Senin, 20 Juni 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 11 Part 1

Gong Shim memotong bawang bowbay, daun bawang, tahu, lalu membentuk sosis jadi bunga. Tiba-tiba ia teringat harusnya memasak nasi terlebih dahulu. Akhirnya ia memasak nasi dengan ukuran tanganya, sup kimchi pun sudah mendiduh, ia memasakan bawang bombay dan tahu. Lalu mengoreng sosis sampai menjadi bunga.
Setelah selesai ia menata diatas nampan dan menaruh dimeja, lalu melihat rice cooker dan masih menunggu 5 menit lagi nasinya matang. Ia pun duduk dengan menatap rice cooker menunggu nasinya matang. 

Gong Shim menaiki tangga ke atap dan memanggil Dan Tae dengan membawa nampan makanan, Dan Tae membuka pintu terlihat kaget dan binggung melihat Gong Shim yang membawakan makanan untuknya,lalu bertanya apa yang dibawanya. Gong Shim mengatakan ini sarapan untuk Da Tae.
Kau perlu bersiap-siap untuk bekerja. Ayo kita makan dengan cepat.” Kata Gong Shim penuh semangat, Dan Tae ingin membawakan nampak makanan.
Jangan khawatir. Ayo masuk ke dalam.” Ucap Gong Shim akan membawakanya, Dan Tae pun masuk lebih dulu baru Gong Shim berjalan dibelakangnya.

Dan Tae melonggo melihat menu makanan lengkap yang dibawakan Gong Shim untuk sarapan, Gong Shim pun memberikan sumpit dan sendok agar Dae Tae mulai memakanya. Dan Tae mulai makan nasi dengan suapan besar, lalu mencoba makan sosis goreng, Gong Shim meminta Dan Tae mencoba lauk lainya. Dan Tae terus makan-makan dan makan tanpa henti, Gong Shim tersenyum bahagia melihat Dan Tae sangat lahap. 

Akhirnya Dan Tae selesai makan, mengucapkan terimakasih karena makananya sangat enak. Gong Shim memberikan segelas air agar Dan Tae tidak tersedak. Dae Tae meminum air minumnya, setelah itu mengungkapkan merasa sangat beruntung dan kembali mengucapkan terima kasih banyak.
Kalau ini yang kau sebut beruntung, Aku bisa melakukan ini untukmu selama seratus tahun lagi.” Ucap Gong Shim,
Dan Tae tak percaya dan menatapnya penuh cinta. Gong Shim tiba-tiba merasakan tiba-tiba merasakan kepanasan sambil mengipas wajahnya dengan tangan. Dan Tae pikir memang udara sekarang sangat panas.
Jangan merasa tidak nyaman di depanku. Kau bisa melepaskan rambut palsumu.” Ucap Dae Tae, Gong Shim binggung,
Kita sudah cukup dekat. Jangan khawatir. Kau bisa melepasnya kalau terlalu panas. Biarkan aku membantumu.” Ucap Dan Tae mengoda Gong Shim dengan mendorong tubuhnya.
Gong Shim mengelengkan kepalanya, tapi Dan Tae sudah menarik rambut palsunya. Rambut panjang Gong Shim pun terurai, ia langsung panik karena tak pernah membuka rambut aslinya pada orang lain.
“Aku tahu kita sudah cukup dekat. Tapi bagaimana mungkin aku bisa menunjukkan lubang besar yang aku miliki karena rambut rontok?” ucap Gong Shim panik mencari lubang besar di kepalanya.
Tiba-tiba ia binggung kemana lubang besar yang tadinya bisa diraba olehnya, Dan Tae berdiri melihat rambut Gong Shim, lalu berteriak kalau Rambutnya sudah tumbuh kembali dan tak ada lubang besar lagi. Gong Shim melonggo tak percaya ikut berdiri. Dan Tae kembali memeriksanya, untuk memastikan kembali.
Lubangnya hilang. Sekarang sudah ditutupi dengan rambut baru!” teriak Dan Tae terlihat terharu, Gong Shim langsung mengucap syukur.

Keduanya saling berpegangan tangan sambil berputar-putar berteriak bahagia, Dan Tae mengucapakan selamat pada Gong Shim  dengan mata terharu, keduanya kembali berputar-putar, Gong Shim pun mengatakan “aku mencintaimu.” Suasana langsung hening sejenak, Dan Tae dan Gong Shim saling menatap.
Dan Tae tak percaya Gong Shim mengatakan mencintainya, tanganya pun merapihkan rambut Gong Shim ke belakang telinga. Gong Shim tertunduk malu, Dan Tae mulai mendekatkan wajahanya, Gong Shim menutup matanya membiarkan Dan Tae untuk menciumnya, terlihat tanganya yang meremas saat tangan Dan Tae ketika berciuman.
Gong Shim memanyunkan bibirnya, lalu terbangun karena suara rice cooker memberitahu nasinya sudah matang. Dengan wajah kesal karena harus ketiduran padahal hanya menunggu nasi matang. 

Gong Shim membawa nampan ke lantai atas, memanggil Dan Tae tapi tak ada sahutan. Akhirnya ia mengetuk pintunya, memanggil Dan Tae tetap saja tak ada sahutan, menurutnya tetangganya itu sudah pergi berkerja pagi-pagi sekali.
Dan Tae sudah duduk di bangu taman dengan memegang pin Star Grup ditanganya. Ia mengingat saat membawa ayahnya ke rumah sakit menemukan Pin  Star Grup ditangan ayahnya. Lalu ia menempelkan pada kertas, dengan menuliskan surat “Aku menemukan ini di arboretum Yangpyeong. Kelihatannya berharga.

Seorang pria bertumbuh tambun datang dengan motornya, menghampiri Dan Tae dan menanyakan kabarnya. Dan Tae mengatakan baik-bak saja, lalu bertanya balik pada Ho Joong. Apa ia baik-baik saja. Ho Joong mengatakan berkat Dan Tae dirinya itu sangat baik sampai hari ini.
Kau mengatakan kalau kau ingin meminta tolong padaku, kan?” ucap Ho Joong.
Bisakah kau mengirimkan ini untukku?” kata Dan Tae memberikan suratnya, Ho Joong pikir sudah pasti bisa. Dan bertanya kemana harus mengirimkannya.  
Tolong kirimkan ini ke meja informasi Grup Star. sekitar satu jam lagi.” Kata Dan Tae
“Jadi Setelah satu jam, kirimkan ini ke gedung Grup Star, aku  Mengerti.” Ucap Ho Joong.
Jangan katakan kepada siapapun kalau aku yang mengirimkannya.” Tegas Dan Tae, Ho Joong mengerti akan mengunci rapat mulutnya lalu pergi mengendarai sepedanya. 

Dan Tae dengan senyumanya bermain mobil pembersih mengelilingi lobby, dilantai atas Nyonya Nam, Tuan Suk dan Dae Chul melihat tingkah Dan Tae. Tuan Suk tak mengerti dengan tingkah Dan Tae,  menurutnya seharusnya Sek Nyonya Nam itu mencari pekerjaan di sebuah perusahaan pembersih, tapi sekarang malah mulai bekerja sebagai sekretaris. Dae Chul hanya diam meliriknya, Nyonya Nam tak banyak komentar mengajak mereka segera pergi saja.,

Receptionist datang memanggil Tuan Suk memberitahu  Seseorang mengirimkan surat untuknya, Nyonya Nam ikut melihatnya, Tuan Suk membuka amplop  bertanya-tanya apa isinya. Lalu dikagetnya dengan melihat surat yang tertempel Pin Star grup, karena itu lencana khusus untuk tim eksekutif lalu membaca suratnya.
"Aku menemukan ini di arboretum Yangpyeong. Kelihatannya ini berharga. Aku berharap itu bisa kembali kepada pemiliknya."
Dan Chul langsung memegang jasnya seperti baru menyadari kalau tak memakai Pinya, lalu mengingat kejadian sebelumnya.
Flash Back
Di taman Arboretum Yangpyeong, Tuan Ahn mengatakan Tidak ada hal seperti itu dengan tangan Dae Chul yang mencengkramnya. Dae Chul yang sangat marah bertanya berapa banyak anaknya itu mengetahuinya, tanpa sadar tangan Tuan Ahn mencengkram jasnya, saat itu Tuan Ahn mencoba melepaskan cengkramanya, berteriak kalau kalau anaknya itu tak tahu apa-apa, saat itu juga kepalanya terbentur bangku taman. 


Apa ini? Siapa di dunia ini yang cukup ceroboh untuk kehilangan lencananya?” teriak Nyonya Nam lalu melihat dua pria didepanya itu tak mengunakan Pin Star Grup.
Akhirnya ia memarahi keduanya yang seharusnya mereka berdua harus menjadi contoh yang baik, karena lencana itu bukan semacam hadiah untuk di simpan dalam laci dan hanya memakainya untuk pertemuan dewan yang dihadirinya. Keduanya hanya  bisa tertunduk tanpa bisa berkata-kata.
Berapa kali aku harus memberitahu agar memakainya setiap hari? Aku akan mencari tahu siapa pemilik lencana ini.” tegas Nyonya Nam membawa surat dan lencananya. Dae Chul hanya bisa menghembuskan nafas panjang, berusaha untuk tetap tenang. 

Dan Tae masuk ke dalam ruangan, Nyonya Nam langsung memerintahkan Dan Tae mencari tahu siapa yang kehilangan lencana eksekutifnya. Dae Chul terlihat tegang saat Dae Tae menerima Pin ditanganya. Dae Tae baru tahu kalau itu adalah Pin Lencana eksekutif. Tuan Suk menjelaskan itu adalah lencana yang hanya untuk seorang eksekutif.
Apa kau pikir seseorang yang sudah pensiun bisa memilikinya?” tanya Dan Tae
Itu dibuat setahun yang lalu setelah kami mengubah logo perusahaan. Dan harusmengembalikannya ke perusahaan saat mereka pergi, karena Pernah ada kasus penipuan oleh seseorang yang mengambil lencana.” Jelas Tuan Suk.
Sekretaris Ahn... Aku Simpan ini untuk sekarang dan melapor kembali kepadaku.” Kata Nyonya Nam, Dan Tae mengerti menaruh kembali Pin diatas meja lalu keluar ruangan. 

Dan Tae mulai mengepel dengan mundur dan masuk ke dalam toilet, tatapan sinisnya terlihat ketika melihat seseorang yang sedang buang air kecil. Pria itu sempat kaget melihat Dan Tae, lalu kembali buang air kecil. Dan Tae pun mendekat dan mengucapkan terimakasih untuk pekerjaannya. Si pria itu bingung, Dan Tae menjelaskan kalau ia hanya memeriksa apakah Pria itu memakai lencana atau tidak.
Ia lalu memberikan tanda ceklist pada catatanya, matanya melihat ada orang didalam toilet. Direktur Moon kaget tiba-tiba Dan Tae sudah berdiri saat membuka pintu. Dan Tae merasakan ada bau-bau tak sedap lalu mengucapkan terimakasih karena bisa melihat dengan jelas Pin yang digunakanya dan kembali memberikan tanda ceklist pada buku agendanya.
Kenapa dia memeriksa lencana kita?” ucap Direktur Moon heran sedang mencuci tangan dengan pria sebelumnya.
Kau akan mendapat masalah jika meminjamkan lencanamu kepada orang lain.” Tegas Dae Tae memperingati sebelum keluar dari Toilet. Dua pria itu tampak kaget, Dan Tae dengan wajah jahilnya memberitahu kalau itu yang dikatakan oleh Nyonya Nam. 

Dan Tae masuk ke ruangan Tuan Suk, untuk memeriksa apa Presdirnya itu mengenakan lencananya. Tuan Suk pikir Dan Tae bisa segera pergi kalau memang sudah selesai mencari karena ia cukup sibuk saat ini. Dan Tae tetap diam saja, Tuan Suk heran Dan Tae yang hanya diam saja dan menunjuk jasnya yang memakai lencana Star Grup, lalu baru menyadari lencananya itu tak ada. 
Lencananya hilang..... Kemana perginya?” ucap Tuan Suk binggung
Kapan kau kehilangan lencana itu?” tanya Dan Tae dengan wajah serius
Aku tidak kehilangan lencana itu dan memilikinya. Kau melihat lencanaku pagi ini. Aku yakin Kau melihatku, kan? Lencanaku ada di jasku” ucap Tuan Suk  yakin
Tidak, aku tidak melihatnya.” Kata Dan Tae, Tuan Suk binggung karena Dan Tae tak melihatnya.
Boleh aku bertanya ke mana kau pergi pagi ini?” tanya Dan Tae
Aku pergi menemui...beberapa orang dalam industri olahraga dan beberapa orang dari Masyarakat Perlindungan Hewan.” Kata Tuan Suk,
Aku akan pergi memeriksa apa kau kehilangan lencanamu saat pertemuan tadi.”kata Dan Tae. Tuan Suk pikir tak perlu karena ia yang akan memeriksanya sendiri karena tahu keberadanya, dan Dan Tae meminta setelah menemukan untuk memberitahu secepatanya, karena Nyonya Nam sudah menunggu laporan darinya. 

Tuan Suk pergi ke taman bermain, melihat anak-anak yang sedang bermain ayunan, teringat sebelumnya ia main ayunan disana dengan teriakan anak kecil menyuruhnya untuk Pergi, tapi Tuan Suk terlihat sangat bahagia bermain ayunan, menurutnya ia tak menjatuhkan ditaman bermain.
Akhirnya ia pindah ke tempat cafe anjing dan memanggil salah satu nama anjing “Judy” seekor anjing besar pun berlari mendekatinya. Pelayan cafe melihat Tuan Suk datang kedua kalinya dihari ini, Tuan Suk bertanya apakah melihat lencana kecil yang biasa dipakainya.
Pelayan itu mengatakan tidak melihatnya dan akan memberitahumu jika aku menemukanya. Tuan Suk pun binggung karena bukan ditempat itu kehilangan lencananya, karena akan berada dalam kesulitan. Judy tiba-tiba pergi menjauh, Tuan Suk melihat Judy pergi ke tempat makannya, ketika ingin memberikan mangku makanya melihat ada Lencana miliknya didalam mangkuk.
“Yeah.... Aku menemukan lencanaku.... Hei, Judy. Apa kau menemukan ini? Kau menyimpan lencanaku di sini. Wow....” ucap Tuan Suk bahagia sambl memeluk Judy 

Dan Tae masuk ruangan Joon Soo tapi temanya itu sedang tak ada diruangan, Sekertarisnya memberitahu Direktur Suk sedang keluar untuk sementara waktu. Dan Tae bertanya keman Joon Soo pergi. Sek mengatakan tak tahu
Haruskah aku meninggalkan pesan untuknya?” tanya Sek
Aku di sini untuk memeriksa apa dia memakai lencananya dan Dia adalah yang terakhir yang perlu aku periksa. Tolong beritahu dia untuk meneleponku setelah dia kembali ke kantornya.” Jelas Dan Tae pada Sek-nya. 

Dan Tae pergi ke tempat Dae Chul, terlihat Dae Chul yang memakai Pin dijasnya lalu bertanya Berapa banyak yang sudah diperiksa sejauh ini. Dan Tae mengatakan hanya memiliki dua orang tersisa. Direktur Suk Joon Soo dan Direktur Gwak Seung Jin yang ada di Cina untuk perjalanan bisnis, dan sudah memeriksa semuanya kecuali dua orang itu.
Flash Back
Dae Chul bertemu dengan  Direktur Gwak yang akan ke China sekarang. Direktur Gwak mengatakan akan menuju ke bandara sekarang. Dae Chul beralasan  harus menghadiri pertemuan dewan sekarang.Tapi lupa untuk memakai lencananya.
Boleh aku meminjam milikmu hari ini?” kata Dae Chul
Tentu saja. Jangan sampai kau dimarahi oleh ketua.” Kata Direktur Gwak memberikan Pin miliknya.
Terima kasih.... Aku akan mengembalikannya kepadamu setelah kau kembali dari China.” Kata Dae Chul menerimanya. 

Apa yang harus aku lakukan? gumam Dae Chul memikirkan nasibnya.
Dan Tae melihat Dae Chul seperti banyak pikiran lalu mencoba  bertanya apakah semuanya baik-baik saja. Dae Chul pikir untuk apa Dan Tae memperdulikanya. Dan Tae melihat wajah Dae Chul yang terlihat pucat jadi membuatnya khawatir lalu pamit pergi, Dae Chul terlihat tegang memikirkan alibinya. 

Gong Shim berjalan melewati sebuah Restoran  (Yongwangnim Nakji) Matanya tiba-tiba melotot kaget, lalu berhenti dan berjalan mundur dengan cepat, ia melihat sebuah spanduk bertuliskan  (Kontes karakter Nakji, Pemenang mendapat 50 nakji gratis)
“Apa ini Karakter lomba menggambar untuk nakji?” ucap Gong Shim lalu wajahnya tersenyum. 

Gong Shim berdiri didepan ayah dan ibunya yang memakain baju gelap. Tuan Gong mengatakan , naik kereta malam akan sangat romantic karena mereka bisa makan telur rebus dengan bir. Ibu Gong Shim mengingatkan mereka akan datang ke pemakaman jadi Jangan berharap ada romantisme.
Kita akan pergi ke Suncheon dan kembali besok.” Ucap Ibu Gong Shim pada anaknya.
“Gong Mi sedang dalam perjalanan bisnis di Busan. Apa kau akan baik-baik saja di rumah sendirian?” tanya Tuan Gong khawatir
Aku bukan anak kecil lagi, jadi Hati-hati di jalan.” ucap Gong Shim

Kapan terakhir kali kau berada di rumah sendirian, hantu keluar dari langit-langit seperti ini.” ucap Tuan Gong menakuti anaknya, Ibu Gong Shim langsung memukulnya karena tak perlu menakut-nakuti anaknya.
Kami akan bertemu denganmu besok jadi Berhati-hatilah.” Kata Ibu Gong Shim, Tuan Gong menakuti anaknya kalau melihat hantu dari langit-langit rumah. Ibu Gong Shim langsung memukulnya kembali menurutnya suaminya itu lebih menakutkan dibanding dengan hantu. 


Gong Shim sedang asik mengambar di ruang tengah, tiba-tiba lampu rumahnya berkedip dan langsung mati. Keadaan rumah gelap gulita, jeritan Gong Shim pun terdengar berpikir kalau itu kerjaan hantu dan membuatnya ketakutan.
Ketika akan bangun, kakinya terbentur meja yang akhirnya membuatnya terjatuh, terdengar bunyi pintu berdenyit. Ia mengambil senter dari ponselnya diatas meja dan berjalan mundur, karena tak melihat membuat tubuhnya terjungkal ke sofa.
Terdengar kembali suara mengerikan, Gong Shim panik berusaha keluar dari rumah tapi karena gemetaran tak bisa membuka pintu. Dan Tae baru pulang mendengar suatu kegaduhan dan langsung berlari mengedor pintu dan berteriak apa yang terjadi dengan tetanganya.

Gong Shim terus menjerit dari dalam, Dan Tae mencoba menarik gagang pintu tapi tak bisa terbuka, akhirnya Gong Shim keluar rumah dengan wajah panik lalu bisa bernafas lega karena melihat Dan Tae dan masih bisa hidup. Dan Tae pun bertanya ada apa dengan Gong Shim dan menanyakan keadaanya.
Listriknya tiba-tiba mati.... Bisakah kau memperbaikinya untukku?” kata Gong Shim menunjuk rumahnya yang gelap. Dan Tae binggung, Gong Shim meminta Dan Tae segara masuk kerumah untuk memperbaikinya. 
Keduanya masuk rumah dengan senter dari ponselnya, Gong Shim mencari-cari dimana kotak sekeringnya, Dan Tae pun bantu mencarinya. Gong Shim menceritakan orang tuanya sedang  pergi ke pemakaman dann akan pulang besok, sementara kakanya perjalanan bisnis.

Aku sendirian di rumah, dan benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Apa kau tidak tahu bagaimana untuk memperbaikinya? Apa kau tidak tahu bagaimana untuk menghidupkan lagi listriknya?” kata Gong Shim terlihat ikut kebingungan mencari-cari.
Ini tidak ada hubungannya dengan jurusan kuliahku, jadi aku benar-benar tidak tahu. Tapi apa yang akan kau lakukan? Kau pasti takut sendirian di rumah.” Ucap Dan Tae khawatir
Itu sebabnya aku harus memperbaiki ini, Tapi ayahku tahu bagaimana menangani listrik... meskipun dia tidak mengambil jurusan sains.” Kata Gong Shim heran
Sekolahku adalah lintas jurusan.” Ucap Dan Tae, Gong Shim akhirnya bisa mengerti dan mencoba mencari di internet.
Meskipun aku tahu, kita harus mencari kotak sekering. Tapi Dimana itu?” kata Dan Tae mencari-cari kotak sekering sambil membungkuk.

Ketika berdiri ia berteriak kaget melihat wajah Gong Shim yang disinari senter Ponselnya, sangat menyeramkan seperti hantu. Gong Shim yang kaget ikut menjerit bahkan sampai melempar ponselnya. Dan Tae mengomel karena Gong Shim membuat dirinya takut dan hampir mengalami serangan jantung. Gong Shim mengatakan kalau Dan Tae yang membuat lebih ketakutan.
Gong Shim ingin mengambil ponselnya tapi malah terjatuh, Dan Tae dengan sigap menangkapnya dengan cara memeluknya. Keduanya berdiri saling berdekatan dan menatap. Tiba-tiba terdengar suara omelan ibu Gong Shim  pada suaminya yang harus memeriksanya dengan benar , karena hampir pergi ke pemakaman yang salah.
Keduanya panik karena ada orang yang datang, Gong Shim menyuruh Dan Tae segera mengambil sepatunya. Dan Tae mengambil sepatu dan ingin bersembunyi dibalik sofa. Gong Shim menariknya dan memasuk ke dalam kamarnya. 

Tuan Gong dan istrinya masuk rumah bersama-sama. Ibu Gong Shim binggung kenapa rumah mereka gelap sekali lalu memanggil anaknya, bertanya apakah sudah tidur. Tuan Gong mencoba menyalakan saklar tapi lampunya tak menyala jadi ternyata listriknya itu mati, lalu mencoba memeriksa kotak sekeringnya, meminta istrinya menunggu.
Ia mengangkat lukisan didepan pintu dan melihat membuka kotak sekering dengan naikan tombolnya, lampunya menyala ternyata hanya teganganya yang turun. Gong Shim akhirnya keluar kamar, dengan nafas terengah-engah bertanya kenapa  mereka kembali begitu cepat.
“Jadi Kau tidak ingin tahu, padahal Aku masih sangat marah. Dia tidak meninggal dan Tidak ada pemakaman. Pria berusia 97 tahun yang hampir meninggal itu baik-baik saja sekarang. Dia bahkan mengenali semua keluarganya.” Ucap Ibu Gong Shim mengomel.
Aku diberitahu bahwa Pria itu tidak akan bisa melewati malam ini.” kata Tuan Gong, Ibu Gong Shim yakin keluarganya itu pasti hanya menginginkan hal itu.
Kotak sekeringnya mati. Kenapa kau tidak melakukan apapun?” tanya Tuan Gong pada anaknya.
Itu... itu baru saja mati. Sekarang Aku akan kembali ke kamarku.” Ucap Gong Shim sedikit berbohong dengan buru-buru mengambil semua peralatan gambarnya.
Ibunya terus mengomel karena mereka pergi sia-sia dan membuatnya  lapar lalu berjalan masuk ke kamarnya. 

Dan Tae terlihat memegang sepatunya dengan wajah gugup, Gong Shim masuk kamar, Dae Tae panik langsung bersembunyi di balik baju. Gong Shim memberitahu kalau ia yang datang, Dae Tae pun keluar dari persembunyianya.
Biarkan aku memberitahumu kenapa mereka kembali begitu cepat.” Ucap Gong Shim.
Aku mendengar mereka berbicara tentang apa yang terjadi.” Kata Dan Tae yang sudah mendengarnya lebih dulu. Gong Shim pun mengangguk membenarkan.
Tapi kenapa aku bersembunyi? Aku bahkan tidak bisa pergi sekarang.” Ucap Dan Tae heran, Gong Shim pun berpikir benar juga.
Tapi mereka bisa saja bertanya apa yang kita lakukan dalam kegelapan. Kau sudah melewatkan waktu untuk pergi, jadi Kau tidak bisa pergi sekarang. Tidak boleh” kata Gong Shim membentangkan tanganya.

Dan Tae pun bertanya apa yang harus dilakukan sekarang. Gong Shim meminta untuk menunggu karena ayah dan ibunya akan segera tidur. Dan Tae dengan wajah cemberut memastikan kalau tak akan lama, Gong Shim yakin keduanya agar segera tidur jadi meminta untuk istirahat. Dan Tae tiba-tiba mencium sesuatu yang menusuk hidungnya.
Gong Shim mencium bajunya berpikir kalau bau badanya yang tercium, tapi tak bau apapun. Dan Tae mendekatkan hidungnya kearah pintu, karena mencium  daging babi. Gong Shim tak percaya orang tuanya makan ditengah malam, Dan Tae memegang perutnya yang berbunyi, Gong Shim bertanya apakah Dan Tae lapar, Dan Tae mengangguk dengan wajah melas. 


Tuan Gong membakar daging babi dengan potongan bawang bombay besar, Ibu Gong Shim mengaku tidak akan pernah bisa membenci suaminya, Tuan Gong ingat istrinya itu lapar jadi membakar daging babi untuk istri tercinta. Ibu Gong Shim pun memberikan cubitan di pipi suaminya yang terlihat lucu. Keduanya pun bersulang, Gong Shim pun keluar dari kamarnya.
Apa yang kalian lakukan selarut ini?” ucap Gong Shim, Ibunya mengatakan kalau mereka itu lapar, Gong Shim pikir mereka akan makan dengan cepat.
Kita tidak perlu terburu-buru. Kami akan makan banyak secara perlahan-lahan Bergabunglah dengan kami, Gong Shim. Kau juga harus makan.” Kata Ibunya
Gong Shim akan pergi, Ayahnya menyuruh Gong Shim duduk  karena Samgyeopsalnya sangat enak. Dan Tae yang panik kembali bersembunyi, terdengar suara ibu Gong Shim menyuruh anaknya makan selada karena  memanennya dari kebun dan rasanya sangat segar.

Samgyeopsal terasa sangat enak jika kau menggorengnya menggunakan minyaknya sendiri.” Kata Tuan Gong, Dan Tae seperti sudah tak bisa lagi menahan laparnya, bahkan perutnya berbunyi dengan keras.
Gong Shim memasukan daging diatas daun selada, Ibunya dengan baik hati menyuapi anaknya dan bertanya apakah rasanya enak. Gong Shim mengangguk mengatakan sangat enak lalu berdiri dengan membungkus dagingnya. Tuan Gong bertanya mau kemana anaknya, Gong Shim mengatakan akan memakannya sendiri dikamar. Ibunya terlihat binggung, tapi Tuan Gong berpikir memang putrinya itu cukup unik. Gong Shim pun buru-buru masuk kamar. 
Dan Tae langsung menutup wajah dibalik gantungan baju, Gong Shim dengan suara berbisik menanyakan keberadaan Dan Tae sekarang. Dan Tae pun memperlihatkan wajahnya dibalik baju. Gong Shim mendekati terlihat sedih karena Dan Tae harus bersembunyi.
“Gong Shim..  Bau samgyeopsal itu membunuhku, aku tidak tahan.” Ucap Dan Tae dengan wajah melas, Gong Shim menyuapi Dan Tae dengan selada yang dibawanya. Keduanya sama-sama mengunyah.
Apa hanya ini yang kau bawa? Kau memiliki dua tangan, kan?” ucap Dan Tae menunjuk dua tangan Gong Shim. Akhirnya Gong Shim akan keluar kamarnya.
Tunggu, Gong Shim. Masukkan banyak daging ke dalamnya, bawang putih dan pasta Samjang Dan aku ingin dua lapis selada.” Kata Dan Tae berbisik, Gong Shim mengangguk mengerti. 


Gong Shim kembali mengambilkan selada sesuai dengan pesanan Dan tae, degan dua lapis, bawang putih, dan saus. Ibu dan ayahnya terlihat binggung melihat anaknya terlihat kalap, Gong Shim pun bertanya pada keduanya kenapa menatapnya.
“Kau tidak pernah makan bawang putih mentah.” Ucap Ibunya heran
Aku kurang energi hari ini.” kata Gong Shim beralasan
Dia benar, Bawang putih adalah booster energi yang baik.” Kata Tuan Gong
Ia teringat sesuatu dan menyuruh Gong Shim memanggil Dan Tae karena mereka memiliki cukup banyak daging untuk dibagi. Dan Tae mendengar namanya disebut hanya bisa memegang baju Gong Mi dengan wajah kesal. Ibu Gong Shim meminta anaknya segera memanggil Dan Tae untuk makan bersama, Gong Shim panik mengatakan kalau Dan Tae benar-benar sibuk hari ini, lalu kembali ke kemar karna akan pergi makan dengan tenang sendirian. Keduanya binggung melihat tingkah anaknya yang aneh. 

Gong Shim masuk kamar panik melihat Dan Tae bukan bersembunyi, Dan Tae mengatakan tidak bisa makan seperti ini lagi, karena mereka tidak melakukan sesuatu yang salah jadi akan pergi keluar dan makan sendiri. Gong Shim mengatakan tak bisa karena sudah terlambat.
Tidak, aku akan pergi ke sana dan menjelaskan apa yang terjadi.” Ucap Dan Tae
Tidak. Ini akan membuat kita terlihat aneh dan sudah terlambat.”kata Gong Shim panik
Kita tidak melakukan kesalahan. Apa masalahnya?” ucap Dan Tae akan keluar dari kamar.
Gong Shim pun menghalanginya, Ibunya memanggil anaknya untuk segera keluar untuk makan. Gong Shim terus menahan Dan Tae agar tak keluar dari kamarnya, dengan mendorongnya ke belakang pintu. Ibunya tiba-tiba membuka pintu kamar, memperingati kalau nanti kakaknya marah kalau bajunya bau makanan.
Keduanya pun terdiam berada dibelakang pintu. Ibu Gong Shim binggung tak melihat anaknya ada didalam kamarnya. Dan Tae melihat tangan Gong Shim memegang makanan, membuka mulut ingin memakanya. Gong Shim berusaha menjauhkan tanganya karena takut ketahuan. Tuan Gong memanggil istrinya, kalau Pria 97 tahun itu akhirnya meninggal dengan damai. Ibu Gong Shim binggung Sudah terlalu larut bagi mereka untuk berangkat.

Dan Tae dan Gong Shim berada dibalik pintu terlihat canggung karena berdiri saling berdekatan dan menempel. Ibu Gong Shim didepan pintu kebinggungan mencari anaknya, berpikir sedang makan di ruang cuci dan menutup pintunya. Gong Shim langsung berjalan mundur, Dan Tae melihat bungkusan selada bertanya apakah itu untuknya.
Gong Shim mengangguk, Dan Tae pun membuka mulutnya, Gong Shim pun langsung  menyuapinya. Dan Tae langsung mengambil selada dari tangan Gong Shim yang kiri. Gong Shim pikir akan tahu jika terus bolak-balik, jadi untuk sementara akan tinggal di luar, jadi memohon agar Dan Tae bertahan walaupun terasa sulit. Dan Tae mengangguk mengerti, dengan memasukan satu bungkus selada lagi. 


Beberapa saat kemudian, Dan Tae keluar dari persembunyian, duduk di depan meja dan melihat buku gambar yang dibelikanya. Pada lembar pertama terlihat seperti dirinya sedang duduk diatas botol susu pisang dan mie instant dengan tulisan  (Dapatkan banyak uang.)
Lalu melihat lembaran berikutnya, dengan ponsel di wajah dirinya sedang makan jajamyung dan bersama Gong Shim bertuliskan  (Kau sangat bodoh) Senyuman Dan Tae terlihat kembali membalikan lembaran gambarnya. Gambar Gong Shim yang sedang menyuapi Dan Tae dengan tangan yang di gips bertuliskan (Bajingan)
Tiba-tiba terdiam melihat melihat lembaran berikutnya, terlihat gambar dirinya yang duduk diatas nasi box lalu dibalik kimbap segitiga Gong Shim mengintip, dibagian atasnya tertulis (Haruskah aku katakan kepadanya bahwa aku menyukainya?)

Gong Shim masuk kamar, Dan Tae buru-buru mengembalikan buku gambar diatas meja. Gong Shim berjalan mendekati Dan Tae meminta maaf kaena Pasti sulit untuk tinggal dikamarnya yang tak layak. Dan Tae dengan wajah tegang bertanya apakah boleh pergi sekarang.
Gong Shim menganguk, karena orang tuanya sudah tidur dan harus bangun pagi-pagi naik kereta pertama.  Dan Tae mengucapakan terima kasih untuk samgyeopsalnya. Gong Shim meminta maaf karena tak bisa memberikan lebih. Dan Tae pikir tak masalah lalu berpesan agar tidur dengan nyenyak. Gong Shim pun mengambil sepatu Dan Tae dibalik lemari gantungan, Dan Tae mengambilnya menyuruh Gong Shim tak perlu mengantarnya. 

Dan Tae naik ke atap dengan tatapan kebingungan, menatap bunga matahari yang sudah mekar. Teringat kembali saat Gong Shim memberitahu penerbangan jam 3 sore dan akan bertanya padanya sekali lagi.
Haruskah aku pergi.. atau tidak?” tanya Gong Shim dan Dan Tae menyuruh Gong Shim pergi saja, saat itu Gong Shim mendorong dan memukulnya dengan wajah kesal.
Gong Shim duduk diam dengan memeluk kakinya dan menutupnya dengan selimut, wajahnya tersenyum bahagia ketika saat mati lampu saling berdekatan dan juga saling menatap. 

Gong Shim duduk dimeja minimarket terlihat gelisah, lalu ia berdiri melonggo kearah gang rumahnya, seperti berharap Dan Tae segera keluar. Dan tae melihatnya dari atas, seperti sudah menduga kalau Gong Shim itu menunggunya, terlihat tatapan kebingungan harusnya ia turun dan bertemu atau menunggu sampai Gong Shim pergi.
Akhirnya Dan Tae memilih untuk turun dan bertemu dengan Gong Shim, dengan senyuman bahagia Gong Shim menyapa Dan Tae karena Senang bertemu dengannya, lalu bertanya mau kemana tetanganya itu pada pagi hari. Dan Tae dengan gaya acuh mengatakan akan pergi berkerja dan berjalan meninggalkanya, Gong Shim baru sadar sudah saatnya pergi berkerja lalu mengikuti Dan Tae. 

Gong Shim mengejar Dan Tae dan berjalan dibelakangnya, lalu bertanya  Bagaimana pekerjaan di kantor. Dan Tae menjawab singkat, Baik-baik saja dan balik bertanya kenapa Gong Shim mengikutinya. Gong Sim mengatakan tidak mengikutinya karena berjalan menuju tujuannya.
Dan Tae, apa kau menyukai mulnaengmyeon atau bibimnaengmyeon?” tanya Gong Shim, Dan Tae menjawab Mulnaengmyeon.
Baiklah.. Aku akan mempersiapkannya untukmu saat kau pulang.” Ucap Gong Shim
Kurasa aku akan terlambat hari ini.” ucap Dan Tae
Kenapa kau tidak memberitahuku jika kau akan terlambat?” keluh Gong Shim, Dan Tae akhirnya berhenti melangkah mengatakan kala Gong Shim baru bertaya padanya sekarang.
Jika kebetulan kau selesai lebih awal, beritahu aku.” Ucap Gong Shim, Dan Tae mengerti lalu berjalan pergi, Gong Shim berteriak “Pergi dapatkan banyak uang.” Layaknya seorang istri dengan melambaikan tanganya. Dan Tae terus berjalan tanap membalikan badanya, seperti tak ingin memberikan pengharapan pada Gong Shim.

Di ruangan Nyonya Nam
Dan Tae melaporkan  Direktur Gwak yang saat ini sedang dalam perjalanan bisnis di Cina dan Direktur Suk yang dari lokasi jadi belum dikonfirmasi. Dae Chul yang ada dirungan terlihat sedikit cemas. Tuan Suk bertanya kapan Tuan Gwak akan kembali.
Dia dijadwalkan untuk datang ke kantor siang ini.” kata Dan Tae
Kita...akan mencari tahu siapa yang kehilangan lencananya hari ini.” kata Nyonya Nam, Dan Tae pikir seperti itu.
Kita akan menemui Joon Soo nanti dan Pasti Tuan Gwak yang kehilangan lencananya. Ketua, apa kau berencana untuk memarahi dia? ” Kata Tuan Suk yakin, Nyonya Nam menyuruh Dan Tae pergi dan memeriksanya segera. Dan Tae pun keluar dari ruangan, Dae Chul terlihat gelisah karena akan terbongkar kebohonganya.
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Terima kasih sudah dilanjut Saya Dona selama ini cuma silent reader karena agak susah kalau berkomentar.
    Ditunggu terus kelanjutannya tiap minggu ^_^

    BalasHapus