PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 20 Juni 2020

Sinopsis Oh My Baby Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Jae Young mencari nama di ponselnya “Raja Sperma” lalu bertanya apakah  tahu nomor telepon Yi sang. Yi Sang membuka pintu dan menyuruh Jae Young masuk. Jae Young pun masuk ke rumah Yi Sang lalu berkomentar cukup mewah, sesuai dugaanya.
“Kau tinggal sendirian. Tidak perlu ruang seluas ini.” Komentar Jae Young
“Kau kemari bukan untuk melihat rumahku. Duduklah. Apa kau Mau teh? Atau minuman keras jika pembicaraan ini akan lama.” Kata Yi Sang
“Kita tidak bisa membahas ini sambil minum teh. Mari tetap sadar. Jika tidak, aku mungkin akan memukulmu.” Kata Jae Young mulai serius.
“Kalau begitu, mari bicara sambil berdiri.” Kata Yi Sang. Jae Young pun setuju.
“Jawab aku. Apa masalah seriusnya? Jika kau akan putus dengannya, lakukan dengan cepat. Kau tahu dia tidak punya waktu. Kau membuang waktu dan kesempatannya. Dia tidak punya banyak waktu untuk berpikir. “ tegas Jae Young
“Jangan membuatnya menyia-nyiakan perasaannya. Kau tahu dia sudah lama menantikan ini.” Ucap Jae Young
“Kenapa kau tidak bisa mendukungnya?” keluh Yi Sang. Jae Young mengaku tetap mengkhawatirkannya meski Ha Ri sangat bahagia,
“apalagi saat dia murung dan menderita seperti sekarang. Jadi Mana bisa aku dukung kalian? Aku cukup dekat dengannya untuk mengurus pria yang bukan untuknya. Aku akan terus mencampuri hubungan kalian.Bisakah kau menerimanya seumur hidupmu?.”ucap Jae Young
“Aku akan menganggapnya tambahan dalam memacari Ha-ri” ucap Yi Sang
“Aku akan memisahkan kalian berdua. Aku tidak menyukaimu. Tidak pernah. Tampaknya kalian berdua menghadapi masalah sejak awal. Kau butuh seseorang untuk menghentikanmu. Aku akan menjadi seperti ibu mertua yang mencampuri hubungan kalian.” Ucap Jae Young dengan nada tinggi.
“Sebagai temannya atau sebagai pria? Aku hanya akan melawanmu jika kau pria baginya. Pastikan peranmu. Saat ini, kau tidak tampak seperti teman atau pria baginya.” Ucap Yi Sang
“Baiklah. Mari lihat apa yang terjadi kepadamu.” Ucap Jae Young. Yi sang pun mempersilahkan dan akan melihat menjadi seperti apa.




Akhirnya malam makin larut, Hyo Joo akhirnya terbangun dan tersadar kalau ada dikantor polisi lalu menatap Eu Ddeum yang menemaninya. Eu Ddeum pun tersadar dari tidurnya.
Hyo Joo terlihat bingung langsung memberikan jasn Eu Dddeum dan menahan malu. Eu Ddeum hanya bisa tersenyum melihat Hyo Joo yang menahan malu. 

Yi Sang menunggu Ha Ri didepan rumah, saat itu Nyonya Lee keluar rumah dan melihat teman sekelasnya Yi sang lalu bertanya sedang apa disini. Yi Sang  mengaku menunggu pacarnya. Nyonya Lee bingung Yi Sang membahas Pacarnya.
“Selain aku dan putriku, tidak ada wanita lain di sini...” kata Nyonya Lee bingung.
“Apa Kau ibunya Ha-ri?” kata Yi Sang melonggo bingung, Nyonya Lee pun tak percaya kalau Wanita yang mencuri hatinya adalah putrinya yaitu Ha Ri.
Ia langsung berlari kearah Yi Sang dengan memegang tangan dengan wajah bahagia karena tidak percaya ini. Yi Sang pun bahagia ternyata sudah bertemu dengan ibu mertuanya.  Saat itu Jae Young baru keluar bingung melihat Nyonya Lee memegang tangan Yi Sang.

“Bi Ok-ran.. Apa Bibi mengenalnya? Kalian terlihat sangat dekat. Kalian bahkan berpegangan tangan.” Ucap Jae Young
“Begini, kami tidak begitu dekat. Kami... Kami bersama di kerajinan kulit.” Kata Nyonya Lee melepaskan tanganya
"Kami"? "Bersama"?” kata Jae Young tak percaya.  Nyonya Lee mengaku mereka ke lokakarya yang sama.
“Kami ambil kelas terpisah. Tidak ada apa-apa di antara kami.” Kata Nyonya Lee
“Kau baru saja bilang aku menantumu... Baru saja.” Ucap Yi Sang. Nyonya Lee bingung. Jae Young pun bingung dianggap "Menantu"
“Ha-ri pergi pagi-pagi... Kau juga harus bekerja. Kau juga harus mengantar Do-ah ke pusat penitipan dan bekerja. Aku juga harus masuk kelas aerobikku. Sampai jumpa.” Kata Nyonya Lee berjalan pergi dari rumah menghindari keduanya. 


Akhirnya Yi Sang dan  Jae Young berjalan bersama, Yi Sang membahas Tadi Nyonya Lee yang bilang kalau ia adalah menantunya, Jae Young tak mau mendengarnya lalu memberitahu kalau Bi Ok-ran menyetujuinya dan Kejadiannya sudah lama sekali.
“Mari bekerja saja.” Kata Yi Sang. Jae Young mengeluh kalau memang akan bekerja. Yi Sang pun masuk ke dalam mobil dan pergi. Jae Young hanya bisa menatap menahan amarahnya. 

So Yoon dan pacarnya melihat seorang wanita datang lalu menuju ke studio foto, Mereka tak percaya kalau itu Jeon Tae-hee, si pacar terkesima karena Ini kali pertamanya melihat selebritas. Soo Yoon pun juga seperti itu merasa tak percaya artis yang canti.
“Bagaimana orang terlihat menawan memakai baju ungu? Sungguh, dia yang paling...” ucap Si pacar terhenti kalau ada So Yoon disampingnya.
“Dia cantik.” Kata Soo Yoon sinis. Si pacar berpura-pura tak peduli dan bertanya  Apa dia cantik.
“Dia memang cantik... Dia juga cantik memakai baju ungu. Kurasa aku tidak akan pernah pakai baju ungu lagi. Habiskan.” Kata So Yoon kesal. Si pria merasa bersalah dan mencoba agr mengendalikan dirinya. 

So Yoon berlari bersama dengan Yeon Ho ke dalam ruangan memberitahu kalau Jeon Tae-hee dan memanggil semua timnya. Ha Ri yang ada diruangan seolah tak peduli. Yeon Ho memberitahu kalau Jeon Tae-hee datang ke studio. Hyo Joo langsung bersiap dengan make upnya.
“Kudengar Pak Han yang mengatur pemotretannya.” Kata So Yoon. Yeon ho Ho pun memperlihatkan foto Yi Sang dengan Tae Hee
“Pak Han dan Jeong Tae-hee terlihat seperti sahabat. Kita memperlakukan Pak Han dengan buruk. Dia pantas dapat yang lebih baik.” Kata So Yoon merasa bersalah.
“Agensinya punya studio sendiri, tapi ingin Pak Han kerjakan foto sampul. Artinya Jeon Tae-hee merekrutnya... Ayolah! Aku menyebut Pak Han fotografer payah karena dia memotret terbalik.” Kata Yeon Hoo
“Sungguh, aku tidak tahu dia punya rencana. Seharusnya aku sadar diri. Astaga “ ucap Yeon Ho. Ha Ri tak peduli.
“Kenapa kau melakukan itu? Tidak apa-apa.”  Kata So Yoon. Yeon Ho memikirkan apakah Yi Sang tidak menyukainya.
“Aku sangat khawatir. Tapi Bagaimana dia kenal secara pribadi? Aku khawatir. Bagaimana ini?”ucpa Yeon Ho gugup
Ha Ri tetap tak peduli, Tiba-tiba Yeon Ho beridi dan mengajak pergi. Mereka bingung melihat Yeon Ho yang sudah mulai make up. Yeon Ho bingung berpikir Yeon Ho itu akan pemotretan Yeon Ho pikir tak alasan dirinya tampak buru ketika Jeon Tae-hee harus datang
“Nona Jang. Ayo.” Kata Yeon Ho. Ha Ri bingung kenapa harus pergi.
“Kita harus merekrut Jeon Tae-hee. Aku?” kata Ha Ri bingung. 


Yi Sang sibuk mengambil foto Tae Hee yang terlihat santai didepan kamera. Tiga wanita melihat dari samping dengan wajah iri, Hyo Joo pikir Dengan gaya rambut dan riasan, bisa secantik dia. So Yoon mengejek Reinkarnasi akan lebih mudah.
“Jangan seperti itu. Dia begitu karena ingin jadi selebritas juga.” Ucap Yeon Ho. Yi Sang terus memuji Tae Hee yang pintar bergaya.
“Tolong perbaiki riasan dan rambutnya.” Ucap Yi Sang. Tae Hee pun  menghampiri timnya.
Dua wanita ingin melihat hasil foto pada Yi Sang, sambil merangkul lenganya mengaku suka potongan ini. Lalu wanita yang lain mengaku suka dengan foto yang lain dan memuji kalau Yi Sang fotografer andal. Tiga wanita itu terlihat kesal.
“Kenapa dia terus mengedip? Apa kelopak matanya berkedut?” keluh Yeon Ho kesal
“Lepaskan pergelangan tangannya atau kupatahkan pergelangan tanganmu. Dia wilayah Nona Jang.” Kata Hyo Joo marah
“Mau bantu dia menandai wilayahnya?” ucap So Yoon. Mereka pun setuju akan melakukan.
Saat itu Ha Ri datang dengan map ditanganya, tiga wanita langsung memberikan kode kalau Yi Sang yang didekati wanita dan para gadis itu menggodanya jadi Katakan sesuatu. Yi Sang menatap Ha Ri yang datang. Ha Ri seolah tak peduli dan langsung bergegas pergi. 
Ha Ri pergi ke ruangan ganti Tae Hee. Yeon Hoo dkk memberitahu kalau Tae Hee akan berganti pakaian lalu pamit pergi sambil memberikan semangat. Saat itu Tae Hee pun datang, Ha Ri pun menyapanya sebagain editor utama "The Baby".
“Hai. Senang bertemu denganmu. Kau pernah mencoba mewawancaraiku, bukan? Aku ingat "The Baby" menghubungiku beberapa kali.” Ucap Tae Hee setelah melihat kartu nama Tae Hee.
“Tentu saja. Karena kau Jeon Tae-hee. Aku juga menulis ulasan esaimu soal pengasuhan anak.” Ucap Ha Ri
“Maaf, tapi aku harus menolak jika kau ingin mewawancaraiku. Aku tidak mau wawancara kecuali kenal reporternya. Banyak wartawan mengarang cerita, bukan artikel.” Kata Tae Hee sinis
“Kalau begitu, kau bisa menjadikanku reporter yang kau kenal.” Ucap Hae Ri. Si make up artis pun meninggalkan keduanya agar enak berbicara.
“Kurasa kita berdua saling memahami sebagai selebritas dan reporter. Tapi kita tidak saling tahu banyak.  Bagaimana kalau kau bicara sebentar denganku dan mengenalku? Jika menurutmu aku bisa dipercaya, izinkan aku mewawancaraimu.” Ucap Ha Ri memohon, suasana terasa canggung dan akhirnya hanya bisa tertawa.
“Aku akan menerima wawancara asal Pak Han meminta. Omong-omong, apa hubungan kalian?” kata Tae Hee.
“Begini, Pak Han...” ucap Ha Ri gugup, saat itu Yi Sang datang mengeluh karena melibatkannya.
“Nona Jang yang mencoba mewawancaraimu. Kau bisa memercayainya. Dia orang terbaik yang pernah bekerja denganku. Bekerja dengan para ibu, dia tidak belajar trik murahan, tapi belajar cara menggerakkan hati orang.” Kata Yi Sang. Ha Ri terlihat gugup.
“Kau tidak perlu mencoba untuk dikenal. Sekalipun tidak banyak bicara, kau akan dikenal. Saat sudah selesai dirias, ayo kembali ke pemotretan.” Kata Yi Sang. Ha Ri hanya tetap diam seperti merasa tak enak hati dibantu oleh Yi Sang. 


Eun Young sibuk menulis “Aspirasi setelah dipekerjakan..” lalu terlihat kebingungan dan melihat nama di ponselnya “Berandal Menyebalkan” dan mengangkatnya. Jae Young mengeluh karena temanyalama sekali menjawabnya. Eun Young kesal mengaku kalau sibuk.
“Apa rencanamu malam ini? Mari kita bertemu.” Kata Jae Young. Eun Young ingin tahu alasan Jae Young itu ingin menemuinya.
“Kutraktir makan malam. Luangkan waktu untukku.” Kata Jae Young. Eun Young pun langsug setuju dan setelah itu mengumpat kesal kala Jae Young itu Menyebalkan sekali.

Akhirnya Jae Young pun mentraktir Eu Young ayam goreng, Eun Young bahagia karena itu lezat da mulai makan. Jae Young ingin tahu pakahHa-ri putus dengannya. Eun Young kaget bertanya apakh secepat itu dan ingin tahu alasanya.
“Itu bukan pernyataan, tapi pertanyaan. Apa Dia memberitahumu sesuatu?” kata Jae Young. Eun Young menjawab Tidak.
“Pasti ada yang salah dengannya.” Kata Jae Young. Eun Young mengeluh Jae Young yang mengabaikan peringatannya.
“Kenapa kau membelikanku ayam dan memeriksa hubungan mereka selarut ini? Apa tujuanmu?” kata Eun Young kesal
“Kenapa kau tidak menyetujuiku? Apa lagi yang tidak kau sukai dariku selain aku duda beranak satu?” ucap Jae Young
“Aku paham kau harus mengatakan segalanya untuk merebut hati Jeong-won. Haruskah bertindak sejauh itu?” keluh Eun Young. Jae Young tak mengerti maksudnya.
“Aku membencimu karena kau tidak sadar melukainya bahkan setelah menyakitinya.” Kata Jae Young. 


Flash Back
Jae Young terlihat lusuh dengan tangan diinfus menelp Ha Ri bertanya apakah sudah dijalan. Ha Ri membenarkan tapi Jae Young merasa meragukannya, lalu memperingatkan Jangan teralihkan dan cepat datang, karena sangat lelah.
“Wahh... Sungguh? Kenapa kau memerintahku? Aku tidak butuh ini saat membawakanmu pakaian dalam bersih.” Kata Ha Ri kesal
“Aku meneleponmu dengan posisi yang paling sopan.” Ucap Jae Young
“Dengar, Jae-young. Ini kali terakhir kau memintaku membawakan pakaian dalammu. Jika Jeong-won tahu, dia akan tersinggung.” Tegas Ha Ri
“Dia juga belum pulang selama seminggu. Aku yakin dia akan mengerti.” Kata Jae Young 

Jae Young tertidur lelap dengan ponsel ditanganya, Jeong Won datang melihat Jae Young dan wajahnya terlihat bahagia. Jae Young arkhinya terbangun dan langsung duduk tegak mengaku sangat lelah  lalu bertanya apakah Jeong Won bisa tidur
“Aku harus pulang, mandi, dan tidur.” Kata Jeong Won lalu mencium bau badan Jae Young
“Kau juga harus mandi. Apa Ada pakaian dalam bersih?” tanya Jeong Won. Jae Young mengatakan  Ha-ri membawakan pakaian dan pakaian dalam bersih.
“Dia membawakanmu pakaian dalammu?” kata Jeong Won terlihat cemburu. Jae Young membenarkan.
“Dia temanku dan aku meminta bantuannya. Jadi Bukan apa-apa.” Kata Jae Young. Jeong Won kesal langsung keluar ruangan. 

“Jeong-won.. Apa Kau marah karena hal ini?” kata Jae Young akhirnya pergi mengejarnya sampai ke lobby.
“ Jika aku tidak marah, kita harus putus.” Kata Jeong Won. Jae Young mengeluh pacarnya yang mengatakan hal semenakutkan itu?
“Aku merasa sangat tidak nyaman karena sahabatmu wanita. Dia pergi ke rumahmu kapan pun dia mau dan menyentuh pakaian dalammu. Bagaimana aku bisa paham?” kata Jeong Wo kesal
“Aku sudah sebulan tidak pulang. Kau hampir tidak bisa tidur. Hanya dia yang bisa membantuku.” Jelas Jae Young
“Kalau begitu, bolehkah teman priaku menyentuh pakaian dalamku?” kata Jeong Won.
“Jeong-won... Dia bukan teman wanita. Dia seperti adikku. Dia keluarga.” Kata Jae Young
“Tapi dia bukan adikmu.” Ucap Jeong Won marah . Jae Young menegaskan kalau ini Jenis kelamin tidak berlaku bagi mereka.
“Kami berteman sejak dalam kandungan. Kenapa kau cemburu karena hal sepele?” keluh Jae Young
Saat itu Ha Ri datang melihat keduanya seperti bertengkar lalu memanggil Jae-young. Jae Young meminta Ha Ri menunggu, Jeong Won menegaksan tidak suka hubungan semacam ini lalu menegaskan Jika menikahi Jae Young juga akan tinggal dengannya.
Ha Ri yang sedang menunggu tiba-tiba ditabrak oleh dua orang dan langsung menjatuhkan semua pakaian. Mereka hanya bisa meminta maaf tapi tak membantunya. Jae Young akhirnya berlari membantu Ha Ri memastikan baik-baik saja. Jeong Won terlihat marah dan memilih pergi.
Jae Young melihat Jeong Won yang pergi akhirnya meminta maaf pada Ha Ri dan akan menelpnya. Ha Ri mengeluh kalau Jae Young bawa pakaian dalamnya. Jae Young tak peduli karena harus mengejar Jeong Won, akhirnya Ha Ri menitipkan pakain pada perawat dan berjalan pulang
“Aku bisa melakukannya. Kenapa tidak bisa? Aku tidak akan menemui Ha-ri. Kini kau penting bagiku.” Ucap Jae Young dilantai atas. Ha Ri bisa mendengar ucapan Jae Young
“Kau sungguh bisa melakukannya?” kata Jeong Won. Jae Young menegaskan tidak akan menemui Ha-ri lagi.
“Aku tidak akan menemuinya mulai sekarang. Aku akan melakukannya.” Kata Jae Young
“Aku tidak percaya mengira dia temanku.” Ucap Ha Ri kesal dan melangkah pergi. 

Jae Young tak percaya kalau  Ha-ri mendengarnya. Eun Young meberitahu kalau Ha Ri  bisa memahami Jae Youg tapi itu tetap membuatnya sedih. Bahkan Setelah itu, jae Young berhenti menelepon dan tahu temanya menikah lewat ibunya.
“Jika kau meninggalkan sahabatmu, seharusnya kau bahagia dengannya. Astaga, aku tidak tahu lagi...Wahh. Aku harus membeli ayam goreng untuk anak-anakku.” Kata Eun Young lalu memesan Satu ayam goreng dan satu ayam bumbu.

Ha Ri sedang ada dirumah lalu membuka pintu untuk Jae Young dan bertanya Ada apa lagi kali ini. Jae Young langsung menyelonong masuk ke kamar mandi lalu mengambil pakaian kotornya.  Ha Ri bingung Kapan  Jae Young memasukkannya
“Benar. Kenapa kau mencuci pakaianku? Seharusnya kau membentakku dan berkata tidak bisa melakukannya. Kenapa memaklumiku? Aku tidak pantas.” Ucap Jae Young kesal. Ha Ri bingung
“Kau marah saat aku mencuci bajumu. Seharusnya kau menyuruhku pergi. Jangan biarkan aku masuk hidupmu lagi. Dasar bodoh...” ucap Jae Young lalu akan keluar dari kamar mandi
“Kenapa kau memahamiku seolah-olah tak terjadi apa-apa? Maafkan aku.” Kata Jae Young. Ha Ri bingung dengan tingkah temanya dan hanya diam saja.

[Jambi Studio]
Tuan Nam sibuk mengambil foto tapi dua anak kembar terus mengarahkan pandanganya pada camera dan tak terlihat natural.  Akhirnya Ie meminta agar mereka Bersikaplah alami dan Jangan membuat huruf V. Tapi si anak tetap melakukanya.
“Anak-anak, jangan lakukan ini... Bermainlah dengan mereka. Apa Kalian ingat ucapan ibu? Saat berfoto, boleh membuat huruf V atau tidak?” ucap Eun Young mengarahkan anaknya.
“Ibu menyuruh kami begitu.” Kata si anak yang pertama. Eun Young serba salah memberitahu kalau lakukan itu hanya saat berfoto dengannya.
“Jangan lakukan itu saat dia memotretmu.” Kata Eun Young. Si anak merasa harus melakukan itu saat berfoto.
“Dia tidak sedang memotret. Jangan melihat ke sini. Kalian main saja.’ Ucap Eun Young
“Tapi dia memotret kami.”kata si anak. Eun Young tak bisa menahan emosi dan akan marah tapi Tuan Nam menahanya
“Mungkin lebih baik jika kau tidak melihat mereka.” Kata Tuan Nam, akhirnya Eun Young pun berjalan mundur. 
Tuan Nam pun mengaja dua anak kembali foto agar bisa tersenyum lebar. Saat itu Yi Sang datang dengan wajah lesu menyapa semua orang, Eun Young melihat Yi Sang yang datang seperti terkesima melihat pacar temanya.
“Eu-ddeum, kau bilang mejanya bisa berubah bentuk.” Kata Tuan Nam. Eu Ddeum pun mengambil meja dan memasangnya.
“Anak-anak, aku menyiapkan hal luar biasa. Tebak aku punya apa untuk kalian. Aku akan menyembunyikan agar-agar ini di dalam sini. Kalian baru boleh membuat huruf V dengan jari jika menemukannya.”ucap Eu Ddeum seperti membuat permainan harta karun.
Eu Ddeum meminta keduanya agar menutup mata lebih dulu. Hyo Joo menatap Eu Ddeum kalau dia pintar sekali. Tuan Nam bertanya apakah Eu-ddeum,Hyo Joo mengelak bukan tapi sedang membicarakan meja. Tuan Nam akhirnya bisa mengambil foto dengan cara yang alami. 


Eun Young memegang dua anaknya tapi dua anaknya berlari menaiki tangga walaupun memintanya agar pelan-pelan. Ha Ri sudah menunggu dan bertanya apakah Pemotretannya berjalan lancar. Eun Young mengeluh kalau anaknya hanya menyebabkan masalah.
“Apa Kau tidak sibuk?” tanya Eun Young, Ha Ri mengaku membolos karena temanyalalu mengandeng satu anak Eun Young untuk pergi bersama.
Dua anak Eun Young sibuk bermain ditaman,  Ha Ri dan Eun Young duduk bersama. Eun Young ingin tahu kapan He RI akan memperkenalka Yi Sang kepadanya. Ia pun penasaran apakah Berpacaran terasa menyenangka dan Apa bagian terbaiknya

“Begini...” ucap Ha Ri sedih. Eun Young bingung bertanya ada apa, apakah Terjadi sesuatu dengan mereka.
“Semuanya hebat.. Aku selalu ingin bersamanya, aku merindukannya begitu dia pergi, dan bagian terbaiknya bisa melakukan hal-hal yang hanya dilakukan oleh orang intim.” Akui Ha  Ri
Ha Ri mengingat saat Yi Sang yang menemaninya bermain tembak-tembaka lalu menepuk bahunya ketika menangis. Yi Sang pun menemaninya saat makan siang dan mereka berkencan seperti yang lainnya, bahkan berjalan bergandengan tanpa ragu.
“Bisa berpelukan tanpa merasa aneh. Dia menjadi dirinya sendiri, hal-hal kecil familier tentang dirinya yang hanya diketahui olehku.Dicintai terasa menyenangkan. Bahkan saat aku merasa rendah diri, dia ada untukku.” Ungkap Ha Ri
“Dia kekasihku yang ada untukku. Apa yang harus kulakukan? Dia sepertiku. Rupanya, sulit baginya untuk punya anak.” Akui Ha Ri. Eun Young hanya bisa terdiam melihat Ha Ri yang bercerita dengan mata berkaca-kaca. 



Jae Young keluar dari klinik pamit dengan perawat karena harus ke toilet. Saat itu Yi Sang baru saja keluar dan bertemu dengan Jae Young dilorong. Jae Young melihat di papan bagian depan [Dokter Urologi Moon Soo - Klinik kemandulan pria]
“Apa ini?” kata Jae Young kaget. Yi Sang hanya diam menutupi obat yang dibawanya lalu berjalan pergi. Jae Young akhirnya mengejar Yi Sang.
“Aku tidak akan mengatakan apa pun padanya. Akhiri hubungan kalian. Dia tidak bisa putus karena terlalu lembut. Dia merasa bersalah karena meninggalkan orang sakit. Jangan buat dia menanggung ini dan tinggalkan dia.” Kata Jae Young
“Kami akan mengurus hubungan kami.” Tegas Yi Sang yang tak goyah dengan pendirianya.
“ Jika kau punya masalah ini sejak awal, seharusnya kau tidak memulai ini.” Kata Jae Young marah
“Aku memulainya karena tidak bisa mengakhirinya.” Tegas Yi Sang. Jae Young mengeluh Yi Sang itu egois.
“Pikirkan Ha-ri. Apa Kau pantas mendapatkannya?” ucap Jae Young marah. Yi Sang langsung membalasnya.
“Bagaimana denganmu? Apa Kau merasa pantas mendapatkannya?” kata Yi Sang lalu berjalan pergi.
Jae Young langsung menelp Ha Ri dan ingin tahu keberadanya sekarang. 


Akhirnya keduanya bertemu dijalan, Jae Young ingin tahu apakah Ha Ri tahu yang salah dengan Yi sang. Ha Ri hanya diam. Jae Young tak percaya kalau Ha Ri sudah tahu tapi masih berpacaran. Ha Ri heran  Bagaimana  Jae Young bisa tahu
“Putuskan dia. Dia bukan pria yang tepat untukmu.” Kata Jae Young marah
“Meninggalkan orang semudah itu bagimu?” tanya Ha Ri sinis karena sebelumnya Jae Young meninggalkanya.
“Tidak mudah meninggalkanmu atau Jeong-won. Tapi saat itu, kukira aku akan menyesal jika meninggalkan Jeong-won.” Akui Jae Young
“Lantas, kenapa kau menyuruhku meninggalkannya?” tanya Ha Ri.  Jea Young mengaku Karena saat ini,menyesal telah meninggalkan Ha ri.
“Apa pun pilihanmu, kau akan menyesal meninggalkannya. Pikirkan apa yang akan lebih menyedihkan, meninggalkan I-sang atau calon bayimu.” Kata Jae Young. Ha Ri mengaku tak tahu
“Ha-ri, hubungan kalian hanya akan makin sulit. Apa kau yakin tidak akan menyesali hal yang tidak kau pilih sepertiku?” kata Jae Young
Saat itu Ha Ri melihat Yi sang yang menelpnya, dan berjalan pergi. Jae Young menahanya tapi Ha ri melepaskan tangan Jae Young kalauakan menemuinya.


Yi Sang sudah menunggu dan melihat Ha Ri datang lalu Ha Ri  bertanya apakah bertemu dengan Jae-young. Yi Sang mengaku Bukan apa-apa Jadi Ha Ri tidak perlu memikirkannya. Ha Ri ingin tahu apa yang dilakukan. Yi Sang tahu Ini masalah hidup yang penting bagi Ha Ri.
“Mari pikirkan apa yang bisa kita lakukan bersama. Aku akan mencoba apa pun yang bisa kulakukan...” ucap Yi Sang.
“Bagaimana jika tidak ada keajaiban? Bagaimana jika aku salah? Lantas, aku harus bagaimana?” ucap Ha Ri
“Kita harus gigih soal apa yang kita mulai. Andai tahu ini akan terjadi, aku tidak memulainya.” Ucap Yi Sang menyakinkan
“Aku tidak percaya lagi pada kita.” Kata Ha Ri lalu melangkah pergi. Yi Sang hanya bisa menatapnya.
“Pikirkan satu hal saja untuk saat ini. Kau tidak keberatan kehilangan aku?” tanya Yi Sang. Ha Ri terus melangkah pergi. Yi Sang pun tak bisa berbua apa-apa.
Ha Ri berjalan sambil menangis lalu mengingat semua kenangan dengan Yi Sang dan ucapanya di rumah sakit. 
“Jika wanita harus memilih antara kekasihnya atau anaknya, akankah dia memilih anaknya tanpa ragu?”
“Kekasihnya. Aku tidak melepasnya. Seorang anak adalah keajaiban, tapi bagiku yang belum menemukan kekasihnya selama 10 tahun, cinta juga keajaiban. Itu bukan kesalahan.” Kata Ha Ri
Akhirnya Ha Ri berlari kearah Yi Sang dan langsung memeluknya dari belakang karena Yi Sang membalikan badanya. Yi Sang kaget karena akhirnya Ha Ri kembali padanya. Ha Ri mengaku tidak bisa dan tak ingin kehilangan Yi Sang.
Bersambung ke episode 12


Cek My Wattpad...  ExGirlFriend

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar