Minggu, 05 Juni 2016

Sinopsis Entertainers Episode 14 Part 2

Geu Rin tersenyum lebar didepan pintu mobil, jendela terbuka terlihat wajah Ha Nul bukan Suk Ho yang didalam mobilnya. Senyum Geu Rin sedikit menghilang, Ha Nul dengan senyumanya mengajak Geu Rin untuk segera masuk. Geu Rin teringat kata-kata Ha Nul yang ingin menyetir “Aku akan pergi melihat bunga-bunga bersamamu.
Apakah kau tahu lebih berbahaya untuk mengemudi di malam hari? Turunlah, aku yang akan mengemudi.” Kata Geu Rin, Ha Nul tetap menyuruh Geu Rin masuk saja ke dalam mobil.
Kemana kita akan pergi?” tanya Geu Rin, Ha Nul mengatakan kemana saja yang penting Geu Rin cepat masuk saja sekarang. 

Didalam mobil
Ha Nul tak bisa menutupi rasa bahagia menyetir mobil, Geu Rin duduk disampingnya terlihat sedikit takut dengan memegang tali sabuk pengamannya, memperingatakan harus selalu berhati-hati saat berkendara walaupun mengemudi di jalan lurus bukan berarti merasa aman. Ha Nul menyuruh Geu Rin tidur saja kalau mengantuk karena ia akan membawanya sampai ke tujuan.
Kemana kita akan pergi?” tanya Geu Rin penasaran
Sudah kukatakan bahwa aku akan mendapatkan SIM-ku dan membawamu untuk melihat bunga.” Kata Ha Nul
Dia berusia 35 tahun, tapi dia tidak tahu apa-apa jika dibandingkan denganmu.” Ungkap Geu Rin kesal, Ha Nul bertanya siapa yang dibicarakan Geu Rin.
Tuan Shin.... Dia berkata kalau akan membawaku untuk melihat bunga setelah dia mendapatkan SIMnya Tapi dia lupa tentang hal itu.” Keluh Geu Rin lalu marah-marah sendiri karena kursinya yang terlalu mundur.

“Aku bisa lihatkan...  Dia membuatku mengemudi dan  sementara dia hanya berbaring di sini. Dia seharusnya mengatakan, "Geu Rin, kau luar biasa hari ini. Kau pasti lelah. Aku akan mengantarmu." Bukankah setidaknya dia harus mengatakan seperti itu?” ucap Geu Rin melupakan segala amarahnya.
Aku mengemudikan mobilnya sekarang. Apakah kau bodoh? Dia perlu mobil untuk mengantarmu pulang.” Kata Ha Nul seperti merasakan hatinya seperti tertusuk
Aku hanya mengatakan bahwa setidaknya dia harus menawarkan. Kenapa dia sangat egois?” ucap Geu Rin kesa
Ha Nul dengan wajah serius ingin bertanya apakah menyukai Suk Ho, tapi ucapan terpotong karena Geu Rin menyadari ponselnya itu tertinggal di kantor dan yakin pasti Suk Ho akan marah apabila tidak mengangkat teleponnya. Ha Nul pun mengajak Geu Rin untuk kembali saja dan akan melihat bunga lain kali saja. Geu Rin pikir mereka akan melihatnya setelah mengambil ponselnya. Ha Nul mengangguk setuju. 


Geu Rin turun dari mobil meminta Ha Nul untuk menunggu dan akan kembali lagi nanti. Ha Nu pikir tak perlu mereka bisa melihatnya nanti,  menurutnya Mengemudi di malam hari itu melelahkan. Geu Rin menatap seperti tak enak hati. Ha Nul pun meminta Geu Rin menaruhkan  kunci di meja tuan Shin. Geu Rin memberitahu akan segera turun .
Aku harus mampir di suatu tempat, Kau bisa mengambil ponselmu dan pulang terlebih dahulu.” Ucap Ha Nul
Kemana kau pergi?” tanya Geu Rin penasaran, Ha Nul menatapnya dalam-dalam.
Kau tidak pernah menceritakan semuanya kepadaku. Kenapa aku harus memberitahumu semuanya? Aku juga punya rahasia.” Kata Ha Nul
Apakah kau mengadakan pertemuan rahasia karena kau seorang selebriti sekarang?” kataa Geu Rin
Ha Nul membenarkan kalau ia bisa melakukanya.  Geu Rin memberitahu Orang-orang mengenalinya jadi harus memakai topi. Ha Nul mengerti dan meminta Geu Rin untuk  Berhenti mengomel lalu  pamit pergi. Geu Rin pun langsung berlari ke dalam kantor karena ponselnya. Ha Nul berbalik badan terlihat menahan rasa sedihnya. 

Suk Ho sedang mendengarkan lagu milik Joon Ha dari komputernya, lalu mengucapkan mereka harus menarik sentimentalitas dari lagu tersebut dan Anak-anaknya itu  semuanya berkilau dan muda. Terdengar bunyi seseorang yang masuk, Suk Ho yakin itu pasti Geu Rin yang datang.
Geu Rin masuk ke kantor dan melihat ternyata Suk Ho sudah kembali ke kantor. Suk Ho memberitahu Ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Geu Rin mengatakan sengaja datang untuk mengambil ponselnya. Suk Ho memperlihatkan ponsel Geu Rin yang tertinggal diatas mejanya. Geu Rin dengan wajah ketakutan datang ke ruangan Suk Ho mengambil ponselnya sambil mengucapkan terimakasih.
Aku bingung... Karena aku memiliki semua kontak penting dan gambar di sini... Seharusnya kau meneleponku sebelumnya... Ahh ternyata Ponselku ada di sini.” Ucap Geu Rin mencoba tertawa agar tak dimarahi Suk Ho.
Apa kau tidak tahu kalau manajer harus selalu bisa dihubungi? Kau taruh di mana kepalamu?” kata Suk Ho mengejek
Aku akan menjaga agar kepalaku tetap di sini.” Ucap Geu Rin menunjuk kepalanya lalu terdengar suara perutnya yang kelaparan.

Suk Ho bertanya apakah yang Geu Rin makan hari ini, Geu Rin binggung lalu memberitahu  meminum segelas susu pagi ini dan Untuk makan siang, makan kue, lalu tadinya akan makan malam bersama Ha Nul tapi harus kembali ke kantor karena ponselnya tertinggal.
Kau harus makan dengan baik, jadi tidak akan mudah lelah. Makanlah dengan baik. Bagaimana dengan Ha Nul?” tanya Suk Ho
Dia mengatakan kepadaku untuk memberikan kunci ini kepadamu. Aku menyuruhnya untuk menungguku, tapi dia pergi... karena harus mampir di suatu tempat. “ cerita Geu Rin
Ha Nul adalah pengemudi yang baik, tidak seperti kau.” Puji Suk Ho bangga.
Dia sangat berbeda dari aku dan benar-benar sopir yang baik bahkan lebih baik dari manajernya.” Ucap Geu Rin menahan kesal dan ingin pergi.
Suk Ho mengajak Geu Rin untuk makan, Geu Rin menolak dengan wajah cemberut akan pergi makan di rumah karena tahu Suk Ho itu harus bekerja. Suk Ho melihat Geu Rin yang  cemberut tapi tidak bisa membiarkannya pergi seperti ini bahkan perutnya sudah berbunyi, lalu mengajak pergi dengan senyuman. Geu Rin pun bisa tersenyum diajak makan oleh Suk Ho. 


Ha Nul melihat sekeranjang bunga mawar putih yang dipesanya, Si pemilih membahas Ha Nul yang selu menelpnya untuk memastikan kalau membuatnya cantik, jadi ia memberikan perhatian ekstra saat merangkainya, lalu bertanya apakah Ha Nul menyukainya. Ha Nul yang terlihat sedih berusaha tersenyum sangat menyukainya.
Ia pun keluar ruangan dengan wajah sedih melihat ponselnya ada pesan masuk (Flower Restaurant, Reservasi untuk 2 orang jam 8 malam) lalu ia menelp Yun Soo menanyakan keberadanya. Yun Soo sedang menyuapi anaknya mengatakan sedanga ada dirumah, bertanya balik dimana keberaadan Ha Nul.
Chan Hee seperti sudah kelaparan akhirnya mendatangi sendok ayahnya. Yun Soo mengatakan akan makan malam setelah menyuapi anaknya, lalu memberitahu Jae Hoon sedang belajar dan Kayle sedang keluar. Chan Hee tak tahan lagi akhirnya memakan langsung dari piring dengan mulutnya tanpa mengunakan sendok. 

Geu Rin tersenyum bahagia duduk disamping Suk Ho, sambil menurunkan badanya mengikuti tempat duduk yang bersandar ke belakang. Suk Ho tertawa melihat tingkahnya, Geu Rin mengungkapkan rasanya nyaman sekali duduk di kursi penumpang seperti tidak sedang bekerja dan Terasa pribadi.
Naikkan tempat dudukmu. Apakah kau akan berbaring di sana?” kata Suk Ho megejek
Ini adalah bagaimana kau duduk dan apa yang kau lakukan terhadapku  Ngomong-ngomong, kenapa tidak kau menepati janjimu?” ucap Geu Rin, Suk Ho binggung janji apa maksudnya. 
Kau berkata kalau kau akan membawaku untuk pergi melihat bunga... setelah kau memdapatkan SIM.” Kata Geu Rin, Suk Ho seperti lupa. Geu Rin menegaskan kalau Suk Ho yang mengatakanya.

“Aku mengingat dengan jelas, Kau menggodaku karena tidak memiliki SIM dan Aku benar-benar kesal. Aku mengatakan kalau akan mengajakmu setelah aku mengemudi lagi, kan? Tapi kau sendiri yang. mengatakan aku harus membawamu untuk melihat bunga bukannya bintang... Setelah aku mendapatkan-ku dan pergi. Apakah kau ingat?” ucap Suk Ho
Oke, baiklah... Tetap saja, kau sudah dewasa dan seorang CEO. Seharusnya kau mengatakn "Kau sudah melakukan pekerjaan yang baik dalam mengemudi, Manager Jung." Atau "Aku akan membawamu keluar untuk jalan-jalan." Bukankah itu terdengar bagus?” kata Geu Rin mengomel.
Suk Ho mengatakan kalau itu kedengarannya tidak bagus dengan senyuman jahilnya. Geu Rin pun membalas karena mereka sekarangs sudah ada didelam mobil jadi mereka lebih baik melihat bunga hari ini. Suk Ho pun melajukan mobilnya dengan cepat, Geu Rin menjerit bahagia sambil memegang sabuk pengamannya. 

Ha Nul duduk direstoran sendirian sambil melamun mengingat kata-kata Geu Rin Dia berkata kalau akan membawaku untuk melihat bunga setelah dia memperbaharui SIM. Tapi dia lupa tentang hal itu. Dia seharusnya mengatakan,"Geu Rin, kau hebat hari ini. Kau pasti lelah. Aku akan mengantarmu." Bukankah seharusnya dia mengatakan itu?
Matanya menatap ke arah buket bunga yang sudah dibeli tapi tak bisa diberikan pada Geu Rin. Yun Soo masuk restoran melihat Ha Nul yang duduk sendirian, akhirnya mendekatinya mengungukapkan sudah bisa menebak apa yang terjadi. Ha Nul pikir sudah mengatakan kepada Yun So untuk membawa Chan Hee.
Aku datang sendirian karena tahu kita akan memiliki pembicaraan orang dewasa. Kursi ini adalah untuk Geu Rin, kan?” ucap Yun Soo yang membuat Ha Nul tak bisa berkata-kata lagi, hanya bisa tersenyum dan menahan rasa sedihnya. 

Dalam restoran all u can eat, Geu Rin dengan penuh semangat memasukan pangsit, lalu bertanya apakah Suk Ho menyukai mie. Suk Ho melihat Geu Rin memasukan semua makanan lalu bertanya-tanya apakah Geu Rin akan memakanya. Geu Rin mengatakan sudah pasti akan bisa memakan semua, lalu menambakan Sayuran sangat baik karena baik untuk Suk Ho jadi harus makan yang banyak.
Geu Rin menaburkan keju keatas makanan sambil menjerit bahagia karena makanan kelihatan sangat enak, lalu mengajak Suk Ho untuk segera makan. Suk Ho berpesan agar mengunyah dengan baik dan makan secara perlahan. Geu Rin mengerti dan langsung mengambil toppoki.
Kau harus meminta maaf kepada perutmu. Yang kau makan hanya susu dan kue sepanjang hari.” Ucap Suk Ho lalu mengomel pada Geu Rin yang langsung menelannya bukan mengunyahnya lebih dulu. Geu Rin mengerti dengan memberikan tanda oke dengan tanganya diatas kepala.
“Kau harus Makan dengan baik, yah... kalau tidak Kau akan merusak tubuhmu.” Pesan Suk Ho, Geu Rin dengan mulut penuh makan berusaha menelanya menjawab kalau sudah mengerti.

“Oh.. Yah... Aku memeriksa stylistnya, tapi aku tidak tahu banyak,  jadi kau harus melihatnya.” Ucap Geu Rin
Kupikir kita harus memutuskan... konsep untuk pertunjukan ini. Kita akan melakukan sisanya dengan stylistnya.” Jelas Suk Ho, Geu Rin bertanya apa saja konsepnya.
Apakah kau sudah mendengarkan "Go Ahead, Cry"?” tanya Suk Ho, Geu Rin mengaku sudah mendengarnya, Suk Ho bertanya pendapat Geu Rin tentang hal itu.
Aku tidak terlalu sensitif, tapi saat aku mendengar lagu itu, terasa ada sengatan di hatiku. Seperti ada sesuatu yang menusukku, dan aku menghirup sesuatu yang pedas Jadi aku terus menangis. Mungkin aku terus menangis karena judulnya adalah "Go Ahead, Cry".” Cerita Geu Rin
Suk Ho bisa mengerti, sambil menatap Geu Rin mengaku merasakan hal itu juga dan merasakan jengkel karena itu adalah album KTOP, tapi lagunya itu dengan beberapa alasan memiliki nada yang tajam. Geu Rin setuju tak percaya mereka bisa memiliki pendapat yang sama lalu saling high five bersama.

Dengarkan sambil makan... Jadi, kita tidak perlu terlalu mewah. Sangat penting agar anak-anak kita bisa berkilau, tapi itu tidak akan cocok dengan lagunya. Kali ini, kita jadikan lagunya sebagai pusat perhatian. Kupikir itu akan menjadi konsep yang bagus.” Jelas Suk Ho, Geu Rin memujinya kalau Suk Ho memang benar-benar pandai bicara.
Membuat lagunya menjadi pusat perhatian.” Kata Geu Rin, Suk Ho membalas Geu Rin juga  pandai bicara dengan Rasanya tidak nyata dan mengatakan Lagunya terasa menyengat.
Geu Rin tersenyum mendengarnya, Suk Ho pikir mereka harus mengunakan kostum yang sederhana saja. Geu Rin mengeluarkan agenda dan pulpennya. Suk Ho membayangkan seperti  band yang berjalan keluar dari studio mereka Tapi tidak terlalu lusuh dan usang. Geu Rin terus menuliskan di agenda. Suk Ho menyuruh Geu Rin makan sambil menulis karena mienya nanti semakin lembek. Geu Rin menyadari kalau pelupa jadi harus mencatatnya lebih dulu.

Setelah kita memilih stylist, aku akan memberitahu mereka.” Ucap Geu Rin memasukan kembali agenda ke dalam tas.
Suk Ho memberikan mangkuk odeng dan menyuruh Geu Rin memakanya, Geu Rin tersenyum sambil memberikan kedipan matanya. Suk Ho pun kembali merasakan sesuatu di dalam hatinya, dengan senyuman meminta Geu Rin untuk tak melakukan hal itu padanya. Geu Rin hanya bisa tertawa lalu mulai makan odeng. Suk Ho pun makan odeng dengan mencelupkan pada lelehan Keju Mozzarela. 


Dua piring menu dan wine sudah disediakan diatas meja, sementara tak jauh dari tempat duduk Ha Nul seorang wanita mengenali  Jo Ha Nul dari Entertainer Band dan itu ayah si bayi Yun Soo, lalu mulai mengambil gambar dengan ponselnya
“Hyung... kau harus jujur. Apakah kau lebih suka Ga Eun merasa bahagia dengan pria lain, atau kau lebih suka dia tinggal bersamamu,  bahkan jika cintanya telah memudar?” tanya Ha Nul
“SeJujur, aku marah pada awalnya, bahwa dia akan menjadi istri orang lain, dan dia akan menjadi ibu orang lain, Sementara dia memiliki Chan Hee Rasanya menyedihkan. Setelah aku memikirkannya, aku lebih memilih agar Ga Eun bahagia, karena aku mencintainya.” Jelas Yun Soo, Ha Nul tertunduk sedih
Kenapa Geu Rin tidak bisa? Kau akan memberinya cincin, kan?” ucap Yun Soo.
Dia terus... berbicara tentang pria lain. Saat dia membicara tentang pria itu, dia terlihat sangat bahagia. Aku tidak bisa menghancurkan itu.” Cerita Ha Nul mencoba tersenyum walaupun rasanya sakit, Yun Soo hanya terdiam karena bisa mengerti perasaan Ha Nul. 

Tuan Byun minum soju sendirian direstoran, pikiran kembali mengingat pada kenangan dengan Sung Hyun. Saat itu ia memuji nama Sung Hyun adalah Nama yang luar biasa dan nama yang bagus untuk seorang penyanyi, Suk Ho juga merasakan Suaranya adalah sebuah karya seni.
Benar-benar takdir yang kejam... Dia pikir lagu kakaknya adalah lagu orang lain, dan dia akan bekerja keras untuk menyanyikannya dengan baik untuk menghormatinya.” Ucap Tuan Byun meminum sojunya.
Sung Hyun... Apakah kau melihat? Apakah kau melakukan ini... karena kau marah? Kalau begitu... Ha Nul... Anak muda itu akan terluka. Demi kebaikan adikmu...” kata Tuan Byun seperti berbicara dengan Sung Hyun lalu meninggalkan restoran. 

Kayle baru saja selesai mandi menceritakan pada Jae Hoon kalau mencari namanya secara online setiap hari dan pasti Jae Hoon melakukan juga. Jae Hoon mengatakan tika hanya  mencari "Entertainer Band" sesekali menurutnya band adalah yang terpenting dibanding dirinya.
Aku menjadi orang yang egois lagi, berkat kau.” Keluh Kayle lalu melihat ponselnya karena mendengar bunyi notification.   
“Wah.. Apa ini? Apakah mereka berdua memakan makanan yang enak sendirian? Kami di sini, makan sereal, dan...”jerit Kayle marah melihat foto Yun Soo dan Ha Nul makan malam direstoran mewah.
Aku yakin dia menenangkannya, Yun Soo pasti sangat menyukai Nona Yeo.” Ucap Jae Hoon santai
Astaga. Kenapa dia tidak bisa membawaku? Aku akan mengirimkan ini kepada Tuan Shin.” Ucap Kayle tak terima. 

Suk Ho sedang makan dengan Geu Rin menerima pesan dari Kayle dengan gambar dan tertulis pesan “Ini tidak benar.. Aku makan sereal!” Suk Ho tak percaya Kayle itu sangat konsisten karena merengek lagi. Geu Rin bertanya apa yang dimaksud. Suk Ho memberitahu  Ha Neul dan Yun Soo pergi ke suatu tempat yang bagus, jadi Kayle kesal lalu menyuruh Geu Rin untuk melihatnya. Geu Rin melihat foto Ha Nul dan Yun Soo duduk dimeja dengan bunga mawar putih, pikiran Geu Rin melayang pada sebelumnya.
Flash Back
Geu Rin bertanya kemana mereka akan pergi, Ha Nul mengingat janjinya kalau mendapatkan SIM  akan membawanya untuk melihat bunga. Sebelumnya Geu Rin juga mengatakan sangat kaget dengan bunga mawar, menurutnya sebuket mawar putih jauh lebih cantik dari seikat bunga yang berbeda-beda.
Geu Rin terdiam lalu mengingat sebelumnya, Ha Nul yang mengatakan harus mampir di suatu tempat jadi menyuruh Geu rin mengambil ponselnya dan pulang terlebih dahulu Geu Rin bertanya kemana Ha Nul akan pergi, Ha Nul mengatakan Geu Rin tidak pernah mengatakan apapun jadi kenapa ia harus memberitahu semuanya karena ia juga punya rahasia.

Suk Ho melihat wajah Geu Rin yang berubah, Geu Rin mengatakan tak ada apa-apa hanya memikirkan sesuatu. Ponsel Suk Ho berdering, Geu Rin pun memberikan ponselnya karena Tuan Byun Gil Joo menelpnya. Suk Ho mengangkat telpnya memberitahu sedang makan malam di dekat kantor, lalu mengatakan akan kembali ke kantor setelah makan malam dan mereka bisa bertemu disana.
Geu Rin masih saja terdiam seperti merasakan sesuatu dalam hati, Suk Ho bertanya-tanya kenapa Tuan Byun terdengar sangat serius. Geu Rin melamun,  Suk Ho pun bertanya apakah Geu Rin sudah selesai makan dan bisa segera pergi. Geu Rin mengangguk.

Didepan restoran, Suk Ho melihat wajah Geu Rin tidak terlihat baik dan akan mengantarnya pulang. Geu Rin pikir tak perlu mungkin karena terlalu banyak makan Toppoki, jadi lebih baik pulang naik bus saja. Suk Ho pikir lebih baik Geu Rin naik taksi saja, Geu Rin menolaknya mengaku banyak yang harus dipikirkan.
Suk Ho bisa mengerti memberitahu  tuan Byun sedang menunggunya jadi harus kembali ke kantor dan berpesan agar berhati-hati di jalan. Geu Ri mengangguk mengerti, lalu mengucapkan terimakasih karena telah mentraktirnya makan. Suk Ho melihat Geu Rin melihat manager bannya itu tiba-tiba menjadi tidak bersemangat.


Geu Rin melamun didalam bus, dalam hatinya bergumam “Pergi melihat bunga.... Flower Restaurant.... Keranjang mawar putih. Lalu menyakinkan dirinya kalau itu tak mungkin seperti yang ada didalam pikirannya. Ia pun menenangkan diri dengan mendengarkan lagu dari earphonenya. Pikiran melayan saat Ha Nul masih di Busan.
Flash Back
Ha Nul yang menjemput Geu Rin ditempat karaoke mengatakan kalau ia adalah pacarnya lalu mengandengnya didepan pria yang ingin menganggunya. Ketika ia mengancam akan pergi, Ha Nul memeluknya dengan erat memintanya agar tak pergi.
Sebelumnya Ha Nul juga mengatakan akan lari jauh dari rumah. Geu Rin bertanye kenapa Ha Nul harus kabur dari rumah. Ha Nul mengatakan  kalau melihat Geu Rin yang tetap tersenyum kepada pria lain membuatnya merasa kesal, lalu membersihkan bibirnya yang masih terlihat busa bekas pasta gigi.
Ketika pulang memberikan payung pada Suk Ho, ia melihat Ha Nul yang kehujanan dan akan kedinginan. Ha Nul mengatakan kalau ia tak memiliki payung.
Geu Rin terdiam mengingat kejadian-kejadian saat bersama dengan Ha Nul. 

Geu Rin sampai didalam kamar melihat sekeranjang bunga mawar putih ada dikamarnya, Ha Nul masuk kamar. Geu Rin bertanya tentang sekeranjang mawar putih. Ha Nul mengaku mendapatkannya dari penggemar karena tahu Geu Rin menyukai bunga-bunga ini jadi sengaja meninggalkannya di kamarnya dan Itu tidak cocok untuknya atau Kayle.
Flower Restaurant dan mawar putih. Apa itu yang kau maksud dengan akan melihat bunga?” ucap Geu Rin, keduanya terdiam dan saling menatap.
Kau cepat tanggap. Aku lelah jadi ingin pergi lain kali, tapi ada biaya pembatalan. Jadi aku akhirnya pergi dengan Yun Soo. Restoran yang benar-benar enak.  Ayo kita kemari lain kali, Geu Rin.” Cerita Ha Nul dengan tersenyum lalu merasa lelah dan ingin pergi tidur.

Ha Nul... Jadi... Apakah kau.. menyukaiku?” tanya Geu rin dengan wajah serius. Keduanya saling menatap tanpa berbicara.
Bukankah semua adiknya menyukai kakak perempuan mereka?” ucap Ha Nul dengan tersenyum lalu mengucapakan selamat malam dan keluar kamar.
Geu Rin terus menatap kepergian dengan sedih, Ha Nul bersadar dinding menahan rasa sedihnya, karena tahu Geu Rin menyukai pria lain dibanding dirinya. 


Suk Ho sudah sampai di kantor, merasa heran tiba-tiba Tuan Byun mengatakan hal itu tiba-tiba,berpikir Tuan Byun yang tidak ingin merkea tampil di "Legend Again" padahal  Semua orang ingin masuk di acara itu. Tuan Byun tertunduk hanya bisa mengatakan  mereka tidak perlu melakukannya
Bisakah kau... Percaya kepadaku sekali ini dan melepaskan yang satu ini?” kata Tuan Byun
Mereka sudah mempersiapkannya dan merasa sangat senang tentang hal itu. Kita tidak bisa melepaskannya. Aku tidak mengerti kenapa...” ucap Suk Ho benar-benar heran
Kalau tidak, ayo kita minta kepada produser untuk menyanyikan lagu orang lain, bukan milik Choi Joon Ha. Ah.. Tidak. Kita tidak perlu melakukannya, Suk Ho... Aku mohon padamu.” Ucap Tuan Byun panik

Aku akan jujur sekarang, Kau tidak punya hak untuk memutuskan atas nama Entertainer Band. Kau pasti tahu bagaimana industri ini. Kesempatan seperti ini tidak datang untuk grup band pemula. Kau tahu apa yang harus aku lalui untuk menempatkan mereka di sebuah program musik. Kenapa kau menjadi seperti ini? Aku mulai kecewa kepadamu.” Kata Suk Ho dengan mengeluh
Entertainer Band tidak akan gagal karena yang satu program!” teriak Tuan Byun marah
Suk Ho terdiam melihat Tuan Byun yang melotot marah dan heran melihat Tuan Byun yang tak biasa seperti itu dan bertanya ada apa sebenarnya. Lalu mengiri karena "Go Ahead, Cry" dirilis oleh KTOP, menurutnya itu  sebabnya mereka harus melakukannya dan menunjukkan kepada mereka seberapa baiknya band mereka.
Tidak bisakah kau merelakan yang satu ini? Kita tidak perlu melakukannya, Suk Ho. Kau... Ha Nul tidak boleh menyanyikan lagu itu.” Ucap Tuan Byun
Yang benar saja,  kenapa kau melakukan ini?” jerit Suk Ho benar-benar tak mengerti.
Itu lagu milik Jo Sung Hyun!” teriak Tuan Byun, Suk Ho terdiam dengan bertolak pinggang.
Tuan Byun membahas tentang alasannya  pergi ke pegunungan selama beberapa tahun. Mulut Suk Ho melonggo matanya memerah, seperti tak percaya dengan yang dikatakan Tuan Byun yang tiba-tiba menyebutkan nama Sung Hyun. Tuan Byun menatap Suk Ho memberitahu  Lagu  "Go Ahead, Cry" dari Choi Joon Ha, adalah lagu milik Sung Hyun Bukan Choi Joon Ha, kakak Ha Nul, Jo Sung Hyun yang membuatnya.
“Jadi Ketika... Aku berada di Moskow, apa yang terjadi? Kenapa lagu Sung Hyun... lagu itu menjadi lagu Choi Joon Ha?” ucap Suk Ho
Aku tidak bisa menghentikan Joon Suk. Aku baru tahu... setelah albumnya dirilis. Aku tidak berusaha untuk mengatakan bahwa aku tidak bersalah. Pada saat itu, albumnya dibuat dalam tiga minggu. Baik aku atau Sung Hyun tidak tahu.” Cerita Tuan Byun
Hentikan... Berhenti bercanda... Apakah Sung Hyun...mendapatkan serangan jantung?” tanya Suk Ho dengan air mata mengalir dipipinya.
Setelah aku melihat album Choi Joon Ha, Aku khawatir tentang Sung Hyun dan mengunjunginya, tapi dia sudah meinggal pada saat itu, tetangganya mengatakan kepadaku,Dia meninggal karena serangan jantung. Pemakamannya pun sudah selesai.” Cerita Tuan Byun
Jawab saja pertanyaanku! Apakah itu serangan jantung?” teriak Suk Ho ingin mengetahui kebenarannya. Tuan Byun terlihat ikut juga menangis. 

Flash Back
Tuan Byun pergi ke kantor polisi mengaku  harus menemukan keponakannya dan bertanya apakah mereka memiliki laporan insiden dari beberapa hari lalu, lalu memberitahu informasi  berusia 20 tahunan.
Apakah ada kecelakaan mobil atau kasus bunuh diri?” tanya Tuan Byun, Polisi pun mencari laporan dengan memeriksa file di komputernya.
Empat hari yang lalu, seseorang melompat ke Sungai Han, dan kami mengambil tubuhnya. Dia adalah seseorang berusia 22 tahun, bernama Jo Sung Hyun.” Ucap Polisi, Tuan Byun terdiam matanya melotot dan sangat shock. 

Tuan Byun menceritakan Sung Hyun melompat dari jembatan ke Sungai Han dan Tidak ada wasiat terakhir, sementara Satu-satunya hal di tempat kejadian adalah album kedua Choi Joon Ha. Air mata Suk Ho terus mengalir mendengar ceritanya, lalu menjerit histeris.
Aku akan membunuh... Lee Joon Suk.... Lee Joon Suk... bajingan itu... Aku akan membunuhnya.” Kata Suk Ho sambil mencengkram tubuh Tuan Byun penuh dendam. 
bersambung ke  episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. nggak sanggup berkata2....hanya sukaaaaaa..makasii oooniiieee, semangat terus nulis nya yaakk

    BalasHapus
  2. Sedih liat ha nul, ngga sabar nunggu sinopsis selanjutnya...

    BalasHapus
  3. Sedih liat ha nul, ngga sabar nunggu sinopsis selanjutnya...

    BalasHapus