ran heran, Istri Tuan park menyuruh Hye Ran pergi saja.
“Kau yang mengejarku sebelumnya. Sekarang kau mau aku pergi? Apa Kau bisa keluar dari sana?” ucap Hye Ran masih ada rasa kasihan, Istri Tuan Park sambil menangis hanya menyuruh Hye Ran pergi. Akhirnya Hye Ran pergi dan Istri Tuan Park pun mengeluh karena tak ada yang bisa mengeluarkan dari himpitan mobil. 

Euh Hee menerima telp dari Direktur Oh dan dikagetkan dengan Jng Hee yang ditugaskan ke gudang. Direktur Oh melihat Jung Hee sedang mengangkat barang, memberitahu Eun Hee kalau Jung Hee sedang melakukan pekerjaan fisik sekarang. Eun Hee pun mengerti lalu menelp seorang Presdir. 

Won Jae tak percaya kalau Hye Ran bisa mengashini istri Tuan park tapi menurutnya itu seperti sindrom Stockholm padahal sebelumnya sudah menghabisi tepark itu manya. Hye Ran pikir istri Tuan Park itu tidak punya tempat pelampiasan.
“Hye Ran, kau benar benar Punya terlalu banyak kasih sayang Biasanya, itulah kebiasaan pria.” Keluh Won Jae
“Hei. Apa tidak masalah meninggalkan Jung Hee sendirian di sana? Bukankah seperti memberi ikan kepada kucing? Bagaimana kalau dia melahap Koo Jung Hee?” ucap Hye Ran, Won Jae mengeluh dengan perkataan Hye Ran sangat mengerikan
“Terserah kalau dia melahapnya/tidak, Lagi pula kami juga sudah bercerai.” Ucap Jae Bok tak peduli
“Lihatlah betapa santainya dia. Apa Kau lupa perbuatannya pagi ini? Bisa-bisanya kau merasa santai.” Ucap Won Jae kesal
“Pasti Eun Hee tidak akan seperti itu pada Koo Jung Hee.” Kata Jae Bok yakin , Tapi Hye Ran rasa kalau Eun Hee akan  memakan Jung Hee hidup-hidup. Jae Bok meminta agar temanya tak berkata seperti itu
“Tidak. Aku merasa ada yang tidak beres Dia pasti menjadi sangat frustrasi karena masih melajang.” Ucap Hye Ran, Won Jae mengejek kalau Eun Hee beda dengan Hye Ran. Hye Ran pikir Won Jae juga seperti itu.
Jae Bok mengeluh keduanya kembali beradu mulut, Won Jaepikir Jae Bok sama, Hye Ranlalu berpikia kalau melakukannya sesuatu. 


Eun Hee membawa Jung Hee ke sebuah ruangan, Jung Hee melihat ada poster kesukaanya dan juga alat musik yang lengkap. Eun Hee mengaku kalau itu sebagai hadiah balasan dari coklat yang pernah diterimanya dan Ruang audio ini mulai sekarang jadi miliknya. Jung Hee kaget dan merasa  terlalu berlebihan baginya
“Tidak., Ruangan ini akhirnya menemukan pemiliknya yang tepat. Semoga kau akan menemukan mimpimu, Yang hilang di sini” ucap Eun Hee. Jung Hee tak percaya mendengarnya seperti tersentuh.
“Apa kau suka hadiahnya?” tanya Eun Hee, Jung Hee pikir ini jauh lebih baik daripada ruang audio yang diimpikan bahkan luar biasa.
“Kau sekarang.. Akan jadi pria yang jauh lebih baik daripada yang sekarang. Aku akan membantumu dengan segenap hatiku.” Ucap Eun Hee menyakinkan.
“Tapi, kau belum menjawabku waktu itu.” Kata Jung Hee, Eun Hee ingiat pertanyaan "apa aku tidak mengenalmu?"
“Jung Hee...Apa kau tidak mengenalku? Apa Kau benar benar tidak tahu? Maksudku kita berdua punya ikatan khusus. Ikatan yang sangat berharga. Aku bisa melihat potensimu dan akan membuatmu menjadi pria yang hebat. Inilah ruang audio barumu.” Ucap Eun Hee. Jung Hee pun berterimakasih dan mengaku sangat bahagia.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted
                                                                                                                                                                                  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar