Sabtu, 18 Juni 2016

Sinopsis Entertainers Episode 16 Part 1

Joon Ha diam berdiri menatap jendela sambil mengingat surat yang ditulis oleh Suk Ho.
Halo, aku teman dari Jo Sung Hyun, Shin Suk Ho. Aku meninggalkan pesan ini karena benar-benar ingin bertemu denganmu. Aku mengerti kenapa kau tidak bisa menyanyikan lagu kesukaanmu dan hidup bersembunyi selama bertahun-tahun. Aku ingin bertemu denganmu, satu kali saja. Aku akan menunggu sampai kau datang. Tolong. Aku mohon padamu.
Joon Ha melihat dari depan restoran Suk Ho yang masih menunggunya, sampai seorang bibi mendekatinya. Suk Ho akhirnya berdiri dari tempat duduknya pergi ke meja kasir. Saat itu juga Joo Ha berjalan masuk ke restoran, Suk Ho pun kaget melihat Joon Ha yang akhirnya datang. 

Keduanya duduk bersama, Suk Ho menuangkan sojunya, berpikir Joon Ha tidak akan datang, karena merasa yakin pasti sulit dan mengucapkan  Terima kasih sudah datang. Joon Ha menceritakan Tahun ini, begitu banyak orang yang mencarinya, dalam pikirnya apakah sudah waktunya an merasa takut. Suk Ho ingin berbicara tapi disela oleh Joon Ha.
Aku tahu apa yang kau inginkan. Semakin lama kau menunggu, maka kau akan semakin kecewa. Aku tidak bisa melakukan... apa yang kau mau. Aku datang untuk memberitahumu itu.” Ucap Joon Ha
“Apa bisa kau pikirkan lagi? Aku tahu tidak punya hak untuk mengatakan ini. Bukankah kau... pensiun dan hidup dalam persembunyian karena itu terlalu berat untukmu?” ucap Suk Ho berusaha untuk berharap
Aku sangat suka bernyanyi. Tapi, satu pilihan yang salah... membuatku mustahil untuk bisa menyanyi lagi. Aku berpikir tentang apa yang akan terjadi... untuk tahun-tahun ke depan jika aku membersihkan namaku sekarang. Ini pasti akan lebih menyedihkan.” Kata Joon Ha

Suk Ho memohon dan minta tolong pada Joon Ha, memberitahu Beberapa waktu yang lalu, sudah membuat janji kalau suatu hari Ha Nul akan menyanyikan lagu Sung Hyundi atas panggung. Sebelumnya Ia mengatakan  seperti sebuah lelucon, tapi sekarang, janji itu... sudah menjadi hidupnya, jadi memohon agar Joon Ha bisa melakukanya.
Aku tidak ingin keluargaku tahu tentang perbuatan tercelaku. Ini adalah... semua royalti yang aku terima dari "Go Ahead, Cry". Aku tidak menggunakannya sepeser pun. Tapi ini mungkin tidak banyak. Sebelum aku tahu tentang Jo Ha Nul, aku menyimpannya untuk menyumbangkannya ke suatu tempat. Tolong berikan kepada Jo Ha Neul, adik dari Jo Sung Hyun. Aku datang untuk memberikan ini.” kata Joon Ha memberikan sebuah amplop dan pamit pergi. Suk Ho menahan Joon Ha sebelum pergi.
“Kau harus memberikannya sendiri. Dia pasti tidak akan menerimanya dariku.” Ucap Suk Ho lalu memberikan kartu nama untuk nomor telpnya.
Aku yakin kau tidak akan mau melihatku, tapi aku akan mencarimu lagi. Tolong pikirkan kembali dan hubungi aku. Aku akan menunggu.” Ucap Suk Ho masih tetap berharap.
Aku akan pergi besok. Kalau dia tidak mau menerimanya, sumbangkan saja ke suatu tempat.” Kata Joon Ha menaruh diatas meja lalu melangkah pergi. Suk Ho kebingungan melihat apa yang tak sesuai dengan harapanya. 

Di meja terlihat banyak makanan enak dan lengkap, Jae Hoon bertanya pada Geu Rin apakah hari ini ulang tahun seseorang dan berpikir ini har ulang tahun Ha Nul. Geu Rin memberitahu hari ini  ulang tahun kakak Ha Neul, mendiang Sung Hyun. Semua langsung terdiam mendengarnya, Ha Nul meminta Geu Rin Berhenti melakukan seperti ini setiap tahun.
Kami sudah pergi untuk melihat dia di rumah pemakaman hari ini.” ucap Ha Nul
Ibumu selalu mempersiapkan lebih banyak saat dia masih hidup. Setengah dari ini dibeli di toko, karena Aku tidak bisa memasak semuanya.” Kata Geu Rin
Hei. Aku merasa kecewa. Kau seharusnya mengajak kami jika kau akan ke tempat kakakmu... dan memperkenalkan kami.” Ucap Kayle protes seperti biasa. Yun Soo setuju karena ingin bertemu dengannya.
Ayo kita pergi di pagi hari, karena Aku akan pergi besok.” Kata Jae Hoon, Ha Nul pikir tak perlu mereka bisa berlatih saja.

Hei.... Bukankah kita keluarga? Apa kita harus memiliki orang tua yang sama untuk menjadi keluarga? Noona.... Ha Nul akan berlatih besok, jadi ajak saja kami, karena Kami ingin bertemu Sung Hyun. Bayangkan akan sebahagian apa dia jika dia bertemu aku.” Ucap Kayle.
Geu Rin pun mengajak Ha Nul untuk pergi bersama, Ha Nul tak menjawab mengajak mereka segera makan sebelum makanan dingin. Semua pun mengucapakan terimakasih pada Sung Hyun, Kayle merasakan masakan itu sangat enak, Geu Rin memberitahu lauk itu dibeli toko, Jae Hoon merasakan supnya rasanya asin, Geu Rin dengan senyuman memberitahu kalau itu ia yang memasaknya.
Ha Nul melirik Geu Rin dan mengucapkan terimakasih, Geu Rin pikirIni tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dibuatkan ibu Ha Nul untuk orang tuanya. Yun Soo pikir  Seluruh keluarga Ha Nul pasti sangat baik jadi itu sebabnya Ha Nul juga memiliki sifat yang baik juga. Geu Rin melihat ponselnya berbunyi, telp dari Suk Ho. 
Semua berkumpul di kantor Mango, Suk Ho menceritakan  baru saja bertemu Choi Joon Ha. Semua kaget menatap Suk Ho karena tak memberitahu mereka sebelumnya. Suk Ho menceritakan sudah memohon tapi hasilnya tak seperti yang mereka harapkan.
Itu akan sulit. Dia dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu. Dengan meminta dia untuk memberitahu dunia lagunya ditulis oleh orang lain adalah seperti meminta dia untuk telanjang di depan publik.” Kata Man Shik
Jika dia mengatakan tidak bisa melakukannya sendiri, bagaimana jika kita bermain kotor...dan membiarkan Ha Nul tampil dengan aransemen asli dari Sung Hyun?” ucap Min Joo
Siapa yang akan percaya itu? Tidak ada cara untuk membuktikan tanggal pembuatannya.” Kata Man Shik, Suk Ho pun terdiam memikirkanya. Tuan Byun terlihat sedikit gugup.
Ada caranya,  Suk Ho... memintaku merekam Sung Hyun memainkan lagu itu.” Kata Tuan Byun
Suk Ho kaget mengetahui Tuan Byun merekamnya karena sebelumnya mengaku tidak bisa melakukanya. Tuan Byun menceritakan  Joon Suk juga tidak tahu kalau merekamnya. Ia mengaku sangat malu Seharusnya menceritakan semuanya, tapi tidak bisa dan tidak seberani Suk Ho. Suk Ho terlihat shock mendengarnya, teringat saat Tuan Byun menceritakan Saat masih seusia Suk Ho, merasa menyesal harus kabur.
Apa kau mengatakan video itu memiliki catatan waktu dan tanggal?” ucap Geu Rin memastikan
Video itu seharusnya memiliki catatan tanggal dan waktu.” Kata Tuan Byun
Kalau begitu sudah bisa ditetapkan. Kita memiliki lembaran musik dan video sebagai bukti.” Ucap Man Shik penuh semangat, Suk Hom menatap Tuan Byun terlihat kecewa.
Suk Ho, kau tidak terlihat seperti ingin melakukannya.” Komentar Min Joo melihat raut wajah temanya.
Kenapa tidak melakukanya? Ini adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan lagu milik Sung Hyun. Ini adalah satu-satunya cara agar Ha Nul bisa menyanyikan... lagunya dengan bebas di "Legend Again".”kata Geu Rin, Suk Ho mengatakan kalau mereka Sebaiknya tidak melakukan itu.

Geu Rin terlihat kecewa, Man Shik meminta Suk Ho memikirkan baik-baik  merekas udah menemukan caranya, kenapa tidak melakukannya, Suk Ho menjelaskan Jika mereka melakukan itu, itu akan menghancurkan seluruh kehidupan Choi Joon Ha, bukan hanya karirnya menurutnya mereka tidak perlu membunuh Choi Joon Ha hanya untuk menyelamatkan lagu milik Sung Hyun. Semua pun hanya bisa diam saja.
Choi Joon Ha akan meninggalkan negara ini besok. Kita perlu mencari cara lain.” Kata Suk Ho
Kita tidak punya waktu. Bukankah kau mengumpulkan kami karena kau punya ide? Apa itu? Apa yang harus kami lakukan?” ucap Man Shik
Sebuah kesempatan. Kita perlu menemukan kesempatan. Kita harus membuat dia ingin bernyanyi lagi.” Kata Suk Ho yakin
Aku yakin dia hanya bersembunyi tapi masih sangat ingin bernyanyi.” Ucap tuan Byun, Man Shik mengeluh Bagaimana mereka bisa menemukan kesempatan itu karena Joon Ha akan berangkat besok, mereka tidak punya banyak waktu.
Itu sebabnya aku mengumpulkan kalian semua. Kita perlu memeriksa sepanjang malam, dengan Memeriksa semua portal berita dan menemukan setiap wawancara, acara TV, setiap lagu yang pernah dia nyanyikan, apa pun itu. Temukan cara untuk membawa keluar... semangat entertainer dalam dirinya.” Jelas Suk Ho
Min Joo merasa kalau itu cukup sulit, Suk Ho menegaskan mereka  harus menemukannya. Min Joo bertanya berapa banyak laptop dan tablet yang mereka butuhkan, menurutnya karena tidak punya waktu, jadi mereka harus membagi berdasarkan tahun. Semua pun langsung bergegas, Suk Ho melihat wajah Geu Rin yang terlihat cemberut, lalu mengajak untuk pergi keluar. 

Di depan kantor Mango.
Suk Ho tahu Geu Rin itu pasti kecewa dengan pilihanya Geu Rin membenarkan. Suk Ho menjelaskan Jika Geu Rin  hanya melihat hasilnya, mereka akan menjadi seperti Lee Joon Suk.
Aku benar-benar ingin meyakinkan Choi Joon Ha. Jadi Tolong bantu aku.” Ucap Suk Ho
Bagaimana jika... Bagaimana jika kita tidak bisa meyakinkan dia dan dia pergi? Bisakah kau berjanji untuk mempertimbangkannya kembali?” ucap Geu Rin masih bisa berharap
Kita akan melakukannya dan harus percaya.” Ucap Suk Ho lalu memberikan sebuah amplop meminta agar diberikan pada Ha Nul. Geu Rin hanya menatap Suk Ho ketika menerimanya. 

Geu Rin membuatkan minuman multivitamin untuk Man Shik dan Min Joo lalu kembali mencari berita dari tabnya. Tangan Suk Ho terlihat bergetar memegang USB didepanya. Tuan Byun pikir Resolusinya tak bagus dan  rekaman audio Sung Hyun juga ada di dalam USB itu, jadi meminta Suk Ho untk mendengarkan saat menginginkannya.
Sung Hyun... bernyanyi dengan sangat baik.” Ungkap Tuan Byun yang selama ini hanya memendamnya.
Aku yakin... kau juga sudah sangat menderita.” Kata Suk Ho dengan mata berkaca-kaca
Maaf aku tidak bisa memberikannya kepadamu lebih cepat. Kupikir... aku akan selalu menyimpan ini untuk diriku sendiri. Aku selalu merasa... Sung Hyun membantuku bertemu lagi denganmu dan bertemu Ha Nul.” Ucap Tuan Byun, Suk Ho menatap USBnya mencoba menahan tangisnya. 

Tiba-tiba Geu Rin berteriak “ Teater Kesenian Seoul.” Man Shik bertanya ada apa. Semua pun berkumpul dimeja. Geu Rin  membaca berita kalau itu adalah konser pertamanya, lalu mulai membaca sebuah artikel berita untuk semuanya
Salju turun sangat banyak, jadi lalu lintas lumpuh. Mungkin karena itu juga malam Natal. Aku sangat marah. Tiketnya terjual habis, tapi aku bertanya-tanya apa para fans akan datang. Jalan-jalan macet dan cuacanya mengerikan. Aku bertanya-tanya apa setengahnya akan datang.
Tidak, jika bahkan 10 orang yang datang. Tapi aku benar-benar terharu. Semua kursi terisi. Aku mulai menangis. Butuh waktu untuk menenangkan emosiku dan memulai lagu pertama. Ini adalah konser dua jam, tapi kurasa aku bernyanyi selama lima jam." Aku bersedia untuk tetap terjaga sepanjang malam bersama para penggemarku. Aku tidak akan pernah melupakan hari itu."
Suk Ho tersenyum mendengarnya, lalu memberikan high five pada Geu Rin lalu mulai membagi tugas, menyuruh Min Joo untuk mencari tahu jam penerbangan Joon Ha, lalu meminta Geu Rin untuk menunggu bersama Ha Nul karena pasti khawatir. Dan Man Shik akan pergi ke bandara bersamanya karena harus menghentikannya, sementara Tuan Byun diminta pergi ke Teater Kesenian Seoul karena ingin menunjukkan kepada Joon Ha panggung itu lagi.
Man Shik mencoba membayangkan mereka sudah menemukan Joon Ha nanti, lalu apakah mereka akan menculiknya, Suk Ho menjelaskan mereka harus menunjukkan artikel itu kepada Joon Ha, Tuan Byun pun mengajak mereka mulai bergerak. Min Joo akan segera menghubungi masalah jadwal  penerbangannya. Suk Ho sedikit tersenyum, tapi tatapanya terlihat tegang melihat USB yang ada ditanganya. 

Geu Rin memberikan amplop yang dititipan Suk Ho pada Ha Nul dirumah. Ha Nul bertanya apa yang diberikanya. Geu Rin memberitahu itu adalah royalti dari "Go Ahead, Cry". Ha Nul tak percaya bertanya apakah Suk Ho bertemu Choi Joon Ha. Geu Rin membenarkan.
Apa yang dia katakan?” tanya Ha Nul penasaran
“Suk Ho menjelaskan dan memohon, tapi Joon H mengatakan tidak bisa membatalkannya, Aku tahu kau marah, begitu juga aku.” Kata Geu Rin
Kenapa dia berani memberikan ini kepadanya?” kata Ha Nul penuh amarah
Dia pasti juga berusaha dengan tidak menggunakannya sepeserpun. Kurasa dia akan menyumbangkannya ke suatu tempat.” Kata Geu Rin menenangkan.
Dia sangat egois. Setiap orang egois akan mati dengan menderita. Dia mencoba untuk melepaskan dirinya dari perasaan bersalah, Kenapa Suk Ho menerimanya?” teriak Suk Ho penuh amarah
Yun Soo keluar dari kamar dengan mata setengah terbuka, Ha Nul memilih melempar amplop dan masuk kamar, Kayle juga ikut keluar bertanya apakah merkeka akan pergi sekarang, Geu Rin meminta mereka memberi Ha Nul sedikit waktu. Yun Soo bertanya apakah terjadi sesuatu lagi, Jae Hoon melihat amplop diatas meja bertanya apa itu. Geu Rin langsung mengambilnya, berjanji akan menjelaskan nanti jadi meminta mereka semua kembali tidur. Semua pun kembali ke kamar masing-masing. 

Dalam perjalanan ke bandara
Suk Ho menonton Video yang dibuat Tuan Byun rekaman saat Sung Hyun menyanyikan lagunya diruang rekaman. Man Shik melihat Suk Ho yang mengigit jarinya berusaha menahan tangis. Suk Ho tak bisa lagi menahan tangisnya saat melihat dan mendengar suara Sung Hyun.
Di pinggir jalan tol, Man Shik sengaja meminggirkan mobil membiarkan Suk Ho untuk menenangkan dirinya. Suk Ho mencoba untuk mengatur nafasnya, mencoba untuk menenangkan diri agar tak terus menangis. 

Keduanya akhirnya sampai dibandara, Man Shik menjelaskan Ada tiga penerbangan sepanjang hari dengan tujuan Australia, tapi mereka tidak tahu yang mana. Suk Ho pikir mereka harus menunggu. Man Shik berharap mereka bisa bertemu tapi masih belum belum merasa yakin apakah mereka bisakah meyakinkan Joon Ha.
Tuan Byun sudah sampai ke gedung theater bertanya apakah mereka bisa  pergi ke panggung. Petugas bertanya maksud dan tujuanya. Tuan Byun  terlihat binggung lalu menjelaskannya secara singkat kalau Seseorang benar-benar harus melihat panggung itu. Petugas bertanya Tuan Byun akan melakukan pertunjukan. Tuan Byun mengatakan bukan itu tapi mencoba untuk memohon.
Menunjukkannya kepadamu tidak sulit, tapi kau harus memberitahu aku sebelumnya jika kau ingin melakukan pertunjukan. Panggung ini akan dirobohkan tahun ini dan dibangun kembali.” Jelas petugas gedung. Tuan Byun mengangguk mengerti, lalu berjalan masuk ke  ruang pertunjukan dari tempat duduk penonton melihat ke arah panggung.

Man Shik mulai menguap di pintu keberangkatan, menurutnya  Joon Ha bukan penerbangan pagi karena semua penumpang semua sudah masuk. Suk Ho pikir juga begitu, Man Shik mengajak mereka sarapan lebih dulu karena membutuhkan energi.
Suk Ho setuju, lalu ponselnya berdering. Tuan Byun memberitahu tentang  Sebuah rekonstruksi, Man Shik mendengarkan pembicaran langsung bertanya setelah Suk Ho menutup telpnya. Suk Ho menceritakan  Gedung Theater Akan dibuka sampai akhir tahun dan mereka akan membangunnya kembali Jadi ia berharap Choi Joon Ha bisa melewati semuanya dan mengadakan konser di sana sebelum proses pembangun kembali. Man Shik berpikir kalau itu akan menyenangkan.


Semua anggota band sudah ada diruangan makan kecuali Ha Nul, Geu Rin mondar mandir dengan gelisah. Kayle pikir lebih baik mereka masuk saja, Yun Soo menyuruh mereka menungu saja.  Jae Hoon menyuruh Kayle yang mengemudi mobilnya nanti karena Geu Rin terjaga sepanjang malam. Geu Rin pikir tak perlu karena baik-baik saja.
Tidak, kau tidak baik-baik saja. Kau terlihat seperti panda dengan lingkaran hitam itu.” Ucap Kayle, Ha Nul akhirnya keluar dari kamarnya.
Dimana Suk Ho Hyung?” tanya Ha Nul, Geu Rin memberitahu sedang ada dibandara. Ha Nul pun menanyakan amplopnya.Geu Rin memberitahu  Ada di dalam laci meja Ha Nul. Akhirnya Ha Nul kembali ke kamar dan akan berjalan pergi.
kau mau pergi kemana?” tanya Geu Rin khawatir
Aku akan pergi sendiri. Jangan khawatir, kalian tinggal saja di rumah.” Ucap Ha Nul, Geu Rin ingin mengikutinya, semua pun hanya bisa terdiam membiarkan Ha Nul sendirian. 

Man Shik dan Suk Ho masih menunggu dibandara, terlihat bosan. Sampai akhirnya Suk Ho melihat sosok yang ditunggunya, Joon Ha datang menarik koper dengan kacamata hitamnya. Akhirnya ia langsung menghampiri Joon Ha dengan menyapanya mereka bertemu lagi. Joon Ha menghela nafas melihat Suk Ho yang terus mendekatinya.
Aku mengerti... bahwa mereka berdua sangat penting bagimu. Tapi aku hanya bersedia untuk memahami sampai sejauh ini. Jadi Tolong, minggir.” Ucap Joon Ha
Aku sudah mengatakan semua yang perlu dikatakan dalam kertas ini, dan  Aku akan memberikan ini kepadamu. Tolong, terimalah Dan... tolong lihat video... di dalam USB ini.” kata Suk Ho memberikan USBnya.
Aku akan mencari tempat yang tenang dan melihatnya.” Kata Joon Ha lalu pamit pergi. 

Tiba-tiba Ha Nul datang berlari mendekati Joon Ha,  Suk Ho kaget melihat Ha Nul yang datang ke bandara. Ha Nul membungkuk memberikan hormat, memperkenalkan namanya,  terdengar jeritan wanita yang histeris karena melihat Ha Nul,  Suk Ho berusaha menghalangi fans yang ingi mengambil foto. Joon Ha terlihat kaget dengan membuka kacamatanya.
Maafkan aku.” Kata Joon Ha, Ha Nul bertanya mengenai apa. Joon Ha terlihat tertunduk kebinggungan menjelaskanya.
Apa kau menyesal tentang apa yang terjadi pada tahun 2005...atau untuk tidak menetapkan untuk meluruskan semuanya sekarang? Aku tak tahu” ucap Ha Nul
Aku minta maaf tentang keduanya.” Kata Joon Ha dengan wajah tertunduk

Apa kau mencoba untuk meminta maaf dengan amplop ini?” ucap Ha Nul, Joon Han mengatakakan sengaja  mengembalikan uang itu  karena uang itu bukan miliknya
“Tapi Kenapa kau tidak mengembalikan lagunya? "Go Ahead, Cry" masih tetap lagumu Bahkan setelah kau meninggal, Lagu itu akan tetap menjadi milikmu, tuan Choi. Kenapa... kau tidak bisa mengembalikan lagunya?” ucap Ha Nul
Jangan panggil aku "tuan". Aku tidak layak mendapatkan... penghormatan semacam itu. Dan Juga, aku tidak memiliki keberanian. Ini adalah yang terbaik yang bisa aku lakukan.” Ucap Joon Ha yang masih terus tertunduk.
Aku tidak memintamu untuk menghidupkan kembali kakakku dan tidak ingin uang ini. Dengan menerima uang ini tidak akan mengembalikan kakakku. Aku tidak butuh semua ini. Aku tidak membencimu tapi Aku menyalahkan diriku sendiri karena terlalu muda saat itu dan tidak mampu untuk membantu kakakku yang lemah.” Kata Ha Nul
Joon Ha memakai kacamata hitamnya kembali dan meminta maaf karena  Sudah waktunya baginya untuk check-in menurutnya jika Ha Nul tidak mau menerima uangnya, maka akan menyumbangkannya untuk amal atas nama Ha Nul. Lalu Ha Nul memberitahu  akan menyanyikan lagu "Go Ahead, Cry" di acara "Legend Again".
Mereka akan bertepuk tangan dengan berpikir bahwa itu lagumu. Tapi aku tahu, bahkan kau tahu dan Lee Joon Suk tahu... lagu siapa itu sebenarnya. Aku akan berdoa sampai menit terakhir sebelum naik ke atas panggung. Bahwa kau akan keluar dari... penderitaanmu sendiri. Aku akan berdoa bahwa lagu yang aku nyanyikan...menemukan pemiliknya yang sebenarnya. Tolong, buktikan bahwa kau berbeda... dari Lee Joon Suk.” Tegas Ha Nul
Joon Ha menerima amplop royalti, Ha Nul pun membungkuk pamit pergi lalu berjalan memdekati Suk Ho. Suk Ho dengan tatapan bangga menepuk pundak Ha Nul lalu mengajak untuk meninggalkan bandara. Keduanya saling menatap dengan senyuman, Joon Ha melihat ketiganya yang meninggalkanya.

Ha Nul kembali pulang kerumah, Geu Rin dan semuanya langsung berdiri menyambutnya bertanya apakah mereka berhasil bertemu dengan Joon Ha Ha Nul mengatakan akan menceritakan nanti jadi meminta agar membiarkan tidur lebih dulu. Semua pun hanya bisa terdiam melihat Ha Nul yang masuk kamar.
Kayle mengajak mereka untuk berlatih,karen Ha Neul mengatakan bahwa akan menyanyikan lagu itu. Yun Soo setuju, Jae Hoon pikir mereka bisa pergi sendiri jadi Geu Rin bisa tidur lebih dulu. Geu Rim membiarkan mereka pergi, tapi wajahnya khawatir memikirkan Ha Nul.
Di ruang tunggu, Joon Ha melihat USB yang diberikan oleh Suk Ho padanya dan mendengarkanya dari ipad dengan mengunakan earphone, tatapanya jatuh ke arah bandara yang sangat luas. 

Di sebuah terowongan tanpa mobil yang berlewat, Suk Ho dan Ji Nu kembali bertemu. Ji Nu sadar kekhawatirannya bukan masalah, tapi melihat Suk Ho dan Ha Nul yang menurutnya sangat mengerikan. Suk Ho bertanya bagaimana dengan Ji Nu, apayang terjadi dengan KTOP?
Aku membatalkan kontrakku dan pergi,Akan segera ada siaran pers.” Jelas Ji Nu. Suk Ho menanyakan nasib  dengan Jackson?
Mereka mengatakan bahwa akan ikut bersamaku. Tapi Aku mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus tetap tinggal. Mereka hanya perlu menemukan vokalis yang baru”Cerita Ji Nu.
Mereka tidak mau melakukan itu Karena kepercayaan mereka pasti telah hancur.” Ucap Suk Ho bisa mengerti
Khawatirkan saja tentang dirimu sendiri dan Ha Nul. Ini semua bencana. Aku sibuk bersiap-siap untuk pergi studi ke luar negeri tanpa mengetahui apapun” kata Ji Nu merasa menyesal
Aku akan mencari tahu untukmu. Kemana kau akan pergi?” tanya Suk Ho
Ke Inggris.... Disana adalah negara asal The Beatles.” Ucap Ji Nu penuh semangat
Jinu.... Ayo kita... kembalikan "Don't Touch". Kita kembalikan lagu itu kepada komposernya.” Kata Suk Ho dengan wajah serius.
Ji Nu terlihat kebinggungan, lalu mengaku tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu dan tidak yakin apa aku bisa melakukannya lalu meminta maaf. Suk Ho menceritakan sudah menonton video Sung Hyun Kakak dari Ha Nul yang bernyanyi dan merekam lagu, Setelah melihat video itu teringat dengan yang menulis lagu "Don't Touch". Ia juga meminta maaf karena membuat Ji Nu merasa terbebani sekarang. Ji Nu pun hanya bisa diam dengan menyandarkan tubuhnya.

Man Shik sudah memakaia baju piyama harimau kesukaanya, melihat ada kotak minum herbal yang dibawa Min Joo, sambil mengomel karena pasti untuk Suk Ho lagi dan memberitahu kalau tubuhnya itu juga terasa sakit. Min Joo memperlihatkan kalau ada dua kotak dengan wajah ketus. Man Shik langsung tersenyum.
Kau menjaga Suk Ho dan aku. Apa janya itu saja? Menjadi seorang ahli waris membuatmu sangat bermurah hati.” Ucap Man Shik mengodanya sambil menuangkan jus jeruk
Sudah kukatakan untuk tidak menyebutkan itu.” Kata Min Joo mengancam, Man Shik berjanji akan mencobanya.
Jangan mencoba, tapi Jangan pernah menyebutkan itu. Jika kau mengatakan itu lagi, aku tidak akan berbicara denganmu.
Man Shik pun mengalihkan dengan mengambil sekotak minuman herbal, Min Joo bertanya kemana Suk Ho, apakah belum kembali. Man Shik mengatakan belum pulang dan tak tahu keberadaanya sekarang, tapi menduga Suk Ho itu tidur di kantor lagi, menurutnya Masalah ini sudah hilang bersama asap, jadi Suk Ho mungkin tidak akan bisa menemukan solusi.

Min Joo tak berkomentar memilih untuk pamit pergi. Man Shik mengeluh Min Joo yang pergi begitu saja, Min Joo pikir Man Shik harus  beristirahat lagipula ia belum tidur sama sekali, saat melihat ke jendela ternyata turun hujan tapi tidak membawa payung. Man Shik teringat masih memiliki sebuah payung dan akan mengambilnya masuk ke kamarnya, Min Joo menemukan disudut ruangan.
Tidak, tidak... Kau tidak boleh membawa yang satu itu.” Ucap Man Shik, Min Joo heran karena hanya sebuah payung.
Aku akan memberikanmu payung lain. Kau tidak boleh membawa yang itu.” Kata Man Shik, Min Joo pikir itu milik Man Shik.
Suk Ho sangat menyukainya, Aku tidak tahu  kenapa bisa seperti itu.  Kupikir dia hanya mengoleksi topi baseball, tapi payung itu sangat penting baginya. Dia mengeringkannya agar tidak berkarat.” Cerita Man Shik melihat sebuah payung hijau didekat meja billiard.
Min Jo berpikir Suk Ho mulai mengoleksi payung menurutnya itu sangat aneh dan menyuruh Man Shik mengambilkan payung untuknya karena mobilnya terparkir cukup jauh. Man Shik berlari masuk kekamarnya, Min Joo menatap dalam ke arah payung kesayangan Suk Ho.
bersambung ke  part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar