PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 06 Juni 2020

Sinopsis Mystic.Pop Up.Bar Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Kang Bae dan Yeo Rin berjalan bersama dengan wajah gugup. Kang Bae pun menawarkan diri untuk membawakan belanjanya. Yeo Rin menolaknya lalu bertanya Kang Bae pergi ke arah mana karena  tinggal menyeberang dan naik bus dan pamit pergi.
“Aku baru ingat. Aku kebetulan mendapat tiket gratis menonton bioskop dan aku harus gunakan hari ini. Tunggu, kebetulan ada dua tiket.” Ucap Kang Bae
“ Bagaimana ini? Haruskah aku yang kebetulan berada di sini menemanimu?” ucap Yeo Rin tersenyum. Kang Bae pun senang mendengarnya. 

Kang Bae membawakan popcorn dan minum memberitahu kalau berondong karamel habis. Yeo Rin tak peduli lalu bertanya Film apa yang mereka tonton. Kang Bae menjawab Film laga, “Legenda dalam Pengasingan.” Sepertinya Yeo-rin akan suka.
“Aku tak suka film seperti itu.” Ucap Yeo Rin. Kang Bae melonggo bingung.
“Lalu Film seperti apa yang kau suka?” tanya Kang Bae. Yeo Rin menunjuk poster didepanya dengan judul film “PASANGAN ASAM URAT” 

Seorang pria dan wanita berjalan di arah berlawan, keduanya tersenyum bahagia lalu tak sengaja bertabrakan tapi keduanya terlihat kesakitan karena asam urat. Mereka pun akhirnya kencan dan sang pria ingin memeluk wanitanya.
Tapi sang wanita menjerit kesakitan karena asam urat, Keduanya pun kencan ditempat lain dan si pria ingin mencium siwanita, Si wanita menjerit kesakitan. Si pria bingung karena napasku menyakiti pacarnya.
“Angin saja menyakiti kita jika asam urat. Apa kita... bisa terus saling mencintai? Padahal kita saling mencintai. Apa kita tak bisa mendekat? Lebih baik kita berpisah. Aku tak bisa lagi melihatmu kesakitan karena aku.” Ucap Si pria
Semua orang yang menonton tertawa, tapi Kang Bae dan Yeo Rin menangis menontonya dan mereka berbagi tissue bersama. 


“Katanya film komedi romantis, tapi aku tak mengerti apa yang lucu. Ini kali pertama aku menonton film sesedih ini. Akhir filmnya pun tragis.”kata Kang Bae.
“Sepertinya aku mengerti perasaan mereka saat berpisah.” Ucap YeoRin
“ Walau mereka tahu rasa sakit pasangannya, mereka tak bisa melakukan apa-apa. Itu sesuatu yang menyiksa.” Kata Kang Bae
“Ternyata jatuh cinta pada seseorang itu sulit. Mencintai adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan.” Ungkap Yeo Rin. 

Temanya tak percaya kalau Yeo Rin  menonton film dengannya. Yeo Rin menceritakan kalau Kang bae ada tiket gratis, jadi, sayang untuk dibuang. Temanya tak percaya mendenagrnya, dan yakin kalau Kang Bae itu menyukai Yeo Rin lalu terlihat di ponselnya Yeo Ri- [PESAN BARU DARI HAN KANG-BAE]
“Apa Tak mau cek pesannya?” tanya temanya. Yeo Rin mengeluh agar membiarkan saja karena malas.
“Lucu sekali. Bila kau malas, bagaimana kau hidup? Bila kau malas, bagaimana kau makan dan bernapas?” ucap Temanya.
“Bukan itu maksudku. Dia bilang tak merasakan apa pun. Dia ingin menjadi partner tariku karena nyaman denganku.”kata Yeo Rin
“Tak merasakan apa pun? Luar biasa. Coba untuk lebih dekat dengan pria itu . Apa Kau tak ingat pengalamanmu? Ketika kau mulai menyatakan cinta kepada pria di dekatmu, mereka langsung panik dan lari darimu.” Ucap temannya. 

Flash Back
Yeo Rin memberikan coklat pada seorang pria dan pria itu langsung kabur, begitu juga pria yang lainya.  Ia pun sedih melihat pria yang pergi menjauh darinya.
“Ada pria yang pulang lewat jalan lain karena tak ingin bertemu denganmu. Kalau tak salah Min-su? Dia bahkan sampai pindah sekolah. Karena kau membuat pria takut dengan mengajak mereka kencan kau disebut "Perisak Kencan".

Yeo Rin yang sudah lulus sekolah bersandar dibahu pacarnya, tapi saat itu pacarnya terlihat ketakutan dan langsung berdiri. Yeo Rin bingung melihat tingkah pacarnya. Sang pria menyuruh Yeo Rin  Pergi dari hadapannya dan Jangan muncul lagi di depannya.
“Tunggu dulu! Coba beri tahu alasanmu menolakku. Apa alasannya?” tanya Yeo Rin bingung
“Aku hanya takut padamu. Setiap kau menyentuhku, aku merasa ketakutan. Entahlah, aku sangat takut padamu!” ucap Si pria berlari ketakutan.

“Anehnya, semua pria yang kusuka selalu saja lari</i> ketika mereka bersentuhan denganku. Mereka melihatku seperti monster. Cukup sudah perlakuan itu. Aku tak ingin terluka lagi.” Ucap Yeo Rin
“Maka, dengarkan aku! Ketika semua berusaha lari darimu, pria ini tak merasakan apa pun. Bukankah ini kemajuan besar? Bukankah ini hal paling romantis dalam hidupmu? Ini jelas takdir.” Kata temanya menyakinkan
“Lupakan saja tentang itu. Aku tak tertarik lagi pada hubungan percintaan dan cinta. Aku hanya ingin berolahraga.” Kata Yeo Rin
“Hentikan, dan baca pesan ini.” Ucap temanya. Yeo Rin ingin membiarkan saja. 

Kang Bae terlihat gugup terus menatap ponsel sambil membereskan mej. Wol Ju menyurh Kang Bae agar , berhenti menatap ponselnya. Kang Bae tetap menatapnya. Wol Ju ingin tahu apakah Kang Bae Menunggu pesan dari seseorang.
“Tidak. Dia masih belum baca pesanku.” Kata Kang Bae. Wol Ju ebrtanya apakah Pesan yang kau kirim ke Yeo-rin.
“Benar. Kukira hari ini semua berjalan baik. Apa aku berbuat salah?” kata Kang Bae bingung
“Mungkin saja dia belum ada waktu. Itu lebih baik daripada tak dibalas.” Kata Wol Ju
“Dia membaca pesanku!” kata Kang Bae bahagia dan menungunya, Wol Ju pun tahu kalau Yeo Rin hanya membacanya. Kang Bae hanya bisa menatap sedih. 

Sa Kyung dan suaminya menunggu disebuah restoran berpikr kalau Mereka telat, Saat seorang pria dan wanita datang dengan dua anak mereka. Ibunya pun meminta agar dua anak itu memberikan salam. In Ho pun menyapa dua keponakannya.
“Apa kabar, Si-hu dan Yu-ra? Kau ingat Paman? Kau tak ingat rupanya.” Ucap In Ho dengan senyuman bahagia. Saat itu Su Kyung seperti sedih karena In Ho terlihat sangat dekat dengan anak-anak. 

Keduanya akhirnya pulang, In Ho mengangkat telp dar ibunya. Sang ibu mengaku menelepon karena tak ada kabar dari anaknya. In Ho meminta maaf belakangan ini sangat sibuk dan menanyakan kabar ibunya. Sang ibu mengaku kalau ia dan ayahnya biasa saja.
“Bagaimana Su Kyung?” tanya ibunya, saat Su Kyung akan menjawab ibu mertuanya sudah menyela.
“Untuk apa aku bertanya? Dia pasti sedang sakit hatinya. Ayahmu tahu kalian sudah menutup rekening untuk pembuahan in vitro, jadi, dia minta ibu mengirimimu uang. Belikan semua makanan sehat untuk Su-gyeong dengan uang itu dan coba lagi.” Ucap Ibu In Ho
“Aku sudah bilang...”kata In Ho dan ibunya kembali menyela kalau mereka  harus coba lagi.
“Walau banyak orang hidup baik tanpa anak sekarang ini, tapi suami istri haruslah punya anak...” kata Ibu In Ho
“Bu, aku sedang menyetir, jadi, nanti aku telepon lagi.”kata In Ho menyudahi. Su Kyung pun hanya bisa menahan rasa sedihnya. 

In Ho memijat kaki istrinya mengingat saat Saat baru menikah, Su Kyung sering pulang kerja dengan kaki bengkak lalu memijat kakimnya dan keadaan selalu berakhir memanas. Ia merasa Kakinya  saat ini masih seindah dulu.
“Karena aku ingat masa itu...” ucap In Ho akan menyelinap masuk kedalam selimut.
“Kau mau apa? Apa gunanya? Aku tetap saja tak bisa hamil.” Ucap Su Kyung sudah tak percaya diri.
“Bagaimana bisa kau berkata begitu?” kata In Ho hern. Su Kyung membahas Siang tad
“Saat kau bicara dengan anak-anak itu, aku merasa bersalah. Karena aku, kau tak bisa menjadi ayah. Jika aku tak ada...” kata Su Kyung
“Omong kosong macam apa itu?” kata In Ho. Su Kyung merasa bersalah pada orang tua In Ho hingga tak bisa menghadapi mereka.
“Mengapa kau bersalah? Apa tak punya anak adalah kesalahan? Apa Tanpa anak, hidup kita tak berarti? Kalau begitu, apa rasa cintaku untukmu tidak ada artinya sama sekali?” teriak In Ho
“Aku masih tak bisa menyerah! Aku sangat menderita sampai ingin mengakhiri pernikahan kita. Bila hidup sendiri, aku tak perlu pusing memikirkan hal ini!”balas Su Kyung akhirnya keluar dari rumah. 



Su Kyung berjalan tanpa tujuan lalu mengingat kartu nama yang diberikan Wol Ju. Akhirnya Ia duduk menatap hidangan didepannya,  Wol Ju pikir kalau Suk Kyung tak suka dakgangjeong. Su Kyung mengaku suka dan itu adalah makanan kesukaannya dengan suaminya.
“Kami sering makan ini dulu. Namun, setelah proses perawatan, aku tak boleh makan ini.Aku Sudah lama tak makan.” Kata Su Kyung
“Begitu rupanya. Kau benar, makananmu itu penting. Itu pasti sangat sulit dilakukan.” Kata Wol Ju
“Aku mencoba makan sehat. Aku bahkan ganti sampo hingga pasta gigi ke produk dengan bahan baku aman.” Cerita Su Kyung
“Kau pasti perfeksionis. Tak heran kau juga mengajariku menari dengan sangat mendetail.” Kata Kang Bae.
“Aku sangat percaya bahwa kerja keras pasti akan membuahkan hasil. Namun, ada yang tak bisa didapat dengan itu. Karena kesal, aku terus melukai perasaan suamiku.” Ungkap Su Kyung
“Sebenarnya, aku baru bertengkar dengannya.” Akui Su Kyung. Kang Bae menyuruh Su Kyung makan sebelum dingin.
“Tunggu sebentar... Mengapa kalian seperti amatir? Tidakkah kalian tahu bahwa dakgangjeong lebih enak bila dimakan saat dingin? Sirop yang mendingin akan membuat tepung mengeras. Dengan itu, ayam akan lebih renyah, juga manis.” Ucap Wol Ju. Su Kyung baru mengetahuinya.
“Hidup juga seperti itu. Apa pun yang membuatmu menderita saat ini, semua pasti akan mereda dan lewat dari kehidupan kita. Bila bertahan sampai saat itu, kita yang lemah pun akan menjadi lebih kuat daripada sekarang. Bagaimana bila kau melepaskannya hingga semua mereda?” kata Wol Ju
“Kau benar... Hingga semua mereda... Astaga. Aku keluar rumah tanpa memberi tahu suamiku. Aku telepon dia dulu.” Kata Su Kyung
“Tak usah. Lebih baik kau bawa ini pulang dan makan bersama suamimu. Ini pas dimakan saat di rumah nanti.” ucap Wol Ju
“Dia benar. Sudah larut, aku antar sampai ke rumahmu.” Kata Kang Bae.
Wol Ju pun meminta Manager Gwi agar cepat membungkusnya dan memberikan wine mengaku  Ini anggur yang dibuat sendiri dengan bokbunja adi anggur spesial. Ia menyuruh Su Kyung minumlah dan tidur nyenyak, Tak usah pikirkan apa pun.
“Ini terlihat sangat berharga. Terima kasih. Aku akan menikmatinya.” Kata Su Kyung tersenyum bahagia. 



Di rumah terlihat botol [ANGGUR SSANGGAP] Keduanya duduk bersama, sambil minum Wine. In Ho mengaku tadi khawatir tapi ternyata istrinya membeli anggur dan juga ayam, lalu Su Kyung minta maaf soal tadi karena Bicaranya sudah keterlaluan.
“Tidak, aku yang salah... Tak seharusnya aku memintamu menyerah secepat ini.” Ucap In Ho
“Jangan berkata begitu. Bila aku boleh jujur, mengobrol dan makan enak denganmu sangat membahagiakan. Namun, sudah lama aku melupakannya. Maafkan aku.” Kata Su Kyung
In Ho merasa tak masalah lalu mengusap kepala istrinya dan mereka melakukan love shot.

Manager Gwi tak percaya kalau Wol Ju sungguh ingin mencurinya lalu mengeluh dengan tingkah rekan kerjanya. Ia menegaskan kalau bekas kepala detektif Kepolisian Alam Baka dan mengajaknya untuk ikut kegiatan ilegal ini
“Aku tak bisa.” Kata Manager Gwi. Wol Ju pikr Manager Gwi tak usah ikut bila tak mau.
“Aku bisa mencuri itu sendiri.” Kata Wol Ju. Manager Gwi pun ingin tahu alasanya.
“Apa sebenarnya alasanmu sampai membantu dia seperti ini? Katakan.”kata Manager Gwi duduk ingin mendengarnya.
“Aku pernah mencintai seorang pria. Aku hanya ingin menikah dengannya, punya anak dengannya, dan menikmati kebahagiaan biasa dengannya, tapi tak bisa. Pria itu bukanlah pria biasa.” Akui Wol Ju
“Aku juga. Walau aku akhirnya mati tanpa mewujudkan itu, aku mengerti perasaan Su-gyeong. Aku mengerti perasaan ingin melahirkan dan membesarkan anak yang mirip dengan orang yang kau cintai.”kata Wol Ju
“Aku memahami rasa putus asanya, dan betapa berharga harapannya. Karena itu, aku mau melakukannya.” Ucap Wol Ju. ManagerGwi mengaku tak tahu itu.
“Aku mengerti. Aku bersikap emosional dan irasional. Aku tak minta kau memahamiku. Bagaimanapun, yang memahamiku di Dunia Nyata dan Alam Baka hanyalah ibuku. Aku hanya minta jangan hentikan aku.” Kata Wol  Ju
“Ayo pergi..Orang yang memahamimu sekarang ada dua.” Kata Manager Gwi.
Kang Bae datang kembali, Manager Gwi mengajak untuk pergi. Kang Bae bingung kemana akan pergi.  Manager Gwi menjawab Ke tempat yang bagus jadi meminta Kang Bae agar cepat bersiap.



Mereka bertiga masuk rumah Samsin, lalu akan melewati kamarnya tapi saat itu ponsel Manager Gwi berdering. Manager Gwi buru-buru mematikanya dan Samsin terbangun tapi tak membuka matanya dan langsung tidur lagi.
Tiba-tiba terdengar bunyi dari Samsin, ketiganya langsung menutup hidung karena bau kentut Samsin yang sangat menyengat. Mereka pun bergegas pindah keruangan lain dan setengah pingsan karena menahan nafas.
“Bau sekali. Baunya seburuk senjata pemusnah massal.” Ucap Manager Gwi. Wol Ju pun heran Sebenarnya apa yang dimakannya.Mereka pun bergegas masuk ruangan.
“Apa itu kapsul mimpi sebelum lahir?” tanya Manager Gwi. Wol Ju membenarkan.
“Tak usah ambil banyak, ambil satu saja untuk Su-gyeong.” Kata Wol Ju mulai menyalakan, tapi saat itu alarm menyala. Semua panik, Manager Gwi bisa langsung mematikannya.
“Kang-bae, cepat periksa apakah Samsin terbangun.”kata Wol Ju. Kang Bae mengeluh karena Kamar itu bau. Wol Ju menyuruh Kang Bae pergi. Kang Bae pun tak bisa menolaknya.


Wol Ju mencoba mengambilnya tapi tak berhasil, Manager Gwi pun ikut mencobanya. Kang Bae pun melihat Samsin yang tertidur lalu memita agar cepat karena Samsim akan segera bangun, Wol Ju mengeluh Seharusnya aku lebih sering berlatih permainan ini.
“Hei, cobalah.” Ucap Wol Ju. Kang Bae mengaku tak pernah bermain ini Wol Ju frutasi menendang mesin dan akhirnya bergoyang.
“Ada tiga kapsul yang keluar! Kita berhasil. Mana tasnya?” jerit Wol Ju bahagia dan mengajak untuk segera keluar. Saat itu tanpa sadar mereka meninggalkan kartu nama KEDAI MISTIS

Mereka pun pergi ketepi sungai, Wol Ju heran karena So Kyung seharusnya sudah datang tapi Mengapa belum sampai. Kan Bae pikir So Kyung harus tidur agar bisa masuk ke Dunia Mimpi.Manager Gwi pikr Apa anggur itu terlalu lemah
“Kau tambahkan banyak ssanggapju?” kaat Manager Gwi.Wol Ju ju Sepertinya terlalu banyak bokbunja
“Pantas saja. Kau berantakan sekali tadi.”ucap Manager Gwi. Wol Ju khawatir karena  Sebentar lagi Samsin akan bekerja.
“Menurutmu dia tahu?” tanya Wol Ju khawatir. 

Samsin terbangun dengan bunyi alarm, lalu bergegas masuk ke dalam ruangan mimpinya Ia pun berpikir kalau mesinnya rusak dan perlu diperbaiki. Ia memeriksa semua sisi lalu menemukan sebuah kartu nama dilantai.
“Kupon Kedai Mistis? Wol-ju. Kau ini...” ucap Samsin marah.

Kang Bae akhirnya melihat Su Kyung berjalan tanda sudah tidur dan akhirnya datang. Wol Ju memberkan kapsul pada Manager Gwi agar bisa melemparnya. Manager Gwi bingung.  Wol Ju menyuruh agar segera melemparnya. Manager Gwi pun melempar kesungai.
Akhirnya kapsul berubah menjadi bunga teratai, Mereka pun bergegas bersembunyi. So Kyung meliha bunga teratai yang Cantik sekali lalu berusaha mengambilnya.Tapi arus air malah menghayutkanya, Ketiganya mengeluh kalau So Kyung yang tak bisa menangkapny

“Nona Wol-ju... Masih ada lagi.” Kata Kang Bae. Wol Ju pun menyuruh Kang Bae agar melemparnya.
“Baiklah. Tunggu, aku yang lempar?” ucap Kang Bae bingung. Wol Ju mengeluh agar Kang Bae segera melemparnya dan kali ini berbuah jadi harimau.
“Lompat dan serang wanita itu saat dia lewat sini. Hei! Kemari dan cobalah lompat ke arahnya.”ucap Wol Ju memanggil seekor harimau.
“Ia sedang bengong.” Kata Kang Bae. Wol Ju pikir Macan itu sedang kenyang rupanya.
“Tentu saja ia kenyang. Aku dengar dari penjaga. Mimpi sebelum lahir tentang macan sepertinya sangat populer. Hodori, macan itu, baru saja menyerang 17 orang kemarin malam. Ia sedang kelelahan.” Kata Manger Gwi
“Pantas saja ia sama sekali tak bergerak. Sial. Waktunya benar-benar tak pas.”ucap Wol Ju kesal saat itu Kang Bae melihat So Kyung berjalan bahkan tak melihat mereka.

Akhirnya Wol Ju melempar kapsul yang terakhir dan tiba-tiba Manager Gwi duduk disamping Wol Ju dengan pakain rapih dan juga buah persik besar didepan mereka. Kang Bae pun terlihat bingung.  So Kyung sudah mengunakan hanbok lengkap.
“Ayah, Ibu. Terimalah hormatku ini.” Kata So Kyung membungkuk. Manager Gwi pun memberikan selamat pada  Menantunya.
“Hiduplah bahagia dengan suamimu dan jangan bertengkar.” Kata Wol Ju dan sudah siap memberikan buahnya
“Tunggu. Ini bukan waktunya kita seperti ini. Cepat pegang kain ini.” Ucap Kang Bae. Wol Ju akan melemparnya tapi saat itu Samsin datang langsung menangkapnya. Semua hanya bisa melonggo. 

“Kalian benar-benar membuat masalah. Ini tak bisa diberikan dengan mudah. Kau membuatku sangat panik.” ucap Samsin. Wol Ju tak patah semangat menyuruh agar menangkap Samsin.
Ketiganya pun saling mengejar Samsin, Buahnya sempat ada ditangan Wol Ju tapi diambil kembali oleh Samsin. Manager Gwi pun berhasil mengambilnya, Samsin langsung menarik rambutnya.  Ketiga pun terus mencoba mengambil buah terakhir.  Akhirnay Kang Bae berhasil memegang buahnya.
Samsin mencoba menghalanginya, So Kyung datang sudah siap dengan kain yang menampungnya. Kang Bae pun langsung melemparnya dan masuk ked dalam kain, Semua berteriak bahagia. Kang Bae pun bahagia karena berhasil melemparnya.
“Dasar pembuat onar.” Ucap Samsin yang kelelahan menatap sinis. 


In Ho dan Sa Kyung keluar dari klinik AHLI GINEKOLOGI, wajah mereka tersenyum bahagia. In Ho pun terus memegang perut Sa Kyung karena akhirnya bisa hamil. Wol Ju dkk pun melihat dari kejauhan ikut tersenyum.
“Samsin tentu sering merasakan hal ini. Pekerjaannya terasa benar-benar berguna.” Ucap Manager Gwi
“Benar juga. Rasanya aneh. Semoga bayi itu dapat berkembang baik dan tumbuh dengan sehat nantinya.” Ucap Wol Ju
“Dia tentu akan bertumbuh baik. Dia adalah buah persik. Itu hampir direbut, tapi pada akhirnya ditangkap ibunya. Bayi itu akan luar biasa.” Kata Manager Gwi
“Lemparan terakhirku penentu segalanya, 'kan?” kata Kang Bae bahagia. Manager Gwi mengeluh kalau Kang Bae tak bisa lakukan itu tanpa operan darinya.
“Kalian bicara apa? Ini semua terjadi karena aku menjambak rambut Samsin. Astaga.” Kata Wol Ju
“Dengar. Buah persik menggelinding ke arahku dan aku mengambilnya. Melangkah seperti ini. Kakiku menari seperti ini. Lihat.” Kata Manager Gwi tak mau kalah. 

“Setiap orang punya luka yang sakit bila disentuh sedikit saja.” Gumam Kang Bae menatap Wol Ju dan Manager Gwi yang terlihat  bahagia.
Wol Ju mengaku pernah mencintai seorang pria dan alasannya ada dunia selama 500 tahun Itu karena membunuh 100.000 orang.
“Kita ingin menunjukkan luka yang ingin kita tutupi ketika melihat orang yang memiliki luka sama dengan kita. "Aku tahu. Aku juga merasakan sakit itu. Jadi, kau bisa menangis di depanku."
“Saat kita menunjukkan diri kita yang sesungguhnya dan mereka melakukan hal yang sama, kita mulai saling mengenal sedikit demi sedikit.”
Kang Bae pun mengingat saat menangis bersama dengan Yeo Rin tanpa memperdulikan yang lainya. Wol Ju dan Manager Gwi masih sibuk menari dengan wajah bahagia karena misi mereka berhasil. 


Kang Bae tiba-tiba melihat sesuatu didepan kedai mengeluarkan sebuah barang dan bertanya Siapa mereka. Manager Gwi dan Wol Ju pun bingung menatap kedai seperti sedang dibongkar. Mereka pun menghampiri petugas yang membawa barang.
“Apa yang kalian lakukan?. Jangan ambil ini. Mengapa dibongkar?”ucap Wol Ju heran.
“Izin kalian dicabut.” Kata Manager Yeom datang.Wol Ju marah bertanya Siapa yang bilang dan merasa tetap saja ini kelewatan.
“Benar. Beri kami kesempatan.” Kata Manager Gwi. Manager Yeom tak percaya kalau mereka minta kesempatan.
“Kalian pikir bisa kubiarkan begitu saja? Ini perintah Yeomradaewang. Karena melawan peraturan surga mencuri kapsul mimpi, memberi anak pada seorang wanita, menurut Pasal 3 UU Pemeliharaan Kehidupan dan Pencurian Khusus, Kedai Mistis yang dikelola oleh Wol-ju akan dicabut izin usahanya tanpa batas waktu.” Ucap Manager Yeom. Wol Ju pun tak bisa berkata-kata.
Bersambung ke episode 7

Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar