Sabtu, 15 April 2017

Sinopsis Radiant Office Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : MBC
“Karena banyak orang ingin magang di Hauline. Semua orang-orang ini... sedang berbohong sekarang.” Ucap Ho Won, Semua terdiam mendengar ucapan Ho Won.
“Apa yang namanya keluarga itu saling membenci dan saling menyakiti? Kabarnya Korea memiliki indeks partisipasi  perempuan terhadap pembangunan ekonomi di antara negara-negara lain. Tadi, mereka semua ini mengutarakan Hauline menawarkan kesempatan yang sama bagi perempuan pekerja keras..,tapi menurut saya perusahaan Korea  memang mendiskriminasi perempuan.” Ucap Ho Won, Suk Kyung hanya diam karena memang tak bisa menjadi manager karena statusnya sebagai wanita.
“Saya baru menyadarinya setelah diterima perusahaan ini. Jika Manajer Jo terpaksa datang bekerja sehari setelah dia mengalami kecelakaan mobil berarti diskriminasi terhadap perempuan harusnya sudah bisa dibasmi.” Ucap Ho Won pada Suk Kyung
“Saya menyadari kalau Asisten Lee yang harus memenuhi... perintah atasannya yang tidak adil, dan dia sering dimarahi juga sebagai anggota keluarga kami. Dan Juga...,ada pepatah berkata, kau orang yang lemah jika kau mencintai seseorang lebih dari mereka mencintaimu. Saya rasa perusahaan kami ini penuh dengan orang yang lemah. Itu sebabnya saya berharap orang-orang yang bersedia senang hati menjadi orang yang lemah dan yang bersedia lebih mencintai akan melamar pekerjaan di Hauline.” Kata Ho Won
Manager Park menyela  lalu memarahi Ho Won, Ho Won seperti sadar kalau tadi kelepasan bicara. Akhirnya Woo Jin meminata Ji Na agar menghubungi bagian PR dan suruh mereka lakukan pemeriksaan akhir sebelum mempublikasikan artikelnya. Ji Na mengangguk mengerti. 


Ho Won pun seperti disidang dalam ruangan, Woo Jin langsung memarahinya kalau seharusnya mempertimbangkan citra perusahaan dan melakukan seperti anak kecil yang tidak bertanggung jawab seperti tadi. Ho Won pun menyimpulkan tak masalah membangun citra perusahaan dengan kebohongan
“Setiap orang jadi tertekan karena angka penjualan. Bagaimana bisa perusahaan ini bisa seperti keluarga atau tempat yang bagus dan menyenangkan?” ucap Ho Won membela diri. Manager Park binggung.
“Tolong batalkan evaluasi karyawan sementara terkait, kinerja penjualan kami, Manager Park. Kami ingin bekerja keras dan belajar, mengenai bagaimana kami bisa membuat produk yang lebih baik dan menjualnya dengan bijaksana. Jika kami memohon keluarga dan teman-teman kami membeli produkny dan nilai penjualan pun naik..., apa yang akan terjadi selanjutnya?” ucap Ho Won
“Jika kami membeli produknya sendiri sambil mengkhawatirkan mungkin kami tak mendapatkan posisi tetap...,apa yang akan terjadi selanjutnya?” kata Ho Won. Woo Jin yang mendengarnya tak mengerti dan ingin tahu lebih jelasnya.
“Apa Kalian bertiga disuruh menjual produk sendiri?” tanya Woo Jin,
“Sejauh yang kutahu, tidak ada orang yang memerintahkan kalian seperti itu.” Ucap Suk Kyung. Tuan Heo pikir juga Ho Won  pasti salah paham karena mereka tidak akan pernah seperti itu.
“Ya. Siapa yang menyuruhmu begitu? Tidak ada orang yang akan seperti itu. Tidak ada orang yang akan seperti itu pada kalian.” Ucap Manager Park
“Kami disuruh melakukannya...Asisten Lee Yong Jae. Dia menyuruh kami melakukannya jika kami ingin mendapatkan posisi tetap. Kenapa Anda mengancam kami dengan pekerjaan kami? Kami sudah berusaha terbaik dan juga bekerja keras. Tapi... ini keterlaluan.” Kata Ho Won,
Woo Jin yang mendengarnya langsung menyuruh Ho Won keluar dari ruangan.  Ho Won terdiam, Woo Jin langsung berteriak menyuruh Ho Won segera keluar sekarang juga. 


Ho Won keluar dari ruangan, Yong Jae dengan sinis berkomentar kalau Ho Won itu buat masalah besar lagi dan menyuruh lebih baik mengundurkan diri kalau memang tidak mau melakukannya. Ho Won akhirnya berani bicara pada Yong Jae sebagai seniornya.
“Maaf, Asisten Lee. Aku juga tahu kalau Asisten Lee  sebenarnya tidak ingin menyuruhku melakukannya.” Kata Ho Won. Yong Jae membenarkan.
“Aigoo. Dia ini mengira dirinya yang paling benar.” Sindir Ji Na
“ Anak muda pasti akan melamar pekerjaan setelah membaca semacam artikel itu. Jadi maksudnya Ho Won itu...” kata Ki Taek membela langsung ditanggapi sinis oleh Ji Na kalau dirinya sedang bicara jadi tak boleh menyela. 
Ho Won akhirnya meminta Maaf pada Kang Ho, Kang Ho pikir tak perlu karena malah membuatnya merasa baikan.  Ki  Taek pun khawatir dengan Ho Won yang akan dipecat. Ho Won pun  tak peduli lagi sekarang. Ki taek pikir Pasti kacau sekali di dalam ruangan. 

Woo Jin akhirnya berdiri dari bangku mengaku malu karena Manager Park, mengingatka kalau tiga pegawai itu pemula dan menyuruhnya melakukan perkerjaan itu. Manager Park membela diri kalau tak ada yang salah bahkan tak pernah memukuli atau menipu mereka. Woo Jin pikir akan memanggil Yong Jae saja untuk menanyakan
“Apa kau ingin aku menginterogasi bawahanmu? Haruskah aku mempermalukanmu seperti itu? Aku sudah terlalu malu untuk menghadapi bawahanku sekarang.”ucap Woo Jin marah.
Manager Park mencoba mengelak dengan meminta pembelaan dari Suk Kyung karena terlihat tenang sekali dan meminta agar mengatakan sesuatu.  Suk Kyung akhirnya mulai bicara kalau ada kesalahpahaman, karena Manager Park tidak memberi perintah seperti itu. Manager Park pikir Woo Jin bisa mendengarnya sekarang.
“Kurasa Asisten Lee memang sudah sedikit keterlaluan..., tapi aku tidak serendah itu.” Ucap Manager Park membela diri.
“Kurasa akulah satu-satunya orang yang tidak tahu kalau kau selalu... menangani situasi dengan baik.” Sindir Woo Jin
“Jadi Karena kau tahu itu sekarang..., maka berhentilah ikut campur  urusan tim kami. Aku yang akan mengurus tim penjualan.” Ucap Manager Park
Woo Jin pikir karena  memimpin dua karyawan sementara dari tim pemasaran maka akan membuat keduanya kerja keras dan mengevaluasi kinerja mereka dengan caranya sendiri lalu keluar dari ruangan bersama Tuan Heo. Manager Park yang melihatnya mengumpat Woo Jin itu  orang sombong.

Woo Jin akhirnya bertanya pada Ho Won apakah temanya itu tak bisa bicara karena tak berani. Ho Won meminta maaf mengaku kalau hanya merasa kesal saja. Woo Jin pun bertanya apabila Ho Won  bicara seenaknya karena kesal, lalu siapa yang akan disalahkan.
“Apa kau pikir seniormu itu bodoh?”ucap Woo Jin, Ho Won mengelengkan kepala
“Mulai sekarang, Eun Ho Won  dan Do Ki Taek..., minta izinlah padaku sebelum kalian bicara atau berbuat sesuatu di depan umum. Jangan mengiyakan perintah orang lain kecuali aku. Apa Kalian mengerti?” ucap Woo Jin. Keduanya mengangguk mengerti.
“Kita akan segera meluncurkan Hauliz dan harus menyelesaikan katalog kita. Kalian berdua yang harus menanganinya.” Kata Woo Jin.
Ji Na kaget merasa terlalu dini membiarkan  keduanya menangani tugas semacam itu. Manager Seo pikir keduanya tidak akan bisa jadi lebih baik jika tidak belajar melalui tugas-tugas seperti ini dan sebelumnya pun berkata akan melakukan apapun yang diperintahkan. Ho Won pun mengaku akan mencobanya mengerjakanya.,
“Jangan sombong kau... Jangan cuma coba saja tapi Kerjalah dengan hasil yang bagus. Karena begitulah senior-seniormu ini  bisa menjabat di posisi mereka sekarang. Apa Kau mengerti?” kata Woo Jin, Ho Won mengangguk mengerti begitu juga Ki Taek yang akan bekerja keras.


Manager Park mengeluh dengan Yong Jae yang  ternyata  ceroboh lagi.  Suk Kyung ingin kembali ke mejanya. Manager Park memanggilnya, memberitahu kalau tidak kuliah di universitas bergengsi dan tidak punya uang atau koneksi.
“Menurutmu bagaimana aku bisa menjabat di posisi ini?” ucap Manager Park, Suk Kyung terdiam.
“Sejak aku mulai bekerja, aku selalu menjadi budak bagi bosku. Dan sekarang bosku adalah direktur utama disini. Aku bertekad melakukan apa saja buat mengambil hati bosku. Aku patuh padanya dan selalu memujinya. Begitulah aku bisa menjabat posisi ini.” Jelas Manager Park
“Kau bilang tentang  Martabat? Prinsip? Itu terlalu bersifat kehormatan. Kau tidak bisa mendapatkan posisi lebih tinggi jika ingin menjaga martabatmu.” Kata Manager Park.
“Meski begitu, tidak adil namanya memerintahkan karyawan sementara menjual...” ucap Suk Kyung langsung disela oleh Manager Park.
Manager Park tak alasan Suk Kyung pindah ke timnyakarenaingin jadi manager, Tapi ia harus jadi direktur utama Suk Kyung ingin mengantikanya. Suk Kyung menegaskan kalau akan membantu melakukannya. Manager Park menegaskan kaalu yang dibahas itu tentang Suk Kyung.
“Menurutmu kenapa kau gagal  terus naik jabatan? Apa itu karena kau tidak kompeten? Bukan. Kalau ini soal kompetensi, kau dari dulu sudah jadi general manager sekarang.” Jelas Managar Park
“ Lihatlah Seo Woo Jin... Dia benci politik kantor tapi dia menjadi general manager karena dia hebat mengatasi pekerjaannya. Padahal dia Cuma satu tahun di atasmu. Tapi kenapa kau susah sekali jadi general manager? Jika kau ingin membantuku... Ini karena kau seorang wanita. Mereka mencari-cari segala macam alasan..., tapi mereka lebih suka karyawan laki-laki. Itulah kenyataannya.” Ungkap Manager Park
Suk Kyung terdiam, Manager Park mengingatkan kalau  tak mudah menghilangkan kebiasaan diskriminasi terhadap perempuan jadi meminta agar Suk Kyung sadar tak ada ada posisi pimpinan yang diduduki wanita. Jadi menurutnya untuk membuat posisi itu ada, dengan aturan lama tidak akan berhasil, maka cara lama yang dilakukan Suk Kyung  takkan berhasil.
“Karena itulah aku sekarang  bekerja di bawahmu.” Kata Suk Kyung
“Makanya dari itu,  Aku punya koneksi. Dia anaknya ketua, yaitu anak kedua Ketua Seo Tae Woo. Tapi aku sebenarnya tak ingin berbagi dan ingin menggunakan koneksi ini hanya buatku sendiri. Jadi Karena itulah, kau harus memihakku. Namun, jika Seo Woo Jin  tahu dan ikut campur soal ini...,apa yang akan terjadi pada kita? Pikirkanlah baik-baik, yang pasti kau harus memihakku.” Tegas Manager Park meminta dukungan. 



Ho Won datang menemui Suk Kyung diluar ruangan karena memanggilnya, Suk Kyung menegaskan kalau Ho Won pasti  mengerti kesalahan yang di perbuat hari ini, karena itu cuma kesalahpahaman kecil jadi jangan perbesar masalah itu.
“Kami tidak menyuruh karyawan sementara untuk meningkatkan penjualan. Manager Park tidak pernah memberikan perintah semacam itu. Itu terjadi karena Asisten Lee salah paham. Jadi jangan bicara seenaknya. Apa Kau mengerti?” ucap Suk Kyung dengan nada tinggi. Ho Won pun mengangguk mengerti.
“Dan juga Suruh Kang Ho dan Ki Taek juga agar tak usah membicarakan masalah itu lagi dan juga Suruh Kang Ho membatalkan transaksi kartu kreditnya.” Perintah Suk Kyung. Ho Won mengerti. 

Kang Ho sedang ada di pantry menerima pesan dari Ho Won “Manajer Jo menyuruhku menyampaikan padamu untuk membatalkan transaksi kartu kreditmu. Sepertinya dia menelepon toko buat memastikan berapa banyak uang yang kau habiskan.”  Kang Ho terlihat bisa bernafas lega.
Suk Kyung datang ingin membuat kopi, Kang Ho ingin membantu membuatnya. Suk Kyung langsung menolak dengan nada dingin dan kembali keruangan. Kang Ho pun hanya diam melihat sikap Suk Kyung yang tak seperti biasanya. 

Ki Taek meminta maaf pada Kang Ho karena tidak tahu sama sekali dan hanya merasa senang  saja kalau ibu Kang Ho datang. Kang Ho pikir tak perlu meminta maaf menurutnya itu karena tak jujur pada ibunya jadi itu itu kesalahanya.
“Kau harus Bilang pada ibumu kalau kau akan bekerja keras. Kalau kau bilang ibumu untuk bersabar  sebentar saja, pasti ibumu akan mengerti.” Saran Ki Taek
“Hei... Ahjussi.” Ucap salah seorang pelajar memanggil Ki Taek, Ki Taek membela diri kalau ia itu “ Oppa.”
Si anak dan teman-teman tak peduli meminta agar bisa menjual bir yang baru diminum dan akan membayarnya dua kali lipat untuk makan malam. Ki Taek menyarankan kaalu belum makan malam, lebih baik makanlah karbohidrat dan tak baik minum-minum karena mereka  itu masih muda.

“Apa kau mau menjualnya kalau kami memanggilmu Oppa?” ucap pelajar melawan
“Hei.. Kalian ini sekolah dimana sebenarnya? Siapa guru kalian? Mood kami ini lagi jelek sekali hari ini.” Ucap Ki Taek marah.
Si anak tak mau kalah memukul Ki Taek yang tak mau menjual birnya, Kang Ho panik memanggil manager toko karena temanya di pukul. Si Manager keluar langsung memarahi anak-anak pelajar yang menganggu Ki Taek. Ki Taek pun sudah tersungkur karena dikepung dan semua anak-anak pun kabur.
Manager toko menanyakan keadaan Ki Taek yang babak belur, Ki Taek pun bertanya apakah Manager mengenal anak itu. Si Manager mengaku kalau salah satunya adalah anaknya.  Ki taek mengeluh kalau anaknya itu sangat kuat karena memukulnya sangat keras. 


Ho Won lewat didepan toko buah dan ingin membelinya denga memanggil Ahjumma. Tapi yang keluar malah Woo Jin memberitahu kalau bibi penjaga lagi keluar sebentar. Ho Won melihat Woo Jin langsung meminta maaf karena tadi tidak berpikir panjang dulu.
“Aku beritahu,  Jika kita nanti saling berpapasan di  lingkungan tempat tinggal ini maka kau pura-pura saja tidak kenal aku. Dan juga, jangan kasih tahu yang lain  kalau kita tinggal berdekatan.” Kata Woo Jin, Ho Won sempat binggung.
“Ini Tak enak kalau nanti ada orang di tempat kerja menggosip tentang pekerja kontrak. Jadi Kita bicara di kantor saja” kata Woo Jin buru-buru pergi, Ho Won heran melihat Woo Jin yang tiba-tiba berkata seperti itu.
“Apa orang-orang bakal membicarakanku kalau aku bicara dengan Manager Seo di komplek ini?” pikir Woo Jin. 

Kang Ho duduk diayunan terdiam dan membiarkan ponselnya berdering, dari ibunya. Jae Mi datang melihat Kang Ho duduk sendirian bertanya kenapa ada di taman bermain. Kang Ho balik bertanya kenapa Jae Min ada di dekat apartmentnya.
“Apa Kau tahu Hyun Wook dari sekolah kita? Dia tinggal di apartemen disini juga sama seperti kau. Dia diterima di Weesung Broker Firm, jadi aku datang menemuinya. Padahal belum lama ini, dia bekerja di bank..., tapi dia dapat pekerjaan lain di broker firm.” Ucap Jae Min terkesan bangga, Kang Ho yang mendengarnya seperti merasa makin tak percaya diri.
“Tapi Hyung kenapa duduk disini? Apa Kau tidak mau masuk ke rumah?” tanya Jae Min, Kang Ho mengaku Ada masalah di rumah.

“Tadi aku lihat ibumu di kantor.” Cerita Jae Min, Kang Ho kaget bertanya apakah menemui ibunya.  Jae Min mengangguk.
“Alarm kebakaran tiba-tiba nyala...,jadi aku menuntun ibumu ke lobby” cerita Jae Min
Kang Ho pun mengartikan kalau Jae Min orang yang memberitahukan pada ibunya. Jae Min bertanya balik kalau maksudnya itu Kang Ho ternyata  karyawan sementara. Kang Ho mengangguk. Jae Min pikir ibunya itu tahu sendiri. Kang Ho yang marah langsung memberikan pukulan. Jae Mi kaget seniornya itu langsung memukulnya.
“Kau panggil aku Hyung? Memangnya aku kakakmu apa? Aku sudah minta bantuanmu. Kalau nanti ibuku  menghubungi kantor, jangan beritahu dia. Aku juga sebenarnya tidak mau minta bantuanmu.”kata Kang Ho marah

“Hei... Lagipula, tak ada seorangpun yang menyuruhmu jadi karyawan sementara. Ibumu bukannya menghubungi kantor, tapi datang sendiri ke kantor. Tapi saat dia melihat mejamu di tim penjualan..., maka ibumu menyadari apa yang terjadi.” Kata Jae Min, Kang Ho terlihat makin marah.
“Kau itu selalu tak fokus dan tak percaya diri. Karena itulah kau tak  pernah lolos wawancara. Kau saja dan aku punya kemampuan yang sama dan pengalaman kerja serupa. Tapi Kau tidak semampu Eun Ho Won  atau Do Ki Taek. Kaulah yang mempermalukan universitas kita.” Ucap Jae Min
Kang Ho tak bisa menahan amarahnya langsung memberikan pukulanya,  menurutnya jadi karyawan sementara tidak ada hubungannya dengan Jae Min. Jae Min pun membalas kalau Tidak ada juga yang menyuruh jadi karyawan sementara. Keduanya pun saling memukul satu sama lain. 


Ki Taek mengobati memarnya dengan telur dan sambil mengeluh kalau anak-anak itu jago sekali bertarung, tapi menurutnya penting juga maka Mereka bisa melindungi diri sendiri. Terdengar bunyi bel, Ki Taek pikir kalau itu karena berisik, tapi bel terus berbunyi.
Akhirnya Ki Taek membuka pintu dan melihat Kang Ho datang dengan muka memar juga lalu menyuruhnya masuk dan bertanya kenapa bisa seperti ini. Kang Ho memberitahu kalau itu ulah Jae Min yang memukulnya dan mengaku kalau ia yang menang berkelahi dengannya.

Pagi hari
Kang Ho dan Ki Taek di pantry membuat kopi, Ho Won datang dengan Kkot Bi menyapa semuanya lalu meminta Ki Taek aga membuatkan kopi juga. Kang Ho dan Ki Taek menengok, keduanya melotot kaget melihat mata Kang Ho dan Ki Taek mengunakan penutup mata.
“Apa jangan-jangan  mereka sakit mata?” ucap Kkot Bi panik. Saat itu Jae Min datang dengan mengunkan penutup mata yang sama.
“Sepertinya memang sakit mata.” Ucap Ho Won, Jae Min melihat keduanya ada di pantry memilih untuk pergi saja. 

Tuan Heo ingin tahu menu makan siang hari ini di kantin. Ji Na pikir itu sup rumput laut. Yong Jae yang mendengarnya mulai mengeluh kalau tak ada yang ulang tahun. Suk Kyung memanggil Kang Ho, bertanya apakah sedang mengerjakan laporan analisis penjualan per kabupaten. Kang Ho mengatakan kalau sudah hampir selesai.
“Apa aku saja yang harus mengerjakannya, Manajer Jo?” ucap Jae Min yang menawarkan diri. Suk Kyung pikir tak perlu karena Kang Ho sudah mengerjakannya.
“Tapi, Manajer Jo... Bukannya itu harusnya jadi tugas pekerjaanku karena aku seorang karyawan baru?” ucap Jae Min, Yong Jae pun menyetujui ucapan juniornya.
“Jang Kang Ho juga karyawan baru. Dia perlu belajar jika dia ingin dipertimbangkan buat mengisi posisi tetap.” Tegas Suk Kyung. Jae Min pun tak bisa melawan walaupun hatinya terlihat dongkol.
Manager Park keluar ruangan menyuruh Yong jae  pesan tempat di restoran sambil mengeluh kalau seperti selalu ada orang yang lagi ulang tahun karena kantn menunya selalu sup rumput laut dan mengajak makan sup ikan. Yong Jae ngedumel sendiri kalau seharusnya membunuh ikan saja agar tak ada lagi sup ikan. 


Woo Jin melihat ruangan yang masih menyala berpikir kalau pegawainya yang lupa mematikan lampu, tapi ternyata Ho Won yang tertidur diatas brosurnya, karena merasa kasihan membuka jaket agar Ho Won tak kedinginan. Tiba-tiba Ho Won terbangun, Woo Jin buru-buru bersembunyi di kolong meja Ji Na.
“Tapi Kenapa juga aku sembunyi?” gumam Woo Jin, Ho Won pun tersadar dengan jas di pundaknya milik Woo Jin tapi tak melihat sosok orangnya lalu memangginya.
Ho Won akhirnya bisa melihat Woo Jin yang ada dikolong meja. Woo Jin pun berpura-pura kalau menjatuhkan sesuatu, jadi sedang mencarinya. Ho Won hanya tersenyum mendengar alasan Woo Jin yang dibuat-buat, bertanya ayang dicarinya, Woo Jin mengaku kalau itu Benda tidak penting, Ho Won tiba-tiba menahan tawa.
“Aku jadi ingat waktu itu. Waktu aku sembunyi di dalam lemari di rumahmu.” Ungkap Ho Won. Woo Jin mengaku kalau ini beda.
“Aku tidak sembunyi tapi lagi mencari sesuatu.” Tegas Woo Jin,  Ho Won pun mengejek dengan bertanya-tanya apa yang sedang dicarinya lalu mengembalikan jas yang di pakainya
“Kau tadi tidur dan batuk-batuk. Jika kau nanti flu, nanti kau tak mau berangkat kerja dan mengeluh kalau kau mungkin pingsan. Aku tak ingin kau mengeluh seperti itu. makanya aku  membuatmu tetap hangat pakai jas-ku itu.” Jelas Woo Jin menyuruh Ho Won agar segera mengembalikanya.
“Kau harus pulang. Jangan tidur di sini.” Perintah Woo Jin lalu segera masuk ke dalam ruangan.
Saat masuk ruangan Woo Jin mengumpat pada dirinya yang Memalukan sekali. Ho Won mengetuk pintu memberitahu untuk pulang lebih dulu. Woo Jin langsung mengubah suaranya jadi lebih berat mengucapkan selamat tinggal. 


Ki Taek dan Kang Ho berada dalam kamar dengan melihatAturan bagi Penyewa, Apartemen Wonho kalau mereka tak boleh berisik. Akhirnya mereka mengunakan bahasa isyarat dengan tangan.
“Kapan kau...pulang ke rumah?” kata Ki Taek dengan isyarat tanganya. Kang Ho menjawab tak tahu
“Bukannya kau merasa lapar sekarang?” kata Ki Taek, Kang Ho mengaku memang lapar.
“Apa Kau mau makan ramyeon?” ajak Ki Taek, Kang Ho setuju.
Ki Taek pun bertanya apakah punya uang, Kang Ho seperti tak mengerti mengajak Ki Taek untuk makan sekarang. Ki Taek mengulang dengan pertanyaan yang sama. Akhirnya Kang Ho mengerti, mengaku punya uang lalu mereka pun berhasil bicara dengan isyarat dan keluar untuk makan ramyun. 

Ho Won memberikan penjelasan produk Terakhir degan pola kain desain bisa menciptakan suasana tenang Dan juga headboard ranjangnya terbuat dari kulit sintesis. Satu unit terdiri dari lemari dasar, rak tiga laci dan meja samping tempat tidur dengan Rinciannya bisa dibaca di halaman pertama.
“Tapi, bukannya Manajer Jo  sudah mengirimkan daftar produk utama usulan dari tim penjualan?” kata Manager Park, Woo Jin mengatakan kalau sudah menerimanya dan sudah bicara dengan tim desain.
“Tapi kami memutuskan tidak memasukkan daftar produknya karena tak dapat respon yang bagus.” Ucap Woo Jin
“Manager Seo..  Kita harus mencapai titik impas (BEP) dalam waktu satu bulan agar peluncuran itu berhasil. Apa yang akan kita lakukan kalau dapat feedback negatif? Apa kita akan mengganti produknya?” ucap Manager Park, Woo Jin pikir itu boleh
“Kami pasti akan menerima saranmu jika ini  tidak dapat persetujuan dua minggu lagi.” Tegas Woo Jin
“Jadi kau mau langsung mengajukan daftar produk peluncuran ini?” kata Manage Park sinis, Woo Jin pikir mereka takkan pernah tahu kalau tidak mencoba. Manager Park pun setuju menurutnya tak ada yang perlu di bicarakan jadi rapat sudah selesai. 

Semua tim penjualan pun keluar ruangan, Woo Jin meminta Ho Won agar memastikan untuk memeriksa kembali semuanyasebelum mengirimnya ke percetakan dan mereka harus menggelar iklan online serta offline di saat bersamaa jadi meminta agar bekerjalah yang teliti. Ho Won mengangguk mengerti.
“Do Ki Taek, pastikan kirim revisi terakhirnya ke email-ku juga.” Kata Ji Na, Ki Taek menganguk mengerti. Ji Na dengan sini menyuruh agar Ki taek fokuslah bekerja. Keduanya mengangguk mengerti dan terlihat bahagia dengan kerjaan yang berhasil. 


Ho Won dan Ki Taek membuatkan tabel harga pada masing-masing produk dan kodenya. Ho Won mulai merasa lelah. Ki Taek menyuruh Ho Won pulang dan akan menyelesaikanya. Ho Won menolak karena mereka harus  sama-sama mengerjakannya.
“Tak perlu. Kau sudah memeriksanya lebih dari 20 kali” ucap Ki Taek. Ho Won pikir  akan memeriksanya sekali lagi setelah itupulang.
“Nanti langsung kukirim filenya ke percetakan setelah aku memeriksanya. Jadi kau pulang saja.”kata Ki Taek, Ho Won terlihat senang mendengarnya. Lalu pamit pulang. 

Ki Taek akhirnya memeriksa kembali harga produk dengan teliti, den merasa kalau sudah benar karena mengeceknya sebanyak 22 kali. Ponsel Ki Taek berdering,  lalu bertanya keberadan orang itu dan langsung keluar ruangan.
Seseorang datang, menyalakan komputer lalu mencari file  Daftar Harga Produk Hauliz 2017 lalu mengubah harga dan menyimpanya.
Ji Na melihat Ki Taek yang akhirnya datang, dan sudah menduga pasti akan dtang kalau memintanya agar datang karena Ha Ji Na memanggilnya. Ki Taek melihat Ji Na baru saja minum-minum. Ji Na membenarkan dan berpikir kalau Ki Taek itu datang karena khawatir.

“Kau bilang tidak bisa pulang karena dompetmu hilang.”kata Ki Taek, JI Na mengak kalau tasnya ta sengaja dibawa oleh temanya.
“Karena itulah tadi aku meminjam ponsel orang dan meneleponmu. Aku tidak ingat nomor orang lain kecuali nomor Oppa.”ucap Ji Na, Ki Taek mengeluarkan dompetnya dan memberikan uang.
“Kau Naik taksi saja. Kita sudah tak lagi menjalin hubungan.Jadi Kali ini, cukup terakhir kalinya. Walaupun kau meneleponku untuk menemuimu lagi seperti ini maka aku tidak akan datang.” Kata Ki Taek lalu beralan pergi.
Ji Na terlihat kaget degan sikap Ki Taek benar-benar tak peduli,
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


1 komentar:


  1. I came across while watching movies. .Thanks for sharing..^__^..I will tell my sister and friends about your blog continue to
    write an article...I'm looking forward for the upcoming posts you will be posting

    want to watch all episodes of korean and american tvseries and movies

    Where to watch movies

    Watch movie online for free

    Watch movies online



    for more trending news try to visit "
    "is now Trending"




    BalasHapus