PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 28 Juni 2019

Sinopsis Search WWW Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Flash Back
Hyun melompat dari tembok sekolah, tapi saat keluar kaget melihat Ga Kyung sudah ada diluar. Ga Kyung menyuruh Hyun agar Jangan takut. Karena mereka berdua membolos sekolah dan bertanya mau kemana Hyun sekarang.
“Apa Kau tahu namaku?” tanya Hyun kaget. Ga Kyung pikir Hyun  benar-benar terkenal.
“Kau akan segera bermain untuk Korea.” Kata Ga Kyung. Hyun pikir Mungkin saja, mungkin juga tidak karena semuanya tergantung padanya.
“Kau cukup menggemaskan.” Komentar Ga Kyung sambil mengelus kepala Hyun layaknya seorang adik.
“Kau sangat cantik.” Ucap Hyun tak mau kehilangan kesempatan pada senior yang di idolakanya.
“Selamat bersenang-senang. Sampai jumpa.” Kata Ga Kyung bergegas pergi. Hyun teringat dengan dasi yang dipinjamkan Ga Kyung.
Ia melihat Ga Kyung cepat sekali perginya, akhirnya berusaha mencarinya ternyata Ga Kyung sedang dikerubungi oleh para anak pria. Si pria tak terima karena Ga Kyung itu tak menyapa karena ayahnya orang kaya. Ga Kyung mencoba menghindar, tapi para pria tak mau terima begitu saja.
Hyun datang langsung memukul semua pria dengan bela dirinya, lalu mengajak Ga Kyung pergi. Tapi salah seorang pria malah memukul Hyun dengan kayu, tubuh Hyun langsung jatuh. Ga Kyung yang melihat Hyun terjatuh langsung menangis. 



Ga Kyung meminta agar menyerahkan Cha Hyun karena menginginkannya dan itu syaratnya. Cha Hyun kaget, Ta Mi pun menatap Hyun lalu memastikan kalau Ga Kyung menginginkan Cha Hyun sebagai ganti melepaskan Godori. Ga Kyung menganguk.
“Apakah itu berarti kita akan bertemu di pengadilan?” kata Ta Mi tak ingin memberikan Hyun.
“Selagi kita bertarung di pengadilan, Godori tidak bisa bekerja di Barro. Sampai gugatan berakhir, kau tidak bisa mengumumkan kalau kau merebutnya. Kau harus memanfaatkan situasinya. Bukankah gugatan merusak itu? Syaratku jauh lebih sederhana. Aku membutuhkan sesuatu yang layak untuk melepaskan Godori.” Ucap Ga Kyung
“Kau mendengarnya. Bagaimana menurutmu?” tanya Ta Mi. Hyun yang masih shock meminta agar memberikan waktu untuk mereka berdua.
“Bicaralah di depanku.” Kata Ta Mi. Hyun meminta agar Ta Mi keluar lebih dulu. Akhirnya Ta Mi menurut keluar dari ruangan. 


Ga Kyung berkomentar Tampaknya Ta Mi berpikir Hyun benar-benar memihaknya. Hyun pikir Ga Kyung berhasil membuatnya kesal tapi ia tidak terlalu senang dijadikan umpan. Ga Kyung mengaku ucapanya itu serius meminta agar Hyun bergabunglah ke Unicon dan berkerja denganya.

“Kau tidak bisa berkembang di bawah Ta Mi. Untuk beberapa saat, gayanya akan berhasil di Barro. Kau sudah memiliki tiga persen pasar. Manfaatkan situasi dan kamu akan merebut 1 atau dua lagi. Dia akan mendapatkan pengakuan dan... Dia akan dipromosikan di atasmu.” Ucap Ga Kyung memberikan penawaran.
“Apa kau ingat? Saat aku berhenti judo karena cedera bahuku, kau mengatakan sesuatu selama satu kunjungan.” Ucap Hyun. 


Flash Back
Ga Kyung datang menemui Hyun yang ada dirumah sakit mengatakan kalau bersumpah akan menjaganya. Selama dirumah sakit Ga Kyung mengajarkan Hyun belajar walaupun Hyun kadang-kadang suka tertidur. Hyun pun akhirnya keluar dari rumah sakit dan merelakan tak ikut Judo.
Ga Kyung benar-benar mengajarkan Hyun, dimanapun mereka selalu berda untuk belajar. Ga Kyung pun tetap belajar walaupun naik bus, sementara Hyun sudah tertidur pulas, Akhirnya Ga Kyung memberikan bahunya untuk Hyun.

Sampai akhirnya kelulusan, Hyun memperlihatkan kertas nilainya. Ga Kyung memeluk Hyun mengaku bangga pada adik kelasnya itu. Hyun ingat kalau Ga Kyung  memang benar-benar bertanggung jawab atas hidupnya. 
Hyun merasa berhasil masuk universitas yang tidak pernah berani diimpikan berkat Ga Kyung. Ga Kyung pikir Impian Hyun bukan masuk universitas yang bagus tapi menjadi peraih medali emas. Hyun pikir Ga Kyung memberikanya impian lain.
“Dan kaulah alasan aku bisa menghasilkan uang sekarang.” Akui Hyun merasa Ga Kyung sangat berharga.
“Aku seseorang yang menghancurkan impianmu.” Komentar Ga Kyung. Tapi Hyun merasa Ga Kyung adalah seseorang yang mengubah seluruh hidupnya.
“Jika aku bergabung ke Unicon, mampukah aku mengubahmu? Kau sudah banyak berubah. Kau hanya sama saat kau bersamaku.” ucap Hyun. 


Hyun keluar dari gedung melihat Ta Mi yang sudah menunggunya, lalu berkata mereka harus menemukan syarat baru dan menurutnya Ga Kyung  tidak berniat membiarkan mereka mengambil Godori. Ta Mi menyimpulkan kalau Hyun itu menolaknya.
“Apa kau sungguh-sungguh menanyaiku itu?” kata Hyun kesal. Ta Mi masih menduga kalau Hyun itu memang bukan mata-mata.
“Ini lebih buruk daripada menjadi mata-mata. Kau seperti miliknya. Kau bekerja di Barro, dan kau anggota timku. Berani-beraninya dia memintaku menyerahkanmu kepadanya!” ucap Ta Mi marah
“Dia hanya mengatakan itu untuk memprovokasimu. Benarkah kau ingin bereaksi terhadap itu?” komentar Hyun kesal
“Cara bicaramu seakan-akan kamu seniorku. Bagus karena kau bisa tidak acuh tentang caranya memprovokasiku. Karena kau tenang mengenai itu, kenapa tidak masuk ke Unicon? Pergilah. Bekerjalah di sana.” Ucap Ta Mi dengan nada sinis.
“Astaga, kau sangat manis.” Ejek Hyun melihat Ta Mi yang marah seperti anak kecil.
“Jika aku manis, perlakukan aku seperti aku manis. Dia sangat tidak perhatian. Aku selalu mempertimbangkan pendapatnya. Tapi dia selalu berbuat sesukanya. Serta, dia sangat kasar untuk orang yang lebih muda dariku.” Keluh Ta Mi kesal melihat Hyun yang sudah berjalan pergi. 


Ta Mi kembali ke ruangan melihat selembar kertas  "Oh Jin Woo, Jam: 9 hingga 11 malam, Biaya: 30.000 dolar" lalu teringat saat pergi ke hacker menanyakan Siapa yang menyuruh melakukan ini akhirnya menyerahkan lembar pembayarannya.
Mo Gun mengirimkan pesan “Kau di mana?” Ta Mi membalas kalau ada dikantor dengan cepat. Mo Gun bertanya lagi “Kau lembur. Apa kau sendirian?” Ta Mi menjawab kalau sendirian.
Saat itu telp didepanya berdering, pihak receptionist memberitahu kalau Ta Mi kedatangan tamu. Ta Mi bingung siapa yang datang selarut ini dan melonggo kaget langsung membereskan ruangan dan menyalakan lilin.

Ta Mi berdiri didepan meja dengan suasana kantor yang nyaman lalu mendekat pintu terbuka dan ingin marah, tapi terdiam melihat tatanan rambut Mo Gun berbeda bahkan bajunya setengah terbuka. Mo Gun bertanya apakah Ta Mi sibuk.
“Ada apa dengan rambutmu?” keluh Ta Mi melihat pacarnya itu mengoda.
“Aku ada rapat penting. Aku harus berpura-pura sebagai orang hebat. Apa aku tampak seperti itu?” kata Mo Gun.
“Kau tampak tua.”ejek Ta Mi, Mo Gun pikir kalau dirinya berhasil sambil melihat buku-buku bertanya apakah masih banyak pekerjaanya.
“Bolehkah aku menunggu sampai kau selesai?” tanya Mo Gun,  Ta Mi mencoba menguasai tatapanya karena Mo Gun benar-benar terlihat mengoda sebagai pria.
“Entahlah. Kurasa ini akan memakan waktu agak lama.” Ucap Ta Mi mencoba fokus berkerja.
“Kau pasti sibuk. Ini kali pertamaku melihatmu bekerja. Bolehkah aku menunggu? Aku tidak akan mengganggumu.” Kata Mo Gun
“Mungkin ini akan lebih lama dari dugaanmu.” Komentar Ta Mi. Mo Gun mengaku tidak keberatan.
Ta Mi terdiam tatapanya mengarah pada Mo Gun yang sedang bersandar di dinding membaca buku. Matanya menatap dari bawah keatas tubuh Mo Gun yang benar-benar terlihat sangat sempurna.  Mo Gun tiba-tiba memperingati Ta Mi yang mengangap tidak sopan.
“Berhentilah menelanjangi badanku di benakmu.” Goda Mo Gun.
“Kenapa? Apa aku tidak boleh melakukan itu?” ucap Ta Mi merasa sudah dewasa.
“Bolehkah aku melakukan hal yang sama?” balas Mo Gun.  Ta Mi hanya bisa menghela nafas dengan tingkah Mo Gun.
“Mo Gun... Bukankah pakaianmu agak tidak sopan? Aku bisa melihat dadamu.” Kata Ta Mi kesal
“Tidak semua orang berpikir sepertimu... Aku akan pergi. Aku merasa aku mengalihkan perhatianmu. Kurasa aku bisa mengganggumu hanya dengan ada di sini. Maaf tentang itu.” Ucap Mo Gun seperti memang sengaja mengoda Ta Mi.
Ta Mi bertanya apakah Mo Gun membawa mobil. Mo Gun menjawab naik mobil. Ta Mi langsung membereskan meja dan mengatakan akan mengantarnya pulang.  Mo Gun binggung.
Ta Mi pikir kalau Mo Gun  tidak bisa pergi dengan penampilan seperti itu da tidak tahu apa yang ada di pikiran wanita seperti cemburu lalu bergegas keluar ruangan. Mo Gun tersenyum tapi mengejek Ta Mi itu orang aneh.



Ta Mi mengemudikan mobilnya memperingatkan Mo Gun agar  Jangan menyisir rambut ke belakang seperti itu mulai sekarang. Mo Gun membalas kalau Ta Mi tidak perlu membersihkan sebelum ia datang ke kantor karena terlihat dari mejanya yang basah. Ta Mi hanya bisa menghela nafas.
“Dan jika kau menggunakan tisu basah, itu meninggalkan bekas.”ejek Mo Gun.
“Tidak bisakah kau anggap sebagai tindakan manis dan melupakannya?” keluh Ta Mi kesal
“Tapi kau tidak suka membersihkan. Kau bahkan tidak suka mandi, jadi, tidak mungkin suka membersihkan. Tapi Kenapa kau tiba-tiba terlihat sangat gugup? Mungkin kau mengeringkan air dari akuarium.” Kata Mo Gun.
“Aku tidak suka ikan kering “ ucap Ta Mi kesal
Akhirnya Ta Mi mengantar Mo Gun dipingir jalan memperingatkan harus langsung pulang, Jangan pergi ke toko kelontong. Mo Gun pun pamit berpesan agar Ta Mi Hati-hati mengemudi. Ta Mi menganguk, Mo Gun berbicara di depan pintu kalau berusaha keras tidak menggenggam tangannya.
“Kurasa permainannya sudah berakhir bagiku.” Kata Ta Mi sambil menghela nafas panjang. 



Joon Soo baru saja keluar dari rumah sakit, saat di lobby tak sangat bertemu dengan Hyun yang baru masuk. Joon Soo sempat akan menghindar akhirnya menyapa Hyun yang  Lama tidak berjumpa dan berkomentar Bobot tubuh Hyun  turun banyak.
“Jangan melewatkan waktu makan. Apa kau sakit?” ucap Joon Soo. Hyun balik bertanya apakah Joon Soo tak sakit saja.
“Apa kamu berencana menjaga kesehatanmu?” kata Hyun. Joon Soo mengaku  juga terluka, tapi baik-baik saja sekarang.
“Hari ini adalah kunjungan terakhirku ke dokter, jadi, tidak perlu khawatir lagi. Aku hanya berharap hatimu sembuh lebih dahulu, Dong Joo.” kata Jon Soo.
Hyun kaget karena Joon Soo salah menyebut nama, Joon Soo akhirnya mengubah nama Ta Hyun. Hyun makin kesal, Joon Soo akhirnya ingat namanya Cha Hyun. Hyun sudah tak bisa menahan emosinya merasa Joon Soo sedang mengajaknya bercanda.
“Seharusnya aku tidak perlu mengkhawatirkan pelanggaran kedua dan mematahkan kakimu selagi menyerangmu. Seharusnya aku lebih tahu. Apa kau lowong? Bagaimana dengan hari ini?” ucap Hyun berjalan mendekat.
“Hyeon, kau tidak bersungguh-sungguh soal ini... Kau sakit. Kamu punya masalah pengelolaan kemarahan... Kau harus mengikuti terapi dan kita akan mulai dari awal lagi.” Ucap Joon Soo ketakutan melihat Hyun semakin dekat.
“Tentu, mari kita lakukan itu... Aku akan menemui psikolog selagi kamu memulihkan diri di ICU.. Jadi Kemarilah.” Kata Hyun tapi Joon Soo akhirnya berhasil kabur.
“Hyun, jangan lupa kamu terlihat lebih seksi saat tersenyum, jadi, teruslah tersenyum. Paham?” ucap Joon Soo yang masih bisa mengoda.
“Sebaiknya kau menjauh dariku!” teriak Hyun kesal melihat Joon Soo. 



“Seharusnya aku membunuh dia hari itu. Masalah pengelolaan kemarahan? Jika aku tidak bisa menahan diri, kau sudah terkubur.” Ucap Hyun meluapkan amarah saat berjalan dilorong.
Beberapa orang sempat melihatnya,Hyun tersadar sudah ada didepan kama Ji Hwan lalu berusaha untuk tenang dan mengetuk pintu kamarnya. Tapi suara Ji Hwan tak terdengar, akhirnya Hyun masuk dan melihat Ji Hwan sedang tertidur pulas.
“Ini ekspresi yang belum pernah kulihat.” Komenta Hyun setelah duduk melihat Ji Hwan lebih dekat. Saat itu mata Ji Hwan terbuka.
“Apa kamu sudah bangun? Kau tidur, jadi...” ucap Hyun gugup dan Ji Hwan langsung berkomentar kalau Hyun ternyata benar-benar datang.
“Kau juga ada di mimpiku... Kita bersenang-senang.”ungkap Ji Hwan. Hyun bertanya apa yang mereka lakukan.
“Kamu akan menganggapnya aneh. Kita melihat larva bersama.” Ucap Ji Hwan. Hyun apakah yang dimaksud larva itu ulat.
“Kenapa larva?” tanya Hyun. Ji Hwan menjawab Karena ia menyukainya. Hyun ingin tahu alasan Ji Hwan menyukainya.
“Aku suka cara mereka merangkak. Itu unik. Kamu juga menikmati melihatnya dan kini kau ada di hadapanku.” Kata Ji Hwan
“Tampaknya kamu masih mengantuk” komentar Hyun. Ji Hwan pikir kalau mereka bersama entah bangun atau tidak lalu menutup matanya kembali. Hyun pun terdiam melihat Ji Hwan yang tertidur. 


Hyun melihat ulat seperti larva yang bergerak-gerak meliukan badanya. Alex datang bertanya Apa yang membuatnya sangat fokus. Hyun menjawab kalau sdang melihat cara ulat merangkak. Alex terlihat binggung. Hyun pun bertanya apakah ada ada serangga yang disukai Alex.
“Kumbang tanduk panjang.  Aku menyukainya saat masih kecil.” Ucap Alex
“Apakah semua orang punya satu yang mereka sukai?” tanya Hyun penuh semangat.
“Ada yang disukai oleh mereka yang senang mengoleksi serangga.” Kata Alex. Hyun menganguk mengerti.
“Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menggunakan ponsel 2G? Apa kau mengenal seseorang yang memakai ponsel 2G pada zaman sekarang?” ucap Hyun penuh semangat.
“Ponsel 2G? Hanya gangster atau seseorang yang sombong yang memilikinya. Tapi keduanya tidak normal.” Komentar Alex
“Alex, orang bilang salah satu gagasan buatan terburuk umat manusia adalah kondisi normal. Tidak ada orang yang normal atau abnormal. Siapa yang memutuskan itu?” ucap Hyun dengan nada kesal
“Kau melakukannya, Scarlett. Kau menanyaiku tentang orang dengan ponsel 2G karena itu abnormal.” Kata Alex
“Aku hanya menanyakan itu karena menurutku orang-orang itu unik.”ucap Hyun
Alex tak ingin adu mulut membenarkan, lalu melihat di ponselnyakalau  Brian masuk peringkat kata kunci waktu nyata. Hyun yakin Brian pasti sudah mengunggah permintaan maaf tapi melihat video seperti bukan permintaan maaf.



“Halo, aku Dirut Barro, Min Hong Ju. Baru-baru ini, Barro merilis satu set emoji tangsuyuk. Aku meminta maaf karena membuat kesal orang-orang yang lebih suka mencelup daripada menuang. Karena itu, kami di Barro menyadari masalah yang ditimbulkannya dan merilis emoji yang juga bisa digunakan oleh para pencelup.” Ucap Brian membuat video didepan meja kerjanya.
“Barro sama sekali tidak meragukan tangsuyuk adalah makanan yang lezat. Kami sangat menghormati tradisi menuan serta tindakan mencelup yang lebih modern.” Kata Brian.
Pegawai Barro menonton video Brian langsung memuji sungguh luar biasa. Brian dengan bangga mengucapkan terimakasih lalu melihat peringkat  "10. Berwisata di Pulau Jeju, 1. Permintaan maaf Barro dan 2. Min Hong Ju, 3. Emoji Barro" wajah Brian terlihat sangat puas. 

Alex memperlihatkan aplikasi Tiktok memberitahu itu Ini stiker-stiker yang baru-baru ini diperbarui dengan Aplikasi pemutar media itu mendapatkan reaksi menggemparkan dari para pengguna remaja hingga mereka yang berusia 30-an.
“Tim TF kita harus mencobanya dan berkolaborasi. Apa pun yang disukai generasi muda akan menjadi fokus utama kita. “ ucap Ta Mi
“Aplikasi pemutar media yang mulai populer memiliki cukup banyak arti. “ kata Ah Ra. Jenni pikir Itu membuktikan generasi berikutnya menghargai video daripada teks.
“Lalu apa bagian dari pembaruan terkini ini?”tanya Hyun. Alex menyebut Fitur pembaruan terbaik adalah stiker hati dan meminta Ta Mi mencobanya.
Ta Mi mengangkat dua jarinya membentuk hati,  mereka pun terpana melihat ada gambar cinta diatasnya.  Ia pun mencoba badanya memiliki tiga kembaran, lalu berkomenta  akan meminta dua pribadi lainnya bekerja dan berbaring di sofa. Bong Gi pun setuju. 
Tuan Min datang memberitahu kalau baru saja, Barro menempati posisi atas di peringkat kata kunci waktu nyata. Semua berteriak gembira, Tuan Min dengan bangga mengatakan Namanya ada di atas dan mendapatkan tambahan 30.000 pengikut!
“Jadi, aku akan mentraktir kalian semua malam ini. Seperti biasanya, tidak ada kewajiban untuk datang. Aku akan menunggu kalian di restoran sushi pukul 7 malam.” Ucap Tuan Min, Semua berteriak gembira.


Ta Mi duduk berdua dengan Tuan Min direstoran. Tuan Min pikir Pasti hanya kita yang senang. Ta Mi mengaku hanya datang agar Tuan Min tidak sendirian. Tuan Min berterimakasih sudah bergabung dengannya dan berpikir ini kali pertama mereka minum.
“Aku berniat menanyakan beberapa hal. Apa yang biasanya kau lakukan seusai kerja?” tanya Tuan Min
“Aku berbaring di sofaku.” Ucap Ta Mi. Tuan Min tak percaya dan tak menduga Ta Mi seperti itu.
“Kau tampak seperti tipe orang yang aktif.” Kata Tuan Min. Ta Mi mengaku  mencurahkan segenap energinya di Barro sebelum pulang.
“Itu Harus kulakukan karena kau menggajiku tinggi.” Goda Ta Mi. Tuan Min mengaku senang mendengarnya.

Saat itu ponsel Ta Mi berdering dan telp dari Mo Gun, Ta Mi pun meminta izin agar bisa mengangkatnya. Mo Gun memberitahu kalau rapat di dekat sini dan bertanya Bisakah bertemu dengannya. Ta Mi binggung karena sekarang juga dan mengaku sedang menghadiri makan malam tim.
“Walaupun aku tidak yakin jika dua orang dianggap sebagai tim.” Ungkap Ta Mi binggung.
“Kau boleh mengundang siapa pun jika kau menginginkannya. Kita sudah memesan banyak.” Kata Tuan Min
“Maukah kau bergabung dengan kami? Aku bersama seseorang yang bisa bermanfaat bagimu di masa depan.” Bisik Ta Mi. Mo Gun pun setuju. 

Akhirnya Mo Gun datang duduk disamping Ta Mi, Ta Mi memperkenalkan Mo Gun sebagai  Dirut Millim Sound. Dan dikenal karena karyanya dalam lagu tema video game. Mo Gun pun memperkenalkan dirinya,  lalu mengaku menikmati video yang diunggah Tuan Min.
“Aku salah satu pengikut barumu.” Akui Mo Gun. Tuan Min dengan bahagia mengatakan Mo Gun itu teman onlinenya.
“Aku tidak akan memperkenalkan diri... Senang bertemu denganmu... Aku suka bertemu orang asing, jadi, aku memintanya mengundangmu. Kuharap tidak apa-apa.” Ucap Tuan Min
“ Tentu saja... Aku merasa terhormat hadir di sini.” Kata Mo Gun, merkea pun mulai minum.

Nyonya Jang duduk dengan wajah tegang dalam sebuah ruangan dengan beberapa orang didalamnya. Lalu seorang pria memberitahu kalau Presdien datang.  Presiden pun masuk ruangan langsung menyalami pada petinggi perusahaan lebih dulu. Nyonya Jang pun salah satunya.
Sementara di cafe, Tuan Min ingin tahu apakah mereka berdua bertemu di Unicon. Ta Mi menjawab Ya sementara Mo Gun menjawab Tidak.  Tuan Min binggung, akhirnya Ta Mi memegang paha Mo Gun agar ia yang bicara. Mo Gun mencari kesempatan memegang tangan Ta Mi. 
“Kami bisa menjadi rekan kerja di Unicon, tapi kemudian aku menerima tawaran di Barro. Tapi dia sangat handal sehingga aku memutuskan untuk tetap berhubungan. Aku berpikir... Dia akan bermanfaat di masa depan.” Ucap Ta Mi sedikit gugup karena Mo Gun memegang tanganya
Mo Gun tersenyum bahagia karena tanganya sekarang bisa memasuk kesela-sela jari Ta Mi. Saat itu pesan masuk ke dalam ponsel Tuan Min dan wajahnya terlihat serius. Ta Mi bertanya Apakah ada masalah di kantor.
Tuan Min mengaku Ada masalah karean Putranya yang  kuliah dan mengambil kartu kreditnya untuk minum-minum dan menghabiskan 50 dolar.
“Putra dari seorang pria kaya menghabiskan 50 dolar? Itu buruk.” Ucap Ta Mi kaget.
“Jika putramu sudah kuliah, berarti kau menikah dini.” Komenta Mo Gun. Tuan Min mengaku menikah pada usia rata-rata.
“Pada zamanku, pria lajang di atas 30 tahun dianggap bujangan tua. Sekarang ini, pernikahan adalah pilihan, tapi pada zamanku...  Omong-omong... Apakah kalian berdua berniat menikah?” tanya Tuan  Min.
Ta Mi menjawab tidak dan Mo Gun menjawab Ya, Tuan Min kaget dan begitupun keduanya ternyata berbeda pandangan. Tuan Min tak percaya kalau keduanya memiliki pendapat yang berbeda. Akhirnya Ta Mi melepaskan tangan Mo Gun yang mengenggamnya.
“Kalau begitu, Pak Park. Kenapa kau ingin menikah?” tanya Tuan Min. Ta Mi dengan gugup mendengarnya.
“Untuk waktu yang lama, impianku adalah membangun keluarga dengan orang yang kucintai dan hidup bahagia bersama.”jawab Mo Gun
“Itu sangat baik. Kalau begitu, kau harus bergegas. Tampaknya ini waktu yang tepat.” Ucap Tuan Min, Mo Gun membenarkan.
“Tapi aku tidak peduli kapan aku akan menikah.” Kata Mo Gun sambil menatap melihat Ta Mi. 
“Tammy, kenapa kau tidak ingin menikah?” tanya Tuan Min, Ta Mi mengaku hanya menyukai keadaannya saat ini.
“Aku tidak ingin melepaskan kebebasan menjadi lajang. Aku hampir tidak bisa memberi makan dan merawat diriku sendiri. Kenapa aku tidak pernah memikirkan itu?” ucap Ta Mi. Mo Gun pun terdiam mendengar jawaban Ta Mi. 




Nyonya Jang bertemu dengan Tuan Seo mengaku Ini kali pertama bertemu sejak Tuan Seo menjadi presiden merasa tak enak hati karena sudah terlambt tapi tetap mengucapkan selamat. Tuan Seo tahu kalau Nyonya Jang sedih karena ia yang memenangkan pemilu.
“Selama kampanye, Anda dengan berani menghapus kata kunci terkait affair Lee Wook Hyeon. Aku mengadakan persidangan agar Anda menjelaskan itu, tapi Anda malah membuat Joo Seung Tae ditahan. Bukan pemerintah yang mengendalikan Korea, melainkan Grup KU Anda.” Komentar Tuan Seo
“Aku layak diomeli lebih parah, Pak... Apa pun niatnya, hasilnya tetap sama. Aku tidak akan membuat alasan.” Kata Nyony Jang
“Lee Wook Hyeon memimpin partai oposisi, dan sekarang ini, mereka menentang semua tindakanku sehingga tidak ada yang bisa dibereskan. Pemilu sudah lama berakhir dan mereka masih meributkan hasilnya.”keluh Tuan Seo
“Astaga. Itu pasti membebani Anda. Apa yang harus dilakukan?” tanya Nyonya Jang.
“Anda sangat lugas... Perlihatkan sejumlah hasil langsung. Dirut Jang.” Kata Tuan Seo. 


Ta Mi melihat dilayar tabnya kalau Spanduk atas di laman utama untuk buku audio. Hyun membenarkan kalau  Mereka punya buku audio, tapi juga koleksi ceramah dari orang-orang terkenal, Ta Mi pikir Kenapa tidak bermitra dengan layanan ini
“Kita bisa membuat orang-orang tinggal lebih lama di situs kita.” Kata Ta Mi. Hyun pikir  Itu bukan ide yang buruk.
“Video adalah cara terbaik untuk membuat orang tetap daring.” Kata Hyun.
Saat keduanya akan naik lift, di lobby seorang pria terlihat sedang marah-marah pada petugas keamanan.
“Berapa kali harus kukatakan bahwa aku ingin bertemu Min Hong Ju? Dia pasti ada di lantai atas karena ini kantor pusat! Hei. Dirutmu menghancurkan keluargaku dan kalian masih beroperasi?” teriak Si pria. 


Akhirnya Ta Mi dkk melihat ke berita bagian "Barro View" dan terlihat seorang pria berdiri dengan wanita yang wajahnya diblur. Ta Mi bertanya apakah foto ini yang dimaksud.  Si pria  membenarkan kalau itu wajahnya dan Hyun melihat tulisan"Motel Tidak Berawak"
“Itu kau yang melakukan afair.” Ucap Hyun. Si pria tak bisa mengelak kalau memang melakukan afair.
“Adakah orang di sini yang berbicara secara informal padamu?” kata Hyun menahan emosi.
“Apakah penting aku bersikap informal dalam situasi ini?... Nona...  Karena foto itu, istriku menceraikan aku. Istriku menemukan foto itu dan aku akan kehilangan hak asuh anakku.” Ucap Si pria tak terima.
“Jenny, bukankah wajah disamarkan? Wajah orang lain disamarkan. Kenapa wajahnya tidak?” kata Ta Mi
“Untuk menghindari mengekspos wajah atau pelat kendaraan, Barro View menggunakan deteksi AI untuk mengindentifikasi itu. Itu dibiarkan karena perangkat lunak tidak melihatnya sebagai wajah frontal. Sederhananya, sudutnya aneh dan AI tidak melihatnya sebagai wajah manusia.” ucap Jennie
“Dalam kasus itu, kita samarkan secara manual saat menerima laporan. Hubungi Tim Layanan Peta sekarang dan samarkan kedua wajah mereka.” Kata Ta Mi. Jennie mengangguk mengerti.
“Apa gunanya menyamarkannya sekarang? Keluargaku sudah hancur. Apa hak kalian memajang kehidupan pribadiku di situs kalian? Berani-beraninya kalian! Aku tidak akan membiarkan ini. Jika kalian tidak mengganti rugi aku, maka aku akan menghubungi media dan menuntut kalian. Itu peringatanku.” Tegas si pria. Ta Mi dkk hanya bisa terdiam. 



Hyun mengeluh merasa tidak mengerti kenapa kita harus mengganti rugi pada pria itu apakah memang benar kesalahan mereka sampai keluarganya hancur. Ta Mi menjelaskan kalau Afair itu adalah privasinya, dan memang benar Barro mengeksposnya.
“Privasi? Bukankah itu tipe privasi yang harus diekspos, bukan dilindungi?” kata Hyun. Ta Mi menegaskan Itu ide yang berbahaya.
“Walaupun begitu, itulah pendapatku. Jika orang bersikeras menonton film porno balas dendam adalah privasi, menurutku privasi itu tidak perlu dihormati. Jika privasi seseorang menimbulkan korban lain, kenapa privasi itu harus dihormati?” kata Hyun
“Apa Maksudmu hanya tindakan pribadi yang bermoral yang harus dilindungi?” tanya Ta Mi
“Aku tidak bisa mengganti rugi seseorang karena melakukan tindakan seperti itu atas nama privasi.” Tegas Hyun
“Aku tidak setuju dengan pendapatmu, Scarlett, tapi aku juga menentang mengganti rugi dia. “ kata Ta Mi
“Dia mungkin akan benar-benar menuntut. Bukankah itu akan melukai citra Barro?” ucap Ah Ra khawatir.
“Aku setuju. Kita sedang populer dan itu bisa merusak keberhasilan kita. “ kata Bong Gi
“Layanan itu bisa dengan tidak sengaja melanggar privasi seseorang, tapi kita langsung mengambil tindakan. Aku tidak mau meninggalkan preseden mengganti rugi setelah itu.” Kata Ta Mi
“ Memikul tanggung jawab tertentu akan lebih baik untuk citra kita.” Ucap Jennie.
“ Ya, menurutku kita harus mengganti rugi dia.  Layanan pandangan jalan dibuat untuk kenyamanan dan kepentingan umum, tapi memang benar itu tidak bebas dari melanggar privasi seseorang.” Komentar Alex
“Adakah tempat di mana kita benar-benar bisa sendirian?” tanya Ta Mi. Hyun memberitahu kalau Tim Legal sudah menghubungi.
"Dalam sidang pidana, kemungkinan kita tidak akan didakwa. Dalam sidang perdata, kita bisa dituntut untuk memberi kompensasi, tapi kemungkinan kita harus membayar sangat kecil." Kata Ta Mi membaca pesan dari Tim hukum.
“Kita tidak dirugikan. Aku memahami dan menerima pendapat kalian bahwa kita harus mengganti rugi, tapi aku yang akan memutuskan kali ini sebagai ketua tim. Kita tidak akan menawarkan ganti rugi. Kita akan membiarkan dia menuntut.” Ucap Ta Mi. Semua anggota mengerti. 




Tuan Oh menghandiri ajang balapan mobil dan menyapa semua pembalap. Salah seorang pria menyapa Tuan Oh yang melakukan perjalanan panjang dan mengucapakan Terima kasih. Tuan Oh mengaku senang cuacanya bagus. Si pria menjilat berkomentar kalau semua karena Tuan Oh.
“Aku akan mengantar Anda ke Zona VIP.” Kata si pria. Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita.
“Balapan paling bagus ditonton di ruang terbuka. Daya tarik balapan langsung adalah suaranya.” Ucap Ga Kyung datang. Tuan Oh kaget melihat.
“Kau mengatakan itu.” Kata Ga Kyung langsung mengenggam tangan suaminya.
“Bukankah akan agak panas? Pak Seo Joon Sik ada di Zona VIP.” Ucap Si pria. Tuan Oh bertanya siapa itu.
“Putra bungsu Presiden Seo Myung Ho.” Kata si pria. Tuan Oh tahu dengan Seo Joon Sik itu.
“Berarti kita tidak perlu ke sana. Aku dan istriku akan menonton dari tribune.” Kata Tuan Oh. Si pegawai pun menunjukan jalan. Ga Kyung terus mengenggam tangan suaminya ingin memperlihatkan kemesraanya.
Bersambung ke Part 2

Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar: