Rabu, 01 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 10 Part 2

Anna geram sebenarnya ada apa, sambil berjongkok bertanya apakah pacarnya itu tak mau cerita juga. Park Hoon dengan menahasn sedih memberitahu komentar Do Kyung itu skenarionya memalukan.
Ayo kita bunuh, Park Do Kyung. Bajingan itu, mengira dia hebat.  Aku akan membunuhnya.” Ucap Anna marah, Park Hoon berteriak memanggilnya.

Park Hoon berteriak menarik tanganya, Anna tak ingin pacarnya menahan menghempaskan tangan pacarnya, karena akan membunuh Do Kyung yang berani mengatakan itu pada pacarnya. Park Hoon langsung memeluknya dari belakang, Anna menangis mengumpat Do Kyung, lalu memeluknya dengan erat. Park Hoo hanya bisa mengelus rambut untuk menenangkan pacarnya. 
Do Kyung keluar dari rumah berjalan menyusuri jalan mengingat ucapan adiknya Hyung, kau kira orang respek padamu ? Mereka menghinamu.  Lalu apa gunanya hidup sok hebat ?
Lalu mengingat pertanya pada ayahnya, “Ayah suka dengan hal yang menghilang ?” dan ayahnya menjawab “Saat kau menghargai hal yang sementara kau tidak melakukan hal yang sia-sia.
Tuan Park terlihat sedang memakai earphone melihat anaknya yang sedang asik ditaman yang penuh dengan bunga-bunga, sambil melompat-lompat.
Do Kyung mengingatnya dengan menahan tangis dan masih terus berjalan. 

Flash Back
Do Kyung melihat sepatu ayahnya ada didepan rumah, lalu langsung berlari memanggilnya ayahnya, dan jatuh diatas dada ayahnya yang sedang berbaring. Tuan Park memeluk anaknya yang ada diatasnya dengan wajah bahagia dan mendaratkan ciuman dikening anaknya. Do Kyung terlihat sangat bahagia.
Tuan Park memanggku Do Kyung sambil memegang tangan, Do Kyung bertanya Suara apa yang ayah dapat di DMZ. Tuan Park menceritakan  mendengar Suara tentara yang bekerja saat memeriksa pagar kawat Dan suara pengumuman dari Korea Utara, serta Suara burung.
Ayah paling suka dengan suara apa ?” tanya Do Kyung 
Hmm, ayah paling suka ...  Suaranya Do Kyung.” Bisik Tuan Park ditelinga anaknya. Keduanya tersenyum bahagia sambil berpelukan.

Besok adalah hari anak, jadi kemana Besok kita mau pergi?” tanya Do Kyung, Tuan Park bertanya balik kemana anaknya ingin pergi. Do Kyung memikirkanya. Tiba-tiba ibunya yang terlihat masuk rumah dengan setengah sadar.
Kau tidak tahan melihat istrimu tapi kau punya waktu bertemu anakmu? Kau repot-repot mau mampir kerumah.” Sindir Nyonya Heo, Tuan Park hanya diam saja,
Jika bukan karena pekerjaanmu merekam suara kira-kira alasan apa yang kau kasih agar tidak pulang kerumah.  Pilihan karirmu tepat. Benark kan ?”ejek Nyonya Heo, Tuan Park tetap diam, Do Kyung memegang tangan ayahnya memberikan semangat. Setelah Nyonya Heo masuk kamar, Tuan Park dan Do Kyung saling bercanda dengan tawanya. 


Esok paginya, Tuan Park menyusuri hutan dan Do Kyung mengikutinya dari belakang, dengan membawa kayu untuk menghalu jalan. Tuan Park memanggil anaknya untuk cepat.
Sesampai di pinggir tebing, Tuan Park mulai memasang mic dan alat perekamnya. Do Kyung sibuk melempar batu kebawah, Tuan Park menyuruh Do Kyung menjauh dari pinggir karena terlalu bahaya. Do Kyung pun berlari ke bagian tanaman bunga dan melihat ada kupu-kupu yang ada diatasnya. Tuan Park mulai memasang earphone dengan mengecek pita rekamanya.
Apa kupu-kupu punya suara kalau terbang ?” tanya Do Kyung, Tuan Park menyuruh Do Kyung untuk mencoba mendengarnya, Do Kyung berusah mendengarkan tapi merasa tidak ada suaranya.
Tuan park meminta anaknya untuk mendengarkan baik-baik, Do Kyung berusaha mendengarkan suara kupu-kupu yang hingga dengan fokus. Tuan Park melihat ada angin yang datang dan menjatuhkan micnya lalu berlari mengejarnya.

Do Kyung seperti merasakan bunyi, lalu memanggil ayahnya tapi tak melihat dimana-mana, akhirnya ia merayap untuk melihat ke bawah. Ia berlari menuju kebawah dan dipinggir pantai melihat sosok ayahnya tergeletak dengan kepala berdarah, Do Kyung berteriak mencoba membangukan ayahnya tapi akhirnya tak juga bangun.
Akhirnya Do Kyung berlari mencari pertolongan tapi tak ada seseorang pun karena jarak perumahan sangat jauh. Dengan wajah frutasi Do Kyung pun kembali ke pantai, mengunakan terpal yang ditemukan menarik ayahnya dengan sekuat tenaga, keluar dari pantai.
Ia pun menarik ayahnya masuk ke dalam mobil dan menekuk kakinya agar pintunya bisa tertutup, setelah itu sempat duduk dipinggir dengan memukul tanah, meluapkan amarahnya. Do Kyung yang masih kecil memindahkan gigi mobil, lalu mendorong mobilnya, perlahan roda berputar sampai malam hari Do Kyung masih mendorongnya. Tubuhnya yang masih kecil akhirnya kelelahan, tanganya gemetara, keringatanya membanjiri seluruh tubuhnya. Akhirnya Do Kyung duduk didepan bicara dengan ayahnya.
Ayah... Aku tidak bisa jalan lagi.... Cepat bangun.” Ucap Do Kyung saat itu sebuah lampu mobil datang menyinari wajahnya. Setelah itu Do Kyung duduk ditaman dengan wajah cemberut.
Do Kyung sudah berlari mengelilingi lapangan yang dulu juga pernah datangi ayahnya, pikiranya kembali mengingat ucapan ayahnya “Saat kau menghargai hal yang sementara kau tidak melakukan hal yang sia-sia.” Ketika masih kecil Do Kyung berteriak penuh amarah
Kenapa kau pergi tanpa minta ijin dariku ! Kenapa ?! Aku tidak akan pernah pergi !” teriak Do Kyung kecil penuh amarah,
Do Kyung terus berlari tanpa henti, suara jeritan saat kecil mengema ditelinganya. 

Hae Young menangis dengan menghabiskan tissue dikamarnya, matanya memerah dan hidungnya juga meler. Ponselnya bergetar tertulis nama “Tetangga Sebelah
Tadinya aku mau menunggu sampai dering kelima,Tapi baru 3 dering sudah kuangkat.  Aku gampangan sekali. Benark ‘kan ?” kata Hae Young, Do Kyung hanya diam saja,
Kalau kau menelpon, setidaknya bicara.  Kenapa diam saja ? Apa Kau masih tetap bersikap begitu saja ?!!teriak Hae Young histeris, Do Kyung meminta Hae Young untuk datang.
Kau kira aku gampangan sekali, selalu datang tiap kau minta ?” ucap Hae Young dengan suara gemetaran.
Aku merindukanmu.... Aku sangat merindukamu” kata Do Kyung sambil menangis, Hae Young terdiam mendengarnya. 

Hae Young langsung berlari keluar rumahnya hanya membawa dompet, Do Kyung menunggu di pinggir jalan dan selalu melihat orang yang turun dari taksi berhenti didepanya, tapi bukan orang yang ditunggunya. Hae Young akhirnya turun dari taksi dibelakang, senyuman tak bisa disembunyikan.
Do Kyung dan Hae Young saling bertemu ditengah-tengah saling menatap, tiba-tiba keduanya terlihat malu-malu saling memalingkan wajahnya sambil tersenyum, setelah itu keduanya saling menatap dengan senyuman malu-malu. Do Kyung lebih dulu berjalan dan Hae Young pun mengikuti dari belakang.
Keduanya berjalan bersebelahan, sambil tersenyum sendiri ketika saling menatap keduanya malah senyum bersama. Hae Young seperti masih tak percaya sambil menatap Do Kyung yang berjalan disampingnya. 

Sesampai di jalan yang cukup sepi, Hae Young sadar langsung datang saat Do Kyung menelpya dan menganggap memang ia  wanita gampangan, lalu bertanya apa sekarang yang dinginkan Do Kyung darinya. Do Kyung berhenti berjalan dengan wajah tertunduk meminta Hae young memberikan pelukan untuknya.
Hae Young menatapnya lalu mengalugkan tanganya pada leher Do Kyung untuk memeluknya. Do Kyung langsung menjatuhkan kepalanya di pundak Hae Young dan merangkul pinggang Hae Young dengan sangat erat. Hae Young pun sampai berjinjit karena Do Kyung mendekat tubuhnya dengan erat. 

Perjalanan menuju Seosan, Taesan. Mobil Do Kyung sudah melaju dengan kencang di jalan yang lengang. Senyuman Do Kyung dan Hae Young terus terlihat. Do Kyung yang menyetir mobil heran karena Hae Young tak bertanya kemana mereka akan pergi.
Kemana saja tak masalah.  Karena aku wanita gampangan.” Ucap Hae Young dengan nada mengerjek
Makasih, sudah jadi gampangan.” Balas Do Kyung dengan senyuman
Kau tahu kalau berat sekali buat wanita menjadi gampangan seperti ini, Kalau kau masih plin plan ... Akan Aku bunuh kau.” Ucap Hae Young mengancam
Do Kyung melirik tanpa berkomentar, Hae Young kesa Do Kyung hanya diam saja berpikir nanti Do Kyung mau plin plan lagi. Do Kyung menegaskan dirinya tidak akan plin plan lagi. Hae Young menjerit bahagia kalau sangat menyukainya, Do Kyung tersenyum tak terlihat wajah muramnya. 

Do Kyung dan Hae Young berjalan di pinggir pantai, keduanya saling mendorong agar bisa mendorong ke pantai, lalu Do Kyung mengendong Hae Young dengan penuh rasa bahagia. Hae Young menjerit kalau sangat dingin, lalu keduanya pun kembali berjalan menyusuri jalan.
Sejak kapan kau menyukaiku ?” tanya Hae Young lalu mencoba untuk menebaknya sendiri, yaitu saat pertama kali melihatnya. Do Kyung mengatakan tidak, Hae Young penasaran kapan jadinya.
Saat kau cerita, memberi suaramu sendiri untuk calon ketua kelas.” Akui Do Kyung
“Aissh... Kenapa itu ? Itu memalukan sekali.” Jerit Hae Young
Kau berani mengaku kalau itu memalukan, tapi Aku menyukainya” akui Do Kyung, Hae Young tertawa mendengarnya.
Tak disangka ...  Aku punya banyak cerita memalukan.  Apa Mau dengar lagi ? Aku dapat nilai 20 saat tes mengeja di SD.  Lalu ... Saat baru kuliah, dan tamasya sekolah, aku minta bisnya berhenti karena mau ke toilet.  Augh, memalukan sekali.  Aku juga pernah jatuh dari bis. Kau tahu kalau tempat duduk di bis tinggi.  Aku ketiduran di bangku terakhir dekat jendela.  Lalu aku jatuh dari bis, herannya aku sama sekali tidak luka.  Aku malu sekali, dan melarikan diri.” Cerita Hae Young menceritakan sambil berjalan menyusuri pantai. Keduanya terlihat tertawa bahagia mendengarkanya. 

Hae Young sibuk memanggang kerang, sementara Do Kyung terus memandanginya tanpa berkedip, lalu ia pun menuangkan soju di gelas pacarnya. Hae Young mengucapkan terimakasih. Do Kyung pun menuangkan soju ke gelasnya. Hae Young terkejut melihat Do Kyung yang ingin minum juga, lalu tiba-tiba cipratan air kerang mengenai tangannya.
Do Kyung meminta untuk memberikan padanya, Hae Young pikir tak perlu dengan mengelus punggung tanganya nanti akan sembuh. Do Kyung pun membiarkanya.
“Bagaimana kalau aku bilang "disini sakit" ? Aku minta untuk ditiup, Kau akan bagaimana ?” ucap Hae Young mengoda dengan memonyongkan bibirnya.
Aku akan bunuhmu.” Kata Do Kyung terkesan sinis, Hae Young merasa sudah bisa menembaknya.
Kalau aku minta disuap "Aaah" begitu ?” ucap Hae Young membuka mulutnya, Do Kyung pun membanting gelasnya yang kosong.
Hae Young mengatakan tak jadi dan menyuruh Do Kyung terus minum saja, lalu memberikan kerang yang sudah mata pada piring Do Kyung, menyuruhnya untuk tak perlu di potong dan langsung makan saja. Ia pun langsung mencoba dari capitanya dan mengatakan rasanya empuk sekali. Do Kyung ingin mencelupkan di saus, Hae Young melarang menyuruh untuk makan tanpa saos. Do Kyung tersenyum setelah memakanya, Hae Young yakin rasanya pasti enak lalu memberikan potongan kerang lagi pada Do Kyung.

Waktu itu, kita makan samgyeosal dengan orang tuamu. Aku menyukainya” ungkap Do Kyung.
Kenapa ? Padahal kau baru saja menolakku, Apa Kau suka bersandiwara di depan ibu dan ayahku ?” kata Hae Young,
Ibumu bilang ...” kata Do Kyung sambil menuangkan soju mengingat kata-kata ibu Hae Young padanya Aku ingin berterima kasih soal jendela pengamannya dan sudah menunggu kapan bisa membuatkanmu makanan.  Jadi tertunda lama, ayo Makanlah.
Dia menaruh daging di nasiku.” Ucap Do Kyung
Kenapa tersentuh pada hal seperti itu ? Itu bukan apa-apa.  Kau tinggal Bilang saja Maka aku akan menaruh daging, kimchi dan lauk di nasimu setiap kita makan. Aku akan menghabiskan semalaman menaruh lauk di piringmu.” Kata Hae Young menaruh semua kerang pada mangkuk  pacarnya.

Do Kyung tersenyum lalu menatap wajah Hae Young yang sedang asik memanggang kerang, tiba-tiba ia bangun dari tempat duduknya mendekati Hae Young dan mengeser bangkunya. Hae Young binggung, Do Kyung langsung menciumnya, Hae Young pun menaruh pecapitnya dan langsung merangkulkan tangan di leher Do Kyung, untuk kedua kalinya mereka berciuman tapi kali ini Do Kyung seperti penuh rasa cinta.  

Soo Kyung berjalan pulang kerumah, sebuah mobil berhenti menyapanya dengan bahasa prancis. Jin Sang heran melihat Soo Kyung yang pulang lebih awal. Soo Kyung melambaikan tanganya, Jin Sang turun dari mobil mendekati Soo Kyung lalu berputar memperlihatkan gaya busananya.
Wow, mau pergi kencan ?” kata Soo Kyung
Dress code malam ini.... Rooftop party.” Ucap Jin Sang mengoyangkan badanya dengan penuh semangat, Soo Kyung sempat terhipnotis dengan bokong Jin Sang yang mengarah padanya lalu berusaha untuk menyadarkan dirinya.
“Apa Kau tahu rooftop party ? Bahasa kita pesta di atap.  Semua wanita cantik akan muncul disana.” Kata Jin Sang lalu pamit pergi dan kembali masuk ke mobilnya dengan mengoyangkan pinggulnnya.
Soo Kyung berusaha menahan hasratnya, Jin Sang terus terlihat gembira saat masuk mobil dan pergi. Soo Kyung melihat mobil Jin Sang pergi langsung mengumpat dalam Bahasa Perancis

Dua bibi pengantar sedang mengobrol karena jarak mereka lebih jauh melalui jalan itu. Soo Kyung melihatnya langsung meminta untuk mengantarnya, si bibi menolak karena Jam tugas mereka barusan saja selesai. Soo Kyung langsung menutup wajahnya dengan rambutnya yang keriting.
Salah satu bibi  mengenal wanita tanpa wajah dan mengajak temanya untuk kabur, Soo Kyung mengehentikanya, akhirnya dengan terpaksa keduanya mengantar. Soo Kyun meminta keduanya berjalan pelan lalu bertanya apakah mereka sudah makan. Dengan merangku dua bibi merasabangga sekali pada keduanya sebagai Ahjuma penjaga lingkungan. 

Soo Kyung memberikan dua gelas jus jeruk pada bibi penjaga dan meminta untuk duduk. Salah satu bibi menolak karena merasa tak enak hati. Soo Kyung merasa tak bisa begitu saja karena bibi itu sudah mengantarnya pulang. Si bibi tetap saja tak ingin menerimanya. Soo Kyung dengan lirikan sinis menyuruh keduanya untuk duduk. Keduanya langsung ketakutan dan duduk meminum jusnya, Soo Kyung menyuruh untuk minum pelan-pelan saja. Si Bibi pun menurukan gelas yang sudah diminum setengah.
“Apa Boleh aku bertanya ? Berapa banyak lelaki yang kau tiduri ?” kata Soo Kyung, dua bibi saling berpandangan dengan wajah binggung dan mengatakan kalau mereka besar di jaman dulu.
Usiaku ... 44 tahun.  Lelaki yang pernah kutiduri ...  2 setengah.” Kata Soo Kyung, salah seorang bibi hampir tersedak mendengarnya, bibi yang lain meminta agar tak berkomentar.
Sepertinya kau tidur dengan lebih banyak lelaki ?Aku , kalau tidur dengan lelaki, maka aku akan jatuh cinta padanya. Aku tidur dengannya bukan karena aku cinta. Tapi begitu aku tidur dengannya maka aku akan jatuh cinta pada orang itu.” Ucap Soo Kyung yang membuat dua bibi menganggukan kepalanya.
Tapi ... Kenapa ... harus pecundang itu !” teriak Soo Kyung mengebrak meja membuat kedua bibi terkejut.
Semua orang bilang aku cool dan chic.  Tapi aku ... tidak tahu apapun soal itu. Begitu aku tidur dengan seseorang  haruskah aku berpacaran dengannya ? Di alam semesta ini dimana tubuh akan mengambil alih sehingga 2 tubuh bertubrukan, apa itu berarti 2 tubuh itu ditakdirkan bersama selamanya ?” ucap Soo Kyung mengebu-gebu
Tapi ... kenapa bisa dengan pecundang itu ... yang selalu tidur dengan wanita berbeda setiap malam ? Ini Mustahil ! Kenapa bangsat itu ?! Kenapa ?!!” jerit Soo Kyung histeris sambil menaiki rak bukunya lalu mengusir dua bibi untuk segera keluar. 

Park Hoon dan Anna minum bersama di restoran, Park Hoon sedikit mambuk menceritakan Sejak bertemu kunyuk itu di usia 6 tahun, sudah langsung tahu kalau kakaknya itu brengsek.
Tiap minggu aku mengejarnya dan teriak "Hyung, hyung"  Kau tahu apa tanggapan kunyuk itu setelah seminggu ? Di baling “Kau, pulang sana kerumahmu.Tapi, sekarang aku masih serumah dengannya.” Cerita Park Hoon
“Nama depan kalian sama. Apa Kalian bukan saudara kandung ?” ucap Anna polos
“hei.... apa semua yang bermarga sama adalah saudara kandung ? Agar tidak ketahuan kalau kami anak-anak dari ayah yang berbeda, ibuku menikahi lelaki yang bermarga Park.” Cerita Park Hoon
Ayo kita tinggal bersama,  Kalau aku bilang akan tinggal bersama denganmu, hyung pasti mengamuk besar.  Aku bingung harus bicara apa ... Tapi, karena aku tidak perduli lagi padanya. Dia juga bukan kakakku, Sekarang aku berani dan Aku tidak akan hidup dirumah itu lagi.” Kata Park Hoon
Tadi aku juga ingin membunuh ahjushi. Sekarang, aku ingin memeluknya.” Ucap Anna
Park Hoon bertanya siapa yang ingin dipeluknya, Anna menjawab Ahjushi Do Kyung, Park Hoon heran kenapa harus dia. Anna pikir Tadinya ingin membunuh karena mengira kakaknya, tapi Setelah tahu mereka bukan saudara kandung, ia jadi mengerti kalau Do Kyung itu sayang sekali dengan pacarnya, bahkan ingin memeluk dan mengucapakan terimakasih.
“Aish.... Serius ! Dari tadi kau dengar apa ? Dia itu brengsek !” teriak Park Hoon merengek kesal
Aigoo... Aku berSyukur oppa pacarku. Aku senang kau jadi  milikku.  Kalau kau dengan wanita lain, aku pasti sedih sekali.” Ucap Anna dengan memeluk dan memberikan ciuman, Park Hoo menyuruhnya menjauh karena masih kesal. Anna tak mau menjauh tetap mendekat sambil menghujani ciuman, Park Hoon pun hanya bisa menjerit. 

Di depan warung tenda, Hae Young seperti menahan tubuh Do Kyung yang memeluknya sambil memejamkan matanya. Ia merasa pacarnya itu sudah mabuk sekali dan mengusulkan untuk pindah ke tempat yang lain, lampu penunjuk sebuah motel mulai menyala. Do Kyung mengatakan sudah menelp supir penganti. Hae Young menjerit kaget langsung mendorong Do Kyung menjauh, merasa kalau dirinya tiba-tiba tersadar.
Mana bisa memanggil supir panggilan disini ?Apa masuk akal memanggil  supir panggilan kesini jam begini ?” jerit Hae Young, Do Kyung terlihat setengah sadar merasa tak ada yang salah
Tidak, maksudku coba pikirkan... kau Pikirkan baik-baik.  Dari sini ...  Ke Seoul pasti biayanya 200,000 won.” Ucap Hae Young kesal. Do Kyung meralat kalau membayar 300,000.
“Kau bilang Bukan 30,000 tapi 300,000 ? Apa kau bisa mengambil uang dengan mencangkul tanah ?!! Aku kaget sekali sampai tidak bisa bicara.” Kata Hae Young menutup kupingnya
Do Kyung pikir mereka bisa meminta diskon nanti, Hae Young mencoba menjelaskan kalau Saat ini, mereka bisa merasakan suasana  denngan datang ke pantai, minum lalu ciuman, pelukan,  menurutnya tak masuk akal memanggil supir panggilan sekarang. Do Kyung pikir Hae Young ingin dirinya tetap yang menyetir.
Apa disini Hongdae ? Apa disini Gangnam ?! Dimana kau bisa temukan supir panggilan disini ?!” teriak Hae Young kesal dengan memegang dagunya.
Halo, aku supir penganti, kalian mau ke Seoul ‘kan?” kata pria yang tiba-tiba muncul. Hae Young melonggo dan Do Kyung membenarkan, Si sopir meminta kunci mobilnya. Hae Young menahanya.  
Apa 300,000 won tidak kemahalan ? Dengan uang segitu ... hmm ?” ucap Hae Young memberikan kode. Si sopir penganti mengatakan akan memberikan harga 200,000 won karena memang mau ke Seoul.
Hae Youn melirik sinis, si sopir langsung menurunkan harga jadi 180,000 won, Hae Young tetap melirik sinis, sopir kembali menurunkan jadi 150,000 won karena membutuhkan uang juga. Hae Young mengaum seperti singa yang marah. 


Mobil melewati Disepanjang jalan yang menyediakan penginapan, Hae Young menatap jendela dengan wajah sedih, keduanya duduk terpisah.  Do Kyung melirik dan sedikit tersenyum lalu berpura-pura menatap jendela kembali. Hae Young cemberut dan langsung membuka jendela mobil dengan tatapan sedih menatap kebelakang [Datang dan istirahatlah di Last Motel]  setelah itu melirik sinis pada pacarnya.
Perempuan tidak pantas tidur di motel.” Ucap Do Kyung
Kalau begitu, yang pergi ke motel semuanya laki-laki, begitu maksudmu?” kata Hae Young kesal, Do Kyun meminta untuk menghentikan sebelum mereka bertengkar besar.
Kau pemilih sekali. Padahal perempuannya sudah gampangan ...” keluh Hae Young mengedumel
Lain kali, kita pilih tempat bagus untuk menghabiskan malam bersama.” Ucap Do Kyung, Hae young sedikit tersenyum dalam mobil yang melaju dengan nada mengoda kapan mereka akan pergi. 

Malam hari menuju Seoul, Hae Young pun menyandarkan kepalanya dibahu Do Kyung dan kepala Do Kyung bersandar di kepala Soo Kyung, Keduanya terlihat sangat terlelap dalam perjalanan ke Seoul.
Pagi hari, Do Kyung terbangun dengan sinar matahari yang masuk ke dalam jendela mobilnya. Di pangkuannya, Hae young tertidur dengan lelap, tanganya pun merapihkan rambut Hae Young ke belakang telinga,  tangan Do Kyun menutup wajah Hae Young agar tak terkena sinar matahari.
Ayo lakukan... Lakukan sampai akhir. Gumam Do Kyung menatap keluar jendela
Bersambung ke episode 11 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Makasiii mba dee... semakin baper sm ini drakor. Pdhl awalnya ga terlalu tertarik :)

    BalasHapus
  2. Semangat ya mba....di tunggu selanjutnya 😉😉

    BalasHapus
  3. Semoga happy ending...trims mba dee...fighting menulis sinopsisnya.

    BalasHapus
  4. Mkasih oenni sinopsisnya. Ditunggu smpe selesai ya.. Fighting.

    BalasHapus
  5. D tunggu keanjutan y, makasih oeni sinopsis y..

    BalasHapus
  6. semangat mbaaak, lanjut terus..

    BalasHapus