Sabtu, 01 April 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 19 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Manager Choi bertemu dengan anak buahnya yang ingin bertemu di sebuah pelabuhan. Anak buah Manager Choi terlihat gugup, saat itu Sung Ryong dan Seo Yul masuk kalau mereka sengaja yang menyuruhnya. Sopir Manager Choi panik dengan berteriak marah melihat atasanya diapit oleh dua orang pria, Manager Choi dengan tenang menyuruh sopirnya agar menunggu diluar saja.
“Kenapa kau memata-matai orang dengan sangat jelas? Itu sangat kuno dan ketinggalan jaman. Waktu telah berubah.” Komentar Seo Yul, Manager Choo mengaku kalau ini caranya jadi tak perlu memperdulikanya.
“Aku sudah lama ingin berbicara denganmu. Ternyata berhasil. Aku sangat terkesan,Direktur Seo. Kau berhenti menjadi jaksa untuk meruntuhkan TQ.” Ucap Manager Choi
“Itu adalah dasar-dasar untuk menyelidiki.” Kata Seo Yul membela diri, Manager Choi pun mengenal Sung Ryong.
“Kau tidak pernah bisa menebak apa yang terjadi dalam kehidupan. Kau tadinya pernah menjadi seorang akuntan untuk preman Gunsan. Sekarang kau duduk di sebelahku dan berbicara kepadaku.” Ucap Manager Choi, Sung Ryong mengeluh Manager Choi yang malah membicarakan masa lalu karena menjalani kehidupan yang jujur.
Seo Yul tak ingin berlama-lama agar Manager Choi mengatakan saja. Manager Choi pikir Sebelum menarik pedang, akan menyenangkan untuk mengakhiri pertempuran tanpa pertumpahan darah dan bisa mendapatkan. Manager Choi meminta agar jatuhkan tuntutan Ketua Park maka akan memberikan yang diinginkan. Mereka ingin mendengar tawaranya.

“Jaksa Seo... Tidak mungkin bagimu untuk dapat diaktifkan kembali. Tapi aku jamin, kau akan diaktifkan kembali ke Kantor Kejaksaan Agung. Bukankah itu tempat yang benar-benar bagus?” ucap Manager Choi memberikan penawaran. Sung Ryong ingin tahu dengan dirinya.
“Yang kau butuhkan hanya uang, kan? Uang tunai. Aku akan menjamin hingga tiga milliar jadi Ambil itu dan pergi ke Denmark.” Kata Manager Choi, Sung Ryong heran darimana mendengar tentang Denmark.
“Tapi jaman sekarang 300.000 dollar tidak cukup.” Ucap Sung Ryong, Manager Choi menegaskan Tiga juta dollar dan selalu menepati janjiku.
“Beri kami 10 menit.” Ucap Sung Ryong, Manager Choi pikir  bisa memberinya lebih banyak lagi. Kedua keluar dari ruangan ingin memikirkan tawarannya. 


Myung Seok bicara dengan bahasa tanzania, semua hanya bisa melonggo. Manage Choo mengaku bukan tidak mempercayainya, tapi seperti tak yakinitu di Tanzania. Myung Seok mengaku kalau tadi Campuran dari bahasa Inggris dan Swahili.
“Kedengarannya seperti Thailand.” Komentar Hee Jin
“Bagaimana kau bisa berbicara bahasa mereka? Kau Belajar dimana?”tanya Sang Tae
“Teman sekamarku orang Tanzania di Amerika.” Kata Myung Seok, Mereka pikir Myung Seok pergi ke Itaewon.

“Jadi apa yang dia katakan?” tanya Ha Kyung penasaran
“Katanya, memang benar itu adalah paper company. Nomor teleponnya benar-benar salah. Aku menelepon dan itu adalah nomor telepon nya Kepala Desa.” Ucap Myung Seok
“Bisakah aku mendapatkan informasi pendaftaran?” ucap Ha Kyung,
“Aku bisa meminta mereka untuk mengirimnya lewat fax. Tapi itu akan memakan waktu cukup lama.” Ucap Myung Seok, Ha Kyung pikir  mereka harus mendapatkannya.
“Jika ada cabang di Tanzania, kau yang akan jadi bos nya.” Kata Manager Choo. 


Keduanya masuk ke dalam mobil, Manager Choi bertanya apakah mereka sudah membuat keputusan. Keduanya binggung dengan pertanyaan Manager Choi, Manager Choi pikir mereka perlu waktu untuk berpikir tentang keputusan itu. Sung Ryong mengatakan tidak karena Toppoki di dekat pelabuhan dan mereka tidak bisa menunggu sampai Manager Choi selesai berbicara dan menyuruh agar mencobanya
“Kalian berdua benar-benar sesuatu.” Ucap Manager Choi sinis, Sung Ryong mengejek Manager Choi yang marah.
“Spesialisasi kami adalah membuat orang marah.” Kata Seo Yul
“Manajer Choi. Kau yang sungguh sesuatu, bukan kami. Kau tahu betul kami yang memiliki pedang nya.” Kata Sung Ryong
“ Aku tahu. Tapi kau tahu arah pisau selalu bisa berubah, kan?” kata Manager Choi, Seo Yul pikir sedang syuting film horor
“Memberikan tawaran yang tidak masuk akal seperti itu adalah aturan kami. Aku seorang jaksa.” Ucap Seo Yul dan Sung Ryong dengan sengaja menaruh sebuah GPS di bawah kursi mobil dan keduanya pun keluar dari mobil. 

Ga Eun melihat ponselnya yang bisa melihat kemana perginya Manager Choi, lalu pergi dengan pergi ke sebuah gedung dan mengambil foto saat Manager Choi dengan seseorang. Lalu pergi ke restoran dengan seorang wanita. Ga Eun pikir wanita itu adalah istrinya dengan wajah kesal tak bisa mendapatkan apa-apa lagi. 

Tuan Park bertanya Siapa yang menanyakan tentang Tanzania. Pria itu mengatakan kalau itu seseorang dari Operasi Bisnis. Tuan Park bertanya Apakah ada seseorang yang fasih berbicara Tanzania. Pria itu pikir tak ada.
“Katakan pada kantor Tanzania untuk jangan pernah mengirim pendaftaran apapun atau dokumen Dan Katakan pada mereka, bahwa cabang itu tidak ada. ” perintah Tuan Park 

Myung Seok menerima email telihat kesal, Ha Kyung pun menanyakanya. Myung Seok memberitahu kalau Kantor Tanzania mengirim email dan Tidak ada catatan pendaftaran. Manager Choo tadi ingat sebelumnya Myung Seok mengatakan ada
“Memang ada, tapi... aku tidak tahu mengapa mereka mengatakan ini.” Ucap Myung Seok binggung. 
Sung Ryong sedang makan bersama dengan Seo Yul setelah menutup telp mengeluh  Semuanya jadi semakin kacau dan heran dengan pendaftarannya menghilang. Seo Yul yakin  Seseorang di sana pasti sedang diberikan perintah.
“Apa Ga Eun tidak mendapatkan apa-apa?” tanya Sung Ryong, Seo Yul mengatakan melihat semua gambar tapi tidak ada.
“Sekarang Kau terlihat seperti jaksa yang menyamar.” Komentar Sung Ryong melihat Seo Yul pasti malu.

“Jujurlah... Kau berterima kasih kepadaku, kan?” ucap Sung Ryong. Ha Kyung pun memberitahu kalau alasan Sung Ryong memberikan kesempatan bahkan membuatnya jadi jaksa yang menyamar.
“Aku terlibat perkelahian dengan seorang pria yang super kuat. Dia memukulku, tapi dia tidak membunuhku. Jadi aku pikir, bagaimana kalau aku membuatorang ini berada di pihakku, bukan seseorang yang akan menusukku dari belakang. Jika pria yang super kuat ini berada di pihakku, maka aku tidak perlu takut pada apapun.” Jelas Sung Ryong
“Kau berterima kasih padaku juga, kan? Karena aku menyelamatkanmu.” Ucap Seo Yul
“Tidak. Aku tidak merasa berterima kasih sama sekali. Aku bisa melarikan diri dan menyelamatkan diriku sendiri.” Komentar Sung Ryong bangga.
Seo Yul rasa kalau Pikiran Sung Ryong  sudah benar-benar kosong. Seung Ryong mengaku hanya berpura-pura dan pintar sekali berakting. Seo Yl mengejek Sung Ryong itu sama sekali tidak bisa akting. Sung Ryong mengaku kalau aktor yang mengagumkan dan akan mendapatkan penghargaan.Keduanya terus saja berdedat, siapa harus berterimakasaih karena saling membantu. 

Ga Eun terus mengikuti Manager Choi dan saat itu datang ke sebuh pelabuhan dan seseorang datang berbicara dengan Manager Choi. Dari dalam mobil pun mengambil jelas pria yang sebelumnya juga pernah bicara dengan Tuan Park 

Seo Yul menerima pesan dari Ga Eun, lalu berkomentar Orang ini lebih berpengaruh daripada yang terkira. Sung Ryong melihat Manager Choi yang akrab dengan orang itu dan bertanya siapa orang itu.
“Cha Gi Ho. Mantan presiden Partai Sinkwang dan mantan jaksa dari Kejaksaan Agung. Dia tidak pernah berada di depan, tapi dia adalah kingmaker terkenal Dia menunjuk banyak pejabat publik yang penting dan juga terlibat dalam pemilihan penerus perusahaan. Dia sangat ahli untuk manipulasi politik.” Jelas Seo Yul
“Artinya, dia orang yang penting.”komentar Sung Ryong
“Kudengar, dia sangat berhati-hati dan mencurigakan. Ini tidak akan mudah untuk mendekatinya.” Kata Seo Yul
“Maka, kita harus membuat rencana lain. Kita harus memutuskan hubungan dia dengan Ketua Park.” Kata Sung Ryong
Seo Yul pun setuju karena setelah itu  tidak ada lagi yang akan membantunya. Sung Ryong pikir mereka mulai permainan yaitu Operasi Bonobono. Seo Yul binggung, Sung Ryong mengajak agar mereka  mencarikan tempat dan waktu untuk mendekati Cha Gi Ho.


Jaksa Cha sedang melakukan Spa lalu menerima telp dari ketua Lee, Saat itu Ga Eun masuk menyamar sebagai pegawai spa menaruh wewangian. Jaksa Cha berbicara ditelp untuk bertemu dengan ketua Lee di Cheongrang di 7.
Ga Eun ingin keluar tiba-tiba Jaksa Cha memanggilnya, wajahnya panik dan sedikit keringetan.  Jaksa Cha meminta agar dibawakan minuman dingin, Ga Eun mengangguk mengerti. 

Jaksa Han memberitahu kalau Ga Eun  menemukan jadwal Cha Gi Ho untuk malam ini. Seo Yul pun segera bergegas. Sementara dirumah, Tuan Park dengan temanya bertanya tentang Tanzania Apa semuanya sudah beres, lalu memujinya. Diam-diam Myung Seok mendengarnya.
“Jika mereka menelepon lagi, beritahu mereka untuk jangan pernah mengirim sesuatu seperti pendaftaran.” Kata ketua Park lalu merasakan tiba-tiba perutnya bergejolak. 

Myung Seok langsung mengambil ponsel ayahnya dan kembali menelp dengan nada suara ayahnya.
“Tentang e-mail yang dikirim dari Tanzania. Beritahu mereka untuk mengirimkannya.” Ucap Myung Seok, Sekertarisnya bingung karena berubah pikiran
“Aku punya rencana.”kata Myung Seok, Seketarisnya pikir akalu  itu bisa berbahaya.
“Berhenti membantah.” Tegas Myung Seok lalu segera menutup telp saat ayahnya
Tuan Park keluar dari kamar mandi melihatnya seperti sedang menungguny dan ingin bicara. Myung Seok dengan gugup tidak tapi akhirnya mengikuti gaya Sung Ryong agar menyatakan perasaan cinta pada ayahnya bahkan dengan kedipan mata. Tuan Park melihat tingkah anaknya itu konyol tanpa curiga. 

Semua tim operasis bisnis berkumpul, Sung Ryong mengatakan kalau  Malam ini adalah hari H dan bertanya pada Ha Kyung apakah sudah siap.  Ha Kyung mengaku siap. Sung Ryong meminta agar Semuanya, berhati-hatilah.
“Mari kita semua berteriak, Operasi Bonobono.” Kata Sung Ryong, Semua pun mengikutinya berteriak Operasi Bonobono
Myung Seok masuk ruangan dengan wajah gembira kalau semua berhasil, membuat paper company di Tanzania mengirim email. Semua terlihat tak percaya,  Semua ingin melihat seperti tak percaya.
Akhirnya mereka memeluk Myung Seok dan sengaja membuatnya seperti semangat diatas punggung dan akhirnya Myung Seok pun jatuh terkapar, semua pun seperti tak peduli dan kembali ke tempat duduk masing-masing. 

Jaksa Han melihat kalau surat itu hanya berguna jika kita menghancurkan hubungan Cha Gi Ho dengan Ketua. Mereka pun menanyakan keberadaan Ga Eun, Jaksa Han menerima pesan dari juniornya. Keduanya terlihat bersemangat segera pergi.
Istri Ketua Lee memberitahu kalau  pupil nya bereaksi dan bisa merasakan sedikit ada komunikasi. Ga Eun pun ingin tahu kata dokter.  Istri Ketua Lee berkata kala Dokter mengatakan, keadaan nyamembaik seperti sudah sadar. Ga Eun pun mengucapkan syukur. Keduanya pun melihat keadaan. 

Anak Buah Min Young melihat dari kejauhan melaporkan, Min Young memerintahkan tetap disana dan terus berjaga. Ketua Park menerima kabar kaget dan merasa kalau merepotkan sekali akhirnya menyuruh agar menyingkirkanya. Serta Cari waktu yang tepat untuk melakukan itu.

Sung Ryong masuk ke sebuah tempat melihat beberapa minuman dibawa ke dalam gedung. Seo Yul masuk ke dalam tempat karaoke, seorang wanita mengaku tidak bisa. Seo Yul memberitahu untuk penyelidikan jadi mohon kerjasamanya.
“Begini.. Jaksaku sayang. Apa kau tahu sekarang kau ada dimana? Ini tempat para petinggi dari kantor-kantor yang lebih tinggi. Apa Kau ingin aku untuk bekerja sama dan melihat aku keluar dari bisnis?” ucap Si wanita
“Apa kau sudah membayar semua pajakmu? Kelihatannya... perusahaan tanpa izin yang mengantarkan alkohol. Aku juga tidak melihat lisensi di truk.” Kata Sung Ryong, Si wanita pun mulai panik.
“Apa Ingin aku untuk mengobrak-abrik ke bukumu? Apa kau ingin aku untuk membandingkan harga dari sumber yang sah dan perusahaan tanpa izin itu?” kata Sung Ryong, Seo Yul memanggil Sung Ryong sebagai detektif agar melihat saja. Si wanita pun menahanya.
“Apa Kau ingin didenda dan perusahaanmu ditutup karena melanggar Undang-Undang Pajak Minuman Keras dan penghindaran pajak Atau apa kau ingin meluangkan waktu lima menit untuk bekerja sama?” ucap Seo Yul 


Di ruangan Jaksa Cha terlihat sedang di temani dua wanita dan juga kepala Lee yang memberikan sebuah bingkisan. Jaksa Cha terlihat bahagia menerimanya, mengaku telah menyelesaikan insiden Pelayanan Pajak Nasional itu.
Seo Yul masuk membawakan minuman keras lagi yaitu sebotol wiski berumur 18 tahun. Jaksa Cha melihat keduanya bukan pelayan yang sama. Seo Yul mengaku Sudah ada pergantian Shift. Sung Ryong sibuk dengan kacamatanya.  
Jaksa Cha meminta Seo Yul menyanyi dengan menari dengarn bayaran. Seo Yul menolak mengaku tak bisa. Sung Ryong menyuruh Seo Yul tak menolaknya, Akhirnya Seo Yul terpkas menyanyikan T_T dari twice lengkap dengan gayanya. 

Istri Ketua Lee menerima telp dari ibunya lalu akhirnya keluar dari ruangan. Anak buah Min Young masuk ke dalam ruangan dan mencekik leher Tuan Lee dan akhirnya monitor memperlihatkan garis lurus. Baru beberapa langkah si pria dikagetkan karena ketua Lee terbangun.
“Aku tidak bisa bernapas dengan menahan napas selama satu menit. Tadinya, aku ahli sekali menahan napas dengan lama.” Ucap Sang Tae yang menyamar sebagai ketua Lee, Si pria akan pergi
“Beraninya kau.. mencoba untuk mencekik seseorang dengan tanganmu. Kuno sekali caramu.” Kata Jae Hyun mencegat dengan Hee Jin seperti dokter dan perawat.
Si pria langsung kabur  saat itu Ha Kyung bersama Manager Choo mencegahnya,  di lorong depan Ki Ok dengan badan tambunya berusaha untuk menjatuhkan si pria. 

Si pria akhirnya dibawa ke ruang interogasi bertanya apakah mereka  mencoba untuk membunuh Lee Eun Seok dan tidak menggantung dirinya sendiri. Jaksa Han mengatakan kalau sudah tahu jawabanny jadi si pelaku harus mengaku.
“Apa Kau memerlukan beberapa dorongan? Jangan menyesali ini.” Ucap Jaksa Han menyuruh Saksi masuk. Seo Yul pun masuk
“Apa kau brengsek yang mencoba mencekik Sung Ryong?” kata Seo Yul

“Itu Dia orangnya!” teriak Sung Ryong ada diruang kontrol mengunakan mic, Seo Yul berteriak agar temanya itu menutup mulut saja.
“Dia yang mencekikku, bukan kau! Dia orang nya!” teriak Sung Ryong
“Kami sedang menanyainya! Kita tahu apa yang dia lakukan! Jadi Diam!” teriak Seo Yul
Seo Yul pun bertany apakah tidak ingat siapa yang memukul kepala dan menendang wajah dengan lutut. Si pelaku terlihat binggung, Seo Yul menegaskan kalau itu dirinya jadi si pria harus mengaku karena punya foto wajahnya pada saat kejadian sambil mencari-cari di ponselnya.
“Jangan berharap bantuan dari Direktur Cho. Dia tidak tahu siapa kau dan siapapun di antara kalian.” Ucap Jaksa Han, si pria mulai panik
“Jangan menantikan atau mengharapkan bantuan. Apa Kau tidak ingin bekerja sama? Maka akan hancur” ucap Jaksa Han.
“Tidak. Direktur Cho yang menyuruh kami.” Kata si Pria, Seo Yul tak percaya kalau tak memiliki bukti.
“Kami memiliki asuransi.” Ucap si pria, Seo Yul pun ingin agar memperlihatkanya. 


Seo Yul keluar dari ruangan interogasi. Sung Ryung bertanya apakah memang Seo Yul itu punya foto wajahnya. Seo Yul pikir untuk apa memiliki foto itu karena terlalu sibuk melarikan diri. Sung Ryong pikir Seo Yul itu bukan seorang jaksa tapi penipu.

Semua tim operasi bisnis berkumpul kalau akan melindungi Kepala Lee  saat ini. Manager Choo pikir seharusnya melindunginya. sejak awal. Ha Kyung merasa tak enak kalau mereka berbohong tentang siuman nya hanya untuk menangkap orang jahat. Istri Kepala Lee berharap agar suaminya bisa cepat sadar, Ha Kyung menerima telp Sung Ryong dan terlihat bahagia karena si pelaku sudah mengaku.
“Kami akhirnya mampu membersihkan nama Kepala Lee.” Ucap Ha Kyung memberitahu semuanya, Istri Tuan Lee pun terlihat bahagia. Terlihat jari tangan Kepala Lee bergerak 

Min Young bertemu dengan Seo Yul diruanganya. Seo Yul tahu kalau Mi Young menyuruh orang agar membunuh Tuan Lee. Min Young berusaha menyangkalnya merasa kalau Seo Yul sedang berusaaha menyalahkannya.
“Bunuh saja dia. Jangan katakan pada Direktur Go.” Terdengar suara dari rekamanya.
“Para preman yang disewa mengambil kebijakan asuransi. Dia bahkan memiliki kartu memori dari GPS mobil. Sekarang, kita memilikinya” kata Seo Yul 

Sung Ryong mencegat mobil Jaksa Cha saat masuk rumah dan langsung memperlihatkan rekaman video saat sedang bersama wanita.  Wajah Jaksa Cha terlihat panik. Dan akhirnya ia menelp Ketua Park dari dalam mobil
“Apa kau di tuntut untuk melakukan percobaan pembunuhan dan penggelapan pajak? Aku bisa menangani segala sesuatu yang lain, tapi tentang percobaan pembunuhan, aku tidak bisa. Hubungan kita berakhir di sini.Aku akan mengembalikan semua hadiah yang kau berikan melalui kurir.” Ucap Jaksa Cha berbicara di telp dengan Tuan Park
Sung Ryong langsung mengangkat jempol sebagai pujian, Tuan Park yang panik menelp meminta agar mencarikan pesawat pertama ke Amerika.

Ga Eun memberikan tempelan foto dari  GPS dan  BERKAS KASUS PARK HYUN DO dengan judul PERCOBAAN PEMBUNUHAN, PENGHINDARAN PAJAK dan juga bukti yang lainya. Setelah itu diserahkan pada Jaksa Han
Sung Ryong, Seo Yul dan Ga Eun gelisah dalam ruangan. Jaksa Han masuk dengan senyuman memperlihatkan  [SURAT PENANGKAPAN - HAN DONG HOON] 

Sung Ryong dan Seo Yul berjalan di lobby,  Seo Yul yakin kalau Sekarang sudah saatnya untuk membawanya. Sung Ryong pun akan mengejar kemanapun ketua Park pergi. Keduanya pun berlari siap mengejar ketua Park.
Bersambung ke episode 20

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar