Senin, 27 Juni 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 13 Part 2

Dan Tae melamun di kamarnya, terdengar suasa Gong Shim yang memanggil namanya. Dan Tae pun menyuruh masuk karena pintu tak dikunci. Gong Shim melihat Dan Tae  yang pulang lebih awal. Dan Tae mengatakan baru saja masuk ke rumahnya. Gong Shim memperlihatkan tiket film (The Odd Couple)
Aku punya tiket film, Pemilik restoran nakji memberikan ini kepadaku. Kupikir dia memberikannya kepada aku karena tiket ini hanya berlaku sampai hari ini. Kau harus pergi menontonnya. Kalau tidak, tiket itu akan sia-sia.” Ucap Gong Shim, Dan Tae bingung
Kau harus pergi menontonnya. Kau bisa pergi, tapi aku tidak perlu melakukannya. Jangan merasa tertekan, dan ambil satu.” Ucap Gong Shim dengan mata berbinar-binar menaruh tiket ditangan Gong Shim
Banyak yang harus aku lakukan hari ini, jadi kurasa aku tidak bisa pergi. Kau harus memberikannya kepada orang lain.” Ucap Dan Tae
Gong Shim mengerutu dalam hati karena Dan Tae tidak bisa dikecoh dengan tiket itu, lalu menyuruhnya buang saja karena tak memerlukanya, dan tak mempermasalahnya, lalu mengipas wajahnya yang terasa panas. Dan Tae menatapnya, Gong Shim pun pamit pergi dengan memberikan kode tiket yang tak akan digunakan. 

Dan Tae terdiam mengingat ucapan Gong Shim Aku tidak akan peduli apa yang kau pikirkan...mulai sekarang. Bahkan jika kau tidak memberiku lampu hijau, Aku hanya akan tetap berjalan lurus ke depan.
Malam harinya, Dan Tae kebinggungan melihat ponsel dan juga tiket ditanganya. Sambil berbicara sendiri kalau masih ada waktu sampai filmnya diputar dengan senyuman memikirkan kalau melupakan semuanya dan pergi menonton.
Tapi akhirnya menyadarkan dirinya tak boleh melakukan, karena semua tidak akan berakhir dengan film, karena tidak akan mampu menjaga perasaannya lagi. Ia akhirnya mengambil beberapa buku tebal lalu menyelipkanya dan mengacak-ngacak bukunya, sengaja membuatnya binggung dan tidak akan bisa tahu.

Suara langkah sepatu terdengar menaiki tangga, Dan Tae bisa mendengar suara Gong Shim yang datang, lalu berpikir apa yang harus dilakukan akhirnya dengan panik mencari tiket yang terselip dibukunya, tapi tak menemukan sama sekali. 
Gong Shim menyiram bunga di atap rumahnya, Dan Tae keluar rumah menyapanya. Gong Shim memberitahu  akan memberikan satu ke restoran nakji, lalu meminta Dan Tae memilih tanaman yang terbaik. Dan Tae memilih tanaman yang berwarna merah, Gong Shim pun setuju akan memberikanya. Keduanya tiba-tiba terdiam, Dan Tae ingin membahas tentang tiket tapi Gong Shim langsung memotongnya.
"Tidak apa-apa, Sudah aku katakan tidak masalah, Jangan terlalu khawatir. Kalau kau tidak menginginkan sesuatu, kau bisa langsung memberitahuku. Aku lebih suka seperti itu. Aku benar-benar tidak masalah sama sekali” ucap Gong Shim dan akan pergi.
Tunggu.... Tidak, bukan itu.  Apa yang ingin aku katakan adalah...” kata Dan Tae tapi Gong Shim kembali menyela
Kau tidak perlu merasa menyesal. Itu tidak penting Ini hanya berarti bahwa aku gagal hari ini, Aku akan pergi sekarang.” Kata Gong Shim lalu buru-buru pergi.
Aku adalah orang yang gagal.” Ungkap Dan Tae sedih melihat tiket karena seharusnya bisa menonton dengan Gong Shim 

Gong Shim sudah menunggu di depan minimarket, ketika melihat Dan Tae baru keluar rumah langsung menghampirinya bertanya mau kemana. Dan Tae mengatakan akan pergi untuk memotong rambut. Gong Shim mengatakan selalu ingin memberi saran untuk rambut Dan Tae jadi itubagus.
Aku juga harus menata rambutku, jadi Aku akan ikut denganmu.” Kata Gong Shim penuh semangat
Apa kau pergi ke salon untuk wigmu?” ucap Dan Tae menarik rambut wig tetanganya, Gong Shim mengatakan tidak karena akan pergi dengan rambut aslinya dan mengajak segera pergi.
Aku pergi ke toko tukang cukur.” Ucap Dan Tae, Gong Shim cemberut mengataakn Dan Tae itu sangat kejam. Dan Tae dengan wajah datar mengajak Gong Shim pergi saja. 

Dan Tae pergi ke salon sendirian, tak sengaja disampingnya Tuan Gong ada juga di salon khusus pria, lalu bertanya apakah akan potong rambut juga. Tuan Gong mengatakan untuk mendapatkan pengobatan dan anaknya yang menyarankan untuk merawat rambutnya dan memuji Gong Shim memang anak yang baik. Gong Shim akhirnya datang dibelakangnya sambil mengedipkan mata genitnya.
Tolong beri ayahku banyak nutrisi untuk rambutnya.” Ucap Gong Shim pada pegawai salon.
“Lalu Untuk orang ini, kalau kau memotong bagian sisinya terlalu pendek, dia akan terlihat seperti orang tua Dan jika poninya terlalu panjang, maka dia akan terlihat aneh, itu tidak akan bagus. Tapi kalau terlalu pendek, itu akan membuatnya terlihat bodoh. Sementara Dia memiliki terlalu banyak rambut di sini, jadi terlihat mengembang. Itu membuatnya terlihat buruk. Jadi tolong beri dia potongan rambut yang bagus.” Ucap Gong Shim terlihat cerewet.
Dan Tae hanya bisa melonggo mendengar ucapan Gong Shim, pegawai salon pun bertanya model potongan rambutnya. Dan Tae hanya mengatakan Sama seperti yang dikatakan Gong Shim tadi. 

Pegawai pun mulai mencukur rambut Dan Tae, tiba-tiba Gong Shim berteriak meminta Jangan memotong terlalu banyak di bagian sisi samping. Dan Tae kembali melonggo, Gong Shim pun tersenyum melihatnya. Dan Tae akhirnya diminta untuk keramas setelah di potong.
Gong Shim menerima telp dari ibunya, dengan wajah khawatir mengataakn Aku akan segera ke sana hanya membutuhkan waktu lima menit. Setelah itu pamit pada ayahnya, karena harus pergi membeli sprei musim panas bersama ibu. Tuan Gong pun mempersilahkan untuk pergi. Gong Shim sedih karena harus meninggalkan Dan Tae. 

Dan Tae keluar ruangan setelah keramas dan tak melihat Gong Shim duduk dibangku, Tuan Gong mulai bercerita akan melakukan perjalanan bisnis untuk menggambar. Dan Tae binggung, Gong Shim akan melakukan sebuah perjalanan bisnis?
Pemilik restoran nakji itu... memperkenalkan dia ke restoran sashimi di pinggiran kota. Anakku sangat bersemangat untuk mendapatkan uang dari gambarnya.” Cerita Tuan Gong, Dan Tae pikir itu berita bagus.
Tapi aku dan istriku harus pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan besok. Aku merasa buruk karena tidak bisa mengantarnya karena Dia pasti memiliki banyak barang bawaan.” Ucap Tuan Gong khawatir.
Kalau begitu aku akan pergi bersamanya.” Kata Dan Tae dengan senyuman bahagia.
Aku mengatakan kepadanya untuk meminta bantuanmu, tapi dia mengatakan kepadaku bahwa kau sedang sangat sibuk.” Kata Tuan Nam
Untungnya, besok aku punya cukup waktu luang.” Ucap Dan Tae, Tuan Nam mengucapkan akan sangat berterima kasih jika Dan Tae bisa melakukannya. Dan Tae pun berjanji akan pergi dengan Gong Shim besok.

Malam harinya, Gong Shim membuat sketsa dengan gambar cumi-cumi dkk, terlihat kamarnya yang lapang dengan tempat tidur disisi dinding sudah tak ada lagi lemari baju kakaknya, lalu bertanya akan baik-baik saja pergi sendirian, dan Haruskah meminta Dan Tae pergi bersamanya. Ia pikir tak mungkin karena Dan Tae pasti akan sangat sibuk.
Pagi harinya
Goo Nam sedang membereskan botol minum diatas meja, Dan Tae memberitahu tidak membutuhkan King Lunchbox hari ini. Goo Nam bertanya Apa memiliki rencana untuk makan malam. Dan Tae mengatakan akan melewatkannya untuk hari ini. Goo Nam dengan senang hati meminta Dan Tae memberitahukan saja kalau memang membutuhkannya. Dan Tae menganguk lalu menyuruhnya pergi. 

Gong Shim keluar rumah dengan buku gambarnya, Dan Tae mendatanginya bertanya apakah akan pergi sekarang, karena terkena macet kalau tidak terburu-buru. Gong Shim binggung, Dan Tae tahu Gong Shim akan melakukan perjalanan bisnis.
Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Gong Shim heran
Ayahmu memintaku untuk pergi bersamamu.” Ucap Dan Tae
Apa kau benar-benar akan pergi bersamaku?” kata Gong Shim penuh semangat, Dan Tae mengangguk karena ayah Gong Shim yang memintanya dan ia juga tidak ada kegiatan apapun.
Apa kau menyukai sashimi? Karena Aku pergi ke restoran sashimi Pemiliknya berjanji akan memberiku banyak sashimi gratis. Rasanya tidak akan enak kalau aku pergi sendirian. Aku senang. Kita akan terlambat naik bis. Ayo pergi.” Ucap Gong Shim
Dan Tae menahanya, mengatakan kalau mereka pergi naik mobil dengan membuka pintu mobilnya memberitahu sudah meminjam mobil kantornya. Gong Shim berlari kecil ketika Dan Tae membuka pintu untuknya. 

Di dalam mobil
Gong Shim pikir melelahkan kalau mengemudi, Dan Tae pikir baik-baik saja Gong Shim mulai menguap Dan Tae menyuruh tidur saja kalau memang mengantuk. Gong Shim pikir baik-baik saja, menurutnya Tidak sopan kalau tidur saat seseorang mengemudi.
Aku semalam harus begadang menyusun beberapa draft.” Kata Gong Shim lalu mengambil permen karet agar membuatnya tetap melek

Tapi beberapa saat kemudian, kantuknya pun datang dan membuatnya tertidur. Dalam hatinya, Gong Shim berharap untuk jangan sampai tertidur. Dan Tae melihat kepala Gong Shim berputar-putar karena tertidur, sampai akhirnya Dan Tae menahan dengan tanganya jangan sampai kepalanya terbentur.
Kepala Gong Shim kembali berputar, saat itu juga malah terbentur ke pintu. Dan Tae kaget, tapi berpura-pura tak tahu. Gong Shim meminta maaf karena tertidur, Dan Tae mengomel Gong Shim harus lebih berhati-hati karenameminjam mobil dari kantor, takut memecahkan jendelanya. Gong Shim meminta maaf sambil menyadarkan wajahnya agar tetap terbangun, Dan Tae pun mengajak untuk mampir ke tempat istirahat.


Dan Tae sibuk membawakan beberapa barang ke dalam mobil pada sepasang kakek dan nenek. Gong Shim tersenyum melihat Dan Tae yang baik hati membantu. Setelah semua barang diangkat ke mobil, si nenek bartanya apakah Dan Tae berusia 32 tahun, Dan Tae membenarkan.
Aku berharap kau menantuku, Putriku akan sempurna untukmu. Aku punya Putri yang paling muda juga berusia 32 tahun. Namanya Bae Eun Sol, Dia cantik.” Ucap si nenek, Gong Shim langsung cemberut mendengarnya.
Hentikan itu.... Tidak sopan berkata seperti itu kepada orang asing. Dibandingkan Eun Sol, putri sulung kami harus menikah terlebih dahulu.” Kata si kakek
Itu benar.... Apa pendapatmu tentang wanita yang lebih tua? Nama anakku yang lebih tua adalah Bae Eun Chae. Dia sedikit lebih tua darimu, berusia 39 tahun.” Ucap si nenek kembali ingin menjodohkan pada anaknya.

Gong Shim tiba-tiba datang langsung merangkul lengan Dan Tae dan memanggilnya “Yobo”, Dan Tae terlihat binggung, Gong Shim bertanya apakah baru membantu pasangan kakek nenek itu., Dan Tae  membenarkanya.
Si kakek dan Nenek melonggo karena mereka ternyata sudah menikah. Gong Shim pun mengajak mereka untuk pergi, lalu membuka pintu untuk Dan Tae untuk pergi. Keduanya sama-sama didalam mobil terlihat sangat canggung.
Aku baru saja memanggilmu "sayang"... karena kupikir kau merasa canggung. Aku hanya mencoba untuk membantu. Aku bukan berusaha untuk mendekatimu, Aku berjanji.... Jangan salah paham.” Ucap Gong Shim
Aku tidak akan salah paham.” Kata Dan Tae, Gong Shim pun mengerti lalu buru-buru memasang sabuk pengamanya dan mengajak mereka segera pergi sekarang. 


Gong Mi sedang berkerja di ruangan, tiba-tiba pikiran kembali mengingat saat Joon Soo bertanya Apa ada waktu luang besok, karena ingin makan malam bersamanya dan  belum berterima kasih dengan baik kepadanya. Gong Mi pun terlihat sedikit kaget mendapatkan ajakan makan malam.
Ketika didalam lift, Joon Soo tiba-tiba mengeser badanya karena ada trolly masuk lift. Keduanya saling berdekat, Gong Mi tersenyum karena Joon Soo bisa membuatnya nyaman.

Dirumah
Gong Mi menceritakan Ayah dan nenek dari Joon Soo semua mencintainya bahkan Ibunya lebih mencintainya, tapi ibunya menghancurkan semuanya dengan memukuli Nyonya Yum. Ibu Gong Mi merasa anaknya tak perlu khawatir.
Aku tidak bisa membantumu, tapi tidak akan menjatuhkanmu. Aku akan bertemu dengan Tae Hee...Ah....Tidak, aku akan menemui ibu dari Joon Soo dan mengatasinya.” Ucap Ibu Gong Mi
Apa yang akan kau lakukan?” tanya Gong Mi

“Aku akan Memohon sambil berlutut, ah mungkin itu.... Tidak ada gunanya. Tapi aku akan berlutut dan memohon sampai dia memaafkanku, Aku tidak punya harga diri. Aku akan melakukan apapun untuk kedua anakku. Lalu Kalau begitu kapan kedua orang tua harus saling bertemu?” tanya Ibu Gong Mi
Kami belum sampai seserius itu.” Ucap Gong Mi
Ibu Gong Mi menjerit mengetahui kalau belum sampai hubungan seperti itu, lalu marahi anaknya yang sudah membicarakannya, bahkan baru saja memohon sambil berlutut satu juta kali membuatnya melukai harga dirinya. Menurutnya, tidak perlu membayangkan memohon kepada Tae Hee, dan meminta anaknya agar mengatakan lebih spesifik.

Gong Shim akhirnya sampai ke restoran sashimi, keduanya masuk ke restoran terlihat tuan pemilik restoran serta istrinya. Gong Shim menyapa Pemilik Yongwangnim Nakji mengirimnya untuk menggambar muralnya. Tuan pemilik kaget karena mereka sudah punya yang lain.
Kenapa kau bertanya pada banyak orang untuk rekomendasi? Ini Berantakan sekali dan Kau pembuat onar.” Keluh istrinya lalu memukul suaminya dan pergi.
“Tuan.. Kami meninggalkan Busan semalam untuk datang kemari..” Ucap si pria tambun. Tuan pemilik melihat si pria datang sangat jauh jadi mereka akan  melakukannya dengannya
Aku mematahkan kakiku pagi ini, tapi tetap datang... dengan kruk untuk memenuhi janjiku.” Kata si pria dengan tongkat, Tuan pemilik mengatakan karena pria itu mempertaruhkan cederanya untuk datang, jadi memilihnya.
Aku minta maaf tentang ini,.” Ucap Tuan Pemilik. Gong Shim merasa tidak punya pilihan
Dan Tae melirik dipikiran seperti terlihat suatu ide, lalu tiba-tiba menangis dan memanggil “Yobbo” sambil meminta maaf karena sudah menikah dengan seorang pria yang tidak kompeten bahkan selalu bekerja siang dan malam.
Saat kita mendapatkan cukup uang, ayo kita adakan acara pernikahan yang pantas...” ucap Dan Tae sambil berpura-pura menangis, Tuan Sashimi pun menatap sepasang suami istri seperti baru menikah.
Keduanya akhirnya masuk ke sebuah ruangan, Dan Tae menjelakan Satu-satunya alasan kenapa aku memanggilmu "Yobbo" adalah karena berpikir Gong Shim akan kehilangan pekerjaan setelah datang kemari. Gong Shim sudah tahu malah bersyukur atas apa yang dilakukan Dan Tae padanya. 


Sebuah dinding berdasar putih, Tuan Sashimi meminta Gong Shim mengambarkan muralnya. Gong Shim mengucapkan Terima kasih sudah membiarkan untuk bisa menggambar dan akan melakukan yang terbaik. Dan Tae terus menatap Gong Shim yang mulai mengambar dengan pensil.
Tuan Sashimi yang melihatnya menyuruh Dan Tae untuk Berhenti menatapnya, karena nanti istrinya akan habis. Lalu mengungkapkan Dan Tae itu seorang pria yang beruntung karena Istrinya adalah tangkapan yang bagus. Dan Tae tersenyum mendengarnya, Tuan Sashimi bertanya  Bagaimana mereka berdua bertemu, Dan Tae menceritakan mengejarnya karena sangat menyukainya.

Gong Shim meminta tolong untuk membawakan penghapus, agar tak ketahuan memanggil Dan Tae dengan panggilan “yobbo”. Dan Tae pun memberikan penghapus untuk Gong Shim, setelah sketsa dengan pensil selesai, Dan Tae membantu Gong Shim menuruni tangga lalu memberikan jempolnya sebagai pujian, Gong Shim tersenyum membalasnya juga.  
Tuan, bolehkah aku mulai melukisnya?” ucap Gong Shim
Apa pemilik Yongwangnim Nakji tidak memberitahumu? Aku memiliki sebuah pertemuan malam ini. Jadi Aku memintanya untuk memberitahumu bahwa kau harus melukisnya setelah mereka pergi.” Jelas Sashimi
Tidak, aku tidak mendapatkan pesan itu.” Ucap Gong Shim
Aku meninggalkan beberapa makanan untukmu di dalam ruangan, jadi kalian harus makan.”kata Istri Tuan Sashimi

Gong Shim dan Dan Tae makan sashimi bersama diruangan, belum selesai makan tiba-tiba Tuan Sashimi masuk rumah meminta maaf karena temanya-teman akan berada di restoran untuk sementara waktu, jadi mengajak keduanya untuk ikut bersamanya.
Mereka pengantin baru dari Seoul dan datang ke sini untuk melukis mural kami.” Ucap Tuan Sashimi memperkenalkan pada temanya,
Teman-teman pun mengajak mereka untuk segera minum,  Dan Tae menolak karena harus mengemudi nanti, begitu juga Gong Shim karena harus menggambar. Seorang ibu berkomentar keduanya membosankan untuk orang seusia muda, lalu meminta ganti dengan  menyanyikan sebuah lagi. sebuah lagu.
Kalau lagunya bagus, kalian akan membiarkan mereka melukis di restoranmu, kan?” kata Tuan Sashimi, semua pun berteriak setuju sambil bersorak menyuruh mereka menyanyi.
Dan Tae akhirnya menyanyi dan Gong Shim menari-nari dengan meliukan tubuhnya. Semuanya bersorak gembira sambil bertepuk tangan bahagia. Setelah satu lagu selesai, Gong Shim berlindung di tubuh Dan Tae karena malu, semua meminta mereka menyanyi satu kali lagi. Akhirnya mereka pun kembali menghibur semua teman-teman Tuan Sashimi

Akhirnya mereka pun bersulang bersama, Dan Tae dan Gong Shim minum cola. Salah seorang pria mengetahui mereka berdua adalah pasangan yang luar biasa, lalu seorang ibu bertanya kenapa mereka tidak punya anak. Si pria tambun yakin kalau anak itu nanti mirip dengan keduanya yang tampan dan juga cantik.
Kau harus punya anak bahkan jika kau tidak punya uang. Apa kau tahu jari kaki kecil mereka akan membuatmu sangat bahagia?” ucap Si bibi penuh semangat.
Mereka bisa membuat satu malam ini.” ucap si paman tambun.
Gong Shim melotot mendengarnya dan saling bertatapan, setelah itu menutup wajahnya malu. Bibi lainya mengoda kalau akan sangat berisik jadi tak perlu sungkan berada dalam kamar. Tuan Sashimi sengaja membuat keduanya bergandengan lalu menyuruhnya bangun, keduaya pun berlari buru-buru menghindari paman dan bibi yang terus menyuruh mereka untuk membuat anak. 

Gong Shim dan Dan Tae berdiri berjauhan dengan canggung, Tuan Sashimi masuk kamar. Dan Tae langsung bertanya kapan mereka bisa mulai melukis. Tuan Sashimi pikir teman-temanya akan tinggal lebih lama lagi jadi merasa kalau Gong Shim tidak akan bisa melukis hari ini. Keduanya menjerit kaget.
Tidur saja untuk malam ini, dan kita bisa mulai besok. Kalian hanya perlu satu tempat tidur, kan?” ucap Tuan Sashimi membawa alas tidur dan bantal ke tangan Gong Shim
“Tuan.... Apa kau punya ruangan lain?” ucap Gong Shim, Tuan Sashimi mengangguk tapi mengatakan tak akan memberitkannya. Gong Shim pikir tidak akan bisa.
Apa kau tidak mendengar semua yang mereka katakan? Semoga beruntung untuk malam ini.” ucap Tuan Sashimi memberikan kode kedipan mata pada Dan Tae lalu keluar kamar. 

Suasana canggung terasa, keduanya sama-sama diam. Akhirnya Dan Tae menaruh alas tidur, menurutnya Daripada berdiri lebih baik bisa berbaring dan akan mengaturnya posisinya. Gong Shim menjerit kaget berpikir yang tidak-tidak.
Bukan itu yang aku maksud. Kau hanya terlihat benar-benar tidak nyaman. Aku tidak masalah, jadi Kau bisa melepasnya.” Ucap Dan Tae memegang pundak tetangganya, Gong Shi kembali menjerit sambil memegang tubuhnya dengan wajah ketakutan.
Tidak, bukan itu.... Maksudku kau boleh melepas wigmu. Apa kau ingin mandi dulu?” ucap Dan Tae, Gong Shim kembali menjerit panik berpikir Dan Tae akan melakukan setelah mandi.
Maafkan aku. Aku tidak tahu kenapa aku terus melakukan kesalahan-kesalahan ini. Aku akan mengatur selimut dan berbaring..” ucap Dan Tae kebinggungan, Gong Shim pun menjerit kembali, Dan Tae akhirnya memutuskan akan pergi keluar untuk mencari udara segar.
“Yah.... Sulit bagiku untuk tertidur di tempat yang baru, jadi aku tidak akan tidur. Santai saja.” Kata Gong Shim lalu membiarkan Dan Tae pergi lebih dulu. 

Beberapa saat kemudian, Gong Shim sudah tertidur dengan bersandar di dinding, Dan Tae masuk kamar, mendekati Gong Shim  menyuruhnya untuk bangun karena harus berbaring dan tidur dengan nyaman. Akhirnya Dan Tae mengendong Gong Shim agar bisa tidur berbaring.
“Gong Shim.... Maafkan aku.... Terima kasih sudah menyukaiku selama ini. Bisakah kau tinggal sedikit lebih lama... dan menungguku? Apa Kau mau melakukan ?” ucap Dan Tae sambil menatap Gong Shim yang tertidur. 

Dan Tae bangun dan melihat sudah terbaring tapi tak melihat Gong Shim lalu keluar dari kamar , ternyata Gong Shim sudah sibuk melukis lalu bertanya kapan terbangun. Gong Shim mengatakan Belum lama. Dan Tae bertanya apakah memerlukan bantuan.
Gong Shim pun meminta tolong gambar mata gurita supaya lebih jelas dengan garis tebal. Dan Tae pun mulai memberikan tinta hitam pada gurita dan Gong Shim mewarnai ikan berwarna biru, disela-sela itu keduanya sempat saling menatap, lalu tersenyum. 

Gong Shim tersenyum karena melihat lukisan sudah selesai, Dan Tae memuji kalau terlihat hebat menurutnya terlihat benar-benar menakjubkan, lalu memegang pundaknya karean Sudah selesai dilakukan dengan baik. Gong Shim pun mengucapakan terimakasih dengan panggilan “Yobbo” karena Tuan Sashimi dan istrinya datang.
Tuan Sashimi melihat lukisan itu Benar-benar mahakarya, Istrinya pun mengaku benar-benar menyukainya, lalu memberikan amplop sebagai imbalan. Gong Shim tersenyum karena mendapatkan bayaran dari hasil kerjanya.

Dan Tae dengan senyuman menyarankan untuk Gong Shim foto didepan lukisannya, Gong Shim pun dengan gaya lucunya memperlihatkan hasil lukisanya. Dan Tae mengambilkan gambar untuknya. Tuan Sashimi mengatakan Gong Shim juga harus mengambil foto bersama suami dan menyuruh Dan Tae berdiri disebelahnya, Dan Tae berdiri dengan wajah kaku dan canggung.
Tuan Sashimi  mengeluh keduanya begitu canggung padahal sudah menikah, karena seharus saling berpelukan, lalu mulai menghitung. Dan Tae langsun memeluk Gong Shim dihitungan ketiga dengan senyumanya, Gong Shim melotot kaget karena Dan Tae memeluknya. 
bersambung ke episode 14


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Akhirnya...ada moment" yg mendukung buat mereka berdua,, gumawo sinopnya mba dee,,lanjut terus yaa...fighting!!!

    BalasHapus