Jumat, 24 Juni 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 10 Part 1

Pagi hari
Seung Hyun terbangun dari tidurnya, melihat Dal Nim tak ada disampingnya, lalu bertanya-tanya keberadaan temanya. Ryang Ha seperti memeluk guling, saat itu Dal Nim keluar dari dalam selimut meminta supaya geser.Wajah keduanya bersentuhan, Ryang Ha dan Dal Nim menatap lalu bergeser seperti belum sadar.
Dal Nim akhirnya tersadar dan ingin berteriak, Ryang Ha langsung menutup mulutnya, berpikir kalau hanya mimpi buruk saja. Dal Nim memelintir jari Ryang Ha dan ingin bangun saat itu Hyun Bin bangun dari tidurnya. Ia langsung bersembunyi dibalik selimut, begitu juga Ryang Ha pura-pura tidur.
Hyun Bin kembali tidur, seperti hanya menginggau. Dal Nim bertanya apa yang sedang dilakukan Ryang Ha, tapi Ryang Ha pikir seharusnya ia yang bertanya karena Dal Nim yang masuk ke kamar pria dan menyuruh pergi kalau ketahuan maka hidupnya akan berakhir. 

Dal Nim akan pergi, saat itu pintu diketuk Seung Hyun masuk kamar, Dal Nim kembali bersembunyi dalam selimut dan Ryang ha pura-pura sedang memeluk guling. Seung Hyun bertanya apakah melihat Dal Nim. Ryang Ha pura-pura bingung kenapa harus bertanya padanya, karena ini kamar pria. Seung Hyun pikir Dal Nim ada di kamar Pria karena semalam mabuk berat lalu bertanya-tanya keberadaan temanya sambil berjalan ke arah jendela.
 “Kakiku kelihatan sangat panjang.” Ungkap Ryang Ha mengeluh sendiri karena kaki Dal Nim yang keluar dari selimut
Oh iya, mungkin dia jalan-jalan dengan Bo Nui.” Kata Ryang Ha
Dia pergi tadi malam dengan Presdir Je” kata Seung Hyun, Dal Nim bergerak karena panik, Ryang Ha berusaha agar tak curiga berpura-pura merasak Punggungnya sakit.
Mereka melempar Presdir ke air, lalu Bo Nui kelihatan sangat kesal, jdi Tidak heran dia langsung pergi saat itu.” Cerita Seung Hyun, Ryang Ha kaget mengetahui Soo Ho masuk ke dalam air karena mengetahui tentang trauma temanya.
Seung Hyun memutuskan akan mencari Dal Nim lalu keluar dari kamar. Dal Nim langsung membuka selimut tak percaya kalau Soo Ho sudah kembali ke Seoul, lalu melihat wajah Ryang Ha terlihat panik. Ryang Ha hanya diam saja memikirkan temanya. 

Di ruang studio
Sul Hee melihat lembaran berkas ditanganya,  seperti mengecek semua pertanyaan dan mengajak mereka agar melakukan dengan baik. Setelah itu mengingatkan pihak TV  tidak meliputi kehidupan cinta, gosip atau rumor.
Kalau kau bertanya pertanyaan acak di acara langsung, maka aku sendiri akan menariknya.” Tegas Sul Hee
Bahkan tentang cinta pertamanya? Kami akan membuatnya kedengaran bagus. ” ucap PD menyakinkan.
Buat kedengaran bagus dan Harus terlihat baik tidak peduli apapun.” Perintah Sul Hee. PD Pun mengerti membawa berkasnya. Sul Hee mengingat-ingat tentang “cinta pertama”

Flash Back
Sul Hee bertanya pada Soo Ho bagiamana dengan dirinya,  menurutnya saat itu.masih sangat muda, tapi setelah melihat Soo Ho kembali menjadi mengetahuinya.
“Kenangan yang kita miliki... sangat spesial.” Kata Sul Hee percaya diri
Kau benar.... Kenangan itu spesial.” Kata Soo Ho, Sul Hee tersenyum mendengarnya karena Soo Ho setuju denganya.
Apakah itu musim semi atau musim gugur di tahun 2004 atau 2005... Kau ingat setiap detailnya. Itulah yang disebut cinta pertama.” Ucap Sul Hee mengoda dengan menunjuk ke arah dada Soo Ho

“Sejujur aku tidak yakin apa itu cinta.. Aku tidak tahu apa itu namanya cinta. Kau memang pernah jadi segalanya bagiku. Tapi  pada saat itu.” Kata Soo Ho, Sul Hee bertanya bagaimana dengan sekarang.
Soo Ho menatapnya, Sul Hee terlihat sangat berharap dengan jawabanya.  Soo Ho mengatakan kalau semua sudah mungkin mencari mereka jadi lebih baik masuk saja.
Di lorong Sul Hee memikirkan kata-kata Soo Ho, kalau ia itu segalanya tapi itu masa lalu. PD berteriak dari lorong memberitahu 10 menit lagi acara akan mulai jadi meminta tolong bilang pada Gun Wook untuk siap-siap. Sul He mengerti dan langsung pergi.

Gun Wook duduk diruang make up dengan stylist yang merapihkan rambutnya, ketika ada orang yang masuk langsun menengok seperti berharap Bo Nui yang datang. Stylist meminta Gun Wook untuk tak bergerak, akhirnya Gun Wook mencoba nelp Dal Nim.
Terdengar suara Dal Nim yang lemas mengangkat telpnya,  Gun Wook bertanya apakah Bo Nui sudah pergi. Dal Nim memberitahu Bo Nui sudah kembali ke Seoul tadi malam dengan Presdir. Gun Wook kaget bertanya apakah Mereka pergi bersama. Dal Nim mengatakan mereka pergi bersama-sama. 

Bo Nui hampir saja membenturkan kepalanya ke sofa karena ketiduran dengan tangan yang dipegang oleh Soo Ho, lalu melihat jamnya sudah hampir pukul 9 dan mengingat janjinya dengan Gun Wook. Ketika akan berdiri tangan Soo Ho terus memegangnya, akhirnya ia berjongkok kembali melihat Soo Ho yang tertidur didepanya.
Dia tidur nyenyak..... Syukurlah.” Ucap Bo Nui bisa tersenyum bahagia, lalu mencoba melepaskan tangan Soo Ho yang masih bertuliskan [Katak, Ular] tapi Soo Ho malah semakin menariknya dan Bo Nui berada tepat diatas dada atasanya.

Mata Bo Nui melotot kaget karena jaraknya sangat dekat dengan Soo Ho, sementara Soo Ho terlihat tertidur pulas dengan tangan yang memegang Bo Nui. Ponsel Bo Nui bergetar, dengan satu tangan kanannya mencoba mengambil ponselnya tapi dua tangan Soo Ho memegang erat tangan Bo Nui agar tak pergi darinya. 
Gun Wook mondar mandir di ruangan make ups sambil menelp Bo Nui, tapi tak juga diangkat. Soo Ho terus memegang tangan Bo Nui agar tak pergi darinya, Bo Nui berusaha mengambil ponselnya tapi tanganya tak bisa meraihnya, sampai akhirnya Ponselnya berhenti bergetar. Gun Wook terlihat kesal akhirnya menaruh ponselnya diatas meja. 


Acara dimulai, Sul Hee melihat dari belakang kamera untuk memastikan. Pembaca acara  memberitahu tamunya adalah Pemenang Kejuaran Tenis Terbuka Australia 2016, Gary Choi. Gun Wook pun memperkenalka diri sebagai Gary Choi dengan nama lengkapnya Choi Gun Wook. Pembaca acara membahas Gary Choi baru pertama kalinya mengungkapkan nama koreanya.
Sejak kecil, aku dipanggil Gary.” Ucap Gun Wook singkat
Latar belakang keluargamu atau sejarahmu tidak pernah diungkap. Banyak orang yang penasaran... “ kata pembawa acara terhenti karena melihat Gun Wook berdiri.
Gun Wook yang gugup melihat sosok wanita berambut pendek masuk studio, berpikir kalau Bo Nui yang datang, tapi ternyata Kru TV dengan potongan rambut yang sama. Sul Hee panik melihatnya lalu menyuruh Gun Wook untuk kembali duduk.
Itu mungkin kenapa... Gary gugup sekarang. Karena Untuk pertama kalinya, kami akan menunjukkan pada kalian... video masa kecil Gary yang kami dapatkan secara eksklusif. Mari kita lihat bersama” ucap Pembaca acara, Gun Wook pun kembali duduk. 

Foto-foto saat Gun Wook kecil di lihatkan, lalu foto keluarganya dengan ayahnya Tuan Choi. Terlihat pria di dalam minimarket membeli mie instant lalu pergi ke kasir. Gun Wook distudio pun mulai berbicara
Foto-foto ini sudah lama, tapi tolong diperhatikan Kalau kalian mengenalnya atau pernah melihatnya, tolong hubungi aku.” Ucap Gun Wook
Tuan Choi melihat siaran di Tv kalau anaknya yang mencarinya. Kasir toko yang menonton, mengeluh Gun Wook itu  tak gunanya menghasilkan jutaan dolar setahun, karena tidak tahu dimana ayahnya. Tuan Choi terus menontonya.
Pembaca acara bertanya apakah Gun Wook pernah membencinya, Gun Wook mengaku sangat membencinya. Tuan Choi yang mendengarnya memilih untuk keluar dari minimarket. 

Gun Wook keluar dari studio dengan wajah marah, Bo Nui akhirnya datang melihat Gun Wook dan langsung berlari menghampirinya meminta Maaf karena terlambat, lalu dengan wajah panik bertanya Bagaimana acaranya, apakah Sudah selesai. Gun Wook dengan nada sinis bertanya darimana Bo Nui.
Aku menonton acaranya di bus.” Ucap Bo Nui sengaja mengalihkan jawabanya.
Jadi kau dari mana saja?” tanya Gun Wook kembali, Bo Nui terlihat binggung. Gun Wook pun mengajak Bo Nui untuk bicara diluar saja
Sesampai diatap, Bo Nui langsung meminta maaf karena ada sesuatu terjadi. Gun Wook bertanya apa yang terjadi. Bo Nui memberitahu Presdir Je kurang sehat jadi harus berada di sampingnya. Gun Wook bertanya apaka Soo Ho kecelakaan atau dioperasi?
Dia hampir mati, kan? Makanya kau tidak menjawab teleponku  dan baru sampai di sini sekarang. benarkan” Ucap Gun Wook dingin
Kenapa kau bilang begitu? Kalau dia beristirahat...” kata Bo Nui ingin mejelaskan tapi teriakan Gun Wook lebih dulu didengar

Kalau bukan begitu, kenapa kau...” teriak Gun Wook terhenti melihat Bo Nui kebinggungan.
Kalau bukan begitu, kenapa kau bermalam dengannya?” ucap Gun Wook merendahkan suaranya.
Maafkan aku datang terlambat, karena ada orang sakit. Kau harus mengerti.” Jelas Bo Nui
Gun Wook mengatakan tidak,  kalau tidak bisa mengerti bahkan tak mau mengerti, lalu dengan nada tinggi dan marah, bertanya Soo Ho itu siapa baginya, sampai-sampai Bo Nui bisa mengabaikannya. Ia menegaskan kalau lebih mengenal Bo Ra jauh lebih baik daripada Soo Ho, bahkan Bo Nui terus membawa Soo Ho mengunjungi Bo Ra.

Kenapa kau sangat kesal? Kau membuatku takut.” Ucap Bo Nui binggung
Karena aku menyukaimu... Yah.. memang benar.. Aku menyukaimu. Aku merasa yakin sekarang makanya mengatakannya.” akui Gun Wook, Bo Nui terdiam mendengarnya.
“Aku mohon Hentikan. Aku pikir kemarahanmu yang sedang bicara. Kalau kau lanjutkan, maka kau akan menyesalinya nanti.” Ucap Bo Nui, Gun Wook tak menginginkan.
Aku tahu itu... Kau dan aku... kita tidak seperti itu, Gun Wook” kata Bo Nui Gun Wook melihat mata Bo Nui dengan mata melotot.
Sul Hee datang memanggil Gary, Bo Nui pun membungkuk memberikan salam. Sul Hee memberitahu Direktur mau bertemu dengannya, jadi mereka harus menyelesaikannya. Bo Nui menyuruh Gary segera pergi dan akan bertemu nanti malam, tapi akhirnya mengubah akan bertemu lagi nanti lalu buru-buru pergi. Gun Wook terlihat hanya bisa diam karena perasaanya seperti di tolak. 

Ryang Ha masuk ke dalam rumah sambil menjerit histeris dan menangis, memberitahu kalau sudah datang dan tak menemukan diruang TV, lalu berteriak Apa yang terjadi pada temanya dan mencarinya. Soo Ho menuruni tangga mengomel kalau temanya harus menelp sebelum datang.
Kau masih hidup! Astaga, sayangku Soo Ho.... “Ucap Ryang Ha memeluk temanya, Soo Ho langsung mengelitikinya agar menjauh
Aku dengar kau jatuh ke air. Hatiku berdenyut sampai aku hampir mati saat menuju ke sini. Ngomong-ngomong, kenapa kau baik-baik saja?” kata Ryang Ha binggung mengikuti Soo Ho membuka kulkas.
Ryang Ha melihat ada mangkuk bekas makan, dengan terbata-bata melihat temanya bahkan bisa makan. Lalu membuka kulkas melihat ada garam dan juga kacang merah dalam botol. Soo Ho meminum air minumnya, Ryang Ha menduga kalau temanya itu semalaman dengan Bo Nui. Soo Ho tak menjawab hanya terus meminum air sambil melirik temanya. 

Bo Nui berjalan keluar dari gedung mengingat perkataan Gun Wook Karena aku menyukaimu. Lalu mengelengkan kepalanya kalau itu tak benar, lalu kembali mengingat perkataan Gun Wook yang marah Dia itu siapa bagimu? Dia itu siapa bagimu sampai kau mengabaikanku?Akhirnya Bo Nui mencoba menenangkan diri dengan menarik nafas panjang lalu pergi.
Di rumah
Ryang Ha yakin temanya itu sedang jatuh cinta, yaitu merindukannya saat Bo Nui tidak ada  dan mengandalkannya saat sakit. Bahkan Soo Ho  mau bersamanya lebih lam jadi terus mencarinya. Soo Ho hanya senyum saja mendengar ucapan temanya dibangku dengan tangan sebagai bantalnya.
“Coba lihat dirimu... Kau tidak menyangkalnya.. Wah.. Ini tidak bisa dipercaya... Aku memelihara macan.” Ucap Ryang Ha tertawa mengejeknya, Soo Ho hanya diam saja.
Ngomong-ngomong, Apa kau sudah mengirimkan pesan padanya?” tanya Ryang Ha, Soo Ho terdiam mendengarnya.
“Ini tentang kencan selanjutnya? Apa Kau belum mengirimkan pesan atau meneleponnya sama sekali?”jerit Ryang Ha, Soo Ho tetap saja diam dengan wajah polosnya.
Hei! Kau harus menggerakkan kapalmu saat air pasang naik!” teriak Ryang Ha kesal, Soo Ho terlihat wajahnya mulai serius. 

Bo Nui sampai dirumah menatap gambar keluargnya, lalu bertanya pada adiknya, apa yang harus dilakukanya. Pesan dari Soo Ho masuk ke dalam ponselnya [Apa yang kau lakukan hari ini?] Bo Nui terlihat binggung membalasnya, tapi langsung mengetik [Bagaimana keadaanmu?] Soo Ho membalas dengan emoticon tangan, seperti orang sakit, mata dan seperti gambar pria dan wanita berjalan dan juga jam, Bo Nui binggung membacanya.
Soo Ho memperlihatkan ponselnya dengan wajah bangga, Ryang Ha mengumpat temannya itu sangat bodoh, karena tak seharusnya mengirim gambar seperti itu. Soo Ho menjerit kalau temanya menyuruh untuk mengirimnya emoticon.
Bukan ini, gambarnya Harus lebih mempesona. Kirim emotikon hati Apa Kau tidak tahu tentang karakter menari hula-hula?” jerit Ryang Ha sambil memperagakanya.
Ryang Ha bertanya apa artinya tangan, Soo Ho menjawab “hai”, Ryang Ha bertanya gambar selanjutnya, Soo Ho mengatakan artinya “senyum.”. Ryang Ha meminta Soo Ho untuk memberitahu dengan jujur, menurutnya Soo Ho itu bohong tentang IQ nya. Soo Ho terlihat mulai panik karena Ryang Ha melihat Tidak ada balasan.
Setelah tiga menit, saatnya untuk mengirim pesan baru. Tapi ini sudah lima menit, dan dia tidak membalas. Jadi Dia mengabaikannya. Apa yang harus kau lakukan? Sekarang Aku akan mengirimnya pesan padanya.” Kata Ryang Ha tertawa mengejek, Soo Ho melihat temanya sambil menopang tanganya.

Untuk beberapa alasan, kau seperti kelihatan sangat gembira.” Kata Soo Ho, Ryang Ha berhenti tertawa.
Kau harus pergi kencan dengan kecerdasan itu. Jangan naik sepeda tiap hari. Pasti Pantatmu tidak sakit ‘kan?” ucap Ryang Ha kembali mengejeknya.
Soo Ho mengambil ponsel dari tangan temanya lalu menyuruh untuk segera pergi, Ryang Ha meminta maaf. Soo Ho mendorong temanya untuk keluar dari rumahnya, Ryang Ha mengajak untuk menunggu sebentar lagi. Soo Ho menegaskan Ryang Ha seharusnya tidak bilang begitu. Ryang Ha mengatakan bisa membantunya, tapi Soo Ho terus menyuruh temanya untuk segera pergi saja.
Terdengar suara pesan masuk, Ryang Ha langsung berlari mengambil ponsel  temanya sampai Soo Ho terjatuh di kursinya. Soo Ho berteriak menyuruh temanya segera mengembalikanya. Ryang Ha berlari sambil tertawa membaca pesan dari ponsel temanya, lalu melemparnya sambil mengatakan Soo Ho itu menyedihkan. Soo Ho membaca pesan dari Bo Nui [Apa Kau merasa lebih baik? Sampai jumpa di kantor hari senin.]
Tampaknya Bo Nui menjaga jarak denganmu. Dia karyawan yang sangat baik. Kau mungkin ingin segera minum bir jadi Telepon aku.” Ucap Ryang Ha lalu mengejeknya  dengan berkata sampai jumpa hari senin. Soo Ho terlihat melas karena balasan pesan Bo Nui tak sesuai dengan harapanya. 


Di rumah
Sul Hee memberitahu pihak radio akan memberi mereka daftar semua telepon yang mereka terima, jadi tak perlu mengkhawatir. Gun Wook mengucapkan terima kasih lalu melihat boneka burung hantu yang dibawanya. Sul Hee bertanya apakah Boneka itu Bo Nui yang memberikannya, Gun Wook hanya terdiam dengan senyuman.
Aku curiga.... Jadi Sejak kapan?” kata Sul Hee sudah bisa menebak Gun Wook menyukai Bo Nui.
Aku tidak tahu...Apa pada hari aku melihatnya lagi atau pada hari aku menunggunya sepanjang malam. Pasti malu saat kau menyadarinya.” Kata Gun Wook
Apa kau berpikir untuk berkencan dengannya?” tanya Sul Hee
“Kau bilang berkencan? Kedengarannya bagus. Haruskah aku coba?” ucap Gun Wook dengan menyandarkan dirinya.
Sul Hee pun menyuruh Gun Wook mencobanya. Gun Wook tak menyangka karena biasanya Sul Hee pasti melarangnya. Sul Hee mengatakan kalau Gun Wook bisa putus dengan Bo Nui setelah berkencan selama sebulan, maka ia akan setuju sekali, lalu mengingatkan Gun Wook  kalau ia adalah Gary Choi jadi harus kembali dan hanya punya sisa 1 bulan untuk kembali kekenangan masa lalunya. Gun Wook pun hanya bisa diam saja. 

Bo Nui bertemu dengan Sul Hee yang baru keluar dari apartement, lalu bertanya apakah Gun Wook ada dirumah. Sul Hee melihat makanan yang dibawakan Bo Nui bertanya Apa makanan itu untuk Gary, Bo Nui membenarkan karena merasa tidak enak sudah terlambat.
Apa kau juga merasa tidak enak setelah  mendengar bagaimana perasaannya?” ucap Sul Hee blak-blakan, Bo Nui tak percaya ternyata Sul Hee mengetahuinya
Ada saatnya dimana aku lebih dekat dengan Gun Wook daripada teman atau keluarganya.” Jelas Sul Hee kalau pasti mengetahuinya.
Aku rasa dia bingung. Kami saling mengandalkan dan mendukung Makanya dia bingung.” Ucap Bo Nui
Kadang-kadang, orang tidak tahu apa yang mereka rasa. Lalu Bagaimana denganmu? Apa kau yakin dengan perasaanmu?” tanya Sul Hee, Bo Nui bertanya maksudnya itu perasaan pada Gun Wook. Sul Hee mengangguk, Bo Nui mengatakan tidak punya perasaan apa-apa padanya.
Kau seharusnya datang lebih awal. Kenapa kau datang terlambat dan membuatnya kesal?” tanya Sul Hee
“Ada Sesuatu terjadi, Presdir kurang sehat.” Kata Bo Nui
“Maksudmu Soo Ho? Apa yang terjadi? Dimana? Apa dia kecelakaan?” ucap Sul Hee panik
Bo Nui memberitahu Karyawan bercanda dengan Soo Ho  dan melemparnya ke kolam, tapi keadaanya sekarang tidak terlalu buruk. Sul Hee bertanya apakah Soo Ho sudah pergi ke rumah sakit. Bo Nui mengatakan kalau Soo Ho hanya ingin pulang.
Kau seharusnya lebih tahu! Kau harusnya membawa Soo Ho  ke rumah sakit. Setidaknya kau bisa meneleponku Situasinya bukan seperti itu. Apa Kau tahu itu?” teriak Sul Hee mengomel lalu mengeluarkan ponselnya.
Kenapa kau teriak padaku? Presdir Je baik-baik saja sekarang.  Aku menjaganya sepanjang malam. Aku terlambat karena harus memastikan dia sudah tidur.” Jelas Bo Nui
Ada sesuatu yang tidak kau ketahui.” Ucap Sul Hee merasa tahu segalanya
Aku juga tahu, Kecelakaan saat dia kecil.” ucap Bo Nui dengan penuh penekanan
Bagaimana... kau tahu tentang itu? Apa... Soo Ho memberitahumu?” kata Sul Hee tak percaya, Bo Nui membenarkan. Sul Hee terdiam seperti mulutnya kaku. Bo Nui pun pamit pergi pada masuk ke rumahnya. Sul Hee melirik sinis
Kenapa aku bertengkar dengannya? Aku tidak punya hak.” Ucap Bo Nui sambil menaiki tangga lalu sengaja mengantukan toppoki pada gagang pintu Gun Wook. 


Soo Ho berbaring di sofanya, mengingat kejadian semalam saat menarik tangan Bo Nui meminta agar tak pergi. Lalu Bo Nui juga memegang tanganya mengatakan Aku tidak akan pergi kemana-mana dan akan tetap di sini denganmu." Soo Ho pun bisa mengulangi kata-kata Bo Nui lalu tertawa bahagia seperti orang gila sambil membanting kepala dan  memukul bantal.
Lalu ia duduk disofa ingin mengirimkan pesan pada Bo Nui “Haruskan kita makan malam besok” lalu mengelengkan kepala seperti tak cocok, lalu memikirkan kalimat "Apa kau ada waktu luang besok?" menurutnya kedengarannya lebih baik.
[Apa kau ada waktu luang besok?] pesan pun terkirim pada Bo Nui. Soo Ho langsung berdiri dengan menyandarkan kepala di dinding dan pindah-pindah gelisah menunggu balasan. Ketika ada mendengar ada suara pesan masuk, Soo Ho langsung berlari ke sofanya [Kenapa kau bertanya?]
Soo Ho kembali berpikir membalasnya "Kalau kau tidak ada rencana, haruskah kita makan malam?" lalu mengangguk menurutnya sudah baik dan mengetik pesannya [Ayo makan malam kalau kau ada waktu luang.] Bo Nui langsung membalas [Aku ada rencana.] Soo Ho menendang kursinya dengan kesal karean Bo Nui itu selalu sibuk lalu berpikir harus pergi menemuinya
“Tapi Apa yang harus aku katakan padanya?  Aku tidak bisa bilang aku merindukannya.” Kata Soo Ho kebinggungan dengan mengucek wajahnya lal melihat camera yang merekam Bo Nui lalu senyuman pun terlihat. 

Sul Hee mengemudikan mobilnya sambil menelp Ryang Ha, Ryang Ha menjawab sedang tidak bisa bicara sekarang lalu terdengar suara menangis. Sul Hee mendengar dan bertanya apakah ada orang yang menangis. Ryang Ha melihat Dal Nim menangis didepanya, lalu menyangkal suara kambing dan mengajak bicara nanti saja kecuali mendesak. Sul Hee mengatakan Ini tentang Soo Ho. Ryang ha Ha mengeluh semua orang sangat khawatir pada temanya. Sul Hee binggung mendengarnya.
Dia baik-baik saja. Jangan khawatir.... Aku akan bicara padamu nanti.” Ucap Ryang Ha langsung menutup ponselnya.
Aku menjaga diriku selama 26 tahun terakhir. Bagaimana pria menyebalkan sepertimu... menjadi pria yang pertama kali menghabiskan malam denganku?” ucap Dal Nim sambil menangis histeris, Ryang Ha panik karena banyak pengunjung cafe melihat kearah mereka.
Berhenti menangis. Aku tidak melakukan apa-apa padamu. Sekarang Dengar, Dal Nim. Ayo kita perjelas... Kau yang datang ke kamarku.” Tegas Ryang Ha, Dal Nim makin menangis dengan nyaring.
Hapus semuanya tentang tadi malam dari ingatanmu. Aku bilang padamu kalau kita tidak bisa bersama. Ini kesempatan hidupku.” Ucap Dal Nim kembali menangis histeris
Apa kau sedang syuting drama? Apa ada kamera tersembunyi?” kata Ryang Ha melihat kebelakang takut tiba-tiba ada kamera yang keluar.
Dal Nim memikirkan Bo Nui yang Kembali ke Seoul dengan Soo Ho dan hanya mereka berdua, menurutnya ia seharusnya pergi dengan presdir . Ryang Ha tertawa mengejek akhirnya bisa mendengar Dal Nim yang menyukai Soo Ho. Dal Nim meminta agar mereka tidak saling bicara mulai  sekarang lalu beranjak pergi.
Ryang Ha pikir haruskan memberitahu sesuatu tentang Soo Ho. Dal Nim langsung kembali membuka buku diary ingin langsung mencatat dan segera memberitahunya. Ryang Ha mengumpat Dal Nim itu  menjengkelkan. Dal Nim meminta Ryang Ha segera memberitahunya.
Sebelum aku mengatakan sesuatu, beritahu semua orang di sini bahwa  tidak ada yang terjadi antara kita. Kalian bisa lihat kan...” ucap Ryang Ha pada semua pengunjung.  
Aku menghabiskan malam pertamaku... dengan pria yang duduk di sini.” Jerit Dal Nim sambil menangis kembali, Ryang Ha pun hanya bisa menghela nafas 


Bo Nui naik ke atap membawa lilin, lalu melihat Gun Wook sedang ada disana dan memilih untuk menghindar. Tapi belum sempat turun Gun Wook sudah memanggilnya, mengatakan Bo Nui yang melarikan diri lagi. Bo Nui dengan senyuman, berpura-pura kalau Gun Wook ternyata melihatnya.
Haruskah aku pergi kalau membuatmu tidak nyaman?” ucap Gun Wook Bo Nui pikir tak perlu lebih baik Gun Wook tetap saja di atap.
Gun Wook ingin pergi, Bo Nui terlihat gugup saat menyalakan lilin. Gun Wook terlihat salah tingkah dengan mengaruk-garuk lehernya. Di depan rumah, Soo Ho datang dengan sepedanya, lalu menatap ke kamar Bo Nui yang gelap berpikir belum pulang. Ia pun menelp Bo Nui tapi ponsel Bo Nui tertinggal di rumahnya. 
Bo Nui sedang berdoa dan Gun Wook dengan sengaja mengambil gambarnya, Bo Nui membuka matanya bertanya apa yang dilakukannya. Gun Wook mengatakan kalau foto itu Untuk kenang-kenangan, karena pasti selalu rindu pada orang yang disukai. Bo Nui tak enak hati mendengarnya. 

Maafkan aku karena meneriakimu. Tadi Tidak keren, kan?” ucap Gun Wook menyela, Bo Nui ingin mengatakan sesuatu tapi Gun Wook lebih dulu menyela.
Jangan bilang apa-apa... Aku belum mencoba apapun. Jadi Aku akan melakukan yang terbaik untuk  membuatmu terkesan dan membuka hatimu. Aku mau kau menjawab setelah aku mencoba semuanya. Maka dari itu, kalau kau ada waktu luang besok, ayo kita pergi kencan.” Ucap Gun Wook mengodanya.
Bo Nui tersenyum karena Gun Wook pasti mengajaknya bercanda, Gun Wook ikut senang karena melihat Bo Nui yang tersenyum karena itu yang dibutuhkan lalu pamit pergi. Bo Nui binggung melihat tingkah Gun Wook, sementara Gun Wook langsung membuka kulkas saat sampai rumah lalu jatuh lemas karena jantungnya berdegup dengan kencang. 

Soo Ho duduk ditaman melihat foto Bo Nui yang sudah dicetak, wajahnya terus tersenyum, lalu tersadar karena Bo Nui tidak dating padahal akan pergi setelah memberi foto-foto ini, lalu ia kembali tertawa bahagia melihat foto Bo Nui.
Bo Nui sedang menjahit tak bisa mendengar bunyi suara ponselnya, Soo Ho pun mulai naik semua permainan ditaman untuk menghilangkan rasa bosan menunggu sampai akhirnya kelelahan dan berbaring dikursi. Bo Nui baru selesai menjahit, membaca pesan yang dikirimkan Soo Ho
[Aku di taman. Ada sesuatu yang ingin aku beri untukmu. Jawab teleponnya.] dengan akhirnya emoticon marah. 

Bo Nui akhirnya keluar dari rumah menunju taman tapi tak melihat sosok Soo Ho. Akhirnya ia kembali pulang membaca kembali pesan yang dikirimkan Soo Ho lalu menyakinkan kalau semua itu lebih baik seperti sekarang, dan berusaha untuk tidur.
Jam empat pagi, terdengar bunyi bel dan ketukan pintu di rumah Bo Nui. Akhirnya Bo Nui setengah sadar pergi ke pintu bertanya siapa yang datang, mata Bo Nui langsung terbuka lebar mendengar suara yang datang dan langsung buru-buru membuka pintu. Matanya melotot kaget meliat Soo Ho yang datang di pagi hari.
Apa yang kau lakukan di sini di jam segini?” tanya Bo Nui binggung
Aku tidak bisa tidur sepanjang malam, Kepalaku rasanya mau pecah.” Kata Soo Ho, Bo Nui kaget.
Dan aku tidak bisa menghapusnya. Kalau aku menghapus, maka kenangan dari malam bersamamu...akan terhapus juga. Jadi aku tidak bisa menghapusnya.” Ucap Soo Ho memperlihatkan tanganya, Bo Nui tertunduk
Aku tahu itu tidak mungkin. Aku tahu huruf-huruf ini ada secara fisik dan tidak ada hubungan dengan waktu  yang berjalan. Aku tahu itu. Tapi inilah perasaanku. Lalu Apa ini?” kata Soo Ho, Bo Nui menatap dengan wajah kebinggungan.
Kau tidak masuk akal... tidak peduli berapa kali aku mengulang perhitungannya. Maka Tidak ada fungsi yang bisa menyelesaikanmu. Jadi kau benar-benar bug. Kau mengacaukan pikiranku, hidupku dan semuanya. Tapi aku... tidak mau membunuh bug itu. Aku mau bug itu... tetap dalam kepalaku.” Kata Soo Ho, Bo Nu menatap melotot kaget
Soo Ho bertanya apa yang harus dilakukan, apa harus membunuhnya Atau tidak. Bo Nui tak mengerti dengan yang dikatakan Soo Ho bahkan  datang pagi-pagi sekali lalu menutup pintu menyuruh Soo Ho untuk segera pergi saja.

Dibelakang pintu, Bo Nui terlihat kebingungan karena tiba-tiba Soo Ho menyatakan perasaan cinta untuknya. Soo Ho pun menuruni tangga keluar dari rumah Bo Nui dengan wajah lesu, lalu menatap ke atap berharap Bo Nui melihatnya pergi, tapi Bo Nui tak ada diatap akhirnya ia pun pergi dengan wajah melas.
Bo Nui berlari ke atap dengan membawa ponselnya melihat Soo Ho yang meninggalkan rumahnya, terlihat wajah Bo Nui khawatir karena terus berusaha melihat Soo Ho yang pergi meninggalkanya sampai tak terlihat.
bersambung ke part 2


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar