Kamis, 30 Juni 2016

Sinopsis Doctors Episode 4 Part 2

Dokter Kim melihat pasien di kamar rawat inap dengan para dokter junior, lalu menanyakan keadaan pasien yang kepalanya dibalut perban. Si pasien berteriak marah “Buat apa mau tahu kabarku, sialan ?!” lalu tiba-tiba terlihat kejang. Dokter Kim bertanya apakah selalu begini. Seo Woo membenarkan, lalu dokter Kim menyuruh agar membawa pasien ke ruang konsultasi psikologis.
Tiba-tiba dokter Pi dengan baju operasinya melambaikan tangan dari pintu, Seo Woo meliriknya, Dokter Kim pun melihat junior lain memanggil Seo Wo dari pintu.

Akhirnya di depan meja receptionist semua berkumpul. Dokter Kim menyindir baju yang dipakai Dokter Pi  lalu meperingatkan sebelumnya, jangan berkeliaran dengan baju operasi dan Jangan pernah lupa untuk terlihat bermartabat sebagai ahli bedah syaraf.
Dokter Pi hanya bisa meminta maaf, Dokter Kim menunjuk rambut Dokter Choi yang diwarnai, tapi akhirnya tak bisa berkata apapun, setelah itu bertanya pada Dokter Pi kenapa melakukan itu karena pasti ada alasannya.
Dokter Hong Ji Hong melakukan operasi freehand (tangan kosong) tanpa navigasi.” Ucap Dokter Pi, Hye Jung melotot kaget.  
Jadi, kalian mau melihat bersama Makanya kalian ribut-ribut ? Dimana ruang bedahnya ?” tanya Dokter Kim 

Ji Hong mengamati hasil CT Scan pasien dengan jeli, dibagian atas Dokter Pi dan Seo Woo melihatnya. Dokter Pi  bertanya-tanya Bagaimana Ji Hong tahu harus memasukan karteter dimana tanpa navigasi, lalu bertanya apakah Seo Woo pernah lihat yang seperti ini.
Dulu hal ini sering dilakukan, tanpa ada navigasi.” Kata Seo Woo menatap dingin
Ji Hong mulai siap melakukan operasi dan meminta agar arahkan monitor adad disisi kirinya, dengan memberikan tanda lebih dulu setelah itu meminta Pisau bedah, Seo Woo dan Dokter Pi mengamati dari atas dengan serius. Ji Hong sudah bisa membuka lalu meminta pengebor dan hanya melihat gambar langsung membuat lubang.
Kalau sampai kateternya salah masuk bagaimana ?” kata Dokter Kang khawatir,
“Hei.. Tolonglah, aku tidak ingin memikirkannya.” Ucap Dokter Pi
“ Yang pasti pasien itu akan mati karena kekurangan waktu.” Kata Seo Woo
Dokter Choi datang langsung bertanya apakah darahnya sudah keluar, Dokter Pi menjawab belum keluar. Dokter Choi berharap agar cepat keluar. Ji Hong melihat kembali gambar CT Scan lalu memasukan alat ke dalam lubang, setelah itu meminta Hye Jung menariknya, sebuah kawat pun tertarik keluar. Ia meminta agar siapkan jarum suntik.
Sebuah selang kecil di masukan pada ujung jarum suntik, dan mulai menariknya. Semua yang menonton dari atas terlihat sangat tegang, begitu juga Hye Jung yang duduk disamping Ji Hong. Tapi belum juga keluar darah. Dokter Pi menghela nafas menurutnya sudah pasti tidak akan bisa. Semua pun ikut menghela nafas panjang.
Ji Hong mulai memainkan selang dalam lubang, perlahan darah kental pun keluar masuk ke dalam tabung. Semua yang ada diatas langsung memberikan tepuk tangan, Dokter Kang memuji Ji Hong itu  berbakat sekali, menurutnya sangat luar biasa dan Pasti pacarnya banyak sekali.

Dia sudah menikah, dengan teman sekolahnya. “ kata Dokter Pi
Dia belum menikah. Kenapa menjadikan lelaki lajang sebagai suami orang ?” komentar Dokter Kim sudah ada dibelakang mereka lalu tersenyum melihat Ji Hong yang berhasil lalu keluar ruangan.
Kudengar dia sudah menikah. Kau juga dengar, kan ?” ucap Dokter Pi pada temanya, Seo Woo menegaskan kalau Dokter Pi yang mengatakan. Dokter Pi seperti tak ingat kalau memang ia yang mengatakannya.
Periksa koneksi Wi-Fi-mu.” Ejek Seo Wo, Dokter Pi tahu Kali ini salah,  tapi bukan berarti selalu salah.
Dia belum menikah, tapi pasti playboy.” Komentar Dokter Choi, Dokter Pi setuju, Dokter Kang yakin Ji Hong sudah tinggal bersama, Seo menyindir semuanya yang senang, menebak-nebak, lalu bertanya apakah mereka Tidak menyiapkan konfrensi. Dokter Kang dan Choi pun langsung keluar ruanbga.
Tapi, sepertinya mereka berdua saling kenal.  Apa Kau juga mengenalnya ?” ucap Dokter Pi melihat dokter yang ada disamping Ji Hong, 

Hye Jung menawarkan diri untuk menjahitnya, Ji Hong bertanya apakah Hye Jung biasa melakukanya. Hye Jung mengatakan bisa karena selalu melakukannya. Ji Hong menatapnya kalau ia belum pernah lihat dan hanya percaya yang dilihat.
Kalau begitu, dokter saja yang lakukan.” Ucap Hye Jung
Aku percaya pada Kau saja.” Kata Ji Hong lalu meninggalkan ruang operasi.
Dokter Kim sudah menunggu didepan ruang operasi, lalu menyindir Ji Hong yang Baru datang sudah bikin pertunjukan. Ji Hong hanya bisa tersenyum nyengir, Dokter Kim mengulurkan tanganya, Ji Hong pun menarihnya dan Dokter Kim langsung memeluknya. Ji Hong merasa canggung sekali.
Kalau begitu hari ini kau mulai perkenalan diri.” Kata Dokter Kim
“ Apa kau Mau mengambil untung dariku ?Aku masih libur beberapa hari.” Ucap Ji Hong
Kalau begitu libur saja. Tapi Setidaknya sapa orang-orang dulu, Datanglah ke ruang konfrensi.” Kata Dokter Kim,
Ji Hong mengerti dan akan bertemu nanti, Dokter Kim bertanya mau kemana, Ji Hong mengatakan Mau memeriksa sesuatu. 

Ji Hong kembali ke ruang operasi melihat Hye Jung yang sedang menjahit, Hye Jung bertanya kenapa kembali kemari, Ji Hong menjawabt Mau memeriksa pekerjaan juniornya, karena tidak tahu bagaimana pekerjaannya tapi mengijinkannya mengambil alih.
Tipe ahli bedah syaraf yang tidak pernah percaya orang.” Ejek Hye Jung, semua yang ada di dalam ruangan tertawa,
“Kalian Ketawa ? Pasti lucu makanya kalian ketawa” kata Ji Hong lalu melihat Hye Jung yang menjahit dan memujinya sangat pandai.
Hye Jung pun selesai menjahit dan meminta agar dipotong, setelah itu menatap Ji Hong  meminta agar diajari cara meletakan kateter tanpa navigasi. Ji Hong memuji iu Bagus kalau Hye Jung  mau belajar,tapi sikapnya agak kasar.
Sudah lama tidak bertemu gurumu, Apa kau kira bisa dapat yang kau inginkan?”ucap Ji Hong
Guru yang sepertinya habis makan truk berisi mentega.” Sindir Hye Jung
Apa ? Maksudmu aku terdengar licin atau lihay ?” kata Ji Hong semua yang ada diruangan tertawa, Ji Hong memperingatkan agar tak percaya. Hye Jung memilih untuk menundukkan kepala menyibukan diri. 

Hye Jung keluar lebih dulu lalu Ji Hong menyindir, Hye Jung yang dingin sekali padanya, lalu bertanya kenapa sikapnya seperti itu dan dulu juga begitu karena Menolak pertolongannya bahkan pergi menghilang dengan anak bersepeda motor itu dan bertanya apakah Soo Chul baik-baik saja.
Apa kau mencariku untuk bertanya soal itu ?” ucap Hye Jung, Ji Hon mengatakan penasaran bagaimana kabarnya.
Guru, aku sudah lama bekerja. Tapi Guru bersikap seperti ini, aku bisa mengerti. Aku masih belum menikah. Aku banyak bertemu sunbae lelaki yang menghindari untuk pulang kerumah.  Jadi Aku sudah sering melihat hubungan yang tidak pantas.” Cerita Hye Jung
Kenapa mengatakan ini padaku ?” kata Ji Hong heran, Hye Jung pesan agar Ji Hong Baik-baik pada In Joo eonni. Ji Hong heran Hye Jung Kenapa mengungkit soal In Joo
Pernikahan adalah hal yang sakral.” Ucap Hye Jung lalu berjalan pergi, Ji Hong tahu memang benar pernikahan sacral lalu bertanya-tanya kenapa Hye Jung membahas masalah itu.
Jadi maksudnya ...Dia bilang pernikahanku dengan In Joo harus sakral.  Kenapa dia selalu menikahkan aku ?” ucap Ji Hong, lalu tersadar kenapa harus bicara sendiri. 

Sebuah gambar besar Dokter Jin terlihat didepan rumah sakit, Dokter Jin dan beberapa dokter lainya berjalan melewati lorong saat itu menemukan sebuah tissue yang ada dilantai, sekertarisnya pun meminta agar Dokter Jin memberikan padanya.
Tanamkan pemikiran sebagai pemilik.  Apa kita akan buang sampah dirumah sendiri ? Beri peringatan ke petugas kebersihan.” Ucap Dokter Jin, Sek mengerti,
Tuan Jin memanggil anaknya dengan panggilan Direktur Jin, dengan berbisik bertanya apakah sudah siap untuk rapat. Dokter Jin menganguk dengan senyuman lebar. Tuan Jin pun meminta agar meninggalkan mereka berdua.

Keduanya naik lift bersama, Dokter Jin  bertanya apakah ayahnya Sudah mengumpulkan suara direksi. Tuan Jin mengangguk karena punya suara mayoritas, tapi siapa yang tahu sampai semuanya dilaksanakan, karena Persahabatan 40 tahun tidak ada artinya.
Bagaimana dia bisa begini kalau menganggap aku teman ?” ucap Tuan Jin heran
Selama ini aku sudah respek padanya sebagai pendiri, tapi sekarang tidak lagi.  Kita harus siapkan pemecatan.” Kata Dokter Jin sinis
Lakukan dengan secepatnya. Direktur Hong sangat populer,  tidak baik kalau kita bertele-tele.  Kalau ada yang menyerangmu,  sama dengan Ia menyerangku.  Mereka mau menyingkirkan kita berdua.” Kata Tuan  Jin
Aku sudah memberikan hasil selama 2 tahun aku memimpin, berani sekali mereka ?” kata Dokter Jin tak terima
Tuan Jin mengingat kata-kata teman-temanya  Apa kita perlu membangun pusat kesehatan manula ? Dia bisa disana karena ayahnya." Dokter Jin pikir Jaman sekarang pusat kesehatan manula bisnis yang bagus tapi menurutnya pihak atas akan tahu keputusannya setelah waktu berlalu. Tuan Jin menepuk bahu anaknya dengan senyuman bangga 


[Rapat Direksi Tahun 2016]
Dokter Jin mulai membahas mengenai pembangunan pusat kesehatan manula, karena Orang jaman sekarang hidup sampai 100 tahun menurutnya Ini akan menjadi bisnis utama Rumah Sakit Gookil, sebuah pusat kesehatan manula. Tuan Hongm mengucapkan terimakasih pada Direktur Jin atas presentasinya.
Namun, bisnis ini sudah banyak dilakukan, buat apa kita membuatnya ? Lalu, untuk apa kita membuka tempat begini untuk manula VVIP ?” kata Tuan Hong, Tuan Jin ikut berkomentar membantu anaknya.
Singkatnya, ini soal uang.  Tingkat biaya perawatan medis semakin tinggi,  tapi pemerintah tidak perduli.  Pendapat publik juga tidak memihak pada kita.  Mereka berasumsi kalau dokter berusaha mencari untung dan tidak pengertian. Lalu  Haruskah rumah sakit kelaparan ?” kata Tuan Jin
Menurutku itu telalu ekstrim.  Meskipun tidak semua biaya perawatan dibayar, orang-orang masih tetap datang.  Lalu, kita juga punya perusahaan subsidiari yang menghasilkan uang.  Membuat sebuah pusat kesehatan manula, hanya demi keuntungan ...” kata Dokter Kim yang di potong oleh Tuan Hong

“itu Hanyalah sikap seorang pebisnis.” Kata Tuan Hong
Saat ini rumah sakit sudah seperti sepeda yang berjalan tanpa rem.  Jika berhenti, maka akan jatuh. Kita bisa hancur jika tidak punya tempat pemasukan tambahan.” Jelas Dokter Jin dengan mata melotot
Rumah sakit, bukan bisnis. Menghasilkan uang itu bagus.  Tapi, kita harus lakukan dengan niat baik.” Tegas Tuan Hong
Aku tahu kata ini bisa memprovokasi.  Tapi apakah anda tidak perduli kalau rumah sakit ini hancur ?” kata Dokter Jin menyindir
“Jadi Itu sebabnya anda memotong setengah dari budget pusat luka bakar ?Karena ingin membangun Pusat Kesehatan Manula ? Apa begini caramu menjalankan rumah sakit ? Kalau begitu, kau mau menutup yang lain kalau yang ini tidak menghasilkan ?” kata Tuan Hong yang membuat semua dewan direktur saling berbisik.
Tuan Hong menegaskan mereka itu dokter,  Daripada kehilangan gelar dokter lebih baik kalau rumah sakit yang runtuh, Tuan Jin menyudahi dan meminta agar melakukan pemungutan suara dengan menyebarkan kertas.


Dokter Jin kesal karena harus sampai kapan mereka dikontrol si tua bangka Tuan Hong. Tuan Jin meminta anaknya agar mereka  harus berhati-hati. Dokter Jin pikir Kalau Tuan Hong  tidak perduli dengan bisnis,  setidaknya duduk manis saja.
Dia hanya mengendus kesana kemari dan merusak segalanya !” keuh Dokter Jin kesal
Jadi, kau mau menyerah ? Apa Tidak membangun Pusat Kesehatan Manula ?” tanya Tuan Jin
Tidak akan menyerah ! Dokter-dokter yang lain juga lucu. Terutama yang lulusan sekolah terkenal.  Mereka cuma bisa belajar dan tidak tahu mengejar rejeki.  Makanya ada dokter dari sekolah kurang terkenal.  Mereka paham artinya hidup, Karena sudah pernah diinjak.” Kata Dokter Jin mengebu-gebu. Tuan Jin tertawa melihat sikap anaknya.
Kata orang, cacing akan meronta kalau diinjak.  Siapa yang tahu, kalau kau ini pandai dalam hal bisnis ? Semua yang tadinya rugi jadi untung sejak kau sentuh.” Kata Tuan Jin bangga
Aku harus segera pindah, dan menyingkirkan Direktur Hong. Melihatnya hari ini, rasanya sulit sekali. ” Kata Dokter Jin tak sabar
Tuan Jin yakin Tidak akan mudah, karena bahkan Tuan Hong sekarang memanggil Ji Hong. Dokter Jin bertanya apa saja yang dilakukan ayahnya,  dan Kenapa selalu kalah dari Direktur Hong, dengan sedikit berteriak bertanya Apa kurangnya ayah. Tuan Jin mengumpat Anaknya kurang ajar menegaskan kalau ia tak kalah tapi karena mereka sudah lama berteman,  jadi respek padanya. 

Tuan Hong mengajak anaknya pergi kesebuah tempat megetahui Ji Hong bahkan tidak sempat libur dan langsung kerja. Ji Hong seperti sudah bisa dimengerti. Tuan Hong berdiri disebuah lapangan luas memberitahu ingin membangun pusat transplantasi organ
Masa depan memperpanjang nyawa manusia ... akan ditentukan dengan transplantasi organ.  Sementara Direktur Jin, ingin membangun Pusat Perawatan Manula.” Kata Tuan Hong
Sudah ada pusat perawatan manula.” Kata Ji Hong
Dia ingin menghasilkan uang. Dia punya naluri bisnis,  tapi picik sekali.” Ucap Tuan Hong sudah mengerti sifat anak dari temanya.
Ayah, lupakan soal rumah sakit hari ini dan temani aku.  Bagaimana kalau makan malam ? Aku hanya akan menyapa beberapa orang, Membereskan junior, dan memasak makan malam.” Kata Ji Hong, Ayahnya pun setuju. 

Dokter Kang berdiri didepan podium dengan gambar operasi ketua Gangster sambil menjelaskan Pasien Lelaki, 35 tahun, masuk IGD dengan kepala yang terluka parah, Saat tiba, kondisi mentalnya dalam bahaya. Setelah dilakukan CT Scan, tulang tengkoraknya pecah dan juga ditemukan pendarahan epidural jadi mereka langsung membawanya operasi. Ji Hong masuk dan duduk dibangku belakang.
Pendarahan epidural bukan hal yang darurat. Kenapa mau buru-buru di operasi ?” kata Yoon Do sinis, Hye Jung percaya diri memberitahu pasien mengalami kejang.
Pasien masih muda dan kondisi mentalnya dalam bahaya saat tiba Kalau dia kejang , bukankah harusnya diperiksa lebih jauh ?” ucap Yoon Do tak mau kalah
Pasien masih sadar sementara karena lucid interval.  Ia kemudian pingsan lalu kami bawa ke ruang operasi.” Tegas Hye Jung, Dokter Kim dan Ji Hong yang mendengarnya terlihat serius.
CT Scan tidak menunjukkan kalau pendarahannya harus segera di operasi.  Apa Kau tidak melakukan kesalahan saat memeriksa kondisinya ?” kata Yoon Do sinis, Hye Jung mengatakan tidak melakukan kesalahan.
Kalau begitu, pasti ada kesalahan lain sampai dia begitu.  Kalau dia memang pingsan, harusnya periksa kembali dengan CT Scan.” Ucap Yoon Do

Pasien terus mengalami pendarahan saat dilakukan operasi.  Ia kehilangan darah lebih dari 50CC. Saat membedah adalah kenyataan bagi ahli bedah.  Kalau anda tidak percaya padaku, maka Aku tidak akan bisa membuat keputusan dalam situasi darurat.” Tegas Hye Jung menatap Yoon Do
Seo Woo yang duduk dibelakangnya menatap sinis, sementara Ji Hong yang mendengarnya tersenyum karena Hye Jung berani bicara walaupun juniornya. Dokter Kim berdiri membenarkan pernyataan Hye Jung, kalau pembedahan adalah kenyataan bagi semua ahli bedah. Jika mereka tidak menghormati bidang yang mereka tekuni, maka siapa lagi yang akan melakukannya dan akhirnya mengakhiri sesi konferensi dan lampu pun dinyalakan.
Aku ingin perkenalkan seseorang.  Profesor Hong Ji Hong.  Silahkan kedepan. Hari ini profesor Hong akan bergabung dengan kita.  Aku yakin kalian semua mengenalnya.  Beliau adalah dokter yang sedang naik daun  di dunia kedokteran saat ini.  Sulit sekali aku memanggilnya kemari.” Ucap Dokter Kim
Ji Hong yang ada diatas panggung menyapa semuanya dengan memperkenalkan dirinya. Hye Jung terdiam melihat mantan gurunya akhirnya bertemu lagi. Semua pun memberikan tepuk tangan yang meriah menyambut kedatangan Ji Hong. Dokter Kim memanggil Seo Woo bertanya Saat ini kau bekerja dibawah siapa, Seo Woo menjawab Dokter Jung Yoon Do.
Dokter Hong Ji Hong dan Dokter Jung Yoon Do akan bekerja dengan fellow Yoo Hye Jung dan fellow Jin Seo Woo. Kalian tentukan ingin di dampingi siapa dan beritahukan aku.  Lalu, Dokter Yoo Hye Jung  dan Dokter Jin Seo Woo.  Jika kalian terpilih oleh mereka,  Aku mohon tolong bekerja dengan baik.” Kata Dokter Kim. Yoon Do melirik Hye Jung yang duduk tak jauh denganya. Hye Jung melirik pada Ji Hong, saat itu juga Ji Hong memberikan senyumanya. 


Hye Jung keluar lebih dulu, dengan Dokter Choi yang terus mengikutinya seperti memiliki kekaguman yang mendalam. Seo Woo keluar paling belakang memanggil mantan gurunya yang keluar bersama Dokter Kim, Ji Hong pun menyapanya karena sudah Lama tak jumpa, sambil berjabat tangan lalu bertanya kenapa Hye Jung bisa disini juga”. Seo Woo tak membahasnya
Aku suka sekali dengan esai anda soal "Neurosurgery"” komentar Seo Woo
Melihat kalian berdua, aku jadi ingat masa lalu. Bagus sekali.” Ucap Ji Hong tertawa dengan wajah malu. Dokter Kim bertanya apakah mereka saling mengenal  
Dia muridku, begitu juga Dokter Yoo Hyejung” kata Ji Hong, Dokter Kim tak percaya mendengarnya.
Menarik sekali kau mengajar pada 2 orang yang jadi ahli bedah syaraf” komentar Dokter Kim
Aku bisa bangga karena murid-muridku.” Kata Ji Hong, Seo Woo pin memohon bantuannya mulai hari ini. Ji Hong pun setuju.
Dokter Jin, kau tidak sedang membujuk agar Dokter Hong memilihmu,kan ?” kata Dokter Kim sedikit menyindir
Ji Hong pikir Seo Woo tahu tidak perlu begitu menurutnya Kalau kau mau kerja denganku, katakan saja. Seo Woo mengatakan masih perlu banyak belajar pada Dokter Jung. Ji Hong pun bisa mengerti dan Mohon juga kerjasamanya mulai hari ini. 

Flash Back
Dokter Jin memerintahkan anaknya untuk mendekati Profesor Hong Ji Hong di departemennya karena tahu Seo woo memang akrab dengan mereka semua Tapi, ayah punya rencana pada Ji Hong. Seo Woo mengerti dengan perintah ayahnya.
Seo Woo memanggil Dokter Kim mengatakan ada yang ingin dibicarakan, Dokter Kim pun mengajak Seo Woo berbicara diruanganya. Seo Woo merasatidak tahu alasan Dokter Kim merekrut Dokter Yoo Hyejung dan tidak ingin menghakimi asal sekolahnya tapi menurutnya Hye Jung saat disekolah.... Dokter Kim langsung memotongnya.
Ya, aku tidak ingin mengungkit soal sekolahnya. Ayahmu sendiri lulusan dari sekolah sejenis tapi sekarang jadi Direktur.  Yang paling penting dari seorang fellow adalah kemampuannya. Karena itu, kita merekrut Dokter Yoo Hyejung.” Jelas Dokter Kim
Dia sudah bekerja sebagai staf bedah di rumah sakit lokal. Dia tidak akan memilih disini kecuali ada motif lain.” Kata Seo Woo curiga  
Aku juga penasaran.  Kenapa Dokter Yoo datang kemari ? Meskipun dirumah sakit kecil, sulit bisa menjadi staf bedah jika masih muda.  Penghasilannya juga bisa tinggi.” Ucap Dokter Kim 

Hye Jung sedang berjalan dilorong, Dokter Choi mendekatinya menetahui Hye Jung hari ini tidak punya pasien luar, Hye Jung mengatakan hanya perlu memeriksa ICU. Dokter Choi pun bertanya Hye Jung ingin belajar dengan siapa duluan. Hye Jung pikir terserah dan membiarkan kedua seniornya yang memilih
Dokter Choi berkomentar Hye Jung ikut keren, Hye Jung melirik bertanya apa keren. Dokter Choi mengatakan tak ada alasan, hanya ingin mengungkapkan kalau Hye Jung itu keren. Hye Jung tersenyum Membuatnya jadi  ingat masa lalu karena Dulu bersikap seperti anak kecil itu apabila dengan wali kelasnya dulu.

Yoon Do datang bersama dengan dokter Kang, Dokter Choi dan Dokter Kang pun langsung menyingkir dan mengintip dari kejauhan. Hye Jung langsung bertanya apakah Yoon Do Sudah tidak menganggapnya melakukan kesalahan dengan melakukan operasi. Yoon Do mengatakan  tidak lihat kondisi pembedahan secara langsung.
“ Karena Pada hal yang tidak kulihat langsung,  maka aku menolak minta maaf.” Tegas Yoon Do
Aku kira anda orang yang sulit, ini mengejutkan.” Komentar Hye Jung, Yoon Do merasa Hye Jung itu sedang mempermainkannya
Anda keras kepala mirip anak kecil.  Awalnya aku sedikit resah dengan sikap pemarah anda tapi sepertinya tidak perlu lagi.  Meskipun tidak melihatnya sendiri, harusnya percaya pada orang.  Sikap dokter saat ini payah sekali.” Kata Hye Jung lalu melangkah pergi
Dokter Choi yang mendengarnya tak percaya Hye Jung berani bicara, Yoon Do tak terima menganggap dirinya itu bukan dokter dan Juniornya itu seperti gangster karena sudah merawat ketua gangster ke IGD dan memperingatkan agar menjaga bicara, karena omonganya itu kurang ajar sekali ?
Dari awal dokter duluan yang begitu. Aku, selalu mengembalikan apa yang kuterima.” Tegas Hye Jung lalu berjalan pergi, Yoon Do memanggilnya dan langsung mendekati Hye Jung.
Dokter Yoo Hye jung. Maaf, soal operasi pendarahan epidural. Sekarang kita tidak punya hutang apa-apa lagi. Aku juga, selalu mengembalikan apa yang aku terima.” Tegas Yoon Do lalu berjalan pergi. 


Seo Woo pun bertanya apa pendapat Ji Hong, Dokter Kim binggung kenapa Seo Woo menanyakan pendapat Ji Hong. Seo Woo menjelaskan tidak bisa cerita karena ini masalah pribadi. Tapi, menurutnya lebih baik departemen  mereka melepaskan dokter Yoo Hyejung.
“Apa Dokter Yoo, membuatmu takut?” kata Dokter Kim menerka, Seo Woo pikir untuk apa merasa takut
Seorang yang dari sekolah tidak terkenal, bisa satu level denganmu. Kau berasal dari keluarga mapan dan sekolah bagus. Jadi kau bersikap begitu.  Orang tidak tumbuh dengan sendirinya.  Dokter Yoo, akan jadi rival yang baik buatmu Apa Kau tahu kalau ada posisi profesor dibuka tahun depan ? Posisinya hanya satu..” Jelas Dokter Kim, Seo Woo terus meremas tanganya.  
Aku akan tunjukan kalau dokter Yoo Hyejung bukanlah rivalku dan penilaianmu salah soal dia.” Kata Seo Woo lalu meninggalkan ruangan
Tidak memberitahu masalah pribadimu padaku sama dengan kau melawanku secara personal daripada jika kau ceritakan.  Ini adalah sisi baru yang kutahu mengenai dokter Jin Seo Woo.” Tegas Dokter Kim Seo Woo hanya tertunduk diam lalu pamit pergi

Hye Jung pergi ke sebuah ruangan dan mencari dari keyword tapi hasilnya [TIDAK MEMILIKI AKSES MEMBUKA DOKUMEN] setelah beberapa kali mengetiknya hasilnya tetap sama. Dokter Choi datang bertanya apakah Hye Jung tidak melakukan pemeriksaan rutin ?
Apa dokter tidak bisa memeriksa berkas pasien ? Di rumah sakit lama aku bisa lihat.” Kata Hye Jung heran
Jika pasien itu orang VIP atau orang terkenal, maka berkasnya tidak bisa dilihat. Kau Mau mencari siapa ?” tanya dokte Choi, Hye Jung menjawab neneknya.
“Lalu Dimana aku bisa mencari berkas perawatan ?” tanya Hye Jung, Dokter Choi menyarankan Tanya saja ke bagian administrasi. Hye Jung pun langsung keluar ruangan, Dokter Choi yakin Pasti ada sesuatu, lalu bertanya-tanya ada apa dengan nenek Hye Jung. 

Hye Jung berjalan di lorong sambil mengingat perkataan bagian admnitrasi Anda tidak bisa melihat berkas Kang Mal Soon. Tingkat keamanannya tinggi. Kalau ingin melihat harus mengajukan permintaan. Meski kemungkinan ditolak.”
Dokter Jin tiba-tiba lewat, melihat Hye Jung dan langsung menghampirinya dan memberitahu kalau kerahnya terlipat, ingin memperbaikinya. Hye Jung dengan cepat memperbaikinya sendiri. Dokter Jin tahu Belakangan ini katanya hal seperti bisa digugat sebagai pelecehan
Termasuk pelecehan jika ada serangan fisik atau ucapan yang melecehkan” kata Hye Jung
Kita saling percaya saja, Dunia sudah banyak berubah.” Ucap Dokter Jin
Aku tidak akan menggugat anda.” Kata Hye Jung ramah
Dokter Jin berkomentar Hye Jung itu orang yang menarik, lalu bertanya darimana asalnya. Hye Jung mengatakan datang dari kota kecil. Dokter Jim menyuruh Hye Jung kerja yang keras, karena Rumah sakit mereka  memberi kesempatan pada pekerja keras dan Kerah baju ini mungkin terlihat tidak penting. Tapi menunjukkan seberapa besar mereka menghormati profesi sebagai dokter. Hye Jung mengangguk mengerti. Dokter Jin seperti tak menyadari kalau Hye Jung adalah cucu dari Nenek Kang. 

Dokter Choi mendorong trolly tiba-tiba ditahan oleh Ji Hong dan bertanya apakah tadi juniornya pergi dengandokter Yoo Hye Jung, karena masih belum punya informasi nomor telpon. Dokter Choi bertanya apakah mau memberikanya.
Ji Hong menanyakan namanya, Dokter Choi pun menyebut namanya Choi Kang Soo tahun pertama, lalu mengatakan kalau   ada pertanyaan katakan saja padanya karena dirinya yang paling banyak tahu soal  Dokter Yoo Hye Jung di rumah sakit ini. Ji Hong tersenyum sambil mengangguk. 

Hye Jung berlatih memukul di dalam ring, pikirannya kembali melayang saat 13 tahun yang lalu bertemu dengan Dokter Jin.
Sayang sekali... Tapi aku tidak merasa bersalah karena sudah berusaha keras. Aku juga sudah mengatasi semuanya sampai selesai.  Kalau kau bisa temukan bukti aku tidak berusaha kerasmaka aku terima kalau dihukum.” Kata Dokter Jin,
Tiap mengingat ucapan Dokter Jin membuatnya memberika tendangan keras. 

Ji Hong memasak makanan dengan sangat lihai memegang wajah lalu menaruhnya diatas piring pasta. Setelah itu menyuruh ayahnya untuk duduk dan segera makan. Ayahnya menyindir anaknya seharusnya makan  jjajangmyeon di hari pindahan. Ji Hong mengatakan Pasta lebih mudah dibuat daripada jjajangmyeon dan berjanji Lain kali dibuatkan. Tuan Hong pikir tak perlu karena menyukai pasta.
Hanya 2 laki-laki, membosankan.” Komentar Tuan Hong, Ji Hong heran kenapa membosankan dan mengejek kalau ayahnya berpikir dirinya itu kurang baik pada sang ayah.
“Apa kau sudah dengar kabar In Joo ?” kata Tuan Hong, Ji Hong mengatakan belum
Dia bercerai,Aku kasihan pada In Joo. Apa Kalau kalian menikah bagus sekali ? Kalian pasti akan saling pengertian.” Kata Tuan Hong, Ji Hong pun menerawang jauh. 

Di bawah hujan deras, In Joo mengatakan Ji Hong itu tidak bermoral.  Ji Hong keluar mobil memanggil temanya menyuruhnya untuk masuk. In Joo mengira mencoba saja sudah cukup tapi ia sudah berusaha keras.
Tapi kenapa kau tidak bisa datang padaku ?” ucap In Joo, Ji Hong meminta maaf.
Kau tidak perlu mengatakannya,  tapi aku tahu siapa yang ada di hatimu. Mau kukatakan siapa ?” ucap In Joo 

Ji Hong sedang asik main mesin boneka dalam rumah, lalu melihat nama Yoo Hye Jung lalu menelp. Hye Jung sedang beristirahat sambil meminumnya, Ji Hong datang mendengar Hye Jung masih suka memukul orang da memberitahu Kang Soo cerita semua, lalu mencoba melompati ring.
Kenapa ingin bertemu ? Besok bisa bertemu di rumah sakit.” Kata Hye Jung heran
Ada yang mengusik pikiranku. Ini hanya bisa diselesaikan sekarang. Kenapa kau selalu menikahkan aku ? ” Ucap Ji Hong
Aku tidak menikahkanmu, Guru memang sudah menikah.” Kata Hye Jin
Ji Hong melihat Hye Jin yang sudah berubah, dan bertanya kenapa lebih mendengar orang daripada dirinyad an memberitahu kalau ia belum  menikah. Hye Jung mengerti Ji Hong itu belum menikah dan memilih untuk pamit pergi. Ji  Hong tak terima dan langsung menariknya.
Hye Jung langsung memelintir tanganya, Jin Hong bisa membalas dengan memeluk bagian dada. Hye Jung sempat kesakitan, Ji Hong menegaskan sudah memutuskan setelah menendangnya karena setidaknya, tidak akan kena hajar darinya. Hye Jung mencoba melawan, tapi Ji Hong sedang menahan dadanya dengan keras, tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang bergejolak.
Tapi akhirnya dengan sekuat tenaga membanting gurunya, dan langsung memberikan teknik Judo memitingnya. Ji Hong bisa melepaskan, ingin membalas tapi Hye Jung kembali membantingnya dan menekan bagian dada. Ji Hong berteriak kalau sudah menyerah, Hye Jung pun melepaskan saat itu juga Ji Hong langsung membalikan keadaan berada diatas tubuh Hye Jung dan menatapnya, Hye Jung terdiam melihat wajah gurunya yang berada tepat diatas tubuhnya.
Masa lalu yang belum selesai selalu akan mencari jalan kembali. Apakah itu cinta atau benci ...Gumam Hye Jung
bersambung ke episode 5 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

21 komentar:

  1. Min sinopsis another miss oh kapan?

    BalasHapus
  2. Good, bakal ngikutin drama ini sepertinya
    Ceritanya menarikπŸ˜€
    Gomawo dee eonnie 😊😊

    BalasHapus
  3. kak sinopsisnya episode 5 kapan kak..
    udah gag sabar ni pengent baca :D
    maaf ya kak ngerepotin, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar...film nya aja baru smp episode 4;
      Episode 5 belum tayang

      Hapus
  4. Makasih kak dyah. Ditunggu lanjutan another miss oh sama beautiful gong shimnya yah

    BalasHapus
  5. Wahh makin seru aja ne ceritanya ..
    Gomawo mbak

    BalasHapus
  6. Wajar aja yah.. rating drama ini selalu tinggi
    Ceritanya bagus dan makin bikin penasaran...
    #ParkShinHye #KimRaeWon

    BalasHapus
  7. Ceritanya benar-benar makin menarik. . Bikin penasaran..
    fighting mbak dee ^_^

    BalasHapus
  8. aku suka banget drakor satu ini...
    makasih ya mbak dee.. ditunggu eps slnjutnya

    BalasHapus
  9. aku suka banget drakor satu ini...
    makasih ya mbak dee.. ditunggu eps slnjutnya

    BalasHapus
  10. aa..suka banget mba😊😊😍😘dtgg lanjutanny y mba..hehe

    BalasHapus
  11. Baper nih,,kpn. Lanjutan_y udh juli jga

    BalasHapus
  12. Aku suka krn sinopsis nya cukup detail... Smngat ya mbaaa... Aku tunggu eps slanjutnya 😚

    BalasHapus
  13. Makasih mba...sinopsisnya detail bngt..πŸ˜€πŸ˜€
    Ditunggu episode 5 nya

    BalasHapus
  14. ayo mb ep 5 nya..penasaran banget

    BalasHapus
  15. Mkah min Dee....ep 5 nya donk πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ™

    BalasHapus
  16. makasih min sinopsisnya.
    ditunggu ep selanjutnya
    semangat :)

    BalasHapus
  17. mba Dhee, gumawo .. kereeenn,.. keren ... n kereeeennn sinopsisnya..

    BalasHapus