Rabu, 08 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 12 Part 1

Hae Young berbaring  dengan memejamkan matanya ditempat tidur seperti mahluk tak bernyawa, ibunya membuka kamar melihat anaknya yang terlihat tertidur, lalu bertanya apakah anaknya sakit, kalau sakit maka ia akan membawakan obat. Hae Young hanya diam saja.
Ibunya mencuci piring, Hae Young keluar kamar mencari sesuatu di dalam lemari es, seperti tak menemukan sesuatu akhirnya mengambil minuman alkohol dalam toples lalu masuk ke kamar, ibunya berteriak kalau masih pagi. Ayahnya hanya menatap kebingungan, tanpa bisa berkata-kata.
Di dalam kamar, Hae Young mengambil minuman dengan sendok sayur dan meminumnya dengan mangkuk. Ibunya duduk diruangan tengah dengan tatapan kosong merasa anaknya itu kembali gila tapi tak tahu alasanya sekarang. 

[Episode 12 - Aku Harap Kau Menderita Setelah Meninggalkanku]

Tiga pria termasuk Park Hoon masing-masing memegang mic, di sebuah area pesawat pribadi sebuah mobil melaju sangat kencang dan membuat drift dengan bunyi ban yang berbunyi. Di dalam mobil pria muda terlihat ketakutan disamping pria yang mengendarai mobil dengan kencang dan membuat drift berputar-putar.
Do Kyung mengunakan earphonenya, berbicara pada walkie talkie agar Saat drifting, buat suara yang lebih liar.  Pria muda yang didalam mobil mengerti lalu memberitahu pada pria yang menyetir mobil. Akhirnya mobil lebih kencang berputar membuat drift, si pria muda makin ketakutan berpegangan di mobil.
Park Hoon memanggil, Ki Tae, si pria berkumis, membahas tentang kakaknya yang akhirnya ini bersedih. Lalu ia menyuruh Ki Tae untuk membuat lelucon klise yang bisa membuatnya tertawa. Ki Tae pun meminta memberikan walkie talkienya.


Presdir, disini Ki Tae kau bisa dengarkan ?” ucap Ki Tae, Do Kyung menyuruh Ki Tae untuk bicara.
Kemarin, aku memberi makan anjingku banyak sekali,Tapi, apa kau tahu yang terjadi padanya?” ucap Ki Tae memberikan waktu tiga detik agar Do Kyung menjawabnya.
Dia jadi ... gendut !” kata Ki Tae, Park Hoon dan pria tambun menahan tawa mendengarnya, tapi Do Kyung tak bergeming menyuruh mereka kembali berkerja saja.
Mulai sekarang jangan suruh aku begini lagi.  Lelucon harus diceritakan pada orang yang punya perasaan.  Aku malu sekali.” Jerit Ki Tae kesal
Tidak, Hyung sedang tertawa Tapi nanti belakangan.  Dia sedang terbahak-bahak di dalam hati, Coba sedikit lagi.” Kata Park Hoon lalu memberikan pada Sang Suk.
Presdir. Disini Sang Suk... Apa nama ramyeon paling enak di dunia ?” ucap si Pria tambun, Do Kyung menyuruh mereka Berhenti bercanda.
Ramyeon dengan Presdir ! Ramyeon bersama Presdir ! Aku akan bersamamu sampai akhir dunia ! Semangat !” ucap Sang Suk penuh semangat, Park Hoon sampai terjungkal tak bisa menahan tawanya.
Do Kyung tetap saja diam menyuruh mereka berhenti lalu menyiram jalan dengan air. Sang Suk pun mengerti dengan wajah lemas karena tak  berhasil. Ketiganya mengikuti putaran mobil yang membuat drif diatas jalannya yang basah, matahari terlihat mulai terbit. 


Hae Young bisa tertidur dengan posisi tengkurap dan toples minumnya hampir habis, tiba-tiba ia terbangun dengan terkejut dan matanya setengah terbuka, lalu ia menyalakan radio dengan mendengarkan lagu rock membuatnya seperti sedang memaikan gitar dan mengibaskan rambutnya. Ia menganti saluran dan mulai menari lagu tradisional korea, beberapa saat kemudian berubah jadi girl band.
Akhirnya ia kelelahan menganti saluran lain, siaran radio dengan suara penyiar wanita, memberitahu  siaran kali ini akan menyelesaikan semua rasa frustasinya, jadi meminta telp untuk orang-orang yang sedang frustasi.
Meskipun Confusius dan Mencius, menikmati hidup mereka di dunia lain , Ayo lekas bangun dan dengarkan kalimat bijak dari orang yang satu ini.  Ia adalah seseorang yang dapat mengatasi frustasimu.  Yang terbijak dari semua orang bijak.  Jika kalian ingin mendapat konsultasi dari Lee Byung Joon, segera hubungi kami.” Ucap Penyiar wanita

Jin Sang sambil mengisap permen lolipop menyetir mobilnya, Hae Young menelp dengan sengaja menyamarkan suaranya dengan menutup hidungnya, sambil berbaring. Shin Young mulai menyapa Hae Young yang menelp, Hae Young tertawa tak percaya ternyata bisa langsung tersambung meminta agar suaranya disamarkan. Shin Young memberitahu sudah disamarkan jadi tak perlu memencet hidungnya.
“Aku ingin tetap anonim.  Jangan berusaha mengungkap namaku dengan alasan ingin memberiku kado dll.” Ucap Hae Young, Si penyiar Shin Young mengerti lalu bertanya apa masalahnya.
Ya, saat aku SMA, ada gadis yang punya nama sama denganku. Dia, sangat hebat ... Bukannya aku tidak hebat ... Tapi dia luar biasa hebat. Aku jadi sering dibandingkan dengannya dan sering di aniaya karena dia.  Banyak sekali hal yang terjadi.  Pokoknya, hidupku menderita karena dia. “ cerita Hae Young, Jin Sang yang mendengarkan siaran radio terlihat curiga mendengar cerita dari radio.
Tapi ...Aku ... Lelaki yang aku suka ... dulu adalah mantan tunangan gadis itu dan batal menikah. Dia ingin membalas dendam pada gadis itu...  tapi dia tidak sengaja, malah merusak hidupku.  Aku, tanpa tahu semua ini ...” cerita Hae Young sambil menangis.
Penyiar Shin Young memanggil Hae Young karena merasakan suaranya menghilang, meminta agar mengulangi ceritanya dengan jelas. Hae Young dengan berbaring bercerita sambil menangis.
Jadi ceritanya ... Karena orang itu, tidak bisa melupakan hubungan mereka ...  Ia merusak pernikahanku, karena dia pikir itu pernikahan gadis itu.” Cerita Hae Young, Jin Sang melonggo karena cerita mirip dengan Do Kyung.
Tunggu. Tahan sebentara... Lalu, bagaimana dia bisa salah mengira pernikahanmu adalah pernikahan gadis itu ?” tanya penyiar Shin Young
Nama gadis itu dan aku sama ! Kami punya nama yang sama, Jadi lelaki itu pikir gadis itu yang akan menikah  dan malah merusak pernikahanku ! .” Ucap Hae Young sedikit menjerit
Jin Sang yang medengarnya merasakan tubuhnya mulai merinding merasakan kalau itu pasti cerita Hae Young. Hae Young menceritakan tanpa tahu semua masalahnya, jatuh cinta pada lelaki ini. Shin Young seperti belum mengerti, dengan bertanya apakah Hae Young tidak tahu kalau dia musuhnya dan jatuh cinta padanya. Tuan Lee menyambar langsung menanyakan alasannya.
Aku tidak tahu harus bagaimana. Disatu sisi, aku ingin membunuhnya karena marah. Di sisi lain ... “ ucap Hae Young terhenti

Tidur saja.... Jangan sedih dan murung. Jangan pergi ke kencan buta tak berguna, lebih baik tidur saja. Saat kau bangun tidur, maka kau akan lapar.  Lalu makan.Kemudian tidur lagi.  Saat bangun lagi, maka kau lapar lagi. Makan saja lagi.” Kata Tuan Lee memberikan saran
“Tuan.... Aku mengumpulkan keberanian, bukan demi nasihat seperti ini.” ucap Hae young, Tuan Lee menyuruh Hae Yung terlahir kembali saja.
“Apa Kau kira itu masuk akal ?!!  Maksudmu, sekarang hidupku berantakan jadi aku lebih baik mati dan lahir kembali ?!!” teriak Hae Young terbangun dari tempat tidurnya. Penyiar mencoba menenangkan Hae Young kalau itu bukan maksud ucapanya.
Apa susahnya lahir kembali ? Kalau kau melepas masa lalumu, kau bisa lahir kembali. Apa kau pernah lihat anak bayi punya kenangan ? Dalam pikiranmu "Aku mengalami hal seperti ini. Maka aku orang seperti ini." Kalau kau lepaskan pemikiran seperti itu,  maka kau akan lahir kembali.” Ucap Tuan Lee
“Apa Kau kira itu mudah ?  Mana bisa aku pura-pura ini tidak pernah terjadi ? Kau dengan mudah mengatakan "Nah, ayo hapus masa lalumu.  Buang semua ingatanmu. Selesai. " Apa itu akan menghilang ?!” jerit Hae Young kesal
Kalau kau ingin menderita, maka terus saja hidup di masa lalu. Itu pilihanmu.  Hidup memang seperti itu.  Siapa yang dapat menahan orang yang ingin hidup menderita ?” kata Tuan Lee

Hae Young merasa Tuan Lee itu memang kejam sekali, menurutnya seharusnya  memberinya nasihat yang realistis, karena tak tahu sangat menderita dengan keadaanya sekarang. Ia pikir kalau bisa melakukanya makan rasanya ingin membunuh orang itu dan Oh Hae Young. PD diruang kontrol memberikan lambaian tangannya.
Jin Sang menyetir mobil seperti tersedak karena nama Oh Hae Young terdengar lalu meminggirkan mobilnya. Shin Young memberitahu kalau sebelumnya ingin dikenal sebagai anonim, Hae Young membenarkan karena yang disebutkan bukan namanya, Shin Young mengulang kalau sebelumnya mengatakan kalau nama kalian itu sama.
Tangan Hae Young lemas, ponselnya jatuh matanya melotot dan terlihat sangat shock. Jin Sang mengumpat kalau Hae Young itu sudah gila, terdengar suara tertawa mengejek dari seluruh seoul yang mendengarkan siaran. Telp Hae Young pun terputus
Astaga. Di dunia ini ada banyak orang bernama Oh Hae Young. Namamu, tidak berarti apa-apa.  Namaku, Lee Byung Joo, bukan masalah. Jadi  Apa masalahnya ? Oh Hae Young ssi, Aku dengar margamu "Oh" Namamu tidak berarti apa-apa.  Oh Hae Young yang lain juga bukan masalah.  Nama DJ kita Shin Young, bukan apa-apa.” Ucap Tuan Lee, Shin Young mengingatkan Tuan Lee kalau menyebut namanya berkali-kali padahal si penelp ingin tetap anonim.
Ibu Hae Young yang mendengar siaran radio langsung terdiam. Tuan Lee pun mengerti dengan teguran Shin Young, dengan menyebutnya “Anonim Oh Hae Young.” Shin Young menegurnya karena kembali menyebut  Oh Hae Young lagi. 

Hee Ran sedang ada di cafe, menelp temanya memberitahu kalau semua teman sekolahnya sedang membahas Hae Young, lalu menyuruhnya untuk cepat keluar dari ruang chatting dan jangan lihat apapun bahkan langsung menghapusnya dan mematikan ponselnya.
“Kau Bisa berhenti tidak ?! Apa kalian tidak bisa melupakannya ? Kalau kalian, masih terus menelpon Hae Young , Aku tidak akan tinggal diam !” teriak Hee Ran menerima telp dari temanya.
Hae Young terlihat sangat pucat, membiarkan dirinya berada dibawah pancuran, membasahi semua tubuhnya dengan pakaian lengkap dan juga sandal. 
Ibu Hae Young menerima telp dari adik iparnya, yang membahas tentang alasan Hae Young batal menikah karena masalah itu. Ibu Hae Young langsung menutup telpnya sambil membanting ponselnya. 

Bibi Hae Young tiba-tiba sudah ada didepan rumah mengetuk pintu memanggil kakak iparnya, Ibu Hae Young membuka pintu dengan tatapan marah.
Apa Hae Young tidak punya harga diri ? Kenapa malah suka lelaki itu ? Apa Dia gila ?” ucap Bibi Hae Young nyeroco
Karena dia tidak tahu makanya menyukai pria itu!” teriak Ibu Hae Young lalu menutup kembali pintunya, Bibi Hae Young benar-benar tak percaya. 

Tiga pria dikantor Hae Young duduk bersama dengan tertawa terbahak-bahak, Salah satu pria menceritakan awalnya Hae Young meminta suaranya disamarkan dan namanya anonym tapi dia sendiri yang membuka namanya, ia yakin Hae Young pasti malu sekali, bertanya-tanya bagaimana nanti kalau datang ke kantor.
“Suara ini sudah tersebar seharian sebagai rekaman terlucu saat ini ! Waktu aku bilang dia sekantor denganku, banyak yang ingin melihat wajahnya !” cerita si pria mengulang kembali siaran Hae Young.
Jadi itu sebabnya, kenapa hari itu Wakil Oh memukul Ketua Tim.  Saat itu dia tahu, kalau pernikahannya berantakan karena Ketua Tim Oh.” Kata si pria dengan rambut belah pinggir.
Benar. Tapi dia terus mengaku  "Aku yang batalkan, aku yang batalkan!"” kata si pria lain mengejek.

Sung Jin datang dengan melempar map menyuruh ketiga untuk untuk berhenti bicara, ketiganya langsung berdiri sambil bertunduk. Sung Jin menyindir apakah menyenangkan. Pria di paling kanan mengatakan kalau ini seru. Sung Jin menyadarkan ketiganya kalau keadaan ini terjadi pada adik perempuanya, lalu bertanya apakah itu masih lucu.
Iya, kalian membela anggota tim kalian kan? Maaf.  Aah, dia membuatku seperti orang jahat. “ ucap si pria paling kanan.
Kalian memang jahat dengan perkataan kalian ! Bayangkan kalau pernikahan adik perempuan kalian berantakan karena orang asing.  Bagaimana rasanya ? Apa kalian masih bicara begini ?” teriak Sung Jin
Sudahlah, hentikan.  Buat apa diperpanjang ? Apa kalian teman sekantornya ?” teriak dua wanita, ketiganya pun meminta maaf dan pamit pergi. 

Hae Young melamun didepan mejanya, tatapanya sedih. Beberapa pegawai berbisik dengan menahan tawanya, Pegawai pria memanggil Hae Young merasa pria itu pasti sangat mencintainya, semua tertawa mengejek. Pegawai wanita bertanya apakah ketua mereka sudah mendengarnya, kalau suara Wakil Oh Hae Young beredar di internet Hae young meminta semuanya menghentikan membahasnya dan kembali kerja.
Soo Kyung datang dengan tatapan sinis, berputar-putar mengelilingi Hae Young yang berdiri.  Hae Young mengaku baru tahu juga beberapa hari yang lalu.
Semua kejadian ini ... terjadi sejak kau menghilang.  Apa Kau tahu ?” ucap Soo Kyung dengan berdiri membalikan badanya. Hae Young mengatakan sudah tahu
Renungkan dirimu.” Ucap Soo Kyung lalu meninggalkan ruangan, Hae Young berusaha menahan air matanya. 

Beberapa ibu-ibu berkumpul di rumah Hae Young, sambil mebahas tentang siaran radio yang membuat mereka kaget sekali, semua tertawa karena suara itu sangat lucu sekali sampai membuatnya sakit perut. Ibu Hae Young keluar dari rumah dengan wajah sinis,
Sebelum Hae Young menggila lagi,  kita harus lakukan sesuatu.” Ucap ibu-ibu berbaju pink, ibu-ibu yang lain menyadarkan kalau dibelakangnya sudah ada Ibu Hae Young.
Hae Young-ku, segila apapun dirinya bukan orang yang tega melukai orang.  Kalau dia membunuh orang,  apa dia akan mengumumkan itu di radio ? Dia tidak sebodoh itu !” teriak Ibu Hae Young membela anaknya, lalu masuk rumah dengan membanting gerbang.
Salah satu ibu merasa yang dikatakan Ibu Hae Young benar, Si ibu baju pink pikir kalau Hae Young masih saja... omonganya terpotong karena ada telp masuk. Dengan penuh keyakinan memberitahu pada temanya ditelp kalau itu bukan Hae Young tetanganya tapi orang lain. 

Tuan Oh berbicara ditelp  kalau dipikir, memang kedengaran seperti Hae Young tapi menurutnya bisa juga tidak, Ibu Hae Young baru masuk rumah langsung merampas telp dari tangan suaminya.
Kenapa mau tahu soal itu ? Meskipun kau pikir itu Hae Young kami, buat apa kau sampai menelpon kemari ? Dilihat dari tindakanmu, aku bisa tebak kalau kau orang yang licik ! Tunggu saja dan lihat kesialan apa yang akan dihadapi oleh anakmu !” teriak Ibu Hae Young marah dan langsung menutup telp, mencabut kabel telpnya. 
Kenapa kau menerima telpon bodoh begini ?!” kata ibu Hae Young memarahi suaminya, Tuan Oh memberitahu kalau itu tadi ibunya yang menelp.
Ibu Hae Young terdiam, terdengar bunyi telp dari ponsel, dengan penuh amarah langsung melepaskan baterynya agar tak berbunyi lagi. Keduanya hanya bisa menghela nafas bersama-sama, Ibu Hae Young menanyakan keberadan anaknya sekarang. 

Hae Young terlihat sudah basah kuyup duduk diatas toilet, wajahnya sangat pucat, tanganya gemetar dengan berusaha dikepalkan. Matanya terlihat seperti vampire yang tak pernah tidur berhari-hari. Ketukan pintu terdengar, ayahnya membuka pintu terkejut melihat Hae Young, basah kuyup dengan wajah memucat dan gemetar. Hae young menengokan kepalanya, wajahnya benar-benar seperti mayat hidup tanpa gairah. 

Jin Sang menelp Do Kyung dengan marah memberitahu nama "Oh Hae Young"  sekarang jadi topik pencarian, bahkan Seharian orang-orang mengiriminy  soal "klip lucu" yaitu isinya suara rekaman radio wanita itu, lalu bertanya apa yang harus dilakukan sekarang. Do Kyung hanya mendengarnya dengan helaan nafas panjang belum memikirkan solusinya

Ki Tae dkk mendengar suara rekaman yang sedang heboh diponselnya “Kau tahu aku menderita seperti apa saat ini ?Kalau aku bisa, aku akan membunuh orang itu dan Oh Hae Young !
Maaf, tapi bukannya anda ingin nama anda anonim ?” kata penyiar Sing
Ya. Aku menyebut nama perempuan itu, Bukan namaku !”ucap Hae Young, Park Hoon dkk tak bisa menahan tawa mendengarnya.
Penyiar Sing mengingat sebelumnya kalau mereka memiliki nama yang sama. Tangan Ki Tae tiba-tiba lemas, semua melonggo dan tersadar kalau cerita itu sebenarnya adalah cerita Do Kyung dan Hae Young. Park Hoon mengomel karena Ki Tae me-sharenya ke grup chat. Sang Suk menyuruh agar menghapusnya sebelum Do Kyung membuka ponselnya. 

Do Kyung menatap ponselnya yang tak menyala, Ki Tae masuk meminta agar bisa melihat ponselnya, ketika ingin membukanya memohon agar memberikan sandinya. Do Kyung mengatakan akan menghapusnya sendiri, Ki Tae mengucapkan terimakasih, Do Kyung berdiri dengan tatapan marah. Ki Tae kaget dan hanya bisa meminta maaf.
Do Kyung langsung keluar dari ruanganya menyuruh untuk membawakan rekaman mereka kemarin, semua pegawainya langsung mengikutinya berjalan dengan berbaris seperti sebelumnya. 

Hae Young memakai selimut, wajahnya tak sepucat sebelumnya. Ibunya datang membawa meja makanan, menyuruh anaknya untuk segera makan dan menyuruhnya untuk melupakan semua, serta akan baik-baik saja, menurutnya Tidak ada yang akan mati karena hal ini dan Sama sekali Bukan masalah besar.
Ibunya menaruh sendok ditangan Hae Young, tapi Hae Young hanya memainkan sendoknya diatas bubur. Ibu Hae Young mengatakan mereka harus jalani saja hidup mereka sendiri tanpa harus peduli pada omongan orang. Hae Young hanya diam saja, akhirnya ibu Hae Young berhenti makan.
Kalau dari awal kau cerita ke ibu, pasti sudah kumasukan mereka semua ke penjara !  Kenapa selalu merahasiakan semua dari ibu  dan menderita sendirian ? Angkat kepalamu dan makan.” Ucap Ibu Hae Young lalu menaruh daging diatas sendok anaknya. Hae Young pun mulai memakan bubur buatan ibunya. 

Ibu Hae Young keluar kamar sambil menangis, Hae Young keluar kamar lalu memeluk ibunya dari belakang meminta maaf. Ibunya pikir seharusnya ia yang meminta maaf. Hae Young heran kenapa ibunya harus yang meminta maaf, Ibu Hae Young pikir Harusnya mereka  tidak memberi nama pasaran pada anaknya.
Kenapa kami ceroboh sekali memberi nama putri kami.  Sudah kubilang jangan gunakan nama "Hae Young" Harusnya kita pilih "So Ra" atau "Soo Bin ! Kenapa "Hae Young" ?” ucap Ibu Hae Young menyalahkan suaminya.
Kenapa menyalahkan ayah ? Ini salahnya orang lain.” Kata Hae Young. Ibu Hae Young duduk dengan melepaskan pelukan anaknya.
Kau... lepaskan lelaki itu.  Tidak perlu marah lagi.  Cukup lepaskan dan lupakan dia.  Kau harus Berhenti memikirkannya Dan lepaskan dia.  Kudengar kita bisa minta kompensasi materil dengan bantuan pengacara.  Tapi apa gunanya itu ?” ucap Ibunya, Hae Young tertunduk mendengarnya.

Daripada selalu merasa marah saat melihat wajahnya, sebaiknya akhiri.  Kalau kau lebih jauh lagi, maka  kau yang akan konyol.  Kalau lebih jauh lagi, orang akan menudingmu. Bukan mereka.  Jadi, tutup hatimu dan lepaskan dia.  Akhiri saja.” Kata ibunya
Hae Young hanya tertunduk diam, ibunya binggun melihat anaknya tak menjawab lalu berpikir anaknya masih punya perasaan pada lelaki itu, Hae Young hanya diam saja, ibunya pun langsung memukul kepala anaknya.
Kau bisa suka padanya saat tidak tahu apa-apa ! Setelah kau tahu semuanya, kenapa kau masih suka padanya ?! Aku bisa mencabik-cabik dia ! Aku akan membencinya ! Kalau masih juga suka padanya.... kau adalah orang paling bodoh diseluruh dunia.  Kau akan jadi perempuan paling gila ! Apa Kau tahu ?” teriak ibunya murka
Aku tahu. ... Aku tahu semua itu. ... Tapi hatiku tidak mengerti.” Ucap Hae Young tertunduk menangis, Ibu dan Ayahnya hanya bisa mengela nafas. 


Didepan rumah
Jin Sang mengatakan masih bisa bernafas lega karena  Setidaknya Hae Young tidak menyebut namanya, dan sangat  ketakutan sekali saat mendengarnya, tapi menurutnya bagaimana bisa Hae Young melakukan kesalahan seperti itu. Do Kyung hanya diam saja,
Saat itu juga Soo Kyung baru pulang dengan topi hitamnya, Jin Sang menghela nafas melihat ada juga wanita yang tidak waras. Soo Kyung sampai didepan rumah mengatakan tidak menyangka hari seperti ini terjadi dalam hidupnya, yaitu hari merasa kecewa dengan Park Do Kyung. Adiknya hanya tertunduk diam tanpa membela diri.
Tiba-tiba Soo Kyung langsung memeluk adiknya, lalu memberikan semangat dan tetap tegar. Jin Sang binggung menahan Soo Kyung untuk masuk rumah, bertanya kenapa tak memukulnya padahal bisa saja menendang kakinya, karena biasanya kakak Do Kyung itu mengomel habis-habisan.
Kenapa dia tidak dipukul ? Apa Kau menganak emaskan dia ?” keluh Jin Sang
Kau tidak boleh membentak orang ... yang sudah melakukan kesalahan besar.  Karena dia ... sudah cukup menderita.” Kata Soo Kyung lalu masuk kedalam rumah.
Aah ..... Jadi yang selama ini kulakukan tidak cukup buruk. Baiklah. Mulai sekarang, aku akan melakukan hal yang sangat buruk.” Ucap Jin Sang menyimpulkan kata-kata Soo Kyung, lalu mengumpat kakak temanya itu perhitungan. 

Jin Sang melipat tangan didada bertanya pada Do Kyung apakah sudah bicara dengan wanita itu. Do Kyung mengatakan belum. Jin Sang bertanya apakah Do Kyung tidak menelpnya atau Hae Young tidak menjawab telponnya. Do Kyung menjawab tidak menelp Hae Young.
Kau keterlaluan sekali.  Apa kau sungguh tulus suka wanita itu ? Kenapa kau bisa tidak menelponnya disaat seperti ini ? Semua orang boleh tidak menelpon, tapi kau harus. Kenapa kau bisa diam saja ?” Ucap Jin Sang,
Aku harus bilang apa saat menelpon ? Apa aku harus bertanya apakah dia baik-baik saja ? Apa itu masuk akal ? Aku tidak tahu harus berkata apa padanya.” Kata Do Kyung
“Kau harus bilang "Aku cinta padamu" Bukankah itu cukup ?” kata Jin Sang
Itu untuk memuji, jadi Tidak bisa menenangkannya.” Balas Do Kyung
Jin Sang heran temanya itu selalu mengartikan cinta seperti itu, Do Kyung masih ragu apakah kata itu tepat pada situasinya sekarang.  Jin Sang menegaskan Kata "Aku cinta padamu" selalu tepat. 


Hae Young duduk diam dalam kamar tidurnya, lalu menyalakan ponselnya, ia melihat deretan telp yang masuk ke dalam ponselnya setelah itu 20 pesan yang belum terbaca. Sepertinya berharap ada pesan atau telp dari Do Kyung tapi tak ada satupun.
Do Kyung berdiri didepan rumah Hae young, hanya menatapnya lalu mengeluarkan ponselnya menelp Hae Young si Tetangga sebelah, tapi terlihat ragu. Akhirnya ia memberanikan diri menelp Hae Young. Sementara Hae Young didalam rumah kembali mematikan ponselnya lalu memilih untuk tidur. Do Kyung pun menerima pesan dari operator kalau ponsel Hae Young sedang tak aktif. 

Pagi hari
Soo Kyung dengan malas menyuguhkan minuman untuk ibunya, Park Hoon baru bangun kaget melihat ibunya datang. Nyonya Heo mengomel anaknya yang masih menumpang dirumah kakaknya. Soo Kyung membela kata siapa Park Hoon menumpang karen menganggap Park Hoon adalah keluarga.
Kalian tidak ada hubungan darah.” Ucap Nyonya Heo sinis
Kami tumbuh besar bersama.  Aku lebih dekat dengannya daripada keluargaku sendiri.” Kata Soo Kyung membela
Jin Sang baru bangun tidur menyapa semuanya dan dikagetkan ada ibu Do Kyung, Nyonya Heo kaget melihat Jin Sang tinggal dirumah itu juga. Jin Sang mengaku tinggal sementara karena membuat kesalahan Jadi sembunyi dirumah temanya. Nyonya Heo menyindir Soo Kyung selalu menerima tamu.  Tapi tidak pernah mengijinkan ibunya sendiri datang.  

Ada apa pagi-pagi datang kemari ?” tanya Park Hoon pada ibunya.
Aku, besok akan menikah.” Kata Ibunya, semua melonggo kaget mendengarnya.
“Kau mau menikah Lagi ? Wah, Soo Kyung Nuna bahkan sekalipun belum pernah, Tapi ibu sudah 3kali,  Wah ! Hebat sekali.  Aku respek padamu !” kata Jin Sang memuji sambil memberikan tepuk tangan.
Memakai gaun pengantin di usia tua,  bukan hal yang bisa kau banggakan.” Sindir Soo Kyung  
Aku tidak akan pakai gaun pengantin.  Di ultah ke 70 Ketua Jang,  dia akan memperkenalkan aku. Kau tidak datang, kan ?” ucap Nyonya Heo, Soo Kyung mengatakan tidak akan datang
Nyonya Heo melirik sinis sudah menduganya, Park Hoon bertanya apakah dirinya.. Nyonya Heo langsung menyela kalau hanya Do Kyung yang akan datang. Park Hoon mengerti. Nyonya Heo bertanya kenapa anaknya itu tidak pernah mengangkat telpnya lagi sekarang. Park Hoon dan Jin Sang terlihat binggung menjawabnya.

Park Hoon beralasan kakaknya itu sedang dalam situasinya kurang baik. Ibunya penasaran situasi seperti apa. Jin Sang mengaku mereka tak tahu karena Do Kyung yang jarang cerita padanya. Nyonya Heo seperti tak peduli lalu meminta mereka memberitahu pada Do Kyung untuk tak perlu membelikan hadiah untuk Ketua Jang.
Suruh dia kirim uang ke aku, sebanyak 7 juta won.” Kata Nyonya Heo, Park Hoon dan Jin Sang kaget, Soo Kyung tertawa lebar mendengarnya.
Setidaknya harus sebanyak itu. Tidak lama lagi aku akan bawa uang lebih banyak. Tunggu saja.... Ibu akan membuat banyak uang agar kalian bisa hidup mewah.” Kata Nyonya Heo yakin
Siapa yang mau hidup mewah ? Kami sama sekali tidak miskin.  Kami semua, punya uang dan hidup dengan baik.  Ibu pikir saja hidupmu sendiri !” teriak Soo Kyung geram
Kalau kau marah wajahmu bisa tambah keriput ! Berhenti minum ! Kau terlihat lebih tua dari ibu ! Aku tidak menyuruhmu menikah 3x Apa satu kali saja tidak bisa ?” ucap Nyonya Heo dengan sedih memegang wajah Soo Kyung dengan maksud menyindir
Selamat atas pernikahanmu.” Kata Soo Kyung memegang wajah ibunya lalu pergi meninggalkanya.
Dia memalukan sekali.... Aku malu karena dia anakku.” Kata Nyonya Heo menyinyir.

Di halte bus
Soo Kyung dan Jin Sang duduk bersama, tatapan Soo Kyung terlihat kosong. Jin Sang menenangkan agar Soo Kyung tak memikirkanya karena sudah mengenal sifat Nyonya Heo yang selalu berkata sesuka hati. Soo Kyun hanya dima saja.
Setelah kupikir, nuna dan Do Kyung sama sekali tidak mirip dengannya. Kalian mirip dengan ayah, yaitu Tulus dan baik hati.” Komentar Jin Sang
Setelah minum, kau meninggalkan mobilmu dimana lagi ?” tanya Soo Kyung melihat Jin Sang naik bus ke kantor
Yaah ... nanti juga ketahuan keberadaan mobilku” ucap Jin Sang santai karena bukan yang pertama kalinya. 

Dibangku belakang, Soo Kyung tertidur dengan mulut mengangga dan menyandarkan kepalanya pada penumpang yang disampingnya. Jin Sang yang sedang sibuk dengan ponselnya terlihat tak peduli, ketika menatap penumpang lain seperti meminta untuk menarik Soo Kyung dari pundaknya.
Jin Sang pura-pura tak mengenalnya, tapi akhirnya ia menarik Soo Kyung untuk menegakkan dirinya, Soo Kyung tertidur dengan kepala tertunduk. Bus tiba-tiba mengerem mendadak, badan So Kyung pun terjatuh dan berguling dengan koprol, Jin Sang hanya bisa melonggo. Soo Kyung bisa menahan tubuhnya dengan mengangkat kakinya sampai ke tiang bus.
Sopir taksi bertanya apakah So Kyung baik-baik saja, Soo Kyung langsung menutup wajahnya. Jin Sang berlari mengambil tas Soo Kyung meminta agar membuka pintu bus, karena pasti merasa malu lebih baik turun dari bis. 

Keduanya sudah turun dari bus, tapi penumpang banyak yang masih melihatanya. Jin Sang menyuruh sopir bus segera pergi dengan menutupi wajah Soo Kyung mengunakan tasnya. Setelah bus pergi, Jin Sang menanyakan keadaan Soo Kyung dan mengeluh Soo Kyung yang bisa tidur sampai jatuh begitu.
“Dasar Bajingan.” Ucap Soo Kyung, Jin Sang pikir tak perlu memaki, Soo Kyung mengatakan umpatan itu untuk Jin Sang  
Aku kenapa ? Aku melindungi nuna agar tidak malu.” Kata Jin Sang binggung
Aku melihat semuanya saat jatuh di bis.  Kau, hanya memegang ponsel dan menatapku dengan takjub saat aku jatuh di dalam bis. Aku lihat semua ! Aku, tidak minta kau meminjamkan bahumu untuk tidur. Tapi kenapa kau hanya melihat dengan wajah begitu saat nuna jatuh di dalam bis ? Dengan mulut menganga ! “ ucap Soo Kyung lalu jatuh tertidur.
Jin Sang hanya menghela nafas menyuruh Soo Kyung untuk bangun, Soo Kyung tetap saja diam. Jin Sang mengaku salah dan meminta agar Soo Kyung cepat bangun, wajahnya langsung panik karena Soo Kyung pingsan.
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

10 komentar:

  1. Di lanjut ya chinguu.......

    BalasHapus
  2. Lanjut part 2 nya oenni.. Smangat ..

    BalasHapus
  3. hahaha...emang Soo Kyung nuna itu ajaib banget. Dari pertama aq ketawa2 ngakak sambil guling2 gegara tingkahnya dia. Ceritanya emang keren ni
    Makasih ya mb Deedee...Tetap lanjut ya mbak

    BalasHapus
  4. D tunggu kelanjutan y, terimakasih mba πŸ˜€πŸ˜€

    BalasHapus
  5. Dilanjut part 2 nya mba Dee...fighting!!

    BalasHapus
  6. Gak sabar nunggu kelanjutannya kak..

    BalasHapus
  7. Gak sabar nunggu kelanjutannya kak..

    BalasHapus
  8. Ditunggu kelanjutannya oenni.fighting!!!

    BalasHapus
  9. ditunggu lanjutannya������

    BalasHapus
  10. Ga isa berhnti ktawa liat soo kyung,gokil abisπŸ‘πŸ‘πŸ‘
    Mksih mb dee..yg part 2 blm z??

    BalasHapus