Rabu, 15 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 14 Part 1

Ditaman, Hae Young dan Do Kyung berjalan dengan bergandengan tangan, lalu keduanya tak malu untuk berpelukan, saling menatap bahagia dan kembali bergandengan tangan. Hae Young tak bisa menutupi rasa bahagia, dengan memeluk pinggang Do Kyung erat-erat. Keduanya pun kembali berpelukan, seperti melampiaskan kerinduan.
Keduanya tertawa bahagia, Do Kyung mengajaknya untuk pergi tapi Hae Young mengeleng tetap ingin tinggal. Keduanya saling berpegangan dua tangan, sambil bertertawa menyusuri jalan ke rumah Do Kyung, Hae Young melingkarkan tanganya di pinggang Do Kyung dan menarik tangan Do Kyung untuk memeluknya dan kembali berjalan bersama-sama. Keduanya kembali berpelukan.
Hae Young berdiri dengan bersadar di dinding seperti saat bertengkar dengan Do Kyung sebelumnya dan berciuman, Do Kyung tertawa mengingatnya, keduanya berpelukan kembali, Hae Young merasa Do Kyung seperti obat karena dirinya merasa baikan, dengan menaruh tangan di dahinya kalau  Demamnyajuga sudah turun. Do Kyung tersenyum lalu memberikan kecupan di bibir Hae Young, keduanya pun kembali berpelukan. 

Hae Young dan Do Kyung sudah ada di taman dengan tangan Do Kyung yang memeluk erat pinggang Hae Young didepanya. Hae Young mengelus tangan Do Kyung yang memeluk pinggangnya, lalu membalikan badanya mengatakan Banyak yang sudah dialami Do Kyung jadi ia mengucapkan Terima kasih atas usaha Do Kyung.
Kita berdua.... Kita berdua sudah berusaha keras. Jika kau tidak mengejarku, kita pasti akan berpisah selamanya.... Terima kasih... Kupikir kau membuatku minta maaf setengah hati dan kau pergi begitu saja.” Ucap Hae Young, Do Kyung teringat dirinya terkapar di aspal dengan berlumuran darah.
Aku sudah memikirkannya. Bagaimana jika aku mati? Jika aku melihat kenangan ini sewaktu aku mati. Kesimpulanku adalah... ini semua bukan apa-apa., Aku tak boleh ragu dan akan menuruti kata hatiku. Janganlah menahan diri serta lalui saja.” Ucap Do Kyung
Aku suka kalimat itu.... "Aku akan menuruti kata hatiku. Janganlah menahan diri serta lalui saja. " “ ungkap Hae Young lalu kembali membalikan tubuhnya dengan memegang tangan Do Kyung yang terus memeluknya.
Semua pria yang kukenal itu menyedihkan. Ada Pria yang akan mempermainkan wanita maka Aku yang akan berhati-hati. Ada Pria yang akan mencampakkan wanita karena malu atas kekurangannya.  Tak pernah ada pria yang membuat hatiku tergerak karena pria itu berani mengisi hatiku. Aku dulu tak berperasaan tapi sekarang aku sangat senang.” Akui Hae Young mendengan menyenderkan kepalanya pada pundak Do Kyung. Do Kyung pun semakin mengeratkan pelukanya.

Jika aku melihatmu ragu-ragu lagi. Aku akan membunuhmu.”ancam Hae Young, Do Kyung mempersilahkanya.
Jika kau terus bilang iya tapi nyatanya tidak, aku tidak akan memaafkanmu.” Kata Hae Young, Do Kyung berjanji tidak akan begitu.
Hae Young mengatakan kalau ia akan begitu, Do Kyung menantang menyuruh Hae Young lakukan saja seperti itu kalau memang bisa. Hae Young tersenyum karena memang dirinya selalu mengungkapkan seluruh hatinya secara blak-blakan. 


[Episode 14: Abaikan Semua Suara yang Bukan Suara Cinta]

Di depan rumah
Hae Young dan Do Kyung saling berhadapan sambil berpegangan tangan, keduanya saling menatap tak bisa menutupi rasa bahagia. Do Kyung terus memegang tangan Hae Young seolah-olah tak mau berpisah. Hae Young menariknya masuk ke dalam rumah, Do Kyung tersenyum dengan tingkah gila pacarnya.
Tapi setelah itu Do Kyung mengalahkan mundur, Hae Young tak ingin melepaskanya terus memegang erat tanganya, Do Kyung terus berjalan mundur agar Hae Young bisa masuk, tapi Hae Young tetap memegang tanganya. Sampai akhirnya Do Kyung berusaha keras melepaskanya dan melambaikan tanganya sebagai salam perpisahan.
Hae Young pun melambaikan tangan sambil berjalan mundur, Do Kyung terus melihatnya agar Hae Young bisa masuk ke rumah. Hae Young masih melambaikan tanganya pada Do Kyung yang berjalan meninggalkan rumahnya, keduanya salin mengintip sampai Do Kyung tak terlihat dan Hae Young masuk kedalam rumah. 

Hae Young berbaring di lantai tak bisa menahan tawa bahagianya, bisa kembali dengan Do Kyung. Akhirnya ia menjerit dan bergulingan di lantai kesana kemari karena saking bahagianya, dan mengetukan kakinya ke lantai.
Ia duduk mengambil boneka tawanya dan menyalakanya, si boneka tertawa sambil mengerakan tanganya, Hae Young pun mengikutinya dengan tertawa mengoyangkan tanganya. Ketika boneka jatuh sambil bertawa, Hae Young juga mengikutinya dengan mengoyangkan kakinya dan menjerit bahagia. 

Ibu Hae Young dan suaminya pulang kerumah dengan wajah panik, lalu melihat anaknya yang sudah duduk dimeja makan dengan menyendok nasinya. Hae Young melihat kedua orang tuanya mengeluarkan sendok dari mulutnya. Ibunya langsung memukul anaknya bertanya darimana mana saja. Suaminya pun menahan istrinya agar tak kalap.
Kami sudah memeriksa atap dan tangga Rumah Sakit! Kami kira kau sudah mati! Darimana saja kau?” teriak Ibu Hae Young panik
Aku pulang karena sudah merasa baikan.” Ucap Hae Young
Kau harusnya beritahu kami kalau mau pulang!” teriak Ibu Hae Young
Aku pulang ke rumah karena tidak lihat kalian di RS.” Kata Ha Young membela diri, Ibu Hae Young memeriksa dahi anaknya, lalu menoyornya kebelakang.
Orang yang masih muda memang cepat sembuh.” Komentar ibu Hae Young sinis lalu masuk kamar. Hae Young seperti tak peduli memilih untuk makan saja dengan senyuman bahagia. 

Dokter menopang kepalanya membahas tentang pengelihatan Do Kyung, kalau mereka berdua putus dan menyudahi semuanya, tapi pada kenyatannya berubah kalau mereka berdua berkencan.
Berarti penglihatanmu berubah! Ini sudah berubah! Hei! Do Kyung!  Selamat! Inilah kemenangan umat manusia!” jerit Dokter bahagia sambil memeluk Do Kyung dan memberikan kecupan di pipinya.
Kau telah mengubah nasibmu!” teriak Dokter bahagia, terus memberikan kecupanya. Do Kyung tersenyum menghapus bekas ciuman dokter di pipnya.
Tapi kenapa ekspresimu begitu dan diam saja? Bukannya harusnya kau bahagia?” jerit Dokter sambil mengoyangkan tubuh dengan bahagia.

Daripada tidak mencintainya sama sekali, maka aku harus mencintainya sebanyak mungkin sebelum aku pergi, 'kan?  Itu akan membuat dia lebih bahagia, kan?” kata Do Kyung
“Kau bilang Pergi? Siapa yang pergi? Kenapa kau akan mati? Ini sudah berubah! Kenapa kau mati?” jerit Dokter panik
Do Kyung terdiam, Dokte menjelaskan kembali dalam pengelihatanya, Do Kyung membiarkan perempuan itu pergi, maka dari itu sebabnya Do Kyung menyesal saat sedang sekarat, lalu Do Kyung menceritakan sudah berbaikan dengan wanita itu jadi nasibnya telah berubah. Menurutnya masa sekarangnya itu sudah berubah, tapi kenapa masa depanya itu tidak berubah.

Itu sebabnya ada kekurangan dalam suatu takdir dan ramalan selalu berganti. Mereka tidak bisa memprediksikan apa isi hati kita, apa yang diperbuat oleh cinta.... LOVE!!!” ucap Dokter dengan bahagia, Do Kyung hanya diam saja
Kenapa? Apa Kau cemas? Apa karena meninggalkan wanita yang kau cintai? Mulai sekarang, hanya ada satu hal yang perlu kau lakukan Sampai kakimu dan hidupmu lelah..., milikilah rasa cinta.” Ucap Dokter memegang kepala Do Kyung mendoakan, lalu menjerit kalau sangat iri sekali. Do Kyung tertawa melihat Dokter menari-nari tapi dari wajahnya terlihat sangat cemas. 


Hae Young keluar rumah membaca pesan dari Do Kyung “Kau sedang apa?” senyuman sumringah membalas “Aku mau berangkat kerja, baru jalan dari rumah. Kau?
Tiba-tiba Do Kyung sudah berjalan disamping Hae Young mengatakan kalau ia juga mau berangkat kerja. Hae Young benar-benar kaget, mulutnya melonggo ketika melihat Do Kyung sudah ada disampingnya, lalu menjerit karena Do Kyung membuatnya kaget. Do Kyung tersenyum bahagia bisa melihat Hae Young kembali.
Hae Young mengaku sangat menyukai karena di pagi hari bisa langsung meihat pacarnya. Do Kyung menyuruh Hae Young segera masuk ke dalam mobil akan mengantarnya pulang, Hae Young sperti tak percaya di pagi hari sudah berjalan sambil berpelukan dengan Do Kyung dan mengaku sekarang bisa melakukan apa pun sekarang bahkan melakukan pembunuhan sekalipun.
Do Kyung menyuruh Hae Young sadar Hae Young menyuruh Do Kyung memilih saja orangnya nanti akan langsung melakukanya. Do Kyung membuka pintu mobilnya untuk Hae Young. Keduanya tersenyum bahagia meninggalkan rumah. 

Soo Kyung duduk di meja makan dengan menuangkan corn flakes untuk sarapan. Jin Sang keluar kamar sambil berbicara dengan ibunya di telp, mengatakan kalau ia sudah mengerti dan tak pelu mengkhawatirkanya, lalu tak lupa bilang “aku mencintaimu” sebelum menutup pintunya.
Jin Sang langsung bergoyang-goyang pinggulnya sambil menyanyi “rooftop party”didepan meja makan. Park Hoon melihat Jin Sang memang masih berusia tiga tahun karena Tidak ada orang dewasa yang menari setelah bangun tidur. Jin Sang menyuruh Park Hoon bertanya alasan dirinya itu senang, Park Hoon mengeluh malas bertanya jadi lebih baik langsung beritahu saja.
Aku akan hidup bahagia!!!  Aku punya mimpi yang luar biasa. Ibu menyuruhku jangan beritahu siapa pun, jadi cuma kalian berdua yang akan kuberitahu. Ibu bilang ini mimpi yang luar biasa. Daebak.....” kata Jin Sang benar-benar terlihat sangat bahagia.
Aku biasanya tidak pernah mimpi. Tapi ini pertama kalinya dalam hidupku aku punya mimpi yang hidup.” Cerita Jin Sang sambil duduk terlihat binggung, Park Hoon pun bertanya apa mimpinya itu. 

Bintang-bintang di langit bersinar terang... seolah-olah tertutup emas. Tapi tiba-tiba, mereka mulai bergerak dan membentuk bentuk ikan. Dan seolah-olah itu hidup dan Ekornya selalu bergerak lalu tiba-tiba jatuh dari langit, aku langsung menangkapnya.” Cerit Jin Sang dengan gambar bintang bentuk ikan di atasnya, Soo Kyung ikut mendengarnya juga membayangkanya dengan penuh semangat.
“Apa Kau menangkapnya dan Tidak menjatuhkannya?” ucap Soo Kyung memegang tangan Jin Sang,
Tentu saja! Aku menangkapnya Di tanganku!! Jangan menghancurkan ikannya.” Kata Jin Sang menarik tanganya, Soo Kyung menatap tanganya seperti terlihat bahagia.
Pokoknya... Setelah aku terbangun dari mimpiku dan membuka mataku. Aku merasa sangat senang, namun tenang. Rasanya seperti aku telah  mendengar suara Tuhan. "Era keberhasilanmu telah datang."” Cerita Jin Sang
Park Hoon meminta Jin Sang menjualnya seharga 5000 won. Soo Kyung mengumpat adiknya itu gila, dan memperingatkan agar Jin Sang tak menjual mimpinya meski seharga 100 juta won. Jin Sang juga tak akan menjualnya karena yang ia dengan arti dari mimpinya kalau ia akan menjadi Menteri Kehakiman, tertawa bahagia. Park Hoon menjerit menurutnya  terlalu cepat Jin Sang naik jabatan jadi Menteri

Di dalam mobil
Jin Sang mengajak Soo Kyung untuk bertemu saat makan malam dan ia yang mentraktir karena ada restoran steak yang enak. Dengan bangga merasa Soo Kyung tak bisa apa-apa tanpa dirinya dan berjanji akan selalu menjaganya. Soo Kyung hanya diam saja. Jin Sang menyuruh Soo Kyung cepat memberitahu keluarganya, karena pasti akan mengetahuinya setelah perut Soo Kyung sudah membesar.
Oh yah , Apa kau sudah beritahu ayahbayi itu, si Pria yang tinggal di Brasil?” tanya Jin Sang, Soo Kyung hanya diam menatap ke arah jendela.
Kenapa? Apa Kau tidak tahu nomor ponselnya? Apa alamat e-mail-nya  pun kau tidak tahu?” ucap Jin Sang lalu mengumpat kesal dan meminta biodata si pria nanti akan mencarikan kontaknya.
Dia bukan ayah dari bayi ini.” kata Soo Kyung, Jin Sang menjerit kaget tak percaya kalau bukan pria Brazil, ayah dari bayi yang dikandung Soo Kyung.
Tapi kau tidak punya hubungan dengan lelaki lain. Apaan ini? Mungkinkah... ini hasil hubungan cinta satu malam?” jerit Jin Sang tak percaya

Soo Kyung menyuruh Jin Sang mengurus urusanya saja, tak perlu ikut campur, dengan memegang kepalanya. Jin Sang melonggo dan langsung meminggirkan mobilnya, ia benar-benar tak percaya kalau dugaanya itu benar, bayi itu hasil dari cinta satu malam. Soo Kyung menegaskan Jin Sang untuk mengurus saja urusanya sendiri.
Lagipula aku sendiri yang akan membesarkan anakku.Jadi Cukup aku saja yang tahu siapa ayahnya. Ayahnya bukan pria di Brasil. Jadi jangan buat masalah untuk keluarganya Dan jangan mengumbar-umbar Tentang  ayah si bayi ini. Dan Juga... Aku akan pindah ke luar negeri ” Kata Soo Kyung. Jin Sang makin kaget bertanya kenapa harus pindah.
Kalau aku tinggal di Korea... maka aku akan bosan setengah mati ditanyai orang-orang siapa ayahnya. Anakku nanti akan merasa terbebani. Aku harus pindah ke negara lain dan membesarkan anakku dengan tenang.” Jelas Soo Kyung

Kau tidak bisa membesarkan anak sendirian di negara lain. Besarkan saja anakmu di Korea. Kau punya Do Kyung dan aku, jadi Kita semua bisa membesarkan anak itu. Aku tidak akan mengabaikanmu  setelah jabatanku naik. Memangnya kau mau pindah kemana?” ucap Jin Sang tak setuju.
Soo Kyung menyuruh Jin Sang diam saja dan tak perlu membahasnya, Jin Sang membalas Soo Kyung yang harus lupakan ide itu. Soo Kyung melihat jam tanganya sudah hampir terlambat jadi menyuruhnya untuk segara jalan. 

Jin Sang pun sampai mengantar Soo Kyung sampai depan kantor, wajahnya terlihat khawatir melihat kakak temanya yang sedang hamil sedirian, akhirnya ia ikut turun dari mobil.
Noona. Sampai bertemu nanti! Yang kuat! Fighting!” teriak Jin Sang didepan mobilnya, Soo Kyung berjalan sambil melambaikan tanganya tanpa membalikan badannya.
Jika aku memberitahumu kalau ini anakmu, kau bisa pingsan. Dan kita akan canggung.  Aku akan menjaga rahasia ini selamanya. Membesarkan anakku sendirian adalah keputusan yang tepat.Gumam Soo Kyung berjalan dengan memakai kacamatanya, Jin Sang pun masuk ke dalam mobilnya masih melihat Soo Kyung yang masuk kantor lalu mengemudikan mobilnya. 
Semoga kita tetap menjaga hubungan kakak-adik ini. Terima kasih sudah bermimpi tentang bayiku. Aku akan selalu mengenangnya, tentang Bintang Dan ikan.Gumam Soo Kyung menatap ke arah Jin Sang yang sudah pergi. 

Soo Kyung menatap ke arah lain dan melihat Hae Young baru turun dari mobil bersama dengan adiknya, keduanya terlihat sangat bahagia tanpa ada dendam. Hae Young bahkan melambaikan tangan pada Do Kyung sebelum pergi. Soo Kyung melihat adiknya yang tersenyum lebar melambaikan tangan pada Hae Young. Hae Young berjalan masuk ke dalam kantor dengan senyuman bahagia, lalu terdiam melihat Soo Kyung sudah ada didepanya.

Di dalam lift
Hae Young hanya diam saja dengan menatap poninya, Soo Kyung berkomentar kalau itu lucu sekali, menurutnya tidak ada yang perlu dijelaskan Hae Young padanya, karena sudah tahu  Seorang pria dan wanita  putus nyambung seperti matahari dan hujan.
Kami tidak akan putus.” Kata Hae Young, pintu lift terbuka
Jangan pernah putus.” Ucap Soo Kyung meninggalkan lift lebih dulu menuju ruanganya. Hae Young hanya bisa membungkuk mengerti.

Hae Young akan berjalan keruanganya, tiba-tiba si cantik Hae Young sudah ada didepanya dan mengucapkan “Selamat.” Dengan wajah bahagia. Hae Young binggung tiba-tiba temanya mengucapakan selamat, seperti sudah tahu sebelum menceritakanya. Si cantik Hae Young pun berjalan keruanganya, Hae Young menatapnya dengan wajah binggung. Si Cantik Hae Young terlihat menahan rasa sedihnya. 

Flash Back
Ibu Hae Young baru pulang belanja memeriksa kotak pos didepan rumah, lalu membuka sebuah surat yang diterimanya. Tiba-tiba matanya melotot, mulutnya melonggo melihat nilai yang tercantum pada lembaran kertas nilai milik anaknya.
Dibagian bawah tertulis [Peringkat 1 dari 38 anak sekelasnya dam Peringkat 2 dari 500 anak di sekolahnya.] lalu menjerit tak percaya memastikan kalau dibagian atas tertulis [Nama: Oh Hae Young]
Omo! Dia pasti sudah gila! Sayang!!! Hae Young pasti sudah gila!” jerit ibu Hae Young pada suaminya. Ayah Hae Young sedang memperbaiki mesin cuci heran ada pada dengan istrinya yang terlihat histeris. 

Hae Young makan cumi dengan wajah terlihat ada noda bekas jerawat di pipi, Ibunya terlihat sibuk berbicara di telp kalau Hae Young ranking pertama di kelasnya, dan urutan kedua di sekolahnya, dengan banga mengatakan kalau anaknya itu peringkat kedua dari 500 anak-anak.
Tentu saja!!! Dia harus kuliah di Universitas Seoul. Kita bicara lagi nanti.” Kata Ibu Hae Young bangga menutup telpnya
Siapa yang kau telepon sekarang?” tanya suaminya melihat istrinya kembali mengangkat telp. Istrinya mengatakan kalau ia menelp sepupu. Suaminya menyuruh untuk berhenti saja.
Apa maksudmu? Dia selalu membual tentang pendidikan putrinya. jadi Dia harus mendengarku membual juga. Dia takkan pernah menduga kalau hari ini akan datang.” Kata ibu Hae Young mulai menelp sepupunya.
Ibunya mulai bertanya pada sepupunya, apakah  sudah terima rapor Seo Hee belum, lalu memberitahu Hae Young peringkat kedua di sekolahnya. Terdengar bunyi bel rumah, Hae Young pun berlari untuk membukanya. 

Hae Young melonggo melihat Si cantik Hae Young sudah ada dirumahnya dengan melambaikan tanganya, lalu memberitahu kalau rapor mereka tertukar. Hae Young menerimanya dan dengan cepat membukanya, tapi langsung mengenggamnya.
Biar kukasih rapormu besok, aku akan kembalikan rapormu di sekolah. Bolehkah... ...aku menandatangani rapormu sebelum kukembalikan?” ucap Hae Young
Kalau begitu aku juga menandatangani ini dan besok kukasih padamu.” Kata Si cantik Hae Young mengambl kertas dari tangan Hae Young. 

Di dalam bus
Si cantik Hae Young membuka lembaran rapor milik Hae Young, dengan rangking 29 dari 38 orang dikelas dan peringkat 218 pada 500 orang di sekolah, dengan mata berkaca-kaca dan menahan sedih sendirian memegang kertas rapornya.
Didepan sebuah rumah yang cukup besar, dengan pohon yang dikelilingi lampu dan gerbangnya sangat tinggi. Hae Young berdiri didepanya nampak gugup dan mencoba untuk menenangkan dirinya, Akhirnya ia memberanika diri dengan menekan bel rumah.
Akhirnya Hae Young duduk diruangan yang terlihat mewah, terlihat foto ibunya yang duduk bersama dengan Ketua Jang. Seorang pelayan datang, menyuruh Hae Young untuk segera masuk. Ibunya langsung memberikan tandatangan di rapor anaknya lalu meminum winenya.
Biasanya, aku selalu peringkat pertama atau kedua di sekolah. Tapi aku tidak belajar kali ini jadi Aku hanya tebak-tebak saja jawabannya.” Kata Hae Young memberikan penjelasan.
Sepertinya Ibu akan bercerai lagi. Aku ingin keluar dari rumah ini.” kata Ibu Hae Young
Akhirnya Hae Young menuruni tangga rumah ibunya dan menangis meninggalkan rumah ibunya

Bibi Hae Young tertawa terbahak-bahak sampai merasakan perutnya itu sakit, ibu Hae Young sedan mencuci piring, Ayah Hae Young menahan amarah dengan mengenggam tanganya. Hae Young duduk di depan bibinya hanya bisa diam saja.
Sudah kuduga. Tidak mungkin Hae Young ranking. Kau itu absen Nomor 27, Oh Hae Young. Dan hasilnya B, C, C, B, D, D, D, C, D... Aku sempat kaget. Kukira Hae Young memang peringkat kedua dari semua murid.” Ucap bibinya tertawa terbahak-bahak.
Kenapa  kau bisa kaget?” ucap Ibu Hae Young marah, bibi Hae Young mulai binggung menjawabnya.
Aku tidak tahu kenapa hal itu...” kata bibi Hae Young kebinggungan, Ibu Hae Young memberitahu anaknya tak apa-apa jadi menyuruhnya untuk tetap makan.
Kenapa mereka menaruh dua gadis bernama sama di kelas yang sama?” kata Ibu Hae Young mengomel sambil mencuci piring kembali.
Kau harusnya membahasnya ke pihak sekolah. Dia biasanya memang  peringkat 200-an atau 300. Dan Bisa-bisanya kau percaya dia  peringkat 2 di sekolah? Tentu saja rapor mereka tertukar.” Ucap bibi Hae Young kembali tertawa.
Tuan Oh panik melihat istrinya sudah mulai membuka celemeknya, Bibi Hae Young tertawa malah menurutnya berkat Hae Young jadi banyak tertawa. Ibu Hae Young berdiri di depan adik iparnya langsung membuka kancing bajunya, Bibi Hae Young pun terkejut. 

Si cantik Hae Young akhirnya bertemu denga Ibu Hae Young dan juga Hae Young. Ibu Hae Young bertanya apakah ia Hae Young yang tertukar rapornya, si cantik Hae Young membenarkan. Ibu Hae Young terus menatapnya, lalu berkomentar kalau matanya besar sekali lalu berjalan pergi.
Hae Young mengikuti ibunya dengan wajah tertunduk, Ibunya mengengam tangan anaknya, menenangkan kalau Nilai bukanlah segalanya, Hae Young tertunduk menangis. Si cantik Hae Young menatap sedih karena ibu Hae Young bisa menenangkan anaknya dengan mengengamkan tanganya.

Saat itulah aku punya firasat ini.... Firasat bahwa aku akan  selalu di bawahmu. Firasat bahwa aku takkan mampu melakukan apa pun... karena aku tidak pernah merasakan cinta keluarga.
Hae Young konsentrasi di ruang kerjanya, tapi perasaan sedihnya kembali datang, lalu mncoba menatap keluar agar menenangkan dirinya. 

Park Hoon duduk termenung dimeja kasir, Anna sedang melayani pelanggan dengan memberitahu kalau snack yang dibelinya sedang ada promo buy 1 get 1. Park Hoon mengingat saat Hee Ran melempar semua barangnya keluar rumah dan ia mengambil judul skenario “Pembuka Botol Bergairah” lalu Hee Ran berteriak “Kau pikir aku akan menggodamu!!!”
Anna pun kembali melayani pelangan yang sudah mengambil snack yang sama, wajahnya cemberut melihat wajah pacarnya lalu bertanya kenapa wajah Park Hoon terlihat murung. Park Hoon merasa Sepertinya tahu kenapa dirinya tidak bisa sukses. Anna bertanya kenapa memangnya.
Aku tidak bisa sukses... karena aku mencintaimu.” Kata Park Hoon
Siapa yang mencoba merayumu? Pasti dia wanita yang kuat.” Komentar Anna

Kau juga seperti itu, Pasti senang rasanya cepat mengerti.” Ucap Park Hoon
Aku punya indra khusus di seluruh tubuhku. Asal kau tahu saja, seluruh tubuhku ini tentakel seperti cumi-cumi” kata Anna bangga
Park Hoon hanya diam, Anna mencubit pipi Park Hoon  mengaku sangat bangga pada pacarnya karena menurutnya sangat sulit untuk tidak tergoda oleh seorang wanita dan tak tertipu olehnya meski menawari kesuksesan, lalu mengelus kepalanya seperti good boy, dan memberikan imbalan sosis. Park Hoon pun memakanya, Anna kembali menyapa pelanggan yang baru datang.
Jika aku bisa mencintaimu...dan sukses...” ucap Park Hoon, Anna langsung memberikan tendangan dan Park Hoon terjatuh menghindarinya, seperti anak anjing yang ketakutan. 


Seorang sutradara menelp terlihat binggung, karena petani  akan memotong gandum barley-nya besok jadi mereka sekarang ini mau menyelesaikan syuting disana.
Kapan mereka memotong gandumnya?” tanya Do Kyung, Sutradara mengatakan besok pagi.
“Aisshh... Kau harusnya periksa jadwalnya lagi!” jerit Si sutradara pada krunya, si pria hanya bisa tertunduk meminta maaf.
Jadi bagaimana ini? Alangkah baiknya kau datang... tapi aku merasa tak enak menyuruhmu datang. Kalau kau bisa merekam suaranya di lokasi lain, tak masalah” kata sutadara lalu masuk ke dalam mobilnya denga kru lainnya. 

Tim Do Kyung pun berkumpul bersama, Sang Suk berkomentar lebih baik  mereka pergi kesana karena kalau  tak ke sana, mereka harus  pergi ke Go Chang yang baru mencabut gandum di ladangnya minggu depan.
Kenapa memotong gandumnya sekarang? Padahal ladang itu kelihatan cantik kalau tak dipotong.” Keluh Ki Tae.
Mereka harus memanennya.” Ucap Sang Suk
“Jadi Mereka kesana bukan karena pemandangannya?” ucap Ki Tae binggung
Bisakah kita pulang pergi hari ini?” tanya Park Hoon, Do Kyung hanya bisa menghela nafasnya. 

Hae Young dengan wajah sedih bertanya pada Do Kyung kapan kembali, lalu menjerit mengetahui Do Kyung yang akan pulang besok. Semua tim menatap Hae Young dengan heran karena tiba-tiba menjerit. Hae Young pun segera menutup mulutnya.
Jangan besok! Jadi aku tidak bisa menemuimu sampai besok?” bisik Hae Young sedih.
Tak ada pilihan, karena Pekerjaan lebih penting. Baiklah. Sampai jumpa besok.” Ucap Hae Young pasrah
Jika aku masih hidup besok, kita akan bertemu. Jika aku mati karena merindukanmu, sepertinya aku tidak bisa melihatmu lagi. Lihat saja apa aku masih hidup sampai besok.” Kata Hae Young merengek, membuat Do Kyung hanya bisa tersenyum.
Hae Young menutup telpnya dan berpura-pura menangis, teman satu timnya tertawa melihat Hae Young yang tak bisa bertemu dengan pacarnya. 

Do Kyung menelp kakaknya untuk meminta tolong, Soo Kyung  bertanya apa yang diminta adiknya. Do Kyung meminta agar Soo Kyung bisa menyuruh Asisten Manajer Oh bekerja di luar kantor hari ini jadi bisa keluar, tak perlu kerja dalam kantor.
Soo Kyung menyuruh adiknya tak berpikiran konyol, menegaskan kalau itu tak bisa. Do Kyung memohon hanya satu kali ini saja, Soo Kyung tetap menolaknya. Do Kyung berbisik kalau ia berjanji akan bersikap baik  pada kakaknya mulai sekarang. Semua anak buahnya melonggo mendengarnya, Soo Kyung mengumpat adiknya itu brengsek lalu menutup ponselnya. Sang Suk mengartikan kalau tak bisa membuat Hae Young pergi, Park Hoon hanya bisa tersenyum. 

Ki Tae dan Sang Suk masuk ke sebuah gedung dengan kacamata hitamnya, terlihat mengendap-ngendap. Sang Suk menarik Ki Tae yang berjalan dengan arah yang salah, keduanya sempat melepas kacamata ketika bertemu pegawai kantor dengan ramah, setelah itu keduanya terlihat seperti seorang intel.
Hae Young snack dengan teman satu timnya bertanya siapa yang membeli snack itu, Salah seorang pria mengaku dirinya yang membelinya karena merasa bersalah pada Hae Young.
Tapi... Jika kalian mau nongkrong bersamaku, cuma hari ini waktu yang ku punya. Aku bebas hari ini. Mulai besok, aku akan sibuk selamanya Sampai aku mati.” Kata Hae Young, si pria malah mengejek sudah bagus Hae Young sibuk dengan melepar snack pada temanya.

Sang Suk datang dengan Ki Tae, mencoba menebak wanita yang berambut panjang itu Oh Hae Young. Wanita rambut panjang mengelengkan kepala. Lalu semua menujukan jarinya pada Hae Young yang terlihat binggung. Keduanya langsung membuka kacamata memastika kalau memang benar namanya Oh Hae Young, Hae Young membenarkan.
Kami dari kepolisian Seo Bu.” Kata Sang Suk dengan cepat memperlihatkan ID Card dalam dompetnya takut ketahuan.
Nomor ponselmu 072-11...” ucap Sang Suk terlihat lupa, Ki Tae pun melanjutkan dengan angka 1131.
Sang Suk mengucapkan Terima kasih pada temanya, Hae Young membenarkan nomor telpnya. Sang Suk beralasan Karena melanggar huku Informasi dan Komunikasi maka harus ikut dengan mereka dan memanggil Ki Tae menjadi petugas Go agar menyakinkan. Hae Young menjerit kaget. 


Akhirnya Hae Young dibawa oleh Sang Suk dan Ki Tae dianggap sudah melanggar hukum dibawa oleh polisi. Semua timnya mengikutinya dari belakang, Hae Young merasa mereka salah orang karena ia tak membuat kesalahan apapun. Keduanya mengatakan sudah mengetahuinya.
Ada dua Oh Hae Youngs disini. Apa Kalian tahu?” kata Hae Young, Keduanya kembali menjawab sudah mengetahuinya.
Sung Jin dkk binggung karena Hae Young dibawa begitu saja keluar dari kantor, salah satu pegawai pria seperti tak peduli menyuruh mereka kembali makan. Pegawai wanita mengomel karena mereka masih memikirkan makan dengan keadaan seperti sekarang. 

Hae Young berada didalam mobil terlihat kebinggung, ponselnya berbunyi dari Manager Kim Sung Jin, buru-buru ia mengangkatnya. Sung Jin bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Hae Young merasa  Sepertinya ada seseorang yang menyalahgunakan namanya, dengan nada marah mengancam orang yang melakukan ini padanya.
“Tolong Jangan gunakan ponselmu. Matikan.” Ucap Sang Suk memperingati dengan nada berat seorang polisi
Semakin banyak kau menggunakan ponselmu, maka kejahatanmu akan semakin serius. Setiap kali kau menggunakan ponselmu, maka makin banyak uang yang bocor.” Kata Ki Tae menyakinkan.
Hae Young panik dan langsung menutup telp dan mematikan ponselnya.

Memangnya uang bisa bocor hanya karena aku dapat telepon dari orang lain?” tanya Hae Young dengan wajah serius
Iya. Uang akan bocor setiap kali ponselmu berdering.” Kata Ki Tae menyakinkan
Sejak kapan ponselku seperti ini? Berapa tagihan ponselku? Aku akan dibayar karena ini, 'kan? Tapi Aku tidak perlu harus membayar untuk semuanya, 'kan? Jika kita melaporkan hal ini, aku akan dibayar kembali. benar 'kan?” jerit Hae Young panik
Ki Tae berteriak mengeluh Hae Young itu cerewet sekali dan menyuruh untuk menutup mulutnya. Sang Suk memperingatkan Ki Tae kalau berani seperti itu. Ki Tae melihat penjahatnya ada di sana. Sang Suk menunjuk ke arah Park Hoon yang sudah menunggu.
Pria bertopi itu yang paling kejam,Kepribadiannya paling menyebalkan.” Kata Ki Tae, Hae Young melihat pria dengan mengunakan topi dengan tatapan sinis.

Mobil pun berhenti semuanya masuk ke dalam mobil, Park  Hoon menyuruh mereka untuk cepat berangkat karena sudah terlambat jadi harus lewat tol. Hae Young mencoba kabur saat si pria bertopi masuk, tapi pintu sudah lebih dulu ditutup.
Do Kyung bertanya bagaimana mereka bisa keluar, Ki Tae mengatakan mereka memakai caranya sendiri. Do Kyung membuka topinya memuji kerjaan anak buahnya, Hae Young terlihat masih tertunduk ketakutan, lalu melonggo ternyata Do Kyung yang merencanakan semuanya, dan menjerita karena pacarnya itu kembali membuat kaget.
Semua orang kecuali supir, cepat tidur.” Kata Park Hoon, semua pun memejamkan matanya membiarkan Hae Young dan Do Kyung berduaan.
Apa? Omong kosong macam apa ini! Kalian tidak boleh tidur!” teriak Ki Tae kesal karena menjadi sopir.
Hae Young dan Do Kyung tak bisa menghentikan senyuman bahagia karena bisa bertemu lagi. 

Disebuah lapangan gandum yang luas, seorang anak melakukan adegan menunggang kuda di padang gandum. Mobil Hae Young pun datang ke lokasi syuting, Sutradara bertemu dengan Do Kyung merasa beruntung karena Anginnya berhembus dengan baik.
Kau tahu 'kan film ini  dialognya sedikit? Jadi efek suara sangat penting disini. Aku mengandalkanmu.” Ucap sutradra lalu pamit pergi dan akan bertemu di lokasi berikutnya.
Lokasi berikutnya Pantai Manri-po. Kita tak punya banyak waktu. Ayo cepat.” Kata seorang pria pada semua kru yang memindahkan alat syuting.
Do Kyung menatap Hae Young yang menunggunya selama berbicara dengan sutradara. Keduanya kembali memberikan senyuman bahagia. 

Di sebuah padang gandum, Ki Tae dan Sang Suk berbaring dengan Mic dan juga earphone ditelinga mereka. Ki Tae seperti memuaskan diri untuk tertidur karena selama perjalaan tak bisa menutup matanya. Park Hoon dan juga si pria muda duduk tak jauh dari meja, memegang mic dan memastikan suara dengan earphonenya.
Park Hoon yang bosan mencoba mengemil gandum yang di kupasnya, serta memberikan pada teman si pria muda. Hae Young ikut juga mendengarkan suara yang direkam dengan earphonenya, ketika matanya  saling menatap, keduanya kembali tersenyum bahagia. 

Sang Suk pamit pergi dengan timnya jadi Do Kyung tak perlu menkhawatirkanya, kalau mereka sudah selesai maka akan menjemputnya kembali. Do Kyung pun berpesan agar mereka berkerja dan berhasil. Semua mengucapkan pada mereka berdua untuk bersenang-senang.  Park Hoon memberikan tanda cinta untuk kakaknya dan Hae Young.
Tapi bukankah ini lokasi yang buruk meninggalkan mereka sendirian? Apa kita harus mengantar mereka ke kota supaya mereka bisa berbaring dan beristirahat. Bukankah kalian suka  tempat-tempat seperti itu?” kata Ki Tae mengoda dengan suara erotisnya
Park Hoon langsung menoyor kepalanya, Sang Suk mengumpat temanya itu memang bajingan sambil memukul mulutnya yang bicara sembarangan. Hae Young hanya tertunduk malu, Akhirnya Sang Suk langsung menutup pintu mobil, Ki Tae terus mengodanya dengan suara erotis dari tanganya. 

Do Kyung mengajak Hae Young untuk segera pergi, Hae Young melihat sekeliling kalau tidak ada orang jadi ingin memeluknya, lalu membuka tanganya siap menerima Do Kyung untuk mendekatinya. Do Kyung tersenyum, berjalan mendekat tapi malah memutar badan Hae Young seperti mengajaknya menari.
Hae Young kaget dengan memegang badan Do Kyung agar tak jatuh, Do Kyung memegang wajah pacarnya memberitahu kalau masih siang lalu mengajaknya pergi.
Memangnya kenapa kalau masih siang? Aku Kenapa?!!” jerit Hae Young lalu berlari merangkul tangan pacarnya. 

Tae Jin duduk disebuah ruangan, melihat papan nama diatas meja  [C.E.O: Lee Chan Soo] dan teringat sebelumnya papan nama miliknya ada diatas meja bertuliskan [C.E.O: Han Tae Jin] temanya masuk, Chan Soo bertanya apakah Tae Jin sudah menunggu lama karena seharusnya menelpnya lebih dulu kalau memang ingin datang.
Aku harus pergi ke bea cukai pagi tadi.” Kata Chan Soo
Kantor ini sudah besar, Padahal dulu masih sempit disini.” Komentar Tae Jin
Keberuntungan datang setelah kesialan. Tidak lama setelah kau dipenjara, pasar Eropa mulai membelinya. Setelah melihatnya, semua bank-bank yang tadinya tak peduli akhirnya mulai melakukan investasi. Ketika kita memohon mereka pinjaman, tapi mereka bahkan tidak bergeming.” Cerita Chan Soo sambil duduk di meja kerjanya
Kau ingin aku lakukan apa sekarang?” ucap Tae Jin, Chan Soo sibuk dengan melihat surat yang datang diatas meja. Tae Jin kembali bertanya apa yang harus dilakukanya.
Jangan terburu-buru. Kau baru keluar dari penjara. Apa Sudah baikan dengan Hae Young dan berjalan dengan lancar?” kata Chan Soo berpura-pura ramah.
Kami tidak berbaikan dan tidak ada yang bisa diperbaikai dalam hubungan kami” kata Tae Jin pasrah.
Tentu saja aku akan memberikan posisimu kembali. Banyak yang sudah kita lalui bersama. Lebih baik Bereskan dulu hubungan dengan  Hae Young dan Cepatlah menikah. Jangan menyakitinya lagi karena kau terlalu sibuk kerja. Kupikir dia harus menjadi prioritasmu.” Ucap Chan Soo seperti sengaja mengalihkanya lalu mengajak Tae Jin untuk pergi makan
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar