Minggu, 19 Juni 2016

Sinopsis Entertainers Episode 17 Part 2

Suk Ho membuat minuman bervitamin lalu berjalan ke sofa mengeluh merasa sangat mual, lalu membanting tubuhnya. Min Joo dkk hanya bisa melihat dengan tatapan heran. Tuan Byun bertanya berapa banyak yang diminumnya. Suk Ho pun mencoba duduk walaupun masih merasa mual.
Itu karena aku sudah tidak minum dalam waktu yang lama.” Ucap Suk Ho
Kau minum bersama siapa? Apa terjadi sesuatu?” tanya Man Shik khawatir
Apa yang dikatakan polisi?” kata Min Joo, Tuan Byun dan Man Shik menjerit kaget. Suk Ho geram ingin memukul Min Jo yang ember, Min Joo hanya diam saja seperti membiarkan agar semuanya tahu. 

Geu Rin datang ke kantor menyapa semuanya, melihat Suk Ho yang duduk disofa langsung mendekatinya. Dengan tatapan sinis mengatakan kalu mengetahui Suk Ho itu mabuk semalam, lalu memberikan minuman anti mabuk agar merasa lebih baik.
Aku sudah meminumnya, jadi aku baik-baik saja.” Ucap Suk Ho ingin menolak, Min Joo menatapnya terlihat sedih karena Geu Rin memberikan perhatian lebih pada Suk Ho, Geu Rin menyuruh Suk Ho untuk menerimanya
“Lalu Kenapa kau menemui polisi?” tanya Tuan Byun penasaran
Aku akan memberitahumu tentang hal itu nanti dan akan menjelaskan semuanya. Dimana anak band semuanya?” tanya Suk Ho, Geu Rin menjawab mereka semua ada dirumah.
Aku akan menemuimu di depan Wild Company jam 6 sore nanti dan akan ada disana.” Ucap Suk Ho, Geu Rin menjerit tak setuju. Suk Ho tak peduli memilih untuk pergi ke saunaMin Joo terus menatap Geu Rin yang terlihat mengkhawatirkan Suk Ho. 

Di restoran sup
Tuan  Byun pikir seharusnya Suk Ho makan sesuatu sebelum pergi ke sauna. Suk Ho merasa sudah jauh lebih baik sekarang. Tuan Byun  tidak tahu apa mereka harus senang tentang semuanya, menurutnya Betapa ironisnya keadaan hal ini.
Ngomong-ngomong, kenapa kau mengirim mereka semua ke agensi lain?” tanya Tuan Byun
Mereka semua... terlalu baik untuk tetap bersamaku.” Kata Suk Ho, Tuan Byun hanya bisa melonggo binggung 

Suk Ho melihat jamnya sudah pukul enam lewat dua puluh menit, didepanya sudah ada Presdir Wild yang duduk bersamanya, lalu memberi alasan pasti  anaknya terkena kemacetan lalu lintas. Presdir Wild pikir memang Selalu seperti itu di Gangnam pada jam pulang kantor dan merasa yakin anggota bandnya akan segera datang.
Aku akan menghubungi mereka untuk mencari tahu di mana mereka berada.” Ucap Suk Ho mengeluarkan ponselnya.
Di mana kau?” tanya Suk Ho pada Geu Rin Sang Manager
Kami masih di rumah.” Ucap Geu Rin, Suk Ho menjerit kaget sampai Presdir Wild yang meminum tehnya menengok ke arah temanya.
Kenapa kau masih di rumah?” teriak Suk Ho marah
Ya, jadi... semua tidak ada yang ingin pergi.” Ucap Geu Rin melihat semua anak band seperti sedang berdemo melawan yang di inginkan Suk Ho.

Akhirnya Suk Ho meminta maaf pada Presdir Wild karena anak-anaknya terlihat pemalu. Presdir Wild tersenyum mengerti, menurutnya  mereka sudah sangat terikat pada Suk Ho, Suk Ho pikir tak seperti itu jadi  akan menjadwal ulang pertemuannya dan kembali meminta maaf.
Ia mengemudikan mobilnya dengan wajah penuh amarah, sambil menelp Geu Rin memerintahkan agar semua datang ke kantor sekarang juga.


Suk Ho masuk kantor dengan membanting pintunya, dengan wajah marah berteriak sebenarnya apa yang dipikirkan anaknya, memberitahu  Tuan Choi adalah orang yang sangat sibuk dan mereka semua malah  mengacaukan pertemuan dengannya, membuat kesan pertama yang mengerikan.
Kami tidak memiliki urusan dengannya. Kenapa kesan pertama menjadi penting?” kata Ha Nul dingin, Suk Ho berteriak marah.
Kayle setuju lalu mengajak Suk Ho untuk duduk lebih dulu dan yang lainnya juga lalu membagikan tissue dari kotak tissue yang sudah dipegangnya sedari tadi pada semuanya. Suk Ho menegaskan  sedang tidak ingin bercanda. Kayle meminta Suk Ho tenang karena ingin membuat pengumuman penting.
Kita perlu bicara tentang kita. Kenapa kau...” ucap Jae Hoon dengan tatapan polosnya.
Yah, ini terkait dengan Mango. Bersiaplah untuk apa yang akan aku katakan. Jika kau mau, “Go a head to cry” ucap Kayle, Geu Rin berkomentar kalau itu judul lagu mereka. Kayle menyuruh Geu Rin menutup mulutnya.
Tuan Shin... ingin mengirim kita ke lingkungan yang lebih baik. Aku mengerti maksudmu. Tapi... itu sama saja dengan membuang kita.” Kata Kayle,

Suk Ho menyuruh anak didiknya untuk berhenti dengan omong kosongnya dan menyuruh semua untuk mendengarkannya, Kayle menepuk kaki Suk Ho, meminta Jangan dipotong dulu karena akan berbicara dengan serius. Suk Ho hanya bisa melotot melihat tingkah Kayle. Semua akhirnya mulai menatap Kayle dengan serius.
Memberikan anak-anak untuk diadopsi, untuk diberikan orangtua yang lebih baik dan lingkungan yang lebih baik untuk tumbuh... sama saja membuang dia. Itu bukan membiarkan dia pergi.” Kata Kayle
Kenapa kau berbicara tentang adopsi? Ayo... bangun dan sadarlah....” ucap Suk Ho
Kau tidak bisa mengatakan jika mereka adalah orang tua yang lebih baik. Bagaimana kau tahu apa orang-orang yang mengadopsimu.. adalah orang tua yang lebih baik, Saat kau belum pernah bertemu orang tuamu yang sebenarnya?” ucap Kayle dengan wajah cemberut, Suk Ho dan yang lainya terlihat makin binggung.  
Aku dibesarkan dengan bahagia di lingkungan yang baik dengan orang tua yang baik. Mereka mendukungku dalam setiap cara yang mereka bisa, dan itu membantuku masuk Juilliard. Aku ini adalah anak yang diadopsi. “ kata Kayle mengakui semuanya, semuanya terlihat terkejut mendengarnya.

Kupikir.... Yun Soo sangat mengagumkan. Aku juga berpikir, "Kenapa orang tua kandungku.... meninggalkanku? " Aku sering menangis karena aku diadopsi. Jadi ayahku yang menamaiku "Lee Bang Geul" agar aku tersenyum sepanjang hidupku. Mungkin itu lingkungan yang lebih baik Tapi aku terus bertanya-tanya akan seperti apa jika hidup bersama orang tua kandungku. Walaupun  kami miskin?” cerita Kayle dengan mata berkaca-kaca
Jae Hoon dan Ha Nul melirik seperti kasihan karena ternyata Kayle itu aak adopsi. Kayle tahu Suk Ho meminta mereka untuk pergi ke agensi yang lebih baik, menurutnya apa maksud  dengan "lebih baik" dan Siapa yang memutuskan apa yang "lebih baik". Semua tertunduk diam, Kayle pun menghapus air matanya, lalu memberikan tissue karena pasti mereka  membutuhkan lebih banyak kertas tisu dan mempersiahkan untuk menangis.
“Wahhh... Apa ini ? Tidak ada yang menangis? Aku baru saja menceritakan kepada kalian tentang sejarah keluargaku yang menyedihkan.” Jerit Kayle melihat semuanya tak ada yang menangis.
Itu memang menyedihkan, tapi...” ucap Yun Soo binggung menjelaskanya, Jae Hoon juga heran kenapa ia tidak merasa ingin menangis

“Hei.... Ayolah, kau pikir aku berbohong?.. Nunna....Bukankah seharusnya kau menangis sedikit? Kau juga diadopsi.” Jerit Kayle pada Geu Rin
Aku tidak diadopsi. Aku terdaftar atas nama ibu dan ayahku di daftar keluarga dan orang tua Ha Neul saja merawatku karena orang tuaku meninggal.” Kata Geu Rin, Kayle pun kaget dan terlihat kesal.
Kupikir kau diadopsi oleh orang tua Ha Neul. Itu sebabnya aku sangat baik kepadamu.” Kata Kayle kesal, Geu Rin tak percaya kalau Kayle bersikap baik padanya.
Ha Nul pikir Intinya, Kayle benar. Lalu bertanya apakah Suk Ho  akan meninggalkan kami begitu saja. Suk Ho mengeluh mereka semua ini membuatnya jadi gila, dan menegaskan kalau ia tidak meninggalkan kalian Menurutnya Jika ia tidak ada dalam waktu lama, maka Entertainer Band akan kehilangan momentum, dengan nada kesal karena semua tidak ada yang mengerti. Min Joo menghela nafas menurutnya kalau Suk Ho yang tak mengerti.
Kita semua pada tempat yang sama. Kenapa kau tidak mengerti?” ucap Min Joo dengan nada mengejek
Kami akan bekerja sangat keras dan membuatnya lebih besar daripada Wild Company.” Ucap Geu Rin
“Itu benar. Kami tidak ingin bergerak cepat. Kami ingin... pergi bersama-sama denganmu...bahkan jika kita bergerak sedikit lambat.” Kata Kayle
Suk Ho sedikit tersenyum, Ha Nul pun juga ikut tersenyum bahagia. Kayle pun mengusulkan  mereka melakukan perjalanan bersama-sama agar bisa menghibur dan bekerja lebih keras. Jae Hoon bersemangat karena  belum pernah melakukannya bahkan di universitas. Chan Hee bertanya pada ayahnya, apakah mereka akan pergi ke suatu tempat yang menyenangkan. Yun Soo sangat berharap seperti itu.
Min Joo pikir  Suk Ho pasti merencanakan perjalanan yang luar biasa, karena semua orang melalui begitu banyak hal. Yun Soo memastikan semua akan pergi bersama-sama, dengan Tuan Byun, Man Shik dan Nona Yeo, mengarahkan pandangan dengan wajah tersenyum. Min Joo mengejek kalau Yun Soo ingin meninggalkannya. Yun Soo hanya tersenyum.
Apa yang kalian  pikirkan? Jika kau tidak mau pergi ke Wild Company, maka kalian harus bekerja keras dan menghasilkan uang.” Ucap Suk Ho, Kayle merengek mereka untuk segera pergi saja.
Ke mana kita akan pergi? Ke pantai? Lembah? Atau Asia Tenggara?” tanya Geu Rin sudah siap untuk booking tempat dari ponselnya. Semua menjerit bahagia hanya membayangkan saja.
Suk Ho hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak-anaknya, lalu bertanya nasib punggung Ha Nul sekarang. Ha Nul dengan sini menyuruh Suk Ho membawakan plester pereda sakit sambil memegang pungungnya yang sakit karena Suk Ho itu sangat berat. 

Sek melaporkan Harga saham jatuh terlalu cepat dan Jika ini terus berlanjut, kita mungkin akan bangkrut. Joon Suk menyuruh sekertarisnya mengatur pertemuan dengan direktur eksekutif TV. Sek memberitahu tentang boikot oleh stasiun TV bukan masalah mereka sekarang.
Aku percaya aktor dan penyanyi kita... sedang mempersiapkan untuk mengajukan tuntutan hokum terhadap agensi.” Ucap Sek, Joon Suk berteriak apa maksud ucapanya.
Mereka mengatakan agensi kita telah mencemarkan nama baik mereka.” Kata Sekertarisnya, Joon Suk terdiam memikirkan rencananya 

Geu Rin memperlihatkan denah tempat mereka akan pergi bersama, Min Joo pikir bagus mereka bahkan bisa membuat barbekyu. Geu Rin bertanya-tanya apa yang disukai oleh presdir. Min Joo mengaku dirinya yang tidak terlalu pemilih. Geu Rin menatapa binggung, Min Joo pun melihat raut wajah Geu Rin yang aneh.
“Ahh..... Kau bertanya tentang Suk Ho.” Ucap Min Joo bisa mengerti karena ada dua Presdir di kantor Mango
Tidak, aku mengacu pada kalian berdua.” Kata Geu Rin menyangkal
Ngomong-ngomong, payung hijau itu tidak cocok untuk Suk Ho, apa kau memberinya itu?” tanya Min Joo mencari tahu.
“Ahh.. itu.. Aku memberikan payung kepadanya kemarin, karena dia tidak memiliki payung.” Jelas Geu Rin
Benda cantik itu tidak sesuai dengan Suk Ho. Sebuah payung hitam besar akan sempurna untuk dia.” Kata Min Joo mengejek, Geu Rin setuju, keduanya tertawa bersama. Min Joo kembali menatap Geu Rin dengan raut wajah kesedihan. 

Min Joo teringat kalau ada rapat dan langsung buru-buru keluar ruangan, sesampai didepan mobil dengan mata menahan air matanya baru menyadari tidak membawa kunci mobil atau dompetnya Tapi tidak ingin kembali ke dalam. Terdengar suara orang yang bertanya mau kemana Min Joo. Saat membalikan badan Min Joo melihat Yun Soo yang datang, buru-buru ia menghapus air mata yang tumpah. 
Apa ada masalah?” tanya Yun Soo yang tahu Min Joo itu menangis, Min Joo menyangkal mengaku hanya ada sesuatu di matanya.
Kau harus pergi sekarang, Aku harus menghadiri sebuah pertemuan.” Ucap Min Joo
Kau bahkan tidak membawa kunci mobil atau tasmu. Ke mana kau akan pergi?” ucap Yun Soo melihatnya, Min Joo meliriknya dengan mata yang basah.
Apa kau memakai sepatu yang nyaman? Ini adalah hari yang sempurna untuk berjalan-jalan. Cuacanya bagus dan begitu juga sepatumu.” Kata Yun Soo, Min Joo menatapnya dengan sedikit senyuman. 

Keduanya sudah berjalan ditaman, Min Joo sudah mulai tenang mengajak  duduk karena kakinya terasa semakin sakit. Yun Soo pun bertanya alasan Min Joo menangis, Min Joo hanya bisa menghela nafas. Yun Soo mengingatkan ia juga menangis di depan Min Joo yang sama sekali bukan seperti pria yang jantan.
Aku sudah memberitahumu kenapa aku marah. Apa kau juga tidak bisa bercerita kepadaku?” kata Yun Soo
“Aku akan memberitahu jika kau berjanji untuk merahasiakannya.” Ucap Min Joo, Yun Soo menegaskan dirinya itu  tidak seperti Kayle. Min Joo sempat tertawa mendengarnya.
Dari mana kira-kira aku harus mulainya? Jika aku mulai dari 10 tahun yang lalu, maka Aku harus begadang sepanjang malam. Ini pasti tentang Suk Ho” Kata Min Joo mengakuinya
Kau menyukai dia ‘kan” ucap Yun Soo sudah bisa menebaknya, Min Joo pikir keadaan ini sangat lucu.

Kau sudah mengenalnya selama 10 tahun. Kenapa kau tidak mengatakan bagaimana perasaanmu?” kata Yun Soo, Min Joo mengaku takut kalau Suk Ho nanti lari darinya.
Jika aku mengatakan kepadanya tentang perasaanku, segalanya bisa jadi canggung di antara kami. Aku akan kehilangan dia sebagai teman. Itu sebabnya.” Jelas Min Joo
Yun Soo pun bertanya alasan Min Joo sekarang menangis. Min Joo menceritakan karena mengetahui bahwa Suk Ho menyukai wanita lain, membuatnya binggung dan akhirnya menangis, lalu memastikan kalau Yun Soo akan merahasiakanya semuanya. Yun Soo menyakinkan akan merahasiakanya.
Tapi apa kau tahu, kurasa itu bukan cinta. Kau tidak bisa menyembunyikan... cinta sampai selama itu. Jika kau benar-benar mencintai orang itu, maka kau tidak akan tahan tanpa mengungkapkan perasaanmu kepada mereka.” Ucap Yun Soo blak-blakan, Min Joo sempat terdiam mendengarnya.
Aku juga tidak menyukaimu... Kau terlalu terus terang.” Ejek Min Joo, Yun Soo menyuruh Min Joo seharusnya memperjuangkannya. Min Joo merasa sudah terlalu tua untuk langsung melakukannya.
Berusia 35 tahun adalah usia yang baik untuk memulai cinta yang baru.” Kata Yun Soo
Min Joo menegaskan dirinya itu baru 34 tahun, Yun Soo kaget karea berpikir Min Joo seusia tuan Shin. Min Joo mengaku tak ingin memanggilnya “oppa” dan bicara secara formal jadi berbohong usianya pada Suk Ho, menurutnya jika tahu Suk Ho menyukai wanita muda, seharusnya tidak berbohong.
Kau lebih manis daripada Geu Rin.” Ungkap Yun Soo mulai memuji. Min Joo melirik sinis, Yun Soo tersadar kalau sudah kelepasan bicara.
Kau sepertinya tahu banyak lebih daripada aku.” Sindir Min Joo, Yun Soo tersadar berusaha menyangkalnya.
Ya... Yang aku tahu... adalah bahwa kau seorang wanita yang sangat keren. Kau cantik, kau benar-benar kompeten dan keluargamu kaya. Jadi aku harus mengumpulkan keberanian untuk berterus terang. Hanya sebanyak itu yang aku tahu.” Ucap Yun Soo
Terima kasih untuk mengatakannya. Ayo kita kembali.” ucap Min Joo.
Yun Soo khawatir karena melihat kaki Min Joo sakit sekarang, Min Joo pikir masih bisa berjalan dan akan melihat apa hubungan ini persahabatan atau cinta. Keduanya pun kembali berjalan bersama, Min Joo memikirkan Bagaimana jika ada yang mengambil foto  mereka lagi sedang berjala dimana. Yun Soo akan mengaku kalau sedang mengikuti Min Joo, Min Joo tak mau karena pasti Penggemarmu akan memakannya hidup-hidup. Keduanya tertawa berjalan dengan tawa bahagia.

Disebuah cafe
Suk Ho mengaku sedih Kayle tidak memberitahunya, karena  seharusnya mengatakan tentang adopsi. Kayle menceritakan itu mungkin tidak penting di Amerika tapi Korea sedikit berbeda jad tidak ingin dipermainkan. Suk Ho merasa pasti sudah banyak menyakitinya. Kayle bertanya kapan Suk Ho melakukanya.
Sebelum aku menghilang, Aku mengatakan kepadamu kalau aku tidak menjalankan sebuah panti asuhan.”ucap Suk Ho

Flash Back
Kayle yang akan dikeluarkan mengatakan tidak memintanya untuk memberikan makan tapi hanya ingin bermain music, namun Suk Ho memperlakukannya seperti seorang yatim piatu.
Itu pasti terasa tidak pantas.” Kata Kayle tersenyum, Suk Ho juga merasa tak tahu bisa berbicara omong kosong karena Kayle pasti merasa marah, sambil menghela nafas kalau hidup itu seperti bumerang.
Ada sesuatu yang lebih penting. Ke mana kita akan pergi untuk liburan? Jika kita tidak bisa pergi ke luar negeri, kita akan pergi ke Pulau Jeju, kan?” kata Kayle bersemangat
Yang aku tahu pasti... adalah bahwa orang tua biologis dan orang tua asuhmu, mereka semuanya adalah orang baik. Bagaimana kau bisa begitu senang? Dan Kenapa kau berbicara tentang liburan?” ucap Suk Ho heran

Aku harus membuatnya lebih besar sekarang, Orang tua asuhku masih marah kepadaku. Mereka tidak setuju aku meninggalkan Juilliard.” Cerita Kayle
Ayo kita pergi ke luar negeri. Kita akan mulai dengan Amerika.” Ucap Suk Ho, Kayle setuju pun saling high five dengan kepalan tangan,  dengan penuh semangat karena akan menjadi populer di Amerika.
Ponsel Suk Ho berdering, dengan cepat Suk Ho menerima ponselnya lalu terlihat tertawa bahagia.

Min Joo berdiri dengan mata melotot marah, memperingatkan agar Suk Ho tak melakukanya. Suk Ho menjelaskan Mereka menawarkan iklan. Min Joo menegaskan anak band  perlu lebih banyak kesempatan untuk tampil di atas panggung, bukan syuting iklan.
Baiklah. Lalu Kenapa aktor tidak berakting saja dan jangan melakukan iklan? Mereka pikir itu cocok dengan Yun Soo jadi kenapa harus menolaknya? Dia bisa menabung untuk biaya sekolah Chan Hee. ” ucap Suk Ho menjelaskan. Min Joo tak percaya dengan geram.  
Sangat menakjubkan karena dia mendapat tawaran untuk berada dalam iklan grup Jaeo. Kenapa kau bertingkah?” ucap Suk Ho mulai berdebat.
“Lalu Kenapa kau mencemari citra Yun Soo... dengan melibatkan dia dengan Grup Jaeo?” kata Min Joo dengan nada tinggi
Kupikir ini hanya pendapat pribadimu, Min Joo.” Ejek Suk Ho, Min Joo hanya melirik sinis dengan helaan nafas. 

Di studio latihan
Geu Rin memberitahu Ada empat lagu lagi milik Sung Hyun di album Choi Joon Ha dan Min Joo bertanya apa mereka ingin melakukan aransemen ulang dari lagu-lagu itu. Jae Hoon bertanya  Apakah Choi Joon Ha tidak masalah dengan  hal itu. Geu Rin memberitahu Joon Ha sendiri yang  menawarkan.
Kita harus membahas ini dengan Suk Ho.” Ucap Ha Nul
Secara pribadi, aku ingin kita untuk mencoba lagu milik Man Shik atau aku. Kita harus mempertimbangkan untuk membuat lagu baru.” Kata Kayle
Suk Ho masuk studio melihat semua anaknya bekerja keras hingga larut malam. Jae Hoon melihat Suk Hoterlihat senang dan bertanya apakah memiliki kabar baik, Kayle berpikir mereka akan segera berlibur. Suk Ho memberikan kepalan tanganya agar Kayle diam sebentar.
Kita memiliki tawaran iklan lain.” Ucap Suk Ho, semua menjerit tak percaya termasuk Geu Rin, Kayle dan Jae Hoon berteriak bahagia sambil berpelukan. Ha Nul dan Yun Soo juga ikut bahagia.
Tunggu dulu. Kalau begitu, Apa itu iklan bir?” tanya Jae Hoon karena ingin minum bir.
Itu adalah iklan apartemen!” kata Suk Ho, Kayle penuh semangat  merka harus berada di atas sana untuk mendapatkan penawaran seperti itu, karena Citra publik adalah yang menjadi tujuan mereka sekarang
Iklan ini bukan untuk Entertainer Band, tapi Ini hanya untuk Yun Soo.” Ucap Suk Ho, Kayle kaget untuk kedua kalinya. Hanya Ha Nul yang melonggo dan bangga.
Kau selalu mendengar berita... tentang bagaimana orang tidak bertanggung jawab kepada anak-anak mereka. Tapi Yun Soo membesarkan anaknya sendiri dengan menjalani mimpinya. Mereka mengatakan kau seorang model yang sempurna untuk apartemen "With Me".” Jelas Suk Ho
Jae Hoon mengingat kalau Apartement itu milik Grup Jaeo, Suk Ho membenarkan. Kayle kembali protes menuduh Yun Soo itu  benar-benar berkencan dengan Min Joo jadi mendapat tawaran itu, Ha Nul mengeluh Kayle selalu saja berpikiran buruk.
Yun Soo menegaskan dirinya tak berkencan menurutnya tak mungkin bisa berkencan dengan Min Joo. Jadi Berhenti bicara omong kosong. Suk Ho tiba-tiba mengetuk meja untuk meminta perhatian.

Sekedar informasi, dia tidak ingin kau menerima tawaran itu. Dia melakukannya karena berpikir itu akan merusak citra Yun Soo. Jadi Bagaimana menurutmu?” ucap Suk Ho pada Yun Soo.
Aku tidak... Aku tidak tahu apa aku bisa menanggungnya sendiri. Bisakah kita melakukannya bersama-sama?” kata Yun Soo dengan wajah gugup, Ha Nul meyakinkan kalau Yun Soo itu sangat sempurna untuk iklan ini bahkan memuji Tim publisitas Jaeo sangat pandai.
Tidak bisakah aku hanya berdiri di latar belakang? Aku tidak perlu dibayar untuk itu.” Ucap Kayle merengek pada atasanya, Suk Ho mengatakan itu membuat Kayle payah jadi jangan lakukan itu.
Kau harus mentraktir kami untuk sesuatu yang enak setelah kau mendapatkan bayaranmu. Dan bisakah kita pergi melakukan perjalanan?” kata Kayle sudah tak sabar, Suk Ho menjelaskan mereka akan pergi setelah menyelesaikan iklan Yun Soo. Kayle kembali mengeluh sangat menyebalkan sekali.
Geu Rin,temui tim publisitas Grup Jaeo besok... Ah...Tidak, sebenarnya. Ke kantor kita terlebih dulu... dan kita bicarakan hal-hal terkait kepentingan kita sebelum kau bertemu dengan mereka.” Kata Suk Ho, Geu Rin mengerti
Kayle kembali melancarkan serang pada Yun Soo kalau ia mengencani Min Joo jadi mendapatkan tawaran itu untuknya, Suk Ho dan Geu Rin saling melirik dengan senyuman bahagia. Kayle pun meminta bayaran akan bisa mendapatkan satu apartement dari iklan Yun Soo. 


Syuting pun dimulai sebuah studio disulap jad sebuah Living room yang terlihat nyaman. Yun Soo dengan baju hawai memegang segelas minuman, duduk disofa terlihat gugup berbicara didepan kamera, dengan kalimat “Apa yang kau pikirkan?? Apa kau mau... untuk hidup bersama... with me? sutradara berteriak “Cut”memuji kalau itu cukup bagus lalu berjalan mendekati Yun Soo
Yun Soo, mari kita pikirkan saat kau pertama kali mulai berkencan. Itu sangat manis. Itu sangat.... sangat manis. Kau tahu apa yang aku maksud, kan? Kau pasti bisa melakukannya.” Ucap sutradara, Kayle diam-diam mencoba minuman yang akan digelas, Sutradara meminta make up untuk menghapus keringat Yun Soo. Suk Ho mengambil kesempatan mengambl spoon dari tangan Geu rin.

Pikirkan tentang wanita yang kau cintai, Jantungmu berdebar untuknya.” Ucap Suk Ho mencontohnya senyum bahagia, Yun Soo masih saja terlihat kaku.
“Bukan seperti itu, Jika kau berpikir tentang ibu Chan Hee, maka kau akan sedih.” Kata Suk Ho, Yun Soo binggung merasa sangat buruk dalam hal ini dan bertanya apa yang harus dilakukanya.
Kalau begitu, berpikir tentang selebriti yang kau sukai. Kau tak pernah tahu. Setelah kau menjadi populer, kau mungkin akan berkencan dengan selebriti yang cantik. Aissh.... Beruntungnya kau. Aku sangat cemburu!” kata Suk Ho dengan senyuman bahagia.
Tidak ada waktu untuk bercanda sekarang” ucap Yun Soo dengan wajah khawatir, Suk Ho meminta agar Yun Soo fokus saja lalu mengatakan mereka sudah siap melanjutkan syuting. 
Min Joo datang ke lokasi syuting, Suk Ho menduga temanya itu pasti bosan berada dirumah. Min Joo mengatakan hanya ingin memeriksa apa modelnya memang tidak cocok untuk iklan. Sutradara pun akan memulai meminta mereka lakukan dengan baik kali ini. Yun Soo masih terlihat gugup dengan wajah tertunduk, ketika mengangkat wajahnya senyum bahagia terlihat karena melihat Min Joo didepanya. Sutradara pun senang karena senyuman terlihat sangat manis dan natural

Yun Soo mulai berjalan dan duduk disofa, tatapan tertuju pada Min Joo dan berkata Apa yang kau pikirkan? Apa kau mau... untuk hidup bersama? With Me” Mata Min Joo terkejut karena Yun Soo itu sedang berbicara denganya tatapan serius. Sutradara berteriak cut menurutnya itu hebat dan Sangat bagus, tapi meminta untuk melihat kamera, lalu bertanya kemana tatapan Yun Soo tadi saat berbicara. Yun Soo meminta maaf.
Kayle mengejek dengan kalimat “With Me” sambil memeluk Jae Hoon. Geu Rin menghitung sudah berapa banyak Yun Soo mengulang. Suk Ho melirik ke arah Min Joo yang mengipas wajahnya padahal tak terasa panas, lalu menatap pada Yun Soo dan akhirnya tersenyum seperti bisa mengartikan semuanya.
Ia menaruh tangan di pundak Min Joo dengan senyuman mengejek, Min Joo menyuruh untuk menutup mulutnya saja. Suk Ho yakin kalau Artikel itu benar, Min Joo langsung menendang kaki Suk Ho dengan sangat keras. Suk Ho menahan kesakitan untuk tak menjerit. Geu Rin melihatnya bertanya ada apa, Suk Ho tak bisa berkata-kata mencoba menahan rasa sakitnya. 

Di mobil
Kayle dan Jae Hoon mengoda Yun Soo dengan kalimat “Apa kau ingin hidup bersama denganku, Presdir Yeo?” Yun Soo hanya bisa diam menyuruh keduanya untuk berhenti mengodanya. Ha Nul pun memuji Yun Soo melakukan sesuatu yang bagus, Suk Ho duduk didepan hanya bisa menahan senyuman karena Yun Soo menyukai Min Joo.
Geu Rin mengatakan bisa juga melakukannya dengan sangat baik, dengan wajah mengoda melirik Suk Ho ingin mengatakan kalimat seperti Yun Soo, tapi baru saja mengatakan “Apa kau mau...” Suk Ho langsung memotongnya menyuruh Geu Rin menyetir saja dengan benar. Keduanya tertawa bersama-sama. 

Kayle keluar kamar sambil menari hula-hula dengan kaca mata hitam dan pakaian hawai merasa sangat bahagia. Jae Hoon mengeluh melihat tingkah Kayle berlebihan karena mereka pergi ke Gapyeong, bukan Hawaii. Chan Hee ikut juga menari hula-hula bersama, Kayle memperingtakan agar a menganggunya karena Dalam pikirannya sekarang itu Hawaii.
Appa, apa kita akan pergi sekarang?” ucap Chan Hee penuh semangat.
Chan Hee, kita akan pergi setelah Bibi Geu Rin tiba di sini.” Ucap Ha Nul, Chan Hee bertanya keberadan bibi Geu Rin sekarang.
Dia pergi berbelanja untuk membuatkan makanan enak untukmu.” Kata Yun Soo, Kayle berharap Geu Rin membeli daging sapi juga dengan wajah bahagia. 

Buah semangka, minuman, mie ramen dan bahan makanan lainya sudah berada di kursi belakang. Suk Ho mengajak mereka  masukan bahan makanannya ke mobil van lalu menjemput anak-anak. Geu Rin yang duduk disamping kemudi bertanya apakah Tuan Byun dkk akan bertemu disana. Suk Ho memberitahu mereka pergi menggunakan mobil Man Shik. Geu Rin mengerti dan mengaku sangat bersemangat.
Apa kau sangat bahagia dengan hal ini?” kata Suk Ho
Iya.... Ini liburan pertamaku. Aku tidak bisa pergi, bahkan saat aku masih di kuliah jadi Aku sangat gembira.” Kata Geu Rin
Sampai mana kau kuliah saat itu?” tanya Suk Ho, Geu Rin mengingat semester ganjil pada tahun kedua.
Apa jurusanmu?” tanya Suk Ho, Geu Rin menjawab Kedokteran Hewan. tidak cukup baik di kampus.
Suk Ho pikir jurusan kedokteran hewan sempurna untuk Geu Rin karena  akan sangat bagus dalam memberikan suntikan untuk anak anjing. Geu Rin menceritakan dosennya jurusan itu tak cocok untuknya karena wajahnya terlihat seperti anak anjing lalu matanya merasakan silau. Suk Ho melihatnya lalu mengajak Geu Rin untuk mampir ke satu tempat lagi.  Geu Rin bertanya kemana mereka akan pergi.

Suk Ho mengajak Geu Rin pergi ke toko kacamata, Geu Rin memilih satu kacamata sambil mengatakan Kacamata hitam adalah kewajiban dalam sebuah perjalanan, dan bertanya pendapat Suk Ho dengan kacamata pilihanya. Suk Ho menyuruh Geu Rin untuk memilih dan memakainya sendiri. Geu Rin binggung.
Kau akan merengek sepanjang jalan ke Gapyeong karena terlalu silau” kata Suk Ho, Geu Rin mengatakan ia baik-baik saja.
Pilih satu sebelum aku berubah pikiran.”kata Suk Ho, Geu Rin mengodanya dengan  berpikir untuk memilih sesuatu yang mahal.
Pilih sesuatu yang terlihat bagus untukmu.” Tegas Suk Ho mengejeknya.
Aku cantik, jadi semuanya terlihat baik untukku.” Kata Geu Rin bangga dengan menaruh dua tangan diwajahnya, Suk Ho setuju lalu menyuruh Geu Rin memilih salah satu kacamata.
Geu Rin memilih salah satu kacamata dengan bingkai besar dan menanyakan pendapatnya. Suk Ho melihat itu bagus. Geu Rin tersenyum lalu melihat penampilanya di cermin, Suk Ho terus menatap Geu Rin terlihat sangat terpana dengan kecantikanya. 

Kayle mengandeng Chan Hee menjerit bahagia masuk ke dalam perkarangan Villa, Semuanya saling bergotong royong membawa barang. Min Joo dengan kaca mata hitam dan topi pantainya kagum ternyata tempatnya memang benar-benar nyaman dan bagus. Yun Soo tak bisa menutupi rasa bahagia melihat Min Joo yang berdiri tak jauh darinya.
Man Shik mengeluh Min Joo yang bawa banyak sekali makanan,Min Joo yakin mereka akan menghabiskan semua nanti. Kayle pun masuk lebih dulu ke dalam rumah bersama Chan Hee. Tuan Byun mengeluarakan sebuah botol dari cooler box. Suk Ho sudah bisa menebak kalau itu Minuman keras ginseng.
Tuan Byun dengan bangga mengatakan minuman itu buatannya sendiri. Man Shik mengeluh karena Seharusnya Tuan Byun membawa whiski berusia 21 tahun. Tuan Byun pikir Man Shik tak tahu meminuman itu sangat baik untuk laki-laki, jadi menurutnya lebih baik Man Shik tak meminumnya. Man Shik mengatakan bukan berarti menolaknya dan bertanya Bagaimana bisa minuman itu baik untuk mereka. Tuan Byun membisikan sesuatu pada Man Shik yang membuatnya tertawa bahagia.
Min Joo masuk dengan makan terbungkus kain, Yun Soo dan Kayle langsung menyerbu ingin tahu apa yang dibawanya. Min Joo mengatakan  membawa Daging sapi Hanwoo dan lobster. Kayle langsung mengangkat jempolnya, memuji kakak yang Chaebol (kaya) itu memang terbaik. Min Joo menjerit, Kayle mengoda dengan berkata Apa kau ingin hidup bersama, kakak yang Chaebol?

Yun Soo ikut marah karena Kayle mengodanya, Min Joo pikir Kayle belum pernah dipukul dengan lobster, mengeluarkan dari tas dengan lobster ukuran jumbo. Kayle pun memilih kabur. Geu Rin masuk rumah dengan membawakan satu pak botol air minum, Suk Ho ingin membantu tapi Ha Nul lebih dulu berlari membantunya, memperingatkan Geu Rin akan terluka kalau membawa barang yang berat. Geu Rin mengucapkan terima kasih dan merasa senang karena tempatnya sangat bagus, Suk Ho terlihat gelisah karena melihat Ha Nul yang memberikan perhatian pada Geu Rin. 


Man Shik, Geu Rin dan Kayle berada dalam satu tim bermain bola, sementara Yun Soo, Jae Hoon dan Min Joo satu tim yang berbeda dengan tim lawan. Tuan Byun, Suk Ho dan Ha Nul duduk menonton sambil bertawa, melihat permaian dua tim.
Chan Hee duduk sendirian memberikan semangat pada Min Joo. Man Shik terus saja tak bisa mengembalikan bolanya, Suk Ho dan Ha Nul tertawa melihatnya, Tuan Byun mengejek kalau itu sangat menyedihkan. Tuan Byun mengejek Man Shik itu masih muda dalam hatinya tapi harus berusaha keras, setelah itu harus mengosongkan perut karena ingin mengisi lobster.
“Kita harus menaruh moncong pada mulut Kayle. Suaranya sangat keras.” Ucap Suk Ho melihat keduanya bermain.
“Ah.. Yun Soo cukup atletik.” Komentar Ha Nul melihat tim Yun Soo dkk selalu menang. Suk Ho bertanya apakah Ha Nul tak ikut bermain.
Aku masih terluka karena menggendongmu.” Kata Ha Nul kesal
Aku tidak memintamu untuk menggendongku dan biasanya bisa berjalan dengan baik.” Kata Suk Ho membela diri
Ha Nul mengejek mendengar ucapan Suk Ho, keduanya tertawa bersama-sama, menurutnya ia harus merekam saat mengendongnya. Suk Ho mengoba mengalihkan pembicaraan dengan mengeluh sangat panas. Di lapangan Geu Rin mencoba untuk mengembalikan bola, dua pria yang duduk dikursi terlihat terpana.

Geu Rin beberapa kali ingin menendang bola, tapi akhirnya terjatuh, dua pria langsung bergerak. Suk Ho terhenti ketika melihat Ha Nul berdiri dan langsung menanyakan keadaan Geu Rin dengan wajah khawatir. Geu Rin mengatakan baik-baik saja dan kembali berdiri, Suk Ho menatap Ha Nul seperti merasakan ada seseorang yang menyukai Geu Rin juga, teringat kembal saat di mobil.
Flash Back
Ha Nul bertanya kapan Suk Ho akan mendapatkan SIM lagi. Suk Ho saat itu bepikir Ha Nul merasa kasihan kepada Geu Rin karena menyetir seharian.
Lalu ketika menyusul Geu Rin, mendengar Geu Rin yang bicara di telp dengan Ha Nul mengatakan itu tak mungkin Suk Ho karena sengaja datang untuk bekerja. Yang terakhir kalau Geu Rin itu tak diadopsi jadi berbeda keluarga dengan Ha Nul.
Geu Rin terlihat bersiap untuk menendang bola lagi tapi kakinya lebih tinggi dibanding bolanya, Ha Nul kembali duduk merasa heran Geu Rin sampai mempertaruhkan hidupnya untuk melakukan itu. Suk Ho menatap Ha Nul dengan tatapan sedih, Ha Nul meminta Geu Rin untuk lebih berhati-hati lagi. 
bersambung ke episode  18 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar