Senin, 06 Juni 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 7 Part 1

Dan Tae menghalangi Gong Shim lewat untuk mengajaknya bicara, Gong Shim memilih untuk mengacuhkanya, Dan Tae langsung menarik tangan dan membawanya, Gong Shim berusaha menahanya sambil bertanya apa yang sedang dilakukanya. Dan Tae membawa ke tangga darurat, Gong Shim merasa tak perlu ada yang dibicarakan. Dan Tae langsung menarik Gong Shim agar lebih dekat dan menatap matanya.
Ada banyak yang perlu kubicarakan.” Ucap Dan Tae, Gong Shim pun terdiam dan berusaha melepaskan tanganya.
Maafkan aku.” Kata Dan Tae, Gong Shim pikir maaf untuk apa dan kenapa harus meminta maaf padanya.
Aku minta maaf atas kesalahpahamanmu. Kupikir kau ada di rumah, Aku bekerja sepanjang malam dan menyadari kesalahanku pagi ini. Aku minta maaf.” Jelas Dan Tae
Anggaplah aku berbohong kepadamu. mengerti? Walaupun begitu apakah itu harus membuatmu marah?” balas Gong Shim

Aku tidak marah, tapi Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu.” Kata Dan Tae
Kalau begitu berhenti peduli memikirkanku.” Ucap Gong Shim
Bantu aku agar tidak terlalu peduli tentangmu. Bisakah?” kata Dan Tae dengan terus menatap Gong Shim dengan mata serius
Gong Shim terlihat gugup lalu menanyakan alasan harus melakukan itu, Dan Tae juga tak tahu tapi ia hanya ingin Gong Shim bisa menyetujuinya. Gong Shim terdiam dan sedikit mengejek dengen helaan nafasnya, menurutnya ia tak harus melakukan apapun yang diminta oleh Dan Tae dan pasti dianggap bodoh.
Tidak, aku akan melakukan apa pun yang ingin aku lakukan.” Tegas Gong Shim
“Gong Shim.... Kau salah paham kepadaku.” Ucap Dan Tae lalu terdengar bunyi pintu terbuka dilantai bawah. 


Dua senior Gong Shim sedang membahas tentang gossip Gong Shim  kalau Direktur Eksekutif Yum yang secara pribadi mempekerjakannya. Dan Tae langsung mendorong Gong Shim keluar dari tangga darurat.
Wanita berambut panjang merasa tak percaya, tapi menurutnya keduanya itu tidak saling ada kaitanya. Si pria rambut pendek juga tak tahu menurutnya Mungkin Gong Shim adalah anak haramnya. Keduanya tertawa, Si rambut pendek pikir Semuanya jadi masuk akal, karena kenapa gadis seperti Gong Shim bisa bekerja sebagai sekretaris di Star Grup.  Si rambut panjang merasa muak karena melihat Gong Shim.
Dan Tae terus mendengarkan dari atas, Si rambut pendek meminta temanya itu melihat wajah Gong Shim yang terlihat sangat tidak bersalah. Si wanita rambut panjang mulai bergossip kalau Gong Shim berkencan dengan beberapa karyawan pria. Si rambut pendek tak percaya dengan wajah yang jelek bisa menarik perhatian pria-pria. 

Dan Tae menuruni tangga, keduanya langsung diam karena melihat orang yang datang dan terlihat gugup. Dan Tae sengaja berhenti lalu bertanya, apa mereka senang berbicara di belakang seseorang. Si wanita rambut pendek, dengan melipat tanganya bertanya siapa Dan Tae yang berani bertanya. Si rambut panjang ikut mengoceh kalau selain karyawan tidak diperbolehkan masuk ke kantor dan bertanya siapa pria yang didepanya.
Biarkan aku memperkenalkan diriku. Aku pengacara pribadi ketua. Kau harus lebih waspada dengan perbuatanmu di tempat ini.  Meskipun itu mungkin percakapan pribadi antara kalian berdua, Tindakan itu bisa dituntut atas tindakan fitnah..” Ucap Dan Tae, keduanya langsung tertunduk ketakutan. Gong Shim menuruni tangga melihat dan mendengar apa yang dilakukan Dan Tae.
Jika kau terus membuat rumor yang tidak benar, Kau bisa menghadapi tindakan hukum Berdasarkan apa yang kudengar dari kalian berdua, sangat mungkin bagi kalian untuk pergi ke pengadilan.” Kata dan Dan Tae

Keduanya langsung meminta maaf dan menyesal atas tindakanya, Dan Tae mengatkan tak perlu meminta maaf kepadanya, tapi  harus meminta maaf kepada Gong Shim, serta menyuruhnya melakukan permintaan maaf yang tulus dan dengan segenap hatimu agar Gong Shim dapat menerimanya. Keduanya terlihat menghela nafas panjang.
Aku akan memeriksanya nanti apakah kalian sudah melakukan itu, mengerti?” tegas Dan Tae, keduanya mengangguk mengerti
Jika kau sudah selesai, biarkan aku mengambil kembali kartu namaku” kata Dan Tae lalu melihat keduanya masih berdiri .
Kenapa kau masih berdiri di sana? Kalian masih harus melakukan permintaan maaf.” Ucap Dan Tae yang membuat keduanya buru-buru keluar, Gong Shim yang mendengarnya tersenyum bahagia karena Dan Tae bisa membelanya. 

Gong Mi terus tersenyum melihat Joon Soo yang ada duduk didepanya, Joon Soo yang ramah pun bisa tersenyum lalu berdiri ketika melihat ibunya yang datang. Nyonya Yum pun menyapa anaknya lalu melihat Gong Mi yang terlihat cantik.
Apakah dia yang kau bicarakan? Apakah dia orang yang menyelamatkanmu?” kata Ibunya tak percaya, Joon Soo membenarkan.
Suatu kehormatan bagiku untuk bertemu denganmu.” Kata Gong Mi memberikan hormat pada Nyonya Yum seolah-olah baru pertama kali melihatnya.
Aku menghargai apa yang telah kau lakukan untuk anakku. Aku pikir tidak bisa cukup berterima kasih.” Kata Nyonya Yum, Gong Mi pikir merendahkan diri merasa tak perlu seperti itu.
Nyonya Yum pun memuji Gong Mi yang terlihat cantik, lalu mengajak mereka untuk duduk bersama. Joon Soo pun menyuruh ibunya untuk duduk lebih dulu karena ia akan mengambil kursi lainnya. 

Nyonya Yum mengatakan sudah mendengar tentang bagaimana Gong Mi menyelamatkan anaknya, menurutnya kalau bukan karena Gong Mi  maka ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada anaknya. Joon Soo kembali dengan membawa kursi memberitahu kalau mereka sama-sama pergi ke tempat kursus furniture yang sama dan juga Gong Mi adalah seorang pengacara.
“Ah... Benarkah? Jadi Dia adalah seorang pengacara?” ucap Nyonya Yum seperti terkesima, Gong Mi membenarkan.
Ayahmu ingin menemuinya dan Kami akan pergi ke kantornya sekarang?” kata Nyonya Yum, Gong Mi berpura-pura kaget kalau mereka akan pergi ke kantornya.
“Apa Kau belum mengatakan kepadanya?” tanya Nyonya Yum pada anaknya, Joon Soo mengelengkan kepalanya.
Kami adalah keluarga dari Grup Star.” Ucap Nyonya Yum bangga, Gong Mi kembali berpura-pura melonggo kaget dan gugup mencoba mengartikanya.
Nyonya Yum mengatakan kalau memang itu perusahaan mereka dan anaknya sebagai direkturnya, Gong Mi tak percaya karena menurutnya selama ini hanya mengira Joon Soo adalah seorang pemilik restoran. Nyonya Yum merasa Gong Mi itu berpikir tentang sebuah restoran kecil. Gong Mi tetap masih bisa berakting seperti terkejut, Joon So pun melihatnya seperti percaya dengan akting Gong Mi yang baru mengetahuinya. 


Gong Mi sedang memberhentikan taksi didepan restoran, Joon Soo tiba-tiba datang memanggilnya memberika sebungkus obat. Gong Mi bertanya apa itu, Joon Soo mengatakan obata untuk luka di lengannya, yaitu  Ini desinfektan, salep, dan beberapa plester dan berpesan agar jangan sampai terinfeksi. Gong Mi pun mengucapkan terimakasih. 

Dan Tae menunggu seseorang yang datang ditaman, matanya berbinar-binar melihat sosok orang yang akhirnya datang. Gong Shim baru pulang kerja melewati taman, berjalan tertunduk ketika mengangkat wajahnya melihat mata Dan Tae yang tak seperti biasa menantapnya.  
Kenapa aku berhenti berjalan? Kenapa aku merasa tidak nyaman? gumam Gong Shim binggung, Dan Tae berteriak memanggil Gong Shim dan berlari kearahnya dengan senyuman bahagia.
Apakah kau tahu, apa yang aku miliki untukmu di sini?”ucap Dan Tae.
Apakah aku harus tahu?” balas Gong Shim dingin,
Ya kau harus tahu karena ini semua untukmu.” Kata Dan Tae. Gong Shim bertanya kembali alasan barang ini untuknya.
Berhenti bersikap nakal.... Apakah kau tidak penasaran? Kau akan menyukai ini.” ucap Dan Tae
Gong Shim pikir Dan Tae tidak perlu memberikan apapun. Dan Tae yakin  Gong Shim akan menyukainya. Gong Shim tertawa melihat cara Dan Tae berbicara dan ingin tahu apa isi didalamnya. Dan Tae mengodanya kalau Gong Shim pasti sangat menginginkannya.

