Sabtu, 04 Juni 2016

Sinopsis Entertainers Episode 13 Part 2

Yun Soo, Ha Nul, Jae Hoon seperti menikmati makan mie ramen, Kayle tak bisa menutupi rasa enegnya akhirnya mulai mual. Sutradara pun berteriak “cut” dengan nada marah memberitahu kalau bukan caranya. Kayle pun meminta maaf pada teman-temanya.
“Kayle... Pikirkan tentang bagaimana kau adalah seorang seniman yang kelaparan. Kenapa kau begitu sombong? Aku mengatakan kepadanya kau bisa makan 100 mangkuk.” Ucap Suk Ho berisik marah
Aku sudah makan selama tiga jam. Coba lihatlah perutku. Aku tidak akan makan mie instan selama 10 tahun ke depan.” Kata Kayle kesal
Terserah. Lihatlah Jae Hoon. Dia makan dengan baik.” Ucap Suk Ho

Ha Nul dan Yun Soo hanya bisa melonggo melihat Jae Hoon masih makan ramen dengan bahagia. Suk Ho pun meminta Kayle untuk tersenyum agar bisa merasakan ramen itu sangat lezat. Kayle mencoba tersenyum walaupun terpaksa. Suk Ho mengatakan kalau Kayle bisa mengatakan bisa makan ramyun sepanjang hari karena sangat lezat.
Hei, Kyle... Apa kau lelah? Apakah kau kenyang?” tanya Sutradara akhirnya mendekat.
Tidak, tuan. Aku bisa makan gratis, dan bisa mendapatkan uang. Ini menakjubkan.” Kata Kayle sambil tersenyum. Ha Nul dkk ikut mengangguk setuju, sutradara pun meminta semuanya untuk melakukan baik-baik. 

Geu Rin memberikan semua anggota Band botol air minum dengan memberikan semangat, lalu berbicara pada Ha Nul agar bisa bertahan. Ha Nul mengeluh kalau sudah makan 10 mangkuk hari ini, Geu Rin meminta Ha Nul Setiap kali makan satu gigit, anggap saja sebagai uang.
Kau benar-benar terdengar seperti seorang manajer. Bagaimana kau bisa berubah seperti ini?” keluh Ha Nul
Aku berkembang menjadi manajer yang baik. Apakah kau ingin pergi ke kamar mandi? Setelah kau mengosongkan perutmu, kau bisa makan lebih banyak.” Ucap Geu Rin
Apa maksudmu "mengosongkan perutmu"? Kau yang benar-benar aneh.” Jerit Ha Nul kesal lalu merasakan perutnya mulai terasa sakit

Geu Rin pun memijat pundak Ha Nul agar memastika pundaknya baik-baik saja, Kayle yang melihatnya meminta Yun Soo untuk memijat pundaknya juga. Ha Nul mengeluh jangan terlalu keras menekanya. Suk Ho melihat kerja Geu Rin memberikan jempol, Geu Rin membalas dengan tanda cinta di jarinya dan kedipan matanya.
Suk Ho kaget dan panik melihat Geu Rin yang memberikan tanda cinta serta kedipan mata, wajahnya tersenyum lalu melihat tanganya seperti ingin membalas jari tanda cinta. Geu Rin dari kejauhan bertanya apa yang ingin dikatakan, Suk Ho hanya memberikan senyumannya. 

Geu Rin mengambil botol air minum untuk anggota bandnya, seseorang tiba-tiba memanggilnya. Geu Rin menengok kesana kemari memastikan kalau memang memanggilnya. Pria itu dengan ketus bertanya Apakah melihat orang lain Geu Rin .
Beritahu tim alat peraga untuk membawa beberapa mangkuk.” Kata si pria Geu Rin bertanya mangkuk jenis apa.
Apakah kau bodoh? Mangkuk mie, sudah jelas.  Apa lagi? Bagaimana kau menyelesaikan sesuatu jika kau sangat keras kepala?” teriak si pria, Geu Rin tak melawan lalu membalikan badan dengan wajah dongkol.
Tapi ternyata didepanya sudah ada Suk Ho yang menatap kearah si pria dengan dingin, lalu memanggil Geu Rin dengan panggilan “ketua Jung” dan menyuruhnya  agar memasangkan lagi cambang untuk anggota band karen Keringat pasti sudah membuat cambang mereka terlepas.
Geu Rin binggung, lalu menengok kebelakang seperti mengerti dan memberitahu kalau ia  harus mendapatkan mangkuk, Suk Ho mengataakn akan menyampaikan pesannya. Geu Rin mengerti lalu memilih untuk berjalan pergi. 

