Sabtu, 11 Juni 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 6 Part 2

Bo Nui duduk termenung dibawah tangga, sebuah mobil berhenti dan memberikan klakson. Bo Nui pun langsung menghampirinya. Pria itu bertanya apakah ia Simsin yang mencari pria macan, Bo Nui membenarkan lalu meminta izin untuk melihat ID Cardnya.
Pria itu pun memberika ID Cardnya, tiba-tiba Soo Ho langsung mengambilnya. Bo Nui ingin mengambilnya bertanya apa yang sedang dilakukan Soo Ho, Pria itu pun marah keluar dari mobil. Soo Ho bertanya apakah ini miliknya. Pria itu berpikir Soo Ho itu pacarnya.
Soo Ho langsung menelp untuk melaporkan pada polisi, Penculikan dengan ID carf palsu. Pria itu langsung ketakutan dan memilih untuk kabur, Bo Nui panik memberitahu si pria kalau Soo Ho itu bukan pacarnya. Soo Ho pun menahan Bo Nui membiarkan pria itu pergi. Setelah mobil pergi terlihat dua pria yang keluar dari jendela belakang, mengumpat Bo Nui itu Ahjumma mesum, padahal sudah beruntung. Bo Nui hanya bisa terdiam karena kembali ditipu.

Meskipun tidak bisa berpikir jelas... Shim Bo Nui, sadarlah.” Teriak Soo Ho, Bo Nui membalikan badanya menatap Soo Ho dengan tatapan menahan amarah. Soo Ho bertanya kenapa Bo Nui menatapnya seperti itu.
Aku sudah mengatakannya dengan sopan. Jangan ikut campur. Apa Tahu yang sudah kau lakukan?” ucap Bo Nui marah mendekati Soo Ho
Membantumu disaat yang berbahaya. Kenapa memangnya?” kata Soo Ho merasa tak bersalah.
“Sekarang Tidak ada waktu lagi. Segalanya berakhir saat bulan purnama!” teriak Bo Nui dengan mata menahan amarah, Soo Hoo pun  sadar kalau ada batas waktunya.
Karena itulah kau minta 3 minggu... Ah... Dia itu penipu ulung.” Ucap Soo Ho menghela nafas
“Ternyata Aku salah. Kupikir kau adalah orang yang baik dan kau akan membantuku...karena kau merasa bersalah, tapi aku salah.Ternyata... kau hanya ingin mempermainkanku.” Kata Bo Nui
Soo Ho membela diri bukan itu, Bo Nui bertanya apakah Soo Ho ingin tidur denganya. Soo Ho hanya bisa diam. Bo Nui menegaskan kalau Soo Ho jangan mengganggu, menurutnya ia juga tak suka melakukan hal ini, merasa  takut, malu dan Ingin melarikan diri, tapi ia tak bisa. Jadi dirinya itu mungkin terlihat seperti orang paling bodoh baginya. Soo Ho hanya menatapnya.
Bo Nui pikir tak perlu lagi memperpanjang lagi karena  Soo Ho tidak akan mengerti lalu berjalan pergi. Soo Ho pun tak bisa berkata-kata lagi, melihat Soo Ho yang pergi meninggalkanya. 

Ryang Ha menjerit bahagia karena Menang 5x berturut-turut membuatnya bosan, lalu bertanya pada Soo Ho yang tidak fokus, berpikir peramal mengatkan wanita itu tidak cocok u dan akan memakannya. Soo Ho sampai tersedak mendengarnya lalu pura-pura tak mengerti mendengarnya.
Kau meminta daftar para peramal itu. Bukannya kau penasaran gadis itu cocok untukmu atau tidak?” ucap Ryang Ha
Kenapa orang-orang percaya begituan? Sama sekali tidak rasional.” Komentar Soo Ho
Kau tidak mengerti, terkadang ada hal yang tidak berhasil meski sudah berusaha. Saat itulah kita meminta bantuan para peramal.” Jelas Ryang Ha, Soo Ho mengumpat orang-orang itu biadap lalu kembali menyandarkan tubuhnya kembali. 
Lalu kenapa kau minta daftar para biadab itu?” tanya Ryang Ha, Soo Ho menengokan kepala lalu memberitahu kalau itu Shim Bo Nui. Ryang Ha kaget kalau itu karena Bo Nui.
Sepertinya dia percaya takhayul.”kata Soo Ho kembali duduk dengan wjah serius.
Ryang Ha tertawa menurutnya itu memang benar, karena sebelumnya Bo Nui memberikan  banyak garam karena takut  menulari kesialannya. Soo Ho bingung Bo Nui yang berpikir Takut menulari kesialannya. Ryang Ha pikir semua itu bisa saja benar karena Ibuny  komat kamit di mangkok air... Semoga anaknyajadi dewasa.
Tidak mungkin,  Aku yakin Lebih buruk dari itu, kau tidak tahu apa yang dia lakukan.” Ucap Soo Ho yakin
“Apa Kau khawatir pada Bo Nui?” kata Ryang Ha, Soo Ho menatapnya seperti baru menyadari sikapnya yang berbeda.
“Untuk pertama kalinya kau khawatir pada orang lain. Ah... Aku Jadi merinding” kata Ryang Ha memegang sekujur tubuhnya, lalu mengartia  kalau Soo Ho sudah dewasa dan kembali merasa bulu kudunya merinding. Soo Ho tertawa mendengarnya.
Aku hanya berpikir logis... Aku khawatir dia mendapat masalah Dan akhirnya mengacaukan demonya. Kau Tahu, kan betapa pentingnya demo itu?” ucap Soo Ho,
Tentu saja... Tutup mata saja padanya. Dia sudah memberikan IF dan Gary Choi. Jadi Dia itu jimat keberuntungan kita.” Kata Ryang Ha, Soo Ho pun tak mau membahasnya lagi mengajak mereka bermain saja. 

Bo Nui berlutut diatap dengan menatap ke langit, memohon agar memberikan pria yang bershio harimau. Gun Wook naik keatap melihat Bo Nui dan menghampirinya bertanya apa yang dilakukan Bo Nui. Bo Nui melihat Gun Wook yang datang, Gun Wook mengangkat plastiknya mengajak untuk minum bir.
Jadi harus sebelum bulan purnama? Apa kau yakin peramal itu bisa dipercaya? Ini keterlaluan.” Ucap Gun Wook melihat bulan masih setengah.
“Apa Kau tahu yang paling kutakutkan? Banyak orang menghubungiku... melalui situs internet sampai kemarin.Tapi sekarang tidak ada lagi. Seperti ada yang menghalangi mereka.” Cerita Bo Nui, Gun Wook pikir itu tak mungkin.
Seperti itulah aku, Gun Wook. Memiliki kesialan dalam diriku” ucap Bo Nui sambil mengeluh.
Tidak tahu harus berharap untuk berhasil atau tidak.” Komentar Gun Wook
“Apakah Amy punya teman pria di Korea?” kata Bo Nui, Gun Wook berteriak menyadarkanya karena terlalu berlebihan. Bo Nui meminta maaf dan Gun Wook pun terlihat bersedih lalu berlutut didepan Bo Nui.
Noona dulu pernah bilang, kan? Dengan mengharapkan sesuatu dengan sepenuh hati. Kita akan mendapatkannya. Jujur, aku tidak mengerti... tentang tidur dengan orang yang lahir di tahun macan. Tapi, satu hal yang kutahu. Perhatian noona pada Bo Ra... Noona akan tetap kuat, karena kasih sayangmu pada Bo Ra.” Ucap Gun Wook terdengar tulus
“Gun Wook.... Kau sudah dewasa” komentar Bo Nui. Gun Wook mengodanya kalau Bo Nui jadi tertarik padanya lalu berdiri memegang kepala Bo Nui dengan mengejeknya Bo Nui itu wanita yang masih kecil. Bo Nui hanya bisa tersenyum lalu melihat ke arah bulan yang belum penuh. 

Bo Nui masuk ruangan, terlihat binggung melihat semua pegawai dengan bantal penyanggal leher bahkan Dal Nim membawa boneka berhenti bantal guli. Ji Hoon yakin Bo Nui itu Pasti pertama merlihatnya, lalu memberitahu kalau ia tak bisa lembur dengan pakaian seperti itu. Hyun Bin meminta Ji Hoon tak perlu menakutinya, Ji Hoon pikir seharusnya Hyun Bin memberitahunya.
Soo Ho keluar dari ruangan, Dae Kwon menyapanya karena tahu semalam lembur dan memberikan minuman energi. Soo Ho berterimakasih lalu menatap Bo Nui yang sudah datang.
“Presdir.... Karyawan kontrak seperti Bo Nui, apakah harus lembur? Dia tidak dapat bayaran untuk itu.” Kata Seung Hyun bertanya, Soo Ho menatap Bo Nui.
Apa sekarang waktunya memikirkan itu? Karyawan kontrak pun harus kerja 24 jam.” Kata Soo Ho lalu keluar ruangan.
Hyun Bin meminta Bo Nui tak perlu khawatir untuk tidur saja dirumah, Bo Nui mengangguk mengerti. 

Ryang Ha tersenyum mengerti Sul Hee itu mengatur pertemuan dengan Soo Ho. Sul Hee menceritakan Soo Ho yang tidak menghiraukannya, padahal ia ingin menyelesaikan suatu kesalahpahaman. Ryang Ha tahu temanya itu sebenarnya sangat lembut dan  Kejadian itu sudah lama.
Hubungan kami sangat spesial.” Kata Sul Hee bangga.
“memang BenarSeharusnya anggap saja kau wanita gila dan berusaha untuk pindah ke lain hati.” Ucap Ryang Ha, Sul Hee merasa Ryang Ha sedang menyindirnya.
Tidak... aku tidak bilang wanita gila… tapi aku bilang orang gila.” Ucap Ryang Ha.
“Ini Aneh sekali... Kenapa dia punya teman sepertimu? Dia Soo Ho-ku” kata Sul Hee.
“Kau bilang "Soo Ho-ku"? Ini Gila sekali. Dia bahkan tidak bisa beli tiket ke Korea jadi Akulah yang memulangkannya.” Ucap Ryang Ha.

Sul Hee merasa Soo Ho itu sedikit kikuk, Ryang Ha menyindir Sul Hee itu. hanya mengajarinya naik sepeda dan ia mengajarinya minum, merokok, perempuan, tapi tidak main perempuan. Sul Hee langsung bersemangat Ryang Ha tak mengajari Sul Hee bermain perempuan. Ryang Ha menegaskan untuk menunggu sampai demonya selesai.
Kalau dia sudah fokus pada sesuatu...” ucap Ryang Ha langsung disela oleh Bo Nui
Dia tidak menghiraukan hal lainnya. Benarkan ?” kata Sul Hee dengan gaya mengoda. Ryang Ha seperti terpana lalu memujinya cantik 

Tiba-tiba teriakan terdengar teriakan Dal Nim, Ryang Ha mengeluh suaranya itu bikin kaget saja. Dal Nim ingin memesan kopi 8 gelas. Ryang Hae melihat wajah Dal Nim itu tidak bersahabat jadi memintanya agar suaranya itu lebih bersahabat, serta bicaralah dengan sopan.
Totalnya 80 juta.” Kata Ryang Ha bercanda, Dal Nim mengeluh kalau Ryang Ha itu tak lucu.
Kenapa? Padahal yang lain menyukainya.” Ucap Ryang Ha, Dal Nim tak peduli.
Sul Hee menyapa Dal Nim, memberitahu kalau Soo Ho akan memberikan free pass, lalu bertanya dibagian mana harus mengurusnya.  Dal Nim dengan sinis mengatakan Orang asing dilarang masuk sampai demonya selesai. Sul Hee mengeluh sangat kejam dianggap sebagai Orang asing
Keamanan dibagian pengembangan, diperketat sampai hari H. Mohon pengertian dan kerjasamanya.” Kata Dal Nim sinis
Lupakan, aku tanya Soo Ho saja... Ah, mulai hari ini kalian lembur, kan... Cherrs up!!!” ucap Sul Hee dengan menada mengejek lalu meninggalkan cafe. 

Dal Nim sangat dongkol, menurutnya Sul Hee menjengkelkan. Ryang Ha mengatakan Sul Hee itu sangat menarik, menurutnya Harusnya penampilan Dal Nim itu seperti dia. Lalu mengejek Dal Nim pasti tak akan bisa. Dal Nim sengaja mengikuti gaya Sul Hee mengatakan “Cheers up” Ryang Ha pun mencoba mencontohkan yang benar. Dal Nim pun mencoba mengatakan “Free pass.” Ryang Ha merasa Sul Hee tak pernah mengatakan itu. 

Dilayar tertulis sangat besar D-3 Hyun Bin masih mengunakan jepitan rambutnya menuliskan pada papan. Ji Hoon juga melakukanya, Dal Nim memberikan semangat pada semua tim. Semua silih berganti melakuan perkerjaan. Bo Nui ikut menuliskan, saat itu Soo Ho lewat dan sengaja memiringkan wajahnya. Bo Nui melihat Soo Ho seperti menghindarinya.
D-2 ... Yoon Byun yang bosan mulai mencoba main dengan kacamtanya, Soo Ho melepaskan agar anak buahnya kembali berkerja. Dal Nim menuliskan dipapan, Soo Ho mendekat memperbaikinya dan ternyata spidolnya habis.

D-1 .. Bo Nui membawa berkas untuk membuat salinan di mesin foto copy, sambil menunggu menatap sedih pada tulisan D-1 karena waktu untuk bertemu dengan pria macan sudah tak banyak waktu lagi. Soo Ho keluar ruangan melihat Bo Nui lalu kembali lagi masuk ke dalam ruanganya.
 Ji Hoon turun dari tempat tidurnya mengunkan perosotan. Dal Nim dan Bo Nui sedang duduk di kursi pijat. Bo Nui berkomentar Perusahaan Zeze hebat sekali karena Punya segalanya dan Rasanya nyaman sekali. Menurutnya mereka itu harus santai dan nyaman agar bisa fokus.
Bagaimana? Kau senang ada di Zeze, kan? Apa di Daebak soft ada kursi seperti ini?” kata Dal Nim
“Atasanku memberiku bantal. Dia juga memperbaiki kursiku yang rusak.” Ucap Bo Nui.
Oh, kau itu terlalu pengertian, Pintarlah sedikit.” Keluh Dal Nim
Seung Hyun datang memberitahu Bo Nui ada tamu yang datang, Bo Nui binggung siapa yang datang menemuinya. Seung Hyun mengatakan tamunya menunggu di lobby. 

Bo Nui keluar ruangan dan dikagetkan dengan teriakan Tuan Won yang memanggilny didekat tangga. Tuan Won menyapanya melihat Bo Nui yang kelihatan sibuk tapi menurutnya itu bagus. Bo Nui melihat tumpukan di Alkaline water, bertanya apa yang dibawanya. Tuan Won bertanya apakah Bo Nui pernah mendengar Alkaline water
Air mineral yang mengandung alkali. Air ini mencegah dehidrasi, memberi energi,menjaga kesehatan, baik untuk liver dan diabetes. Memperkuat rahim, ini ajaib sekali!” kata Tuan Won membanggakan
“Presdir.... ini barang bagus yang kau bilang hari itu?” ucap Bo Nui mengingat saat Tuan Won meminjam uang padanya.
Bukan, itu bantal pemanas.” Kata Tuan Won
Bo Nui meminta Tuan Won tak lagi membahasnya karena pasti sudah tahu kalau ia itu tak punya uang, Tuan Won berteriak kesal mengingatkan kalau  mereka itu sangat dekat, lalu menceritakan kutu air yang dimilikinya, seakrang sudah sembuh karena mengunakan air itu dan ingin membuka kaos kaki agar bisa memperlihatkanya. Bo Nui menahanya merasa heran untuk apa Tuan Won melakukannya.
Tuan Won menyuruh Bo Nui menaruh di kantornya, lalu minumlah kapanpun saat mereka haus dan menyakinkan kalau air itu sangat bagus, menurutnya tak masalah jika membayarnya belakangan dan langsung kabur. Bo Nui berteriak memanggilnya lalu tumpukan dus yang ditinggalkan Tuan Won. 

Bo Nui mendorong kardus sampai ke pantry sambil menghela nafas, ponsel berbunyi melihat pesannya berkomentar orang itu tak mau menyerah padanya. Lalu memberitahu kalau ia mencari pria yang lahir ditahun Harimau.
Ia melihat ID Card yang dikirimkan bertuliskan “Cha Do Hyun, 14 September, 1986” lalu ia menelp dengan mengaku sebagai nama samaranya “Simsim.”dan bertanya apakah ia “Chacha jaring merah”. Pria itu seperti membenarkan. Bo Nui memastikan kalau itu bukan ID Card palsu, setelah itu mengatakan kalau besok malam. 

Di sebuah gedung, terlihat spanduk bertuliskan [Demonstrasi game baru, "IF" oleh Zeze Factory] banyak wartawan yang masuk gedung lengkap dengan peralatanya, Spanduk IF juga berdiri didepan ruangan. Bo Nui dan Soo Hoo duduk bersebelahan dengan wajah serius, Dae Kwon meminta semuanya memeriksa kembali dengan benar.
Dal Nim membawa Sul Hee dan Gun Wook masuk ruangan, Dae Kwon memastikan tak ada yang tahu kalau mereka datang. Gun Wook melihat Bo Nui dan Soo Ho duduk bersebelahan, Sul Hee memanggil Soo Ho, keduanya langsung menengok bersamaan seperti pasangan yang serasi. Bo Nui tersenyum melihat Gun Wook, Soo Ho seperti tak suka melihatnya tapi pura-pura tak peduli. Sul Hee keluar ruangan karena harus menerima telp.
Gun Wook mendekati Bo Nui bertanya apakah semuanya sudah siap, Bo Nui mengatakan hampir selesai. Soo Ho ikut berdiri melihat keduanya. Gun Wook memastikan tak ada masalah, Soo Ho mengatakan tak ada dan Gun Wook hanya perlu keluar seperti bintang. Gun Wook pun tak sbara menantikannya.
Lalu ia melihat Bo Nui yang tak tidur semalam, dan mengkhawatirnya. Bo Nui mengatakan kalau ia baik-baik saja. Soo Ho pun kembali duduk seolah-olah tak peduli dengan hubungan keduanya, Bo Nu memuji Gun Wook yang keren dengan pakaianya. Gun Wook pun mengajak Bo Nui makan Tteokbokki setelah acara demo. Bo Nui mengatakan harus tetap berada di gedung setelah acara jadi mengajaknya untuk makan besok saja. Gun Wook mengingat besok adalah.. lalu terhenti melihat Soo Ho yang ada dekat mereka. 

Di ruang tunggu
Soo Ho meminum obat penenang, Dal Nim masuk ke dalam ruangan dan ia buru-buru menyembunyikan obatnya. Dal Nim memberitahu waktunya tinggal 5 menit lagi, Soo Ho mengangguk mengerti. Dal Nim menegaskan Sudah memastikan tidak ada yang merekam jadi tak perlu khawatir. Soo Ho mengerti dan mengucapkan terimakasih.
“Presdir.... Bo Nui menitipkan Jimat untuk mengurangi rasa gugup. Aku lupa nama jimatnya apa.” Ucap Bo Nui memberikan selembar kertas
Dal Nim, sudah berapa lama kita bekerja bersama? Apa 2 tahun atau 2 tahun setengah?” kata Soo Ho
2 tahun, 8 bulan, 7 hari... Besok adalah hari ke 1000.” Jawab Bo Nui bangga
“Ahh jadi  Besok yang ke 1000?! Aku suka ketelitianmu. Kau tahu apa yang akan kulakukan dengan hal seperti itu” kata Soo Ho, Bo Nui pun meminta maaf lalu keluar ruangan, Soo Ho pun memasang earphonenya. 


Lampu menyala mulai menyorot ke ara Soo Ho yang berdiri diatas panggung dengan tulisan IF yang sangat besar dibelakang layar.
Kita hanya hidup sekali Dan tidak bisa mengulangnya. Tapi aku penasaran. Jika... Aku adalah kau, kehidupan seperti apa yang akan kujalani” kata Soo Ho dengan semua pegawai dibelakang panggung tegangg menontonya.
Layar pun berubah dengan grafik bumi berputar lalu menaiki pesawat dengan pramugari memberikan secangkir kopi.
Aku bisa menikmati pemandangan indah lewat matamu. Aku bisa berjalan... dijalan kemenangan dengan kakimu. Aku juga bisa memainkan permainanmu dengan tanganmu. Dengan Virtual Reality Game, IF. kalian akan mengalami kehidupan luar biasa. Kehidupan pertama yang akan kalian nikmati, adalah pemain tenis kelas dunia, Gary Choi.” Kata Soo Ho dengan grafik Gun Wook berubah dengan Gun Wook yang keluar dari belakang layar.
Semua yang ada diruangan langsung memberikan tepuk tangan yang meriah seperti menyambut Gun Wook dengan senang hati. Ryang Ha dan Sul Hee duduk bersebelahan pun terlihat sangat bahagia. Semua pegawai pun tak kalah bahagia, Bo Nui ikut tersenyum berada dibelakang panggung. 

Ji Hoon mengajak semua pegawai untuk selfie setelah acara selesai, Seung Hyun bertanya dimana mereka akan makan malam hari ini, memastikan mereka tak makan ayam goreng lagi. Yoon Byun yakin itu tak mungkin menurutnya harus makan daging sapi.
Dengar semuanya.... Kalian sudah bergadang 3 hari ini. Apa yang kalian bicarakan?” jerit Dae Kwon yang membuatnya terlihat kecewa
“Presdir... menitip pesan kepadaku. Katanya kita harus cepat pulang... Mandi, lalu tidur. Itu setelah... Kita semua pergi makan daging!!!” jerit Dae Kwon memperlihatkan kartu kredit ditanganya, semua menjerit bahagia tak percaya Soo Ho memberikan kartu kreditnya. 

Dal Nim menelp Bo Nui, sementara Bo Nui sudah berganti baju di toilet dengan mengunkan dress dan high heelsnya mengangkat telp temanya sambi berdandan. Dal Nim bertanya keberadaan Bo Nui karena mereka  mau makan malam, kalau mereka akan makan ayam goreng, lalu tersadar salah menyebutkan karena mereka akan makan daging.
Bo Nui mengatakan tak akan ikut. Soo Ho masuk ke toilet membuka penyumbat telinganya dan menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya, lalu mendengar suara Bo Nui yang sedang berbicara.
“Aku Tidak bisa ikut... Maaf, bilang pada mereka mereka sudah bekerja keras.” Kata Bo Nui sambil berjalan keluar toilet
Soo Ho melihat Bo Nui yang berlari cepat keluar lobby dan hampir jatuh karena sepatu high heelsnya. Ia pun terus mengikuti Bo Nui yang terus keluar,  Sul Hee tiba-tiba memanggilnya memuji Soo Ho yang  hebat sekali hari ini. Tatapan Soo Ho terus tertuju pada Bo Nui yang keluar dari gedung.
Aku punya waktu, apa mau minum teh denganku?” tanya Sul Hee, Soo Ho menjawab lain kali saja. Sul Hee bertanya kapan, apakah besok. Soo Ho langsung setuju saja dan keluar dari gedung.
Soo Ho...ah.. dia mengunakan bahasa banmal denganku”kata Sul Hee bahagia. 

Soo Ho dengan wajah wajah serius mengikuti Bo Nui yang berada didalam taksi, Bo Nui menatap keluar jendela. Soo Ho terlihat kesal Bo Nui itu benar-benar aneh. Akhirnya Bo Nui turun dari taksi, Soo Ho pu menghentikan dengan jarak yang jauh, melihat Bo Nui bertemu dengan seseorang didepan motel.
Pria itu langsung memberikan ID Cardnya kalau ia memang lahir di tahun Harimau, dengan melihat dari atas ke bawah dengan tatapan nakal. Bo Nui pun memastikan kalau memang benar ID Card bukan palsu. Pria itu langsung mengambil ID Cardnya dan mengajaknya untuk masuk.
Soo Ho melihat kemana Bo Nui diajak masuk, lalu mengingat kata-kata Bo Nui Lalu kau mau tidur denganku? Kalau tidak jangan mengganggu.

Ia pun memilih untuk menyalakan mobilnya, tiba-tiba datang dua orang pria yang terlihat mencurigakan keluar dari persembunyian. Akhirnya Soo Ho berlari masuk kedalam motel lalu bertanya pada meja receptionist tinggal di kamar mana, dua orang tadi.
Akhirnya ia sampai di sebuah lorong kamar dan menemukan kamar yang dituju, tapi ia hanya diam menatapnya pintu kebinggungan. Terdengar bunyi pintu terbuka, Soo Ho langsung bersembunyi. Si pria yang mengajak Bo Nui masuk kamar keluar mengetuk pintu kamar didepanya.
Dua pria keluar dan langsung memberikan tas yang mereka bawa, Pria itu bertanya apakah sudah disetting. Dua pria itu mengangguk. Pria itu berpesan pada temanya agar tak berisik. Soo Ho melihat dengan jelas pria itu membawa dua tas kembali ke kamarnya. 


Gun Wook sedang melakukan acara konferesi pers, Seorang wartawa tahu Gun Wook bersembunyi dari pubik dan membuatnya benar-benar mengejutkan, lalu bertanya apakah ia punya alasan khusus melakukan ini.
Anggap saja hadiah kejutan dariku, pasti menyenangkan.” Kata Gun Wook
Lalu, apa ada rencana bertanding di Korea? Posisimu di peringkat dunia mulai turun.” Kata Wartawan
Itu agenku saja yang menjelaskan.” Kata Gun Wook memanggil Sul Hee untuk naik, Sul Hee pun datang mendekatinya.
Selesaikan dalam 5 menit, Kalau tidak, kubatalkan kontraknya.” Bisik Gun Wook mengancam. 

Bo Nui sudah mengunakan jubah mandinya, menunggu Tuan Cha sedang mandi. Ponselnya berdering buru-buru ia mereject telp dari Gun Wook dan mematikan ponselnya, lalu ia menaruh jimat dibawah bantal untuk menghilangkan kesiaalan.
Tuan Cha keluar dengan bertelanjang dada, lalu tertawa mengejek karena dugaanya itu benar, Bo Nui yag mencari pria yang lahir di tahun macan, ternyata menyukai hal-hal yang berhubungan dengan peramal. Lalu melihat kertas jimat mengaku sangat menyukainya dan siap mendekat, Bo Nui menahanya seperti ragu, Tuan Cha heran menyakinkan kalau ia lahir ditahun macan.
Bo Nui berusaha melepaskan tangan Tuan Cha yang ingin memeluknya, Tuan Chan mendorong Bo Nui ke atas tempat tidur. Terdengar getoran pintu memberitahu polisi yang datang Tuan Cha langsung bersembunyi dan berusaha kabur saat polisi masuk ke dalam kamar tapi segera ditangkap.

Katanya dia memasang kamera tersembunyi, jadi akan ku cari sekarang” ucap Polisi, Bo Nui melonggo kebinggungan.
Polisi menemukan di atas TV, lalu dekat lampu dan sebuah tas disamping tempat tidur diatas meja ada tas yang berisi handycam, Bo Nui hanya bisa diam melihatnya. Polisi pun memberitahu Bo Nui akan mendapatkan masalah karena hal ini.
Tuan Cha pun dibawa keluar dari motel, dimasukan ke mobil polisi. Soo Ho melihat dari kejauhan si pelaku yang sudah dibawa polisi, lalu memilih untuk pergi meninggalkan motel dengan mobilnya. 
Di dalam motel Bo Nui duduk dengan tatapan kosong, polisi melapor pada atasannya kalau sudah menemukan bukti dan akan segera kembali. Setelah itu menanyakan keadaan Bo Nui, lalu memintanya agar ke kantor untuk membuat laporan. Bo Nui bertanya jam berapa sekarang. 

Gun Wook dan Sul Hee datang ke restoran tempat pegawai Zeze pesta, Gun Wook terlihat bingung lalu bertanya pada Dal Nim dimana keberadan Bo Nui. Dal Nim memberitahu Bo Nui tak datang ke acara pesta, harus pulang karena ada urusan penting. Gun Wook terlihat panik dan langsung berlari keluar, Sul Hee bingung berteriak memanggilnya. Dae Kwon menahan Sul Hee pergi untuk ikut minum bersama mereka.
Beberapa saat kemudian,Gun Wook sudah sampai di rumah dan mengendor-gedor pintu rumah Bo Nui tapi tak ada sahutan. Lalu menelp Sul Hee dengan nafas terengah-engah bertanya keberadaan Soo Ho sekarang. Sul Hee hanya tahu Soo Ho langsung pergi setelah acara selesai, dan biasanya hanya meninggalkan kartu kredit tanpa ikut pesta. Gun Wook mengerti dan berharap agar Bo Nui tak melakukan yang dipikirkanya. 

Gun Wook melihat sudah bulan purnama, tepat jam setengah 12 malam. Bo Nui berjalan dengan tatapan kosong. Gun Wook keluar rumah dengan mencoba menelp Bo Nui tapi tetap tak aktif. Soo Ho berdiri disebuah jendela dengan memikirkan sesuatu seperti cukup rumit.
Bo Nui datang ke rumah sakit dengan langkah lemah, lalu berjalan di lorong rumah sakit yang nampak sepi. Langkahnya terhenti melihat sosok orang didepanya. Soo Ho sudah berdiri didepan jendela dan menengok kearah Bo Nui yang baru datang. Keduanya saling menatap di lorong yang gelap. 

[Pengakuan Bo Nui]
Soo Ho memarkirkan sepedanya didalam ruangan dengan mengantungnya, diluar Bo Nui terlihat mondar mandir menunggu Soo Ho yang selalu memarkirkan sepedanya, akhirya ia berlatih bicara di dinding.
Sudah 2 tahun adikku sakit. Untuk menyelamatkannya, Akan kulakukan apapun. Ada... Cenayang yang benar-benar hebat. Dia bilang, kalau tidur dengan pria macan, adikku akan bangun. Tapi aku tidak merendahkanmu dan Juga tidak menjadikanmu tumbal. Aku bersungguh-sungguh.” Kata Bo Nui dan ternyata dibalik dinding Soo Ho mendengarkan pengakuan dari Bo Nui.
Beberapa saat kemudian, Soo Ho pergi ke sebuah rumah sakit dan meminta agar perawat untuk memperlihatkan pasien yang bernama Shim Bo Ra yang lahir tahun 1998 dengan Walinya Shin Bo Nui.
bersambung ke episode  7 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. kyaaa akhirnya part 2 nya hdir jugaa... fiuuh gx sabar nunggu ep 7 nya... semangaaat terus ka dee...

    BalasHapus
  2. Kemarin baru liat dramanya mba asli langsung jatuh cinta maksih mba udah bikin in sinopsisnya semangat mba gumawo

    BalasHapus
  3. Kyaaaaaaa......
    Ud deg2aaaannn... kirain bakal liat ahjussi ji sung jadi cameo. Gegara nama Cha Do Hyun. Aahhh....
    Gomawo mba Dee... moga lekas sehat yaa... <3

    BalasHapus
  4. Gumawo sinopnya mba dee...semangat terus ya buat nulis updateanya...fighting!!!

    BalasHapus