Sabtu, 25 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 15 Part 2

Ji Hee sudah memegang buket bunganya, dengan gaun pengantin yang terlihat anggun. Fotographer meminta agar melempar bunga dengan tinggi. Hae Young sudah siap untuk menangkapnya, dalam hitungan ketiga Ji Hee melempar bunganya, Hae Young dengan mudahnya meloncat dengan sepatu high heel, lalu mengangkapnya.
Semua tamu langsung tepuk tangan, Hae Young dengan bangga mengangkat bunganya, Bibi Hae Young memalingkan wajahnya terlihat malu, begitu juga ayah dan ibunya hanya bisa menghela nafas. Nenek Do Kyung bertanya pada anaknya apakah cucunya mau menikah lagi. Tuan Oh memberitahu kalau bukan lagi, tapi memang kemarin belum menikah.
Jadi, dia akan menikahi lelaki itu lagi ?” tanya Nenek Hae Young
Ibu, nanti dirumah aku akan ceritakan semuanya.” Ucap Bibi Hae youn pada ibunya, tamu yang dibelakang juga penasaran dengan Hae Young, Bibinya berbisik akan menceritakan nanti. Ibu Hae Young melirik sinis.
Fotographer kembali meminta agar melempar pelahan supaya bisa mengambil gambarnya, Hae Young terlihat sangat bahagia menerima bunganya, beberapa tamu berbisik membicarakan Hae Young. Sementara ayah dan ibunya hanya bisa diam saja. Semua orang bertepuk tangan memberikan applouse. 

Di dalam taksi
Ayah dan Ibu Hae Young terlihat duduk tegang, Hae Young mencuci mulutnya dengan air merasa makanannya asin semua, lalu memberikan pada ibunya. Sang ibu menolak dengan ketus. Hae Young mengatakan belum pernah melihat  pengantin yang cantik sekali di gedung pernikahan.
Aku bilang mereka cantik cuma basa basi… Nantinya kalau aku menikah dan ada yang bilang aku cantik  maka Aku tidak akan tertipu.” Ucap Hae Young dengan melihat buket bunganya.
Ayah Hae young dan Ibunya terlihat hanya bisa menghela nafas dengan menatap kearah keluar jendela. 

Do Kyung belanja di supermarket melihat Jin Sang sedang menunggu trolly, heran karena bukan dirumah saja malah ikut denganya. Jin Sang mengatakan kalau kakaknya itu ada dirumah dan pasti sudah tahu alasanya.Do Kyung menyuruh temanya Jangan buang waktu dan Segera putuskan, menurutnya Apapun keputusannya, kakaknya tak akan membencinya.
Do Kyung,  apa kau bisa ciuman dengan kakakmu ?” kata Jin Sang, Do Kyung mengumpat temanya itu sudah gila,
Itu perasaanku saat ini.  Apa sekarang sudah paham perasaanku ? Apakah aku bisa ciuman atau tidak, jawabannya sudah jelas. Aku sudah punya jawaban Tapi rasanya aku tetap harus melakukan sesuatu.  Aaah, aku sungguh tidak tahu harus bagaimana.” Keluh Jin Sang dengan wajah kebingungan lalu tersadar kalau Do Kyung sudah meninggalkanya.

Do Kyung pergi ke bagian buah-buahan, Jin Sang mengikutinya bertanya apakah temanya mau masak untuk Oh Hae Young 2. Do Kyung berteriak kesal menyuruh temanya untuk menyebut nama pacarnyadengan benar. Jin Sang menjelaskan namanya itu sama, jadi memberi urutan yang tepatOh Hae Young One... Oh Hae Young Two.” Do Kyung melirik sinis, Jin Sang akhirnya tertunduk meminta maaf.
Tapi, kalau kau mau memasak untuk perempuan harusnya kau tanya aku dulu.  Untuk apa membeli benda ini ?” ucap Jin Sang melihat trolly berisi daun selada. Do Kyung tak peduli sibuk memilih bahan masakanya.
Aku ini, lulusan Stanford dengan ijazah memasak untuk wanita. Nah, kalau lelaki ingin memasak untuk perempuan maka menunya bisa apa saja.  Kau harus memilih menu yang bisa membuatmu terlihat keren.  Misalkan, penggiling lada.” Ucap Jin Sang bersemangat dengan gaya memutar botol lada, dengan mengunakan timun.

Menurut Jin Sang dengan Gerakan itu, bisa membuat wanita terpukau, lalu gerakan memeras leman dengan tangan, pasti ototnya itu akan timbul. Bahkan wanita bisa tergila-gila karena saat menabur garam. Do Kyung hanya tersenyum melihat tingkah temanya. Jin Sang tiba-tiba merasa gaya itu sedikit membosankan karena bisa dituduh menyontek orang.
Jadi, kau harus memilih makanan yang bisa menggiling lada, atau memeras lemon.  Maka harus selalu, pasta !” ucap Jin Sang penuh semangat
Hae Young suka masakan Korea.” Kata Do Kyung membawa bahan-bahan ke dalam keranjangnya.
“Apa kau lihat aku? Aku bersemangat sekali kalau membahas soal perempuan. Kenapa aku malang sekali ?” keluh Jin Sang, Do Kyung melempar melon karena kakaknya itu menyukai buah itu, Jin Sang merasa temanya itu sedang mengejeknya lalu membawanya. 

Do Kyung berjalan dilorong bumbu dan ingin mengambil botol kecap. Jin Sang memberitahu Dirumah ada kecap asin. Soo Kyung tiba-tiba berjalan disamping Jin Sang bertanya apakah mencarinya, Jing Sang berusaha menghindar tapi Soo Kyung terus memepetnya dan bertanya apakah Sudah siap, Apa kau mau ciuman, Jin Sang berusaha menjauhkan agar Soo Kyung tak mendekatinya.
Kalau sudah siap, bilang !” teriak Soo Kyung lalu berlari meninggalkan Jin Sang melalui lorong.
Jin Sang terlihat mencoba menyadarkan diri dengan memukul punduknya, lalu berlari ke lorong lainya, Do Kyung hanya bisa diam sambil mengelengkan kepalanya melihat tingkah teman dan kakaknya. 

Hae Young mengambil foto masakan pacarnya menurutnya masakannya lulus tes. Do Kyung menyuruh Hae Young segera makan saja, Hae Young mengaku tidak terbiasa mengambil foto makanan jadi Makanan Do Kyung  akan jadi yang pertama dan akan memotret untuk kenang-kenangan. Setelah selesai foto, keduanya mulai memakanya.
Pertama-tama Hae Young mencoba kuahnya, menurutnya rasanya lumayan dan bisa menebak Kaldunya dibuat terpisah, lalu berkomentar Do Kyung itu impresif. Lalu mencoba kwetiaunya, dan memberikan jempol menurutnya tak ada yang bisa dilakukan, lalu berpikir Do Kyung itu tidak bisa bersikap imut
Kau tidak bisa bilang "Imut-imut" sambil mencubit pipiku, kan ?” kata Hae Young menantang, Do Kyung berjanji akan melakukan dan Hae Young tersipu malu dan mengajak mereka untuk lekas makan.  Do Kyung menyuruh temanya makan pelan-pelan saja
Kali ini apa kau tidak akan bilang aku cantik kalau makan ?” kata Hae Young mengoda
Apa senang mendengarnya kalau kau yang meminta mengucapkan ?”ejek Do Kyung
Hae Young terlihat cemberut lalu kembali makan, Do Kyung tiba-tiba memuji pacarnya itu cantik. Hae Young terdiam lalu wajahnya langsung bersemu merah, lalu berteriak sangat bahagia. Do Kyung ikut tersenyum dan tertawa mendengarnya. 

Soo Kyung mendorong koper ke ruang tengah, Jin Sang merengek. Soo Kyung menegaskan Sudah 24 jam dan menyuruhnya untuk pergi. Jin Sang kembali memohon agar tak melakukannya. Soo Kyung menegaskan Jin Sang sudah tahu,karena mereka bahkan tidak bisa ciuman.
Jadi, mana bisa kita jadi suami istri ? Tidak akan bisa ! Jangan buang waktu, lebih baik segera pergi dari hidupku.” Tegas Soo Kyung  
Mana bisa aku pergi dari hidupmu ? Dan Apa bisa pergi begitu saja ? Ada bayiku disini.” Ucap Jin Sang tak tega
Tak apa. Jangan merasa terbebani.  Ini bukan sepenuhnya tanggung jawabmu.  Aku akan besarkan anakku sendiri.  Lalu, sampai aku pergi imigrasi kau jangan kemari lagi.” Kata Soo Kyung dengan mengajak berjabat tangan untuk berjanji.
Apa nuna bisa ciuman denganku ?” kata Jin Sang menantang, Soo Kyung mengatakan bisa melakukanya.
Jin Sang tak percaya, Soo Kyung dengan mata berkaca-kaca merasa sepertinya bisa melakukanya. 

Keduanya pergi ke luar rumah disebuah jalan yang sepi, Soo Kyung sudah menyandarkan kepalanya di dinding. Jin Sang ada didepanya, lalu berusaha untuk mendekat menciumnya, Soo Kyung menarik lehernya agar cepat melakukanya, Jin Sang menahanya agar mereka melakukan perlahan-lahan dan tidak terlalu agresif.
Soo Kyung melepaskan tanganya dari leher Jin Sang dan menurunkan tanganya, bersikap malu-malu. Jin Sang pun mulai mendekatkan wajahnya melakukan posisi yang baik untuk berciuman, tapi Soo Kyung sempat membuka matanya karena Jin Sang terlalu lama. Jin Sang kembali mencoba mencium kakak Do Kyung, tangan Soo Kyung memegang leher Jin Sang, hanya satu centi lagi bibir keduanya akan bersentuhan. 

Hae Young selesai makan mengeluarkan sesuatu dari tasnya, Do Kyung datang membawakan minuman. Hae Young memperlihatkan sebuah surat menceritaan Waktu SMA, ada anak laki-laki yang menulis surat untuk menurutnya sangat manis, mengaku menemukan saat merapihkan surat-suratnya jadi meminta pacaranya untuk mendengarnya.  Do Kyung mengatakan tidak akan cemburu pada anak SMA. 
“Ayo... Dengarlah dulu... "Aku melihatmu berjalan sambil menangis saat pulang sekolah, Melihatmu menangis,  rasanya hatiku ikut hancur. Aku ingin menghiburmu Tapi aku tidak bisa mengganggumu yang sedang menangis. Aku hanya mengikutimu dari belakang, berjaga-jaga Kalau kau pingsan karena menangis. Aku akan memberimu pelukan"” ucap Hae Young membacanya dengan bersemu-semu
Do Kyung mulai cemburu bertanya siapa pria brengsek itu, Hae Young tertawa lalu kembali membaca surat dari pria yang menyukainya Kenapa ? Hal buruk apa yang terjadi sampai kau begitu ? Saat kau bilang,  karena Chang Gook Young meninggal. Aku jadi marah pada Chang Gook Young karena membuat wanita yang kusuka menangis. Aku iri padanya, dan ingin menjadi dirinya"
Suruh dia ketemu Do Kyung hyung dulu.” Ucap Do Kyung menantang, Hae Young tersenyum lalu kembali membaca suratnya
"Saat pulang, aku menyobek semua foto-fotonya Aku murka" Ini surat yang Manis, kan ?” kata Hae Young, Do Kyung mengelengkan kepala. Hae Young merasa kalau itu sangat manis. 

Flash Back
Si cantik Hae Young memberikan surat pada temanya, Hae Young binggung. Si cantik Hae Young memberitahu Ini surat cinta untukmu saat kita SMA. Hae Young pun menerimanya sambil membaca di luar ruangan, lalu melihat ada lembaran surat lainya.
Aku langsung tahu kalau surat ini diperuntukan untukmu. Aku tidak ingin memberinya padamu..... Aku tidak ingin memberinya padamu. Tulis si cantik Hae Young pada suratnya.
Saat SMA Si cantik Hae Young membaca surat cinta untuknya, lalu mengingat kembali kalau itu bukan Hae Young dirinya tapi orang yang saat itu tertukar raportnya, lalu ibunya menenangkan dengan mengandeng anaknya, tak masalah kalau nilai anaknya itu jelek.
Kau tumbuh besar dengan kasih sayang orang tuamu. Aku tidak ingin kau dicintai oleh seorang cowok juga. Rasanya seperti barangku diambil olehmu. Aku selalu membuang surat cinta untukku selama ini. Tapi aku tidak bisa membuang yang satu ini, Karena bukan milikku.
Saat masih SMA si cantik Hae Young menaruh surat dilaci meja belajarnya. Lalu setelah mengirimkan surat pada Hae Young berjalan di taman. 

Aku pikir, dapatkah aku kembalikan surat ini padamu dengan senyum suatu hari ? Saat aku cukup baik dan mengakui kalau aku iri padamu maka aku bisa kembalikan surat ini untukmu.  Makanya sampai sekarang  aku tidak bisa membuang surat ini. Aku masih belum merasa baik.  Tapi rasanya aku harus kembalikan ini padamu. Harus kukembalikan agar aku bisa jadi orang baik. Aku akan berusaha dan akan kulakukan.
Si cantik Hae Young terlihat berkaca-kaca setelah memberikan surat pada Hae Young, sedangkah Hae Young terlihat terus membaca surat yang dituliskan oleh temanya.
Surat ini butuh 13 tahun untuk tiba di tanganmu. Maafkan aku. Aku juga merasa kasihan pada anak laki-laki yang menulis surat ini untukmu.
Aku kira, hanya aku yang membandingkan diriku dengan dirinya.  Tapi dia bilang, dia selalu membandingkan dirinya dengan diriku.  Karena dia merasa begitu, Apa aku merasa bahagia ? Apa rasanya nyaman ? Kenapa rasanya sedih ? gumam Hae Young seperti menyadari kesalahanya.
Hae Young mengingat seorang pria yang melempar batu ke rumahnya sambil mengumpat Hae Young gadis saja dan berteriak “Semoga hidupmu bahagia !
Apa mungkin, anak laki-laki yang melempar batu ke jendela rumah ... Apakah dia sungguh suka padaku ? gumam Hae Young memikirkanya. 


Hee Ran menerima telp dari temanya, yang meminta dicarikan pada buku kenangan SMA yang bernama “Lee Kang Yong”. Hae Young pikir  mungkin di kelas 7 atau 8 jadi meminta agar mengirimkan foto untuknya. Hee Ran pun menemukan lalu mengirimkan fotonya. Hae Young terdiam melihat foto yang dikiriman Hee Ran tak sesuai dengan bayanganya.
Do Kyung penasaran ingin melihatnya, Hae Young menutup ponselnya agar Do Kyung tak melihatnya. Do Kyung tetap ingin melihat siapa pria brengsek yang menuliskan suratnya, Hae Young berjalan mundur tak ingin melihatnya. Do Kyung terus mendesak agar ingin melihatnya. Ponselnya bergetar dan langsung mengangkatnya.
Ibunya bertanya keberadaan anaknya, Hae Young berbohong kalau sedang ada dirumah Hee Ran denga menahan tangan Do Kyung, lalu mengatakan akan menginap malam ini. Do Kyung terdiam mendengarnya, Ibunya tak percaya menyuruh memberikan ponselnya pada Hee Ran, Ayah Hae Young mencoba mendengar pembicaraanya.
Hae Young akhinya duduk dengan satu tangan di pegang oleh Do Kyung, mengeluh pada ibunya, memberitahu sudah dewasa untuk menginap diluar, lalu mengomel pada ibunya yang sebelumnya mengatakan akan memberikan anaknya pada Do Kyung. Ibu Hae Young mengancam akan datang dan menyuruhnya segera pulang sebelum menyeret keluar dari rumah itu lalu menutup telpnya. Hae Young cemberut dan Do Kyung pun tak bisa berbuat apa-apa. 


Hae Young masuk rumah sambil berteriak marah, menurutnya ibunya Tidak masalah selama ia pulang rumah , tapi ia bisa melakukan apapun saat pulang lebih awal bahkan siang hari pun bisa. Ibunya langsung melempar lap, meminta anaknya jangan  mengumbar hubungan cintanya.
Kenapa kau cerita semuanya ke orang-orang ?! Dasar... Gadis tidak punya harga diri. Kalau aku sampai melihatmu memasak untuk dia dan keluar masuk rumahnya... Aku akan membunuhmu.” Teriak Ibu Hae Young
Malam ini dia memasak untukku !” balas Hae Young berteriak
Kenapa dia memasak untukmu ? Buat apa dia memasak untukmu kalau kalian akan putus ?! Apa dirumah tidak ada makanan ?!” teriak Ibunya
Kami akan putus atau tidak, dari mana ibu tahu?!” teriak Hae Young, Tuan Oh mencoba menenangkan keduanya agar tak adu mulut, istrinya menepis tangan suaminya agar tetap berbicara. 
Aku berkata begini padanyaKalau dia menikahimu meskipun akan mati, maka datanglah ke pernikahan Sun Hee. Kalau tidak, jangan datang.  Dan Bajingan itu tidak datang !” teriak Ibunya. Hae Young terdiam, suaminya membala kalau Do Kyung itu Pasti ada alasannya alasanya.
Kau, semua keluarga kita sudah tahu ceritamu. Jadi Tidak lagi ... Asal kau  tahu saja.  Kalau kau mau pacaran dengannya, lakukan diam-diam. “ tegas Ibu Hae Young lalu masuk kamar, Hae Young terdiam mengetahui jawaban Do Kyung yang tak datang ke pernikahan. 

Hae Young mencuci wajahnya, dengan tangan yang terbungkus plastik, sambil menangis, lalu tiba-tiba keluar dari kamar mandi berteriak pada ibunya yang sedang duduk dimeja makan.
Kenapa bilang begitu pada dia ?! Kenapa menekannya ?!  Aku tidak perlu menikah !” teriak Hae Young
Kalau tidak mau menikahinya,kenapa mau dibawa ke pernikahan ?” ucap ibunya
Karena kukira ayah dan ibu tidak akan terlihat menyedihkan kalau begitu. Aku tahu semua orang menggosipkan aku, makanya aku ingin membawanya agar kalian tidak malu ! Kalau dia datang ... maka kalian tidak akan malu !” tegas Hae Young sambil menangis lalu kembali masuk kamarnya. 

Hae Young mencoba menepuk wajahnya memasang cream wajah walaupun masih terlihat sedih, ponselnya berdering Do Kyun menelpnya. Hae Young pun mengangkatnya, Do Kyung mendengar suara pacarnya yang berbeda. Hae Young mengaku sedang nangis. Do Kyung panik bertanya kenapa menangis.
Ibu memukulku, Karena aku bohong ada di rumah Hee Ran.  Aku sudah dewasa masih juga dipukul.” Ucap Hae Young berbohon, Do Kyung mendengar pacarnya menangis meminta agar tak menangis.
Ibu sedang melotot padaku, aku tutup dulu.  Nanti telpon lagi.” Kata Hae Young berbohong lalu menutup ponselnya.
Do Kyung terdiam seperti bisa mengerti kenapa Hae Young menangis, Hae Young tertidur dikamarnya sambil mensugestikan dirinya “Saat aku akan meninggal  kalau aku mengingat momen ini.... ini bukan apa-apa.... Ini bukan apa-apa. Jangan menahan diri dan lakukan. Lalu membuka matanya. 

Jin Sang masih berada diposisi yang sama tapi belum juga bisa mencium kakak dari temanya. Soo Kyung mulai merasakan lehernya yang sakit, Jin Sang pun merasakan pinggangnya yang kaku karena terlalu lama membungkuk, Soo Kyung berusaha berjalan seperti tubuhnya lemas dan hampir jatuh. Jin Sang dengan sigap menahanya agar tak jatuh. Soo Kyung melepaskan tangan Jin Sang mengatakan baik-baik saja, sambil memegang lehernya yang kram.
Nuna, sungguh ... Aku minta maaf.  Aku sudah ciuman dengan banyak perempuan. Tapi dengan nuna ...” kata Jin Sang mengakuinya.
Aku mengerti.... Jadi Pergilah... Kau sudah berusaha.” Ucap Soo Kyung
Tapi, aku mana bisa pergi kalau kau punya bayiku ?” kata Jin Sang tak tega, Soo Kyung memilih untuk pergi dengan memegang pingang dan lehernya dengan kaki diseret. Jin Sang tiba-tiba menarik dari belakang, dengan posisi miring langsung mencium Soo Kyung. 

Pagi hari
Hae Young keluar dari kamar dengan membawa tas kecilnya, lalu mencari CD dan menyalakan pada Playernya, Ibunya yang sedang mengepel mengancam anakya kalau menari lagi seperti orang gila. Lagu musik Tanggo terdengar, Hae Young membalikan badan seperti siap menari, Ibunya pun juga siap melempar lap pelnya.
Tapi Hae Young berjalan dan ibunya terus bersiaga kalau anaknya sampai menari. Hae Young berjalan, mengambil tasnya lalu keluar rumah. Ibunya hanya bisa mengangkat lap pel tanpa melemparnya, Akhirnya dengan kesal mengepel lantai mengikuti irama musik Tanggo. 

Hae Young makan ayam goreng dengan garpu dengan gelas bir ukuran besar, Hee Ran pun datang memesan segelas bir juga, mengatakn tidak tahu ada restoran ayam didekat sini lalu bertanya kenapa temanya siang-siang sudah  makan ayam dan bir.
Sebelumnya kau senang seperti di awan. Sekarang apa lagi ?!” tanya Hee Ran heran
Kenapa aku selalu merendahkan diriku saat sedang berkencan ? Aku akan melakukan semua, sampai aku diputuskan.  Aku tidak perduli kalau aku lebih cinta padanya.  Sekarang rasanya berbeda. “ ucap Hae Young, Hee Ran bertanya apakah temanya itu masih memikirkan tentang hal itu.

Jujur saja ... Aku tidak mengerti kenapa kau berpikir kalau Park Do Kyung tidak akan menikahimu.  Bukankah kau harus pelan-pelan dan melihat apakah dia tepat untukmu ?.” jelas Hee Ran
Cinta selalu datang saat sudah waktunya Aku tidak butuh waktu untuk memikirkannya. Aku ingin memegang tangannya,  lalu tidur dengannya dan menikahi dia.  Tapi, hal itu tidak selalu terjadi berurutan. Saat aku jatuh cinta di dalam kepalaku, aku sudah tidur dengannya dan menikahi dia.  Apa cuma aku saja ?” kata Hae Young heran
Hee Ran menegaskan memang hanya Hae Young saja yang memikirkan itu, Hae Young terlihat tak yakin hanya dirinya, lalu melihat nama di ponselnya yang menelp “Oppa tetangga.” Hee Ran bertanya kenapa tak menjawab, Hae Young mengatakan sedang berusaha jual mahal. 


Do Kyung ada diruangan akhirnya hanya diam karena Hae Young tak menerima telpnya, didepanya terlihat berkas “Pemberitahuan Penahanan Sementara” dan dilembaran berikutnya adalah hasil keputusanya. Ibu Do Kyung datang dengan wajah panik, melihat lembaran berkas dan langsung mengambilnya.
Jangan dipikirkan.” Ucap Nyonya Heo menyembunyikan dibelakang badanya, Do Kyung bertanya apakah itu Pinjaman pribadi
Dia dan aku , sudah sering melakukan perjanjian.  Lalu Dia melakukan ini tanpa alasan, selama ini dia selalu diam kalau aku telat membayar.  Sebentar lagi surat tahanannya ditarik.  Jadi Jangan khawatir.” Kata Nyonya Heo panik  
Jangan berpikir untuk mendapat uang dari tempat lain untuk menghentikan ini.  Biarkan saja.” Kata Do Kyung terkesan pasrah
Nyonya Heo meminta agar tak khawatir karena bisa akan mengatasinya. Do Kyung mengatakan itu bukan masalah jadi lebih baik biarkan saja lalu keluar ruangan. Nyonya Heo binggung anaknya itu tak marah seperti biasanya

Hae Young pulang kerumah, sambil menendang-nendang kaleng bekas minuman soda. Tatapan terlihat kesal sambil terus menendangnya. Tiba-tiba kalengnya dihentikan oleh kaki seseorang, Do Kyung sudah berdiri depanya menahan kalengnya, lalu kembali menenang ke arahnya. Hae Young pun menahan dengan kakinya. Keduanya akhirnya berjalan bersama dengan Hae Young yang menendang kaleng.
Waktu aku kecil,  aku pernah menendang kaleng sampai kerumah.  Aku jadi terikat pada kaleng itu,  sampai akhirnya tidak bisa kubuang.  Aku bilang "ini cuma kaleng" lalu masuk kedalam. Tapi aku keluar lagi dan mengambilnya.” Cerita Hae Young, Do Kyung berkomentar kalau ceritanya itu sangat manis.  
Kenapa telponku tidak diangkat ?” tanya Do Kyung, Hae Young menjawab dengan menendang kalengnya kalau sedang marah, Hae Young bertanya alasanya. Hae Young pun kembali menendang lalu menatap pacarnya

Aku kira kita sama-sama saling suka.  Tapi ternyata cuma aku yang begitu.  Kalau kau tidak menyukaiku 100%,  tapi hanya 89% lebih baik bilang padaku maka Aku akan ikuti angkamu. Kau hanya 89% sementara aku 100%.  Setiap terjadi sesuatu .. Aku merasa tidak baik. Sekarang Bilang berapa angkamu ?” kata Hae Young, Do Kyung menjawab 100%.
100% milikmu , sepertinya beda dengan 100%-ku.” Tegas Hae Young, Do Kyung meyakinkan kalau sungguh rasa cintanya 100%. Hae Young melirik sinis.
Do Kyung tersenyum karena Hae Young kembali memanggil “kau” apabila sedang merah. Hae Young tak mau membalasnya, menyuruh Do Kyung pergi saja. Do Kyung meminta agar memeluknya sebelum pergi, karena kalau tak memeluknya maka akan merasa sedih, bahkan bisa ikut marah juga, lalu membentangkan tanganya. Hae Young langsung memeluknya, lalu menyuruhnya untuk segera pergi dan mengambil kaleng lalu dibawa masuk ke dalam rumah. Do Kyung pun melihat dari depan pintu saat Hae Young masuk ke rumah, lalu berjalan pulang. 


Tae Jin membuka pintu rumahnya melihat sudah ada Do Kyung yang berdiri, lalu Do Kyung mengatakan mengizinkan Tae Jin ambil semua bahkan siap berantakan. Ia juga aka memberi tangan dan kakinya memang kalau menginginkanya, Tapi jangan bunuhnya. Tae Jin pun menyuruh Do Kyung untuk segera masuk karena ada CCTV diluar.

Tae Jin langsung menendang kaki Do Kyung saat masuk kerumah, dengan posisi seperti berlutut Tae Jin duduk didepanya sambil meminum bir.
“Pada suatu siang ... Aku sedang jalan dengan setelan jas favoritku.  Lalu mendadak ada bajingan yang menendang lututku.  Jadi aku tanya.Kenapa kau melakukan itu ? Apa Kau tahu jawaban bajingan itu ? Dia bilang kesalahan.” Cerita Tae Jin mengumpamakan hidupnya.
Setelah dia membuatku hancur berantakan dan dia bilang itu kesalahan.  Tapi, itu belum selesai.  Belakangan aku tahu bajingan itu memakai pakaian favoritku.  Dia sudah salah menendangku lalu mencuri bajuku juga ? Kalau kau jadi aku, apa yang kau lakukan ?” kata Tae Jin geram
Jangan bunuh aku.” Kata Do Kyung pasrah
Tae Jin membanting gelas winenya dan pecah berantakan, lalu mulai memukulnya, menendang, melampiaskan semua rasa kesalnya. 


Hae Young menangis dalam tidurnya, lalu akhirnya terbangun menelp “oppa tetangga” dan langsung mengucapkan permintaan maafnya. Dan mengaku tak bisa tidur karena marah, serta sangat merindukanya. Do Kyung terlihat sudah babak belur duduk di trotoar, Hae Young meminta Do Kyung untuk segera datang.
“Datanglah Kemari, meskipun kau cuma 89%.  Aku mohon datanglah” ucap Hae Young
Tidak bisa....” kata Do Kyung mau melihat babak belur, Hae Young berpikir kalau sekarang Do Kyung cinta hanya 70% . Do Kyung hanya diam saja lalu berjalan dengan wajah babak belur dan kaki sedikit diseret.
Sebelum aku mati ... Aku menyesal karena tidak cinta padanya sepenuh hati.  Makanya aku membuat keputusan berbeda.  Dan sekarang ada disini. Kalau kali ini, aku mati Aku mungkin akan menyesali momen ini.  Karena aku tidak bisa jujur.  Dan tidak bisa bersikap jujur. Saat aku membuatnya salah paham.  Aku menyakiti perasaannya. Sama dengan Han Tae Jin yang tidak bisa jujur dan menyakiti perasaannya ... Apakah aku, melakukan kesalahan yang sama dengannya ? gumam Do Kyung sambil berjalan menyusuri jalan.
Haruskah, aku berkata jujur saat ini Kalau aku mungkin  akan mati sebentar lagi ? Kalau aku berkata jujur dapatkah kita tetap bahagia seperti saat ini ? Kalau dia tahu aku akan mati  dapatkah dia senyum padaku seperti saat ini ? Gumam Do Kyung sambil terus berjalan. 

Hae Young terdiam melihat wajah Do Kyung yang babak belur, lalu bertanya siapa yang melakukanya, lalu berteriak bertanya “Siapa pelakunya ?!” lalu menangis sambil tertunduk. Do Kyung yakin Hae Young pasti tak menyangka kalau ia akan dipukul seperti ini, tapi ia sebenarnya sudah menunggu. Hae Young terus saja terunduk menangis. Do Kyung pun memeluknya.
Dibandingkan kesalahanku padanya ... Aku harus menahan semuanya , termasuk kalau bisnisku dirusak, dan aku dipukuli. Aku baik-baik saja ... Jangan berani-berani menemui dia. Maaf karena tidak bisa ke acara pernikahan.  Aku punya alasan.  Sampai aku mati.  Aku tidak akan meninggalkanmu.  Bukan 89%, tapi aku 100%.” Bisik Do Kyung lalu keduanya berpelukan dengan erat. 

Hae Young masuk kamar sambil menangis, sambil bergumam Aku harap luka Tae Jin dapat segera sembuh.  Aku harap kami semua, bisa punya hati yang tenang. Aku harap tidak ada yang pergi dengan hati yang sakit. Baik Tae Jin,  aku, juga dia ... lalu berusaha tidur sambil menangis.
Do Kyung berjalan pulang dengan melewati jembatan pun bergumam “Aku masih ingin melihatnya tersenyum. Aku ingin melihatnya bahagia. Aku masih ingin melihat itu. Lalu berlari dengan cepat, Saat itu pengelihatanya kembali datang, Tae Jin mengendarai mobil terlihat ingin menabraknya.
bersambung ke episode  16 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: