Sabtu, 18 Juni 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 8 Part 2

Gun Wook berada didepan blue screen, seseorang meminta agar Senyum lebih natural dan lebih lebar lagi. Gun Wook tersenyum tapi terlihat kaku, Pria itu meminta Gun Wook memperlihatkan wajah ceria seperti melihat k arah langit "wah hari ini cerah sekali!" tapi terlihat Gun Wook masih tak bisa mengekpresikan wajahnya.
Akhirnya beralih ke ekspresi marah, terlihat kejam, Gun Wook mencoba memperlihatkan mimik wjan marahnya, Pria itu menyuruh agar seperti ada laser yang keluar dari mata Gun Wook. Sul Hee yang melihatnya hanya bisa menghela nafas karena tak seperti yang dinginkan. Si pria meminta Gun Wook untuk menaikan alis matanya, agar terlihat sinis. Tetap saja Gun Wook terlihat kesulitan.
Pria itu pindah lagi meminta Gun Wook untuk melakukan dialog dulu saja. Sul Hee memintaa gara Gun Wook tersenyum lebar, tapi Gun Wook menyilangkan tangannya karena tak bisa. Sul Hee berpikir sekarang tak bisa, tiba-tiba menyuruh Bo Nui untuk berdiri, meminta Gary melihat Bo Nui yang ada didepanya. Bo Nui kebinggungan dan ingin menolaknya.
Sul Hee memberitahu Gun Wook yang tak pernah interview sendiri jadi Satu-satunya orang yang membuatnya rileks adalah Bo Nui, jadi meminta tolong padanya. Soo Ho tiba-tiba datang didepan pintu melihatnya. Sul Hee pun berteriak meminta agar melanjutkan saja. 

Gun Wook mulai mengucapkan kalimat yang ada diskrip tapi terlihat tak begitu mengerti, Bo Nui datang menjelaskan kalimat itu ungkapan saat kencan jadi meminta agar mengucapkan seromantis mungkin. Soo Ho cemberut melihatnya. Bo Nui memperagakan dengan bersandar pada tripod, Gun Wook pun mengatakan “kau cantik”, Soo Ho makin cemberut mendengarnya.
Bo Nui berbisik meminta Gun Wook berbicara penuh perasaan bahagi, Gun Wook bisa tersenyum sambil berkata “kau sangat cantik”. Pria tadi pun memuji Gun Wook, lalu meminta agar dengan perasaan yang tulus. Soo Ho dibelakang pintu terus saja cemberut. 

Sul Hee membaca ramalan kalau ia harus berhati-hati dengan hubungannya. Gun Wook keluar dari tirai bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Sul Hee memberitahu Bo Nui sedang meramalnya, mengatakan ia mungkin bermasalah dalam percintaan. Gun Wook mengatakan kalau itu benar.
“Tapi itu dulu, sekarang hubungan baik untuk yang cantik, mempesona dan wanita populer.” Kata Bo Nui, Sul Hee pikir Bo Nui memang mengerti.
Cowok ceroboh itu dan si sensitif Je Soo Ho tak menyadari betapa berharganya Han Sul Hee.” Kata Sul Hee bangga, Bo Nui terdiam karena Sul Hee menyebut nama Soo Ho
Sul Hee sadar kalau menyebut nama Soo Ho, lalu mencoba menjelaskan. Bo Nui memotong sudah tahu mereka berdua sudah saling terikat lama. Soo Ho pikir memang kata yang tempat mereka ditadirkan, menurutnya ia dan Soo Ho pasti ditakdirkan bertemu karena saling merindukan.
Gun Wook kembali melonggo dari balik bertanya apakah Sul Hee sudah baikan karena yang ia tahu Soo Ho yangsa membencinya, selama lebih dari 10 tahun. Sul Hee menyuruh untuk menebaknya, Gun Wook melihat Sul Hee terus tersenyum berarti mereka sudah baikan dan menang. Bo Nui terlihat tersenyum walaupun wajahnya terlihat sedikit tertunduk sedih. 

Ketiganya kembali masuk ruangan, Bo Nui dan Sul Hee tersenyum melihat Soo Ho datang juga. Gun Wook dengan tatapan dingin bertanya kenapa Soo Ho datang, Soo Ho mengatakan pengambilan gambar ini proyek penting, jadi tentu saja seorang Presdir harus datang. Sutradara pun akan mulai mengambilan  gambar. Gun Wook membuat gerakan dalam memukul bola dengan raketnya.
Sepertinya kau kemari untuk melihatku.” Kata Sul Hee percaya diri, Soo Ho terlihat salah tingkah, Bo Nui mendengar pembicaran dibelakanganya, Sul Hee mengatakan kalau hanya bercanda.
Lalu Sul Hee memperlihatkan plester yang masih menempel ditanganya, Soo Ho bertanya apakah masih sakit. Bo Nui melirik keduanya yang terlihat dekat. Sul Hee pikir masih sakit tapi tak dilepas dan akan membiarkan karena Soo Ho yang menempelkannya. Soo Ho melirik Bo Nui seperti takut berpikir yang aneh-aneh. Sul Hee cemberut karena Soo Ho tak menanggapinya. 

Sutradara pun akan pindah adegan kencan lalu meminta Bo Nui untuk berjalan dengan Gun Wook, dengan wajah bahagia Gun Wook pun meminta agar Bo Nui berdiri disampingnya. Sutradara tahu tadi ekspresi Gun Wook itu sangat bagus jadi meminta tolong padanya.
Bukannya kau sangat suka? Daripada Bo Nui, lebih baik aku!” ucap Sul Hee sengaja mengejek
“Aku dengan Amy? Memikirkannya saja aku malas” balas Gun Wook, Soo Ho tiba-tiba ikut naik ke depan blue screen.
“Ini Tidak bisa dilakukan, Programmer harus melihat screen komputernya tak bisa dijadikan model.” Kata Soo Ho menghalangi jalan Gun Wook untuk bergandengan dengan Bo Nui. Sul Hee bertanya lalu siapa yang harus menjadi pasangan. 

Tangan Soo Ho merangkul lengan Gun Wook dengan tatapan dinginnya, dibalik layar komputer Bo Nui, Sul Hee dan kru lainnya mencoba menahan tawa. Gun Wook mengeluh menurutnya Amy saja yang jadi pasanyanya. Sul Hee mengeluh dengan membalas ucapan Gun Wook, kalau memikirkanya saja malas.
Sutradara pun meminta keduanya jalan bersama yang mesra. Keduanya berjalan mengelilingi blue screen. Sul hee mengejek keduanya yang terlihat serasi sekali. Gun Wook mengeluh haruskan Soo Ho melakukan ini semuanya. Soo Ho menegaska kalau ini bagian kerjaan, jadi harus dilakukan sebaik mungkin, lalu menaruh kepalanya dibahu Gun Wook.
Adegan kedua, meminta untuk melakukan Back Hug, Soo Ho langsung melebarkan kaki berdiri didepan Gun Wook siap untuk menerima pelukan dari belakang. Sutradara meminta peluk yang erat. Bo Nui mengambil foto dengan kamera tapi tertuju pada wajah Soo Ho saja dan membuatnya tak bisa berhenti tertawa dengan tingkah atasanya. 

Di Lobby
Semua kru langsung berpisah, Bo Nui mengeluh punggung Gun Wook karena tahu pasti sangat lelah. Sul Hee mengajak mereka untuk makan malam bersama, Gun Wook pikir mereka lebih baik berpisah saja dan mengajak Bo Nui untuk makan toppoki bersama. Bo Nui langsung setuju dan akan pergi.
Shim Bo Nui! Data yang kau dapat hari ini kumpulkan semuanya dan serahkan padaku besok.” Perintah Soo Ho, Bo Nui kaget apakah harus semuanya.
Semuanya. Besok jam 9 pagi.”tegas Soo Ho lalu pergi meninggalkanya, Sul Hee menanyakan makan malam, Soo Ho terus berjalan. Gun Wook ingin menghalanginya tapi Soo Ho bisa menghindarinya dengan cepat. Sul Hee mencoba mengikuti Soo Ho dan pamit pergi.
Gun Wook, kurasa makan ddeokbokkinya lain kali saja dan aku akan lembur.” Ucap Bo Nui sedih pada teman masa kecilnya.
Bo Nui mengerjakan tugas dirumahnya, sambil meminum kopi mengeluh kalau banyak sekali perkerjaanya. 

Soo Ho mengeringkan rambutnya setelah mandi, senyumanya terlihat bahagia karena tak membiarkan Bo Nui untuk makan toppoki dengan Gun Wook, lalu teringat kembali senyuman Bo Nui saat ada diblue screen. Akhirnya ia menyadari dirinya yang aneh dan keluar dari kamar mandi.
Ia menulis keyword, tapi sudah banyak keyword yang keluar Saat pria jatuh cinta pada wanita, saat pria tertarik pada wanita, saat pria suka pada wanita, saat pria bercanda dengan lawan jenisnya...”  akhirnya ia memilih keyword "Saat pria suka pada wanita".So Ho mulai membaca artikelnya "Yang dilakukan pria saat menyukai wanita. Mereka selalu penasaran yang dilakukan wanita yang disukainya.nya"
Tentu saja penasaran. Dia selalu bikin masalah, kesana-kemari bawa setoples garam!” komentar Soo Ho
Ia kembali membaca artikelnya.  "Kau terus melihatnya seolah hanya dia saja yang kau lihat" Soo Hoo pikir Tentu saja, karena mejanya tepat di depan pintu ruangannya. Ia kembali membaca "Suaramu bergetar" tap menurutnya sama sekali tak bergetar. Soo Ho mulai membaca kembali "Kau ingin kontak fisik dengannya seperti ingin mencium rambutnya"
Wow,... Aku tak pernah t punya kenangan skinship.” Kata Soo Ho, membaca kembali gejalanya. "Kau bahkan ingat hal kecil mengenainya"
Namanya siapa? Shim Bo Nui, oh sekarang aku ingat namanya.” Ucap Soo Ho merasa hanya itu yang diketahuinya, dibarisan baan tertulis "Kau sengaja pura-pura tidak tertarik"
Bukannya pura-pura, tapi memang tak tertarik, sama sekali!” tegas Soo Ho berusaha mengelak
Akhirnya ia menaruh laptopnya diatas meja dan menyadarkan tubuhnya sambil menghela nafas panjang. 

Bo Nui baru masuk kantor melihat pintu lift yang akan tertutup berteriak meminta agar menunggunya. Soo Ho yang ada didalam berusaha untuk menutupnya. Bo Nui bisa menahan dengan tanganya lalu masuk kedalam lift, Bo Nui melihat Soo Ho yang ingin menutup pintu lift, Soo Ho mengelak lalu menekan untuk membuka pintu.
Laporanmu sudah selesai?” tanya Soo Ho
Sudah. Aku segaja  bergadang semalaman dan tak jadi makan ddeokbokki.” Keluh Bo Nui kesal, tapi Soo Ho terlihat sangat senang mendengarnya.
Ketika keluar lift, tiba-tiba Hyun Bin sudah mengendong Seung Hyun, semua pun berlari. Bo Nui bertanya apa yang terjadi. Yoon Bal menceritkaan Seung Hyun tiba-tiba muntah dan terus mengeluh sakit perut menurutnya setelah minum air aneh itu, Bo Nu bertanya apakah air yang ada di pantry. 

Bo Nui berlari ke dekat pantry melihat kardus minuman tinggal satu kotak lagi, lalu berusaha menelp Tuan Won bertanya sedang ada dimana dan meminta segera datang ke Zeze. Soo Ho melihat kardus botol air, mengerti kenapa Tuan Won meminta bayaran padanya. Bo Nui binggung tak percaya Soo Ho bertemu dengan Tuan Won dan menagih uangnya.
Soo Ho hanya bisa menghela nafas, Bo Nui meminta maaf karena Tuan Won yang bersikeras dan tadinya mau dikembalikan. Soo Ho mengomel karena Bo Nui terus saja meminta maaf, menurutnya Bo Nui tak harus yang meminta maaf padanya lalu mengajak keruangan rapat. Bo Nui binggung, Soo Ho memberitahu Semuanya lagi di rumah sakit dan Skenarionya Gary Choi harus dirapatkan. Bo Nui mengerti. 

Bo Nui duduk ditengah-tengah dengan mempersiapkan alat perekam, sementara Soo Ho berhadapan dengan Sul Hee dan juga Gun Wook, memulai interview dari saat masa kecil Gun Wook di Korea sebelum ke Kanada, Umur 8 tahun. Lalu ingin memulai dari orang tuanya lebih dulu.
Haruskah membicarakan orang tuanya?” kata Sul Hee mematikan lebih dulu alat perekam.
Apa maksudmu? IF adalah life-experience game.” ucap Soo Ho
Gary tak pernah mau terbuka mengenai keluarganya.” Kata Sul Hee mencoba untuk tenang.
Aku tahu. Itu sebabnya orang tertarik dengan game kami.” Ucap Soo Ho. Bo Nui melirik karena sudah mengetahui tentang Gun Wook.
Kalau aku tidak mau, bagaimana?” Kata Gun Wook menantang
Aku tahu saat ini kau punya Ibu Korea dan Ayah dari Kanada. Berarti Ibumu bercerai atau Ayahmu sudah meninggal.” Kata Soo Ho
Gun Wook berkomentar sinis Soo Ho sangat mudah berbicara, Soo Ho meminta Gun Wook tak perlu khwatir karena akan mengurusnya dengan mudah, Gun Wook berdiri meminta waktu untuk bicara dengan agensinya. Soo Ho pun mempersilahkanya, Keduanya pun keluar dari ruangan. 

Bo Nui mengeluh dengan yan dilakukan atasanya, Soo Ho binggung ada apa denganya. Bo Nui mengatakan kalau Soo Ho itu tega sekali lalu keluar dari ruangan. Soo Ho pun mengejarnya keluar dari ruangan rapat.
Apa, apanya yang tega sekali?” ucap Soo Ho, Bo Nui hanya menatap dengan tatapan mata dinginy.
Lagi, lagi! Mata itu lagi!” teriak Soo Ho kesal, akhirnya dari pada dilihat oleh pegawai lain menyuruh Bo Nui untuk pergi ke atap gedung sekarang juga
Kenapa atap gedung?” ucap Bo Nui heran mengikuti langkah Soo Ho. 

Di ruangan Amy
Sul Hee melihat Tak ada alasan spesifik, jadir mereka bisa negosiasi. Gun Wook terlihat ingin bicara serius, Sul Hee mengaku tak bisa menjamin yang lainnya, tapi akan tepati janjinya, yaitu akan menceritakan cerita Gun Wook yang berusia 15 tahun.
“Amy.... Ada sesuatu yang belum kukatakan padamu. Aku ke Korea untuk mencari Ayahku.” Akui Gun Wook, Sul Hee kaget mendengarnya.
Betapa menyedihkannya kehidupan Ayahku dan betapa jahatnya aku sebagai anak... Aku tak ingin hal itu ditampilkan dalam game.” ungkap Gun Wook
Sul Hee menelp Soo Ho meminta Meeting hari ini untuk menyudahinya dan juga Untuk saat ini, hentikan dulu pengembangan skenarionya serta beberapa hari lagi akan dihubungi kembali. Gun Wook bisa sedikit tersenyum. Sul Hee pun  mengajak Gun Wook untuk mulai bercerita tentang masa lalu saja. 

Diatap gedung.
Soo Ho melihat Bo Nui yang datang memberitahu  Skenarionya dipending sementara waktu, menurutnya Bo Nu sudah tahu game ini butuh versi betanya dalam 2 bulan, Bo Nui pikir Gun Wook punya alasan yang tak bisa dikatakannya. Soo Ho menegaska kalau ia  tak bisa mengerti, maka user-pun tak bisa mengerti.
Menurutmu kenapa respon setelah demo rilis game bagus sekali? Karena mereka akhirnya bisa melihat dan merasakan pengalaman hidup Gary Choi, yang selama ini tertutup tabir misteri.” Jelas Soo Ho
Kalau kau melihat dari prespektif yang berbeda, maka akan tahu ada alasan di balik tabir itu.” Ucap Bo Nui, Soo Ho mengeluh karena Bo Nui malah membuatnya tambah pusing.
Bo Nui menjelaskan bukan itu maksudnya, Soo Ho menyuruh Bo Nui untuk mencoba membujuk Gun Wook, Bo Nui ingin memohon tapi Soo Ho mulai mengertakan giginya, mengingatkan Bo Nui yang berjanji mulai sekarang akan kerja sebaik-baiknya, jadi meminta untuk melakukan kerjanya dengan baik.
“Presdir, kau juga tak mau mengangkat telepon dari Ibumu! Ibumu selalu memikirkanmu , tapi saat menelpon, kau selalu memutuskan panggilannya.” Ucap Bo Nui mengeluarkan keluhanya, Soo Ho berkomentar Bo Nui tak taahu apa-apa soal itu.
Kenapa tidak tahu! Ibumu minta tolong padaku, jadi kuletakkan jimat di bu...” kata Bo Nui terhenti karena keceplosan
Apa maksudmu? Jimat yang di buku bukan milikmu tapi...” kata Soo Ho
Ibumu melakukan itu demi kebaikanmu! Bukan untuk membuatmu gagal!” kata Bo Nui, Soo Ho hanya bisa menghela nafas panjang.
Mereka bilang kau terlalu dimanja. Aku memikirkan hal ini setiap hari. "Kalau mereka masih hidup, alangkah senangnya. Mereka bisa mengomeliku dan mungkin membenciku tapi aku ingin mereka hidup". Tapi kau tanpa ragu menulis nama mereka dengan tinta merah. Ayahmu itu sedang terluka, apa  kau tahu?” kata Bo Nui menceritakan semuanya.
Soo Ho binggung menurutnya tak mungkin ayahnya terluka,  dan bertanya darimana Bo Nui mengetahuinya. Bo Nui mengaku Tak sengaja tahu lalu menyindir Orang lain tahu tapi anaknya sendiri tak tahu, setelah itu memberitahu kalau lukanya tak parah jadi Soo Ho  tak perlu khawatir. Soo Ho terlihat terdiam, Bo Nui pin mohon untuk pertimbangkan kembali. kisah mengenai orang tuanya Gun Wook menurutnya skenario game-nya bisa diselesaikan tanpa menyertakan itu.
Kau minta begini sebagai Nunanya apa planner?” kata Soo Ho mengomel tapi setelah itu merasa Bo Nui tak usah menjawabnya karena tak suka dengan jawabanya lalu memilih untuk pergi. 


Tuan Je menghitung kotak makanan, lalu kebinggungan karena kurang satu padahal sudah memastikan membuat 10 kotak. Tuan Ahn bingung tiba-tiba Nyonya Yang memberikan sekotak makanan, Nyonya Yang memberitahu itu Sup ikan dnegan menceritakan Ikan yang mereka budidayakan di tambak  dengan Kualitas nomor wahid.
Dan ini ada lauk, yang ini jenisnya  kering dan rebus. Lauk ini harus segera dimakan, kalau tidak akan cepat basi.” Ucap Nyonya Yang memperlihatkan semua kotak makanya.
Tak usah repot begini! Sudah bertahun-tahun lamanya aku terbiasa masak sendiri.” Kata Tuan Ahn,
Aku suka sedih, membiarkan bakat hebatmu tak dimanfaatkan...” komentar Nyonya Yang dengan gaya imutnya, Tuan Ahn hanya bisa tersenyum. 

Soo Ho mondar mandir di ruanganya dengan wajah gelisah, lalu dengan wajah datar mencoba menalp ibunya. Nyonya Yang sedang ada direstoran kaget melihat anaknya yang menelp. Soo Ho dengan nada canggung memastikan kalau keadaan ibunya baik-baik saja, Ibunya mengatakan baik-baik saja dengan melirik pada Tuan Ahn sedang mengambil minuman.
Ya Tuhan, Aku tak menyangka kau menelpon Ibu? Ini sudah berapa tahun lama yah?” ucap Nyonya Yang, Soo Ho bertanya keberadaan ibunya.
“Ini lagi dimana? ...  di rumah.” Ucap Nyonya Yang berbohong. Soo Ho pun meminta agar memberikan telpnya pada ayah.
Ayahmu sedang keluar, beli makanan ikan.” Kata Nyonya Yang berdalih, Soo Ho pun percaya dan berpesan pada ibunya.
“Ibu... Tolong jangan suruh stafku melakukan hal aneh-aneh. Dia kerja untuk perusahaan, bukan sebagai pembantumu” kata Soo Ho. Nyonya Yang pura-pura tak mengerti menurutnya hanya bertemu dengan wanita yang baik hati dan mereka berteman baik.
Tuan Ahn datang dengan membawakan minuman, Nyonya Yang langsung buru-buru memutuskan telp dari anaknya dengan alasan akan kembali masak. Soo Ho melempar ponselnya dan menyandarkan tubuhnya yang terlihat tegang saat menelp ibunya. Tuan Ahn menebak kalau yang menelp anaknya, Nyonya Yang dengan bangga mengatakan anaknya selalu perhatian pada Ibunya, walaupun sudah berumur 30 tahun lebih, belum pernah kencan karena yang dikenalnya hanya ibunya, yang membuatnya khawatir.
Wah, kau punya kehidupan yang luar biasa. Aku ikut senang!” kata Tuan Ahn, Nyonya Yang terlihat cemberut karena anaknya sebenarnya tak seperti itu. 


Bo Nui menaburkan garam pada meja kerjanya lalu mulai berdoa, Soo Ho keluar dari ruangan melihat Bo Nui mulai bergumam “Benar. Wanita itu, adalah bug.”  Lalu berjalan mendekati Bo Nui, membahas Analisis lagi motion capture-nya. Bo Nui bertanya bagaimana yang salah, Soo Ho mengatakan  Dari awal hinggal akhir. Semuanya.
Hyun Bin dkk akhirnya kembali, Bo Nui bertanya apakah Seung Hyun baik-baik saja. Yoon Bal pikir Bo Nui bisa melihatnya sendiri kalau Hyun Bin sampai acak adul karena terus dijambak oleh Seung Hyun yang kesakitan, Hyun Bin memberitahu kalau dokter menyuruh Seung Hyun diinfus dan istirahat, setelah itu akan baikan.  Bo Nui merasa semua karena dirinya dan meminta maaf sambil membungkuk, Soo Ho melihat kembali Bo Nui yan merasa bersalah dan meminta maaf. 


Soo Ho berdiri dicafe, dengan merobek bungkus sedotanya, dengan melamun kembali bergumam “Dia bug, jadi aku ingin menangkapnya. Karena dia bikin salah, aku harus memperbaikinya. Titik.” Ryang Ha datang memberikan dua gelas minuman agar Soo Ho memilih, Si pahit femme fatale atau si segar penuh keberuntungan. Soo Ho hanya menatapnya sambl memberikan sampah bungkus sedotan.
Ryang Ha mengeluh temannya itu malah menyampah, Soo Ho tiba-tiba melihat Bo Nui yang lewat didepanya sambil menelp Tuan Won meminta agar datang ke restoran ayam di depan kantor dan mereka bertemu. Ryang Ha mengodanya kalau  Bo Nui itu memang sangat menyegarkan. Soo Ho pun memilih minuman yang menyegarkan. 

Soo Ho berlari mengejak Bo Nui meminta agar tak pergi, Bo Nui binggung melihat Soo Ho yang mengejarnya. Soo Ho mengingatkan Bo Nui bahwa Tuan Won yang sudah menerima uang  muka kontraknya dengan jumlah yang banyak, sekarang malah menghabiskan begitu saja jadi meminta agar tak menemuinya.
Aku akan cari tahu sendiri.”kata Bo Nui, Soo Ho menghalangi jalanya, Bo Nui meminta agar Soo Ho minggir karena mau lewat.
Tidak Boleh! Kau begitu pemaaf pada semua orang kecuali aku, Kenapa bisa begitu?  Kalau padaku... kau ngomel. "Yang baik pada orang tua", "jangan kasar kalau bicara", kau mengatakan itu semua padaku, kenapa kau bisa baik sama orang lain? Mana bisa... kau mendiskriminasikan orang seperti ini?” ucap Soo Ho dengan menatap Bo Nui
“Presdir Won bertingkah seolah kerasukan sesuatu tapi sebenarnya dia baik. Saat aku cari kerja sambilan, dia merekrutku. Maksudku, ada kalanya orang jadi jahat dan bangkrut, mana bisa aku mengabaikannya?” ucap Bo Nui menceritakan sampai membuat Soo Ho terus menatapnya seolah-olah sangat terpana.
Bo Nui sadar untuk apa menceritakan semuanya pada Soo Ho, menurutnya tak perlu menuruti perintah Soo Ho dengan siapa akan bertemu dan makan lalu pamit pergi. Soo Ho tetap diam dan menatapnya, lama kelamaan senyumanya terlihat. Bo Nui pun memilih langsung pamit pergi saja. Soo Ho terlihat kebinggunga melihat sekeliling. 


Di sisi gedung, Soo Ho menepuk-nepuk dadanya binggung karena merasa jantungnya berdegup kencang, lalu berpikir dirinya itu terkena stress karena apabila stres maka tubuh memproduksi hormon aneh. Lalu ia mencoba kembali berjalan, tapi degupan jantungnya terus saja terasa kencang.
Tanganya akhirnya memegang dinding penyanggah, tiba-tiba matanya melihat sosok wanita yang dikenal. Ibunya sedang berada di halte dengan Tuan Ahn, ketika ibunya naik ke bus wajahnya terlihat sumringah sambil melambaikan tanganya. Soo Ho memastikan pria yang sedang bersama ibunya. 

Tuan Won sudah menunggu di meja, Bo Nui datang dengan membawakan semangkuk popcorn. Tuan Won makan seperti pria yang sangat kelaparan, Tuan Ahn pun datang, Bo Nui meminta maaf karena tuan Ahn tak ada ditempat jadi melayani sendiri. Tuan Ahn tak masalah, lalu menawarkan untuk mengoreng ayam. Bo Nui menolak  karena Setelah minum akan segera pergi.Tuan Woon bertanya apakah Bo Nui tak makan siang.
Akhirnya Tuan Won makan ayam dengan sangat banyak, terlihat tulang yang disisihkan. Bo Nui bertanya sudah berapa hari Tuan Won kelaparan, Tuan Won merasa bukan kelapan tapi memang menu ayam di restoran Tuan Ahn enak sekali. Lalu langsung mengumpat.
Setelah kutransfer pembayarannya,penipu itu langsung kabur!” kata Tuan Ahn kembali makan, Bo Nui menyuruh untuk makan perlahan karena bisa  tersedak nanti dengan memberikan minuman. 

Dal Nim masuk cafe ingin memesan kopi, Ryang Ha memberikan minuman berwarna Pink memberitahu Soo Ho meninggalkannya setelah pesan jadi Sedotannya ditancapkan sendiri. Wajah Dal Nim langsung tersipu malu mendengarnya. Ryang Ha kembali mengoda wajah Dal Nim yang merona dan masih menyangkal, Dal Nim tetap saja menyangkalnya kalau ingin mengancamnya, Ryang Ha tiba-tiba memanggil Soo Ho, Dal Nim pun langsung menengok.
Tuh kan! Dalam 0.5 detik saja kepalamu menoleh begitu cepat Aku saja bisa lihat, Apa masih menyangkal?” ucap Ryang Ha
Memang tidak. Pokoknya tidak!” tegas Dal Nim

Ryang Ha kali ini benar-benar melihat Soo Ho yang berjalan didepanya, Dal Nim menegaskan kalau tak bakalan ketipu lagi, jadi tak perlu mengodanya lagi. Ryang Ha bersumpah kalau sekarang memang benar jadi menyuruh untuk membalikan badanya. Soo Ho terus saja berjalan, Ryang Ha melihat Soo Ho sepertinya lagi kesal. Dal Nim menengok dengan wajah sumringah. Ryang Ha kembali mengoda seperti sedang menuliskan pada Diary. "Apa yang akan dipikirkan Sayangku?" Dal Nim terlihat kesal. 


Soo Ho pergi ke restoran ayam tapi tutup dan tak orang di dalam, di sebuah toko terlihat antrian panjang dari dalam terdengar kalau mereka akan mulai pembeliannya sekarang dan memangil pria didepan sebagian pembeli pertama telah memilih smart watch.
Ji Hoon yang ada mengantri mengumpat kesa melihat dari kaca siapa yang mendapatkan pertama kali, matanya melotot kaget melihat Tuan Ahn pemilik kedai ayam, lalu tiba-tiba seorang pria menyapanya. Ia juga mengenal pria itu Presdir dari Coconut.
“Tunggu Sebentar... pendiri industri IT memberi salam pada Presdir kedai ayam? Ada apa ini!” jerit Ji Hoon kebinggungan, bahkan Tuan Ahn ditarik seperti untuk dijamu lebih dulu.  

Soo Ho terbangun dari tidurnya, mengambil botol air minum dalam kulkas saat itu melihat Bo Nui yang berbaring dilantai. Soo Ho berjongok langsung tersenyum melihat Bo Nui yang sedang tertidur. Saat itu Bo Nui membuka matanya, Senyum Soo Ho terlihat sangat lebar. Bo Nui pun juga memberikan senyuman.
Soo Ho terlihat tertidur sambil tersenyum sendiri diruangan Tvnya, lalu terbangun, sangat ingat kalau tidur di ranjannya tapi bangun malah ada diruang TV, berpikir ia itu tidur sambi berjalan dan buru-buru ke kamar mandi karena ingin buang air kecil. 

Bo Nui tersenyum bahagia menatap wajahnya dicermin dan terlihat sangat rapih, dengan membawa sebuket bunga keluar dari rumah. Soo Ho keluar dari mobil dan langsung memanggilnya, Bo Nui kaget melihat Soo Ho sudah ada didepan rumahnya. Soo Ho bertanya mau kemana Bo Nui. Bo Nui binggung lalu bertanya balik kenapa Soo Ho ada didepan rumahnya.
Aku... aku kebetulan lewat. Aku ada keperluan di sana tadi... jadi hanya lewat.” Ucap Soo Ho
Kalau begitu... silakan! Aku ada janji!” ucap Bo Nui, Soo Ho pun mempersilahkan Bo Nui untuk segera pergi. Tapi akhirnya memanggil Bo Nui kembali karena tujuanya bukan itu, bertanya ada janji apa

Bo Nui datang ke tempat abu ayah dan ibunya, Soo Ho berdiri tak jauh melihat Bo Nui yang berbicara dengan ayah dan Ibunya, terlihat foto Bo Nui saat masih kecil, foto orang tuanya dan juga foto keluarga dengan Bo Ra saat mereka masih kecil.
Ibu, Ayah. Bo Ra sudah sadar. Dia akan segera membuka matanya dan bicara. Terima kasih sudah menjaganya Bo Ra. Aku rindu sekali pada kalian.” Ucap Bo Nui dengan senyuman sumringahnya. 

Bo Nui bersenandung di dalam mobil. Soo Ho mengingat lagu itu yang disenandungkan Bo Nui saat berjongkok ditaman, Bo Nui memberitahu itu Lagu kesukaan Ayah-Ibunya dengan judul "Takdir pilu". Soo Ho pun meminta izin untuk bertanya sesuatu. Bo Nui pun mempersilahkan.
Kenapa di rumahmu tak ada foto keluarga sama sekali? Aku tak melihatnya...  Kalau kau sayang sama adikmu, harusnya kau simpan fotonya supaya bisa kau lihat.” Ucap Soo Ho
Kesialan takdir di keluargaku, adalah aku.” Kata Bo Nui, Soo Ho menatap Bo Nui terlihat binggung
“Peramal bilang ada pisau tajam di dalam diriku. Energi jahat di sekitarku terlalu kuat, dan melukai orang-orang di sekitarku. Itu sebabnya sebisa mungkin aku menghindari mereka.” Cerita Bo Nui, Soo Ho mengingat saat berbicara dengan Bo Nui setelah hujan.
Flash Back
“Kau Bilang Realita? Mau kukatakan apa itu realita? Kalau aku mencintai orang,  maka mereka meninggalkanku.” Teriak Bo Nui
Kenapa kau berpikiran begitu?” ucap Soo Ho
Saat kubilang karenamu Presdir, Aku bohong. Setidaknya dengan begitu, aku ingin lari dari rasa bersalah dan semua ini salahku.” Ucap Bo Nui
Soo Ho terdiam mengingat kata-kata Bo Nui
Ya, aku tak apa meskipun tak bisa melihatnya. Kalau Bo Ra bisa sadar, meski seumur hidup aku hanya melihat bayangannya tak mengapa.” Ucap Bo Nui, Soo Ho tetap saja diam sambil menyetir mobilnya. 


Mobil Soo Ho tiba-tiba berhenti didepan rumah sakit, Bo Nui panik kenapa mereka ada dirumah sakit. Soo Ho menyuruh Bo Nui untuk segera turun, Bo Nui melepaskan sabuk pengaman dengan wajah kebingungan. Soo Ho akhirnya berjalan masuk ke lorong ruang rawat.
Tidak! Bo Ra akhirnya sadar, bagaimana kalau aku memberinya aura negatif! Tidak, aku tak boleh egois.” Ucap Bo Nui, Soo Ho menatapnya, lalu tanganya menyentuh pundak Bo Nui

Kau bilang... aku adalah jimatmu. Lantas apa yang kau takutkan?” ucap Soo Ho
“Kau kan tidak percaya.” Ucap Bo Nui, Soo Ho tahu tapi Bo Nui percaya dengan hal itu.
Kau bilang akan ada efeknya bagi orang yang percaya.” Kata Soo Ho, Bo Nui hanya terdiam menatapnya.
Soo Ho memegang pundak Bo Nui dari belakang, lalu mendorongnya agar bisa berjalan mendekati kamar Bo Ra. Saat pintu terbuka, Bo Nui menutup matanya seperti masih ketakutan, Soo Ho memegang erat Bo Nui dan terus menuntunya masuk ke dalam kamar. Tepat didepan Bo Ra, Soo Ho meminta Bo Nui untuk membuka matanya.
Bo Nui membuka matanya melihat adiknya yang selama ini tak pernah dilihatnya, air matanya langsung mengalir dan menangis. Soo Ho dibelakanganya mencoba untuk tetap tenang. Ia memberitahu Bo Ra kalau kakaknya datang, ketika akan memegang tangan adiknya, tangan Bo Ra bergerak.
Keduanya saling menatap tak percaya, Bo Nui sedikit membungkuk. Soo Ho tak melepaskan tanganya dengan memegang bahu Bo Nui. Bo Nui meminta adiknya untuk lekas buka matanya agar bisa melihat wajah kakaknya, karena sekarang sudah melihatnya dan meminta untuk tetap kuat

Soo Ho kembali menuntun Bo Nui sampai ke depan ruangan, lalu memastikan kalau tak terjadi apa-apa. Bo Nui hanya diam saja, Soo Ho memanggilnya. Bo Nui mengucapkan terimakasih pada Soo Ho.
Sungguh... Terima kasih banyak.” Ucap Bo Nui akhirnya menangis haru, Soo Ho langsung memeluknya.
Kapanpun kau ingin membesuknya, katakan padaku. Aku akan datang bersamamu.” Bisik Soo Ho ditelinganya, Bo Nui pun menangis dipelukan Soo Ho mengangguk mengerti.

[Saat Pria Menyukai Wanita]
Soo Ho menyadarkan kepalanya seolah tak peduli lagi dengan laptopnya, tapi rasa penasaran datang kembali melihat artikel dan melanjutkan membacanya.  
Kalau kau memikirkannya saat membaca ini, berarti kau suka padanya.  Tak masalah kalau kau menyangkal semua itu. Tapi kalau kau memikirkannya saat membaca ini, berarti kau suka padanya."
Wajah Soo Ho melotot tak percaya dan langsung menutup mulutnya, karena selama itu memikirkan Bo Nui bahkan berusaha menyangkalnya. 
bersambung ke episode 9

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. Ah akhirnya, di episode ini soho begitu Imyut

    BalasHapus
  2. Makin ngefans sama Ryu Joon Yul gak begitu tampan tapi imut bgt mba bikin greget sama tingkahnya yang galak tapi perhatin bgt gumawo mba udah bikin sinopsisnya dengan cepet

    fighting

    BalasHapus
  3. Mbak dee gumawo sinopsisny, baca sinopsisny bikin ngakak terus, ditunggu next ep.nya mbk dee :)

    BalasHapus
  4. Waa daebakk nggak sabar nunggu eps 9, gomawo eonni udah buata sinopsisnya, fighting

    BalasHapus
  5. Ryu Jun Yeol memang bukan flower boy tp aktingnya patut diperhitungkan krn bs natural berakting awkward sekaligus menggemaskan, patut disandingkan dg hwang jeung eum yg sudah lebih dahulu malang melintang didunia persilatan eh peraktingan

    Cant wait for the next episode, hwaitting airin always looking forward your sipnosis

    BalasHapus