Selasa, 28 Juni 2016

Sinopsis Doctors Episode 3 Part 1

Ji Hong menuntun sepedanya melalui danau sambil bergumam
Perasaan yang terkait dengan rasa suka dan tidak suka... Diproduksi oleh inti amygdaloid di otak, Inti amygdaloid juga bertanggung jawab...Untuk respon perilaku agresif. Jatuh cinta menyebabkan orang... Untuk menjadi  lebih agresif.
Ibu Seo Woo sudah menunggu didalam cafe, Ji Hong meminta maaf karena datang terlambat. Ibu Seo Woo menyindir kalau sudah memesan minum lebih dulu. Ji Hon pun memesan air berkarbonasi.
“Kau tidak pernah bisa  menilai orang hanya  dari tampak luar saja. Siapa yang sudah tahu bahwa kau akan menjadi terlibat... pada skandal buruk ?” ucap Ibu Seo Woo menyindir
Hal pertama yang dibutuhkan dalam percakapan adalah rasa hormat. Aku menghormatimu, Nyonya Yoon. Skandal yang kau bicarakan Adalah hasil dari kesalahpahaman Seo Woo. Aku benar-benar tidak ingin orang terluka karena insiden ini dan bisa menangani ini sendiri” jelas Ji Hong
Apakah kau mengatakan bahwa akan melindungi Hye Jung? Dia kemungkinan besar akan bisa dikeluarkan dan kau juga akan bertanggung jawab.” Kata Nyonya Yoon sinis
Jika itu terjadi, maka aku akan menjalani proses hukum... Terhadap komite operasi sekolah dan Seo Woo...Untuk pencemaran nama baik.” Ucap Ji Hong santai, Nyonya Yoon tak percaya Ji Hong bisa bicara sepert itu.
Jika Seo Woo terus menjadi sorotan Itu tidak akan baik untuknya juga.” Kata Ji Hong memperingati.
Meskipun demikian, aku tidak bisa membiarkanmu dan gadis itu, Hye Jung... Untuk tetap di sekolah” tegas Nyonya Yoon. Ji Hoon pun hanya diam sambil minum air karbonasinya 


Ji Hong menyerahkan surat pengunduran diri pada kepala Sekolah, Tuan Chun menghela nafas panjang mengaku benar-benar menyukainya, karena Seorang mantan dokter yang menjadi guru terdengar sangat hebat, tapi mengapa sekarang malah pergi.
Setelah aku pergi, aku ingin... Guru bahasa Inggris pengganti untuk mengambil alih kelasku” ucap Ji Hong, Tuan Chun hanya bisa menghela nafas panjang, Ji Hong pun terlihat menarawang jauh. 

Ledakan besar terjadi di gedung yang gelap, terlihat pemadam kebakaran sibuk memadamkan api. Hye Jung dan Soon Hee keluar dengan wajah menghitam karena asap. Seo Woo dibawa masuk ke ambulance karena tak sadarkan diri. Hye Jung menatap sedih Seo Woo karena semua ini pasti akan menyalahkan dirinya. Akhirnya keduanya dimasukan ke dalam mobil polisi untuk memberikan keterangan.

Soon Hee ingin merangkul Hye Jun sambil menangis, tapi Hye Jung menjerit kesakitan, Soon Hee pun panik lalu melihat ada luka bakar dengan kulit yang melepuh, menurutnya mereka harus pergi ke rumah sakit. Hye Jung mengatakan kalau baik-baik saja sambil menutup kembali luka di tanganya.
 “Jangan katakan ke guru wali kelas kita bertemu. tegas Hye Jung, Soon Hee yakin guru mereka pasti akan tahu dengan sendirinya.
“Soon Hee....Temanku, Soon Hee.  Aku ingin sekali menjadi orang baik dan ingin punya hidup yang baik.  Aku tidak ingin wali kelas tahu kau tersangkut dalam hal ini denganku.  Kau juga musti begitu, Kau harus menjauh dariku.” Kata Hye Jung memegang tangan temannya agar memohon

Nenek Kang tertidur pulas sampai tak mendengar suara telp yang berdering, Polisi menduga itu bukan nomor telp neneknya karena tak di angkat jadi meminta orang tuanya. Hye Jung mengatakan kalau ia Tidak punya. Tuan Chun sudah ada dikantor polisi menberitahu Hye Jung masuk sekolah sebagai biang masalah.
Pembakaran adalah tindak kriminal.” Kata polisi, Soon Hee bertanya apa yang akan terjadi. Polisi menegaskan kalau sudah pasti harus masuk penjara.
Kau sudah diatas 14 tahun, jadi bisa dipenjara.” Tegas polisi
“Apa Meskipun itu kecelakaan ? Ada tangki bensin yang jatuh.” Ucap Soon Hee yakin
Apa bisa jatuh sendiri ? Pasti ada yang menyulutnya dengan api.” kata Polisi

Tuan Chun pun meminta izin untuk membawa anaknya pulang, polisi pun mempersilahkan. Soon Hee panik menanyakan nasib temanya. Polisi menegaskan karena Hye Jung tidak punya wali maka akan memberinya hukuman atas pembakaran.
Soon Hee tak terima dan akan tetap berada di kantor polisi, Tuan Chun meminta anaknya tak ribut dan mengajaknya pergi, Soon Hee merengek tak mau pergi. Hye Jung menyuruh Soon Hee untuk Pulang dengan ayahnya, karena menurutnya yang memulai darinya jadi harus mengakhirnya juga.
Tidak, aku yang melakukannya, Bukan Hye jung pelakunya !” kata Soon Hee membela temanya.
Anak-anak jaman sekarang, rela melakukan apapun demi teman. Dia masih belum mengerti. “ kata Tuan Chun lalu menarik tangan anaknya, Soon Hee berteriak memanggil Hye Jung seolah-olah tak mau dipisahkan.
Kau kira keren sudah bertanggung jawab atas semuanya.  Tapi ... kenyataan mirip dengan lumpur.” Ejek polisi sinis, Hye Jung pun hanya bisa diam saja 


Ji Hong keluar dari rumah, melihat mobil jip In Soo sudah ada didepan rumah memberikan bunyi klaksonya. In Soo turun dari mobil langsung berteriak “Welcome to my home!” Ji Hong mengeluh karena berisik membuat Semua orang bisa bangun lalu meminta anjing-anjing berhenti menyalak.
Dokter residen tahun kedua ini  sedang kurang kerjaan jadi disini.” Ucap In Soo membentangkan tangan ingin memeluknya, Ji Hong langsung menghindar, menolaknya.
Kau keluar dari sekolah, kenapa aku yang senang ? Apa Kau keluar karena ingin pergi ke Amerika dengan Kepala Rumah Sakit ?” ucap In Soo bersemangat
“Apa sudah makan ?” tanya Ji Hong, In Soo mengelengkan kepala 

Ji Hong mengeluarkan bahan makanan dari kulkas, In Soo mengodanya apakah Ji Hong ingin memasak untuknya. Ji Hong menegakakan hanya akan memberi makanan dari kulkas. In Soo pikir itu sama saja, lalu memeluknya dari belakang. Ji Hong menjerit agar In Soo melepaskan tanganya lalu tersenyum.
Jadilah milikku, Aku akan baik padamu.” Ucap In Soo, ponsel Ji Hong berdering
Siapa itu ? akan kubunuh dia.” Ancam In Soo, Ji Hong hanya tersenyum mengangkat telpnya. 

Soon Hee sengaja menelp dari balik selimut, Ji Hong bertanya kenapa menelpon jam begini. Soon Hee meminta maaf karena keadaan darurat, memberitahu Hye Jung sekarang ada di kantor polisi. Dan seharusnya pergi ke rumah sakit Ji Hong melotot kaget bertanya apa yang terjadi. 

Ji Hong dan In Soo masuk ke bagian IGD rumah sakit, melihat banyak pasien lalu lalang didepan mereka. Lalu melihat salah satu pasien yang sedang bersihkan luka bakarnya, Seo Woo sudah sadarkan diri, disampingnya sambil ibu yang melirik sinis pada Ji Hong, serta ayahnya yang ikut melihat anaknya yang sedang diobati. 

Akhirnya Seo Woo di pindahkan ke ruang rawat, Ji Hong pun bertanya  Sebenarnya apa yang terjadi. Seo Woo balik bertanya apa yang dikatakan Hye Jung. Ji Hong mengatakan kalau menemui Seo Woo lebih dulu.
Dia mau membunuhku.” Ucap Seo Woo penuh dendam, Ji Hong  berusaha untuk bicara tapi Seo Woo lebih dulu bicara
Aku suka Guru Hong,   Aku hormat padamu.  Karena pak guru ada di sekolah, aku jadi senang pergi sekolah.  Tapi kenapa kau malah mengecewakan aku ?” ucap Seo Woo
Apa yang kau suka dan apa  yang membuatmu kecewa ?” kata Ji Hong
Kenapa tidak bisa aku ? Kenapa harus Hye Jung dan bukan aku ? Kenapa Kau menyukainya dan membenci aku ?” ucap Seo Woo
Ji Hong tahu Seo Woo itu pandai dan juga cantik, lalu menyuruhya  Istirahat, cepat sembuh,  karena itu baik untuk tubuh dan pikirannya, lalu keluar ruangan. Seo Woo hanya bisa menangis didalam ruang rawatnya. 

Hye Jung duduk dalam sel melihat luka bakar yang melpuh, Polisi membuka pintu menyuruh Hye Jung keluar.  Hye Jung melihat Ji Hong sudah ada di ruang tunggu. Ji Hong hanya terdiam lalu melihat baju Hye Jung yang robek dan meminta agar memberikan tanganya. Hye Jung menolak dengan menutupinya.
Mulai lagi, membantahku, dasar kau ini, tidak pernah patuh.  Tidak mungkin cuma Seo Woo yang terluka, Kalian ada di tempat yang sama.” Ucap Ji Hong menarik tangan Hye Jung, akhirnya Hye Jung menjerit kesakitan setelah menahanya sedari tadi.
Ji Hong melihat luka bakar Hye Jung yang melepuh dibagian tanganya, Hye Jung hanya terdiam membiarkan gurunya yang mengobati. Ji Hong mengoleskan pelembab agar tak perih, Hye Jung sempat mengernyit lalu menatap gurunya yang memberikan perhatian padanya, bukan mengomel.
Orang dengan latar belakang sepertimu, bisa diperlakukan tidak adil di kantor polisi.” Ucap Ji Hong mengerti. 

Flash Back
Hye Jun mengenggam satu buku meminta Ji Hong memberikan satu bukunya karena sudah juara 1 matematika. Ji Hong melihat buku yang dipilih Hye Jung berjudul “Orientasi Anatomi Klinis” lalu bertanya kenapa harus buku itu. Hye Jung mengataka kalau tak ada alasanya, hanya ingin saja. Ji Hong tersenyum berkomentar kalau anak muridnya memang aneh. Hye Jung pun meminta agar di Tanda tangan.
Ji Hong pun membuka laci mejanya, Hye Jung melihat ada dua nama tag, Lee Ji Hong dan Hong Ji Hong. Ji Hong menceritakan saat SMP yatim piatu. Hye Jung terlihat kebinggungan, Ji Hong bertanya balik apa yang dilihat anak muridnya, seperti mendadak terlihat menyedihkan sambil memberikan tanda tanganya. 
Ah, jadi begitu rasanya kalau orang melihatku, Saat aku bilang tidak punya ibu ...” komentar Hye Jung
Ji Hong pun langsung memberikan buku yang sudah ditanda tangani, Hye Jung tersenyum menerimanya lalu membuka buku tertulis pesan dari gurunya Aku Akan Selalu Mendukung Hye Jung - Hong Ji Hong

Hye Jung menatap gurunya yang baru selesai memasang perban pada luka bakarnya, Ji Hong menatapnya tapi Hye Jung memilih untuk memalingkan wajahnya. Ji Hong mengatakan sengaja melihatmu karena tidak ada tempat lain untuk dikunjungi.  
Seo Woo baik-baik saja, Barusan aku menjenguknya.” Ucap Ji Hong. Hye Jung meminta maaf
Sejak postingan online itu,  aku selalu menghindarimu.” Kata Ji Hong, Hye Jung juga melakukanya.
Rasanya aneh sekali,  guru Hong  dan aku , bahkan tidak pernah membayangkan itu. Aku dengar anda mengundurkan diri, Karena kau seorang guru ...” ucap Hye Jung langsung disela oleh Ji Hong
Guru dan murid, seorang  Perempuan dan laki-laki. Di lingkungan kita,  siapa yang akan lebih menderita ?” kata Ji Hong
Tapi, kenapa aku lebih khawatir pada guru Hong ?”kata Hye Jung, Ji Hong hanya terdiam, akhirnya Hye Jung berdiri dari tempat duduknya.

“Guru Hong... Terima kasih untuk segalanya.” Ucap Hye Jung sambil membungkuk, Ji Hong bertanya kenapa Hye Jung tiba-tiba berkata seperti itu.
Aku punya perasaan, tidak akan bertemu pak guru lagi.  Jangan datang kemari lagi. Lebih baik kalau aku dan kau,  tidak bertemu.” Kata Hye Jung akan masuk.,
“Kau harus merawat lukanya. Tidak perlu kain kasa, jadi Langsung gunakan ini.” kata Ji Hong memberikan bungkus obatnya pada tangan Hye Jung. Akhirnya Hye Jung membungkuk lalu pergi. Ji Hong menghela nafas panjang memikirkan tentang keadaanya sekarang. 


Ji Hong pun keluar bersama dengan In Joo, teman yang baik hati akan mengantarnya pulang. Ji Hong pikir Sudah malam jadi lebih baik In Joo Pulang saja.  In Joo tak mau tetap ingin mengantar.
In Joo, bukankah pamanmu pengacara ?” kata Ji Hong, In Joo menghela nafas panjang.
Baiklah, aku akan siapkan pengacara.  Aku akan bereskan masalahnya, kau jangan ikut campur.” Tegas In Joo sinis. Ji Hong pikir tak perlu sampai seperti itu.
Kalau ada skandal, yang paling menderita orang yang lemah.” Kata In Joo, Ji Hong sudah tahu yang paling  menderita nantinya adalah Hye Jung.

Segera tinggalkan rumah nenek, Tidak baik kalau kau terus disana” ucap In Joo sinis
“Orang lain memang punya pikiran aneh. Jadi Aku tidak perlu dengar kritikan macam ini darimu.” Kata Ji Hong
Ini bukan kritikan, tapi rasa cemburu.” Tegas In Joo blak-blakan.
Ji Hong berteriak tak suka mendengarnya, In Joo  meminta Ji Hong menjauh dari Hye Jung, karena anak muridnya itu anak yang menawan. Ji Hong mengumpat temanya itu keterlaluan sekali karena Hye Jung itu adalah muridnya. In Joo menyindir kalau mengerti Hye Jung masih dibawah umur  jadi harusnya dilindungi, tapi menurutnya Ji Hong bersikap selayaknya. Dengan wajah cemberut tak ingi mengantarnya karena  berubah pikiran. 


Pagi hari
Nenek Kang melihat kartu nama [PENGACARA KIM JI HOON] Ji Hong memberitahu Ji Hoon itu seorang pengacara dan paman In Joo, dan ia sudah berbicara pada Pengacara Kim yang akan membantunya. Nenek Kang pikir tak perlu, tapi kalau hanya diam saja masalah tak akan selesai.
Akhirnya ia menelp Ayah Hye Jung, memintanya untuk datang. Tuan Yoo menolak kalau memang berhubungan dengan Hye Jung. Nyonya Kang mengomel karena Hye Jung anaknya jadi mau kemana lagi bicara, memberitahu Hye Jung kena masalah, kemungkinan di penjara.
Terserah saja, mau di penjara atau imigrasi, aku bukan lagi ayahnya.” Kata Tuan Yoo tak peduli
Kalau begitu, cepat kemari aku kena kanker.” Ucap Nenek Kang, Tuan Yoo meminta ibunya tak membuat sandiwara lalu menutup ponselnya dan kembali berkerja.
Nenek Kang merasa menyesal karena terlalu berharap pada anaknya, lalu menyakinkan dirinya harus melakukan sesuatu dan pasti akan kuat menjalaninya. 

Ibu Seo Woo melihat luka bakar di badan anaknya, sambil mengeluhka kalau bekas lukanya tak akan hilang. Dokter merasa tak perlu khawatir karena Tidak perlu cangkok kulit hanya luka ringan.
Nenek Kang masuk kamar rawat, lalu dikagetkan dengan melihat dokter yang memeriksanya, lalu bertanya kenapa ada diruangan. Dokter Jin pun balik bertanya balik dengan wajah kaget, memberitahu kalau Seo Woo adalah anaknya. Nenek Kang melonggo mendengarnya.
Aigoo, bagaimana ini ? Maafkan aku dokter.  Cucuku, sudah bersalah besar pada putrimu.” Ucap Nenek Kang lalu bertanya apakah Seo Woo terluka parah. Seo Woo yang baik hati mengatakan baik-baik saja.
Tak apa bagaimana ?! Lebih baik kau Pergi ! Apa orang bisa sembarangan  masuk ke ruang VIP ?!” teriak Ibu Seo Woo murka. Dokter lain pun meminta Nenek Kang untuk pergi.
Maafkan aku, Aku tidak bisa berkata lain selain ini.” ucap Nenek Kang lalu memberikan sekotak minuman.
Ibu Seo Woo dengan ketus menyuruh untuk membawa saja, Nenek Kang memberitahu itu jus murni 100% jadi bisa meminumnya, Dokter lain pun akhirnya membawa kotak minuman dan membawa Nenek Kang untuk segera pergi. Nenek Kang pun kembali meminta maaf sambil berjalan keluar. 

Nenek Kang datang ke kantor PENGACARA KIM JI HOON, sambil berjalan mengingat kata-kata Pengacara Kim Ini bukan masalah kecil, Pembakaran adalah krimanal serius. Terlebih ada yang terluka,  ini tidak akan selesai dengan mudah.
Hye Jung datang ke ruang tunggu melihat neneknya datang dengan membawakan kotak makan untuknya. Nenek Kang menyuruh Hye Jung segera duduk dan makan. Hye Jung pikir orang seperti dirinya mana berhak untuk makan, Nenek Kang malah bertanya balik Hak seperti apa yang dibutuhkan untuk makan, karena menurutnya Semua yang benapas harus makan.
“Aku Tidak mau, Tidak napsu makan.” Ucap Hye Jung menolak
Setidaknya minum supnya.  Ini kaldu sup tulang, bagus untuk stamina.” Kata Nenek Kang menuangkan sup
Jangan kemari. Semua ini hanya membuat nenek marah.  Mulai sekarang, nenek pikirkan diri sendiri.  Aku bisa hidup sendiri.”ucap Hye Jung  

"Apa Kau kira bisa bicara seenaknya karena punya mulut ? Mana bisa aku mengurus diriku sendiri dan kau hanya sendirian ? Apa Kau membuang nenek karena malu padaku ?” ucap Nenek Kang sambil menahan tangis  
Siapa yang bilang begitu ? Aku menyuruh nenek hidup tenang, dan menjauh dariku.  Aku ini biang masalah, jadi aku memberimu kesempatan pergi. “ kata Hye Jung menahan tangisnya.
Meski tidak kau beri kesempatan, maka aku bisa kabur kalau memang menginginkanya. Aku mungkin hidup ceroboh, tapi tidak pernah melarikan diri.” Ucap Nenek Kang
Akhirnya Nenek Kang memilih untuk makan saja kalau memang cucunya tak mau memakanya. Dengan menahan tangisnya makan nasi sambil berkomentar “Siapapun yang membuatnya, rasanya enak.”  Hye Jung menangis lalu mengambil nasinya karena itu untuknya bukan untuk neneknya dan langsung makan dengan lahap. Nenek Kang sedikit tersenyum lalu bertanya apakah cucunya terluka, Hye Jung berbohong mengatakan tak terluka sambil menahan tangis memakan nasi bekal buatan neneknya. 


Nenek Kang keluar dari kantor polisi, tak percaya cucunya kalau tak terluka. Ketika akan berjalan, seorang polisi dan sepasang pria dan wanita menabraknya menjatuhkan semua barang-barangnya, Polisi pun meminta maaf, Nenek Kang mengatakan tak perlu membantunya lalu membereskan barang-barangnya ke dalam tasnya.
Ia menangsi mengingat saat Hye Jung memberitahu sebagai juara 1 matematika. Nenek Kang tak percaya lalu memeluknya. Hye Jung dengan tangis harusnya mengaku sangat bahagia, Nenek Kang mengatakan seharusnya cucunya itu tertawa kalau memang bahagia bukan menangis. Hye Jung melihat neneknya juga ikut menangis, Nenek Kang mengatakan itu karena bahagia lalu berpelukan kembali.
Nenek Kang menangis berjongkok di depan kantor polisi, seperti baru kemarin menangis bahagia tapi sekarang menangis karena cucunya berada di kantor polisi. 

Ji Hong menemui ayahnya dirumahnya, Tuan Hong memberitau In Joo tadi menunggu, tapi karena ada yang memanggil harus pergi. Ji Hong berkomentar temanya itu selalu ikut campur urusanya. Tuan Hong merasa senang dengan In Joo karena pandai.
“Apa Kau sudah selesai di sekolah ?” tanya Tuan Hong
Aku hanya perlu mengucapkan perpisahan ke murid-murid.  Lalu Bagaimana kesehatanmu ?” ucap Ji Hong
Jangan perlakukan aku seperti manula, Aku hanya melakukan satu operasi tidak membuatku berubah  Jangan lupa melamar ke John Hopkins dan Mayo sebelum berangkat ke Amerika.  Siapkan semua dokumennya.  Banyak yang harus kau lakukan dan Pasti sibuk.” Kata Tuan Hong
“Apa kau senang?” tanya Ji Hong karena bisa melakuan yang ayahnya inginkan. Tuan Hong mengatakan Tentu saja senang lalu bertanya balik. Ji Hong tersenyum kalau ia juga senang. 

In Joo sudah duduk ditaman depan rumah sakit, Ji Hong datang bertanya ada apa terlihat tertunduk dan tak seperti biasanya. In Joo mengaku malu melihat wajah Ji Hong, karena kemarin terlihat picik. Jin Hong merasa  Perkataan In Joo itu membuatnya sadar.
“Apa kau bisa jaga Hye Jung ?” tanya Ji Hong, In Joo bertanya balik apakah Ji Hong mempercayainya.
Harus percaya karena Kau temanku.”ucap Ji Hong, In Joo mengejek temanya itu memang pandai sekali.
Kau mendapat yang kau mau, lalu membatasi hubungan kita.   Satu batu kau bisa mendapatkan 2 burung.” Ejek In Joo, Ji Hong tersenyum sambil memukul bahagia. In Joo pun akhirnya ikut tersenyum. 

Nenek Kang mondar mandir diluar lalu melihat Ji Hong yang akhirnya pulang kerumah. Ji Hong bertanya kenapa nenek Kang malah diluar dan apakah sudah bicara dengan pengacara. Nenek Kang mengatakan sudah, menceritakan Pengacara Kim baik sekali, karena Ji Hong yang minta tolong dan Semuanya akan lancar.
Aku tidak suka mengatakan ini ... tapi, aku akan pindah.” Ucap Ji Hong
Kau sudah melalui banyak hal karena cucuku.  Terima kasih, Guru Hong. “ kata Nenek Kang
Uang jaminannya nanti saja dikirim, Aku yang sudah melanggar kontrak.  Berikan kalau kontraknya selesai.” Ucap Ji Hong
Jangan lupa menghubungi aku dan beritahu dimana tempat tinggalmu.” Kata Nenek Kang,
Ji Hong mengangguk mengerti lalu merengek karena merasa lapar, Nenek Kang pun akan memberikan makana untuk Ji Hong yang sudah dianggap seperti cucunya lalu masuk rumah. Ji Hong menatapnya dengan tatapan sedih. 

Hye Jung makan dengan lahap, kotak bekal yang dibawa neneknya. Nenek Kang dengan wajah serius memberitahua tidak bisa datang beberapa hari ini. Hye Jung Sudah bilang sebelumnya tidak usah datang sama sekali. Nenek Kang meminta cucunya jangan berkata seperti itu lagi.
Apa kau hebat? Kalau sudah bersalah, cukup bilang ..."Tolong lihat aku. Tolong perhatikan aku" Apa Kau kira aku tidak tahu ?” ucap Nenek Kang mengerti
Nenek hebat sekali, makanya punya rumah makan.  Kenapa tidak jadi Presiden sekalian ?” kata Hye Jung mengodanya.
Sepertinya kau sudah sehat setelah makan.  Pokoknya, minggu depan aku tidak bisa datang.  Apa Kau tidak tanya kenapa aku tidak datang ?” ucap Nenek Kang, Hye Jung pikir itu Permintaan yang aneh dan kenapa tak bilang langsung saja
“Jadi Nenek Kenapa tidak datang ?” tanya Hye Jung mengatakan pada neneknya

Aku akan di operasi, karena Aku punya kanker perut, jadi harus di operasi.  Aku tidak mau kau cemas,  makanya menceritakanya. Aku beritahu kalau akan di operasi. Tapi, kau pasti bosan di tahanan, lalu cemas kalau aku tidak datang, Makanya aku cerita.  Tadinya aku mau menunggu  sampai kau keluar baru di operasi.  Tapi, aku ingin tunjukkan padamu.  Sebesar ini rasa cinta nenek pada hidup yang rumit.  Seberapa besar nenek ingin hidup.” Jelas Nenek Kang
Hye Jung tertunduk menahan tangisnya, Nenek Kang menceritakan kalau dokter bilang, kankernya belum menyebar, jadi tidak masalah kalau di operasi. Menurutnya Organ dalam tubuh dipotong, jadi mana mungkin akan baik-baik saja, kemungkinan bisa saja mati. Hye Jung menjerit mendengarnya.

Nenek Kang meminta cucunya diam saja Jangan berusaha keluar,  jangan cemas, dan kalau Hye Jung masih dipenjara mungkin nenek sudah tidak ada karena meninggal. Hye Jung menyakinkan neneknya tak akan mati dan tak perlu khawatir. Nenek Kang mengerti jadi Makanya, Hye Jung harus hidup, bahkan akan lakukan apapun agar cucunya selamat. Tapi Hye Jung juga harus berusaha.
Bukan kau yang menyalakan api, kan ? Jangan terima semua kesalahan dan katakan.” Ucap Nenek Kang, Hye Jung menghapus air matanya meminta aga neneknya pulang saja meminta neneknya untuk menjalani Operasi agar sehat kembali dan buru-buru kembali ke sel tahanan.
Sesampai di sel tahanan, Hye Jung meluapkan rasa tangisnya mengingat neneknya yang harus dioperasi sementara dirinya ada didalam penjara. 

Ji Hong sudah mengikat semua barang-barangnya dalam mobil boks, tumpukan buku terlihat sangat banyak. Sebelum pergi melihat restoran nenek yang selama ini di tinggalinya, dengan berat hati akhirnya pergi meninggalkan rumah nenek.
Soon Hee terlihat berdiri di depan kantor polisi, lalu memasuk dengan penuh keberanian. Didepan polisi mengaku sebagai pelaku dari kebakaran, Polisi membaca Dari pernyataan Jin Seo Woo ...
"Chun Soon Hee memanggilku kesana dan Yoo Hye Jung disana, lalu Yoo Hye Jung ingin balas dendam karena postinganku di online. Yoo Hye Jung memaksa aku menghapus postinganku dan kami berkelahi" Dia tidak sadarkan diri dan api menyala, jadi Pasti pelakunya Yoo Hye Jung.” Ucap polisi

Seo Woo tidak tahu siapa yang menyalakan api.  Mereka sedang berkelahi saat itu.” Kata Soon Hee bisa mengingatnya.
Kalau kau pelakunya, kau tahu ‘kan ada yang terluka. Kau bisa ditahan pada tahanan remaja selama 5 tahun.  Apa kau tetap mau bilang kau pelakunya ?” tanya polisi, Tuan Chun tiba-tiba datang akan membawa anaknya pulang.
Sepertinya tidak bisa, karena Kami menulis ulang hasil laporan.” Kata polisi, Tuan Chun mengumpat anaknya sudah gila sambil memukulnya.
Meskipun kalian teman,  Apa kau mau jadi kriminal ? Kenapa kau suka sekali padanya ? Kau punya orangtua dan saudara.  Kepala Kau lebih menyukai dia ?!” teriak Ayahnya marah

“Aku memang menyukainya ! Sejak aku lahir sampai sekarang,  hanya Hye Jung yang tulus padaku.  Ibu dan ayah selalu berkata, Kalau kalian menderita karena punya anak di usia tua dan seharusnya aku tidak ada. Keluarga kita jadi malu karena aku ! Bahkan Oppa dan kakak ipar juga berpikir begitu.  Tapi Hye Jung suka padaku.  Dia tidak malu padaku.  Jadi Aku tidak akan meninggalkan dia.” Tegas Soon Hee. Tuan Chun mengangguk mengerti, membiarkan anaknya sesuka hati.
Aku tidak tahu bagaimana aku bisa punya anak yang hanya bisa membuatku malu.” Ucap ayahnya lalu keluar dari kantor polisi. Soon Hee hanya bisa menangis di depan polisi. 
Hye Jung sedang duduk dalam sel tiba-tiba disuruh keluar oleh polisi, dan menyuruh yang orang lain masuk. Hye Jung kaget melihat Soon Hee yang datang dan masuk sel penjara, lalu bertanya kenapa Soon Hee yang masuk penjara. Soon Hee dengan senyuman mengatakan kalau ia pelakunya.
Jangan seperti ini, Kau tidak akan bisa bertahan disini.” Ucap Hye Jung
Kalau kau bisa, aku juga bisa.” Kata Soon Hee

Tolong lepaskan dia, Dia tidak bisa disini.  Aku yang memanggil Seo Woo dan dia terseret karenanya.” Ucap Hye Jung membela temanya.
“Apa Kalian pacaran ? Kalian penuh kasih sayang sekali.  Sebaiknya, Kalian saja yang bereskan percintaan kalian.”ejek polisi meninggalkan keduanya.
“ Dasara Bodoh, bilang ke mereka bukan kau.  Ini tidak akan menyelesaikan apapun. Dari awal aku memang sudah sial.” Kata Hye Jung pada temanya
Aku ... tidak meninggalkanmu dan melarikan diri. Jadi Tolong ingat itu.” Ucap Soon Hee dengan memegang tangan temanya. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


4 komentar: