PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 25 Juni 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 10 Part 2

Gun Wook berlatih memukul bola dengan seorang pelempar bola. Sul Hee melihat lalu menghentikanya dan mengambil raketnya, merasa yakin kalau Gun Wook itu ditolak. Gun Wook pikir Saat yang pertama gagal, maka masih ada yang kedua.
Saat aku gagal di set pertama,  maka aku harus mencoba lagi di set kedua.” Ucap Gun Wook lalu meminta kembali raketnya kembali.
Sul Hee pun membiarkan Gun Wook memberikanya, Gun Wook pun mulai berlatih kembali. 

Dal Nim kaget mendengar cerita Bo Nui dua pria mengaku pada saat yang sama, Bo Nui menyuruh Dal Nim memelankan suaranya. Dal Nim mengeluh Bagaimana ini bisa terjadi saat cintanya berada di jalan berduri dengan melirik sinis pada temanya, lalu tersenyum kalau sangat senang  mendengarnya, lalu duduk disamping temanya.
“Pria yang pertama pasti Dia Gary, kan?” ucap Dal Nim, Bo Nui mengelengkan kepalanya.
Kau akan dihukum kalau kau bohong.” Kata Dal Nim mengancam, Bo Nui akhirnya langsung mengangguk kepala
“Jadi Saat kita di workshop, dia terus menelepon dan mencarimu. Aku tidak percaya!” ucap Dal Nim tersenyum bahagia.
Dia akan segera berhenti. Bagaimanapun dia harus kembali ke Kanada.” Kata Bo Nui
Dal Nim pun bertanya siapa pria yang satunya lagi, penasaran Siapa yang bersaing dengan Gary.  Bo Nui mengatakan itu seseorang yang tidak dikenal temanya. Dal Nim mengejek kalau ia pasti tahu karena lingkaran social temanya yang kecil, lalu menebak kalau itu seseorang yaitu Pria yang terus menyentuhnya dengan lembut  seperti angin musim panas.
Itu hanya akan berlangsung sementara. Saat sudah berlalu, aku akan ingat dan bersyukur betapa hangatnya angin itu. Aku akan meningatnya dengan senyuman. Itu lebih dari cukup untukku.” Kata Bo Nui
Jangan bodoh.... Apa kau tahu betapa sulitnya bagi pria  dan wanita untuk merasakan hal yang sama? Lebih baik ikuti arusnya. Ikuti arah angin dan susul dia.” Ucap Dal Nim menasehati.

Tidak... Berikan saja aku tips bagaimana caranya menolak seorang pria.” Ucap Bo Nu, Dal Nim mengumpat temanya itu bodoh.
Bagaimana kau bisa bertanya padaku  sedangkan  cintaku bertepuk sebelah tangan? Aku tidak akan pernah menolak seorang pria!!! Bagaimana aku bisa tahu? Berhenti menggodaku. Dasar Kau wanita jahat.” Keluh Dal Nim lalu langsung berbaring sambil melakukan olahraga. Bo Nui hanya tertawa melihat tingkah temannya. 

Bo Nui menaiki bus sambil membuka jendela lebar-lebar membiarkan wajahnya terkena tiupan angin, seperti ingin menenangkanya. Soo Ho duduk tegang menelp Ryang Ha, lalu mengatakan kalau ponselnya itu masih menyala lalu menutupnya, Ryang Ha berteriak kesal.
Aku mencoba telponnya, Nanti ku telpon lagi. Karena aku pikir telponnya rusak.” Kata Soo Ho
Jangan menyiksaku... Telpon saja Bo Nui.” Ucap Ryang Ha, So Ho mengatakan tidak lalu menutup telpnya 

Terdengar bunyi suara bel rumahnya, Soo Ho langsung melompat dari tangga dan buru-buru membuka pintu berharap Bo Nui yang datang. Tapi ketika membuka pintu ternyata Sul Hee, dengan senyuman Sul Hee menyapanya lalu masuk ke dalam rumah.
Diatas meja, Sul Hee mengeluarkan semua makanan dan minuman, lalu akan menaruh dikulkas. Soo Ho menolak karena tidak memerlukannya dan ia baik-baik saja. Sul Hee terdiam ketika melihat ada garam dan kacang merah didalam kulkas, dan beberapa mangkuk bubur di kulkas yang tinggal di panaskan, akhirnya ia menaruh di pintu.
Aku ini seorang agen atlet,kau tahu kan? Aku tahu tentang diet dan makanan tambahan lainnya.” Ucap Bo Nui bangga
Pakai saja ilmu itu untuk mengurus Gary. Aku baik-baik saja.” Kata Soo Ho dengan sibuk menatap ponselnya.

Sepertinya Gary lebih membutuhkan Bo Nui daripada aku. Apa Kau tahu? Mereka...” ucap Sul Hee sengaja ingin membuat cemburut tapi Soo Ho lebih dulu menyela
Jangan beritahu aku, Aku tidak mau dengar.” Tegas Soo Ho
Sul Hee mengerti,  karena Soo Ho itu memang tidak suka bicara tentang orang lain dan mengakui kesalahanya. Soo Ho dengan blak-blakan mengakui kalau menyukai Bo Nui, jadi Karena itu tidak mau dengar. Sul Hee tak percaya menurutnya Soo Ho itu pasti salah, karena sebelumnya mengatakan tidak tahu cinta itu apa.
“Aku akan mencari tahu sendiri,apakah itu cinta atau bukan.” Kata Soo Ho
Apa kalian berdua...sudah berkencan?” ucap Sul Hee penasaran, Soo Ho mengatakan belum, Sul Hee bisa mengerti karena hanya ingin tahu itu.

Bo Nui berjalan ke rumah Soo Ho, tapi kembali berbalik seperti terlihat sangat gugup. Tapi akhirnya kembali berjalan, saat itu Sul Hee keluar rumah dengan Soo Ho yang mengantarnya, akhirnya Bo Nui memilih untuk melihat dari kejauhan. Sul Hee pamit pergi, Soo Ho pun tak peduli menyuruh Sul Hee pergi saja.  
Apakah ini hukuman karena pernah menyakitimu? Kau mungkin akan terguncang,  dan aku butuh waktu lama untuk kembali.” Kata Sul Hee
Jangan bilang begitu.” Ucap Soo Ho tak mau memandangnya
Ini aku, Sul Hee.... Aku akan selalu ada untukmu.” Kata Sul Hee sambil memegang pipi Soo Ho
Bo Nui melihatnya dan langsung memilih untuk tak melihat dan bersembunyi dibalik dinding. Soo Ho langsung menurunkan tangan Sul Hee yang memegang pipinya. Sul Hee pun menahan rasa kesalnya, berpesan agar Soo Ho tak sakit karena tidak tega melihatnya, lalu pamit pergi. Soo Ho tak mengubrisnya hanya menatap dingin.
Saat mobil Sul Hee pergi, Bo Nui menutup wajahnya agar tak terlihat. Soo Ho melihat dari kejauhan seperti masih berharap kalau Bo Nui datang, tapi tak tahu kalau Bo Nui ada dibalik dinding, akhirnya masuk ke dalam rumah. Bo Nui hanya diam saja mendengar suara pintu rumah Soo Ho terkunci. 

Pagi Hari di Zeze
Tuan Won mencatat  kalau sebagai petugas kemanan harus memeriksa ID karyawan,ID pengunjung, kode bar dan iris juga, menurutnya itu  terlihat berlebihan. Petugas kemanaan lain memberitahu Keamanan memang segalanya terutama bagi perusahaan IT.
Apa kau juga bertugas jaga pada shift malam?” tanya Petugas keamanan
Iya,tentu saja.... Orang biasa memanggilku Tuan.Teliti. Bahkan Aku menuliskannya, Ada seorang pria pendek datang minum kemari sekitar pukul 11 dan pukul 1 malam. Dia ayahnya Tuan.Je. Jangan biarkan dia masuk.” Kata Tuan Won membaca catatanya
“Wah.... Aku tidak enak pada Presdir... Tidak heran kenapa dia begitu sensitif. Kepribadian kita terbentuk sejak kita kecil. Dia melarang ayahnya sendiri untuk berkunjung ke kantornya.” Keluh Tuan Won, petugas lain memberitahu Soo Ho itu datang 

Tuan Won langsung memberikan hormat, dengan canggung Soo Ho membalas hormatnya, lalu akan pergi tapi akhirnya bertanya Bagaimana pekerjaannya, Tuan Won terlihat binggung lalu dengan bangga mengatakan Zeze Factory seperti sebuah surge dan Indah sekali. Soo Ho tersenyum mendengarnya lalu melihat sekeliling, setelah memastikan tak ada orang mendekati Tuan Won.
Jika kebetulan bertemu karyawan yang kau kenal, beritahu tentang tempat ini pada mereka.” Kata Soo Ho berisik
“Apa maksudmu Pada Bo Nui?” ucap Tuan Won mengoda.
Aku bicara tentang semua karyawan di sini.” Tegas Soo Ho
Baik,nanti ku bilang pada Bo Nui.” Kata Tuan Won mengerti,
Soo Ho kebinggungan akhirnya mengatakan Tentu saja termasuk Bo Nui, lalu menyuruh untuk mengerjakan semestinya dikerjakan lalu. Tuan Won pun memberikan hormat, merasa yakin sepertinya ada sesuatu di antara mereka.

Soo Ho sudah menunggu didepan lift, Dae Kwon datang menyapanya lalu heran kenapa Presdirnya tidak menekan tombolnya. Soo Ho terus melihat ke pintu masuk seperti menunggu seseorang. Pintu lift terbuka, Dae Kwon masuk bertanya apakah Presdir Je tak masuk. Soo Ho terus melihat ke pintu masuk, Dae Kwon akhirnya bertanya apakah Soo Ho masih marah. Soo Ho bertanya kenapa harus marah. 
Dae Kwon  mengatakan Tentang lelucon mereka waktu itu. Bo Nui terlihat baru Soo Ho mengatakan untuk membicarakan di ruanganya dan langsung menyuruh Dae Kwon untuk segara menutup pintu lift. Setelah pintu tertutup, Soo Ho berpura-pura mondar mandir sedang menunggu. Bo Nui datang menghampirinya sambil menyapanya. Soo Ho terlihat sedikit gugup.

Didalam lift
Soo Ho melihat jam tanganya lalu mengatakan Sudah 28 jam 15 menit. Bo Nu melirik, Soo Ho menjelaskan maksud ucapanya adalah  sudah 28 jam and 15 menit sejak terakhir melihat Bo Nui.
Apa kau... tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?” kata Soo Ho menunggu jawaban Bo Nui
Tidak... Tidak ada yang perlu aku katakan” ucap Bo Nui lalu keluar dari lift lebih dulu. Soo Ho hanya bisa diam melirik Bo Nui. 

Di dalam ruangan
Ji Hoon pikir Soo Ho itu tidak bisa terus marah, Dae Kwon mengulang kata-kata Soo Ho "Ayo kita bicarakan di ruangan." Seung Hyun pikir mereka para pria idiot harus menyiapkan surat pengunduran diri. Hyun Bin terlihat sangat frustasi di mejanya. Yoon Bal pikir Demi kesatuan tim, menurutnya Presdir tidak bisa Berkorban sedikit demi tujuan mereka bersama
Haruskah kita menulis tangan surat pengundurannya?” ucap Yoon Bal terlihat pasrah, Dae Kwon pikir lebih baik ketik saja lebih dulu. Yoon Bal mengatakan akan menulisnya sendiri.
Bo Nui masuk ruangan, Dae Kwon langsung menghampirinya bertanya  Apakah Presdir Je masih marah tentang kejadian hari itu. Soo Ho masuk ruangan bertanya balik, kenapa pegawainya berpikir dirinya itu marah. 
Semua langsung tertunduk ketakutan, Seung Hyun mengatakan semua pegawai wanita sudah melemparnya ke kolam renang, jadi akan menyerahkan surat pengunduran diri. Hyun Bin lebih dulu memberikan surat pengunduran dirinya lalu meminta maaf. Soo Ho menariknya dengan marah.

Apa kebiasaan kalian sekarang membuat surat pengundurkan diri ? Apa Kalian sedang bercanda?” teriak Soo Ho membuang suratnya.
Tinggal 4 minggu lagi sebelum pengujian versi Beta. Apa Jadwalnya sudah kau siapkan?” ucap Soo Ho,
Aku akan membawanya setelah makan siang.” Ucap Dal Nim
“Lalu Apa kau memantau siaran Gary?” tanya Soo Ho, Seung Hyun mengaku lupa menontonya.
Aku ingin kalian sadar dimana kalian bekerja. Kalian tidak harus bekerja keras hanya fokus... pikirkan apakah kalian sudah bekerja dengan layak atau tidak? Aku berharap pada kalian.” Ucap Soo Ho melirik Bo Nui seperti tak bisa marah seperti sebelumnya.
Semua melotot kaget melihatnya, Soo Ho pun tersenyum mengatakan  mengandalkan mereka, Dae Kwon bertanya-tanya apa yang terjadi setelah jatuh ke dalam air. Yoon Bal pikir Soo Ho mungkin sudah gila. Dae Kwon pikir ada sesuatu dalam otak atasanya. Yoon Bal merasa otaknya itu tidak berfungsi

Dal Nim berlari mengejar Bo Nui, menanyakan pada temanya apa sebenarnya yang terjadi, Apa menolak mereka berdua. Bo Nui mengatakan tak tahu, karena tidak punya keberanian untuk kencan. Dal Nim heran kenapa Bo Nui mudah menyerah begitu tapi ia tidak akan menyerah. Lalu duduk dimeja melihat berkasnya.
Flash Back
Dal Nim menjerit histeris menghabiskan malam pertamany dengan pria yg duduk di depanya. Ryang Ha panik karena Dal Nim malah melakukan itu padanya. Lalu memberitahu caranya bisa mendapat perhatian dari Soo Ho jadi meminta agar Dal Nim tenang dan menuliskan dalam bukunya, kalau Soo Ho itu  orangnya...
“Dia orang yang "Objektif.... Dingin...  Percaya diri"” kata Dal Nim mengingat kata-kata Ryang Ha Setelah itu Dal Nim masuk ke ruangan Soo Ho dengan mengetuk pintunya. 

Soo Ho sedang berjalan berputar-putar memikirkan Apa yang terjadi, karena tidak bisa berkata-kata karena melirik Bo Nui. Dal Nim tiba-tiba masuk dan langsung berteriak, Soo Ho juga menjerit karena ikut kaget.
“Apa Kau tahu berapa kali aku mengetuk pintunya?” ucap Dal Nim bergaya seperti wanita yang dingin, Soo Ho seperti baru menyadari Dal Nim mengetuk pintu
Ini jadwalnya... Tolong disetujui.” Kata Dal Nim dengan gaya dingin, lalu mengipas-ngipas tanganya karena merasa dingin. Soo Ho binggung melihat sikap Dal Nim yang berlebihan lalu mengambil berkasnya.
Dal Nim....Di sini tidak panas!! Aku tidak mengerti kenapa kau kepanasan. Semuanya karena pemanasan global Yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan. Aku bagian dari mereka yg peduli lingkungan.” Kata Soo Ho mengomel lalu memberikan minuman
Dal Nim menerima botolnya, Soo Ho tiba-tiba menatap dan mendekatnya lalu mengambil gambar Gun Wook sebagai iklan minuman, mengatakan kalau ada sampah di botolnya. Dal Nim menjerit bahagia dalam dirinya, kalau Soo Ho itu manis sekali.

Dal Nim berlari ke cafe, langsung memegang tangan Ryang Ha yang sedang memain gitar sambil menyanyi. Ryang Ha menjerit karena Dal Nim menakutkanya. Dal Nim memberitahu kalau cara yang diberikan Ryang Ha sudah berhasil. Ryang Ha menarik tanganya bertanya apa itu maksudnya.
Kau bilang aku harus objektif,dingin dan percaya diri... Aku berhasil.” Jerit Dal Nim bahagia, Ryang Ha tak percaya menurutnya Mustahil.
Ini hari bersejarah.” Ucap Dal Nim lalu berputar-putar menarik kembali ke ruangan dan mengucapkan terimakasih.
Aku mengajarinya agar dia dicampakkan..”kata Ryang Ha lalu kembali menyanyi dengan lirik “Dia mulai gila.” 

Sul Hee bicara di telp untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan. Bo Nui masuk ruangan,  Sul Hee pun dengan tanganya menyuruh Bo Nui untuk duduk dulu, lalu menutup telpnya. Bo Nui sengaja datang karena Sul Hee ingin menemuinya. Sul Hee bertanya apakah Bo Nui sudah makan siang.  Keduanya pun maka di restoran Sushi, Sul Hee menatap Bo Nui yang duduk didepanya sebagai wanita yang disukai oleh Soo Ho. 
Aku minta maaf soal kemarin. Itu karena Aku sangat khawatir saat mendengar Soo Ho sakit. Seharusnya aku tidak terlalu sensitif. Kua minta Maaf.” Kata Sul Hee
Aku juga bersikap padamu, aku minta Maaf.” Ucap Bo Nui juga merasa bersalah.

Kuharap kau dan Gary mulai hubungan, Aku tahu bagaimana dia merasa  seolah-seolah kami berada dalam situasi yang sama.” Kata Sul Hee, Bo Nui bingung maksudnya Situasi yang sama
Aku ingin memulai dengan Soo Ho , dia bilang aku adalah segalanya bagi diaSama seperti aku. Sejak dulu,kami terikat satu sama lain. Ini adalah rahasia antara kau dan aku. Aku akan memberitahu orang lain setelah proyek ini berakhir.” Kata Sul Hee sengaja memperkeruh suasana.
Bo Nui terdiam menatap Sul Hee seperti tak percaya, Sul Hee mengajak mereka mulai makan lebih dulu. 

Ryang Ha mulai mengumpat Soo Ho itu sudah gila, karena pergi menemi Bo Nui jam 4 pagi dan mengakui perasaannya. Soo Ho dengan sedotan dibibirnya mengatkan kalau Saat itulah pikirannya terbentuk. Ryang Ha mengelengkan kepala dengan menghela nafas panjang.
Aku bingung harus bagaimana padamu, Bahkan pencuri bisa masuk ke rumah orang di saat itu, siapa yang akan menghargai tindakanmu itu? Mungkin tadinya dia menyukaimu tapi sekarang tidak lagi.” Ucap Ryang Ha
“Ah... Jadi karena itu dia marah padaku?” kata Soo Ho melihat sikap Bo Nui terlihat marah padanya.
Astaga... Kau memang terlalu plin-plan.  Coba Dengar.Aku senang sekarang kau punya gairah untuk berkencan, Tapi,lakukan pelan-pelan. Ayo kita latihan dulu.” Kata Ryang Ha terlihat sedih. Bo Nui pun mengerti karena itu Bo Nui marah padanya. 

Nyonya Yang membawa kotak sup ikan dengan menaiki jalan menanjak, diam-diam Tuan Je mengikutinya dari belakang. Nyonya Yang pun masuk ke rumah Tuan Goo, Tuan Je yang melihatnya tak percaya istrinya  sangat lugu karena masih percaya sesuatu yang tidak masuk akal.
Tuan Je tiba-tiba sudah ada di depan Zeze dan langsung kabur ketika melihat Soo Ho keluar gedung. Tuan Ahn akan mengantar ayam menyapa Soo Ho dengan sopan, Soo Ho meminta agar Bicara informal saja dengannya. Tuan Ahn pikir harus bersikap sopan dengan pelanggannya dan melihat Soo Ho mau keluar. Tuan Je melihat Soo Ho bisa tersenyum pada orang lain. Ryang Ha keluar gedung meminta maaf pada teman karena menunggu, lalu menyapa Tuan Ahn.
Tapi,kalian berdua terlihat mirip hari ini. Dari tinggi badan dan pundak serta matamu. Kalian terlihat seperti ayah dan anak.” Ejek Ryang Ha sambil tertawa
“Hei... Berhenti bicara omong kosong! Semoga hari kalian menyenangkan. “ kata Tuan Ahn lalu masuk gedung
Tuan Je mendengar dar balik tiang penyanggah, Soo Ho melirik sinis pada temanya, Ryang Ha menjelaskan Tuan.Ahn dari 01 Fried Chicken bahkan terlihat  jauh lebih baik daripada temanya, mata Soo Ho sama sedikit lebih sipit. Soo Ho tak mau membahasnya bertanya mau kemana mereka sekarang.
Ryang Ha bertanya apakah menurut Soo Ho penampilannya sudah keren sekarang dan menyuruhnya jangan pakai kaos yang mengerikan itu lagi dan akan mengubahmu seperti layaknya pria dengan bernyanyi “pretty woman” sambil berleggak-lenggok. Tuan Je terlihat sinis lalu melihat motor pengantar dengan logo (01 Fried Chicken)

Tuan Je berjalan pergi mengingat kata-kata Ryang Ha Dari tinggi badan dan pundak serta matamu. Kalian terlihat seperti ayah dan anak. Karena melamun sampai tak sadar kalau ada mobil yang berada dibelakangnya, menyalakan klakson, akhirnya Mobil bisa berbelok.
Saat di persimpangan, Tuan Je yang melamun terserempet motor, keduanya terlihat terjatuh. Tuan Ahn bangun lebih dulu memastikan orang yang ditabraknya baik-baik saja. Tuan Je menatap Tuan Ahn karena pria itu yang disamakan pada anaknya. Tuan Ahn pun mengajak Tuan Je untuk pergi ke rumah sakit.
Tuan Je langsung berdiri dan pergi, Tuan Ahn pun memanggilnya dengan memberikan alamat toko dan segera menghubunginya apabila terjadi sesuatu. Tuan Je mengambilnya lalu pergi.

Ryang Ha keluar dari toko pakain sambil mengomel Soo Ho Jangan keras kepala kalau tidak mengerti apa-apa dan Jangan selalu memakai celana pendek bodohnya, menurutnya itu seperti Pakaian untuk acara pernikahan atau pemakaman. Soo Ho pikir menurutnya gayanya waktu it keren denga melihat bajunya sudah mengunakan jas dan celana pendek.
Hei...,Telpon sekarang....” kata Ryang Ha memperlihatkan ponselnya, Soo Ho melihat dilayar pilihan “pizza, pasta, risotto dan stik” berpikir kalau maksudnya itu Restoran
Bukan!!! Telepon Bo Nui!!! Aku sudah melakukan reservasi di restoran ini dengan menu terbaik, Jadi telepon Bo Nui dan beritahu dia.” Ucap Ryang Ha geram
Bagaimana kalau dia menolak?” kata Soo Ho tak yakin
Kelihatannya memang kecil,tapi kau bisa  menggunakan wewenangmu sebagai Presdir” tegas Ryang Ha 

Bo Nui sedang sibuk untuk mengelap bagian depan ruangan adiknya, terdengar bunyi pesan masuk ke ponselnya Malam ini pukul 7.... Kau harus datang.Tulis Soo Ho dengan mengirimkan petanya. Lalu akhirnya Soo Ho menelpnya, Bo Nui pun mengangkat telpnya.
Bo Nui,kau dapat pesanku?” kata Soo Ho, Bo Nui mengatakan sudah membacanya.
Kau tidak boleh menolak.”tegas Soo Ho, Ryang Ha mengangguk setuju dengan sikap Soo Ho, Bo Nui memutuskan akan datang.
Kau harus datang!!! Kau sudah Janji!!” kata Soo Ho dengan senyuman bahagia, Bo Nui mengatakan akan datang
Soo Ho menutup telpnya menjerit bahagia karena Bo Nui setuju akan datang, Ryang Ha pun ikut senang langsung menjabat tangan temanya, lalu mengajak untuk segera pergi. Sementara Bo Nui mengelap pegangan tangan Perawat Lee panik meminta Bo Nui tak  melakukanya, padahal  Beberapa waktu yg lalu sudah berhenti melakukannya, tapi sekarang kenapa memulai lagi.  Bo Nui mengatakan melakukannya sebagai wujud terima kasihnya karena Bo Ra adalah segalanya baginya. Perawat Lee berkomentar Bo Nui itu memang sangat setia. 

Bo Nui akan bertemu dengan Soo Ho ditempat yang tentukan, tiba-tiba terdengar kegaduhan. Tuan Ahn terlihat bingung dengan sosok pria yang tiba-tiba menjatukan mejanya, pria itu berteriak agar menyuruh Tuan Ahn Pergi dari hidupnya. Bo Nui pun berlari mendekatinya, bertanya apa sebenarnya yang terjadi, Tuan Je yang terlihat mabuk menjatuhkan semua barang-barang diatas meja.
Tadi aku tidak sengaja menabraknya dengan motorku, Dia datang mengamuk dan sudah mabuk begini.” Cerita Tuan Ahn pada Bo Nui
Ahjussi,kenapa anda begini?” kata Bo Nui masuk ke restoran.
Kau siapa? Apa kalian berdua bersekongkol untuk melawanku sekarang?” teriak Tuan Je mabuk, Bo Nui menatap Tuan Je mengingat kalau itu ayah dari Soo Ho.
Tuan Ahn panik bertanya apakah Bo Nui mengenal pria itu, Bo Nui memberitahu Tuan Je adalah ayahnya Soo Ho. Tuan Ahn kaget tenyata ayah dari Presdir Zeze. Tuan Je yang mendengarnya berteriak, membenarkan dirinya Je Mul Po itu ayah dari Je Soo Ho dan Tuan Ahn bukan ayahnya. Bo Nui meminta agar Tuan Je itu tenang, Tuan Ahn menarik Bo Nui untuk segera keluar saja karena akan mengurusnya. Bo Nui terlihat kebinggungan, terdengar suara kegaduhan dari dalam restoran dan barang-barang yang berjatuhan. 
Soo Ho menunggu dengan gelisah dalam restoran, disampingnya sudah ada sebuket bunga. Ponselnya berdering, langsung berbicara Jangan bilang Bo Nui tidak akan datang karena akan menunggunya, lalu tiba-tiba wajahnya terlihat kaget. Sementara di restoran.

Tuan Ahn ingat sekarang. Tuan Je dulu tinggal di lingkungan Yang Hui Ae, dan bertanya apaka Tuan Jee mengingatnya. Tuan Je berteriak kenapa harus dirinya.
Bagaimana aku tahu seorang pria yang datang dari korea melakukan ... sesuatu pada seorang gadis di sebuah kota kecil sambil memukulnya?” teriak Tuan Je.
Itu,sepertinya anda salah paham... Tapi bukan aku...” kata Tuan Ahn
Tuan Je tak mau tahu langsung menjatuhkan semua barang dan melihat barang-barang IT yang jatuh berantakan, lalu mengejak Tuan Ahn ingin berlagak terlihat seperti seorang sarjana juga, menurutnya jangan pernah bermimpi, lalu berteriak heran kenapa Tuan Ahn terus berada di sekitar istri dan anaknya dan menegaskan kalau Soo Ho adalah anaknya.
Soo Ho baru sampai langsung turun dari mobil dan  Bo Nui sedang membereskan bangku yang berjatuhan. Terlihat dilantai Tuan Ahn sedang tidurnya, akhirnya Soo Ho membungkuk meminta maaf. Tuan Ahn pikir tak masalah dan menyuruh Soo Ho untuk membawa ayahnya. Soo Ho berusaha membangunkan ayahnya untuk segera pergi.
Anakku di sini! Coba kali Lihatlah dengan mata terbuka, Kalaupun dunia ini akan kiamat, si jenius ini tetaplah anakku! Sudah jelas kan?” teriak Tuan Ahn, Soo Ho mencoba membawa ayahnya keluar, Bo Nui sedih melihat Soo Ho yang harus menangung malu dengan tingkah ayahnya.
Nyonya Yang datang dengan taksi, melihat restoran sudah berantakan. Tuan Ahn menunjuk kalau lebih baik memperhatikan suaminya, Nyonya Yang kaget melihat suami yang mabuk dan anaknya terlihat menyedihkan, Soo Ho meminta ibunya membawa pulang ayahnya lalu membantu masuk kedalam taksi. 
Tuan Ahn menyuruh keduanya untuk segera pulang saja, Soo Ho menolak  akan bantu bersihkan. Tuan Ahn pikir tak perlu karena restoranya jadi sudah jadi tanggung jawab perkerjanya  jadi tidak mau orang lain yang membersihkannya. Soo Ho tetap saja ingin membantu. Tuan Ahn pun menyuruh Bo Nui membawa Soo Ho.
Aku yakin kau pasti sangat terkejut, Pergi dan carilah udara segar.” Kata Tuan Ahn.
Jika aku pergi sekarang, maka aku tidak beda jauh seperti sikap ayahku. Jadi akan kubersihkan sebelum aku pergi.” Ucap Soo Ho lalu masuk ke restoran, Bo Nui pun mengikutinya. 

Soo Ho mulai membereskan tissue dan sendok yang berserakan, dan Bo Nui ikut membantunya. Soo Ho menyuruh Bo Nui pergi saja. Bo Nui mengatakan  Menyukai Tuan .Ahn dan restoran jadi tak perlu memikirkanya.
Aku dengar... mereka hampir kecelakaan tadi. Aku pikir ayahmu salah paham dengan tuan Ahn.” Kata Bo Nui
Tidak ada alasan atau salah paham... yang bisa membenarkannya.” Kata Soo Ho, Bo Nui tak banyak bicara dan kembali membereskanya. Soo Ho hanya melirik Bo Nui yang terus membantunya. 

Di malam hari
Tuan Ahn mengejar Soo Ho yang ingi membuang sampah karena harusnya membiarkan saja. Soo Ho mengatakan harus menyelesaikannya dan menyuruhnya untuk masuk. Bo Nui untuk pamit pergi dan  meminta Maafkan karena Tuan Ahn harus berurusan dengan  hal ini. Tuan Ahn pun menyuruh Bo Nui segara pergi.
Soo Ho melihat Bo Nui mengikutinya menyuruh untuk segera pulang, karena ia juga mau pulang setelah membuang ini. Bo Nui mengajak untuk melakukan bersama ingin membawa plastik sampah. Soo Ho pun menariknya menurutnya seorang pria bisa melakukannya sendirian. Bo Nui menariknya dengan cepat, Soo Ho menariknya juga akhirnya terjatuh karena Bo Nu melepaskanya. Bo Nui tertawa melihatnya, lalu berjongkok menanyakan keadaan Soo Ho.

Aku sudah bilang bisa membawanya. Sekarang Lupakan semuanya.” Ucap Soo Ho melirik sinis, Bo Nui tetap tersenyum,
Lupakan apa yang baru kau lihat... dan apa yang dilakukan ayahku. Tolong lupakan semua hal memalukan yang kau lihat.” Kata Soo Ho lalu berdiri
Aku tidak mau.... Aku akan ingat semuanya... betapa kau perhatian padaku sekarang... dan bagaimana kau melakukan yang terbaik  untuk memperbaiki apa yang dilakukan ayahmu. Jadi tolong jangan malu. Ini bukan hal memalukan.” Kata Bo Nui lalu berdiri, pergi membawa kantung sampahnya.

Bisakah kau tetap melakukannya untukku?” kata Soo Ho, Bo Nui berhenti berjalan lalu membalikan badanya.
Apakah itu orang tuaku...atau kelemahanku, aku pikir tidak akan malu kalau ada dirimu.” Ucap Soo Ho
“Presdir... Bagiku, Bo Ra yang utama.” Kata Bo Nui
Kau melindungi Bo Ra dan Aku akan melindungimu.” Balas Soo Ho lalu mengingat sesuatu dan mengeluarkan dari saku celananya.
Sebenarnya aku... ada jimat keberuntungan untukmu. Ini macan keberuntungan yang dibuat secara eksklusif untukmu. Aku tidak tahu kalau akhirnya...memberi kalung ini padamu di depan tempat sampah.” Kata Soo Ho memberikan kalung berbentuk harimau
Aku tidak bisa menerimanya. Tolong jangan berikan padaku. Bagiku,kau hanyalah Atasanku dan tidak lebih atau kurang. Aku mau bertemu denganmu hari ini untuk memberitahumu tentang ini, Maafkan aku. “ ucap Bo Nui lalu berjalan pergi 


Soo Ho mengejar Bo Nui yang sudah berjalan ditaman, lalu menariknyad an menatapnya dalam. Bo Nui meminta Soo Ho untuk membiarkan pergi. Soo Ho mengulangi kata-kata Bo Nui yang tidak membencinya. Bo Nui membalas kalau ia tidak pernah bilang menyukainya. Soo Ho mengingat malam itu, Bo Nui langsung menyela.
Kau sedang sakit dan kau juga membantuku sebelumnya, jadi aku memaksa diriku tetap bersamamu. Aku tidak datang ke acara Gun Wook   karena itu, jadi aku sangat menyesalinya.” Kata Bo Nui
Apa kau bilang... menyesalinya tetap bersamaku?” ucap Soo Ho, Bo Nui membenarkan.
Aku tidak tahu... bagaimana perasaanmu malam itu, tapi aku bingung dan tidak nyaman.” Kata Bo Nui, Soo Ho berteriak meminta agar berhenti berbohong.
Bagimu, selalu hasilnya 0 atau 1... dan pergi atau berhenti. Aku memilih untuk berhenti. Jadi biarkan aku pergi.” Tegas Bo Nui
Kalau kau pergi sekarang, maka aku tidak akan bertanya padamu lagi. Apa Kau benar-benar... tidak menyukaiku?” ucap Soo Ho
Kau bilang aku seperti bug.... Bug di kepalamu, jadi Tangkaplah. Kau Harus Tangkap dan bunuhlah.” Kata Bo Nui dengan mata berkaca-kaca menarik tanganya lalu pergi
Soo Ho terdiam tapi akhirnya berlari mengejar Bo Nui dan menariknya, ketika berbalik terlihat Bo Nui sudah berurai air mata. Soo Ho terpaku melihat Bo Nui yang menangis, akhirnya Bo Nui memilih untuk pergi. Soo Ho langsun menarik dan menciumnya. Bo Nui terlihat kaget Soo Ho tiba-tiba menciumnya.
Apa ini... yang seharusnya aku lakukan?” ucap Soo Ho lalu kembali mencium Bo Nui, Mata Bo Nui pun tertutup menerima ciuman dari Soo Ho


[Pesan Tak Terkirim]
Bo Nui membaca pesan dari Soo Ho terlihat penuh semangat [Apa kau ada waktu luang besok?] lalu menjerit panik yang harus dilakukan seperti orang yang sedang jatuh cinta. Lalu membalas [Kenapa kau bertanya?] lalu mondar mandir menunggu balasa dengan gelisah
[Ayo makan malam kalau kau ada waktu luang.] Bo Nui tertawa bahagia membacanya, lalu ingin menjawab setuju. Tapi menatap lukisan (Ibu, Bo Nui, Bo Ra dan Ayah) akhirnya menghapus balasan pesannya. 
bersambung ke part epsode 11 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Ah si sull he menyebalkan

    BalasHapus
  2. Baby suho I love u much much much more.. thank u mbak dyah dee2

    BalasHapus
  3. Baby suho I love u much much much more.. thank u mbak dyah dee2

    BalasHapus
  4. Bo ra cepet bangun keeekk...biar bo nui bisa pacaran ma suho kekeke

    BalasHapus
  5. keren dramaanya, lucu, mbak hwang jung eum cocok dengan drama romance-comedynyaa ;)

    BalasHapus
  6. Makasih mbak di yah dede,, jasamu selalu ku ingat
    Xixixixix

    BalasHapus