PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 06 Juni 2020

Sinopsis Oh My Baby Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Yi Sang terdiam melihat Eu Ddeum yang mencium Ha Ri, sambil memegang buku harian Ha Ri akhirnya memilih untuk pergi. Ha Ri yang masih shock akhirnya mendorong Eu Ddeum sambil mengumpat kalau sudah gila. Eu Ddeum bingung bertanya Apa? Kenapa?
“Kau menyukaiku dan aku menyukaimu. Aku menciummu agar kau merasa bersemangat.” Ucap Eu Ddeum
“Apa maksudmu? Jika kau mabuk, sebaiknya pulang dan tidur saja. Apa kau gila? Hei! Sebaiknya kau kemari.” Ucap Ha Ri. Eu Ddeum pun bergegas pergi mengucapkan Selamat malam!
“Astaga. Sulit dipercaya... Astaga. Bagaimana bisa dia...”kata Ha Ri marah 

“Astaga. Dia bukan main. Beraninya dia menempelkan bibirnya di bibirku begitu saja. Aku belum dicium selama sepuluh tahun. Sepuluh tahun! Sudah sepuluh tahun... Tunggu, kurasa bukan sepuluh tahun.”kata Ha Ri sambil mengosok gigi lalu teringat sesuatu.
Ia bertemu dengan Yi Sang saat mabuk lalu dengan sangat berani untuk menciumnya. Dan mengingat kembali ucapan Yi Sang saat bertemu kembali “Tapi itu sangat menyinggung setelahnya.” Ha Ri tak mengerti apa maksud ucapanya.
“Apa Kau tidak ingat?” tanya Yi Sang. Ha Ri pun akhirnya mengingat kalau pernah mencium Yi Sang saat mabuk.
Sementara di rumah, Yi Sang terlihat bingung bertanya pada patung batu kesayanganya, apakah  harus membacanya atau tidak. Tapi menurutnya Membaca ini tidak sopan. Ia pikir kalau  akan tersinggung jika seseorang memeriksa ponselnya.
“Tapi Haruskah aku mengintip? Sekali saja? Benar. Aku boleh membacanya, bukan? Mari kita lihat.”kata Yi Sang menyakinkan diri.
Ia melihat hasil fotonya lalu tulisan Ha Ri [Kandidat ketiga untuk Donor Sperma, Han Yi-sang] tapi diberi coretan yang besar.  Ia pun melihat dibagian [Kandidat pertama Donor Sperma, Choi Kang Eu-ddeum] dan memiliki bintang tiga, sementara Ia hanya mendapatkan bintang satu dan Jae Young mendapatkan bintang dua.

Ha Ri tak bisa tidur karena memikirkan tentang ciumanya dengan Yi Sang yang tak pernah diingatnya. Ia hanya menarik rambutnya dengan wajah frustasi.
Sementara dirumah, Yi Sang akan mengambil bajunya dan melihat gantungan baju dengan gambar segitiga, lalu mengingatkan kalau hanya mendapatkan satu bintang. Ia pun membuang gantungan baju lalu bergegas berganti pakaian.
Jae Young menatap ke arah rumah Ha Ri seperti sengaja menunggu didepan rumah.
“Do-ah, bersenang-senanglah hari ini di tempat penitipan anak dengan temanmu..” ucap Jae Young pada anaknya dalam kereta. Ha Ri pun keluar dari rumah.



“Kau mau berangkat kerja?” tanya Jae Young. Ha Ri menganguk. Jae Young bertanya apakah ada rencana akhir pekan ini
“Bisa bantu soal pesta ulang tahun pertama Do-ah? Kita tidak akan mengadakan pesta. Aku hanya ingin memotret. Aku butuh studio bayi. Jika tahu yang bagus, rekomendasikan.” Ucap Jae Young. Ha Ri menganguk mengerti.
“Mari berbelanja dan membeli makanan lezat. Haruskah kita minta ibumu menjaga Do-ah dan pergi ke bioskop?” kata Jae Young. Ha Ri langsung menyetujuinya tanpa berpikir
“Benarkah? Kau serius, bukan? Kita harus menonton film apa? Aku ingin menonton film romantis. Sesuatu yang manis.” Kata Jae Young. Ha Ri menyetujuinya.
“Kau tidak dengarkan, bukan?” kata Jae Young. Ha Ri membenarkan juga. Akhirnya Jae Young pun berteriak marah. Ha Ri pun tersadar dan terlonjak kaget.
“Ada apa lagi sekarang? Kubilang jangan memacari pria yang menyusahkanmu. Jangan menjadi salah satu wanita yang hanya mencintai satu pria dan menunggunya. Lihat sekelilingmu. Pilih pria yang memiliki semua keinginanmu.” Ucap Yi Sang. Ha Ri mengerti.
“Hidupmu juga penuh dosa.” Kata Ha Ri lalu berjalan pergi. Jae Young bingung bertanya Apa maksudnya penuh dosa.
“Aku terlahir kembali. Aku tidak akan lagi membuat Do-ah kelaparan. Bukan begitu, Do-ah?” kata Jae Young lalu mendorong kereta. 

Yi Sang mengemdikan mobilnya, lalu melihat peringatan [Penyeberangan 50 meter di depan] dengan bentuk segitiga. Ia pun hanya bisa menghela nafas, lalu pergi ke minimarket dan melihat bentuk segitiga kimbap dirak.
“Kau tidak punya gimbap kotak?” keluh Yi Sang akhirnya sampai di kantor.
Tuan Nam menawarkan snack pada Yi Sang, Yi Sang mengeluh menatap snack bentuk segitiga.

Sementara Ha Ri masih terlihat kebingungan. Yeon Ho mengajak makan siang. Ha Ri pikir Apa gunanya makan. Yeon Ho heran dengan sikap Ha Ri menurutnya mereka harus meredakan pengar dan mengajaknya pergi saja pada anggota lainya.
“Mau pesan apa? Ayo makan yang berkuah. Apa Kau sungguh tidak ikut?” kata Yeon Ho
“Aku harus makan jika ingin hidup.” Kata Ha Ri akhirnya ikut keluar membawa dompetnya.
Mereka pun makan sup pegar,  Hyo Joo pun membahas kalau Ha Ri  akan menjadi kepala editor. Yeon Ho pikir akan memanggil Kepala Editor Jang. Sementara Ha Ri sedang memaikirkan   Dia tidak akan menuntutnya. Yeon Ho bingun mendengar bertanya “Apa yang gurih?”
Di TV “Wanita berusia 30-an yang mencium dan melecehkan teman dekatnya secara seksual dilaporkan oleh temannya, korban, dan diinterogasi polisi. Korbannya dalam kondisi sangat stres karena wanita itu.”
“Nona Im, bukankah sangat jarang seorang wanita ditangkap karena pelecehan seksual?” tanya Pembaca berita
“Benar... Wanita ini beralasan bahwa dia pikir semua pria suka saat wanita memulai kontak lebih dahulu. Mengejutkan bahwa dia memiliki pandangan yang salah soal kontak fisik. Kata si wanita.
Ha Ri menonton berita dan mengingat saat mencium Yi Sang dan merasa “Hidup yang penuh dosa.” Saat itu Tuan Nam datang dengan Yi Sang, Ha Ri menatap Ha Ri dengan wajah panik
Pemilik memberitahu kalau udah penuh. Tuan Nam pikir akan makan nanti Ha Ri bergegas pergi karena sudah selesai jadi bisa duduk dikursinya, lau bergegas pergi.  Yeon Ho bingung karena Ha Ri tidak makan sama sekali. Yi Sang menatap kearah Ha Ri seperti menghindarinya. Yeon Ho pun bingung dengan tagihannya. 



Ha Ri terlihat gugup sampai didepan gedung, saat itu Eu Ddeum datang tertunduk meminta maaf pada Ha Risoal kemarin. Ha Ri pun mengeluh karena Eu Ddeum melakukan itu padanya. Eu Ddeum tahu kalau Ha ri  bilang menyukainya.
“Aku dengar kau dan Nona Park bicara di perpustakaan.” Kata Eu Ddeum
“Aku membuatmu salah paham. Maafkan aku.Aku bicara soal donor sperma.” Ucap Ha Ri
“Tidak, jangan minta maaf. Maafkan aku. Aku terlalu banyak minum kemarin.” Ucap Eu Ddeum
“Tidak apa-apa. Aku hanya bisa menyalahkan diriku. Aku juga melakukan kesalahan. Aku harus mengakhiri hidupku.” Kata Ha Ri mengeluh kesal
“Terima kasih, Nona Jang!” uacp Eu Ddeum bahagia mengejar Ha Ri
[Episode 8. Mungkin, Ini Kesalahpahaman, Kekeliruan, atau Cinta?]

Di restoran, Eu Ddeum melambaikan tangan saat Yi Sang masuk dan juga Jae Young. Ketiganya kembali duduk bersama, Jae Young megaku tidak tahu Pak Han bergabung dengan mereka dan bertanya Apa hari ini ada acara khusus.
“Kita bertemu lagi.” Ucap Yi Sang lalu melihat Jae Young “Dua bintang.” dan juga Eu Ddeum yang mendapatkan 3 bintang.
“Semuanya... Boleh aku bicara santai?” kata Eu Ddeum. Keduanya langsung menolaknya.
“Kau bilang ini berkaitan dengan Ha-ri. Beri tahu kami.” Ucap Jae Young tak ingin berbasa basi
“Sebenarnya, aku membuat kesalahan besar kepada Nona Jang.” Akui Eu Ddeum. Jae Yong ingin tahu Kesalahan apa
“Caraku menyatakan perasaanku salah.” Kata Eu Ddeum. Jae Young tak mengerti ucapan Eu Ddeum
“Begitu rupanya. Kau pasti mengacau. Apa Kau meminjam uang darinya, tapi tidak bisa melunasinya?” ucap Jae Young
“Kurasa aku menyukai Nona Jang.” Akui Eu Ddeum. Keduanya terlihat kaget mendengarnya.
“Hei, Anak Muda... Apa maksudmu, "Kurasa"?” kata Jae Young heran. Eu Ddeum pikir Kata "suka" terlalu santai dan Kata "menghormati" terlalu serius jadi merasa di antaranya.
“Kenapa kau ingin menyatakan perasaanmu padanya? Dia hanya akan memarahimu habis-habisan.” Ucap Yi Sang  
“Aku melakukannya saat mabuk. Dia marah habis-habisan. Tapi aku ingin mengulanginya dengan benar. Jadi, aku ingin mendengar saran kalian. Kita sekutu..” Kata Eu Ddeum
“Tidak, kita bukan sekutu.” Ucap Yi Sang. Jae Young berbisik kalau mencobanya.
“Ha-ri suka perhatian. Kenapa kau tidak menyiapkan acara di Myeongdong yang bisa dilihat semua orang? Siapkan buket besar juga.” ucap Jae Young. Eu Ddeum langsung menuliskan pada catatanya.
“Buket satu juta bunga.”kata Yi Sang. Eu Ddeum menulisnya tapi terlihat bingung.
“Ya, selain itu... Jangan lewatkan penampilanmenyanyi dan menari. Melihat perawakanmu... Lakukan tarian breakdance.” Kata Jae Young. Eu Ddeum bingung mendengar kata Breakdance?
“Tari topeng Bongsan sedang tren tahun ini. Populer di Hongdae belakangan ini.” Ucap Yi Sang. Jae Young memuji Yi Sang yang cerdas.
“Kusarankan kau menyiapkan alat musik... Kkwaenggwari?” kata Jae Young. Yi Sang pikir Kastanet, Jae Young pikir Kerincing, Yi Sang menyarankan Ajaeng. Jae Young merasa Pilihan itu bagus.



“Jika memungkinkan, saksofon. Kedengarannya hebat.” Kata Jae Young
“Semuanya... Aku mengambil jurusan saksofon saat kuliah.” Ucap Eu Ddeum bangga. Jae Young pun memuji bisa “Serenade saksofon.”
“Orang akan merekam ini dan viral di internet. Ha-ri akan menyukainya. Maka, dia ingin tinggal bersamamu.” Kata Jae Young. Yi Sang tiba-tiba berbisik.
“Bagaimana jika hasilnya keren?” bisik Yi Sang. Jae Young pun merasa tidak memikirkan itu karena Ha-ri terkadang menyukai hal-hal aneh.
“Eu-ddeum.. Jika menyatakan perasaanmu tanpa memikirkan perasaan orang, kau akan menempatkan mereka di posisi sulit. Ha-ri orang seperti itu.” Kata Jae Young mengalihkanya.
“Aku tahu. Kurasa Nona Jang tertarik padaku hanya karena aku punya banyak sperma.” Ucap Eu Ddeum. Keduanya tak percaya kalau Eu Ddeum punya banyak
“Ya. Sepuluh kali lebih banyak daripada pria biasa” kata Eu Ddeum. Yi Sang kaget dan bertanya apakah Ha-ri juga tahu itu
“Ya. Aku bilang akan memberinya spermaku, tapi sepertinya dia dilema.” Kata Eu Ddeum polos.
Jae Young tak percaya kalau Eu Ddeum itu Raja Sperma yang legendaris? Dan Yi Sang pun tahu kalau itu sebabnya ada dua bintang.

[Dachae Media]
Ha Ri akan keluar, Eu Ddeum menghampirinya dilobby  karean ada yang ingin ditanyakan. Ia lalu bertanya Antara tarian topeng Bongsan dan tarian breakdance, mana yang disukainya. Ha Ri bingung, tiba-tiba Eu Ddeum menanyakan hal itu.
“Aku berencana untuk belajar menari. Menurutmu mana yang lebih baik?” kata Eu Ddeum mencari alasan.
“Pilih yang kau suka. Aku tidak suka keduanya.” Kata Ha Ri lalu melangkah pergi.
“Rupanya kau tidak suka keduanya. Tapi Kenapa tiba-tiba aku merinding?” kata Eu Ddeum dan terlihat Yi Sang menatap dingin dari depan pintu. 

Eu Ddeum pergi ke ruangan Ha Ri bertanya Lagu apa yang disukainya, Ha Ri bingung untuk kedua kalinya. Eu Ddeumm mengaku berencana untuk berlatih lagu jadi ingin tahu lagu favorit Ha Ri. Ha Ri menjawab  Nyanyikanlah lagu yang Eu Ddeum suka.
“Aku tidak punya... Tapi Kenapa tiba-tiba aku kedinginan? Dingin sekali.” ucap Eu Ddeum dan Yi Sang mengintip dari balik dinding seperti tak suka Ha Ri didekati pria muda. 

Eu Ddeum melihat Ha Ri yang mau pulang dan berkembali bertanya Antara saksofon alto dan saksofon soprano, mana yang lebih disukainya.  Ha Ri akhirnya memperingatakan Jika merencanakan sesuatu karena merasa bersalah, tolong jangan lakukan.
“Aku tidak bisa melihat apa pun sekarang.” Tegas Ha Ri. Eu Ddeum pun meminta maaf karena membuat kesalahan besar, jadi...
“Kurasa aku harus pergi secepat mungkin.” Ucap Ha Ri. Eu Ddeum pun mempersilahkan.
“Tapi Kenapa tengkukku tiba-tiba sakit?” kata Eu Ddeum dan tanpa sadar Yi Sang sudah menatap dingin dilantai atas, seperti menusuk kulit Eu Ddeum dengan matanya. 

Tuan Nam sedang sibuk didepan  komputer melihat hasil foto, So Yoon melihat buku diary dan memastikan kalau ini milik Nona Jang. Tuan Nam pikir seperti itu dan sudah di sana sejak kemarin dan berpikir Ha Ri lupa membawanya.
“Berikan kepadanya.” Kata Tuan Nam, So Yoon menganguk mengerti dan saat itu Yi Sang diam-diam mendengarnya.
Flash Back
Yi Sang kebingungan ingin mengembalikan buku diary Ha Ri, lalu mencoba untuk menyelipkan pada tempat minuman. Tapi Ia berpikir kalau menaruh dimeja saja agar bisa langsung terlihat dan So Yoon akhirnya bisa melihat buku Ha Ri dan mengembalikanya. 

“Kau membaca kolom Nona Jang, bukan? Bagaimana dia akan hamil?” tanya Hyo Joo mulai membahasnya.
“Bagaimana aku tahu hal yang tidak kalian ketahui?” kata Tuan Nam Soo Yoon pikir Sepertinya ada seseorang.
“Kalau begitu, kita harus membantunya. Ha-ri tidak pandai menggoda.” Kata Tuan Nam. Yi Sang diam-diam mendengarnya
“Pak Nam, jangan memberi saran kencan.” Kata Hyo Joo. Tuan Nam menegaskan Dahulu cukup populer di kalangan wanita saat masih muda.
“Mulai lagi. "Saat aku masih muda". Keluh So Yoon. Hyo Joo tahu kalau menyuruh Ha Ri tulis surat yang berbunyi, Mari bertemu di depan air mancur" 
“Kau pikir aku mahasiswa dari tahun 1970-an? Jika menyukai seseorang, kau harus jujur dan mengatakannya.” Kata Tuan Nam
“Tidak... Jangan bertindak saat merayu seseorang. Buatlah orang itu bertindak.” Kata Hyo Jo
“Bagaimana caranya?”tanya  So Yoon dan Mereka kaget melihat Yi Sang yang mengintip dari balik layar komputer.
“Kau benar-benar membuatku takut.” Keluh Hyo Jo. Yi Sang meminta maaf mengaku belum pernah melihat orang lain makan.


Ha Ri memberitahu tiga model anak di atas permainan agar turun dari perosotan tapi yang lain meminta agar tetap berdiri dan tersenyum. Yi Sang siap dengan kamera tapi tatapnya mengarah pada Ha Ri. Ha Ri pun bingung dengan tatapan Yi Sang
“Dia bilang akan bersikap kasar untuk mengakhirinya, tapi kenapa menatapku seolah-olah ingin membunuhku?” kata Ha Ri heran.
Tapi Yi Sang terus menatap Ha Ri sambil mengingat yang dikatakan Hyo Joo di studio
“Kau harus menunjukkan bahwa kau tertarik pada orang itu dengan tindakan. Cukup untuk membuat mereka memikirkanmu. Jika kau menunjukkannya secara langsung, itu akan menjadi bumerang.” 


Akhirnya Ha Ri berdiri disamping Yi sang, memberitahu Di potongan berikutnya, seorang anak akan bergantung terbalik dengan wajah ceria... Yi Sang memotong bertanya Kenapa Ha Ri enggan menatapnya saat bicara da membuatnya merasa terganggu.
“Aku tidak nyaman menatapmu.” Kata Ha Ri lalu merapihkan rambutnya ke belakang telinga.
“Apa Kau mencoba terlihat cantik?” kata Yi Sang mengoda. Ha Ri bingung Kenapa ia dianggap mencoba terlihat cantik
“Apa karena Aku merapihkan rambutku ke belakang telinga?” kata Ha Ri heran. Yi Sang membenarkan
“Bukan begitu... Aku menyiah rambutku ke belakang telingaku karena terjatuh. Lihat. Aku hanya menyiah rambutku. Aku tidak mencoba terlihat cantik.” Ucap Ha Ri
“Kau sangat jelas merayuku. Jangan lakukan ini.” Ucap Yi Sang. Ha Ri tak mengerti maksud Yi Sang.
“Apa dia trauma? Aku hanya menyiah rambutku.” Kata Ha Ri heran. 

Keduanya makan bersama dalam diam, tatapan Ha Ri mengarah pada bibir Yi Sang dan mengingatkan saat di tengah ilalang ingin menciumnya, tapi Yi Sang memalingkan wajahnya.
“Ternyata rayuanku membuatnya tidak nyaman dan tidak menyukaiku. Dia pasti sangat terkejut.” Gumam Ha Ri terus menatap ke arah Yi Sang.
Yi Sang tak nyaman langsung menutup wajahnya dengan tanganya.
“ Dia bahkan tidak mau aku melihatnya.” Gumam Ha Ri sedih dan langsung makan cabai dengan cepat tanpa sadar. 

Ha Ri merasa kepedesan di dalam mobil mencoba mencari sesuatu. Yi Sang yang melihatnya bergumam tahu kalau Ha Ri tidak bisa makan makanan pedas tapi Kenapa... Lalu mengingat kembali yang dikatakan Hyo Joo agar bisa mendapatkan pacar.
“Berbisiklah saat bicara. Saat kau berbicara dengan lembut, orang-orang pasti mendekat untuk mendengarkan. Maka, wajah kalian berdekatan, bukan? Lalu jantungmu mulai berdebar secara alami.” Ucap Hyo Jo
Ha Ri masih terlihat sangat kepedesan, Yi Sang berpikir kalau Ha Ri sedang berbisik dan meminta agar Bicaralah lebih keras. Ha Ri mengaku  kalau hanya bilang makanannya pedas. Yi Sang pun heran dengan  cara bernapas Ha Ri yang aneh.
“Kau harus makan permen seperti itu?” keluh Yi Sang. Ha Ri pikir Yi Sang mau makan permen.
“Maaf aku tidak menawarkan.” Ucap Ha Ri. Yi Sang menjerit menolaknya.
“Jika terus melakukan itu, kau akan berada dalam bahaya. “ kata Yi Sang.
“Begini, aku tidak tahu permen sangat berbahaya.” Ucap Ha Ri heran. 




[Ahli Urologi Moon Soo]
Yi Sang berbaring  mengaku sangat tidak sehat. Dokter Moon pikir Yi Snag  sangat sehat dan Yi Sang tahu akan sakit jika menahan diri jadi menyarankan agar Jangan menahan diri. Yi Sang pikir sudah memberitahu Dokter Moon kalauwanita itu menginginkan bayi.
“Awalnya dia tidak menarik, tapi sepertinya aku salah.” Ucap Yi Sang dengan tatapan Kosong. Dokter Moon bingung.
“Dokter, aku tidak berharap banyak. Menjadi agak lumayan sudah cukup bagiku. Apa itu mungkin?”kata Yi Sang.

[Dachae Media]
Eu Ddeum di depan mejanya berpikir harus belajar cara menari breakdance dan mengingat ucapan Jae Young kalau Nona Jang suka perhatian. Hyo Joo diam- diam melihat dari kejauhan bertanya-tanya  Kenapa Eu Ddeum serius, Apa ada masalah?
“Hei, kau sedang apa?” tanya So Yoon. Hyo Jo mengaku Bukan apa-apa dan mengikutinya. 

So Yoon kembali ke ruangan dengan banyak barang. Ha Ri bertanya apakah Soo Yoon datang dari studio. Soo Yoon mendengarnya. Ha Ri pun ingin tahu Bagaimana dengan Pak Han. So Yoon menjawab kalau Yi Sang hendak pergi lalu melihat Ha Ri makan sesuatu dan bertanya.
“Ini Ginseng... Aku butuh energi.” Kata Ha Ri santai menghabiksan makanan jellynya. 
“Aku tidak bisa selalu mendompleng padamu. Jadi, aku akan berbagi informasi denganmu. Jika kau ingin menggoda pria...” kata Hyo Joo yang langsung disela Ha Ri
“Hei... Aku akan keluar.” Kata Ha Ri memberikan makanan Jellynya. Hyo Jo mengeluh kalau Ha Ri mencoba membungkamnya dengan ini.
“Dia membuat penilaian cepat yang tidak pantas kau dengarkan.” Kat Soo Yoon. Hyo Jo hanya bisa melonggo. 


Ha Ri pergi ke studio, Tuan Nam heran Ha  Ri tak ada pemotretan tapi kenapa datang. Ha Ri mengaku datang hanya untuk memeriksa latar karean harus bersiap sebelumnya lalu melihat Tuan Nam seeperti akan pergi. Tuan Nam mengatakan akan ke rumah sakit.
“Tidak ada orang lain di studio, bukan?” ucap Ha Ri memastikan. Tuan Man mengaku  tidak tahu keberadaan Yi-sang.
“Kunci saja pintunya saat kau pergi.” kata Tuan Nam. Ha Ri menganguk mengerti. 

Ha Ri pikir akan bergegas, lalu pergi dan mencari sesuatu. Ia melihat bagian backdop dan merasa tidak suka warna ini. Ia mencari dibalik dinding dan bingung Kenapa ini tidak terbuka, tapi papan malah akan jatuh ke arahnya.
Tiba-tiba seseroang menahan papan agar tak jauh darinya, Ha Ri pun terkejut dan kaget melihat Yi Sang yang menahan dengan tanganya. Ia yang gugup langsung mendorong Yi Sang agar menjauh, Yi Sang kaget merasakan sakit dibagian dadanya.
“Maaf, maksudku, terima kasih... Maafkan aku.. Apa Kau baik-baik saja?” ucap Ha Ri merasa tak enak hati.
“Ya, aku baik-baik saja.” Ucap Yi Sang dan akan pergi. Ha Ri tiba-tiba mengajak bicara Yi Sang.
“Tunggu. Aku ingat sekarang.” Kata Ha Ri. Yi Sang tak mengerti maksudnya.
“Saat kali pertama melihatmu, aku bersikap keterlaluan. Akhirnya aku mengerti alasanmu merasa tidak nyaman.” Kata Ha Ri
“Baiklah” ucap Yi sang. Ha Ri heran melihat Yi Sang hanya berkomentar begitu saja.
“Apa Aku perlu mengatakan hal lain? Semua itu sudah berlalu.” Kata Yi Sang gugup.
“Tapi kau merasa tidak nyaman. Kau bisa menuntutku dan aku tidak bisa mengatakan apa pun.”ucap Ha Ri
“Rasa tak nyamannya tidak separah itu hingga ingin menuntutmu. Pada hari itu, aku sudah merasa terguncang.”kata Yi Sang. Ha Ri mengerti.
“Sebenarnya, itu sedikit menghangatkan hatiku.” Akui Yi Sang. Ha Ri pun heran kenapa kini merasa semuanya rumit.
“Saat itu, aku bisa kembali dan perasaanku sudah selesai, tapi bukan begitu lagi situasinya di antara kita berdua meski waktunya sangat singkat. Ha-ri, tapi benarkah kau memandangku secara romantis sebagai pria?” kata Yi Sang. Ha Ri terlihat bingung.


Do Ah sedang ada dikamar, Ha Ri makan cornflake untuk sarapan lalu bertanya-tanya “Secara apa lagi aku bisa memandangnya?” tentang pertanyaan Yi Sang kemarin. Ia lalu tergangu dengan terikan ae Young dari dari depan pintu.
“Hei, kau harus bersiap berangkat kerja.” Teriak Jae Young. Ha Ri pun mengeluh kalau Jae Young itu menyebalkan sekali.
**
Jae Youn berbicara dengan Do Ah  suka sup daging sapi dan memberitahu kalau Gurunya akan memberi sup itu hari ini. Ia pun terlihat bahagia melihat Ha Ri yang keluar dari rumah.  Keduanya pun berjalan bersama, jae Young langsung meminta Ha Ri memikirkanlah.

“Pria mana di Korea yang mau mendonorkan spermanya seperti itu? Kecuali dia orang aneh.” Ucap Jae Young
“Einstein pernah berkata, "Akal sehat adalah kumpulan prasangka yang didapat pada usia 18 tahun." Jangan sebut prasangkamu akal sehat dan bilang kau benar. Pasti ada orang yang mendekat dengan niat baik. Jangan menghakimi.” Ucap Ha Ri
“Aku memahami pikiran dan perasaanmu, tapi aku hanya bertanya, apakah ini realistis? Serta kenapa dari semua orang...” ucap Jae Young yang langsung disela
“Kenapa kau mengomeliku padahal aku mengantar Do-ah hari ini?” keluh Ha Ri mendorong kereta Ha Ri
“Apa standarmu?” tanya Jae Young. Ha Ri bingung standar apa. Jae Young ingin tahu Standar pemilihan donor Ha Ri.
“Yang sepertinya bisa menghamiliku dalam sekali coba.” Kata Ha Ri. Jae Young pikir bagaimana Ha Ri bisa mengetahuinya.
“Apa Penglihatanmu ultra dan bisa menerawang celana pria?” ejek Jae Young
“Aku mencari pemuda sehat yang tidak merokok atau minum-minum.” Kata Ha RI
“Dan Eu-ddeum orangnya? Jadi, kau memilih Eu-ddeum? Apa Di antara para kandidatmu, aku ada dalam daftar?” kata Jae Young
“Lantas, kau mau melakukannya?” tanya Ha Ri. Jae Young terlihat bingung.
“Aku agak konservatif. Tapi Kenapa aku harus melakukan itu? Kau dan aku bisa menikah saja.”kata Je Young
“Aku sangat membencimu.. Ayo, Unnie Jae-young.. Aku membencinya.” Ucap Ha Ri mengejek dan berjalan pergi.
“Kenapa dia terus memanggilku begitu? Benarkah dia menganggapku saudarinya? Kau harus Camkan kata-kataku. Kau akan memanggilku, "sayang"... "Cintaku, Jae-young". Kau akan memanggilku begitu.” Kata Jae Young yakin. 


Teman dokter Jae Young kaget mendengar  Inseminasi buatan di rumah menurutnya itu tidak mustahil Tapi tidak ada jaminan akan berhasil. Ia piki kalau teman Jae Young harus menikah jadi Kenapa dia melakukan itu. Jae Young rasa menemukan donor sperma pasti lebih mudah daripada mencari pria.
“Kau bilang, Menemukan donor mudah?” keluh temanya,  Jae Young juga berpikir seperti itu
“Dia pikir donor sperma seperti donor darah.” Kata Jae Young. Temanya pikir teman Jae Young itu tidak suka pria Atau dia tidak tertarik pada pria. Jae Young ingin menjawab tapi temanya menyelar.
“Aku sudah tahu jawabannya. Apa Dia punya uang?”kata temanya. Jae Young memikirkan tentang uang.
“Dia tidak bisa diharapkan.” Komentar temanya. Jae Young menegaskan temanya ini bisa menanggung hidup pria tanpa masalah.
“Dia juga cantik... Dia sangat cantik dan manis.” Kata Jae Young. Temanya pun ingin tahu Lantas, apa masalahnya.
“Tidak ada masalah dengannya. Alih-alih menikahi sembarang pria. mungkin itu lebih baik.” Jelas Jae Young, temanya pun ingin tahu kelanjutanya.
“Memikirkan dia menikahi pria lain membuatku merasa aneh. Tapi jika dia melahirkan anak orang lain, aku tidak akan bisa memperbaikinya dan itu membuatku sedih.” Jelas Jae Young
“Kenapa Kau ingin memperbaikinya? Apa Kau ingin memacarinya?”tanya temanya.
“Kau harus memacarinya sekarang. Kenapa? Dia terlalu cantik untuk menanggung duda beranak satu?” kata Temanya.
“Apa salahnya menjadi duda? Aku datang dengan putri yang cantik.” Kata Jae Young bangga
Itu pendapatmu.” Ejek temanya lalu pamit pergi . Dan saat itu mantan istri Jae Young menatap dari kejauhan. Jae Young akan pergi lalu melihat Ibu Do Ah didepanya.
Bersambung ke part 2


Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar