Minggu, 12 Juni 2016

Sinopsis Entertainers Episode 15 Part 2

Di dalam mobil
Geu Rin melihat Ha Nul menatap keluar jendela, lalu bertanya haruskan mereka pulang atau ingin membeli sesuatu untuk makan. Ha Nul mengatakan harus pergi menemui Lee Joon Suk.
Apa kau mengatakan kau ingin pergi ke KTOP sekarang? Ha Nul kita harus menunggu...” ucap Geu Rin berusaha menahanya.
Aku harus menemuinya.” Tegas Ha Nul yan membuat Geu Rin terdiam.

Sesampai di depan KTOP, Geu Rin ikut turun. Hae Nul memberitahu akan segera kembali dan tak akan lama. Geu Rin mengajak untuk pergi bersama. Ha Nul berjanji tidak akan bertemu Joon Suk lama jadi akan segera kembali. Geu Rin pun memberiakan Ha Nul pergi sendirian masuk KTOP. 


Dalam Ruangan Joon Suk.
Dengan wajah percaya diri, Joon Suk merasa Yakin, kalau orang yang akan ditemuinya itu harus menggonggong setidaknya sekali. Ha Nul pun masuk ruangan disambut dengan Joon Suk yang sudah duduk disofanya. Joon Suk pikir mereka baru bertemu pertama kalinya.
Bagaimana aku harus menyapamu? Apapun yang aku katakan akan membuatmu tidak nyaman.?” ucap Joon Suk dengan nada mengejek. Joon Suk hanya bisa diam.  
Aku tidak ingin mendengar apapun. Aku tidak ingin mendengar suara apapun yang keluar dari mulut kotormu.” Tegas Ha Nul penuh amarah
Setelah kakakku, Jo Sung Hyun, meninggal karena kau, keluargaku sedih selama bertahun-tahun. Maka Kau tidak pantas mengetahui kesedihan itu. Hanya ada satu hal yang ingin aku katakan. Sepertinya Suk Ho melakukan itu ke wajahmu. Aku akan membunuhmu perlahan.... Tidak, Aku akan membuatmu mati... seperti yang kau... lakukan kepada kakakku.” Tegas Ha Nul lalu keluar dari ruangan, wajah Joon Suk nampak tegang melihatnya. 

Dirumah
Jae Hoon mengungkapkan khawatir Ha Neul mungkin tidak bisa bernyanyi "Go Ahead, Cry" atau lagu lain sama sekali akhirnya tahu bagaimana kakaknya meninggal, menurutnya merasa tak yakin Ha Nul  bisa melewati  semuanya.
Ha Nul pasti memiliki waktu yang sangat sulit.” Komentar Yun Soo, Ha Nul tiba-tiba langsung merobek kertas aransemena.
Kayle, apa yang kau lakukan? Kenapa kau merobek musiknya?” jerit Jae Hoon
Kita tidak membutuhkan ini. Bagaimana mungkin Ha Nul bisa menyanyikan lagu ini? Apa kau bisa melihat dia menyanyikan lagu ini? Tuan Shin benar.... Kita jangan tampil di "Legend Again".” Ucap Kayle
Kau benar.... Hati Ha Neul pasti hancur. Kita tidak perlu melakukan pertunjukan itu dan akan mendapatkan kesempatan lain.”kata Jae Hoon berdiri dari tempat duduknya.
Aku akan menyanyikannya.” Kata Ha Nul masuk ke dalam rumah bersama Geu Rin

Jangan lakukan itu. Bagaimana kau akan menyanyikan lagu ini? Kalau dia adalah kakakmu, maka dia juga kakak kami. Apa kau pikir kami gila? Beberapa orang mengambil lagu kakakmu, menjadikannya terkenal dan membuat banyak uang. Kita pasti gila jika berani menyanyikan lagu ini. Aku tidak akan melakukannya dan  tidak akan memainkannya.” Tegas Kayle
Ha Nul tetap ingin menyanyikannya. Geu Rin mencoba berbicara, Ha Nul berteriak agar Jangan mengatakan tidak boleh atau menunggu. Geu Rin mengatakan kalau Ha Nul itu harus menyanyikannya jika memang menginginkan. Yun Soo ingin protes. Geu Rin merasa  keputusan tuan Shin tidak penting saat ini dan Keputusan Ha Neul yang lebih penting, lalu memberitahu Ha Nul akan mengatur acara itu, bukan tuan Shin.
Kita nyanyikan lagu itu dengan baik. Jika kau ingin menyanyikan lagu Sung Hyun, lakukan. Kau harus menyanyikannya tidak peduli apapun alasannya, karena itu lagu miliknya.” Jelas Geu Rin
Aku akan berbicara dengan tuan Shin.” Ucap Ha Nul, Geu Rin pun akan mengantarnya. Ha Nul mengatakan ingin pergi sendiri saja lalu keluar dari rumah. Yun Soo menarik tangan Geu Rin ketika ingin mengikutinya, agar membiarkan Ha Nul pergi sendiri saja. 


Ha Nul masuk ruang rawat melihat Min Joo, Man Shik dan Tuan Byun terlihat kebinggungan. Di tempat tidur hanya ada baju rumah sakit dan Suk Ho tak ada disana. Ha Nul bertanya kemana perginya Suk Ho, Man Shik menceritakan hanya keluar untuk membelikan beberapa permen caramel lalu saat kembali Suk Ho sudah menghilang.
“Sekarang di luar sudah gelap , Ponselnya juga tidak aktif. Kemana dia pergi?” kata Man Shik khawatir
Aku hanya keluar sebentar saja. Bagaimana bisa kau kehilangan dia?” keluh Min Joo kesal
Tuan Byun.... Kakakku... Di jembatan kakakku saat itu?” kata Ha Nul panik 

Suk Ho sedang berdiri di jembatan tempat Sung Hyun melompat, lalu melihat kebawah jarak dari jembatan ke air, tanganya menopang kepalanya dengan menatap ke sungai.
Flash Back
Keduanya makan bersama di restoran sup daging, Suk Ho mengajak mereka merekam lagunya setelah ia kembali. Sung Hyu mengatakan orang-orang itu akan berpikir dirinya akan merilis album jika merekam lagunya. Suk Ho menyakinkan Tuan Byun dan tuan Lee adalah orang-orang yang sangat baik.
Jangan gugup dan lakukan saja apa yang kau lakukan. Mereka akan menyukaimu bahkan jika kau hanya menunjukkan setengah dari kemampuanmu.” Kata Suk Ho menyakinkan
Apa manajer memang biasa menggertak sepertimu? Yah, kurasa manajer memang harus bicara manis.” Ejek Sung Hyun lalu keduanya bersulang minum soju bersama. 

Air mata Suk Ho mengalir menatap ke sungai merasa Sung Hyun itu  pasti sangat kedinginan dan pasti sangat kesepian karena sendirian, lalu meminta maaf karena datang terlambat.
Apa yang akan kau lakukan?” teriak Ha Nul berjalan mendekati Suk Ho yang sudah menangis.
Kau akan mati jika kau jatuh... Apa kau akan bunuh diri? Apa kau akan menyusul Sung Hyun? Apa kau akan meninggalkanku sendirian?” kata Ha Nul sambil menangis
Ini menyakitkan... Hatiku terasa sakit... hanya untuk bernapas.” Ucap Suk Ho menangis
Keduanya menangis di tempat meninggalkan Sung Hyun, Suk Ho berteriak memanggil Sung Hyun dan Ha Nul berteriak memanggil kakaknya sambil menangis. Tuan Byun berjalan dibelakang mereka, tangisnya pun tak bisa ditahan air matanya mengalir di pipinya. 

Suk Ho kembali kerumah sakit dengan Tuan Byun dan Ha Nul, Min Joo mendekatinya dengan wajah kesal kemana saja temanya itu. Suk Ho kembali duduk di tempat tidurnya mengaku hanya pergi berjalan-jalan. Man Shik memberitahu kalau mereka mengira terjadi sesuatu pada temanya dan sangat mengkhawatirnya. Ha Nul pun duduk disamping tempat tidur.
Aku ingat semuanya. Kakakku... bahkan tidak mau pergi keluar bersama orang tuaku. Keluargaku tidak pernah makan keluar sama sekali. Sung Hyun merasa tidak nyaman jika banyak orang di sekitarnya. Tapi... dia berubah setelah dia berteman dengan seorang pria bernama Suk Ho.” Cerita Ha Nul 

Ha Nul mengingat saat masih kecil bermain bola bersama dengan Suk Ho di pinggir sungai Han, sementara kakaknya duduk sambil memainkan gitar dan tampat tersenyum bahagia.
Pada hari-hari disaat mereka libur, manajer lain akan tinggal di rumah, tapi temannya, Suk Ho... selalu datang ke rumah kami dan membawanya keluar.
Setelah selesai bermain ketiganya bersulang dengan minuman kaleng yang dibawanya. Suk Ho bahkan menyuapi Ha Nul dengan kimbap yang dibelinya. Ha Nul menatap kakaknya yang memainkan gitar, Suk Ho menatap keduanya.

Kupikir aku tidak akan bisa melihatnya lagi. Tapi dia datang kepadaku setelah kakakku pergi. Itu Suk Ho, satu-satunya teman kakakku. Lalu... dia bersamaku dan membiarkan aku bernyanyi. Dia membersihkan... namaku.” Cerita Ha Nul, Suk Ho mendengarnya menahan tangisnya.
Ha Nul pikir tidak perlu mencoba untuk saling menghibur satu sama lain dan berhenti bersedih. Menurutnya Geu Rin benar Jika Suk Ho tidak bertemu dengan kakaknya maka ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi menurutnya jika Suk Ho tidak muncul lagi setelah sekian lama, tak tahu apa yang akan terjadi.
Ini akan memakan waktu, tapi jangan bicara tentang "bagaimana jika". Aku akan melakukan hal yang sama.” Kata Ha Nul

Dia benar, Suk Ho. Ayo kita kembali berdiri dengan tegak.” Ucap Tuan Byun yang sudah bisa sedikit tersenyum.
Aku membahasnya dengan semua anggota band. Kami... akan tampil di acara "Legend Again".” Kata Ha Nul yang membuat semua kaget.
Ha Nul mengeluarkan selembar kertas dari saku celananya, Suk Ho melihat kertas not balok yang dituliskan Sung Hyun. Ha Nul memberitahu  akan menyanyikan lagu milik kakaknya dan itu sudah mereka putuskan, jadi mereka meminta Suk Ho  untuk bangkit kembali.
Bertahanlah dan kembalikan... lagu kakakku.”kata Ha Nul, Suk Ho kembali meneteskan air matanya dengan memegang kertas not milik Sung Hyun. 

Suatu hari aku juga akan mati, kan? Jika ada sesuatu yang harus aku lakukan sebelum mati,  Aku harus... mendapatkan kembali lagu milik Sung Hyun.” Kata Suk Ho sudah duduk kembali di kantornya.
Aku akan membantu dengan cara apapun. Pernahkah kau berpikir tentang bagaimana kau akan melanjutkannya?” ucap Min Joo
Suk Ho pikir hanya ada satu cara, yaitu Choi Joon Ha. Ia harus menemukannya sebelum pertunjukan dan membuatnya mengaku. Geu Rin merasa tak yakin merekabisa menemukannya, karena ia ada di stasiun TV untuk pertemuan hari ini dan Kru TV  sudah mencoba mencarinya karena ingin Joon Ha ada di atas panggung, tapi dia sudah bersembunyi sejak saat itu.
Siapa yang paling dekat... dengan Choi Joon Ha saat itu?” tanya Suk Ho, Min Joo berpikir
Yun Kyung biasanya banyak berbicara tentang dia. Mereka mungkin terus berhubungan.” Kata Min Joo 

Yun Kyung menceritakan Ada banyak orang yang bertanya tentang Joon Ha akhir-akhir ini, bahkan Beberapa orang dari stasiun TV datang. Tapi ia Sudah lama sejak tak melihat Joon Ha menurutnya temanya itu sudah tak ada di Korea.
Sekitar lima tahun yang lalu, kami bertemu untuk minum kopi. Dia mengatakan kepadaku ayahnya sedang tidak baik dan tinggal di sebuah panti jompo. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Kupikir dia datang kembali setahun sekali untuk mengunjungi ayahnya.” Cerita Yun Kyung
Apa kau tahu di mana rumah jompo itu?” tanya Suk Ho
Aku tidak tahu di mana itu. Meskipun dia memang berkata datang setelah mengunjungi ayahnya. Kupikir dia datang dari Yeongwol.” Kata Yun Kyung

Suk Ho pergi ke Panti Jompo Yeongwol Sol menemui receptionist, memberitahu sedang mencari seorang pasien dengan nama depan Choi, dengan menceritakan teman ayahnya dan berhutang banyak kepadanya tapi tak tahu nama belakanganya. Si receptionist pun mencarinya di arsip rumah sakit.  
Apa mungkin Choi Jin Goo?” ucap perawat, Suk Ho bertanya apakah nama anaknya itu Choi Joon Ha. Si perawat terlihat curiga dan tak ingin memberitahunya.
Aku benar-benar harus menemuinya. Tolong bantu aku.” Kata Suk Ho menyakinkan.
Kurasa kau tidak akan bisa berbicara dengannya. Dia menderita Alzheimer yang parah, bahkan dia tidak mengenali anaknya saat berkunjung dari Australia.” Jelas perawat
Apa kau mengatakan Australia?” ucap Suk Ho menemukan sebuah petunjuk, Joon Ha ada di Australia. 

Ha Nul dkk sedang berlatih, tiba-tiba Ha Nul tak bisa menyanyi lalu berbicara pada Kayle minta maaf karena mengatakannya, lalu meminta izin agar mencoba aransemen lain. Kayle berpikir aransementnya itu buruk. Ha Nul menjelaskan bukan itu maksudnya lalu memberikan lembaran kertas milik kakaknya berjudul "Go Ahead, Cry" Kayle terkejut melihatnya dan terlihat tak bisa berkata-kata.
Ini adalah versi asli kakakku.” Jelas Ha Nul, semua melonggo melihat lembaran not balok yang dituliskan Sung Hyun.  
Ini adalah sebuah karya seni yang murni. Kau tidak bisa mengatakan bahwa itu hanya aransemen yang berbeda. Kita lakukan saja dengan yang asli.”kata Kayle penuh semangat, Ha Nul pun mengucapkan terimakasih.
Aku minta maaf, teman-teman. Kita harus memulai dari awal.” Ucap Ha Nul. Yun Soo pikir mereka tak masalah.
Aku sangat tersanjung. Kita akan memain versi yang dibuat oleh komposer aslinya. Apa yang harus aku lakukan? Aku mulai merasa gugup.” Kata Jae Hoon memegang dadanya, Kayle pun menepuk pundak Jae Hoon dengan senyuman mengajak mereka mulai berlatih. 

Suk Ho keluar dari panti jompo, ponselnya berbunyi dengan nada sinis mengangatkanya berkata “Kenapa kau meneleponku?”. Joo Han sudah duduk didepan Suk Ho disebuah cafe, Suk Ho pun mulai menyapa kabarnya. Joon Han pikir harusnya ia yang lebih dulu menyapanya.
Apa kau bekerja untuk Joon Suk lagi?” tanya Suk Ho, Joo Han membenarkan.
Joo Han.... Dia menyalahgunakanmu dan...” kata Suk Ho yang ingin menyadarkan tapi disela oleh Joo Han
Aku... akan menghukum dia sebelum aku berhenti. Kau sedang mencari Choi Joon Ha, kan?” ucap Joo Han
Apa Joon Suk memintamu untuk menemukan dia?” tanya Suk Ho, Joo Han mengakui Joon Suk memang memintanya lalu bertanya apakah Suk Ho ingin  terbang ke Australia.

Suk Ho berkomentar Joo Han itu cepat sekali bergerak, Joo Han tersenyum karena ia lebih cepat dari yang dikira, lalu memberitahu kalau Joon Ha sedang tidak ada di Australia sekarang, karena ia sudah kesana mencari dan bertemu keluarganya dan mendapat kabar Joon Ha  kembali di Korea. Suk Ho menanyakan alasan Joo Han mengatakan hal ini padanya.
Biarkan aku mengambil beberapa pukulan dan menyebutnya impas. Aku tahu sudah mengkhianati dan menyakitimu. Aku dibutakan oleh ambisi dan membuang kesetiaan dan kehormatan jadi pukulah aku, Aku akan menerimanya. ” ucap Joo Han
Aku tidak punya hak, karena Aku juga tidak ada bedanya.” Balas Suk Ho
Aku katakan kepadamu sebelum Lee Joon Suk mencoba untuk membalas.. atas apa yang sudah aku lakukan kepada Jo Ha Nul, meskipun aku tahu itu tidak akan pernah cukup.” Jelas Joo Han, Suk Ho hanya bisa diam menatap mantan asistennya. 


Man Shik menjerit kaget mengetahui Joon Ha ada di Korea, Suk Ho memberikan lembaran kertas meminta mereka semua untuk memeriksa semua hotel dan daftar hotel di mana Choi Joon Ha mungkin menginap, dengan mereka membagi tugas dan mengintai di lobby.
“Dia pasti pergi setidaknya satu kali dalam sehari, kan? Aku akan berada di panti jompo karea Dia belum mengunjungi ayahnya.” Jelas Suk Ho dengan wajah serius.
Mungkin butuh beberapa hari. Apa Kau ingin kami berjaga di lobi?” kata Tuan Byun
Kita tidak punya pilihan lain.” Ucap Suk Ho
“Yang pasti Hotel sangat menjaga rahasia. Mereka tidak akan memberikan kita informasi tentang konsumen mereka.” Kata Man Shik sedikit tak yakin
Geu Rin dengan penuh semangat bertanya hotel mana saja yang didatanginya dan akan mengumpulkan foto-foto Joon Ha  terlebih dahulu karena tidak bisa membiarkan lewat begitu saja. Min Joo hanya diam saja melirik Suk Ho yang sudah kembali bersemangat untuk mencari Joon Ha. 

Joon Ha berada ditempat abu Sung Hyun dengan membawa sebuket bunga.
Peringatan kematian mu akan datang lagi. Aku selalu kembali untuk itu, mengatakan kepada diriku sendiri, "ini adalah terakhir kalinya." Tapi... setiap tahun, aku berdiri di sini. Bukankah udaranya mencekik di sana? Australia sangat luas dan udaranya bagus, tapi... Aku tidak bisa bernapas. Tidak peduli ke mana aku pergi, Aku seperti tinggal di penjara.” Ucap Joon Ha pada Sung Hyun 

Suk Ho menunggu di panti jompo dengan banyak manula yang duduk di kursi roda dan berjalan ditaman, ketika malam hari ia pindah ke lobby dan sempat dilirik oleh perawat karena melihat Suk Ho yang terus menunggu. Suk Ho sempat berdiri menyapanya lalu duduk kembali dengan wajah kebinggungan.
Di kantor
Tuan Byun dan Man Shik terlihat kelelahan memegang pungung mereka, Geu Rin belum juga menemukan hotel yang di datangi Joon Ha padahal sudah bangun sepanjang malam bahkan berjaga juga di dekat lift menuju parkiran, tapi pihak hotel malah menganggapny sebagai orang yang mencurigakan dan menendangnya keluar.
Aku benar-benar merasakan usiaku sekarang, merasa pegal di seluruh tubuhku.” Kata Man Shik memukul pahanya.
Kita tidak bisa melakukan apapun dengan berpencar. Ada begitu banyak jalan masuk dan keluar.” Ucap Tuan Byun
Aku akan menuju ke panti jompo, karena Aku yakin tuan Shin belum tidur atau mandi berhari-hari.” Ucap Geu Rin khawatir
Kau bahkan sedang tidak sehat, jadi kau tidak boleh pergi kesana selarut ini.” kata Tuan Byun melarang.
“Coba Lihat...  Semua orang di sini khawatir tentang Suk Ho. Kita sudah bersamanya selama bertahun-tahun dan sangat peduli kepadanya. Kurasa itu salah, pergi ke Yeongwol selarut ini untuk menemui Suk Ho.” Tegas Min Joo 

Tuan Yeo menyindir anaknya yang terakhir kali meminta uang  Lalu ia harus mempublikasikan sebuah penjelasan karena anaknya memiliki beberapa foto yang aneh.Akhirnya mendengar Min Joo yang  meminta untuk Pergi bermain golf dengan beberapa ketua hotel. Tuan Yeo menolak tidak bisa golf karena punggung sakit.
Kalau begitu kumpulkan mereka semua dan belikan beberapa minuman.” Kata Min Joo
Kenapa aku harus melakukan itu?” ucap Tuan Yeo
Bantulah aku... Aku akan mendengarkan sedikit.” Kata Min Joo berjanji
Bahkan bukan, "aku akan mendengarkan", tapi "aku akan mendengarkan sedikit"? Apa kau menyebut itu tawaran? Lupakan.” keluh Tuan Yeo lalu berdiri dari tempat duduknya.
Aku akan mendengarkan.... Aku akan datang berkunjung dua kali sebulan. Apa yang kau katakan? Ini Kedengarannya bagus ‘kan?” kata Min Joo menyakinkan ayahnya sambil berdiri.
Tuan Yeo meminta Min Joo untuk melakukan satu kencan buta. Min Joo langsung menolaknya. Tuan Yeo pikir tak masalah, Min Joo pun setuju hanya satu kali saja. Tuan Yeo tertawa mendengarnya, lalu bertanya siapa yang sedang dicari anaknya. Min Joo memberitahu namanya Choi Joon Ha, seorang penyanyi terkenal, menurutnya semua pekerja hotel mengenalnya. 


Joon Suk sudah duduk didepan Joon Ha disebuah lobby hotel, menyapanya dengan senyuman karena sudah lama tak bertemu. Joon Ha hanya menatap Joon Suk terlihat kurang bersahabat.
Suk Ho sudah ada didalam mobil dengan mendapatkan berita dari Min Joo.
Aku menemukan Choi Joon Ha, Hotel Kyung, kamar 2004. Tapi teman dari ayahku berkata Lee Joon Suk juga menggunakan semua kontaknya di hotel untuk menemukannya.
Suk Ho pun langsung menginjak gas mobilnya lebih dalam lagi, agar bisa lebih cepat sampai tujuan. 
Joon Ha terlihat kaget mengetahui Adik dari Jo Sung Hyun. Joon Suk pikir pihak stasiun TV sudah menghubungnya, lalu menceritakan mereka  memiliki penyanyi muda yang menyanyikan aransemen ulang dari lagu "Go Ahead, Cry".

Mereka memberikan lagu itu kepada adiknya Jo Sung Hyun. Ini Ironis sekali. Karena itu, dia mengetahui semua yang terjadi di antara kami. Apa kau ingat Shin Suk Ho? Dia adalah seorang manajer pemula itu. Dan Juga, teman dari Jo Sung Hyun. Anak yang memperkenalkan Jo Sung Hyun kepadaku.” Cerita Joon Suk
Kau belum pernah bertemu, jadi kau mungkin tidak tahu seperti apa dia. Dia adalah CEO dari agensi yang menaungi grup band Jo Ha Nul dan sedang mencarimu seperti orang gila.” Jelas Joon Suk, Joon Ha terlihat panik dengan memegang kursinya erat-erat.
Aku mencarimu.. untuk mengatakan mari kita jaga semuanya agar tetap seperti ini. Anak-anakmu pasti sudah dewasa. Kau tidak seharunsnya menjadi seorang ayah yang tidak baik, yang mengeluh tentang rasa bersalah atau hati nuranimu. Itu akan menjadi sangat tidak bagus.” Kata Joon Suk menyakinkan kalau Joon Ha tak perlu melakukan apapun.
Jika Suk Ho mencari tahu semuanya, kau akan menanggung semua beban itu Apa kau tidak takut? Seluruh bangsa akan menunjuk jarinya kepadamu, terutama karena kau mencuri lagu dari seseorang yang cacat. Kau akan dipermalukan. Jangan biarkan dirimu terjebak, dan kembalilah hari ini.”tegas Joon Suk, Joon Ha terdiam terlihat ketakutan. 

Suk Ho berlari ke lobby hotel pergi ke receptionist untuk untuk menemui Choi Joon Ha di kamar 2004, jadi meminta agar menelpnya kalau ia sudah menunggu di lobby. Pegawa hotel memberitahu Tamu dari kamar 2004 sudah keluar. Suk Ho melotot kaget, bertanya kapan keluarnya. Saat itu Joon Ha berjalan dibelakangnya dengan menarik kopernya. 
Dia keluar dan pergi belum lama ini. Coba aku periksa.” Kata pegawai hotel mencoba mencari informasih dari kamar.
Mereka sedang membersihkan kamarnya sekarang. Dia sudah pergi.”ucap Pegawai
Bisakah kau... memberikan nomornya? Tolong....” ucap Suk Ho memohon
Aku tidak bisa memberikan informasi tamu kami. Jika kau memberikan nomormu, aku akan meninggalkan catatan. Karena Dia meninggalkan sesuatu di kotak brankas. Jika dia menghubungi mengenai brangkas itu, maka aku akan menyampaikan pesan.” Jelas pegawai, Suk Ho pun meminta kertas untuk menuliskan pesanya. 

Disebuah restoran Kulit Babi
Suk Ho duduk sendirian dengan semua orang duduk bersama sambil meminum soju, lalu ia menatap sendok dan sumpit didepanya yang masih kosong.
Flash Back
Suk Ho dan Sung Hyun bersulang di tempat yang sama, Sung Hyun mendengar banyak orang yang mengatakan Moskow benar-benar dingin jadi memintanya agar tetap waspada dan jangan sampai mati beku.
Suk Ho seperti mengingat kenangan akhirnya dengan Sung Hyun sebelum pergi ke moskow, tatapan kosong mengingat juga tulisan surat pada Joon Ha.
Halo, aku teman dari Jo Sung Hyun, Shin Suk Ho. Aku meninggalkan pesan ini karena aku benar-benar ingin bertemu denganmu. Aku mengerti kenapa kau tidak bisa menyanyikan lagu favoritmu dan hidup bersembunyi selama bertahun-tahun ini.
Aku tidak membencimu dan tidak punya hak untuk membencimu. Aku juga bersalah atas hal yang sama. Aku mengambil lagu dari pencipta lagu yang tidak diketahui menggunakan uang dan kekuasaan dan memberikannya kepada kelompok yang terkenal. Dan pada saat album itu dirilis, penulis lagu yang malang dan tidak diketahui itu meninggalkan dunia ini... karena aku.
Suk Ho menatap keluar jendela, bibi pelayan menukar sup diatas meja dengan sup yang panas dan melihat Suk Ho sudah lama datang tapi belum juga minum, Suk Ho memberitahu sedang menunggu seseorang. Bibi itu mengerti dan mulai membereskan meja yang kotor.

Jadi bagaimana aku bisa membencimu? Aku ingin bertemu denganmu, hanya satu kali. Peringatan kematian Sung Hyun adalah dua hari lagi. Aku akan menunggu di restoran yang dia sukai. Itu adalah tempat barbeque di gang di Pasar Jinheung. Mari kita minum Soju bersama pada hari peringatan kematiannya. Aku akan menunggu sampai kau datang. Tolong... Kumohon padamu.
Semua pengunjung sudah pergi, Bibi yang sedang membereskan meja melihat Suk Ho masih duduk sendirian lalu menyuruhnya untuk kembali nanti dan berjanji akan membuatkan sesuatu yang lezat di rumah, karena ia harus pulang. Suk Ho pun menyadari sudah terlalu lama di tempat itu, lalu meminta maaf dan pergi ke meja kasir. Saat itu juga seseorang datang, Joon Ha masuk, keduanya saling menatap didepan pintu. 
bersambung ke episode 16


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Bgs bgt cerita nya.. suka dg drama ini. Makasi atas tulisannya y mbk dee..

    BalasHapus