Suk Ho pun mendekati si pria dengan berkomentar pria itu pasti lelah karena membuat mie sepanjang hari. Si pria mengangguk lalu mengeluh melihat Mienya menjadi lembek lagi padahal sudah meminta untuk membawakan mangkuk mie.
Tapi tetap saja, Kau tidak harus begitu keras kepada seorang wanita.” Ucap Suk Ho, pria tu bertanya seorang wanita siapa maksudnya, dan akhirnya mengerti yang dimaksud itu Manager Jung.
Iya...  Manajer itu pasti adalah wanita cantik bagi seseorang. Kau harus bicara dengan baik, agar kami bisa melakukan syuting dalam suasana hati yang baik.” Tegas Suk Ho
Si pria terlihat panik bertanya dimana mangkuknya, Suk Ho berbisik kalau ia harus melakukannya sendiri ketika membalikan badan, Geu Rin sudah ada di depannya, dengan wajah tersenyum seperti mendengar ucapan Suk Ho. Keduanya sempat saling menatap, Geu Rin memberitahu kalau cambang anggota band tidak ada yang lepas. Suk Ho pura-pura tak tahu menurutnya mungkin seseorang memperbaikinya, lalu memilih pergi. Geu Rin terus saja tersenyum. 


Ha Nul, Kayle, Yun Soo dan Jae Hoon mengangkat sebungkus mie dengan mengatakan “Satu lagi.” Lalu tertawa seperti bajak laut. Sutradara melihat di monitor dan mengungkapkan kalau sudah bagus, sampai akhirnya mengatakan “cut” memuji semuanya sudah bagus. Anggota Band langsung berlari ke kamar mandi.
Geu Rin dan Suk Ho langsung mengatakan terima kasih sudah berkerja dengan baik, lalu high five dengan dua tangan. Suk Ho pun memuji Geu Rin yang sudah berkerja dengan baik dan meminta membawa anak band untuk pulang. Geu Rin bertanya kemana Suk Ho akan pergi. Geu Rin
Direktur produksi ingin mengadakan sebuah pertemuan.” Cerita Suk Ho
Apakah kau pikir kita akan masuk TV lagi?” kata Geu Rin senang, Suk Ho pikir akan akan sangat hebat.
Geu Rin pun tersenyum bahagia seperti bisa membayangkanya. Suk Ho tiba-tiba melegang lenganya seperti ingin memeluk, tanpa menatapnya lalu berbisik agar bisa  kembali dengan selamat. Geu Rin mengerti tanpa bisa menutupi rasa bahagianya, Suk Ho pun meninggalkanya lebih dulu. 

Suk Ho menemui Direktur Produksi wanita di ruang tunggu stasiun TV. Si direktur mendengar Suk Ho yang sedang membuka lembaran baru dalam hidupnya. Suk Ho merasa si direktur itu sedang mengejeknya. Si direktur pikir kenapa harus mengejeknya, karena sebenarnya ingin mencoba mendapatkanya.
Apa itu? Apa ada dengan program percontohan yang hebat ini?” tanya Suk Ho dengan nada mengoda
Kami memulai program yang disebut "Legend Again". Kami mendatangkan artis untuk menyanyikan... lagu-lagu dari tahun 1990-an dan 2000-an.” Kata si direktur
Bukankah seharusnya penyanyi aslinya yang datang ke acara itu?” ucap Suk Ho
Kami akan memiliki para penyanyi muda mengaransemen ulang semua lagu itu dan menyanyikannya.” Jelas si direktur.

Suk Ho berkomentar kalau Kedengarannya bagus. Direktur menjelaskan  mereka akan mengundang lima artis, dan ingin Entertainer Band menyanyikan salah satu lagu. Suk Ho tak berhenti melonggo dan tersenyum lebar. Direktur bertanya-tanya apakah ia harus menebak apa yang dipikirkan Suk Ho. Suk Ho pikir Direktur itu sedang mencoba menarik senar untuknya.
Direktur itu mengatakan tidak karena Entertainer Band melakukannya bahkan mereka sedang melakukan voting, menurutnya mungkin karena kasus Jo Ha Nul, tapi ternyata band itu mendapatkan banyak suara dan mengejeknya kalau itu pasti suara karena simpati. Suk Ho membela kalau itu bukan simpati tapi semua suara dukungan, lalu bertanya Lagu legenda mana yang harus mereka siapkan


Tuan Byun sedang makan sup daging sendirian, lalu mengeluh kalau Makanan terasa lebih baik jika memakannya bersama-sama. Sambil menuangkan soju, ia mendengar siaran radio yang diputar direstoran.
Lagu baru sekarang ini juga bagus, tapi mungkin karena usiaku, aku suka lagu-lagu yang lebih tua. Kupikir lagu-lagu itu lebih emosional. Lagu pertama di album kedua Choi Joon Ha, "Go Ahead, Cry" Lagu yang luar biasa. Sudah lebih dari 10 tahun, tapi tetap menjadi lagu yang bagus. Secara pribadi, aku sedih bahwa kita belum mampu melihat Choi Joon Ha setelah dia merilis lagu ini.
Tuan Byun terdiam sejenak menikmati lagu yang dibawakan oleh Choi Joo Ha dengan tatapa sedih.

Flash Back
Tuan Byun datang ke ruangan meminta maaf karena datang terlambat, lalu menyuruh Suk Ho dan temanya duduk, lalu bertanya apakah pria itu adalah musisi berbakat yang dikatakan Suk Ho. Pria itu mengaku tidak berbakat. Tuan Byun pun menanyakan siapa namanya. Jo Sung Hyun pun menyebut namanya. Tuan Byun memuji Nama yang bagus sekali dan  nama yang bagus untuk seorang penyanyi.
Suaranya adalah sebuah karya seni.” Kata Suk Ho menambahkan
Aku menyukainya, hanya dengan mendengar dia berbicara. Apa Dia juga menulis lagu?” ucap Tuan Byun
Apakah kau membawanya? Dia menulis lagu baru, jadi aku menyuruhnya untuk membawanya.” Kata Suk Ho penuh semangat. Sung Hyun mengatakan kalau biasa saja, hanya suka menulis musik.
Kenapa kau sangat menutup diri? Kau harus mengatakan, "Laguku adalah yang terbaik." Kata Tuan Byun, Suk Ho memuji Sung Hyun sangat baik tidak seperti dirinya.
“Hei... Ada apa denganmu? Kau bisa meniru betapa santainya dia.” Kata Tuan Byun, Sung Hyun mengaku sangat iri pada Suk Ho juga.
Keduanya pun tertawa, lalu Tuan Byun bertanya apakah Sung Hyun  membawa demo. Sung Hyun pikir belum siap untuk direkam, jadi  hanya membawa lembaran musiknya. Tuan Byun merasa mereka bisa merekamnya di studio, lalu bertanya Apakah ini lagu balada. Sung Hyun membenarkan kalau Sebuah balada rakyat tapi seperti kurang percaya diri. 
Suk Ho berkata untuk mencobanya, jadi aku hanya membawa apa yang aku punya.” Kata Sung Hyun
Tunjukkan kepada Tuan Byun musiknya.” Kata Suk Ho, Sung Hyun memberkan kertas musiknya. Tuan Byun melihat not balok yang digambarkan Sung Hyun untuk membuat musik.
Bukankah aku terlihat seperti mengetahui sesuatu, karena aku membaca not musiknya? Tapi sebenarnya.... Aku tidak tahu apa apa.” Akui Tuan Byun.


Suk Ho dan Tuan Byun tertawa begitu juga Sung Hyun. Tuan Byun bertanya kenapa Suk Ho tertawa dan apakah ia juga tahu sesuatu tentang not balok itu. Suk Ho dan Sung Hyun semakin tertawa, Tuan Byun memuji Sung Hyun yang terlihat lebih baik saat tersenyum. Suk Ho mengatakan sudah memberitau Joon Suk, Tuan Byun mengatakan sudah meminta pagi ini tapi entah pria itu datang atau tidak.
Kenapa kau membuat kami menunggu begitu lama? Suk Ho membual begitu banyak tentangmu, kami tidak sabar untuk bertemu denganmu.” Kata Tuan Byun pada Sung Hyun
Hanya dia yang menyukainya. Kau mungkin tidak akan seperti itu setelah mendengarnya.” Ucap Sung Hyun tak percaya diri. Suk Ho langsung memukulnya
Hentikan kata-kata itu... Kau mulai lagi... Sudah kukatakan, lagu-lagumu mengagumkan.” Kata Suk Ho mengomel, Tuan Byun mengejek Suk Ho seperti sudah menjadi manajernya, terlihat seperti cintanya sangat meluap.
Aku akan menunjukkan lembaran musiknya kepada tim rekaman dan melihatnya. Jika itu luar biasa seperti yang dikatakan Suk Ho, kami akan segera merekam demonya..” Kata Tuan Byun
Suk Ho pun memberikan semangat pada Sung Hyun dengan memegang tanganya, Sung Hyun bisa sedikit tersenyum. Tuan Byun mengatakan akan menghubunginya melalui Suk Ho, Sung Hyun pun berterimakasih. Suk Ho pun mengejak Sung Hyun pergi dan akan mencarikan taksi untuknya. Sung Hyun menolak karena tahu Suk Ho harus berkerja jadi akan mencarinya sendiri.
Keduanya pun pamit pergi, mata Tuan Byun langsung tertuju pada kaki Sung Hyun seperti tak bisa berjalan dengan sempurna, kaki kanannya berjalan seperti diseret. Sebelum pergi Sung Hyun pun membungkuk dengan mengucapkan terimakasih.

Di sebuah restoran sup daging.
Suk Ho bertanya pada Tuan Byun apakah sudh memberikan lembaran musiknya kepada Tuan Lee Joon Suk. Tuan Byun mengatakan sudah memberikanya. Suk Ho ingin tahu pendapat Joon Suk apakah musik buatan temanya itu mengagumkan.
Aku seharusnya mendengarkannya, tapi dia tidak akan bernyanyi untukku karena itu masih baru.” Kata Suk Ho merasa menyesali
Lee Joon Suk... menyukainya. Dia mengatakan musiknya luar biasa lalu bertanya apakah dia menulis lagu-lagu lainnya,dan  kita harus membuat sebuah album jika ada yang lain.” Ucap Tuan Byun
“Coba Lihat? Aku tahu tuan Lee akan mengakui bakatnya. Sung Hyun menulis beberapa lagu Lebih baik aku memintanya untuk membawa semuanya.” Kata Suk Ho penuh semangat.
Kita rekam dulu saja yang ini dan kita lihat dulu jika terdengar bagus”ucap Tuan Byun, Suk Ho yakin Tuan Byun  akan jatuh cinta setelah mendengarkannya.

Suk Ho.... Jangan menangkapnya dengan cara yang salah, tapi aku belum memberitahu tuan Lee tentang cacat yang dimiliki anak itu.” Kata Tuan Byun, Suk Ho bertanya kenapa tak memberitahunya.
Hanya berjaga-jaga jika dia berprasangka buruk, jadi Aku ingin dia menilai lagu tersebut murni karena nilainya.” Jelas Tuan Byun, Suk Ho setuju.
Jika dia melihat cacat yang dimiliki Sung Hyun, dia mungkin tidak akan mendengarkan lagunya, dan dia akan mengatakan tidak menyukainya. Kau melakukan hal yang benar.” Kata Suk Ho
Tapi... apa dia akan baik-baik saja?” tanya Tuan Byun khawatir
Dia menyembunyikan bakatnya karena itu dan dia memiliki sebuah toko kaset kecil. Kira-kira Sudah Tiga tahun, Aku mampir tokonya untuk membeli CD rekaman. Dia bahkan tidak menyadari aku ada di sana, dan dia bernyanyi sambil bermain gitar. Lalu Aku jatuh cinta kepadanya tepat saat itu juga. Saat itulah aku mulai pergi ke tokonya... untuk mendengarkan dia bernyanyi. Begitulah cara kami menjadi teman.” Cerita Suk Ho

Aku merasa kasihan saat mendengarkan dia bernyanyi. Dia terlalu berbakat karena tidak memiliki penonton. Jadi aku berusaha keras untuk meyakinkan dia. Aku memintanya untuk ikut audisi dan lomba menyanyi, tapi dia tidak bergerak karena dia cacat. Hyungnim, Kau seharusnya mendengarkan lagu dengan telinga dan hatimu, bukan dengan matamu.” Kata Suk  Ho
Kau dan aku berpikir seperti itu, tapi apakah masyarakat umum atau... Joon Suk berpikir seperti itu? Kita harus menunggu apa yang akan dia katakan.” Kata Tuan Byun seperti merasa tak yaki
Suk Ho pikir mereka akan menghibur banyak orang dengan lagu-lagunya, dan mengungkapkan wajahnya setelah orang-orang mulai bertanya-tanya dan itu pasti akan berhasil, menurutnya  Lagu-lagu Sung Hyun memiliki kekuatan seperti itu. Tuan Byun pikir mereka bicara lebih dulu dengan Joon Suk, Suk Ho mengangguk mengerti. 
Tuan Byun bertemu dengan Joon Suk, bertanya apakah ia menyukai lagu-lagu Sung Hyun yang lain. Joon Suk pikir kenapa Suk Ho terlalu lama untuk membawa permata seperti Sung Hyun. Ia menceritakan produser mereka hanya  bermain-main sedikit dengan lagunya, dan sangat bersemangat tentang hal itu.
Dia pikir kami akan membuat lagu yang luar biasa. Kami belum melakukannya dengan baik, jadi aku berharap ini akan menyelamatkan kami.” Kata Joon Suk juga ikut bersemangat. Tuan Byun terlihat gugup sebelum berbicara
Ada hal lain yang harus kau ketahui... Ini tentang Sung Hyun. Aku punya kesempatan untuk berbicara dengannya. Dia terlihat cukup baik dan sangat tinggi.” Cerita Tuan Byun, Joon Suk mengumpamakan itu   Itulah lapisan manisnya pada kue!
Benar, tapi masalahnya adalah... bahwa dia... menderita polio sejak anak-anak. Dia sedikit pincang.” Jelas Tuan Byun.

Senyum Joon Suk hilang sejenak, lalu sedikit menertawakan dirinya merasa tak percaya penyanyi yang akan diorbitkan itu sebenarnya masih sangat muda, jadi sangat disayangkan. Tuan Byun memberitahu Jika Joon Suk ingin melanjutkannya, maka harus mengingat tentan hal itu,dan apabila Joon Suk tidak mau melakukannya, maka tidak ada gunanya merekam lagu bersamanya karena pasti akan terluka.
Joon Suk bertanya apa yang dikatakan Suk Ho, Tuan Byun menjawab kalau Sung Hyun itu dekat dengannya, jadi menganggap itu tidak akan menjadi masalah, menurut Suk Ho merasa Sung Hyun akan sukses setelah mengeluarkan sebuah album dan ingin mengungkapkan wajahnya setelah publik mengakuinya.
Dia pikir mereka akan bersimpati kepadanya, Itu bagiannya.” Jelas Tuan Byun
Kurasa Suk Ho tidak sepenuhnya salah. Kita tidak tahu seberapa baik suaranya. atau bagaimana hal itu akan menggerakan hati semua orang. Jadi mari kita melakukan beberapa rekaman dan mencoba untuk melakukannya.” Kata Joon Suk
Aku berpikiran yang sama, tapi Aku takut kau akan menentangnya. Suk Ho akan senang mendengar ini.” kata Tuan Byun penuh semangat. Keduanya pun sama-sama tersenyum. 


Suk Ho mengeluh mereka seharsunya mencoba berikan satu bulan sebelum mulai merekam, karena ia akan berada di Moskow sementara Sung Hyun ada di Korea. Tuan Byun mengatakan kalau Sung Hyun itu bukan anak kecil jadi tak perlu mengkhawatirkan.
Aku tidak ingin dia merasa terintimidasi, jadi Aku harus berada di sana bersamanya. Ini tidak mendesak, jadi mari kita lakukan setelah aku kembali dari Moskow. Kalau begitu aku tidak akan melakukannya, Aku tidak akan pergi. Kenapa aku harus membuat sebuah film dokumenter tentang musisi? ” Kata Suk Ho merengek kesal
Aku sudah memiliki pemahaman yang saling menguntungkan dengan Sung Hyun. Aku akan membantunya, jadi kau...berpakaian dengan hangat dan jaga penyanyi kita.” Jelas Tuan Byun meyakinkan.
Aku harus berada di sana untuknya.” Rengek Suk Ho kesal
“Astaga... Baiklah kalau begitu. Aku akan membuat video saat dia melakukan rekaman. Kau bisa melihatnya sendiri seberapa baik dia melakukannya.” Jelas Tuan Byun,
Suk Ho memastikan agar Tuan Byun mengambil video dari semuanya dan meminta untuk berhenti minum, karena kalau tidak Kameranya akan berguncang jika tangannya bergetar. Tuan Byun merasa masih sangat muda lalu sengaja digetarkan tanganya, keduanya hanya tersenyum bersama-sama. 

Tuan Byun melihat tanganya sendiri diruang rekaman merasa dirinya tidak memiliki tremor sedikitpun menurutnya Tidak sama sekali. Lalu mempersiapkan kameranya untuk merekam saat Sung Hyun melakukan rekaman.
Sung Hyun nampak tegang dalam ruang rekaman, Tuan Byun memberikan semangat melihat Sung Hyun sudah duduk dengan membawa gitarnya. Sung Hyun pun bisa lebih percaya diri dan tersenyum. Gitarpun mulai dipetik, suaranya mulai terdengar cukup merdu, Tuan Byun sampai terdiam melonggo mendengarnya karena tak percaya suara Sung Hyun benar-benar merdu. Akhirnya diakhir nyanyian, Tuan Byun tak bisa menahan tangis harunya, wajahnya pun tersenyum.
Joon Suk mendengarkan suara rekama Sung Hyun dari laptopnya. Wajahnya sedikit berubah tak percaya ternyata suara sangat merdu sekali. 

Joon Suk bertemu dengan seseorang yang mendengar  agensi Joon Suk  tidak berjalan dengan baik, padahal menamakannya KTOP, tapi  sama sekali artisnya tidak berada di atas. Joon Suk mengaku  sedang tidak dalam kondisi baik tapi tetap masih... Si pria menyela ucapan Joon Suk
Lagu yang dinyanyikan oleh Jo Sung Hyun... Serahkan kepada kami. Album pertama Choi Joon Ha adalah sukses besar, tapi dia tidak melakukannya dengan baik selama tiga tahun sejak saat itu. Kami sudah mengatakan kepada media... bahwa kami hanya akan melakukannya dengan lagu-lagu yang dibuat oleh penyanyinya, jadi kami tidak bisa menggunakan lagu yang dibuat oleh orang lain.” Jelas si pria
Ini akan menjadi situasi dimana semua menang. Bujuk dia agar menjual lagunya kepada kita. Aku akan membayarmu tiga kali lipat harga lagu itu dan akan membayarmu setiap kali kami mendapat keuntungan. Kau harus bersyukur bahwa Choi Joon Ha akan menyanyikannya.” Ucap Si pria terkesan sombong
Aku yakin kau pernah mendengar dia bernyanyi, tapi Sung Hyun juga...” kata Joon Suk membela
Aku akan memberimu hak cipta dari lagu itu. Itu bukan jumlah yang kecil. Jika kau masih mengatakan tidak, maka kita batalkan saja. Kau lebih mendesak daripada aku. Jika agensimu akhirnya tutup, apa gunanya album itu untukmu?” kata si pria memberikan sedikit penekanan. Joon Suk mulai berpikir dengan wajah tegang  

Tuan Byun melotot kaget melihat album Choi Joo Han ditangannya, lalu mengumpat Joon Suk itu sudah gila. Joon Suk mengatakan kalau mereka itu hampir bangkrut dan sudah mulai gila.
Tapi tetap saja, kau tidak boleh melakukan ini! Apakah kau sudah gila?” teriak Tuan Byun tak terima.
Kau jangan ikut campur lagi. Aku akan mengatasinya dari sini.” Kata Joon Suk
Dan saat Suk Ho kembali? Apa yang akan kau lakukan kepada Sung Hyun?” teriak Tuan Byun murka membanting album Choi Joon Ha.
Ini aku lakukan agar bisa bertahan hidup. Aku tidak bisa membiarkan KTOP hancur seperti ini. Kalau bukan ini yang kau inginkan, kau boleh pergi. Aku... ingin kau tetap disini.” Tegas Joon Suk lalu keluar dari ruangan. Tuan Byun nampak benar-benar shock dengan mata melotot. 

Tangan Sung Hyun bergetar melihat album Joon Ha ditanganya, menurutnya itu tak benar, karena lagu itu miliknya dan tidak perlu merilis sebuah album jadi meminta untuk mengembalikan lagunya saja. Joon Suk memperjelas kalau Sung Hyun tidak bodoh, hanya karena cacat fisiknya. Sung Hyun kaget mendengarnya.
Pikirkan tentang itu. Kau tidak bisa menyanyikan lagu-lagumu di depan umum. Industri ini tidak sefleksibel itu Lagu ini akan membusuk bersamaan denganmu bernyanyi untuk dirimu sendiri. Kami akan meminta penyanyi terkenal menyanyikannya untuk didengar seluruh dunia, dan kau akan mendapatkan uang yang banyak. Apa kau tidak bisa berpikir sejauh itu? Berapa banyak yang kau buat dengan membuka toko kaset kecil itu? Dengan keadaanmu, kau perlu uang... untuk bertemu seorang gadis dan menikah Sudah jelas... apa pilihan yang terbaik.” Kata Joon Suk menyakinkan
Tidak.... Ini... ini adalah laguku.. Coba kau lihat...Ini harusnya "musik dan lirik oleh Jo Sung Hyun", bukan Choi Joon Ha. Tolong kembalikan. Aku tidak butuh uang dan Aku sudah mendapatkan cukup untuk bertahan hidup.” Kata Sung Hyun
Sung Hyun.... Mari kita bersikap rasional. Gunakan bakatmu yang luar biasa itu dan terus menulis musik. Aku akan membeli semuanya. Tidak. Maksudku....Jika aku tidak bisa membelinya, aku akan menjualkan semuanya untukmu. Berikutnya, kami akan membuat album dengan namamu di atasnya. Aku mohon Sekali ini saja..Tolong bermurah hatilah. Yah?” kata Tuan Byun

Adikku...orang tuaku dan adikku sedang menunggu... laguku. Adikku menandai kalendernya dan menghitung mundur hari sampai albumku dirilis. Tuan Lee..  Aku tidak butuh album, Kembalikan saja laguku. Ini untuk adikku. Tolonglah tuan.” Kata Sung Hyun sambil menangis.
Joon Suk tiba-tiba mengumpat marah dengan mengejek Sung Hyun bahkan tidak bisa berjalan lurus dengan suara pelan. Sung Hyun mendengarnya sedikit terkejut. Joon Suk pun mulai bertanya apakah Sung Hyun bisa berjalan ke panggung, menurutnya Bagaimana bisa menjadi musisi dengan kondisi seperti itu.
Apakah kau mengancamku karena lagu ini sudah dirilis? Silakan... Siapa yang akan percaya bahwa itu adalah lagumu? Kau tidak dalam keadaan baik, jadi aku memanjakanmu untuk membantumu menghasilkan uang. Apakah kau pikir aku tolol? Dasar... Sial...” teriak Tuan Lee
Air mata Sung Hyun mengalir dengan tangan bergetar mengambil album milik Joo Han, lalu keluar dari ruangan dengan kaki sedikit diseret. Joon Suk pun menjerit histeris seperti keadaan yang membuat semuanya melakukan semuanya. 


Sung Hyun berjalan ke jembatan sungai Han dengan gitarnya, lalu duduk dibawah dan mengelus kakinya yang pincang seperti merasakan penyesalan memiliki kaki yang yang sempurna. Ia pun menangis sambil memegang kakinya.
Akhirnya Sung Hyun berdiri ditepi jembatan mengeluarkan dompet dan melihat foto keluargnya, melihat ayah,ibu dan adiknya. Senyumannya terlihat dan airmatanya kembali terlihat. Beberapa saat kemudian hanya ada gitar dan album Joon Ha dipinggir sungai Han. 

Direktur Produksi memberikan album Joon Ha diatas meja, memberitahu  Lagu pertama di album kedua Choi Joon Ha, "Go Ahead, Cry". Suk Ho menjerit bahagia menurutnya sangat Luar biasa. Direktur Produksi bertanya bisakan mereka menyanyikanya. Suk Ho mengejek si direktur seperti mengajakanya bercanda karena menuruntnya Lagu ini sangat cocok untuk vokalis mereka Jo Ha Nul, dengan bangga mengangkat album Joon Ha
bersambung ke episode 14 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar