Minggu, 26 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 16 Part 2

Sang Suk dan pria muda terlihat sedang berusaha membeli alat perekam, tiba-tiba ponsel Sang Suk berdering, wajah Sang Suk langsung berubah jadi marah dan kaget lalu berlari keluar dari toko. Si pria muda pun kebinggungan dari depan pintu toko.
Beberapa saat kemudian sudah ada distudio, melihat semua barang diberi label merah tanda disita. Beberapa pegawai lain terlihat panik melihat ada tiga pria berjas, seperti sedang mencari barang-barang yang disita. Sang Suk masuk ruangan, melihat Park Hoon dan Ki Tae terlihat frustasi, barang-barang mereka yang biasa dibuat berkerja pun sudah disita. Ia berteriak marah bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
Park Hoon tak menjawab keluar dari ruangan, Ki Tae dan Sang Suk mengikutinya. Park Hoon masuk ruangan kakaknya, Do Kyung terlihat sedang menelp menyuruh keluar. Park Hoon berteriak memanggil kakaknya, Do Kyung tak kalah berteriak menyuruhnya untuk keluar, Sang Suk pun menarik Park Hoon untuk keluar. 
Didepan ruangan
Sang Suk bertanya apakah Do Kyung sudah tahu dari sebelumnya,  Park Hoon tak menjawab tapi Ki Tae yakin Do Kyung sudah mengetahuinya, Do Kyung berbicara dengan temanya untuk mengambil pegawai berempat dan meyakinkan semua bisa bekerja.
Yang penting ambil mereka berempat,Aku akan kasih semua peralatannya.  Tapi, jangan potong gaji mereka.” Ucap Do Kyung lalu mengucapkan terimakasih, lalu bertanya apakah tak membutuhkan orang dikantornya.
Nyonya Heo masuk kantor dengan wajah panik dan terlihat berantakan, Park Hoon melirik sinis karena tahu pasti ulah ibunya. Nyonya Heo berjalan dengan tubuh bergetar karena semuanya berimbas pada anaknya, dengan air mata menangis. 
Nyonya Heo akhirnya masuk ke dalam rentenir berteriak marah karena tak sesuai dengan perjanjian mereka, selama ini memang sudah sering telat bayar,tapi selalu dilunasi, sementara sekarang malah bersikap seperti ini.
Nunim.... Aku ditawari bayaran lebih,  jadi tidak ada pilihan selain menjualnya.” Jelas si rentenir
“Apa Kau menjual hutangku ? Pada siapa ? Kau jual ke siapa ?” teriak Nyonya Heo murka
Lelaki yang kesal pada putramu, membayar lebih mahal.” Kata rentenir
Nyonya Heo berteriak siapa orangnya, apakah ketua Jang. Si rentenir mengatakan bukan Ketua Jang. Renternir menceritakan seseorang tadinya pebisnis sukses lalu bangkrut dan masuk penjara, dan Putranya melakukan itu karena wanita, bahkan Belum lama mendengar cerita di radio, memberitahu Namanya Oh Hae Young. Nyonya Seo berteriak marah kalau mengetahui namanya Oh Hae Young. 

Jin Sang masuk ke kantor, kaget melihat semua barang di beri stiker barang sitaan, tak percaya Han Tae Jin bermain kasar, tidak seperti penampilannya. Park hoon meminta Jin Sang untuk menemui kakaknya karena tidak melakukan apapun.
Akhirnya Jin Sang masuk ruangan, mengusulkan mereka akan naik banding dulu menurutnya Itu bisa mengulur waktu  dan mereka bisa mengumpulkan uang. Do Kyung seperti pasrah menyuruh biarkan karena Tidak masalah diambil semua. Jin Sang berteriak marah
Aku melakukan hal yang sama.” Ucap Do Kyung merasa sudah pasrah menerima balasan dari semua perbuatanya, Jin Sang pikir setidaknya berusaha dulu,
Sepertinya Ketua Jang dan Han Tae Jin kerjasama.  Ketua Jang lebih kuat dibanding penasihat hukummu.  Jadi jangan berusaha menolong.  .” Kata Do Kyung pasrah
Aku layak mati, Kalau waktu itu aku tidak menyuruhmu balas dendam pada Han Tae Jin  semuanya tidak akan begini.  Aku sungguh layak mati.  Maaf... Aku tidak tahu harus berkata apa. ” ucap Jin Sang ikut merasa bersalah
Kalau saat itu kau tidak begitu, Maka aku tidak akan ketemu Hae Young.” Kata Do Kyung merasa kebahagian dibalik semuanya.
Terima kasih sudah berkata seperti itu. Tapi ... kau yang melempar panah.” Kata Jin Sang kembali tak mau disalahkan. 

Hae Young meminum jusnya, Si cantik Hae Young duduk didepanya bertanya kenapa teman SMAnya itu Mendadak mengajak makan siang. Hae Young mengaku tak tahu karena hanya ingin saja, seperti ingin berterimakasih sudah menyimpan surat cintaku selama 13 tahun.
“Apa Kau tahu selama itu aku sering pindah kesana kemari ? Aku bahkan ke luar negeri, Selama itu aku membawa surat milikmu” cerita Si cantik Hae Young  
Terima kasih dan Maaf....” kata Hae Young, Si cantik Hae Young bertanya untuk apa.
Selama ini aku benci padamu.  Setelah kupikir, kau tidak pernah jahat padaku.  Karena nama kita sama, anak-anak cowok hanya memujimu dan merendahkan aku.” Kata Hae Young, Si Cantik Hae Young pikir   Kalau nama mereka berbeda pasti akrab.
Tidak mungkin… Anak cantik hanya main dengan anak cantik.” Kata Hae Young dengan nada mengejek
Si cantik Hae Young menegaskan temanya itu cantik sekali. Hae Young mengejek maka dari itu membenci Si cantik Hae Young, lalu mengajak mereka mulai makan, Senyuman terlihat ketika mereka mulai makan. 


Keduanya pun berjalan setelah makan, Hae Young bertanya dimana temanya membeli sepatu menurutnya itu pasti sepatu bermerk mahal, Si canti Hae Young mengatakan harganya murah di internet. Hae Young meminta agar memberikan situs belanjanya, Si cantik Hae Young merasa pandai menemukan barang bagus.
Tiba-tiba dari arah belakang, Nyonya Heo menyerang si cantik Hae Young sambil memukul kepalanya dan mengumpatnya “wanita Jalang” Hae Young kaget melihat tiba-tiba temanya diserang, Nyonya Heo tak terima melihat mantan pacar anaknya itu senyam senyum padahal sudah merusak hidup putranya. Hae Young kaget lalu meminta untuk menghentikanya dan mengancam  akan telpon polisi.
Telpon saja ! Supaya perempuan ini masuk penjara ! Kalau sudah pisah harusnya selesai., tapi Kenapa muncul lagi dan merusak hidup Do Kyung, Apa kau tahu lelaki yang nyaris kau nikahi sudah merusak hidup Do Kyung ?” teriak Nyonya Heo histeris
Si cantik Hae Young menyuruh temanya untuk pergi saja, agar tak melihat kemarahan ibu Do Kyung. Nyonya Heo ingin memukulnya, Hae Young meminta agar menghentikan karena bukan Si cantik Hae Young yang dimaksud tapi dirinya. Nyonya Heo berteriak binggung 

Nyonya Heo mencorat coret bagan yang bisa menghubungkan semuanya, tapi akhirnya kebinggungan sendiri dan bertanya sekarang siapa berpacaran dengan siapa. Hae Young menunjuk dirinya dan juga Do Kyung, Nyonya Heo terlihat tak percaya lalu bertanya apa hubungan dua orang lainnya. Hae Young menjawab Tidak ada hubungan apa-apa. Nyonya Heo pun bisa mengerti
Aigoo… Do Kyung ini kenapa ? Kenapa seleranya makin jelek ... Sepertinya kau bukan dari keluarga kaya.  Apa kau pandai di sekolah ? Kau  pasti senang, Ada 2 laki-laki memperbutkanmu, kau jadi tersanjung.  Benarkan?” ucap Nyonya Heo mengejek
Aku harus berbuat apa padamu ? Kau, harusnya bermain sesuai levelmu.  Kalau terlalu besar kepala, dan melanggar batas nanti terluka.  Saat ini, levelmu berbeda.  Apa Kau paham Omonganku ?” kata Nyonya Heo merendahkan, Hae Young pun hanya diam saja.

Aku tidak perlu bicara panjang lebar.  Dari penampilanmu, kau bukan orang yang sulit dilupakan. Jadi, jangan diperpanjang lagi.  Kembali saja ke lelaki yang akan kau nikahi. Maka semua ini akan selesai.” Ucap Nyonya Heo, Hae Young hanya diam saja.
Nyonya Heo bertanya kenapa Hae Young hanya diam saja, Hae Young tetap diam tak berbicara apapun. Nyonya Heo berteriak kesal, karena menurut Hae Young harus bicara dan kalau memang sungguh perduli pada Do Kyung  harusnya diam-diam meninggalkan dia.

Kau mau tetap dengannya dan melihatnya mati ? Lelaki jarang berkata-kata ... meskipun dia bilang tidak masalah  tetaplah di sisinya karena dia cinta padamu  tapi, perempuan harusnya lebih bijak  dan tahu bersikap lalu segera putus lebih dulu. Apa Kau tidak nonton film ? Itu yang namanya cinta..” Jelas Nyonya Heo sombong,
Hae Young pun hanya tertunduk diam saja.  Nyonya Heo menyuruh Hae Young menelp mantan pacarnya lalu bilang sudah putus dengan Do Kyung dan ingin kembali padanya. Hae Young hanya diam saja, Nyonya Heo berteriak menyuruh Hae Young untuk menelpnya lalu meninggalkan restoran.

Si cantik Hae Young menunggu didepan restoran, Nyonya Heo berteriak apa yang sedang dilihat mantan calon menantunya. Hae Young  pikir ini sudah waktunya berhenti. Nyonya Heo menegasakan bukan teman Hae Young di sini dan seorang mantan tak perlu ikut campur,
Dimana lagi ada orang sebaik Oppa ? Kalau anak lain,  mereka pasti sudah membuang ibu seperti kau” ucap Hae Young, Nyonya Heo mengumpat Hae Young itu gadis gila.
“Hei... Sudah lama aku berkata ini, Darah lebih kental daripada air.  Lalu, apa kau tidak punya rasa bersalah ? Semua ini terjadi karena kau !” teriak Nyonya Heo
Setengahnya aku, dan  setengahnya lagi karena ibu.“ tegas Hae Young, Ibu Do Kyung ingi memukul tapi diurungkan niatnya dan membalikan badanya.
Aku harusnya pergi ke dukun. Kenapa banyak sekali Oh Hae Young dalam hidup kami ?!” teriak Nyonya Heo lalu beranjak pergi. 

Park Hoon minum bersama, mengetahui Ibu mengambil pinjaman pribadi tanpa memberitahu kakanya dan menjadikan sebagian penjamin.  Do Kyung mengatakan bukan salah ibunya, Park Hoon heran kenapa kakaknya kali ini membela ibunya. Do Kyung menyakinkan Sungguh bukan salah ibu.
Aku sudah bicara dengan orang dari Sori Sound.  Kalian tetap bekerja di proyek kita dan bisa kerja disana.” Kata Do Kyung, Park Hoon berteriak marah kalau Keterlauan sekali !
“Kau kira kami begini karena tidak bisa mendapat pekerjaan lain ? Apa Kau kira kami disini bertahun-tahun karena suka kerja dengan atasan yang sulit ? Ini semua Karena Park Do Kyung ! meskipun awalnya sangat berat, aku bisa belajar banyak karena Park Do Kyung ! Aku yakin akan belajar sesuatu.  Selanjutnya, karena aku menyukai sosok Park Do Kyung makanya aku tetap tinggal.” Teriak Sang Suk dengan mata berkaca-kaca
Apa aku harus nangis ?” ucap Do Kyung dingin
Nangis atau tidak.  Sebanyak apapun rasa perduli kami padamu, tapi kau tidak perduli pada kami. ” Kata Ki Tae
Kita bisa menyewa tempat baru dan memulai kembali” ucap Park Hoon ikut sewot
Sementara ini, aku tidak bisa kerja.” Kata Do Kyung. Park Hoon bertanya tidak mau atau tidak bisa, Do Kyung tak menjawab hanya meminum sojunya saja. 

Di luar terlihat Tae Jin yang menatap dingin pada Do Kyung dan anak buahnya. Ki Tae mengusulkan si pria muda untuk wajib militer saja.  Si pria muda berteriak seniornya itu sudah gila. Ki Tae mengejek apakah pria muda itu sudah tidur dengan perempuan. Semua pun tertawa, Do Kyung ikut tersenyum mendengar candaanya.
“Kau masih bisa Senyum ...” ucap Tae Jin sinis lalu membuka jendelanya, Do Kyung melihat tataan dingin Tae Jin padanya di dalam mobil.
Tae Jin pun menyapa dengan mengangkat satu tanganya, Do Kyung kembali mengingat pengelihatan saat Tae Jin ingin menabraknya dengan mobil. Akhirnya Tae Jin masuk ke restoran dan saling menatap dingin, setelah itu pergi ke meja kasir bertanya berapa total tagihan Do Kyung dan anak buahnya, kasir memberitahu totalnya 78ribu won, Tae Jin mengeluarkan kartu kreditnya untuk membuatnya 300rb won.
Aku ingin membayar minumanmu, Kau pasti sedang tidak punya uang.” Kata Tae Jin sambil menuangkan minuman ke dalam gelas, Do Kyung hanya diam saja.
Tae Jin menyuruh untuk  Makan yang banyak lalu beranjak pergi, Semua anak buah Do Kyung pun mengucapkan terimakasih. Tae Jin mengambil kembali Kartu Kreditnya lalu melirik sinis dan pergi. Park Hoon bertanya siapa pria itu pada kakaknya. Ki Tae mengingat Tae Jin yang pernah datang ke kantor mereka, dan merasa sekarang perasaanya tak enak. Do Kyung masih menatap Tae Jin masuk mobil, dengan senyuman mengejek Tae Jin pun meninggalkan restoran. 

Do Kyung langsung menelp Hae Young menanyakan keberadanya, Hae Young mengatakan masih ada dikantor, karena akan berkerja lembur. Do Kyung meminta agar menelpnya kalau sudah selesai karena akan menjemputnya. Hae Young mengerti, menutup telpnya lalu menatap bunga pemberian Do Kyung dengan tatapan sedih. 

Jin Sang pulang kerumah, Soo Kyung menegur karena pulang telat.  Jin Sang mengatakans edang ada urusan dan harus cari informasi tentang Studio Do Kyung. Soo Kyung mengatakan sudah mengetahuinya karena adiknya sudah menelpon lalu menyuruhnya untuk duduk.
Aku ... masih belum buat keputusan.  Bisakah kita bicara besok ? Besok, aku akan katakan.... Aku pasti katakan.” Ucap Jin Sang  
Apapun keputusanmu, Aku akan beritahu keputusanku duluanm jadi Duduk.” Tegas Soo Kyung, Jin Sang pun menurut untuk duduk.  

Bisa saja jika pasangan suami istri tidak berciuman. Tapi tidak ada suami istri yang tidak tidur bersama.  Pasangan yang tidur bersama, pasti melakukannya lagi.  Tapi ... kasus kita, sejak malam itu  tidak sekalipun kita tidur bersama lagi.  Kita hanya tidur bersama satu kali.  Itu berarti, kita tidak bersama.  Kita melakukan untuk pertama kalinya.  Tapi tidak dua kali dan Tidak akan bisa.” Kata Soo Kyung, Jin Sang mendengarnya dengan mengepalakan tanganya.
Kali ini, pulanglah kerumahmu.” Ucap Soo Kyung dengan mata berkaca-kaca lalu menyuruh Jin Sang segera bangun, Jin Sang terlihat sedih dan hanya bisa diam saja. 

Soo Kyung pun mengantar Jin Sang pulang dengan kopernya menceritakan Seumur hidupku,  baru dua kali melihatnya merokok, pertama saat dipanggil wajib militer Lalu, kemarin, menurutnya hal seperti ini  bukan masalah yang bisa dipaksakan, jadi jangan dipaksakan karena ia baik-baik saja.
Awalnya aku ingin membesarkan anak ini tanpa kau tahu.  Tapi, kau sudah tahu duluan.  Jadi, kau tidak perlu merasa terbebani.” Ucap Soo Kyung, Jin Sang seperti masih tak tega
Kau dan aku, sudah hidup seperti keluarga.  Dalam semalam mana mungkin berubah jadi suami istri. Mulai sekarang... Aku melepasmu dari tanggung jawabmu.  Jadi, jangan melihat ke belakang, dan pergi  Kalau melihat ke belakang, maka aku bunuh, Kau sudah berusaha, begitu juga aku, Ini sudah cukup.” Kata Soo Kyung menyuruh Jin Sang untuk segera pergi.

Jin Sang masih terlihat tak bisa pergi, Soo Kyung menyuruhnya untuk pergi dan Jangan melihat ke belakang sambil mendorongnya. Jin Sang sempat menahan kakinya untuk tak pergi. Soo Kyung mengancam akan membunuhnya kalau lihat ke belakang agar maju lihat ke depan, Jin Sang tetap diam tak bergerak.
Soo Kyung menyakinkan kalau ia baik-baik saja, menyuruhnya untuk jalan. Jin Sang menangis mengucapkan permintaan maafnya lalu berjalan pergi. Soo Kyung berteriak kalau Jin Sang tak boleh berjalan tertunduk, harus jalan seperti laki-laki. Jin Sang pun berjalan layaknya seorang tentara dengan menarik kopernya.
Soo Kyung terus berteriak agar Jin Sang melangkah seperti tentara. Jin Sang sudah berbelok, akhirnya berjongkok sambil menangis seperti merasa menyesal. Soo Kyung masih berdiri sambil berjalan dengan membentangkan tanganya. 


Tae Jin baru pulang melihat Hae Young sudah ada didepan rumahnya, keduanya saling menatap. Tae Jin pun lewat didepanya, Hae Young mengatakan ingin bicara, Tae Jin mengajak untuk masuk, Hae Young menolak ingin diluar saja.
Kau kira aku akan melakukan sesuatu padamu ?” ucap Tae Jin marah, Hae Young tetap ingin bicara diluar, Tae Jin pun tetap memilih untuk masuk.
Hae Young tetap diam ketika pintu ditutup, Tae Jin akhirnya membuka lebar-lebar pintu rumahnya, lalu menyuruh masuk. Hae Young pun masuk dengan pintu yang terbuka, Tae Jin memberikan sebotol air mineral karena hanya ada itu dirumahnya, lalu berdiri menatap ke luar jendela.
Sehari sebelum kita menikah ... kau berkata tidak bisa menikahiku karena tidak suka dengan cara makanku.  Hari itu ... Tae Jin, kau memberiku hukuman mati.  Itu sama dengan, kau menyuruhku untuk pergi mati.  Aku tidak ingin membuka mata di saat pagi.  Aku ingin mati.” Ucap Hae Young

Bagaimana aku harus bunuh diri ? Aku harus membuatnya seperti kecelakaan. Tidak ada yang boleh tahu alasan aku mati.  Tapi, aku pikir Tae Jin akan memberitahu semua orang di pemakamanku.  Maka meskipun aku mati, aku tetap akan merasa malu.  Aku berusaha melakukan apapun agar bisa hidup.  Hatiku sudah hancur berkeping-keping.” Ucap Hae Young
“Apa Kau tahu betapa sulitnya mengatasi takut kalau orang lain tahu tentang dirimu ? Rasanya jantungku meleleh dan mendadak menghilang.  Aku tidak bisa bernapas, tapi Aku memaksa diriku untuk bernapas.  Tapi kau bilang, semua ini demi aku ?” ucap Hae Young dengan mata berkaca-kaca
Aku yakin kau akan berkata ingin menunggu.” Kata Tae Jin membalikan badanya. Hae Youn menegaskan kalau dirinya akan seperti itu.
Kau akan lelah menungguku.” Ucap Tae Jin
Kenapa kau tidak membiarkan aku lelah menunggu Tapi kau memilih membuatku ingin mati ?” ucap Hae Young
Aku tidak ingin membuatmu merasa tertekan karena diriku.” Tegas Tae Jin, suasana hening sejenak.  
“Jadi Kau tidak ingin membebani aku,  tapi kau menyakiti aku seberat itu? Apa itu namanya cinta ?? Kau lebih memilih menyakiti aku, daripada memberiku beban.  Apa itu cinta ? Apa Bagi laki-laki itu cinta ? Dimana kau belajar mencintai seperti itu ?” ucap Hae Young marah
Mendengar hal memalukan dari lelaki yang akan dinikahinya dan diputuskan sebelum menikah Atau menunggu lelaki yang bangkrut ? Menurutmu, mana yang lebih berat bagi wanita, Apa kau pernah berpikir  seperti itu? Setelah mendengar kau ada di penjara ... aku rasanya lega sekali. Itu membuatku tidak terlihat menyedihkan lagi.  Rasanya aku dibebaskan.” cerita Hae Young mencoba menahan tangisnya.
Tae Jin hanya diam saja, Hae Young memperingatakan agar Tae Jin jangan mengatakan balas dendam pada Do Kyung karena mengambil wanita yang dicintai, menurutnya Tae Jin tidak pernah cintanya. Ia menceritakan saat dirinya terluka parah, maka Do Kyung merawatnya, bahkan bisa bertahan karenanya dan . masih hidup sekarang, karena Do Kyung .

Sadarkan dirimu, Pikir yang mana awal dan akhir.  Dia merawatmu karena perbuatannya.  Apa dia begitu karena suka padamu ?” kata Tae Jin dengan nada tingi
Meskipun begitu, aku bisa bertahan karena dia.  Aku yang lebih dulu cinta padanya dan memohon agar dia suka padaku.  Setelah tahu dia merusak bisnismu,  aku yang berkata padanya tidak apa-apa.” Teriak Hae Young
Tae Jin menatap Hae Young dengan mata berkaca-kaca berkata kalau mantan pacarnya itu sudah gila, lalu bertanya alasan datang setelah itu menyuruhnya untuk pergi. Hae Young mengatakan kalau Tae Jin bisa membuatnya bangkrut bahkan menjadi tuna wisma sekalipun,  menurutnya Semua itu tidak masalah. Tapi ia memohon jangan memukul Do Kyung  karena Hatinya terasa sakit sekali.
Kau membuatku seperti pecundang.” Ucap Tae Jin seperti tak bisa menaan tangisnya, Hae Young meminta maaf dan memohon lalu keluar dari rumah.
Kau ... harusnya tidak kemari hari ini.” kata Tae  Jin sambil berjongkok terlihat shoc
Park Hoon dkk sudah mulai mabuk,  Ki Tae sambil menangis mengatakan sudah terbiasa diomeli Park Do Kyung tiap hari tapi sekarang bosnya itu mengatakan harus berpisah, bahkan menyuruhnya pergi. Do Kyung hanya tersenyum mendengarnya.
Kau tidak boleh begini pada kami.  Aku sungguh terluka sekali” teriak Sang Suk
“Apa Kalian semua memberi salam perpisahan ke Park Do Kyung ? Kenapa cengeng sekali ?” ejek Park Hoon, semua menangis histeris, Do Kyung pun memilih untuk pamit pergi. 

Di luar hujan deras, tapi Do Kyung tetap berlari keluar dari restoran. Beberapa saat kemudian sudah ada didepan kantor Hae Young dengan membawa dua buah payung. Hae Young sedang menyandarkan kepala ditaksi ditengah hujan yang turun dengan deras,
Ponselnya bergetar, pesan dari Do Kyung masuk Kapan selesai ? Apa Masih lama ? Cepat Bereskan sekarang.  Aku di depan kantormu.” Hae Young pun meminta sopir taksi untuk menurunkan di pintu belakang. Do Kyung masih menunggu di depan, Hae Young melotot kaget ditaksi karena Do Kyung benar-benar sudah menunggunya.
Sesampai di pintu belakang ternyata pintunya sudah terkunci, Hae Young berusaha memanggil penjaga agar membuka pintu, tapi penjaga menyuruhnya untuk lewat depan, Hae Young memohon untuk membukanya. Akhirnya pintu pun terbuka dan Hae Young merapihkan bajunya dan menenangkan dirinya.

Ia berjalan dengan senyuman ke arah pintu depan, Do Kyung melihat senyuman Hae Young yang ada dibalik pintu dan keduanya sama-sama melambaikan tanganya. Hae Young akhirnya keluar sedikit mengeluh karena Do Kyung tak menelp karena pasti akan datang lebih cepat. Do Kyung memberikan satu payung untuk pacarnya, lalu berjalan dengan payungnya sendiri. Hae Young hanya bisa tersenyum melihat tingkah pacarnya. 


Keduanya berjalan pulang dengan payung terpisah, Hae Young cemberut menyindir Do Kyung Masih belum mengerti juga, dengan membawa 2 payung, menceritakan hari ini kerja lembur dan lelah sekali tapi ingin memukulnya. Do Kyung hanya diam saja
“Yah.... memang enak punya payung sendiri. Tidak kehujanan, bahkan Bahuku kering.” Ucap Hae Young kesal,
Do Kyung berlari lalu memberikan payungnya pada seorang kakek yang sedang berteduh. Lalu berlari kembali pada payung yang dipakai pacarnya, Hae Young pun berjalan dengan merangkul lengan Do Kyung

“Bagaimana Kalau kakek itu tidak ada ? Apa Kita akan terus jalan dengan payung masing-masing ? Kalau begitu, kau akan dipukuli dengan payung malam ini.” sindir Hae Young, Do Kyung menyuruh Hae Young tak perlu membahasnya lagi.
Kenapa kau malah bawa bawa payung ? Yah, aku tahu ini sejak kau memanggil supir panggilan di tengah malam di pantai.” Kata Hae Young kesal,
Do Kyung meminta agar diberi kesempatan bicara. Hae Young menyuruh Do Kyung katakan saja. Do Kyung berjalan dan hanya diam saja, Hae Young kesal karena Do Kyung malah tak bicara.

Aku cinta padamu.” Ucap Do Kyung, Hae Young terdiam dan berhenti melangkah, jantungnya berdegup sangat kencang.
Keduanya saling menatap, lalu sama-sama tersenyum. Do Kyung merangkul tangan pada pundak Hae Young, sementara Hae Young memeluk pinggang Do Kyung mengaku seperti merasa melayang diawan setelah mendengarnya.
Akhir kami, adalah Happy Ending..... Ijinkan aku bahagia lebih lama.... Lebih lama lagi....” gumam Hae Young dengan senyuman bahagia, tapi Do Kyung terlihat sedikit tegang 
bersambung ke episode 17

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


8 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Udah seminggu ep 17 nya kok blom juga ada mbak??

    BalasHapus
  4. Udah seminggu ep 17 nya kok blom juga ada mbak??

    BalasHapus
  5. Nunggu ep 17 koq lama yah???

    BalasHapus
  6. Ya ne mba ibu hamil jg lg ngidam baca yg epi 17 & 18 ne

    BalasHapus
  7. Terima kasih sinopsis y . D tunggu kelanjutan y.

    BalasHapus