Rabu, 29 Juni 2016

Sinopsis Doctors Episode 4 Part 1

Disaat sukses, kita memperoleh banyak hal. Orang melihatmu dengan cara berbeda.
Hye Jung berjalan dengan anggun melalui lorong mall, melihat ke bagian perhiasan lalu memilih sebuah anting yang terlihat cantik, Pelayan pun memuji Hye Jung yang nampak cantik. Dengan senyumanya membalas dengan mengucapkan terimakasih.
Saat sukses, aku menyadarinya. Kesuksesan, hanya bisa dihargai jika punya keluarga untuk berbagi.
Hye Jung masuk ke dalam mobil sedan yang terlihat mewah, dengan barang belanjan yang dibelinya.
Aku sudah kehilangan keluargaku. Aku tidak punya keinginan memulai keluarga. Makanya, aku lebih memilih mobil dibandingkan rumah. Meskipun aku kehilangan sesuatu,  tapi aku tidak bisa melupakannya.
Hye Jung berdandan lebih dulu sebelum pergi, setelah itu menyetir mobilnya melalui jembatan menyeberangi sungai Han. 

[RUMAH SAKIT GOOKIL]
Hasil CT Scan dari kepala, Hye Jung bertanya apda Dokter Kang apa yang dilihatnya. Dokter Kang mengatakan kalau itu Cerebral Edema. Hye Jung bertanya apakah ia yakin. Dokter Kang melihat kembali. Hye Jung menyuruh agar Dokter Kang lebih percaya diri dan membenarkan Cerebral Edema, lalu bertanya Apa lagi selain itu.
Perdarahan subdural.” Kata Dokter Kang, Hye Jung kembali mengujinya apakah yakin. Dokter Yang merasa yakin.
Kau tidak yakin pada yang benar Tapi yakin pada hal yang salah.  Apa Kau belum dapat latihan toilet ya ?” kata Hye Jung menyindir,
Kenapa sudah tahun keempat tapi belum bisa membedakan antara epidural dan pendarahan subdural ? Apa Tidak malu di depan anak tahun pertama ?” kata Hye Jung mengejek. Dokter Choi Kang Soo yang berambut pirang terlihat bangga,

Dokter Kang hanya diam duduk diam dengan tangan dipangkuanya. Hye Jung pun akhirnya berdiri menyuruh untuk menyiapkan operasi darurat.  Dokter Kang mengatakan tak bisa karena harus minta persetujuan staf bedah dulu.
Pasien bisa mati kalau kita menunggu.” Ucap Hye Jung
Ada aturan yang harus dipatuhi di rumah sakit.  Kalau dokter begini terus, naja aku bisa kena masalah.” Kata Dokter Kang
“Apa Kau tidak mau kena masalah dan membiarkan pasien dalam bahaya ?” ucap Hye Jung
Bukan cuma aku, tapi Dokter juga bisa kena masalah.” Kata Dokter Kang, Hye Jung pikir tak perlu mencemaskan dirinya, lebih baik segera siapkan lalu keluar ruangan. 


Dokter Kang pun tak bisa mengejarnya dan langsung menendang kaki juniornya, lalu duduk di kursi dengan melipat tangan di dada sambil mengomel kalau Hye Jung bukan dokter jaga tapi malah mengambil alih.
Ini hari pertamanya, Harusnya pulang dan tidur. Bukan begitu ?” kata Dokter Kang kesal, Dokter Choi setuju.
Terpaksa harus dikerjakan.  Kenapa dia kuat sekali ? Apa tadi kau lihat ? Dia bisa membunuh seekor sapi.” Kata Dokter Kang heran
Dia terbang kesana, melemparnya lalu menghajar .. kau Lihat tidak ?” Dokter Choi tertawa bangga
Karena dia perempuan, makanya mereka lembek padanya.” Ucap Dokter Kang,
Dokter Choi bertanya apakah ruang operasinya mau disiapkan. Dokter Kang sudah tahu kalau memesan ruangan, Dokter Jung pasti membunuhnya, tapi Kalau tidak, Yoo Hye Jung akan membunuhnya. Tapi Karena harus cepat,  lebih baik dengar saja Yoo Hyejung. 

Di dalam ambulance, Yoon Do memeriksa aliran infus sambil menyindir Seo Woo yang tadi hanya diam saja, menurutnya itu seperti bukan dokter, lalu bertanya mengejek Bagaimana bisa memegang pisau bedah. Seo Woo mengatakan sudah membeirkan bahan ledekan selama setahun, menurutnya Yoon Do Senang menabur garam di lukanya. Yoon Do binggung apa maksudnya luka.
Waktu itu aku masih SMA... Ada seorang penindas membawaku ke gedung kosong. Aku nyaris mati disana jadi sampai sekarang aku masih trauma.  Ahjuma ini, tadi pingsan saat bertengkar denganku.  Aku takut bahaya  dan juga takut kalau orang lain bahaya.” Kata Seo Woo
Kau sepertinya periang.  Apa Hal itu benar-benar terjadi juga padamu ?” ucap Yoon Do tak percaya
Sunbae orang pertama yang kuberitahu.  Coba kau lihat, bahkan ada bekas lukanya Meskipun sudah hilang sekarang. Tapi kadang masih sakit.” Kata Seo Woo merengek sambil memperlihatkan bagian kakinya dengan luka yang sudah menghilang.
“Dasar.... Perempuan memang mengerikan.  Apa Kau yakin tidak melakukan apapun sampai hal itu terjadi ?” kata Yoon Do tak percaya
Aku melakukan atas nama keadilan. Mungkin gadis itu sekarang ada di penjara.” Ucap Seo Woo sombong

Di dalam ruangan operasi, Hye Jung datang meminta pad Dokter Kang untuk melakukanya. Dokter Kang mengatakan biasanya yang melakukannya. Hye Jung meminta agar Dokter Kang memberikan padanya saja, dengan alat pencukur rambut tangan Hye Jung terlihat yakin memotong rambut yang terlihat luka.
Ketua Gangster terlihat sudah tak sadarkan diri dalam ruangan operasi, Hye Jung pun mulai membedahnya, Dokter Kang melotot kaget karena ternyata Hye Jung melakukan dengan cepat. Hye Jung berkomentar Dokter Kang terlalu lebay. Perawat datang memberitahu kaau Yoon Do menelpnya, tertulis namanya “ Yoon Si pisau. Hye Jung langsung mengerti dan menyuruhnya keluar. 

Si bibi pemilik dibawa langsung dengan bantuan tabung oksigen. Dokter Kang menyapa Yoon Do yang datang dengan Seo Woo. Yoon Do bertanya apakah Ruang operasinya sudah siap. Dokter Kang mengatakan suda siap di ruang 1.
Kenapa ruang 1 , Bukan ruang 2 ?” kata Yoon Do
Ruang 2 sedang digunakan dokter fellow baru.  Epidural perdarahan darurat.” Jelas Dokter Kang
Kenapa aku tidak tahu soal operasi itu ?  Aku sedang bertugas sekarang.  Aku bertanggung jawab pada semua operasi hari ini. “ kata Yoon Do, Dokter Kang sudah mengatakanya tapi memaksa.
Harusnya kau menelponku.  Apa yang kau lakukan ?! Aku sudah memberikan kebebasan,  tapi begini hasilnya ?” teriak Yoon Do marah, Dokter kang pun meminta maaf, Yoon Do tak mau mempermasalahkan lagi,  karena dokter Kang akan bertanggung jawab pada perbuatannya. 

Seo Woo pun bertanya kenapa Dokter Kang melakukan hal seperti itu karena Di departemen mereka hanya ada  satu orang yang pemarah lalu bertanya apakah mereka tidak bisa mengatasinya.
Dokter, Apa kau sudah bertemu dengan fellow baru, belum ?” tanya Dokter Kang, Seo Woo bertanya balik memangnya kenapa.
Sepertinya akan ada hujan darah sebentar lagi, Tidak mungkin ada 2 matahari di satu langit.” Ucap Dokter Kang lalu buru-buru masuk, Seo Woo heran tak mengerti dengan kata-kata Dokter Kang. 

Dokter Pi Young Kook sedang berlatih menjahit  dengan bagian tubuh karet dalam kamar dokter, Seo Woo masuk ruangan langsung bertanya apakah Dokter Pi sudah ketemu fellow baru karena mendengar dia menghabisi kelompok gangster yang bikin ribut di IGD.  Dokter Pi membenarkan.
Aku dengar lumayan hebat.” Ucap Dokter Pi memberikan suara saat Hye Jung mengalahkan gangster
Kenapa aku bisa tidak tahu soal Ahli Bedah wanita ini ? Waktu sekolah aku belum pernah ketemu.  Sebaiknya aku akrab dengannya karena Dia bisa jadi pengawalku.” Ucap Seo Woo
Apa kau cukup cantik sampai butuh pengawal ?” ejek Dokter Pi, Seo Woo yakin kalau ada yang melihat mungkin mereka dianggap teman.
Aisshh, kita memang teman. Aku 10 tahun di sekolah kedokteran,  makanya aku berada dibawahmu jadi Harusnya kau bersikap baik padaku.  Kenapa datang ke rumah sakit? Aku kira kau mau mengungkap hatimu saat di seminar.” Ucap Dokter Pi
Tidak bisa, karena Dia mendadak harus operasi.” Kata Seo Woo dengan helaan nafas
Jangan lakukan, Dokter Jung tipe yang mau memimpin, bukan dipimpin.  Jangan katakan perasaanmu, lebih baik buat dia mengaku padamu.” Saran Dokter Pi
Aku bersikap mandiri,  dalam hal laki-laki ataupun pekerjaan” ucap Seo Woo bangga
Dokter Pi merasa kalau  saat ini tidak tepat untuk mengakui perasaanya, karena Fellow baru melanggar peraturan, jadi Yoon Do sedang marah sekali, menurutnya semua bawahanya pasti akan kena marah , kalau dia sudah selesai operasi. Seo Woo mengeluh padahal ingin berteman dengannya, tapi fellow baru itu sudah bikin salah.
Kedepannya akan seperti itu. Kau harus bersaing dengan staf bedah.” Kata Dokter Pi
“Hei... Mana bisa kau menganggap dia sebagai sainganku ? Kau masih jadi residen karena tidak pandai menilai.” Kata Seo Woo mengomel
Jangan remehkan fellow itu, Dia direkrut oleh Kepala Bagian Kim.” Ucap Dokter Pi dengan senyumanya. 


Wakil Gangster memainkan koin sambil menungu dengan tegang didepan ruang operasi. Hye Jung akhirnya keluar ruangan, Wakil Gangster yang panik sampai semua koinya jatuh bergelinding. Hye Jung memberitahu Operasinya lancar, tapi pasien masih perlu diawasi saat ini.
Ia ada di ICU, sebaiknya tunggu sampai sadar dulu Tidak diijinkan ada pengunjung. Siapa yang punya pertanyaan ?” kata Hye Jung dengan tegas
“Apa kau Sudah menikah ?” tanya wakil gangster, Hye Jung mengatakan menolak menjawabnya lalu berjalan pergi
“Dia memang sangat menyenangkan” komentar si wakil gangster sambil bersiul mengodanya, semua anak buahnya terlihat ikut tertarik juga. Si wakil gangster pun mengatakan kalau masih cemas dan menyuruh mengambil koin yang jatuh Ada 8 dan tak boleh kurang. 

Yoon Do mencuci tanganya menyuruh Dokter Kang agar Minta Dokter Yoo Hye Jung menemui sesudah operasi. Dokter Kang memberitahu kalau Hye Jung sudah selesai dari tadi, karena cepat sekali. Bahkan Rambut pasien, mencukurnya sendiri, bahkan nyaris tidak melakukan apapun.
“Apa Kau mau membuatku marah ? Apa lebih cepat lebih penting daripada akurat ? Jadi yang mana yang prioritas ? Apa Dia mencukur rambut pasien sendiri ?Itu karena dia tidak percaya pada kemampuan kalian. Dan Dia mirip dengan psikopat buatku.” Kata Yoon Do marah
Maafkan aku dokter” ucap Dokter Kang, Yoon Do makin kesal karena Dokter Kang selalu meminta maaf.
Pokoknya, suruh dia tunggu dan kau, aku hukum seminggu.” Ucap Yoon Doo lalu keluar dari ruangan.
Aish, besok aku pasti mati. Aku pikir cukup satu orang yang begitu.  Kenapa sekarang tambah satu lagi ? Kapan hidupku bisa tenang ?” keluh Dokter Kang kesal sendiri 

Dokter Choi berlari di lorong, pesan dari Dokter Kang teringat dikepalanya dengan nada ancaman. Kalau sampai Dokter Yoo Hye Jung pulang, maka kau yang mampus.Sesampai diruang ganti, Dokter Choi langsung berbalik karena melihat Hye Jung yang sedang menganti bajunya. Hye Jung menyindir juniornya itu masuk seenaknya.
“Apa kau Tidak lihat aku ganti baju ?” ucap Hye Jung
Dokter Jung Yoon Do menunggu ingin bicara setelah Ia selesai operasi.” Kata Dokter Choi, Hye Jung menanyakan alasanya.
Dia sangat marah.  Hari ini Ia dokter yang bertanggung jawab.” Ucap Dokter Cho, Hye Jung menyuruh agar Yoon Do bertemu denganya besok saja.
Dokter Jung Yoon Do, paling benci kalau ada yang melanggar peraturan.” Ucap Dokter Choi, Hye Jung bertanya sedang operasi apa saat ini
Retak Aneurisma.” Kata Dokter Choi
Aku ... paling benci menunggu.” Ucap Hye Jung sambil memeluknya lalu berjalan pergi, Dokter Choi terpana karena Hye Jung itu wangi. 

Yoon Do baru saja selesai dan keluar dari ruang operasi, menerika pesa dari Hye Jung “Aku Yoo Hye Jung, Aku ada di Sooni Hawaii di depan rumah sakit.” Membaca pesan dengan helaan nafas mengumpat kalau Orang ini tidak kenal dasar peraturan.
Restoran Sooni Hawaii, Soon Hee tiba-tiba medapat pelukan dari belakang dengan tanganya mencoba melawan orang yang berani memeluknya, tapi saat berbalik dan ingin memukulnyaternyata Hye Jung yang datang memeluknya. Hye Jung tersenyum karena sengaja ingin mengujinya apa yang sudah diajarkanya, lalu memuji kalau temanya itu sudah pandai.
Harusnya pulang kalau sudah selesai. Kenapa datang disini ?” kata Soon Hee
Aku ingin denganmu dan ini hadiah untukmu” ucap Hye Jung memberikan bungkus belanjanya.
Kau pasti memikirkan nenekmu lagi. Setiap kau memikirkan nenekmu,  kau membeli sesuatu.” Keluh Soon Hee lalu saat membuka kotaknya ternyata itu anting yanga selama ini sudah di inginkan lalu mengucapkan terima kasih sambil memeluknya.
Kalau kau laki-laki pasti bagus sekali ?Aku bisa jadi istri dokter, sayang sekali. Apa ada yang tanya kenapa kau pulang tengah malam ?” ucap Soon Hee
Tidak ada yang tanya soal itu,  tapi ada yang ingin bertemu aku.” Kata Hye Jung, Soon Hee menebak itu Seo Woo
Kenapa mengungkit Seo Woo ?” ucap Hye Jung heran
Rumah sakit barumu, adalah rumah sakit ayah Seo Woo.  Katanya dia juga dokter.  Kau bilang pernah melihatnya waktu sekolah ? Bagaimana tanggapan Seo Woo saat dia tahu kau jadi dokter ? Augh, memikirkannya membuatku senang.” Kata Soon Hee senang
Memikirkannya membuatku stress.” Ungkap Hye Jung seperti ingin melupakan masa lalunya. Soon Hee pun mengajak Hye Jung untuk menghilangkan rasa stressnya. 


Hye Jung dan Soon Hee saling menyentuh dibagian kakinya, keduanya sudah duduk dibalkon dengan menatap langit dan menikmati minuman jus bersama-sama seperti berada di hawai. Soon Hee pikir paling cocok dengan yang manis untuk menghilankan sterss, Hye Jung pun juga begitu.
Dipikir bagaimanapun, aku tidak mengerti.” Kata Soon Hee
Kenapa aku pergi ke rumah sakit Gookil ?” ucap Hye Jung menebak
Soon Hee merasa mereka itu memang punya telepati, Hye Jung menyebut mereka itu seperti belahan jiwa. Ponsel Hye Jung bergetar, Soon Hee yakin itu Pasti si pemarah itu  yang minta bertemu, menurutnya kenapa mengirim pesan bukanya datang saja.
Hye Jung membaca pesan dari Yoon Do “Cepat segera kemari.” Soon Hee bertanya apa yang dikatakan Yoon Do dan kapan akan datang. Hye Jung memperlihatkan pesanya, Soon Hee menyuruh temanya itu habiskan minumanya lalu pergi. 

Dokter Choi mengetik keyword Rumah Sakit Daejoon, Yoo Hye Jung lalu terlihat berita dan juga wajah Hye Jung seperti model. Menurutnya Hye Jung itu pasti terkenal di Daejoon karena itu sebabnya Kepala Bagian merekrutnya, lalu tak percaya ternyata Hye Jung mahir Tehnik Coiling dengan membaca berita "Menggunakan teknik dan klip khusus Untuk melakukan operasi pada aneurisma."
Wah, kalau dia sebagus ini,  dia pasti membuat Dokter Jung kesal. Tapi, dia dulu staff bedah.  Kenapa kemari sebagai fellow ? Aah, ini tidak masuk akal.” Kata Dokter Choi heran
“Tapi Dia tipeku sekali, Aku suka wanita kuat.” Ucap Dokter Choi bersemu merah melihat foto Hye Jung 

Tiba-tiba Dokter Kang datang memukul kepalanya bertanya apakah sudah bereskan tabel sebelum mengkhayal. Dokter Choi merasa sakit, dan memberitahu kalau Sudah semua. Dokter Kang bertanya dengan Dressingnya. Seorang dokter yang baru masuk langsung keluar kembali.
Ah, halo Dokter Ahn Joon Dae !” teriak Dokter Kang membalikan badanya, Dokter Ahn dengan senyuman bahagia pun kembali dengan senyuman bahagia.
Bagaimana kondisi bangsal rawat ?” tanya Dokter Kang dingin, Dokter Ahn mengatakan tidak ada masalah.
Tapi kenapa tiap hari kita bertugas ?Setidaknya istirahat sehari.  Dihukum seminggu penuh begini ...” keluh Dokter Choi, Dokter Ahn dari belakang meminta untuk diam, tapi akhirnya Dokter Kang yang berteriak menyuruhnya untuk tutup mulut.
Dokter Ahn pun menarik Dokter Choi supaya mengajarinya nanti, Dokter Pi datang bertanya Siapa yang mau makan jokbal (kaki babi) Keduanya langsug menunjuk tangan, Dokter Pi mengajak mereka bermain untuk memilih siapa yang bayar lalu bertanya apakah Dokter Kang ingin ikut.  

Aah, aku bisa gila....Kau sudah tua. Setidaknya pukul anak-anak ini.” kata Dokter Kang, Dokter Pi bertanya apakah ketuanya itu bilang tidak memukul, Dokter Ahn mengelengkan kepalanya Dokter Pi mengucap syukur, Dokter Kang pun kembali berteriak.
Jangan tuang minyak ke api.  Kenapa kau berlagak seperti anak junior tapi sok akrab dengan fellow ? Aku tidak akan lembek lagi.” Kata Dokter Kang memperingati
Terima kasih, sudah baik padaku selama ini.” kata dokter Pi, Dokter Kang menyuruh untuk menyaadarkan dirinya.
Choi Kang Soo Apa Sudah periksa kondisi vital pasien di lantai 2 ?” teriak Dokter Kang, Dokter Choi mengatakan kondisinya normal.
Ahn Joong Dae, Kau sama saja ! Kau tahun kedua, tapi tidak beda dengan tahun pertama. Joong Dae, Joong Dae. Ahn Joong Dae. ("Beri, beri, tidak beri ) Namamu menyebalkan, tapi tidak pernah memberi apapun” kata Dokter Kang mengomel, Dokter Ahn langsung menutup ID Cardnya.
“Dan kau....  Jangan belagu karena dukungan Dokter Jin Seo Woo, bersikap yang benar. mengerti? Aku mau keliling ICU sebentar lagi.  Kenapa tidak belajar pada chief kalian yang selalu kerja dan tidak tidur ?! Belajar !” kata Dokter Kang lalu sebelum keluar mengatakan kalau ia juga mau Jokbal
Para junior mengatakan akan memesanya, Dokter Choi langsung menerima telp dari ruang rawat, sementara Dokter Ahn pun menerima  telp dari IGD Jung Yoon Tae. Dokter Choi pun pamit ke bangsal perawatan dulu. 


Hye Jung berjalan dilorong lalu masuk ke ruangan “Jung Yoon Do” lalu mengetuk pintu. Yoon Do sedang membaca buku menyuruh masuk, Hye Jung pun masuk sedikit membungkan badanya lalu suasana hening sejenak. Yoon Do tanpa menatapnya menyindir Hye Jung jalan, Padahal disuruh lari.
“Apa kau tidak dengar aku menyuruhmu menunggu ?” kata Yoon Do, Hye Jun menjawab sudah mendengarnya.
“Kau sudah tahu tapi pergi ? Apa Kau mau mengabaikan aku ?” ucap Yoon Do menahan sinis, Hye Jung merasa sudah meninggalkan pesan.
Kau bilang ada di kafe ? Buat apa aku bertemu dokter Yoo Hye Jung di kafe berduaan ?” kata Yoon Do
Aku tidak berpikir begitu, Sepertinya anda jadi berpikir seperti itu.  Aku minta maaf.” Ucap Hye Jung, Yoon Do mengeluh karena juniornya yang kembali meminta maaf padanya lalu membuka kacamata dan berdiri dari tempat duduknya.

Aku paling benci dengan orang yang cuma bisa minta maaf.  Lupakan soal aku yang memintamu menunggu.  Jadi Kenapa kau melakukan operasi ?” kata Yoon Do
Aku sedang tidak bertugas, tapi datang ke IGD sebagai perayaan.  Aku begitu karena ini hari pertamaku di rumah sakit.” Jawab Hye Jung
Aku tidak bicara soal kenapa kau ke rumah sakit.  Siapa yang mau dengar penjelasan panjang, soal alasan dan perasaan pribadimu ?” kata Yoon Do melotot marah
Tidak ada waktu menunggu.  Kau bisa tahu kalau melihat tabelnya.” Balas Hye Jung
Jadi ternyata bukan karena kau ingin membuat dirimu terkenal ? Di rumah sakit lama mungkin kau bisa seenaknya, tapi disini berbeda. “ tegas Yoon Do
Hye Jung pikir merasa Yoon Do bicara seolah asumsinya benar. Yoon Do berteriak marah Sikap Hye Jung yang membuatnya begitu, karena tidak suka dengan orang yang tukang pamer. Hye Jung hanya bisa menghela nafas, Yoon Do pikir  mereka ketemu lagi saat konfrensi.

Kita lihat apakah operasi itu memang sangat darurat.  atau hanya ingin pamer. “ ucap Yoon Do melotot
“kau mau gunakan bahasa banmal (informal) atau cheondemal (formal) sebaiknya putuskan salah satu.” Kata Hye Jung
Sepertinya aku sudah membuatmu sedikit kesal. Maka kita mirip.  Banmal atau cheondemal ... aku pakai dua-duanya.  Lebih baik Begitu saja.  Kalau kau punya waku menunggu, tapi malah melakukan operasi  maka kau harus bertanggung jawab.” Tegas Yoon Do
Aku mengerti... Sebaliknya, kalau pasien itu memang harus di operasi  dokter harus minta maaf padaku.” Balas Hye Jung
Yoon Do mengartikan Hye Jung sedang membuat perjanjian dengannya,  Hye jung menegaskan kalau ia bukan dokter spesial bawahannya jadi meminta maaf, tapi menurutnya Yoon Do itu sudah keterlaluan, lalu bertanya apabila berkata maaf yang sangat dibencinya pada situasi seperti itu

Sikapmu kepadaku menunjukkan kalau kau tidak perduli dengan staf yang ada disini.  Kalau kau tidak perduli dengan para staf kenapa kau ada disini ?” kata Yoon Do
Setahuku anda tidak perduli dengan alasan dan perasaan pribadiku ?”balas Hye Jung sinis
Memang ! Aku mengubah pikiran karena aku plin plan.  Coba kita dengar. Kenapa kau disini kalau tidak perduli dengan staf ?” kata Yoon Do
Aku tidak cerita apapun kalau tidak akrab seseorang, Mengenai hidupku dan perasaanku.” Tegas Hye Jung

Yoon Do menghela nafas lalu duduk kembali di mejanya, menurutnya ia tidak akan pernah tahu Karena tidak akan akrab dengan dokter Yoo. Saat itu Seo Wo masuk mengatakan Pintunya terbuka dan Yoon Do tidak menguncinya. Hye Jung pun memilih untuk pergi dan bertemu besok. Seo Woo pun meminta maaf karena tidak tahu ada tamu. Yoon Do mengatakan tak apa karena Sudah selesai.
Seo Woo melihat wajah Hye Jung, lalu bertanya apakah mereka pernah bertemu. Hye Jung kaget melihat Seo Woo, Yoon Do pun memperkenalkan Dokter Yoo Hye Jung, Ahli Bedah Fellow baru. Seo Woo tak percaya kalau didepanya itu Yoo Hye Jung. Hye Jung pun membenarkan, Seo Woo tak menyangka Hye Jung itu dokter. Hye Jung pikir Seo Woo itu masih marah melihatnya lalu keluar ruangan, Yoon Do bertanya apakah mereka saling mengenal 

Seo Woo akhirnya keluar dari ruangan berteriak meminta Hye Jung untuk berhenti, lalu Apa alasannya datang. Hye Jung mengatakan Rumah Sakit Gookil tempat dimana banyak dokter bertemu menurutnya itu saja sudah cukup jadi alasan jadi tidak ada yang aneh. Seo Woo masih tak percaya Hye Jung itu bisa jadi dokter
Kenapa kau bisa satu rumah sakit denganku ?” ucap Seo Woo memandang remeh
Tidak, kenapa level kita bisa sama ? Apa Kesuksesanku membuatmu marah ?” sindir Hye Jung
Jadi kau ingin aku memberimu selamat ? Apa rumah sakit tahu kalau mereka merekrut preman ? Apa Rumah sakit lama mu tahu ?” balas Seo Woo sinis
Aku tidak kesana kemari memberitahu,  tapi tidak kusembunyikan juga.  Memang Kenapa ? Apa Kau ingin menyebar ini di media sosial ? Itu keahlianmu., Merusak hidup orang dari belakang.” Kata Hye Jung
Kalau aku tidak melakukan itu  maka hidupmu dan guru Hong akan berantakan. Bukankah begitu ?” balas Seo Woo
Benar.... Aku tidak akan sampai disini kalau bukan karena kau.  Kemarahanku memberiku kesuksesan.” Ucap Hye Jung mengakuinya.

Baiklah, aku tanya satu hal. Apa kau masih berhubungan dengan guru Hong Ji Hong ?” tanya Seo Woo
Selama ini aku sibuk mencari nafkah. Aku tidak punya waktu dengan kenangan masa lalu.” Jawab Hye Jung
Seo Woo menunduh Hye Jung itu Bohong lagi, karena ingat dulu berbohong mengenai soal tidak pernah belajar dan memperalatnya. Hye Jun membalas Seo Woo itu percaya sekali dengan teorinya sendiri, karena menurut temanya itu semua bohong kalau tidak sesuai keinginannya. Seo Woo bertanya apakah Hye Jung tahu kalau guru Hong Ji Hong akan kerja di rumah sakit ini minggu depan, Hye Jung kaget dan hanya bisa diam saja.
Kau tahu, makanya kau sengaja datang kemari.”kata Seo Woo melihat wajah Hye Jun
Apapun kata-kataku, kau pasti tidak akan percaya.” Ucap Hye Jung
“Kau lebih baik Pergi, dari rumah sakit kami.  Maka aku akan percaya.” Kata Seo Woo
Aku pergi kalau mau pergi.” Ucap Hye Jung lalu berjalan pergi meninggalkanya.
Guru Hong sudah menikah dengan In Joo.  Dia suami orang.  Jadi Jangan mimpi !” teriak Seo Woo, Hye Jung berjalan pergi seolah tak memperdulikanya. 


Ji Hong sudah duduk di dalam pesawat melihat seorang wanita yang meminum wine dengan tangan gemetar, tiba-tiba si wanita terlihat memegang tanganya sendiri seperti kesakitan lalu bertanya-tanya ada dengan tanganya. Ji Hong bertanya apakah sudah memeriksanya
Aku tidak tertarik padamu, Kau kira aku tidak tahu kalau daritadi kau melirikku ?” kata si wanita sinis sambil memegang tanganya.
Kau agresif sekali, seharusnya Tidak perlu bersikap defensif.  Jadi Sudah berapa lama tanganmu gemetar ?” tanya Ji Hong
Kenapa kau ingin tahu ? Apa kau dokter ?” kata Si wanita sinis, Ji Hong membenarkan, Si wanita pun bertanya balik kenapa perlu tahu.
Bisa saja karena ada masalah dalam syaraf, tapi bisa juga karena otak dapat membuat tanganmu gemetar.” Jelas Ji Hon
Aku 25 tahun, jadi masih terlalu muda untuk punya masalah otak.  Meskipun kau dokter, bukankah terlalu ingin tahu ?” kata Si wanita dingin
Ji Hong menegaskan dirinya memang ingin tahu karena seorang dokter haruslah selalu ingin tahu.Si wanita berkomentar kalau memang Ji Hong itu Pandai sekali bicara.  Menurutnya selain jadi dokter,  Ji Hong juga bisa jadi pembawa acara.  Ji Hong pun meminta maaf sudah membuatnya tersinggung. Si wanita menghela nafas lalu berjalan pergi tapi tiba-tiba langsung jatuh tak sadarkan diri. 

Ji Hong langsung melihat si wanita seperti kejang-kejang dan memegang bagian lehernya lalu meminta pramugari memberikan bantal, seorang pramugara memastikan kalau Ji Hong itu seorang dokter. Ji Hong memberitahu ahli bedah syaraf. Lalu bertanya apakah mereka punya peralatan medis darurat. Pramugara membenarkan.
Harusnya disana ada Lorazepam, tolong Cepat bawa kemari.” Kata Ji Hong, Pramugara pun mengambilkan kotak obat.
Pesawat masih terbang dalam kesunyian malam, Ji Hong sudah menemukan obat dalam kotak peralatan medis, pramugari lainya memberikan alat bantu nafas. Ji Hong mengambil satu tube obat dan langsung menyuntikan pada lengan pasien lalu bertanya Kapan kita mendarat, karena Waktunya tidak banyak.
“Apa sudah menghubungi IGD Rumah sakit Gookil ?” tanya Ji Hong, Pramugara sudah dan tim darurat akan menunggu saat mereka mendarat.
Pasien ini harus segera di meja operasi dan 41/2 jam Kalau tidak, nyawanya terancam.” Tegas Ji Hong 

Hye Jung menemui si pasien Ketua Gangster, menanyakan keadaanya. Si ketua Gangster melirik, Hye Jung meminta agar memberitahu keadaanya sekarang. Ketua Gangster mengatakn Tentu saja tidak enak lalu bertanya Kenapa bisa di ruang ICU.  
Operasinya berhasil,  kalau anda merasa seperti itu.” Balas Hye Jung
Aku merasa tidak enak, kenapa malah kau bilang berhasil?” ucap Kepala Gangster, Hye Jun mengejek ketua Gang itu selalu merengek
Hidupmu selalu mengganggu orang, lucu juga melihatmu merengek.  Pa Kau mau membunuhku karena membuatku marah ? Meskipun operasinya berhasil, orang bisa saja pendarahan setelah operasi.  Tidak sadarkan diri, tidak bisa bicara,  lumpuh, kejang, atau bisa apa saja.  Tapi anda bisa merengek,  jadi aku merasa senang dan sedikit terbawa suasana.” Jelas Hye Jung
Kalau begitu, harusnya bilang dari awal.” keluh Si ketua Gang
Perhatikan dia lebih lama,  dan lakukan CT kalau ada yang aneh. Kalau tidak ada perubahan,maka Ia bisa dipindahkan keruangan.” Perintah Hye Jung pada Dokter Choi lalu pamit pergi dengan memanggilnya “bos-nim”

Terima kasih.” Ucap Si ketua gang pelan, Hye Jung tak mendengarnya, Ketua Gang kembali mengulang mengucapkan terimakasih
Tadi aku tidak dengar.  Apa Barusan kau dengar sesuatu ?” goda Hye Jung dengan bertanya pada juniornya, Dokter Choi memberitahu Ketua Gank mengucapkan terima kasih.
Aah, aku juga berterima kasih karena anda sudah sadar.” Kata Hye Jung dengan senyuman mengejek
Barusan kau dengar tapi pura-pura tidak dengar ‘kan?” ucap si ketua gank
Tentu saja, aku sudah melalui banyak hal demi ucapan terima kasih itu.  Apa kau lupa  yang kau perbuat padaku semalam ?” ucap Hye Jung mengejek, Ketua Genk mengejek Hye Jung itu memang pendendam.
Ya, aku pendendam... Makanya, tolong patuhi nasihat medisku mulai sekarang.  Selamat istirahat.” Kata Hye Jung lalu keluar ruangan. Dokter Choi menerima telp dari  ponselnya. 


Hye Jung baru keluar lalu di panggil oleh Dokter Choi memberitahu Ada pasien yang pingsan di pesawat karena pendarahan otak, akan dibawa kemari dengan helikopter. Karena Dokter rumah sakit mereka  bersamanya, jadi dibawa kemari.
Mereka ingin segera dilakukan operasi harus ada ahli beda syaraf disana.” Ucap Dokter Choi
Kapan pasiennya datang ?” tanya Hye Jung, Dokter Choi mengatakan  Sebentar lagi.
Siapkan ruang operasi dan minta Young Gook datang.” Perintah Hye Jung Dokter Choi mengerti lalu segera berlari. Hye Jung pun dengan wajah serius mengikat rambutnya. 

Dokter Pi naik ke atap rumah sakit sambil menjelaskan pasian 25 tahun, wanita,dalam kondisi tidak sadarkan diri, dengan Dilatasi pupil 3-5mm.  Hye Jun menanyakan Perkiraan diagnosis.
Pendarahan otak, statusnya sedang epileptikus. Pasien sudah diintubasi , kondisi vitalnya kurang baik” jelas Dokter Pi
“ Lalu Jam berapa gejalanya terjadi ?” tanya Hye Jung, Dokter Pi terlihat binggung menjawabnya. Hye Jun menegaskan bukan itu jawabnya.
Dokter, aku temannya Dokter Jin Seo Woo.” Kata Dokter Pi mengalihkan pembicaraan
Dokter Pi Young Gook,  jadi kau mau jadi temanku ? Apa rumah sakit tempatmu mencari teman ? Aku tanya kondisi pasien, kau malah mau mengelak ?” kata Hye Jung menyindir, Dokter Pi pun membungkuk meminta maaf.
Mulai sekarang kalau mau kerja denganku lakukan yang benar.” Tegas Hye Jung, Dokter Pi mengerti, Hye Jung melihat jamnya kalau harusnya sebentar lagi tiba. 

Sebuah helikopter ambulance pun mendarat, pasien pun mulai diturunkan. Hye Jung melihat dari kejauhan. Ji Hong pun turun dari helikopter, Hye Jung yang pernah menyadari kalau orang yang pernah dikenalinya. Ji Hong pun melihat Hye Jung yang dikenalinya.
Dokter Pi berlari mendekatinya, Ji Hong pun bertanya apakah ia dokter residen. Dokter Pi membenarkan, dan mengatakan sudah sering dengar tentang dokter. Ji Hong menyuruh Segera lakukan CT dengan tatapan mengarah terus pada Hye Jung. Dokter Pi pu berlari meninggalkan atap rumah sakit.
Ji Hong berjalan mendekati Hye Jung keduanya sempat menatap, Hye Jung pun terlihat gugup dengan wajah tertunduk lalu bertanya Sudah berapa lama pasien tidak sadarkan diri. Ji Hong menjawab 4 jam 45 menit. Hye Jung pun menanyakan apakah Ji Hong sehat.  
“Apa kau sudah menikah ?” tanya Ji Hong, Hye Jung mengelengkan kepala belum menikah.
“Apa kau sudah Punya pacar ?” kata Ji Hong, Hye Jung mengataka tak punya pacar, Ji Hong berkomentar itu bagus lalu pergi meninggalkanya dengan sedikit senyuman. Hye Jung menatap dengan wajah kebingungan. 

Dalam CT Scan, Dokter Pi ,memberitahu Ada sekitar 80CC di bagian kanan otak lalu Hye Jung bertanya apakah Mau menggunakan navigasi saat operasi. Ji Hong memilih untuk Menggunakan Freehand Aspiration.  Hye Jung dan Dokter Pi langsung menjerit kaget.
Sudah 5 jam sejak pasien tidak sadarkan diri, Butuh 1 jam jika melakukan navigasi.  Dia bisa meninggal saat itu.” Ucap Ji Hong, Hye Jung pikir ini  Terlalu bahaya.
Makanya aku yang akan melakukannya.  Siapkan ahli anestesi dan ruang bedah.” Kata Ji Hong,  Hye Jung mengatakan sudah disiapkan. 

Ji Hong mencuci tanganya sebelum melakukan operasi, Hye Jung pun ikut berdiri disebelahnya sudah berganti baju operasi, lalu bertanya apakah Hye Jung mau ikut denganya dan apa posisinya, menurutnya tidak mirip residen. Bahkan Jubah operasinya terlalu simpel.
“Apa Dokter ingin mencaritahu bagaimana kabarku selama ini ?” kata Hye Jung dengan nada menyindir
Ya. Apa tidak boleh ?” kata Ji Hong menantang, Hye Jung bertanya untuk menyakikan apakah Mau tetap melakukan Freehand karena menurutnya Saat ini masih sempat.
Yoo Hye Jung. Setiap aku ke Korea  maka aku selalu mencarimu.” Akui Ji Hong
Hye Jung memotong menanyakan kabar In Joo, Ji Hong heran kenapa tiba-tiba Hye Jung bertanya tentang In Joo. Hye Jung tahu keduanya sudah menikah. Ji Hong heran lalu bertanya kapan dirinya menikah, lalu mencipratkan air ke wajah mantan anak muridnya lalu pergi. Hye Jung pun hanya bisa menghela nafas panjang. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. Dari kemarem bolak balik buat liat lanjutannya dan skrg udh ada. Makasih kak dyah semangat buat lanjutin part 2nya yah

    BalasHapus
  2. Ditunggu lanjutannya semangat recap mbak...

    BalasHapus
  3. love this sinopsis. ganbate sist. di tunggu minggu depan lanjutannya... ������

    BalasHapus