Dan Tae mengeluarkan semua isi dalam tasnya, Gong Shim kaget melihatnya isinya. Dan Tae memberitahu mendapatkan beberapa rambut palsu dari pabrik wig, karena ia mengerjakan kasus. gugatan mengenai pembayaran tunggakan. Gong Shim melihat Kualitas rambut palsu  mengesankan dan bagus.
Rambut palsu ini sangat cantik, kan? Dan style rambutnya juga bagus.” Ucap Dan Tae, Gong Shim mengaku sangat menyukainya.
Aku tahu kau akan menyukainya! Ayo Cobalah ini.” ucap Dan Tae memilih wig yang berambut pendek. Gong Shim mencobanya dan merasakan sangat nyaman.
Bagaimana penampilanku?” tanya Gong Shim, Dan Tae terpana memuji Gong Shim yang terlihat sangat cantik memakai rambut palsu itu dan menurutnya Gong Shim itu benar-benar tipenya.
Obat untuk rambut rontokku tidak bekerja. Rambutku tidak tumbuh kembali.” Ucap Gong Shim sambil melepaskan wig dari kepalanya.


Itu semua karena... stres.” Kata Dan Tae dengan mencoba memakai wig berambut blonde.
“Walaupun aku memiliki pekerjaan atau tidak, masih ada banyak hal yang bisa menyebabkan stres. Bagaimana aku bisa menyingkirkan semua stres ini?” keluh Gong Shim mencoba wig rambut panjang.
Kau tidak bisa melakukanya tapi Kau harus menghadapinya dan membiarkannya pergi.” Kata Dan Tae,
Gong Shim melihat semua wig itu pasti cukup mahal, Dan Tae pikir dirinya itu sudah menyelamatkan uang Gong Shim, karena tak membutuhnya jadi memberikan semuanya. Gong Shim tidak yakin apakah harus menerima semuanya, tapi ia ingin mengucapkan terimakasih sambil mencoba memakai wig berambut biru.
Dan Tae mencari wig yang pertama kali Gong Shim pakai dan mengungkapkan sangat menyukainya jadi menyuruhnya untuk memakainya besok untuk berkerja. Gong Shim menolak karena ingin mengunakan wig yang rambut panjang. Dan Tae kesal menyuruh Gong Shim memakai wig panjang di akhir pekan untuk menyegarkan suasana hatinya.

Kenapa kau terus menyuruhku untuk melakukan sesuatu yang kau inginkan? Hentikan itu... Aku akan mengurus diriku sendiri... Terima kasih untuk rambut palsunya.” Kata Gong Shim memasukan semua wignya ke dalam tas dan akan pergi.
“Oh yah....  Aku mendapat permintaan maaf dari sekretaris seniorku. Terima kasih.” Kata Gong Shim sebelum pergi, Dan Tae hanya terdiam seperti ingin berpura-pura tak melakukan apapun. Gong Shim mengambil wig dari kepala Dan Tae lalu keluar dari kamar. Dan tae pun tersenyum sendirian. 


Dan Tae membuat Permainan Kompatibilitas Cinta, Ahn Dan Tae dan Gong Shim, untuk mengetahui berapa persen kecocokanya. Goo Nam meliatnya bertanya apa yang sedang dilakukan Dan Tae, dengan cepat Dan Tae langsung membalikan kertasnya.
Apakah kau melakukan kompatibilitas cinta? Coba aku lihat” kata Goo Nam bersemangat
Aku orang dewasa dan  sudah melakukan semua permainan takhayul masa kanak-kanak.” Kata Dan Tae menyangkal.
Maaf, itu terlihat tidak asing.” Kata Goo Nam
Karena kau menyebutkannya, Apa Kau bahkan percaya ini? Ini hanya lelucon, kan?” ucap Dan Tae
Apa yang kau bicarakan? Ini bukan lelucon tapi ini benar-benar berhasil.” Kata Goo Nam. Dan Tae seperti percaya lalu menyuruh Goo Nam untuk cepat pergi. Goo Nam mengerti sambil membungkuk lalu pamit pergi. 

Dan Tae pun tertawa bahagia karena hasilnya 84%, tiba-tiba tubuhnya terdiam dan matanya terpana melihat sesuatu didepanya. Gong Shim akan pergi kerja dengan mengunakan wig yang dipilihnya. Hatinya sepert berdegup kencang dan pipinya merona merah.
Aku mencoba rambut palsu yang kau berikan kepadaku. Apakah aku terlihat cantik?” ucap Gong Shim, Dan Tae terus menatapnya lalu berjalan mendekati Gong Shim.
Kau terlihat cantik.” Kata Dan Tae dengan mengangkat jempolnya.
Aku harus pergi bekerja sekarang.” Ucap Gong Shim pamit, Dan Tae pun berharap semoga harinya menyenangkan.

Nyonya Yum berbicara pada anaknya kalau ia tidak tahan dengan Gong Shim lagi, padahal ia mempekerjakannya untuk mengawasi ayah Joon Soo, tapi dengan beraninya mendekati anak laki-laki satu-satunya. Joon Soo menatap ibunya, Nyonya Yum pikir anaknya itu mengerti apa yang dikatakanya.
Itu hanya salah paham. Kenapa dia yang mendekatiku? Dia bukan orang semacam itu. Tidak ada apa-apa di antara kami. ” Ucap Joon Soo berusaha menyakinkan ibunya.
Bahkan setelah melihat semua ini ?? kalian berdua terlihat di sebuah taman, di jalan dan bahkan di bioskop.” Ucap Nyonya Yum memperlihatkan foto anaknya dengan Gong Shim
Itu terlalu berlebihan. Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Kenapa kau mengambil foto kami?” ucap Joon Soo
Jika aku tidak melakukannya, maka kau akan terus berbohong kepadaku.” Tegas Nyonya Yum dengan nada tinggi.
Aku sangat kecewa kepadamu. Apa Kau menyewa paparazi untuk melakukan ini?” kata Joon Soo marah
Nyonya Yum mengatakan akan memecatnya. Joon Soo meminta ibunya tak melakukan itu,  Nyonya Yum tetap pada pendirianya akan segera memecatnya. Joon Soo meminta ibunya untuk meninggalkan Gong Shim saja karena tidak melakukan kesalahan apapun, jadi memohon agar tak melakukan sesuatu dan meninggalkanya saja lalu keluar dari kamarnya, ibunya hanya bisa berteriak-teriak memanggil anaknya. 

Gong Shim menemui Joon Soo yang sudah menunggunya diatap, dengan memegang ujung rambutnya yang baru. Joon Soo hanya tersenyum melihatnya lalu mengatakan tidak meminta menemuinya karena sesuatu yang khusus tapi hanya ingin melihatnya.
Apakah itu semua baik-baik saja?” tanya Joon Soo khawatir
Presiden sedang dalam perjalanan bisnis, jadi semua baik-baik saja. Apakah ada sesuatu yang terjadi? Apakah semuanya baik-baik saja?” tanya Gong Shim yang melihat wajah Joon Soo sangat khawatr
Aku dimarahi oleh ibuku.” Kata Joon Soo, Gong Shim langsung tertawa mendengarnya. Joon Soo heran kenapa Gong Shim malah tertawa karena menurutnya bukan sesuatu untuk ditertawakan.
Itu membuatku tak bisa menahan tawa,  Aku sangat khawatir jika itu adalah sesuatu yang benar-benar buruk, tapi Aku senang karena hanya masalah ibumu memarahimu.” Ucap Gong Shim, Joon Soo tertunduk sedih karena ibunya mengomel tentang kedekatanya dengan Gong Shim.

“Hei.. Ayolah.... Aku dimarahi oleh ibuku sepanjang waktu dan diteriaki seumur hidupku. Haruskah aku katakan kalau aku seorang profesional sekarang? Kau harus memberontak saat kau dimarahi.” Ucap Gong Shim, Joon Soo mengartikan Gong Shim itu menyuruhnya untuk membantah
Tidak, aku memberitahumu untuk tidak terlalu memikirkannya. Orang yang berteriak selalu adalah pihak yang lebih menderita. Itulah yang kusebut pemberontakan.” Jelas Gong Shim
Joon Soo melihat ponselnya dan itu telp dari ibunya, Gong Shim menyuruh tak perlu diangkat, karena pasti akan berteriak lagi kepadanya. Joon Soo pun memilih untuk tak mengangkatnya. Gong Shim bisa bernafas lega, memberitahu jika dimarahi satu kali, maka selanjutnya akan dimarahi lagi. Jadi lebih baik jangan terlalu memikirkannya sampai nanti dan menurutnya Orang-orang yang tersiksa dengan masalah itu hanya tidak tahu harus bagaimana. Joon Soo mengangguk mengerti.
Kenapa kau dimarahi? Sepertinya kau anak yang baik.” Kata Gong Shim
Sudahlah, lupakan...  Bisakah kau mengajariku bagaimana menjadi pemberani?” kata Joon Soo
Itu mudah.  Kenapa kau perlu mempelajarinya? Ini benar-benar sangat mudah, Orang-orang hanya tidak menyadarinya.” Kata Gong Shim 


Keduanya naik taksi kesebuah tempat yang cukup ramai, Gong Shim pun dengan ramah mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal pada sopir taksinya. Supir taksinya pun terlihat membalas dengan ramah lalu meninggalkan keduanya.
Joon Soo terlihat kebinggungan dalam kerumunan banyak orang dengan pakaian jaman Josen, Gong Shim pun meminta Joon Soo tidak perlu menjadi begitu canggung karena menurutnya Hal itu normal di tempat ini, dan mengajak Joon Soo untuk segera pergi.

Di tempat peyewaan kostum, banyak orang yang mengantri dan silih berganti dengan orang yang mengembalikan pakaian. Gong Shim memberitahu Joon Soo bisa membuang waktu di tempat ini dan Jangan berpikir tentang apa yang terjadi, karena mungkin akan melupakannya nanti. Joon Soo mengerti apa yang dikatakan Gong Shim.
Tapi apakah kita juga harus memakainya?” kata Joon Soo tampak ragu
Tentu saja.... Kau harus memakai sini, jadi tak perlu khawatir.” Ucap Gong Shim menyakinkan. 

Keduanya keluar dengan mengunakan jaman Josen, Joon Soo terlihat tak percaya diri dan ingin kembali lagi masuk. Gong Shim menariknya menyakinkan kalau semua akan baik-baik saja dan akan segera terbiasa. Joon Soo mengaku menyesal setuju untuk melakukan hal seperti ini.
“Semua akan baik-baik saja, Tidak ada yang peduli tentang kau di sini.” Kata Gong Shim
Bisakah kita melakukan dengan cepat dan kemudian pergi?” ucap Joon Soo khawatir, Gong Shim mengerti lalu mengajaknya untuk segera pergi. 

Keduanya berjalan menyusuri tempat belanja yang banyak lalu lalang, Joon Soo ingin menutupi wajahnya dengan berjalan miring bahkan membalikan badanya. Gong Shim hanya tersenyum melihatnya, lalu menariknya kembali saat Joon Soo ingin kabur.
Beberapa saat kemudian, Gong Shim meminta Joon Soo untuk berjalan mengangkat kepalanya, menurutnya karena Joon Soo itu seorang sarjana harusnya bisa lebih bangga. Tiba-tiba datang turis melihat keduanya yang tampak terlihat cantik lalu meminta foto denganya.
Gong Shim yang tak bisa bahasa inggris, menyilangkan tanganya untuk memberitahu tak bisa bahasa inggris dan tak mengerti yang dikatakan dengan bahasa korea. Joon Soo hanya terdiam saja, si pria bule mengartikan Gong Shim yang menolaknya lalu mohon agar mereka bisa foto hanya sekali saja karena melihat baju yang dipakainya sangat bagus. , Gong Shim meminta maaf memberitahu bahasa inggrisnya hanya sampai tingkat delapan.
Dua turis bule makin tak mengerti, Joon Soo memberitahu Gong Shim kalau keduanya itu ingin meminta foto bersama mereka. Gong Shim pun berteriak “picture” lalu memperbolehkanya. Keduanya pun foto bersama dengan dua bule, walaupun Joon Soo terlihat kaku. 

Joon Soo meraba celana tiba-tiba merasakan ponselnya tak ada disaku celananya, Gong Shim pikir tadi Joon Soo meninggalkannya di loker saat berganti pakaian. Joon Soo pikir tidak, wajahnya langsung panik harus mendapatkan telepon penting dari klien. Gong Shim pun membantu akan mencoba menghubunginya.
Sopir taksi yang sedang berhenti menerima telp dari ponselnya yang ada disaku bajunya, Gong Shim menelp Sopir taksi memberitahu mereka meninggalkan telepon di dalam mobil, Sopir taksi membenarkan kalau ponselnya sudah tertinggal dan sudah menyimpannya, jadi bisa datang mengambilnya lalu memberitahu harus datang sekarang karena jam kerjanya sudah selesai. Gong Shim pun mengucapkan terimakasih dan mereka harus pergi kesana segera.
Joon Soo bertanya apa Supir taksi menyimpan ponselnya, Gong Shim mengangguk dan mereka harus segera pergi. Joon Soo binggung mereka harus pergi dengan pakaian seperti itu. Gong Shim mengatakan mereka tidak punya waktu bagaimana nanti kalau klienya sudah menghubunginya lebih dulu dan juga supir taksinya akan segera pergi. Joon Soo pun setuju mereka harus segera pergi sekarang. 

Keduanya berlari disepanjang trotoar dengan orang-orang yang menatap aneh, Gong Shim sempat terlepas sepatunya dan Joon Soo membantu memasangkanya. Keduanya terus berlari sampai ditempat sopir taksi yang sudah menunggunya. Sopir taksi tertawa merasa tak mengenali keduanya.
“Ahh... Kau datang dari Insa-dong, kan?” ucap si sopir mengingatnya lalu mengembalikan ponselnya. Keduanya pun mengucapkan terimakasih.
Dia gadis yang sangat manis... Semoga harimu menyenangkan.” Ucap Sopir taks lalu pamit pergi, keduanya kembali mengucapkan terimakasih.
Aku menemukannya berkat kau.” Kata Joon Soo, Gong Shim merendahkan hati kalau tak melakukan apapun.
Bukankah seharusnya kita cepat kembali ke Insa-dong?” ucap Joon Soo tersenyum melihat mereka yang masih mengunakan kostum. Gong Shim  membenarkan.
Ponsel Joon Soo berdering, Joon Soo menerima telp dari Tuan Kim yang memintanya untuk membuat persetujuannya sekarang untuk rilis, dan ia pun akan mengirimnya melalui email. Gong Shim teringat ada tempat yang bisa memakai laptop, keduanya pun kembali berlari melalui trotoar jalan. 

Joon Soo sibuk mengirimkan email sementara Gong Shim memesan minuman dengan tatapan penjaga kasir yang menahan tawanya, lalu membawakan ke meja yang diduduki oleh Joon Soo. Ia bertanya apakah Joon Soo sudah melakukan tugasnya. Joon Soo mengangguk dan mengatakan ini semua berkat Gong Shim.
Haruskah kita pergi kalau ini membuatmu tidak nyaman?” kata Gong Shim menyadari semua orang mengambil foto mereka dengan ponselnya.  
Kurasa aku belum pernah membuat orang lain tertawa. Kau sudah terbiasa dengan itu, kan?.” Ucap Joon Soo terlihat santai
 “Aku yakin mereka menertawakanku karena aku terlihat konyol dan bodoh.” Kata Gong Shim  
Tidak mungkin.. Kau memiliki bakat untuk membuat orang lain merasa lebih baik. Aku bisa merasakannya melalui dirimu, Terima kasih.” Kata Joon Soo, Gong Shim kembali merendahkan hati karena merasa tak melakukan apapun.
Joon Soo pun mengajak Gong Shim untuk segera pergi, Gong Shim mengangguk setuju. Joon Soo melayani Gong Shim seperti seorang putri jaman Josen lalu ia berjalan seperti seorang saudagar kaya, Gong Shim menahan tawa lalu berjalan dibelakanganya seperti seorang putri. 

(Firma Hukum Guleum)
Dan Tae mengangkat telp yang ada dimeja Ji Won, seorang pria menanyakan keberadan Chun Ji Won. Dan Tae memberitahu kalau Ji Won  sedang tidak ada sekarang. Si Pria terlihat binggung karena tidak bisa menghubungi Soo Yong
Apakah kau bicara tentang Ahn Soo Yong?” tanya Dan Tae, Pria itu membenarkan. Dan Tae pun memberitahu kalau ia adalah anaknya.
Apakah kau Dan Tae?” tanya si pria, Dan Tae membenarkan, Pria itu pun memberitahu kalau ia adalah teman dari ayahnya.

Ji Won baru pulang dari membeli barang belanjaanya, Dan Tae berbicara di telp mengatakan mengerti. Ji Won bertanya dengan Dengan siapa ia berbicara. Dan Tae memberitahu kalau pria itu sebenarnya mencarinya, karena mengaku sebagai teman dari ayah. Ji Won binggung.
Ngomong-ngomong, ada apa dengan pohon besar di Yangpyeong? Dia menelepon untuk memberitahu bahwa mereka akan mencabut pohonnya.” Kata Dan Tae sambil mengeluarkan barang belanjaan.
Ji Won terlihat kaget sampai menjatuhkan gelasnya sampai pecah, Dan Tae binggung melihat bibinya yang terlihat kaget. Ji Won beralasan hanya tergelincir dan akan membersihkannya.

Dan Tae berjalan keluar dari kantor, melihat seorang paman yang sedang menyiram bunga, pikiran teringat pada kebiasan Gong Shim yang selalu menyiram bunganya diatap rumah. Ia pun mendekati paman dan menyapanya sambil melihat tanaman bunga yang ada didepanya.
Mereka tidak memiliki pohon yang aku cabut.” Ucap Dan Tae
Apakah kau mencari tanaman tertentu?” tanya si paman
Oh, yang itu terlihat cantik. Apakah kau juga memiliki bibitnya?” kata Dan Tae menunjuk ke arah bunga matahari
Paman itu mengatakan memilikinya, lalu mengambilnya dan memberikan pada Dan Tae. Dan Tae bertanya berapa harganya. Paman merasa tak perlu membayarnya karena Hampir tidak ada harganya.  Dan Tae pun mengucapkan terimakasih lalu pamit pergi. 

Teman ayah Dan Tae berjalan menuju pinggir danau, lalu Dan Tae bertanya apakah pohon yang berada di paling pinggir yang dimaksudnya. Paman itu membenarkan dan bertanya Apa ayahnya tidak menceritakan tentang pohon itu. Dan Tae mengatakan tidak bahkan  belum pernah mendengar tentang pohon itu.
Sekitar 25 tahun yang lalu, Ayahmu memintaku untuk menjual pohon itu kepada seorang pria. Tentu saja, saat itu belum sebesar itu. Aku menjual kepada pria itu  karena ayahmu yang memintanya. Sejak saat itu, pria memberi pupuk pohon dan memangkas cabangnya. Dia membesarkan pohon itu seperti bayinya.” Cerita teman Ayah Dan Tae
Tapi kau menjual tanah ini, dan pemilik baru ingin membangun penginapan di sini? Mereka ingin mencabut pohon itu, kan?” ucap Dan Tae menyimpulkan
Iya. Ayahmu benar-benar mencintai pohon itu. Aku tidak yakin apakah dia ingin mengambilnya. Itu sebabnya aku menelepon.” Jelas si paman
Dan Tae mengangguk mengerti, si paman meminta Dan Tae agar memberitahunya kalau sudah memiliki keputusan, lalu pun pamit pergi meninggalkan Dan Tae sendirian. 

Dan Tae mendekati pohon dan melihat kesekeliling, terlihat sudah berumur tua. Tuan Ahn berjalan  ingin ke tepi danau dan melihat ada seorang pria yang mendekati pohon kesayanganya, matanya langsung melotot ternyata Dan Tae yang ada dibawah pohon. Dan Tae melihat seperti ayahnya yang berlari tak jauh darinya.
Tuan Ahn terus berlari tak ingin ketahuan oleh anaknya, Dan Tae mengejar ayahnya sampai ke jalan. Tapi ayahnya sudah lebih dulu pergi dengan naik taksi. Lalu pikiranya merasa tak mungkin melihat ayahnya, karena yang ia tahu ayahnya itu sedang ada di Filipina.

Gong Shim dan Joon Soo main mesin boneka, Joon Soo berusaha untuk mengambil boneka kecil dengan pakaian wanita tapi beberapa kali mencoba tak bisa juga mendapatkanya. Ia mengeluh karena merasa susah sekali untuk mengambilnya dan ingin mengeluarkan dompetnya, Gong Shim menahanya merasa tak perlu melakukanya.
Daripada membuang-buang begitu banyak uang, seharusnya kita beli saja mesinnya.” Kata Gong Shim
Kurasa aku bisa melakukannya kali ini. Aku ingin mendapatkan boneka yang lucu untukmu.” Ucap Joon Soo
Aku bisa mendapatkan bonekaku sendiri, Coba Lihat aku.” Ucap Gong Shim memaikan mesin boneka dengan satu koin.

Gong Shim bisa mendapatkan sebuah boneka anjing berwarna coklat, Joon Soo tak percaya Gong Shim bisa melakukannya. Gong Shim ingin memberikannya kepada Joon Soo karena sudah menjadi pemberontak hari ini. Joon Soo pun mengucapkan terimakasih lalu bertanya bagaimana bisa mendapatkannya dalam satu kali percobaan. Gong Shim menceritakan  dulu bekerja di sebuah pusat permainan setelah gagal dalam ujian masuk jadi  bisa berlatih secara gratis, lalu berjanji akan mengajarkan tekniknya nanti.Joon Soo akan menangih janji Gong Shim nanti.

Di rumah
Dan Tae menjerit histeris bertanya-tanya dari mana datangnya air yang membasahi semua barang-barangnya, lalu menyingkirkan alas tidurnya karena semua kamarnya kebanjiran,bahkan buku-bukunya juga basah.
Ia pun masuk kedalam kamar mandi dan melihat air sudah setinggi mata kakinya, lalu menjerit histeris karena begitu banyak air dan melihat dibawah wastafel pipanya itu bocor. 


Joon Soo berjalan sambil membahas kalau ia belajar bagaimana bisa memberontak berkat Gong Shim bahkan sekarang hampir lupa kalau ibunya tadi memarahinya. Gong Shim mengelengkan kepala menurutnya Joon Soo belum melupakan karena masih mengungkitnya, jadi menurutnya Joon Soo masih harus belajar melupakannya.
Kalau begitu apakah kita harus pergi makan sesuatu yang lezat... yang akan membuat kita lupa tentang segala sesuatu?” ucap Joon Soo berjalan mundur
Apa makanan yang bisa jadi selezat itu?” tanya Gong Shim lalu melihat ponselnya berbunyi
Joon Soo melihat nama dilayar ponsel Pengacara Mesum” Gong Shim memberitahu kalau itu Dan Tae. Joon Soo pikir Gong Shim harus mengangkatnya. Gong Shim pun meminta waktu sebentar. 

Dan Tae menjerit panik bertanya keberadan Gong Shim sekarang, Gong Shim balik malah balik bertanya, apa yang dinginkanya. Dan Tae memberitahu tempatnya kebanjian jari meminta Gong Shim datang untuk menyelesaikan masalah ini.
Apa maksudmu banjir?” kata Gong Shim binggung
Kran di kamar kecil bocor, Airnya mengalir keluar. Seluruh tempatku jadi basah. Aku tidak bisa mengatasinya sendirian, jadi Kau harus datang dan membantuku.” Ucap Dan Tae
Bagaimana aku bisa membantumu? Panggil seorang yang memperbaiki keran.
Apakah kau tidak tahu hal-hal semacam ini menjadi tanggung jawab dari yang memberikan sewa kecuali jika itu karena kelalaian penyewa?” kata Dan Tae berbicara seperti pengacara.
Aku tidak bisa pergi sekarang, jadi atasi sendiri. Aku akan mengunjungimu besok di pagi hari.” Kata Dan Tae lalu menutup ponselnya 

Gong Shim pun memperlihatkan pada Joon Soo kalau seperti itu caranya menjadi pemberontak. Joon Soo pikir Gong Shim melakukan untuk ditunjukan kepadanya, lalu bertanya apakah Gong Shim benar-benar tak perlu pergi. Gong Shim pikir tak masalah karena Dan Tae  bisa memanggil seorang teknisi pipa. Dan Tae pun mengajak Gong Shim untuk segera pergi dan memberhentikan taksi. 

Didalam taksi
Joon Soo dengan penuh semangat menceritakan Tempat yang akan mereka kunjungi sekarang terkenal dengan steaknya menurutnya setelah memakannya maka Gong Shim akan menyadari bahwa mengajarinya  sepadan dengan waktu yang dibuangnya. Gong Shim seperti tak fokus mendengarkanya.
Direktur Suk.... Maafkan aku, tapi kurasa aku harus pergi Aku adalah orang yang memberikan Dan Tae tempat untuk menyewakanya.  Aku harus mengatasi setiap masalah dari penyewaku, Itu tugasku.” Kata Gong Shim, Joon Soo binggung karena Gong Shim mengatakan itu sebagai tugasnya.
Iya. Meskipun aku menyewakan tempat yang kusewa, Aku tetap saja menjadi orang yang menyewakan.a
“Apa Kau harus benar-benar pergi sekarang ?” tanya Joon Soo, Gong Shim membenarkan dengan meminta maaf. Joon Soo bisa mengerti, Gong Shim pun meminta sopir taksi untuk memberhentikan di pinggir jalan.
“Direktur Suk... Setelah kau memberontak, kau harus terus melakukannya. Akan semakin mudah jika kau semakin sering melakukannya.” Pesan Gong Shim sebelum turun, Joon Soo mengangguk mengerti. Gong Shim pamit pergi dengan memberikan semangat pada Joon Soo. Joon Soo menatap kepergiaan Gong Shim dengan tatapan sedih.
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: