Kamis, 30 Juni 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 Part 1

Soo Ho mencium Bo Nui, lalu bertanya apa harus seperti ini yang dilakukanya, lalu kembali mencium Bo Nui untuk menyakinkan rasa cintanya. Bo Nui sempat memejamkan matanya, lalu tiba-tiba mendorongnya, menurutnya tak bisa seperti ini. Soo Ho pikir tak jadi masalah. Bo Nui mengatakan menolaknya.
Bohong.... Pertama, Shim Bo Nui bilang tidak. Kedua, aku harus pergi tanpa menoleh ke belakang. Ketiga, tapi dia nangis. Jadi, kesimpulannya dia bohong seperti orang bodoh. Benar, kan?” ucap Soo Ho
Hatiku... menyuruhku datang tanpa kusadari. Meski berusaha kuhentikan, hatiku tak mau mendengarkanku. .” Ungkap Bo Nui, Soo Ho ingin memelukanya, tapi Bo Nui menolak menurutnya Cukup sampai di sini saja
Kenapa? Kau tak bisa menyembunyikan persaaanmu, mundur dan bahkan menangis, lalu kenapa? Kata Soo Ho dengan nada tinggi

Aku akan menyukaimu dengan caraku sendiri. Aku hanya akan menyukaimu lalu mengakhiri perasaanku.Aku bisa melakukanya.” Tegas Bo Nui  
“Kenapa Belum mulai sudah mau diakhiri?” keluh Soo Ho, Bo Nui mengucapkan terimakasih karena sudah menyukainya. Soo Ho melonggo binggung.
“Menurutmu, aku harus bagaimana? Kalau kau ingin aku membuktikan perasaanku, maka aku rela melakukan apapun. Kalau karena kau percaya takhyul,kita bisa ke peramal saja” ucap Soo Ho mencoba menyakinkan
Bo Nui merasa tak percaya Soo Ho mau melakukanya, Soo Ho menantang menyuruh Bo Nui mengatakan apa yang diinginkanya. Bo Nui meminta lupakan semua kejadian hari ini, tentang Pernyataan perasaannya, ciuman mereka dan semuanya, lalu pamit untuk bertemu besok di kantor. Soo Ho melotot kaget dan membiarkan Bo Nui pergi meninggalkanya. 

Soo Ho kembali ke rumah dengan wajah lesu lalu duduk di sofa bertanya-tanya  Apa susahnya, lalu menegakan duduknya berpikir mungkin memang susah untuk melakukanya.
Bo Nui berlari ke pinggir sungai Han, Soo Ho membawa sebuket bunga ditanganya, Di sana, ada kebahagiaan
Lalu Bo Nui pun berlari dan Soo Ho membentangkan tanganya lebar-lebar. Keduanya pun berpelukan, Soo Ho pun berputar-putar, terlihat wajah keduanya sangat bahagia.
Pernahkah kulari menuju kebahagiaanku sendiri? Begitu hangat, menenangkan,  aku merasa tenang dan bahagia.
Terdengar teriakan Tuan Goo, Bukan milikmu! Bo Nui pun terbangun dari tidurnya. Saat itu terdengar suara Tuan Goo Kebahagiaan itu bukan milikmu! dalam ruangan kamarnya. Bo Nui pun hanya bisa tertunduk diam dengan helaan nafasnya. 

Tuan Je sedang berbarin di bale ruang, karena merasa haus meminum langsung dari ceret. Tapi yang terjadi malah langsung memutahkanya, Nyonya Yang datang melihat suaminya, Tuan Je berteriak apa yang ada dalam ceret itu. Nyonya Yang menegaskan kalau itu Air garam.
Kau bahkan tak berhak minum air.” Ucap Nyonya Yang dengan sinis lalu berjalan pergi, Tuan Je terlihat binggung.
Tuan Je akan pergi, terdengar teriakan Nyonya Yang “Jangan lewati garis!” dibawah kakinya terlihat garis merah melintang. Tuan Je pun bertanya apa lagi yang dibuat oleh istrinya. Nyonya Yang dengan membawa gayung menegaskan bahwa suaminya bahkan tak berhak hidup dengannya dan memperingatkan untuk tak melewati garis.
Beberapa saat kemudian, Tuan Je sudah berganti pakaian lalu bertanya kemana sepatunya. Nyonya Yang sedang mencuci mengatakan suaminya tak berhak pakai sepatu. Tuan Je menyuruh istrinya itu hentikan saja, Nyonya Yang langsung melempar suaminya dengan sepatu.

Je Mul Po-ssi! Belum puas cari gara-gara dengan petugas kemanan dipagi hari buta? Lalu Kau bikin keributan di kedai langanan pegawaiuntuk mempermalukan Soo Ho?” teriak Nyonya Yang marah,
Tuan Je mengingat saat mengamuk di kedai Tuan Ahn berteriak “Aku ayahnya Je Soo Ho. Bukan kau!”  Nyonya Yang berteriak pada suaminya Hari ini bahkan tak berhak bernafas. Tuan Je berteriak istrinya juga bikin gosip apa mengenai dirinya dan pria si pemilik kedai itu.
Aku sudah muak dengan semua ini. Apa Kau tak punya batas?Tiap musim panas dia ke tempatku! Aku bernostalgia saat melihat Oppa saat masih 20 tahun, dan ingin tahu di usiaku saat ini.” ucap Nyonya Yang
Wow, pintar berdalih rupanya, Meskipun sudah berumur, kalian pria dan wanita, Antara kalian berdua bisa jadi ada apa-apa. Apa! Sekarang kau mau kabur dengan dia naik kereta?” teriak Tuan  Je menyindirnya. Nyonya Yang melotot bertanya sudah selesai
Benar, kan? Kau dan aku tak punya hak jadi orang tuanya Soo Ho. Kau bahkan tak tahu bocah itu kelelahan! Tapi Kau girang sekali bahkan Tak peduli, kau malah keluyuran kesana-kemari! Jangan pura-pura tak tahu.” Teriak Tuan Je lalu melangkah pergi, Nyonya Je pun hanya bisa berteriak memanggil suaminya dan melemparnya dengan gayung. 


[Rs. Universitas Seoul]
Perawat Lee membuat jendela kamar melihat kalau cuacanya cerah sekali, dengan matahari yang masuk menerangi ruangan. Lalu mengajak bicara Bo Ra apakh tidurnya nyenyak. Saat melihat Bo Ra matanya melotot kaget, melihat Bo Ra yang membuka matanya, terlihat seperti terus berkedip-kedip. 

Soo Ho masuk kantor dengan wajah melas, Ryang Ha berteriak memberikan selamat seperti seorang yang menang undian, lalu bertanya Tempatnya bagaimana, apakah Suasana dan steaknya enak. Soo Ho hanya diam saja dengan wajah melas. Ryang Ha yakin 100% di tempat seperti itu seorang wanita tak akan menolak. Soo Ho berhenti melangkah dengan tatapan kosong.
Kau mengacau kan? Benarkan?” ucap Ryang Ha melihat wajah temanya yang tak bergairah.
Kami tak ke sana.” Kata Soo Ho, Ryang Ha pikir temanya itu masih tertidur.
Tidak! Kami tak ke sana, Aku belum menyatakan secara resmi. Dan juga belum ditolak secara resmi. Mengerti?” tegas Soo Ho lalu menyuruh Ryang Ha untuk membereskan taburan di lantainya.
Dia ditolak bahkan ditolak mentah-mentah.” Ungkap Ryang Ha melihat temanya yang marah-marah. 

Soo Ho masuk ke dalam ruanganya, Bo Nui datang dengan wajah terengah-engah, mengatakan Ada yang ingin diberitahu. Soo Ho bertanya Bagaimana setelah memikirkannya semalaman, menurutnya Bo Nui itu bisa sadar kalau salah, dan memutuskan Tak akan mempermasalahnya karena ingin membiarkan saja.
Maafkan aku, aku tahu tak bisa begini, tapi...” kata Bo Nui, Soo Ho bertanya ada apa
Bisakah kau jadi jimatku lagi?” ucap Bo Nui, Soo Ho melotot kaget lalu bertanya apakah Bo Nui mendapatkan telepon dari rumah sakit?
Dia membuka matanya.... Bo Ra.” Kata Bo Nui, Soo Ho tersenyum mendengarnya. 

Keduanya akhirnya sudah sampai dirumah sakit. Bo Nui mengatakan Keserakahan seseorang sangat berbahaya dan pernah bilang sekali saja cukup,tapi sekarang  adikny membuka mata jadi ingin melihatnya. Setelah mendapatkan telp sadar kalau tak adil karena langsug memikirkan Soo Ho .
Sebelumnya pernah kukatakan, kapanpun kau ingin menemuinya, aku akan menemanimu.” Kata Soo Ho lalu mengulurkan tangan agar Bo Nui memegangnya. Bo Nui hanya diam menatapnya.
“Apa kau tak ingin masuk?” ucap Soo Ho, Bo Nui mengeluarkan segulung benang mengatakan lebih baik Hari ini mengunakan benang itu saja.
Merah adalah warna pengusir hantu dan kesialan. Kurasa akan bagus untuk kau dan Bo Ra.” Kata Bo Nui, Soo Ho tersenyum mendengar.
“Berikan padaku, Cukup diikatkan di kelingking, kan?” ucap Soo Ho 

Akhirnya kelingking Soo Ho di ikat dengan benang, begitu juga kelingking Bo Nui, seperti kekuatan yang tersalurkan dari benang. Bo Nui berbicara pada adiknya kalau kakaknya sudah datang, Bo Ra menjawab dengan kedipan mata.
Bo Nui pun memuji adiknya yang sudah berkembang dengan baik dan mengucapkan terimakasih. Soo Ho yang hanya berdiri tiba-tiba berdeham, Bo Nui pun memperkenalkan Soo Ho sebagai Presdir ditempatnya berkerja. Soo Ho melirik sinis karena hanya dianggap Presdir.
Kalau bukan karena beliau,aku tak akan bisa melihatmu. Aku sangat berterima kasih padanya. Kau harus Cepat sembuh , supaya bisa menyapanya.” Kata Bo Nui,
“Tunggu Sebentar,Kau salah memperkenalkanku.” Ucap Soo Ho lalu membungkukan badanya.

Halo.... Aku pria yang disukai kakakmu. Aku penasaran sekali. Apa kakakmu selalu frustasi Atau hanya beberapa hari ini saja frustasinya....”kata Soo Ho, Soo Ho meminta agar hentikan
Tidak... aku lagi bicara dengannya” kata Soo Ho lalu berjongkok didepan adik Bo Nui, mengeser kursi Bo Nui.
Demi menyelamatkanmu, kakakmu banyak menderita. Semua upaya yang tak terbayangkan oleh orang normal.... Tidak masuk akal. Jadi... segeralah bangun dari sini. Jadi kau bisa katakan pada kakakmu menggantikanku. "Berbahagialah. Kalau ada pria yang kau suka, sayangi dia setulus hati, kalau ingin memegang tangannya, cepatlah pegang." Kau harus Katakan begitu... demi aku. Yang pasti, jangan bosan ketemu denganku!” ucap Soo Ho, Bo Nui hanya melirik mendengar ucapan Soo Ho 


Soo Ho keluar dengan benang yang masih melingkar di jari kelingkingnya, Bo Nui ingin melepaskanya, Soo Ho meminta Bo Nui menyudahi saja, Jangan bersikeras, menyerahlah dan datanglah padanya. Bo Nui ingin bicara tapi Soo Ho lebih dulu menyelanya.
Pikirkan lagi. Setelah kita berciuman, Bo Ra membuka matanya. Bukankah itu sinyal baik? Bo Nui, kau suka sekali takhyul.” Kata Soo Ho, Bo Nui membalas Soo Ho tak mempercayainya.
Memang.... Tapi aku mengerti. Meskipun tak masuk akal jadi aku mengerti kau butuh sesuatu untuk bisa diandalkan. Aku... perlahan mulai seperti itu.” Kata Soo Ho lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celanaya.

Saat masih muda, pelajaran Matematika begitu membosankan Aku sudah tahu jawabannya, tapi harus menunggu anak lain menyelesaikannya. Bo Nui, kau juga butuh waktu, kan?” kata Soo Ho dengan memegang kembali kalun berbandul macan, lalu mendekati Bo Nui menaruh ditangannya.
“Apa Kau tahu? Tak peduli berapa lama, jawabannya sudah dipilih. Bo Nui, kalau jawaban hatimu sudah kau temukan. Maka Datanglah padaku... sendiri atas keinginanmu sendiri.” Ucap Soo Ho lalu mengajaknya pergi, Bo Nui pun membiarkan jarinya di tarik kembali oleh Soo Ho yang berjalan didepanya. 


Sul Hee datang ke salon, si pegawai bertanya apakah Sul Hee tak menyesal dan mau dipotong. Sul Hee terdiam sejenak mengingat saat Soo Ho mengakui menyukai Bo Nui, lalu saat naik MPV, Soo Ho terlihat bahagia berboncengan dengan Bo Nui.
Kalau dipotong, aku masih cantik, kan?” ucap Sul Hee memastikan
Wajah kau tirus, jadi potongan model apa saja pasti cocok.” Ucap pegawai salon.
Sul Hee pun memutuskan untuk memotongnya, Ponselnya berdering Gary menelp. Gary bertanya pilih berlian atau zambrud. Sul Hee binggung. 

Akhirnya Sul Hee datang ke toko perhiasan lalu bertanya apakah Gary sedang memilih cincin. Gun Wook pikir Berlian mungkin berlebihan tapi Zamrud terlalu biasa meskipun itu batu itu tanda kelahiran Bo Nui. Sul Hee panik tak menyangka Gun Wook itu ingin melamarnya.
Selama ini, banyak yang menyatakan perasaannya padaku, tapi tak kutanggapi. Kalau dipikir-pikir, pernyataan perasaanku terlalu tergesa-gesa. Harusnya kulakukan dengan baik. Benar, kan?” kata Gun Wook, Sul Hee pun mengajak Gun Wook untuk keluar sebentar. 

Sul Hee mengingatkan 3 minggu lagi akan pergi dan bertanya apa sebenarnya yang akan dilakukan Gun Wook sekarang. Gun Wook membalas kalau Sul Hee juga melakukan hal yang sama, lalu bertanya dengan Sul Hee apakah berjalan dengan lancar.
Saat ini dia menoleh ke arah lain Tapi secepatnya akan kembali padaku.” Kata Sul Hee yakin
Kau sangat percaya diri, Amy.” Komentar Gun Wook
Selain percaya diri, aku tak punya hal lain. Lalu Kau serius dengan Bo Nui, kan?” ucap Sul Hee
Pasti. Ini pertama kali nya aku beli cincin.”kata Gun Wook
“Semoga berhasil. Aku tak suka kalah, kau tahu itu, kan? Kau mau pake strategi atau taktik apapun, maka aku akan mendukungmu. Jadi, kau harus menang, oke?” kata Sul Hee.
Sudah kuduga Amy, apapun yang terjadi kau akan dipihakku. Jadi Lebih bagus mana? Apa menurutmu Berlian terlalu berlebihkan ?” ucap Gun Wook, Sul Hee pikir tak ada wanita yang tak suka berlian dan akan membantu memilihnya. 

Tuan Ahn membawakan pesanan ayam goreng ke kantor Zeze. Ji Hoon langsung mengencatnya dan memastikan kalau Tuan Ahn sebagai Pembeli pertama smartwatch yang dilaunching minggu lalu, dan saat  Saat itu, Presdir  dari Coconut memberi salam padanya. Semua menjerit kaget mengetahui, Tuan Ahn yang bersalaman dengan Presdir Coconut. Tuan Ahn hanya tersenyum saja.
#1 (Young Il) Chicken... Kupikir Anda sengaja menamainya begitu karena dekat dengan perusahaan IT, ternyata aku salah! "Programmer game Genius generasi pertama, Ahn Young Il." Ini... ini, Anda, kan?” ucap Ji Hoon memperlihatkan berita yang tentan tuan Ahn.
Bo Nui dan Soo Ho baru saja datang ikut mendengar dari depan pintu, Dae Kwon melihat tak percaya ternyata Tuan Ahn adalah orang yang jenius. Tuan Ahn merendah kalau itu foto lama... 20 tahun lalu,jadi tak perlu dibesar-besarkan. Tuan Ahn baru menyadari kalau Soo Ho dan Bo Nui baru datang.
Soo Ho mengatakan mau menemuinya, Tuan Ahn pikir tak perlu dan langsung memberikan sekotak ayam memilih untuk pergi. Hyun Bin menahanya dan meminta waktunya sebentar. 

Program komputer diperlihatkan, Hyun Bin menceritakan tak bisa menemukannya. Tuan Ahn mencoba mengetik pada keyboard, Dae Kwon dkk melihatnya sambi makan ayam goreng, Bo Nui dan Soo Ho terlihat serius melihat Tuan Ahn yang mengutak ngatik komputer.
Parameter Interface-nya agak aneh... Coba periksa parameter XML-nya. Presdir pasti lebih tahu.” Ucap Tuan Ahn, Soo Ho tersenyum melihatnya. Hyun Bin tak percaya melihatnya. 

Di cafe kopi
Ryang Ha sengaja menguping dari balik bantal kucing,  Soo Ho memberikan amplop berisi uang berharap cukup untuk biaya kerusakan. Tuan Ahn menolak menurutnya tak perlu karena tak  membeli barang baru dengan tim Zeze sering datang ke kedai, itu sudah cukup.
“Mmm.... bagaimana Anda bisa kenal Ibuku?” tanya Soo Ho penasaran
Saat masih kuliah, tiap tahun aku jadi sukarelawan. Aku memberi les komputer dan memperbaiki apapun, Saat itulah aku bertemu dengannya. Tapi kami bertemu lagi di sini. Hee Ae selalu menyukai... Oh... maksudku Ibumu...” kata cerita Tuan Ahn sedikit gugup.
Terus kenapa Ayahku memperlakukanmu seperti itu ?” kata Soo Ho. Tuan Ahn juga tak tahu, Soo Ho akhirnya kembali meminta maaf.
Kalau kau terus minta maaf, maka aku yang tak nyaman, tak berani menatap wajahmu! Mungkin kau tak tahu, tapi sudah lama aku jadi penggemarmu. Saat melihatnya merilis game 7 tahun lalu, aku tersentuh sekali! Sejak saat itu, setiap kau demo game baru, aku pasti lihat. Seperti fangirl!” cerita Tuan Ahn penuh semangat.
Dari yang kulihat, kau masih hebat! Kenapa kau buka kedai ayam?” tanya Soo Ho heran
Saat seusiamu, itu puncak karirku. apapun yang kusentuh, sukses besar dan orang yang mau mendanaiku pada antri. Game yang kukembangkan selalu dapat respon yang bagus, aku hanya kerja, seperti orang gila! Saat aku menyadarinya, ternyata aku merasa kesepian.” Ungkap Tuan Ahn, Ryang Ha terus mendengar dari balik bantal.
Yah memang apa lagi yang kuharapkan? Mana ada istri yang tahan hanya melihat punggung suaminya? Dulu tak semestinya kurelakan dia. Presdir Je, kau jangan sepertiku. Sebelum kau kehilangan yang paling berharga, kau harus Genggam erat-erat!!” pesan Tuan Ahn

Soo Ho hanya menatap datar, Tuan Ahn sadar kalau ia ngelantur menurutnya Soo Ho pasti jauh lebih baik darinya.  Soo Ho mengatakan Tuan Ahn adalah yang pertama, yaitu Orang dewasa pertama yang cerita hal seperti itu padanya.
Tuan Ahn pikir karena Soo Ho adalah anak dari temnya jadi terlihat berlebihan meminta untuk melupakan yang dikatakan tadi lalu berdiri. Soo Ho pun berjanji akan mengunjunginya nanti. Dengan Bo Nui, akan mampir makan ayam. Tuan Ahn pun menyuruh untuk Makanlah sepuasnya nanti dan mengucapkan terimakasih atas minumnya setelah itu pergi. 

Ryang Ha mengoda kalau Soo Ho mau makan ayam sama Bo Nui, lalu menurunkan bonekanya lalu tertawa mengejek. Ponsel Soo Ho berdering melihat dari ibunya, memilih untuk merejectnya.  Soo Ho bertanya apa yag dilakukan temanya itu.
Ditolak pertama kali memang wajar kalau belum sadar.” Ejek Ryang Ha, Soo Ho akhirnya memukul boneka, suara Ryang Ha berbicara "Shim Bo Nui, I love you!" Soo Ho kembali memukul kembali berbicara "I love you Shim Bo Nui! I love you!” akhirnya Soo Ho memilih untuk melempar bonekanya. 

Nyonya Yang melihat foto Soo Ho saat masih kecil lalu berbicara kalau anaknya itu pasti merasa lelah, lalu meminta Yang perlu dilakukan adalah menjawab semua pertanyaan yang diketahui anaknya, lalu dengan helaan nafas meminta anaknya tersenyum karena orang bilang senyum membawa keberuntungan.

Bo Nui  berada di toilet melihat kalung macan yang diberikan Soo Ho dengan mengingat perkataanya, “Apa Kau tahu? Mau berapa lama jawabannya sudah dipilih. Bo Nui, kalau jawaban hatimu sudah kau temukan. Datanglah padaku... sendiri atas keinginanmu sendiri. Lalu mencoba memakai pada lehernya.
Sul Hee masuk toilet, Bo Nui buru-buru menyembunyikan kalungnya, lalu melihat model rambut Sul Hee yang berbeda dan memujinya cantik. Sul Hee tak percaya dan mengungkapkan penasaran apakah Soo Ho akan menyukainya, Bo Nui binggung medengarnya
“Astaga.... aku keceplosan... belakangan ini yang kupikirkan hanya Soo Ho, makanya nyerocos begini. Banyak orang bilang kau tak bisa menyembunyikan perasaanmu. Dan Soo Ho di kantornya, kan?” kata Sul Hee sengaja membuat Bo Nui cemburu lalu keluar dari toilet. Bo Nui pun hanya diam dengan menghela nafas panjang.  

Sul Hee melihat games yang terlihat nyata dari kacamatanya, terlihat sedang berada di club, setelah itu melepaskan dan berkomentar sangta Mengesankan, menurutnya Zeze Factory memang handal. Bo Nui pun  akan siapkan versi beta untuk ini.
Di scene pesta tambahkan beberapa wanita. Gary Choi sepertinya playboy. Aku tahu kalau dia sering jatuh di lapangan. Kakinya Gary memang cepat dan jangan  sampai lututnya menyentuh lapangan. Aku mengharapkan skenarionya lebih baik dari ini. Tapi aku bertanya-tanya kenapa bisa ternyata kau cuman tahu sedikit tentang Gary? Coba cari tahu lebih banyak lagi.” Ucap Sul Hee menyindir
Atletmu itu bilang oke dengan skenario ini.” komentar Dal Nim membela
Apa pun yang dikatakan Bo Nui, maka dia akan bilang iya.” Ucap Sul Hee
Tolong katakan, bagian mana yang perlu kutambahkan.” Kata Bo Nui, Sul Hee mengatakan  Akan dilihat dulu dari awal. Dal Nim terlihat sinis melihat Sul Hee. 

Dal Nim menarik Bo Nui keluar lalu bertanya apa yang dilakukan pada  Sul Hee. Bo Nui binggung menurutnya mereka selalu dapat feedback dari klien. Dal Nim melihat Sul Hee itu pilih-pilih pada hal kecil sekalipun, dan merasa lagi mengerjainya.
“Kalau Gary kau tolak, bagimana jika dia yang balas dendam?” ucap Dal Nim, Soo Ho yang sedang lewat mendengarnya terlihat tersenyum mendengarnya.
“Tidak mungkin, Kau ini kenapa berpikir seperti itu, Tempo hari juga begitu. Dia orangnya teliti, itu saja! Nanti takutnya bisa jadi bumerang bagimu” kata Bo Nui,

“Apa ada Banyak yang perlu ditambahkan?” tanya Soo Ho yang tiba-tiba datang, Bo Nui mengatakan tak ada adan akan menyelesaikan hari ini.
Akan kami selesaikan dengan baik jadi Tak perlu khawatir.” Ucap Bo Nui dengan gaya seorang wanita sinis lalu mengajak Bo Nui untuk pergi.
Bo Nui pun berjalan tapi Soo Ho malah berjalan mundur dengan menatapnya, Bo Nui tertunduk kebinggungan menyuruhnya Berbalik karena  kalau jalan harus lihat depan. Soo Ho pun berbalik, tapi tiba-tiba berada disamping Bo Nui berbisik memuji bangga padanya lalu berjalan pergi. Bo Nui menatapnya dengan wajah melonggo kebinggungan. 

Gun Wook pulang belanja mengeluarkan 3 jenis wine diatas meja, lalu menyalakan musik dari speaker di depan kamarnya, dan memilih lagu Bruno Marz –lazy time. Setelah itu melihat kotak cincin yang sudah dipilih oleh Sul Hee untuk diberikan pada Bo Nui.
Bo Nui sedang berkerja, Pesan Gun Wook masuk “ Kau Makan malam di rumahku yah, Aku akan masak yang enak. Bo Nui membalas “tak bisa. aku harus kerja.Lalu kembali berkerja.
Gun Wook akhirnya menelp memberitahu kalau  tak akan menggigit jadi meminta agar tak menghindar. Bo Nui menjelaskan bukan itu maksudnya,Gun Wook mengatakan akan tetap menunggu dan tak makan sampai Bo Nui datang. Bo Nui menegaskan tak bisa datang jadi meminta agar Gun Wook makan saja sendiri lalu buru-buru menutup telp karena Soo Ho keluar ruangan. 

Bo Nui menyapa Soo Ho apakah sudah mau pulang, Soo Ho malah balik bertanya apakah Jawabannya masih belum. Bo Nui hanya diam, Soo Ho mengungkit merasa tak mengerti padahal jawabnya mudah tapi Bo Nui malah lama sekali menjawabnya.
Yes atau no, yes, Jawaban kau menyuakaiku, adalah yes. "0 atau 1", iya. "Semua atau tidak", yes! Harusnya selalu yes...” kata Soo Ho yakin
“Aku sudah katakan padamu sebelumnya, Jawabannya no...” kata Bo Nui
Deng! Kau salah... Baiklah... akan kutunggu.” Ucap Soo Ho bisa mengerti lalu keluar dari ruangan. 


Soo Ho pergi ke parkiran dikagetkan dengan Sul Hee yang mengeluh karena melihatnya mendesah, lalu memberitahu itu sepeda miliknya. Sul Hee pikir sudah tahu karena tak mungkin bisa lupa. Dengan gaya mengoda memberitahu sengaja menunggunya Karena ingin bertemu dengannya.
Hari ini kenapa kau tak ikut meeting? Padahal aku Sudah dandan cantik begini, kupikir akan bertemu denganmu” kata Sul Hee
Yang bertanggung jawab atas proyek itu sudah ada. Lalu apa ada hal lain yang perlu kuketahui?” ucap Soo Ho sinis
Sul Hee mengatakan ada bahkan Sangat serius. Soo Ho bertanya apa itu. Sul Hee mengaku sangat lapar jadi minta ditraktir. Soo Ho hanya bisa menghela nafas mendengarnya. 

Akhirnya keduanya makan di restoran Sushi, Soo Ho memakan dengan lahap lalu mengingat kembali saat makan dengan Bo Nui mengatakan  ada yang bisa dimakan, lalu mengoda Bo Nui pasti senang kalau baik-baik saja, Bo Nui pun menyangkalnya. Soo Ho tersenyum mengingatnya. Sul Hee melihat Soo Ho tersenyum jadi ikut tersenyum.
Kau pasti ingat, kan? Di ultah ke-18 mu, kau memaksakan diri makan sushi yang kubawa, sampai akhirnya kau muntahkan semua.” Cerita Sul Hee, Soo Ho seperti tak mengingatnya.
Saat itu pertama kalinya kau cerita mengenai Ayahmu.” Kata Sul Hee mengingatnya, Soo Ho pun mengingat hari itu lalu memanggil pelayan untuk memesan sushi untuk dibawa pulang.
Je Soo Ho! Apa Kau lupa? Kenapa? Selama ini kau yang selalu ingat. Hari itu... pertama kalinya kau tunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Hari itu aku jadi orang spesial bagimu, untuk pertama kalinya! Aku... aku cerita hari itu, tapi kau....” ucap Sul Hee menatapnya lalu Soo Ho memegang tanganya dan memanggilnya Amy, tapi ternyata semua hanya khayalan Sul Hee saja.

Sul Hee bertanya Kenapa dibawa pulang, Apa mau dikasih ke Ryang Ha. Soo Ho menjawab itu untuk Bo Nui karena lembur sampai malam jadi harus makan. Sul Hee berkomentar kalau Soo Ho, banyak berubah karena bisa mengingat makan untuk stafnya. Soo Ho pikir sudah mengatakan kalau menyukai Bo Nui bukan sebagai staf.
Pasti karena penasaran. Dia aneh dan Kau tertarik padanya karena dia unik. Memangnya aku tak tahu kau? Kau pernah tak tidur 3 hari 4 malam karena tak bisa menyelesaikan soal, itu sama saja.” Ucap Sul Hee
Kenapa kau mau jadi temanku? Meskipun aku sudah bilang tak mau, kau terus saja datang.” Kata Soo Ho

Sul Hee pikir sudah bilang semuanya kalau ia merasa penasaran. ingin tahu siapa anak jenius itu Dan seperti anak itik di tempat asing, meringkuk ketakutan jadi Mana mungkin meninggalkanya sendirian. Soo Ho bertanya apakah itu cinta. Sul Hee malah bertanya balik Soo Ho itu ingin  memastikan atau bertanya
Tidak... kupikir kau tahu, Shim Bo Nui suka padaku. Aku tak bisa meninggalkannya sendiri, Berharap dia tak menanngis. Berharap dia tak sakit dan tak ingin dia tak bahagia. Aku... ingin membuat semua mungkin baginya.” Ungkap Soo Ho, Sul Hee menatapnya dengan mata berkaca-kaca
Akhirnya keduanya selesai makan, Soo Ho pun pamit pergi dengan membawa makanan, Sul Hee hanya bisa menatapnya karena usahanya ternyata tak berhasil menjauhkan Soo Ho dari Bo Nui. 
bersambung ke  part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar