Rabu, 01 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 10 Part 1

[Episode 10: Aku Berlari ke Arahmu]

Do Kyung duduk ditaman bermain melihat banyak anak-anak yang sedang bermain ditaman. Tatapan Do Kyung tiba-tiba tertunduk sedih lalu melihat ke taman seperti melihat bayangan dirinya yang digendong oleh ayahnya diatas pundak, lalu berkata “Ayah, aku sudah mengalahkan kau!” sang ayah pun menurunkan Do Kyung
Lalu Do Kyung bisa mengalungkan kakinya di tiang dengan posisi terbalik dengan memberitahu ayahnya kalau sudah bisa melakukan posisi itu sekarang dan bertanya apakah ayahnya bisa melakukannya. Ayahnya mencobanya, dengan tiang yang lebih tinggi bisa melakukan hal yang sama dengan anaknya.

Jenis suara apa yang kau rekam di Pulau Jeju?” tanya Do Kyung kecil
Suara ombak, angin, dan orang-orang. Semuanya” ucap Tuan Park
Ayah, kau menyukai suara-suara itu?” tanya Do Kyung, Tuan Park mengangguk. Do Kyung ingin tahu alasanya.
Karena suara bisa menghilang.” Kata Tuan Park. Do Kyung bertanya balik apakah Ayahnya menyukai hal-hal yang menghilang
Setelah kau tahu bahwa semua hal bersifat sementara maka kau tidak membuang energimu untuk hal-hal yang tidak berguna.” Jelas Ayahnya.
Do Kyung terdiam mengingat kata-kata ayahnya yang sudah meninggal, lalu ia melihat kembali dirinya yang mengajak ayahnya untuk lomba lari dan akan melihat siapa yang menang. Tuan Park berteriak melihat anaknya yang lebih dulu berlari.  Keduanya akhirnya saling mengejar, Ayahnya pun mengendong kembali anaknya sambil berputar-putar, terlihat sangat menyayanginya.
Do Kyung bisa tersenyum melihat kenangan dengan ayahnya, tapi lama kelamaan bayangan kenangan itu menghilang, hanya ada lapangan kosong dan anak-anak kecil yang bermain bola.
Hae Young duduk diam dalam kamarnya, mengingat kejadian kemarin saat Do Kyung mencengkram tanganya dan menahanya dinding, mata mereka sempat menatap dan setelah itu Do Kyung yang menciumnya, dan keduanya melampiaskan semua perasaanya dengan berciuman dan berpelukan, tapi setelah itu meninggalkan begitu saja seperti merasa menyesal.
Hae Young melirik ponselnya yang tak juga berdering, akhirnya hanya bisa berteriak kesal.
Bagaimana kau bisa menciumku seperti itu dan tidak menghubungiku?” teriak Hae Young pada ponselnya sendiri lalu membantingnya.

Akhirnya Hae Young mencuci selimut dengan kakinya, sambil mengumpat Do Kyung bajingan dan berjanji pada dirinya tak akan menelpnya duluan, denga menatap ponselnya apapun yang terjadi tak akan pernah menelpnya lebih dulu. 
Ibu! Apa Cuma segini cuciannya?” teriak Hae Young kesal
Ayahya yang ada di dalam rumah menyuruh istrinya untuk memberikan selimut lainya. Ibu Hae Young dengan wajah menahan amarah menarik selimut dari lemari lalu melemparkan pada anaknya. Hae Young mengeluh ibunya hanya memberikan cucian saja terlihat kesal lalu mulai menginjak kembali.
Jika dia tidak menghubungikuhari ini, berarti sudah berakhir! Aku akan mengakhirinya duluan!” teriak Hae Young pada ponselnya yang ada diatas kursi.

Tiba-tiba ponsel Hae Young berdering, mata Hae Young melotot, langsung berlari dan  terlihat sangat bersemangat. Wajahnya langsung berubah melihat nama yang terlihat dilayar ponselnya. Dengan wajah datar menerima telp dari Tae Jin.
Cuaca di luar bagus. Ayo kita makan. Aku tidak ingin menyia-nyiakan satu hari pun. Berada di penjara telah mengajarkanku beberapa hal. Apa Kau sibuk?” ucap Tae Jin
Ada yang harus kulakukan.” Kata Hae Young, Tae Jin lalu bertanya apa yang sedang dilakukanya.
Aku harus mencuci baju.” Ucap Hae Young, Tae Jin terlihat kecewa mendengarnya, Hae Young menolak hanya karena harus mencuci baju. Tapi akhirnya Hae Young pun menyanggupi Tae Jin untuk datang. Tae Jin bisa sedikit tersenyum tapi dilihat dari wajahnya ada raut wajah kekhwatiran.

Hae Young menarik cucian dengan ember yang sangat besar ke dalam rumah, ibunya mendekatinya lalu bertanya siapa orangnya, Karena siapa anaknya bertingkah seperti sekarang, Apa karena Tae Jin atau tetangganya. Hae Young sempat terdiam mendengar ibunya bisa menebaknya.
Tae Jin atau tetanggamu?” tanya ibunya penasaran
Aku harus pergi keluar.... Ibu, peras ini dan jemurkan.” Kata Hae Young lalu masuk kamar. 
Aku tidak mau menerima mereka berdua! Aku akan membunuhmu jika kau berpacaran dengan mereka!” teriak Ibu Hae Young pada anaknya. Tuan Oh hanya bisa menghela nafas, ibu Hae Young melirik sinis ke arah kamar anaknya.

Perawat memberikan laporan kalau Park Do Kyung juga tidak mau angkat teleponnya. Dokter terlihat gelisah meminta agar perawat memberikan alamat rumahnya saja, setelah itu melepaska jas dokternya dan keluar ruangan prakteknya.
Do Kyung baru pulang ke rumah, langkahnya terhenti melihat sosok orang yang dikenalnya denga kacamata hitam sedang mencium bunga didepan rumahnya. Dokternya tersenyum melihat pasiennya lalu Do Kyung berjalan mendekatinya.
Kurasa ada sesuatu yang terjadi padamu. Kenapa kau tidak datang hari ini?” ucap Dokter lalu meninju dada Do Kyung layaknya teman. Do Kyung hanya menatap datar dokternya. 

Keduanya bertemu di cafe, Dokternya melepaskan jaketnya mengatakan  bukan lagi dokternya untuk hari ini, tapi dirinya sekarang hanya seorang teman dari lingkungan rumahnya. Dengan menyakinkan mengatakan tinggal didekat rumah Do Kyung jadi bisa berbicara santai saja, Do Kyung pun mempersilahkanya.
Aku sudah berpikir sepanjang malam bagaimana harus menjelaskan hal ini padamu. Dengar baik-baik.... Kau saat ini mengalami kecelakaan mobil, dan kau berbaring di jalan” Ucap Dokter, Do Kyung melirik mendengarnya.
Apa itu membingungkan karena aku mengatakan "saat ini"? Yah... Aku mengerti. Memang membingungkan. Kau pikir urutan waktu adalah urutan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan, 'kan? Tapi Ternyata tidak benar.” Kata Dokter
Jika kau menghipnotis seseorang berumur 30 tahun dan membawanya ke 100 tahun yang lalu ...suara yang berbeda muncul dari dirinya. Artinya dia dalam kehidupan yang berbeda. Begitu pun sebaliknya. Jika kau membawanya ke 100 tahun yang akan datang...suara yang berbeda muncul dari dirinya.” Jelas Dokter

Dokter mengartikan pikiran Do Kyung  tidak dibatasi oleh waktu. Hanya tubuhnya yang dibatasi oleh waktu, sementara Pikirannya tahu cerita lengkap hidupnya, dan dalam pikiran Do Kyung Kehidupan itu seperti skenario yang sudah lengkap. Do Kyung terdiam dengan tatapan menerawang, Dokter merasa Do Kyung melihatnya itu seperti orang gila
Do Kyung hanya diam saja, Dokter pikir pasti akan dianggap gila jadi lebih baik menghentinya. Do Kyung mengaku penjelasannya itu menarik dan meneruskanya.  Dokter menegaskan hampir mati untk membicarakanya karena takut akan dianggap sebagai orang aneh, jadi meminta Do Kyung untuk mendengakan baik-baik.
Orang spiritual biasanya sensitif terhadap pikiran mereka. Tapi kau tidak spiritual. Kau punya kasus berbeda. Kau tidak bisa melihat segala sesuatu dari masa depan tapi kau hanya melihat beberapa bagian tertentu. Hanya seorang wanita.” Ucap Dokter,
Do Kyung mengingat saat di pengelihatanya hanya melihat Hae Young di banyak orang yang berjalan lalu mereka berpapasan, senyuman Hae Young dan saat Hae Young mengambil dompetnya yang menyeberangi jalan tanpa takut tertabrak.

Saat ini, kau berada dalam  sebuah kecelakaan mobil dan kau merindukan wanita  itu sebelum kau mati. Aku membingungkan lagi dengan istilah " Saat ini," kan ?.... Baiklah. Anggap saja "tidak lama lagi."” Ucap Dokter
Meskipun pikiran tidak dibatasi oleh waktu, kita melihat hal-hal dari perspektif tubuh kita. Untuk membuatnya lebih mudah,  anggap saja " tidak lama lagi." Kau tidak lama lagi berada dalam  kecelakaan mobil dan saat sekarat kau menatap langit diatas dan merindukan wanita itu. .” Jelas Dokter, Do Kyung merasakan kepalanya berdarah dan tergeletak di aspal, terdengar bunyi sirine dan dilangit terlihat lampu jalan.
Karena perasaanmu pada wanita itu begitu dalam, maka kau mulai melihat visi wanita itu, bahkan sebelum kau berjumpa dengan dirinya di kehidupan nyata.  Kenapa seperti itu ? Karena pikiran kita tahu segalanya tentang kisah hidup kita, Tidak sulit bagi pikiran kita melakukan ini.” kata Dokter dengan mengembu-gebu
Kesimpulannya ... Aku tidak lama lagi akan meninggal  saat aku sekarat merindukan wanita itu ?” ucap Do Kyung dengan mengetuk-ngetuk jari di meja,
Dokter mengangguk membenarkan, Do Kyung dengan memanggilnya Hyung mengumpat kalau Dokternya itu memang gila. Dokter hanya bisa menghela nafas sambil memukul kepalanya. 

Hae Young menaiki bus sambil menatap ke jendela dengan tangan yang disatukan terlihat gugup. Lalu ia meneka bus untuk berhenti dan turun dari pintu belakang.
Ia menelp Tae Jin meminta Maaf karena Hari ini sepertinya tidak bisa, dengan alasan ada ada urusan pekerjaan mendadak. Tae Jin seperti ingin menunggu, Hae Young mengatakan kalau mungkin akan lama dan kembali meminta maaf.
Tae Jin sudah duduk direstoran menunggu Hae Young datang, dimeja sudah disiapkan piring seperti candle light dinner. Wajahnya sedih karena Hae Young menolak ajakan makanan, tak seperti sebelumnya. 

Dokter mengantar Do Kyung sampai ke depan cafe, Do Kyung pamit pergi meninggalkanya. Dokter berteriak mengajak untuk mengatasi bersama-sama dan mungkin ada kesimpulan yang lain. Do Kyung tak peduli memilih untuk terus berjalan, Dokter pun terlihat menyesal dengan membenturkan kepala di dinding.
Kesimpulannya ... Aku tidak lama lagi akan mati saat sekarat aku merindukan wanita itu ? gumam Do Kyung berjalan melalui gang.
Langkahnya terhenti melihat dinding saat bertengkar dan akhirnya berciuman dengan Hae Young. Ketika akan kembali berjalan, ia melihat sosok waktu yang bersandar di dinding dengan bicara bahasa prancis. Do Kyung memilih untuk mengacuhkan, tapi perasaanya tak tega langsung membalikan badanya melihat kakaknya yang masih bicara sendiri dengan bahasa prancis.
“Apa kau Tidak ikut ?” ucap Do Kyung, Soo Kyung membalas Tidak ikut dengan Bahasa Perancis
“Apa Tidak pulang kerumah ?” teriak Do Kyung kesal, Soo Kyung pun berjalan pulang mengikutinya. Do Kyung mengomel Soo Kyung mau sampai kapan mabuk-mabukan begitu.
Kalau aku sadar dan tidak mabuk ...  hidupku terasa sangat memalukan. “ kata Soo Kyung yang menangis sambil menutupi wajahnya dengan topi. 

Soo Kyung tak pulang malah berjongkok digang, teringat kembali saat terbangun dari mabuk melihat Jin Sang yang tidur bersamanya hanya mengunakan pakaian dalam saja, lalu ia berusaha untuk melupakan dengan mengeleng-gelengkan kepalanya.
Jin Sang pulang dengan meminum air putih dalam botolnya, melihat Soo Kyung sendirian di gang langsung menghampirinya dengan menyanyikan “Congratulations... And celebration.” Soo Kyung bertanya apakah ia akan menikah. Jin Sang kaget bertanya Soo Kyung bisa tahu darimana.
Hyung kenalanku, ingin menikah dengan nuna !” ucap Jin Sang nampak sedikit mabuk, Soo Kyung mengumpat Jin Sang itu ingin mati mengatakan hal itu.
Dengar dulu… Tipe ideal hyung itu, adalah wanita yang kuat ! Wanita yang bisa memukul, mencakar, memanggang dan menendangnya.  Dia tergila-gila dengan wanita seperti itu.  Yang paling penting, dia tidur sambil duduk.  Hebat, kan ?!” cerita Jin Sang tertawa bahagia. Soo Kyung menatapnya.

Dia punya apartemen ukuran 52 pyong. Gaji tahunannya 220 juta won.  Orang tuanya sudah meninggal dan tidak punya kakak maupun adik.  Menurutnya, dia adalah lelaki tampan.  Ikuti saja arus yang ada dan menikah.  Hyung itu bilang nuna hanya perlu bawa sendok.  Melihat lelaki sempurna untuk nuna, membuat hatiku senang hari ini.  Jadi aku minum-minum.” Cerita Jin Sang yang terlihat sedang buang air kecil
Soo Kyung panik langsung memalingkan wajahnya ketika melihat dari belakang, Air mulai mengalir ke arahnya. Soo Kyung mulai mengumpat Jin Sang itu sudah gila. Jin Sang mulai berputar, Soo Kyung pun membalikan badan tak ingin melihatnya, dengan kesal karena Jin sang berpikir dirinya itu laki-laki yang bisa diajak sambil buang air kecil. Jin Sang terlihat binggung.
Meskipun kau tidak melihatku sebagai perempuan ... Kau tidak boleh begini padaku.  Aku ! Adalah perempuan !  Perempuan !” teriak Jin Sang lalu berlari pergi meninggalkanya.
Yah, memang kau perempuan.. Ahh dia pasti malu-malu, padahal aku cuma menyuruhnya menikah.” Ucap Jin Sang ternyata tadi hanya membuang air minumnya dalam botol dan kembali menyanyikan lagu “Congratulations. And celebration. Nuna-ku akhirnya akan menikah.

Do Kyung minum bir sendirian dikamarnya langsung dari botol, sementara Soo Kyung minum dengan Hee Ran di sebuah bar. Hee Ran tak percaya ternyata si manusia yang bernama Do Kyung menciumnya di jalan, menurutnya pria itu pasti meledak dan benar-benar menyukai temanya.
Tapi dia belum menelpon !” teriak Hae Young kesal
Tunggu saja.... Dia pasti akan menelpon.  Setelah bermasalah dengan satu Oh Hae Young,  llalu dia ketemu Oh Hae Young lain.  Dilihat dari kepribadiannya yang monoton,  mka dia tidak mudah menerimanya. Apalagi kalian berdua saling kenal. “ jelas Hee ran, Hae Young rasa itu bukan hal besar.

Kau juga awalnya ragu karena dia mantan Oh Hae Young.  Aku yakin Dia 100% suka padamu  tapi dia butuh waktu meyakinkan dirinya untuk bisa bersama denganmu di depan semua orang.  Dia sepertinya bukan tipe orang yang suka merahasiakan hubungannya atau sejenisnya.” Komentar Hee Ran
Bagaimana dia bisa menahan diri ? Aku seharipun tidak bisa.  Aku merindukan terus ... tapi Bagaimana dia bisa tahan ?” ucap Hae Young heran
Tunggu saja.  Jangan menerobos dan memaksa dia.  Beri dia waktu untuk membuat keputusan.  Kau, dengar baik-baik nasihat eonni.  Dia sudah jatuh ketanganmu dan akan datang.” Kata Hee Ran tersenyum penuh keyakinan 



Hae Young berdiri didepan rumah Do Kyung menatap kamar dilantai atas dengan lampu yang menyala lalu seperti ia sudah tak bisa menahanya dan akhirnya berjalan ke depan pintu kamarnya. Tapi akhirnya membalikan badan tak ingin masuk rumahnya.
Beberapa hari bolak balik ingin membuka pintu tapi mencoba menahanya, akhirnya ia duduk lemas di depan pintu rumahnya,  bertanya-tanya kenapa Do Kyung itu  menahan diri sendiri, bahkan bisa tahan dengan perasaannya sendiri.
Kalau kau suka aku, berarti kau menyukaiku  Kenapa harus berhati-hati sekali ?” keluh Hae Young kesal sendiri, akhirnya meningalkan rumah Do Kyung


Sementara Do Kyung dikamarnya sudah meminum banyak botol bir, dan berbaring di sofa dengan mata terbuka, mengingat kembali kata-kata dokternya “Saat ini, kau sedang kecelakan dan saat sekarat kau merindukan wanita itu.” Ketika menutup matanya, bunyi suara tabrakan terdengar.
Do Kyung terbaring diaspal dengan luka dibagian kepala dan matanya menatap lampu jalan yang bersinar diatasnya, dengan bunga-bunga sakura yang bertaburan, terdengar suara orang yang menanyakan keadaanya. Bayangan Hae Young datang yang berjalan menyebarangi jalan. Do Kyung masih saja tergeletak dengan kepala berdarah tanpa ada yang menolongnya.

Mata Do Kyung terbuka, dan ia masih ada didalam kamarnya, seperti haya mimpi yang datang, lalu memiringkan tubuhnya untuk menenangkan dirinya. Do Kyung bangun pagi, minum kopi dari botol minumnya, saat akan mengambil tasnya botol minumnya tiba-tiba jatuh tanpa alasan.  Ia pun masih terlihat santai dengan mengambalikan botol minumnya keatas meja lalu pergi bekerja. 

Anna keluar dari minimarket sambil menelp bertanya keberadaan pacarnya, lalu ia menjerit bahagia melihat Park Hoon di dekat minimarket sambil berlari ke arah pacarnya. Park Hoon langsung memanggulnya dan berputar-putar, tapi setelah itu pinggangnya terasa sakit karena umur. Anna melihat keadaan pacarnya yang tak baik.
Park Hoon tersenyum lalu saling berpelukannya, Anna mengaku sangat merindukannya, Park Hoon dengan gaya imut juga merindukan pacarnya. Anna pun dengan wajah serius mengajak mulai hari ini untuk tinggal bersama saja, wajah Park Hoon langsung berubah. Anna langsung membenturkan kepalanya mengumpat Park Hoon itu penakut. 

Anna baru selesai melayani pelanggan langsung berlari dengan membawakan sebuah berkas dan langsung memeluk Park Hoon dari belakang, Ia mengaku senang sekali karena Park Hoon itu menjadi pacarnya da n akan mengancam akan membunuhnya apabila berpacaran dengan wanita lain. Park Hoon melepaskan pelukanya lalu mendudukan Anna disampingnya lalu bertanya apakah menyukainya, Anna mengaku sangat menyukainya melihat Endingnya bagus sekali.
Setelah dia membunuh semua orang,  dia mengambil pembuka botol yang berbalut darah. Lalu ia membuka sebotol bir dan meminumnya.” Ucap Anna sambi memperagakan penuh semangat anak muda
Ini bisa langsung kuperlihatkan ke produser, kan ?” kata Park Hoon, Anna menyuruh untuk menunjukkan sekarang juga dan merasa yakin akan sukses besar.

Ada produser yang bekerja dengan beberapa sutradara baru.  Aku sebagia pengarah suara di film buatan orang itu.  Begitu wanita itu menyetujui ini,  maka akan langsung jadi sutradara terkenal.” Ucap Park Hoon, Anna cemburu mendengar Park Hoon yang akan berkerja dengan wanita.
“Hei.. Setengah dari populasi dunia isinya wanita. Tapi hanya kau wanitaku.” Kata Park Hoon mengodanya sambil mencubit pipinya, Anna melepaskan tangan pacarnya dengan kesal. 
Bukannya kau bilang ibumu adalah produser juga ? Kenapa tidak kerja dengan ibumu saja ?” ucap Anna,
Park Hoon memikirkan tentang ibunya seperti hanya bisa mengeluarkan suara. Anna binggung maksud dari ucapanya itu. Park Hoon hanya mengeluarkan suara tak jelas mengartikan tentang ibunya. 

Seorang wanita masuk ke dalam ruangan,  Tuan Jang menyambutnya dengan pakaian santai. Si cantik Hae Young menyapa dengan ramah, Tuan Jangmenceritakan Karena lehernya sedang sakit jadi tidak bisa main golf di cuaca yang indah dengan memperagakan gaya bermain golfnya, salah seorang penjaga mengangkat jempol mengatakan “Good Shot !” Tuan Jang pun mengajak Hae Young untuk ikut denganya.
Dia paling pandai memuji, Bulan depan aku akan memecatnya. Ahh.. Tapi sepertinya bulan ini saja dipecat.” Kata Tuan Jang, Hae Young hanya tertawa mendengarnya.
“Apa Hari ini mau satu permainan ?” kata Tuan Jang, Hae Young mengangguk setuju. 

Tuan Jang bermain baduk sambil makan es krim, nafasnya terhenti melihat jalan Hae Young yang menghambat jalannya. Lalu bertanya Kalau AlphaGo dan aku main omok, kira-kira siapa yang menang. Hae Young dengan sangat yakin sudah pasti AlphaGo yang menang.
Bagaimana kalau menjentikkan?” kata Tuan Jang, Hae Young tetap menjawab AplhaGo.
Wah, ahh... aku bisa menang kalau main apa yah kira-kira ?” keluh Tuan Jang gemas
Kenapa dipikirkan ? Beli satu saja dan gunakan sendiri.” Saran Hae Young, Tuan Jang membenarkan karena itu sangat menyukainya.
Aku suka padamu ... Tapi kudengar kau nyaris menikah dengan Do Kyung, Apa itu benar ? Kenapa kalian putus ?” tanya Tuan Jang, Hae Young terdiam raut wajahnya terlihat sedih dan tertunduk.

Tuan Jang pikir kalau memang Hae Young  tidak mau cerita tak apa karena Bukan itu yang penting.  Tapi Kalau  nanti ia menikah dengan ibunya Do Kyung artinya putri tirinya dan calon putra tirinya punya sesuatu. Walaupun mereka  tidak ada hubungan darah tapi Hae Young sudah tahu bagaimana gosip beredar dan para wartawan akan mengarang cerita dan menyebarkannya.
Ibu Do Kyung ngotot kalau kalian berdua sudah selesai.  Apa benar sudah selesai ?” tanya Tuan Jang penasaran
Hae Young terdiam mengingat kata-kata Do Kyung setelah main pingpong bersama Aku sudah baik-baik saja. Kalau aku melihatmu di jalan aku bisa menyapamu sambil tersenyum. Lebih dari ini akan aneh. Sebaiknya sampai disini saja.”

Tuan Jang melihat raut wajah Hae Young berpikir itu pasti belum selesai, Hae Young mengatakan kalau semuanya sudah selesai tapi mengakui masih suka padanya. Tuan Jang hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil meminum es krimnya. Hae Young berjalan pulang dengan menaiki mobilnya, tatapanya terlihat kosong saat meyentir sambil bergumam.
Aku kira semua akan selesai saat lukaku sudah sembuh. Aku kira bisa berjalan sendiri saat aku sembuh.
Hae Young tiba-tiba merasakan Do Kyung duduk disampingnya mengaku sangat mual karea Mendengar suara tinggi dari artis terbaik bulan ini.

Flash Back
Do Kyung menceritakan Setiap bekerja dengan aktor yang suaranya menyebalkan, kupingnya sakit sampai film itu selesai. Hae Young yang menyerti mobil pikir seperti itu juga, Do Kyung menoleh mengatakan ingin telinganya stirahat, dengan mendengar suara pacarnya, lalu menyadarkan ke bahunya.
Ada lelaki bernama Park Do Kyung.  Dari semua suara yang ada di dunia ini, dia paling suka dengan suara Oh Hae Young.  Setiap dia mendengar suara Hae Young, dia akan perlahan terlelap.  Dia sangat menyukainya Sepenuh hati.” Ucap Hae Young berbicara sambil mengelus wajah Do Kyung yang bersandar padanya.
Hae Young menangis mengingat kenanganya dengan Do Kyung dan sekarang mantan pacarnya itu dekat dengan Hae Young lainya dan terlihat sudah sepenuh hati menyukainya. 

Hee Ran menghela nafas melihat judul skenarionya “Pembuka Botol Yang Bergairah” dan didepanya duduk Park Hoon sambil meminum ice americanonya. Lalu ia mengatakan akan membacanya perlahan-lahan Tapi, menurutnya judulnya harus diubah karena Kedengarannya tidak berkelas. Park Hoon sempat tersedak karena mendengarnya.
Ah ya. Begitu yah...  Tapi kalau skenarionya dibaca, kau tahu kalau ini sesuai.  Ini tentang lelaki yang bertarung demi harga diri, yang disebabkan oleh sebuah pembuka botol.  Kepicikan lelaki dan Noir.” Jelas Park Hoon
“Ini tentang Kepicikan lelaki dan Noir, Kedengarannya menarik.” Kata Hee Ran

Ya, pasti menarik sekali.  Tapi, mengenai kakakku ... tolong rahasiakan. “ ucap Park Hoon berbisik
“Ngomong-omong, Presdir Park belakangan ini sibuk apa ?” tanya Hee Ran penasaran, Park Hoon mengatakan sama saja kakaknya itu Marah-marah dan emosian. 
Nyonya Heo melihat anaknya yang baru keluar studio, memastikan Do Kyung akan datang ke ultah Ketua Jang yang ke 70, Do Kyung bertanya untuk apa datang ke acara itu. Nyonya Heo kembali mengungkit anaknya yang sudah menggunakan Tuan Jung saat butuh Tapi kau tidak mau ke pesta ultahnya.
Dia sudah membantumu sekali, Tuan Jang membantumu merusak bisnis seseorang. Dia lelaki yang berhubungan dengan ibu.  Kenapa kau tidak pergi ?” Kata Nyonya Heo, Do Kyung berhenti berjalan didepan ruangan.
Berikan saja dia 1 atau 2 juta won dan Bawakan dia benda yang bagus serta langka, Bukan benda pasaran. Supaya ibu tidak malu. yah ?” rengek Nyonya Heo

Do Kyung tak menanggapinya lalu membuka pintu ruangan studio tak ada orang, Park Hoon tiba-tiba masuk meminta jalan diantar ibu dan kakaknya,  Do Kyung bertanya apakah sudah selesai rekaman. Park Hoon mengatakan  Hampir selesai. Do Kyung terlihat kesal, Park Hoon menyakinkan sebentar lagi pasti akan selesai.
Sepertinya, dia akan mengenalkan ibu ke rekan-rekannya di pesta itu.  Sebagai tunangannya.” Kata Nyonya Heo dengan bangga, kembali mengikuti anaknya berjalan.
“Kau Bisa berhenti, tidak ? Dua pernikahan apakah tidak cukup ?” ucap Do Kyung geram
Kau ini kenapa? Ini bukan cuma demi aku.  Kau bisa jadi punya ayah yang kaya.” Ucap Nyonya Heo membela diri
Apa aku anak kecil ? Buat apa aku butuh ayah di usia sekarang ?” kata Do Kyung
Orang lain rela membunuh agar bisa dekat dengannya, Harusnya kau berterima kasih.” Ucap Nyonya Heo

Kau bisa pulang kerumah dan hidup seperti keluarga normal. Usiamu juga sudah begini.  Lelaki tua itu selalu punya masalah perempuan ...” kata Do Kyung berusaha menyadarkan ibunya.
Kalau aku tua dan miskin ? Apa Kau mau merawatku ? Berapa banyak yang kau kasih ke aku tiap bulan ?! Anak jahat ! "Masalah perempuan" semuanya hanya gosip.  Dia tidak pernah bertemu perempuan lain sejak denganku !” teriak Nyonya Heo lalu meninggalkan anaknya dengan menahan tangisnya.  
Do Kyung berjalan keluar kantor sambil melamun, ketika akan menyebarang tak melihat ada mobil yang melaju dengan kencang dan bisa berjalan cepat mundur menghindari tertabrak mobil. Si pria tambun turun dari mobil, langsung membungkuk meminta maaf dan benar-benar menyesal.
Aku tidak tahu kalau itu presdir.” Kata si pria tambun
Kalau orang lain bagaimana ? Apa tidak masalah ?!” teriak Do Kyung marah, Si tambun hanya bisa terus meminta maaf. Do Kyung meninggalkanya dengan penuh amarah.
Do Kyung masuk ke kedai kopi memesan es Americano double shots, matanya lalu melirik ke arah seorang wanita yang dikenalnya, Hee Ran sedang duduk di sendirian sambil membaca skenario lalu berkomentar kalau itu konyol dengan menahan tawanya.
Akhirnya Do Kyung menghampirinya menyapanya, Hee Ran sedikit terkejut membalas sudah lama tak bertemu lalu mengaku kadang dengar tentang Do Kyung dari Hae Young dan merasa belakangan ini pasti Do Kyung sibuk. Do Kyung melirik ke ara berkas yang dibaca Hee Ran tertulis nama Adiknya, Park Hoon.
“Apa Kau membaca sesuatu yang menarik ?” ucap Do Kyung melirik ke arah berkas diatas meja, Hee Ran panik berusaha menutupinya.
Dia memintaku merahasiakan ini dari kakaknya,  Apakah Bisa berpura-pura tidak melihat ?” ucap Hee Ran, Do Kyung bertanya apakah buruk sekali.

Yah, kita tidak bisa berharap banyak dari sutradara baru.  Ini mirip sekali dengan Hoon”komentar Hee Ran
Barusan kau membacanya sambil menghina.” Kata Do Kyung
Aku tidak menghina,Tapi kau pasti sudah tahu, Ini tentang Level penulisannya. Sejujurnya Aku tersinggung, Aku membaca ini karena dia minta tolong padaku.  Kenapa rasanya aku sudah  bersalah besar kepadamu ?” ucap Hee Ran melempar berkas sekenario diatas meja, Do Kyung hanya bisa menghela nafas. 


Do Kyung membaca skenario dengan penulisan percakapan yang kaku "Aku datang mengambil milikku” lalu [Adegan 2 : Malam], kepalanya hanya bisa mengeleng membaca skenario yang dibuat adiknya. Park Hoon masuk dapur merasa sangat kelaparan, tapi ia akan makan jokbal setelah Anna pulang kerja sambilan, jadi lebih baik makan ramyun saja dan menawarkan kakaknya untuk makan ramyun bersama. Do Kyung hanya diam.
Park Hoon kembali menanyakan kakaknya mau tidak, Do Kyung tetap diam dengan memegang lehernya. Park Hoon memperingatkan kakaknya tak boleh minta nanti. Do Kyung bertanya diberikan pada siapa berkas ini dengan menunjuk skenario ke atas meja. Park Hoon bertanya apa maksudnya dan melihat judul skenario diatas meja.
Ini dapat dari mana ? Siapa yang kasih ?” tanya Park Hoon binggung, Do Kyung bertanya diberikan ke siapa saja
Hanya produser Kim Hee Ran...." ucap Park Hoon lalu duduk 

Hyung aku ...  Aku ingin mencoba sekali dan tidak akan keluar sekarang.  Aku akan melakukannya perlahan-lahan ...” kata Park Hoon akan mengambil kembali skenarionya, Do Kyung meminta adiknya untuk menghentikanya. Park Hoon merengek pada kakaknya.
Berapa tahun kau kerja jadi kru film ? Kau hanya dibayar 5-6 juta won/tahun. Kau harus membujuk sutradara dan melakukan semua pekerjaan keras. Mereka tidak memberimu makan dan Kau bekerja hanya cuma-cuma. Setiap kau membawa skenario, kau harus memohon seperti pengemis.  Kau harus memohon seperti tidak punya harga.  Kau melakukan itu selama 8 tahun. Tapi masih mau melakukannya juga?” kata Do Kyung mencoba menyadarkan adiknya. Park Hoon kembali ingin protes
Kalau kau belajar dariku, kau bisa mencari nafkah Dan kau tidak akan direndahkan.” Ucap Do Kyung  
Setidaknya aku ingin coba sekali !” rengek Park Hoon dengan nada tinggi
Tulisanmu memalukan ! Kau tidak bisa melakukannya, ini Memalukan.  Makanya cepat sadarkan dirimu. “ teriak Do Kyung tak bisa lagi menahan amarahnya, melempar skenario adiknya.

Park Hoon berkaca-kaca menahan amarahnya dengan mengepalkan tanganya, merasa tak percaya kakaknya bisa berkata seperti itu pada adiknya, menurutnya Skenario yang lebih buruk darinya saja  bisa dijadikan film bahkan Orang datang dan menontonnya. Ia tak setuju dengan kakaknya yang berkomentar kalau yang dilakukan itu Memalukan
Hidup kita memang sudah memalukan ! Bukankah begitu ? Hidup saja sudah memalukan.  Makan juga memalukan.  Dan aku malu mendengar  kalau aku ini memalukan ! Apa salahnya memalukan ? Apa memalukan hukuman mati ?” ucap Park Hoon sambil berjalan mendekati kakaknya.
Hyung, tidak tahan dipermalukan, kan ? Tidak bisa, kan ?Aku tidak akan mati karena malu Makanya aku pemenang. Apa kau tahu itu? Aku akan dihukum oleh orang-orang, Mendengar mereka mengkritik tulisanku.  Dan hidup memalukan ! Jadi biarkan saja !” teriak Park Hoon akan berjalan pergi, Do Kyung menahanya.

Aku tidak bisa melihatmu diremehkan orang ! Makanya belajar mengarah suara dariku, bocah !” teriak Do Kyung menahan adiknya.
Hyung ... Apa Kau kira orang respek padamu? Mereka itu menghinamu.  Lalu apa gunanya bersikap sok hebat ? Kau hanya hidup sekali.  Biarkan aku melakukan yang ku mau !” teriak Park Hoon melepaskan tangannya lalu keluar dari rumah. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


3 komentar:

  1. Terimakasih sinopsis y..seru bgt cerita y 😀😀

    BalasHapus
  2. Masih belum ngerti maksud dokternya Do Kyung apa... Yang paham jelasin lagi tapi lebih singkat hehe :)

    BalasHapus