Selasa, 07 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 11 Part 2

Pagi Hari
Pintu mobil semua terbuka, Jin Sang paling dulu membuka matanya, lalu menyuruh semuanya bangun dan berteriak kalau mereka sudah ada dipantai. Semua berlari dan langsung  masuk ke pantai bermain air dengan bahagia. Do Kyung hanya diam saja menatap semua teman dan anak buahnya main di pantai.
Ombak pun bolak balik membahasi bibir pantai, diam-diam pria tambun dan pria muda berjalan dibelakang Do Kyung. Telinga Do Kyung bisa mendengar langkah kaki di pasir memperingati untuk tak melakukan dengan mengancm akan membunuhnya. Keduanya berjalan mundur tapi langsung kembali dan mengotong Do Kyung menceburkan ke pantai. Semua akhirnya basah bermain di pantai. 

Beberapa saat kemudian, semua berjejer di tepi pantai dibawah terik matahari seperti sengaja untuk mengeringkan pakaian yang basah, tatapan mereka jauh ke ujung pantai.
Layaknya ombak yang datang dan pergi ... wanita juga ... datang dan pergi ... Kadang ada wanita.... Kadang tidak ada.” Ucap si pria berkumis, semua menjerit mendengarnya.
“Ucapanmu jelek sekali. Makanya kau tidak punya pacar !” jerit si pria tambun kesal
Aku juga malu bicara begitu.  Tapi, kita harus mengatakan sesuatu ! Apa harus diam saja ?!” kata Si pria berkumis
Iya Lebih baik diam. Jangan berkata norak lagi. “ ucap si pria tambun
Si pria berkumis mengerti akan diam dan menyuruh mereka untuk mulai menghibur saja, si pria tambun bertanya siapa yang mau dihibur. Si pria kumis merasa si pria tambun itu bertanya karena tak tahu, lalu memberitahu kalau itu karena Do Kyung  diputuskan pacarnya makanya kita jauh-jauh datang ke pantai. Semua kembali menjerit dan memberikan tendanga. Do Kyung menyuruh menghentikan nanti anak buahnya itu bisa mati. 

Mata Jin Sang langsung melotot tajam ketika melihat tiga wanita yang sedang bermain ombak, lalu menjerit memberitahu di posisi jam 9 ada wanita cantik. Do Kyung mengejek Jin Sang itu mirip binatang saja langsung datang ketika melihat wanita.
Apa kalian, kehilangan sesuatu ?” tanya Jin Sang dengan gaya seorang pria yang mengoda, seorang wanita tertawa mendengarnya.
Tipe ideal yang kalian cari-cari. Apa bisa kalian temukan disana ?” kata Jin Sang memperlihatkan semua pria yang berdiri dibelakangnya. Semua berpose untuk menarik perhatian para wanita. 

Semua pun berjalan bersamaan, Jin Sang memberitah Do Kyung ada 3 wanita jadi menurutnya itu jumlah yang pas sekali, Do Kyung menyuruh mereka saja yang bersenang-senang, seperti tak tertarik. Jin Sang memberitahu kalau tak ada Do Kyung maka jumlah tak pas dan meminta temanya untuk duduk saja juga tak masalah.
Nah, karena kita sudah bertemu grup 6 orang disini artinya kita ditakdirkan bertemu.  Aku Lee Jin Sang.” Ucap Jin Sang
Aku Oh Hae Young.” Kata salah satu wanita, semua melonggo mendengar.
Jin Sang memastikan kembali, wanita itu pun mengeja tulisan namanya sama dengan yang dilakukan Hae Young. Do Kyung berjalan pergi dan yang lainya pun mengikutinya, Jin Sang masih tak percaya dan kembali memastikan namanya Oh Hae Young. Pria muda pun menarik Jin Sang untuk pergi bersama. Seperti semalam, semua berjalan beriringan dibelakang Do Kyung. 

Tim si cantik Hae Young bertemu di pantry, meminta untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Pria berkacamata menceritakan tiba-tiba Hae Young datang mendatangi Ketua Tim Oh, menurutnya Hae Young akan membunuh ketua timnya.
Salah satu pria bertanya kenapa bisa seperti itu pasti akan ada alasanya, Pria berkacamata itu tak tahu karena Hae Young mendadak datang dan menangis seperti wanita yang kurang waras. 

Manager Sung Jin mencoba menelp Hae Young tapi ponselnya tak aktif, dua wanita lainnya penasaran ingin ikut menguping. Salah seorang wanita bertanya-tanya alasan Hae Young sampai melakukan penyerangan pada Ketua Tim Oh.
Si cantik Hae Young tiba-tiba berjalan didepan mereka, dua wanita langsung melirik sinis dengan mengumpat si wanita jalang. Sung Jin sampai kaget para wanita yang mengumpat pada si cantik Hae Young. 

Hae Young menemui Soo Kyung diruanganya, Soo Kyung yakin Pasti ada sesuatu diantara mereka berdua, menurutnya tak mungkin Hae Young dipukul tanpa alasan. Hae Young mengaku tak tahu apapun. Soo Kyung mengartikan Hae young itu memukul tanpa alasan.
Bukankah yang memukul yang salah ? Kenapa anda membela Hae Young ?” ucap Hae Young
Siapa yang membela dia ? Karena yang memukul tidak ada  makanya aku bertanya padamu.” Tegas Soo Kyung dengan menaruh tangan di leher Hae Young
“Kau tahu aku tidak akan melakukan hal yang buruk yang layak dipukuli.  Tapi kenapa kau masih saja membela Hae Young ?” ucap Hae young

Kenapa daritadi bilang aku membelanya?” kata Soo Kyung tak terima menyandarkan diri di mejanya.
“Kau memihak padanya... Selalu... Kau tahu aku meninggalkan Oppa bukan karena aku tidak cinta padanya.  Tapi kenapa kau sekeras ini padaku ? Kau sekeras ini padaku, tapi kenapa membela Hae Young yang tidak ada hubungan apapun denganmu ?” ucap Hae Young dengan mata berkaca-kaca
Hae Young kembali keruanganya, dengan air mata tergenang lalu duduk dimeja kerjanya mengirimkan pesan pada Hae Young Jelaskan padaku,  kenapa kemarin kau begitu padaku.  Jelaskan padaku.


Hae Young berbaring ditempat tidurnya seperti mayat hidup, lalu makan mie ramyon tanpa dimasak dan meminum air putih. Ibunya mengomel karena kalau makan mie seperti itu lalu minum air maka perutnya akan sakit. Setelah itu ia duduk didepan anaknya bertanya ada apa dan meminta agar menceritakanya.
Ibu… Waktu aku SMA ... ada anak bernama Oh Hae Young sama seperti aku, ibu ingatkan ?” ucap Hae young, Ibunya mengatakan masih ingat. Hae Youn bertanya temanya itu seperti apa.
Seperti apa bagaimana maksudmu ? Matanya besar.  Lalu Dia kenapa ? Kenapa mendadak membahasnya ?” tanya Ibu Hae Young binggung
Semua pria suka padanya.  Karena banyak pria yang suka padanya, kaca jendela kita sering dipecahkan.” Cerita Hae Young 

Flash Back
Seorang pelajar pria melemparkan batu didepan rumah Hae Young kearah jendela sampai pecah, lalu berteriak marah “Gadis jahat ! Semoga kau hidup bahagia !” akhirnya Hae Young keluar rumah menjerit kesal.
Yaa ! Disini bukan rumah si cantik Hae Young!! Oh Hae Young Biasa yang tinggal disini !” teriak Hae Young histeris
Hae Young merasa aneh  tidak pernah ada permen atau bunga yang nyasar kemari. Hanya batu yang selalu memecahkan jendela mereka. Ibunya yang mendengar cerita hanya diam, ia merasa terlahir untuk menerima nasib buruknya.
Gadis gila.... Omong kosong apa itu ? Kata siapa begitu ?!” teriak ibunya marah
Aah, kalau alam semesta memihak padaku, aku tidak akan menyedihkan begini.” Kata Hae Young kehilangan semangat hidup. Ibu Hae young mengatakan kalau ia ada di pihak anaknya jadi tak menyedihkan
Ibu, ayo kita pindah... Jangan di Seoul, tapi ke tempat terpencil.  Kalau kita ke tempat terpencil, bukankah aku akan terlihat lumayan ? Kalau tinggal di tempat di mana tidak ada yang lebih baik dariku, bukankah itu akan lebih baik bagiku ?” ucap Hae young sedih 
Ada apa ? Apa yang terjadi ? Jangan disimpan sendiri, cerita ke ibu.” Kata Ibu Hae Young penasaran  

Park Hoon meminum lemon tea nya dengan membungkuk, Hee Ran duduk dengan kacamata hitamnya memberitahu Semalam menangis demi temannya jadi matanya bengkak dan memang matanya gampang sekali membengkak hanya karena menangis semalaman. Lalu membuka lembaran skenario yang dibawa Park Hoon
Aku membaca skenariomu.  Apa Kau tidak belajar menulis skenario ?” tanya Hee Ran, Park Hoon membenarkan karena bukan jurusan kuliahnya.
Tak masalah... Skenario yang ditulis oleh orang yang mempelajarinya cenderung membosankan. Kalimatnya membosankan, karakternya ketebak.  Kali ini... masih butuh perbaikan.” Komentar Hee Ran
Tapi aku adalah teman yang setia.  Aku tidak nyaman bekerja dengan adik dari lelaki yang dibenci oleh temanku. Dan Temanku adalah Oh Hae Young.  Park Do Kyung, merusak pernikahannya.  Kau tahu apa maksudku tidak ?” ucap Hee Ran yang membuat Park Hoon terkejut.
Park Hoon mengerti, Hee Ran tak percaya adik Do Kyung itu mengetahuinya lalu bertanya kapan mengetahuinya. Park Hoon menjawab  Kemarin. Hee Ran menyimpulkan Semuanya baru tahu kemarin, lalu sambil membuka kacamatnya meluapkan emosinya kalau sangat kesal sekarang, karen merasa kalau ia yang memuali semuanya.
Aku yang cerita soal Oh Hae Young ke Park Do Kyung.  Tapi, apa cuma dia satu-satunya Oh Hae Young di dunia ?! Nama itu pasaran sekali ! Di sekolahku, ada 6 orang bernama Hae Young ! Hanya karena dia terpaku pada satu orang,  dia pikir hanya ada 1 Oh Hae Young ?! Lalu, setelah dia merusak pernikahan Hae Young begitu, mana bisa dia diam saja. Tidak berkata apapun ?! Dia sudah gila ya ?!” jerit Hee Ran mengeluarkan semuanya.
“Aku minta maaf soal ini ... Aku sendiri kaget sekali kemarin.  Aku sudah mendorong si brengsek itu ke laut agar dia mati Tapi dia selamat.  Lalu Dia keluar dan memohon maaf.  Aku bilang agar dia minta maaf ke wanita itu.  Kalau dia bukan kakakku ... Aku akan pakaikan kalung rantai dan menyeretnya menemui wanita itu. “ ucap Park Hoon marah dengan menunjuk dengan jari tanganya.
Hee Ran pikir seharusnya Park Hoon melakukanya, Park Hoon merasa sekarang masih belum terlambat. Hee Ran lalu melihat jari Park Hoon dan bertanya kenapa seperti itu. Park Hoon tersadar lalu memberitahu itu kerjaanya pacarnya. Hee Ran mengaku tak suka dan menyuruh untuk melepaskanya.
Park Hoon binggung tapi menurutnya sulit dilepas, tapi saat menariknya kukunya langsung copot, Hee Ran kembali memakain kacamatanya kembali,Park Hoon melepaskanya dan tak sengaja jatuh, ketika membungkuk mengambilnya, matanya melotot melihat paha Hee Ran yang mulut dan belahan baju yang rendah. 


Anna berteriak marah sambil mengejar-ngejar Park Hoon berkeliling minimarket, Park Hoon meminta pacarnya untuk mendengarkan. Anna memukul Park Hoon karena berani melepaskanya, karena semua itu adalah yang terpenting untuknya. Park Hoon berteriak marah sambil merobek-robek kertas yang dipakai Anna untuk memukul.
Aku sudah memakainya selama 3 hari. Mau sampai kapan harus kupakai ? Kenapa melakukan itu ke tangan laki-laki ?” jerit Park Hoon marah
Itu semua ! Artinya kau punya pacar.  Apa kau harus di tato di dahi kalau kau milikku ?!” balas Anna menjerit.
Aku kemana-mana bilang kalau kau pacarku. Bahkan Aku selalu bilang aku punya pacar.  Aku tidak perlu memakai itu di kukuku ! Kenapa ? Apa Kau kira aku akan selingkuh ? Apa aku terlihat seperti pria tukang selingkuh ?!” jerit Park Hoon
Ya, kau terlihat begitu, bahkan Mirip sekali.” Ucap Anna

Park Hoon pikir mereka tak perlu pacaran saja, Anna merasa Park Hoon itu mulai menantanganya. Park Hoon pikir Anna yang lebih dulu menantangnya,  menurutnya tak ada Gadis yang memukul kepala pacarnya seperti tadi, lalu menegaskan dirinya itu 33 tahun dan tidak tahu bagaimana cara pacaran anak seusia Anna.
Kau memanikur kuku laki-laki berusia 33 tahun, lalu Kau memukul kepanya dengan buku. Aku tidak akan diam saja !” teriak Park Hoon memukul barang di rak minimarket lalu meninggalkannya.
Sudah kubilang jangan pergi setelah kita bertengkar ! Sudah kubilang kalau itu bukan tindakan orang yang berusia 33 tahun ! Cepat Kembali.  Kalau tidak, lihat saja !” teriak Anna
Park Hoon hanya diam saja lalu memilih untuk pergi, Anna pun berteriak menyetujui kalau Park Hoon itu pergi dan menegaskan dirinya itu orang yang cepat tanggap, menurutnya ia sudah merasa ada yang aneh dengan  Park Hoon, jadi berpesan agar tidak melakukan hal yang memalukan. Park Hoon berhenti berjalan bertanya apa maksud perkatanya “cepat tanggap” ketika akan berbalik Anna sudah tak berdiri didepan minimarket. 


Do Kyung pergi mendaki gunung, duduk di tepi aliran sungai dengan batu yang besar untuk merekam suara, hatinya terlihat mulai tenang walaupun matanya nampak menerawang. Beberapa saat kemudian, ia melepaskan earphonenya dan mengeluarkan ponselnya
Hae young duduk diam dalam kamarnya wajahnya pucat, masih terlihat tanpa gairah lalu menatap sebuah kotak hijau didepanya. Dengan cepat ia sudah berubah dengan dadanan Hae Young yang berbeda, make up yang mencolok dan pakaian dengan stocking jaring-jaring.

Ia sempat menatap dirinya yang di kaca jendela toko untuk memastikan pakaian, lalu kembali berjalan. Ponselnya berbunyi, pesan dari Do Kyung masuk hanya bertuliskan “maaf”. Beberapa saat kemudia, Hae Young duduk di cafe dengan terus menatap ponselnya.
Aku menunggu ... apa lagi yang akan kau tulis selain "maaf". Aku kira kau menulis tapi dihapus,  menulis lalu dihapus, begitu ... Aku menunggu lama sekali.  Aku sudah menunggu selama 2 jam.  Kenapa bisa hanya satu kata  "Maaf" ? Kenapa bisa selesai hanya dengan satu kata ini ? Kau gila ya ?!!  Apa Kau tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini ?” ucap Hae Young sinis
Do Kyung mendengarnya sempat memejamkan matanya, lalu menanyakan keberadaan Hae Young sekarang.


Do Kyung sudah berjalan disebuah mall melihat Hae young dengan dandannya mencolok sudah menunggunya dengan tatapan sinis. Ia berjalan mendekati Hae Young, lalu kembali mengucapakan permintaan maafnya, mengakui semua kesalahanya dan pengecut.
Sekarang kau bisa berkata lebih dari maaf. Kau pasti banyak berpikir dalam perjalanan kemari.” Ucap Hae Young
Maaf....” kata Do Kyung singkat
“Kau bilang Maaf ? Aku benci sekali dengan kata-kata itu.” Kata Hae Young dingin
Do Kyung menarik Hae Young untuk mengajak pergi ke tempat lain untuk bicara. Hae Young menghempaskan tanganya, berpikir Do Kyung itu malu karena melihat dandannya sekarang. Do Kyung hanya terdiam dan keduanya saling menatap. 
Kalau aku melihat diriku di kaca ... Aku terlihat seperti orang bodoh... Aku memang layak mendapatkan semua ini, Aku terlihat begitu mudah tertipu dan Aku terperangkap ditengah pertengkaran cintamu. Aku terlihat naif sekali bahkan Aku benci diriku.  Aku ingin punya wajah berbeda dan menjadi orang lain. Makanya aku berdandan begini dan berharap merasa lebih baik.  Tapi kau cuma bilang hanya maaf ?” ucap Hae Young marah

Do Kyung mengatakan kalau ia sangat meminta maaf, Hae Young tertawa tak habis pikir mendengarnya, lalu bertanya alasan Do Kyung meminta maaf dan betanya Seberapa besar Do Kyung merasa bersalah. Do Kyung mengajak Hae Young untuk bicara ditempat lain. Hae Young kembali menolaknya dengan menghempaskan tanganya.
Kenapa tidak cerita dari awal ? Kau mencintai sicantik Oh Hae Young, makanya kau ingin merusak pernikahannya.  Kenapa kau tidak cerita kalau kau merusak pernikahanku ?” teriak Hae Young
Aku ingin cerita.... Tapi, aku tidak bisa karena kau sudah sangat sedih.  Kau cerita kalau kau dibandingkan dengan Oh Hae Young sejak SMA, lalu Kau bilang hidupmu berat dan Kau ingin tahu bagaimana kehidupannya.  Aku tidak bisa cerita yang sesungguhnya kepadamu.  Itu seperti menaruh garam dilukamu, semua ini pasti melukaimu.” Jelas Do Kyung

Kau tahu apa artinya luka ?! Belum lama ini, kau ingin merusak pernikahan Oh Hae Young karena kau masih cinta dia.  Kau melempar batu padanya,  tapi aku yang kena ! Saat aku terluka karena batu itu, kau memikirkan wanita itu.  Aku menyatakan cintaku padamu  tanpa tahu semua itu !” jerit Hae Young menahan tangisnya, Do Kyung hanya diam menatapnya.
Saat kau tahu bagaimana perasaanku kepadamu harusnya kau cerita semuanya padaku.  Harusnya kau cerita semua ! Agar aku bisa langsung menjauh darimu ! Kenapa kau biarkan sampai sejauh ini ?! Kenapa ?!” jerit Hae Young histeris, Do Kyung kembali mengucapkan permintaan maafnya.
Hae Young kesal karena Do Kyung terus saja mengucapkan kata-kata itu.
Aku bilang maaf karena aku merasa bersalah.  Aku harus bagaimana lagi ?!!! Aku sungguh minta maaf.  Sungguh sangat sangat merasa bersalah da meminta maaf sekali ! Aku harus berkata apa lagi ?!!  Apa yang harus aku katakan disaat seperti ini ?!! Tolong ajarkan aku !!!” teriak Do Kyung terlihat kebingungan.

Hae Young menghela nafas, beberapa pengunjung mall mulai melihat keduanya yang berteriak-teriak ditengah kolam. Do Kyung kembali mengucapkan pemintaan maafnya, Hae Young menatap Do Kyung meminta untuk berlutut dan memohon meminta maaf padanya. Do Kyung mengucapka permintaan maafnya, Hae young tetap menyuruh Do Kyung berlutut, keduanya saling menatap tajam.
Do Kyung memilih untuk pergi meninggalkanya, Hae Young berteriak histeris menyuruh Do Kyung untuk berlutut dan memohon maaf dengan melempar ponselya, tapi Do Kyung tetap terus berjalan tanpa menoleh dan berhenti. Setelah sampai dijalan besa, Do Kyung sempat berhenti dan ingin berbalik tapi akhirnya memilih untuk tak kembali.
Hae Young berjalan dari mall, sambil menangis sendirian dan bergumam “  Kau tidak berkata apapun padaku... Kalau kau menyukaiku... Kalau kau mencintai aku ... Kau tidak pernah mengatakan itu. Pasti kau akan berkata itu pada si cantik Oh Hae Youn
Tuan Jang memohon daging steaknya, menceritakan Dari semua anak yang ibunya dinikahi, Young Joo paling suka pada Hae Young, ia juga menyukai Hae Young karena terlihat baik, menurutnya aneh kalau mereka masih terus bertemu karena ia akan menikahi ibu Do Kyung,
Kita tidak perlu bertemu lagi... Jangan hubungi aku lagi. Tak masalah kalau kau berpikir aku ini terlalu keras. “ ucap Tuan Jang
Kau tidak keras dan Aku bisa mengerti. “ ucap Hae Young memang agak seiki terkejut.
Hentikan perasaanmu pada Do Kyung.” Perintah Tuan Jang
Aku cukup memutuskan hubungan dengan ayah. Dan juga akan memutuskan hubungan dengan Young Joo Eonni. Tapi pada Do Kyung....” kata Hae Young yang langsung di potong oleh ucapan Tuan Jang.
Tuan Jang meminta agar mengakhirinya lalu  menceritakan dirinya yang sudah sering menikah jadi Silsilah keluarganya sudah rumit sekali dan meminta jangan ditambah lagi. Tiba-tiba Tae Jin berusaha masuk hanya ingin bicara dengan Tuan Jang tapi dihalangi petugas, Tuan Jang melihat lalu menyuruhnya masuk.
Han Tae Jin pun menyapa Tuan Jang, Si cantik Hae Young kaget lalu teringat pria itu yang pernah bertemu dengannya dilobby kantor, temanya mengingat kalau mereka pernah bertemu saat dengan Hae Young. Tuan Jang merasa Tae Jin itu terlihat tidak asing.
Anda menarik investasi anda karena Park Do Kyung.  Bisnisku jadi berantakan.” Ucap Tae Jin
Aku dengar kau ditahan.” Kata Tuan Jang, Tae Jin memberitahu kalau ia sudah bebas. Tuan Jang pikir itu bagus.
Aku kira anda investor yang realistis.  Sepertinya anda ikut campur dalam hubungan cinta orang.” Kata Tae Jin, Tuan Jang tak suka berbelit-belit, jadi katakan terus terang.

Aku tidak tahu apakah anda tahu ... Tapi Park Do Kyung,  mengincar tunanganku maka dia merusak pernikahanku.  Kau punya reputasi sebagai investor yang baik  jika rumor kau merusak pernikahan orang, maka ini tidak akan baik.” Jelas Tae Jin, Hae young yang mendengarnya benar-benar kaget.
Wah, Do Kyung ini sangat bersemangat sekali ya ? dan Mirip aku.  Kau harus akhiri hubunganmu dengan Do Kyung.  Sepertinya dia punya wanita lain.” Kata Tuan Jung
Hae Young pun bertanya pada Tae Jin apakah nama tunangan itu Oh Hae Young. Tae Jin hanya melirik sinis. Beberapa saat kemudian, Hae Young sudah mengemudikan mobilnya sambil menangis

Di tangga masuk rumah.
Jin Sang mengomel pada Do Kyung, menurutnya kalau wanita menyuruhnya berlutut maka seharusnya mereka berlutut, lalu memperagakan cara berlutut yang menurutnya tak sulit, tapi sepertinya Do Kyung tak bisa melakukanya. Do Kyung hanya diam sambil mengelus belakang kepalanya.
Kalau kau disuruh berlutut, maka berlutut. Kalau dia memukulmu maka terima saja.  Apa masalah besar kalau kau malu di depan umum ? Kemarin aku melihatmu,  dan aku kira kau rela melakukan apa saja.  Kenapa kau tidak bisa ? Apa alasanya ?” jerit Jin Sang kesal
Aku sudah minta maaf berkali-kali.” Ucap Do Kyung membela diri

Apa kau pikir maaf sudah cukup ? Bilang kau mencintainya,  berlutut lalu bilang kau cinta dia.  Itu baru benar. Harusnya kau lakukan apapun yang dia minta ! Kalau dia suruh kau koprol sepanjang jalan Myeondong, maka kau lakukan.  Apa kau ... sungguh suka wanita itu ? Kau suka dia tidak ?!” ucap Jin Sang
Apa kau tidak tahu jawabannya?!” kata Do Kyung marah
Tidak tahu !  Kalau kau diam aku tahu darimana ?! Kau bahkan tidak bisa menjawab dengan lantang pada pertanyaan mudah begitu. Kenapa hati-hati sekali ?! Apa alasanya ? Kenapa kau menjalani hidupmu seperti itu ?! Kenapa kau ijinkan dia masuk ke hatimu ?” ucap Jin Sang mulai mereda, Do Kyun pun meminum birnya. 


Hae Young tiba-tiba datang, Jin Sang hanya bisa menghela nafas lalu memilih untuk masuk ke dalam rumah. Keduanya akhirnya duduk ditangga bersamaanya, Hae Young menceritakan Setelah putus selalu membuka emailnya.
Aku harap setidaknya ada email umpatan disana. Tapi aku kecewa saat tidak menerima apapun darimu. Aku tersiksa padahal aku yang memutuskanmu.  Aku kira kau baik-baik saja meskipun sudah kuputuskan.  Aku berpikir  "Apa aku punya arti padanya?" "Apa dia cinta padaku ?"” cerita Hae oung
Kau kira aku yang akan menikahi lelaki itu, kan ? Makanya kau merusak bisnisnya ? Terima kasih.  Sekarang aku bisa bernapas lega ... Terima kasih.” Ucap Hae Young tersenyum
Bagaimana bisa kau berkata itu saat ini ? Karena kau, aku merusak hidup seorang wanita.” Teriak Do Kyung tak terima sambil berdiri,
Aku tidak perduli.  100 orang atau 1000 orang pun tidak masalah ... Kau melakukan itu karena cinta padaku. Semuanya karena aku.  Aku cinta padamu. Sekarangpun masih ... Aku sangat mencintaimu Do Kyung” ucap Hae Young sambil menangis,
Tanganya ingin memegang tangan Do Kyung, tapi Do Kyung malah menjauh lalu pergi meninggalkan rumah. Hae Young menangis dan masih mengutarakan perasaan yang masih mencintai Do Kyung. 


Tae Jin berada di pinggir sungai Han didalam mobilnya.
Flash Back
Hae Young langsung berdiri dan pamit pergi, Tuan Jang memberitahu nama wanita yang tadi pergi adalah Oh Hae Young menceritakan kalau wanita itu dan Do Kyung, tadinya akan menikah. Tae Jin ingin melihat wajah si wanita yang nama sama dengan tunanganya.
Ketika disiang hari, Hae Young mengatakan kalau itu bukan dirinya yang tak dimengertinya.
Tae Jin tertawa seperti tak percaya yang terjadi lalu menjerit histeris sambil memukul stir mobilnya, seperti orang frustasi. 

Hae Young menyandarkan kepalanya dipinggir tempat tidur,  masih dengan mengunakan pakaian lengkap dan make up yang mencolok, lalu menatap wajahnya dicermin yang terlihat seperti badut dan kembali membaringkan kepalanya
Do Kyung berjalan sendirian ketika ingin menyebrang melihat dirinya dengan pakaian yang berbeda berada diseberang jalan, mobil lewat didepan dan langsung menabrak tubuhnya. Do Kyung pun hanya bisa melirik .

Flash Back
Do Kyun selesai melakukan hipnoterapi, lalu berdiri dari tempat duduknya mengatakan Lebih baik ... berakhir seperti ini dengan wanita itu. Dokter seperti masih berharap Do Kyung untuk yang lebih baik
Bayangan Do Kyung tertabrak mobil dan kepalanya penuh darah seolah-olah dalam keadaan sekarat, tergeletak diaspal.
“Kalau berakhir seperti ini... maka tak menjadi masalah... akan lebih baik untuk wanita itu. Bagaimanapun aku mungkin akan mati..” ucap Do Kyung pada dokternya. 
bersambung ke episode 12

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


13 komentar:

  1. Sambil sahur baca sinopsis dulu yuuk hehe... Thank you mbak, ditunggu episode selanjutnya :) Mbak Dee jjang!!
    -Ayu

    BalasHapus
  2. lanjut terus mbak. semangat!

    BalasHapus
  3. semangat ngerecapnya mbak.. di tunggu.. 😊6

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Sinopsis y kerenn..., makasih mba 😀😀

    BalasHapus
  6. Mksih sinopsisnya.. Mantaaap.... Dtunggu klanjutannya.. Mksih.

    BalasHapus
  7. keren unnie sinopsisnya paling update

    BalasHapus
  8. Biasanya jdi silent reader, mb makasih banget buat sinopsisnya. Saya nangis terus nonton drakor ini, ngak tahan liat nasibnya oh hae young ....

    BalasHapus