Kamis, 02 Juni 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 3 Part 1

Gun Wook mengetuk pintu, memberitahu sudah datang. Bo Nui panik sambil menutup mulut Soo Ho mengatakan belum siap, menyuruhnya untuk pulang dulu ke rumah dan menunggunya sampai ia siap. Gun Wook mengatakan tidak akan pergi kemana-mana jadi memintanya untuk cepat keluar.
Kalau begitu tunggu sebentar. Beri aku waktu beberapa menit.” Teriak Bo Nui terus menutup mulut Soo Ho agar tak banyak bicara.
Aku butuh waktu lama untuk menjelaskannya, tapi seseorang yang sangat penting ...menunggu di luar. Jadi, kumohon ...” ucap Bo Nui berbisik, Soo Ho bisa melepaskan tangan Bo Nui tapi Bo Nui dengan cepat menutup kembali mulut Soo Ho.
Keduanya bergantian tangan kanan dan kiri dengan saling menutup mulut dan melepaskanya. Sampai akhirnya Soo Ho meremas tangan Bo Nui sampai Bo Nui mengaduh kesakitan. Soo Ho mengeluh ada banyak kuman di tangan Bo Nui jadi menurutnya tak pantas untuk menutup mulutnya. Soo Ho kembali menutup mulutnya, karena kuman itu tak penting dan meminta agar Soo Ho tak berbicara.

Soo Ho memelintir tangan Bo Nui dan ingin keluar karena merasa heran dengan tingkah wanita itu. Bo Nui menahanya memohon agar Soo Ho tak keluar dengan memukulnya sampai akhirnya Soo Ho berjalan ke ruang tengah. Bo Nui meminta Soo Ho untuk tak berbicara sambil menjelaskan keadaanya sekarang dengan gaya lebay.
Ada seorang pria di luar.” Ucap Bo Nui, Soo Ho mengerti jadi lebih baik dirinya pergi karena Bo Nui juga akan pergi.
Apa kau belum mengerti juga? Dia ke sini untuk berkencan denganku. Tapi apa yang akan terjadi jika seorang pria keluar dari tempat si wanita? Apa yang akan dia pikirkan dengan situasi seperti itu?” kata Bo Nui kesal dengan melepaskan rool rambutnya. 
Jadi, maksudmu dia akan salah paham dengan kita? Apa dia mungkin salah paham?” kata Soo Ho seperti tak yakin, Bo Nui mengangguk

“Apa Dia akan mengira kita menjalin hubungan?” ucap Soo Ho, Bo Nui merasa senang karena Soo Ho akhirnya mengerti, jadi menyuruhnya untuk sembunyidi kamar mandi untuk sementara.Soo Ho melepaskan tangan Bo Nui meminta untuk tenang, Bo Nui meminta agar Soo Ho memelankan suaranya.
Memang bagus memiliki imajinasi liar, tapi itu terlalu primitif. Berpikir kalau semua perempuan dan laki-laki pergi untuk berkembang biak. Kau mengatakan mereka hidup di dunia hewan. Manusia dapat terlihat sebagai chordata, mamalia atau makhluk tertinggi, tapi kita sudah berkembang.” Ucap Soo Ho yang membuat Bo Nui melonggo mendengarnya.
Kebanyakan orang memiliki alasan, tidak sepertimu. Seseorang dengan akal sehat akan berpikir aku seorang tamu ... jika aku meninggalkan rumah ini, baik itu pria atau wanita.” Jelas Soo Ho ingin berjalan pergi. Bo Nui pun menghalangi jalan Soo Ho.
Aku tidak peduli apa yang kau pikirkan tentangku. Namun, aku benar-benar perlu ... tidur dengan orang itu” ucap Bo Nui yang membuat Soo Ho binggung
Aku harus berkencan dengan pria itu. Jadi, tolong beri aku beberapa waktu. Aku mohon?” kata Bo Nui, Soo Ho hanya menatapnya. 
Bo Nui menahannya agar tak keluar, Soo Ho tetap memaksa ingin keluar, Tapi akhirnya Soo Ho bisa keluar dari rumah dan Bo Nui sempat terjatuh karena berusaha menahan kaki Soo Ho untuk tak keluar. Ternyata di luar tak ada sosok Gun Wook, hanya ada sebuket bungan mawar yang tertinggal di samping pintu.
Halo..  Apa kau di sana?” ucap Bo Nui panik mengetuk pintu tetangga sebelah dan bertanya-tanya kemana pergi pria itu sambil melonggo ke arah jendela.

Soo Ho tak peduli sibuk menelp seseorang dengan ponselnya, tapi terdengar suara ponsel yang tak aktif dan meminta untuk meninggalkan pesan. Bo Nui berjongkok dengan wajah lemas, Soo Ho berjalan ingin meninggalkan rumah, Bo Nui langsung menyalahkan Soo Ho. Tapi Soo Ho malah bingung kenapa jadi menyalahkanya.
Yang aku butuhkan cuma 5 menit. Kau bisa saja diam untuk sementara waktu. Apa kau tahu kesempatan apa yang aku lewatkan?” ucap Bo Nui sedih
Aku tidak peduli dan Karena kau tidak memiliki kencan lagi, bisakah kau menelepon atasanmu?” kata Soo Ho dingin, Bo Nui mengumpat Soo Ho itu  memang jahat
Kenapa kau mengatakan itu dalam situasi seperti ini? Jelaskan kepadaku secara logis.” Kata Soo Ho
Siapa yang peduli tentang logika? Jangan bicara denganku tentang logika. Seluruh hidupku sangat tidak masuk akal.” Teriak Bo Nui kesal
Soo Ho sempat kaget tapi mukanya tetap datar, Bo Nui menyuruh So Ho pergi saja. Soo Ho pikir dari tadi sudah ingin dilakukan dan meminta menghubungi atasanya. Bo Nui menjawab dengan membanting pintu rumahnya. 

Gun Wook membawa sebuah amplop kuning dan masuk ke dalam sebuah gedung, setelah sampai di lobby bertemu dengan pria yang sudah berubah dan nampak wajah Gun Wook sangat serius.
[Apartemen Saetbyeol]
Bo Nui berlari menuruni tangga dengan membawa sebuket bunga yang ditinggalkan Gun Wook, wajahnya panik mencari-cari kemana “harimau”nya itu pergi, lalu teringat kata-kata Soo Ho “Ini terlalu primitif. Kau mengatakan mereka hidup di dunia hewan.
Aku berharap dia tersandung kakinya sendiri.” Teriak Bo Nui murka 

Soo Ho sedang berjalan tiba-tiba dikagetkan dengan petir yang sangat besar disiang hari, lalu berjalan dengan wajah binggung masuk ke dalam kantornya. Ketika sampai ruangan tak melihat satu pun pegawainya, salah seorang pegawainya memberitahu semuanya sedang ada diruang rapat. Soo Ho pun berjalan ke ruang rapat.
Sesampai diruang rapat, mereka sedang melihat games olahraga yang baru, salah seorang pegawai memuji Grafis yang menakjubkan dan ingin menebak siapa yang membuatnya. Seung Hyun pun berkomentar Daebak untuk yang membuatnya. Dal Nim pikir mereka perlu menambahkan rincian lebih lanjut. Soo Ho masuk keruangan mendengar perkataan anak buahnya.
Kita bisa membuat ini menjadi sebuah rangkaian, tergantung pada apa yang kita fokuskan. Kita perlu mengatur titik peluncuran. Dan poin meningkat.” Ucap Hyun Bin
Betul. Ini adalah faktor yang paling penting.” Kata Da Kwon, Salah satu pegawai pun memberitahu kalau Soo Ho sudah ada diruangan, semua pun langsung duduk dengan rapih.
Aku sangat khawatir sampel itu terlalu ceroboh, tetapi memiliki dasar yang kuat.” Komentar Seung Hyun sambil memakan coklat.
Ya, aku pikir semua orang mendapat ide yang umum. Kita akan membuat ini menjadi sebuah permainan virtual reality.” Ucap Soo Ho,Dae Kwon terkesima menndengar pemainan VR
Permainan sudah sampai dari konsol ...untuk perangkat mobile. Sekarang waktunya VR di masa depan. Mari kita gunakan panorama 360 dan berbagai visi untuk membuat virtual reality yang sempurna. Tidak hanya rincian masing-masing olahraga penting, tapi bagaimana realistis pemain mengalami kehidupan orang lain adalah faktor penting lainnya.” Ucap Soo Ho dengan cepat dan dicatat oleh Dal Kwan
“Dan satu lagi, Kalian tidak perlu bekerja terlalu keras. Lakukan saja pekerjaan dengan baik.” Kata Soo Ho sebelum meninggalkan ruang rapat. Dal Nim pun berlari mengikutinya.

Dal Kwon tak percaya ternyata So Ho sangat cerdas dan jenius, membuatnya jadi lebih menghormatinya, menurutnya sesuatu yang uar bisa dengan Soo Ho karena berpikir untuk mengubah permainan ceroboh ini menjadi sebuah permainan VR.
Apa ada yang membuat game VR sebelumnya?” tanya pegawai yang muda. Semua binggung, Hyun bin mengeluarkan tas yang ditaruh bawah meja.
Kau punya adaptor dari awal! Dimana kamu mendapatkan ini?” ucap si pria melihat permain yang mengunakan kacamata, sambil menjerit kagum. Seung Hyun menyadarkan karena kabelnya belum terpasang. 

Dal Nim masuk ruangan mengikuti Soo Ho membungkuk mengucapkan terimakasih, Soo Ho dengan dingin mengatakan untuk apa, Dan Nim menjelaskan kalau keadaan Ini bagus untuk Zeze dan temannya.
Kau dapat memberitahu, kan? Bo Nui mungkin tampak sedikit eksentrik, tapi dia baik.” Ucap Dal Nim membangkan temanya.
Dia lebih dari sedikit eksentrik.” Komentar Soo Ho dingin
Itu karena dia berada di dalam berbagai situasi yang sulit.” Kata Dal Nim membela
Aku tidak peduli apa dia eksentrik atau berada dalam situasi yang sulit. Kita hanya perlu membeli idenya.” Tegas Soo Ho
Aku akan membuat kontrak dan membawanya kepada anda.” Kata Dal Nim, Soo Ho megerti walaupun wajahnya terlihat kebinggungan. 

Soo Ho duduk dicafe berusaha menelp Dae Hae tapi ponselnya tetap saja tak aktif, lalu mencoba untuk menelp Bo Nui tapi hanya melihat nomornya membuatnya enggan. Ryang Ha datang mengeluh sangat lelah sambil membanting berkas diatas meja.
Aku harus menjadi anggota kongres.” Ucap Ryang Ha, Soo Ho tak  mengeri dengan ucapan temanya sambil meminum ice americanonya.
Aku akan menetapkan undang-undang baru. Mereka yang mengatakan hal yang sama pada pertemuan tersebut harus didenda.” Kata Ryang Ha geram, Soo Ho bertanya apakah Pertemuan pemegang saham yang mendesak
Jangan biarkan aku memulainya. Mereka panik kalau harga saham turun sedikit. Mereka mengatakan tidak mungkin bisa membuat permainan baru dalam tiga minggu. Tuan Kim mengatakan dia akan memberikan tangannya jika itu benar-benar terjadi. Aku akan membuat dia membayar 400,000 dolar. Dan orang yang selalu duduk di sampingnya sangat menyebalkan, Dia harus didenda 500,000 dolar.” Cerita Ryang Ha mengebu-gebu, keduanya lalu sama-sama mengehela nafas
Jangan khawatir. Aku mengatakan kepada semua orang bahwa kau sedang mempersiapkan sesuatu yang tak terbayangkan. Apa kau bertemu Tn. Won?” tanya Ryang Ha penuh harapan.
Tidak, aku tidak bisa menghubunginya” ucap Soo Ho  .
Ryang Ha bertanya tentang para karyawan, Soo Ho menarik nafas mengelengkan kepala memikirkan Bo Nui yang aneh. Ryang pikir Pihak Daebak meminta banyak, menurutnya ia juga  akan melakukan hal yang sama jika Zeze menginginkan sesuatu darina karena berarti permainan memiliki potensi besar.
Soo Ho menegaksan bukan itu maksudnya, tapi menurutnya pegawai dari Dae Hae itu tidak rasional sama sekali. Ryang Ha menduga Soo Ho itu melakukan kal itu lagi, Soo Ho bertanya apa maksudnya. Ryang Ha menjelaskan Soo Ho yang memandang rendah orang dan berbicara cepat Kemudian meminta orang tersebut untuk menjelaskannya secara logis.
“Hei.. Seberapa jauh kau akan pergi? Apa kau bicara tentang lubang hitam dengan berbicara astrofisika, atau apa kau bicara tentang DNA dengan berbicara biologi?” ucap Ryang Ha,
Soo Ho pikir tak begitu tapi teringat dengan kata-kataya pada Bo Nui “Berpikir kalau semua perempuan dan laki-laki pergi  untuk berkembang biak Kau akan mengatakan mereka hidup di dunia hewan.

Kenapa kau tidak membawa Dal Nim bersamamu?” keluh Ryang Ha, Soo Ho tak mengerti memilih untuk meninggalkan cafe, Ryang Ha menahanya meminta agar temannya menceritakan apa yang sudah dikatakanya. Soo Ho meminta agar meningalkan sendirian. 
Tiba-tiba seorang wanita datang mengaku sudah lama menunggunyda n tidak menjawab teleponnya. Soo Ho dan Ryang Ha binggung karena tak mengenal sosok wanita yang mendatangi mereka.
Aku dari stasiun penyiaran.Aku penulis naskah Lee Soo Jung dari "Orang Dari Masa Lalu".” Ucap Soo Jung,
Soo Ho langsung pergi mengaku tak tertarik dan langsung pergi, Ryang Ha menahanya sambil meminta maaf, Soo Jung terus mengikuti membahas tangan  Soo Ho yang belum pernah masuk TV sejak pingsan di acara live show. Soo Ho sempat berhenti dengan menahan amarahnya. 
Ryang Ha menahan Soo Jung merasa kalau wanita itu bisa bicara dengannya dan menyuruh Soo Ho kembali keruangan. Soo Jung heran kenapa tak memperbolehkan untuk wawancara dengan berteriak hanya perlu satu menit saja. Soo Ho tak peduli berjalan masuk ke dalam kantornya, berpesan pada petugas keamanan untuk menjauhkan pengunjung selama tiga minggu dari gedung. 


Gun Wook bertemu si pria tua menceritakan sudah pergi ke alamat itu tapi ternyata hanya ada karyawan dan mendengar kalau Choi Ho itu sudah kembal ke Korea, si Pria tua itu tak percaya kalau Gun Wook masih memilikinya. Gun Wook hanya terdiam.
Flash Back
Dimusim panas
Pertandingan Gary Choi dan Nokovic. Sul Hee terlihat tegang di bangku penonton, seluruh tempat duduk terlihat penuh sesak dengna penonton. Gun Wook mulai memberikan servicenya, lalu bisa mengembalikan pukulan dari Nokovic, sampai akhirnya ia melakukan jumping smash. Semua penonton langsung bersorak gembira, Gary Choi menang dengan angka 6-4
Setelah selesai Gun Wook pun melihat kearah penonton dan menunjuk ke tempat duduk Sul Hee dengan seorang pria bule dan wanita yang duduk disampingnya 

Gun Wook pun akan masuk ruang ganti, sementara Sul Hee dan dua orang tuanya terlihat bertemu dengan beberapa wartawan. Seorang pria tua datang memangil nama Choi Gun Wook, Gun Wook pun menyapa pria tua karena sering melihatnya bertanding, dan bertanya apakah menginginkan tanda tanganya 
Sebenarnya, Aku teman ayahmu.”ucap si pria tua
Ayahku... ada di sana.”kata Gun Wook binggung menunjuk ke arah ayah dan ibunya sedang bersama Sul Hee.
Kau tahu siapa yang aku bicarakan. Aku bicara tentang Choi Ho, ayahmu di Korea. Apa kau tetap berhubungan dengan dia? Sejak tiga bulan lalu, suratku telah kembali kepadaku. Dia tidak menjawab panggilanku.” Ucap si pria tua
Aku pikir anda datang ke orang yang salah. Sudah 13 tahun sejak aku tak berbicara dengannya.” Kata Gun Wook akan pergi.
Pria itu memohon agar Gun Wook menerima amplop itu karena setelah itu pasti akan mengetahuinya tentang bagaimana perasaan ayah, dengan menaruh amplop ditangan Gun Wook. Ibunya melihat dari kejauhan, Gun Wook pun pamit pergi tapi setelah itu membuang amplopnya ke tong sampah. 

Beberapa saat kemudian, Gun Wook diam-diam masuk ke kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya, lalu mengeluarkan amlop yang sudah dibuangnya dalam tas raket tenisnya. Ada 3 buah CD didalamnya, ia pun melihat video yang berisi semua pertandingan saat ia bermain tenis dan hanya tertuju padanya.
Ketika aku mengatakan kepadanya bahwa aku ditugaskan ke Kanada, dia memintaku. Dia mengatakan dia akan membayar berapapun ... untuk melihat wajahmu.” Jelas si pria tua
Sejak kapan anda mengirim ini?” tanya Gun Wook
“Mungkin sekitar Tahun 2003? Itu setelah dia mengundurkan diri secara sukarela dan Dia tidak mengatakan apa-apa.” Kata Si pria tua
Apa yang anda maksud dengan pengunduran diri secara sukarela?” ucap Gu Wook bingung
Si pria tua menjelaskan kalau Tuan Choi rela mengundurkan diri, yaitu di PHK. Gun Wook tak percaya menurutnya tak benar karena ia dan ibunya pergi ke Kanada pada tahun 2001,dan bercerai pada tahun 2004, pada saa itu ayahnya itu masih bekerja di perusahaan, karena itu selama Olimpiade jadi mengingat dengan jelas.
Itu adalah festival untuk semua orang, tapi itu adalah bencana bagiku.” Kata Gun Wook merasa tak menyangka ayah dan ibunya bercerai
Aku kira, dia tidak tahu harus berkata apa untukmu.” Kata si pria
Gun Wook sudah duduk disamping air mancur yang berbentuk tangga teringat kembali kata-kata teman ayahnya Ada banyak ayah yang menjual properti mereka hanya untuk mendukung keluarga mereka di luar negeri. Gun Wook hanya bisa menahan sedih dan menghela nafas. 

Dengan mata setengah terbuka Soo Ho melihat games yang baru dibuatnya dalam dua layar, tiba-tiba matanya melihat wajah Bo Nui  yang bermain dan pikiranya kembali teringat saat Bo Nui mabuk dan berkata tak akan membiarkannya pergi lalu menciumnya. Soo Ho menjerit histeris, lalu tersadar kalau gamesnya tak berjalan dengan baik.
Mengapa bug menyebabkan kerusakan di saraf simpatisku? Ayo...Tenanglah. Apa yang salah dengan adrenalinku?” kata Soo Ho sambil memegang dadanya yang berdegup kencang. Setelah itu mematikan layarnya dan mengangkat telpnya yang berdering. 

Seorang pria tua berteriak marah berusaha untuk masuk kantor, petugas penjaga mencoba menghalanginya. Tuan Je berteriak kalau dirinya itu tak tahu siapa dirinya, kalau ia yang membuat Je Soo Ho dari kepala sampai kaki. Penjaga menarik Tuan Je tetap menolak tak bisa masuk. Tuan Je mendorong Penjaga agar bisa masuk sambil menendang papan petunjuk, Soo Ho pun keluar berdiri agak jauh, meminta agar membiarkan saja.
Kau dalam masalah sekarang! Dia anakku... Hei! Kau harus menyapa ayahmu! Kenapa kau tetap disana? Dimana sopan santunmu?” teriak Tuan Je. Soo Ho hanya diam saja
Dasar anak manja. Aku dipermalukan di sini! Sejak masih kecil, kau mengunci diri dengan buku dan menjadi lemah. Lalu sekarang, kau pingsan ... dan membuat berita utama. Kau begitu terkenal! Kau adalah orang hebat!” kata Tuan Je mengejek anaknya.
Lakukan satu hal pada suatu waktu. Jika kau bersikeras bahwa aku anakmu, ambil uangnya. Jika kau bersikeras aku bukan anakmu, hapus aku dari daftar keluarga.” Ucap Soo Ho dengan nada dingin, Tuan Je murka dengan membuka jaketnya karena Soo Ho bersikap kurang ajar padanya. 
Apa kau membual kalau kau hebat? Apa kau memandang rendah ayahmu? Kau hanya menjalankan ruang permainan, namun kau jauh lebih hebat dariku, kan? Kau penjahat sosial! Kau membuat anak-anak kecil menembak senjata dan membunuh orang. Kau mengubahnya menjadi idiot. Kau membuat game-game bodoh. Kau lebih baik makan ikan di peternakanku daripada menghasilkan uang dari anak-anak! Itu cara yang lebih baik untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat!” teriak Tuan Je
Soo Ho hanya diam saja dengan tatapan berkaca-kaca, Tuan Je mengeluh kalau semua itu salahnya, lalu membaringkan tubuhnya dilantai  merasa sudah merugikan negaranya dan terus mengatakan kalau semua itu salahnya. Tangan Soo Ho terlihat mengepal menahan amarahnya pada sang ayah. Penjaga mencoba menenangkan Tuan Je agar tenang dan menyadarkan dirinya. 


Flash Back
Soo Ho kecil sudah sangat pintar dan terus menghitung rumus-rumus dengan menuliskan pada dindin dan lantai. Ayahnya baru pulang kerja, menghela nafas melihat anaknya mencorat coret lantai, berteriak apa yang sedang dilakukanya. Soo Ho dengan bangga meminta ayahnya melihat sesuatu yang dibuatnya. 
“aku menemukan sesuatu yang benar-benar menyenangkan. Ini disebut Formula Euler. Jumlah simpul adalah V, dan jumlah wajah adalah F. Jadi jika ayah mengurangi E dari V ...” jelas Soo Ho terpotong karena temanya memanggi.
Hei!.. Kita akan berenang. Kau ingin datang?” ajak salah satu temanya, Tuan Je dan Soo Ho melihat dua anak yang memanggilnya.
Dia tidak bisa berenang. Dia tidak jenius tapi Dia idiot.” Kata teman lainya mengejek lalu pergi meningalkan. Tuan Je melihat Soo Ho yang hanya diam saja. 

Beberapa saat kemudian, Tuan Je sudah membawa So Ho diatas bebatuan, ditengah-tengah laut. So Ho berteriak kalau takut air dan tak bisa berenang. Tuan Je memarahinya karena mereka tinggal didesa nelayan tapi tak bisa berenang, makanya banyak orang yang membullynya.
Aku bisa bermain sendiri! Aku tidak perlu teman!” teriak So Ho sambil menangis
Jangan khawatir. Aku di sini Untukmu. Kau tidak akan mati.” Kata Tuan Je
Soo Ho menangis ingin menahan ayahya agar tak melemparnya ke laut, tapi ayahnya tetap mendorongnya ke laut. Ia pun tak bisa berenang tenggelam di laut.
Soo Ho mengingat kejadian itu mulai panik dan mencoba menghilangkan dengan menghitung pekalian 19, 19 x 18 adalah 342. 19 x 17 adalah 323. 19 x 16 adalah 304. 19 x 15 adalah 285. 19 x 14 adalah 266. 19 x 13 adalah 247. 19 x 18 adalah 342. 19 x 17 adalah 323. 19 x 16 adalah 304. 19 x 15 adalah 285.

Bo Nui duduk didepan apartement, bertanya-tanya Apakah Guk Wook tidak datang hari ini, lalu berpikir kalau terjadi sesuatu pada Gun Wook yang membuatnya terluka. Sambil menundukan kepala merasa kalau sangat malang nasibnya, Hidupnya. selalu di musim dingin.
Apa yang kau lakukan disini? Apa kau menungguku?” ucap Gun Wook tiba-tiba sudah ada didepan, Bo Nui membenarkan mengatakan kalau sebelumnya
Aku benar-benar menyesal tentang itu. Sesuatu yang mendesak datang.” Kata Gun Wook tertunduk sedih
Apa itu yang membuatmu pergi? Kau tidak mendengar apa-apa di depan tempatku, kan?” kata Bo Nui memastikan
Aku mendengarmu kalau kau akan segera siap.” Kata Gun Wook

Bo Nui membenarkan jadi hanya sebentar saja tapi Gun Wook malah pergi. Gun Wook benar-benar meminta maaf. Bo Nui menatap wajah Gun Wook yang tampan terlihat terpesona. Gun Wook melihat Bo Nui yang menungu diluar langsung melepaskan jaketnya karena pasti dingin.
Jika tidak apa-apa denganmu, apa kau ingin pergi kencan sekarang?” ajak Gun Wook
Kenapa kau seperti harimau menakjubkan?gumam Bo Nui makin terpesona
Gun Wook menatapnya menunggu jawabanya, Bo Nui langsung mengangguk setuju, dan menjerit dalam hati mengucapkan terimakasih. 


Keduanya berjalan di taman sakura, Gun Wook kagum dengan negera Korea indah dengan Bunga-bunga indah. Bo Nui bertanya apakah Gun Wook selama ini tinggal diluar negeri. Gun Wook berhenti berjalan bukan menjawab malah menatap dalam-dalam Bo Nui.
Kenapa dia menatapku? Apa yang harus aku lakukan?gumam Bo Nui panik, Gun Woo terus mendekatkan wajahnya, Bo Nui berjalan mundur tapi hak sepatunya malah membuatnya hampir jatuh, Gun Wook pun menahanya.  Bo  Nui bingung karena semakin mendekat.
Jangan begitu bersemangat! Aku hanya ingin tubuhnya. Kata Bo Nui sambil memejamkan matanya.
Gun Wook meniup bunga sakura yang menempel di pipi Bo Nui dan mengambil di rambutnya, lalu mengejek kalau sedang syuting sebuah film. Bo Nui binggung Gun Wook bisa mengetahui namanya. Gun Wook menyanyikan lagu “Hanchi, Duchi, Sechi, Nechi” dengan gayanya. Bo Nui masih binggung. Gun Wook pun memberitahu kalau ia adalah Choi Gun Wook. Bo Nui melonggo tak percaya. 

Flash Back
Bo Nui dan Gun Wook menari dengan berhadapan “Hanchi, Duchi, Sechi, Nechi, Hanchi, Duchi, Sechi, Nechi, Temanku Duchi Senyum untukku ketika aku sedih
Ibu Gun Wook keluar dari rumah berteriak pada Gun Wook yang main padahlan masih mengunakan baju tidurnya. Ibu Bo Nui dilantai atas memanggil anaknya untuk sarapan. Bo Nui menolak karena hanya ingin main, lalu dengan mengandeng Gun Wook berlari keluar rumah. 

Bo Nui akhirnya bisa mengingat didepanya itu Choi Gun Wook yang ada dilantai bawah, lalu melihat dari atas kebawah menurutnya tak mungkin yang dulu kecil tinggi besar. Gun Wook menyanyikan kembali lagu yang sering mereka mainkan “Hanchi, Duchi, Sechi, Nechi” Bo Nui pun mengikutinya tanpa sadar
Tunggu sebentar... Kau ‘kan  pergi ke Kanada.” Kata Bo Nui
Aku meluangkan waktu untuk berkunjung.Aku pergi ke lingkungan lama kita ternyata kau masih tinggal di sana, dan aku melihatmu, Duchi!” ucap Gun Wook lalu memeluk Bo Nui untuk memastiak kalau ia adalah Puku, Gun Wook
Jika maksudnya seperti ini, Aku berarti celaka.Kata Bo Nui panik lalu melepaskan pelukan Gun Wook. 
Kenapa... Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal?” tanya Bo Nui heran
Aku kecewa kau tidak mengenaliku.”ungkap Gun Wook
Bo Nui pikir seharusnya Gun Woook tak mengodanya, tapi Gun Woo pikir sejak kecil memang selalu menjahili Bo Nui. Akhirnya Bo Nui memukul Gun Wook karena telah membohongi umurnya padahal umurnya itu lebih muda. Gun Wook berusaha menghindar dari pukulan Bo Nui

Aku punya banyak hal yang kuberitahu padamu dan ingin bertanya banyak hal begitu aku melihatmu. Bagaimana dengan orangtuamu? Bagaimana dengan Bo Ra? Berapa umur dia sekarang? Dia pasti berumur 19 tahun. Apa dia berumur 20 tahun?” tanya Gun Wook bersemangat
Orang tuaku meninggal 10 tahun yang lalu. Dan Bo Ra ... Dia di rumah sakit, Dia sedang sakit.” Ucap Bo Nui dengan menahan tangisnya.
Gun Wook benar-benar terkejut, Bo Nui pun mengaku sangatt senang bertemu kembali dengan Gun Wook, lalu pamit pergi dan berjanji akan bertemu nanti. Gun Wook menahanya karena tak bisa meninggalkan seperti itu. Bo Nui berpura-pura teringat memiliki sesuatu yang mendesak untuk di urus. Gun Wook ingin mengantar karena pasti akan pulang, Bo Nui menolak mengaku akan ke tempat lain. Gun Wook hanya bisa menghela nafas melihat kepergian Bo Nui.
Aku sangat malu... Dia dua tahun lebih muda dariku ... yang berarti dia ... lahir di tahun domba, monyet ... Aisshhh... Ia lahir di tahun ayam.” Ucap Bo Nui kesal sendiri menatap langit yang penuh bintang dan bunga sakura yang berguguran. 


Soo Ho mengendarai sepedanya sambil bertanya-tanya dalam hati “Bisakah Genius Two dirilis?” dalam pikiran logisnya terlihat pertanyaan dilayar gedung yang dilewatinya
[Bisakah Genius Two dirilis?] Jawabanya adalah Tidak.
[Bisakah rencana baru diumumkan dalam tiga minggu?] jawabanya juga Tidak
[Apa kita memiliki rencana yang kompetitif?] jawabannya yes
Soo Ho melewati sebuah patung yang berubah seperti lampu terbalik yaitu jawabanya adalah “IF”
[Apa kita mampu untuk menandatangani kontrak hak cipta?] papan bergambar wajah Bo Nui dan akhirnya jawabanya adalah tidak. Soo Ho pun berkata kalau dirinya itu “CE-LA-KA” lalu tertunduk lesu dan kembali mengayuh sepedanya setelah lampu merah. 

Soo Ho memarkirkan sepedanya, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita berkomentar Soo Ho yang lebih baik naik sepeda sekarang. Soo Ho melihat Sul Hee yang ada didekatnya, Sul Hee pun mendekatinya menyapa Soo Ho yang hanya diam saja. Soo Ho seperti tak mengenal wanita itu dan langsung pergi begitu saja.
Sul Hee memanggil dan menariknya, Soo Ho menghempaskan tanganya lalu bertanya siapa orang itu. Sul Hee memberitahu kalau ia adalah Sul Hee, dengan nama Amerikanya Amy, bertanya apakah tak mengingatnya. Soo Ho seperti mengingat nama “Amy” lalu mengatakan tak mengingatnya.
Aku mengenalmu sudah 10 tahun,Tapi kita dulu begitu dekat.” Kata Amy binggung
“Lalu? Apa sesuatu yang signifikan terjadi di antara kita? Atau mungkin sesuatu yang benar-benar buruk terjadi. Aku cepat lupa kenangan yang buruk.” Tegas Soo Ho lalu pergi meninggalkanya. 

Sul Hee menatap Soo Ho tak percaya kalau bisa pergi seperti sekarang, berpikir kalau dirinya itu bertingkah terlalu elegan, lalu mengomel pada sepeda Soo Ho merasa kalau harusnya bertingkah lebih ramah seperti ini. Sementara Soo Ho terlihat panik mencoba menenangkan diri dibelakang dinding, tiba-tiba tanganya ditepuk dari belakang.
Aku bilang aku tidak mengenalmu!” teriak Soo Ho marah, tapi bukan Sul Hee, Dae Hae yang menepuk pundaknya terlihat binggung.
Tentu saja kau tidak ingat. Aku menerima pesan teks dan datang untuk  bertemu denganmu,  Aku Won Dae Hae dari Daebak Soft.” Ucap Dae Hae. 

Soo Ho melihat surat Kontrak Pemindahan Hak Cipta Software Permainan, dan bertanya kalau Dae Hae ingin Bo Nui menjadi salah satu pengembang game. Dae Hae membenarkan. Soo Ho menjelaska perusahaan  hanya ingin membeli secara garis besar permainan dan memberi imbalan, Daen Hae mengatakan tidak dengan terlihat mengelurkan es batu dari mulutnya karena merasa giginya terasa ngilu.
“kau tidak dapat melakukan ini tanpa Bo Nui dan akan kehilangan waktu dan uang tanpa dia.” Ucap Dae Hae
Tn. Won? Aku adalah Je Soo Ho.” Tegas Soo Ho merasa dirinya itu sangat jenius.
Aku tahu, kau mengirimku pesan teks, kau Je Soo Ho, presiden Zeze Factory.” Kata Dae Hae, Soo Ho menghela nafas lalu ingin menjelaskan tapi Dae Hae lebih dulu memotongnya.
Aku yakin anda memiliki rencana,tapi dari pengalamanku, aku tahu industri TI ini bukan lelucon. Tanpa pengembang yang terampil, anda tidak akan mendapatkan apa-apa dengan ini.” kata Dae Hae
Soo Ho pikir Zeze itu bisa.... ucapanya kembali disela, Dae Hae minta So Ho membayangkan kalau dirinya itu orang jahat, yaitu setelah menandatangani kontrak dan menghilang dengan uangnya, jadi mengatakan hal ini karena merasa peduli dengan memberikan pengembang utama yang dimilikinya dan membuatnya jadi berhasil.
Soo Ho menghela nafas kembali, mengingat kembali saat Bo Nui yang menutup mulutnya, lalu mabuk dan muntah. Ia mengelengkan kepalanya menurutnya itu tak percaya, lalu bertanya Bagaimana jika merekatidak memenuhi syarat. Dae Hae sempat binggung dan mengatakan jika Soo Ho tidak memenuhi kondisi tersebut, kesepakatan ini tidak akan bekerja. Soo Ho kembali menghela nafas. 


Bo Nui mengunakan teropong menyapa adiknya, terlihat adiknya sedang tidak lalu bertanya apakah tidurnya dengan nyenyak, tapi tiba-tiba terlihat adiknya yang dibawa oleh dokter.
Dengan berlari sangat cepat, Bo Nui sampai dirumah sakit bertanya pada perawat bertanya kemana Bo Ra dibawa pergi, apakah adiknya mengalami kejang lagi dan terjadi sesuatu. Perawat meminta Bo Nui untuk tenang lebih dulu karena adiknya hanya mendapatkan beberapa tes. Bo Nui bisa bernafas lega karena mengetahui Bo Ra yang dijadwalkan check-up besok. Perawat memberitahu kalau Dokter merubahnya jadi hari ini dan melhat Bo Ra sudah keluar. 

Bo Nui menghapus air matanya mendekatinya tanpa mau menatapnya, perawat lain yang menyapa Bo Nui yang baru datang. Bo Nui mengucapkan terimakasih pada perawat yang membawa anaknya, Perawat heran Bo Nui yang tidak melihatnya lebih dekat. Bo Nui tetap membalikan badanya menurutnya tak masalah dan menyuruh segera masuk saja.
Tidak ada yang akan terjadi bahkan jika kau menyentuh wajahnya. Cintamu untuk Bo Ra akan lebih kuat ... daripada nasib buruk yang kau bawa. Bo Ra perlu tahu kau di sini untuk mengumpulkan kekuatannya.” Kata perawat,
Bo Nui hanya diam saja dengan sesekali menghapus air matanya, Perawat mengeluarkan kertas memberitahu kalau itu dari  administrasi rumah sakitnya karena Ada di laci samping tempat tidurnya. Bo Nui menerima dengan mengangguk mengerti.
Di atap rumah sakit, Bo Nui duduk melihat kertas tagihan milik Shim Bo Ra yaitu 4.958.718 won lalu menghela nafas, lalu sambil mengelengkan kepala tak boleh untuk mendesah.
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Sinopsis nya keren mba dee,, gomawo, fighting yaa...

    BalasHapus
  2. Sinopsis nya keren mba dee,, gomawo, fighting yaa...

    BalasHapus