Kamis, 09 Juni 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 12 Part 2

Di rumah sakit
Jin Sang memastikan pada dokter apakah tak butuh CT Scan karena sebelumnya Soo kyung berguling di dalam bis slalu setelah turun, kepalanya terbentur di jalan, menurutnya Sepertinya terjadi sesuatu saat terguling di bis.
Tidak perlu melakukan CT Scan.  Belakangan ini apa anda sering lelah ?” tanya dokter
Ya ! Dia minum alkohol banyak sekali.  Apa ini Karena livernya ?” kata Jin Sang
Berhenti minum-minum.” Ucap Dokter, Jin Sang menasehati Soo Kyung kalau semua itu pasti karena livernya.
Anda hamil, kau anemia karena sedang hamil.  Aku akan resepkan suplemen zat besi, Pastikan untuk diminum. Selamat ya.” Kata dokter  pergi meninggalkan keduanya. 

Soo Kyung dan Jin Sang melonggo mendengarnya, Jin Sang tak percaya tertawa bahagia, tapi langsung terdiam melihat Soo Kyung terlihat tak bersemangat. Akhirnya ia meminta maaf dan memberikan selamat, menurutnya yang paling pertama itu ucapan selamat. Soo Kyung hanya diam saja dengan tatapan kosong.
Jin Sang tak bisa menahan rasa tak percaya dengan tertawa tapi menyadarkan dengan memukul punduk kepalanya, menurutnya sudah gila karena terus saja tertawa. Akhirnya ia duduk di samping Soo Kyung, menduga itu terjadi saat sebelum mantan pacarnya itu pergi ke imigrasi, lalu mengeluh Soo Kyung itu bisa ceroboh padahal itu pertemuan terakhir mereka. Soo Kyung hanya diam saja.
Tunggu sebentar ... Orang itu sudah ke Brazil, belum ? Cepat hubungi dia.  Bagaimana kalau sudah pergi ? Tapi Kalau belum pergi, lalu bagaimana ?” ucap Jin Sang akhirnya kebinggungan sendiri
Ah maka  dari itu, kalian bukan anak-anak lagi.  Kalian sudah dewasa, harusnya lebih hati-hati dan penuh persiapan.  Coba Lihat aku. Meskipun tiap malam aku dengan wanita berbeda, aku tidak pernah mengalami hal seperti ini.” ucap Jin Sang, Soo Kyung hanya memejamkan matanya karena semua ini berkat tidur dengan teman adiknya.

Nuna, ini 100% kesalahan dia. Sebagai laki-laki, dia harusnya selalu siap sedia setiap saat. Coba Lihat aku.” Kata Jin Sang memperlihatkan kondom di semua kantung dalam baju dan celananya, bahkan terselip di kaos kakinya, lalu ingin melihat dalam selangkangan tapi tersadar ada banyak orang.
Jin Sang menegaskan dengan persiapan itu, maka menunjukkan kalau lelaki itu tidak bertanggung jawab. Soo Kyung tetap tak bergeming, Jin Sang meminta maaf karena seharusnya tak boleh mengatakan hal itu. Soo Kyung akhirnya menangsi. Jin Sang kembali duduk disamping binggung melihat Soo Kyung yang menangis, lalu menenangkan agar tak menangis.
Menjauh dariku, brengsek ! Pergi jauh ! Ini pasti mimpi.” Jerit Soo Kyung tak ingin disentuh oleh Jin Sang dengan menendang-nendang ke udara dan memukul tempat tidurnya.  
Jin Sang, bagaimana kalau kerumah sakit lain ?” kata Soo Kyung belum bisa menerimanya, Jin Sang pikir tak ada bedanya jadi lebih baik terima saja faktanya sambil merapihkan rambut Soo Kyung yang berantakan.
Soo Kyung menepis tangan Jin Sang tak ingin disentuhnya, Jin Sang ingin memegangnya dan akan memanggil dokter. Soo Kyung tak ingin Jin Sang menyentuh tubuhnya. Jin Sang pun pergi memanggil dokter. Soo Kyung benar-benar tidak ingat dan masih tak yakin kalau mereka berdua itu sungguh melakukannya


Tae Jin duduk dimeja kerjanya, tatapanya kosong mendengar suara rekaman Hae Young yang menyebar “Tanpa tahu yang sebenarnya Aku jatuh cinta pada lelaki itu.Berulang-ulang sampai ia bisa  jelas dimengerti
Aku marah sekali, rasanya aku ingin membunuh mereka semua. Sangat ... Sangat ... Tae Jin terdiam matanya memerah menahan tangis mengetahui perasaan Hae Young sebenarnya. 

Tae Jin pun makan steak di restoran, temanya berkomentar keadaanya jadi kusut begini. Tae Jin membenarkan, dengan sedikit tertawa tak percaya merasa Hal seperti ini,  bisa jadi topik utama di negara lain.
Tapi, Hae Young ssi, kenapa bisa suka lelaki itu ?” tanya temanya
“Apa Kau tidak tahu ? Dia ditipu.  Aku yakin bajingan itu baik padanya karena merasa bersalah.  Dia sudah siap saat kebenaran terungkap dan membuat Hae Young cinta padanya.”ucap Tae Jin penuh dendam, temanya bertanya apa yang dikatakan Hae Young.
Dia bisa apa ? Yang pasti Dia mengamuk besar.” Kata Tae Jin yakin

Sesampai didepan lift, temanya pamit pergi lebih dulu, Tae Jin mengerti lalu berjalan ke lift sambil mengeluarkan ponselnya, berusaha menelp Hae Young tapi ponselnya belum juga aktif. Temannya terus melihat Tae Jin sampai masuk kedalam lift. 


Ibu dan ayah Hae Young menonton TV dengan tatapan kosong, Hae Young sudah berganti baju dan langsung keluar rumah. Ibunya berteriak agar Hae Young mengigit bokong pria itu sampai lepas. Tuan Oh hanya bisa menghela nafas panjang dengan keadaan sekarang. Hae Young terus berjalan dimalam hari dari rumahnya dengan menahan tangisnya.
Do Kyung duduk dikamar Hae Young, mengambil music box yang pernah diberikanya dan memutarnya. Ingatan kembali saat memberikan hadiah itu, Hae Young tersenyum mengungkapkan Suaranya Cantik. Saat itu tatapan Do Kyung seperti jatuh cinta dengan sosok Hae Young. 

Hae Young masuk rumah langsung terdiam melihat Do Kyung duduk dikamarnya sambil mendengar musik box, Do Kyung hanya menatap kedatangan pacarnya. Hae Young masuk rumah dan Do Kyung pun berdiri memberitahu ada paket untuknya karena kurir terus mengetuk pintunya. Hae Young menghentikan langkah Do Kyung saat akan masuk kamar dengan kata-katanya.
“Mengapa Kau tidak tanya apa aku baik-baik saja ?” ucap Hae Young. Do Kyung yakin Tidak mungkin Hae Young baik-baik saja.
Ya, aku tidak baik.... Aku berantakan. ... Aku tidak ingin membuka mata Tapi tidak bisa tidur.  Aku tidak bisa tidur karena sangat marah.  Karena rindu padamu, aku tidak bisa tidur.” Ucap Hae Young dengan menahan tangisnya, 

Do Kyung pun membalikan badanya menatap Hae Young yang terlihat menyedihkan lalu berjalan dan memeluknya,tangan Hae Young pun mendekap tubuh Do Kyung dengan erat menangis dipelukanya.
Sekarang, kutuk aku dan jalani hidupmu... Pergi dengan temanmu dan maki aku. .. Kalau kau ingin menelpon untuk memakiku bahkan 100x pun aku akan terima telponmu. Kau bisa Telpon aku kapan saja.... Kau boleh menyiksaku..... Lakukan apapun yang kau mau.” Bisik Do Kyung ditelinga Hae Young  

Hae Young melepaskan pelukan, kedua tangan mereka saling mengengam.
Dapatkah ... Kita tetap berhubungan sampai aku muak padamu ? Tidak sampai aku muak padamu... setidaknya sampai aku tenang. Semua orang sudah tahu, ini waktunya kita putus.” Ucap Hae Young berusaha menahan air matanya, Do Kyung menatapnya dengan mata berkaca-kaca
Memang benar kita harus putus, tapi aku ... Aku masih belum bisa Kalau putus denganmu karena marah. Aku akan menderita lama sekali.  Dapatkah kita ...  teruskan hubungan ini lebih lama lalu putus ? Kita teruskan diam-diam lalu putus.” Kata Hae Young penuh harapan.
Do Kyung menatap Hae Young dengan mata berkaca-kaca, lalu tertunduk meminta maaf karena tak bisa melakukannya. Hae Young terdiam mendengarnya dengan tangan mereka yang terus mengenggam.
Saat aku sendiri yang jadi orang jahat sebaiknya kita akhiri saja.” Ucap Do Kyung lalu menyuruh Hae Young segera keluar karena akan mengantarnya pulang. 


Do Kyung masuk kamarnya untuk mengambil kunci mobil, Hae Young menutup wajahnya lalu menangis. Do Kyung menatap Hae Young yang menangis hanya bisa diam saja seperti merasa kalau memang ini kesalahan jadi tak bisa bersamanya.
Hae Young keluar dari rumah dengan terburu-buru, Do Kyung mengejarnya akan mengantarnya pulang. Hae Young terus berjalan,  Do Kyung menariknya agar bisa mengantarnya pulang, Hae Young menghempaskan tanganya dan terus berjalan. Do Kyung pun tak bisa mencegahnya dan membiarkanya. Hae Young berjalan sendirian sambil menangis.
Dalam penjalan pulang dengan bus, Hae Young hanya menyandarkan kepalanya di jendela terlihat tak bergairah.

Esok paginya
Petugas pindahan rumah membawa semua barang-barang ke dalam mobil truk, Ayah Hae Young membantu dengan memindahkan sepeda milk anaknya, dalam pelukanya memegang boneka tawa yang bisa membuatnya anaknya tertawa. Mobil pun sudah selesai membawa semua barang, didalam kamar Hae Young sudah kosong tanpa ada barang apapun.

Di rumah, Ayah Hae Young masih memeluk boneka tawa milik anaknya dengan tatapan kosong. Ibunya pun hanya diam menatap kosong melihat semua barang ditumpuk didepanya. Beberapa barang ditaruh dikamar Hae Young, seperti musik box dan juga lampu yang keduanya diberikan oleh Do Kyung. Sementara Hae Young seperti tertidur dikamar ibunya, tak peduli dengan semua barang-barangnya yang dibawa pulang. 


Nyonya Heo dan Ketua Jang mengunakan pakaian Hanbok memotong kue bersama seperti sepasang pengantin, semua tamu yang datang pun memberikan tepuk tanganya dan memberikan selamat. Do Kyung melihat dari jauh saat ibunya dan Ketua Jang minum wine dengan love shot, Di sisi lain Young Joo melirik sinis melihat ayahnya yang mencium pipi Nyonya Heo.
Ketua Jang pun meminta balasan ciuman, Nyonya Heo agak malu-malu mencium pipi Ketua Jang. Keduanya terlihat sangat bahagia, Ketua Jang mulai menyapa semua tamu yang datang, lalu memperkenalka pada Nyonya Heo tamu yang datang adalah Ny Pang dari Myeondong. Young Joo hanya melirik sinis dan melihat Do Kyung hanya berdiri sambil meminum wine saja.
Ini adalah pernikahan kelima ayahku dan Ini pernikahan ibumu yang ketiga.  Ayahku mengalahkannya.  Bagaimana ayah tiri keduamu ?” ucap Young Joo sinis, Do Kyung mengatakan dia baik
“Ah.. benarkah? Bagaimana dengan ayah tiri ketigamu ?” ucap Young Joo yang melihat ayahnya berusaha mengendong Nyonya Heo
Apa hubungannya denganku ?” kata Do Kyung dingin
Karena ada hubungannya dengan uang.  Kau Masih pura-pura.  Ibu tiri kelimaku adalah yang paling buruk.  Aku malu memanggilnya ibu.” Kata Young Joo sinis

Do Kyung mengartikan Young Soo itu sudah menyerah jadi manusia. Young Joo meminta Do Kyung untuk mendengarkan ucapanya, Disaat ibunya bersandiwara dan senyum, maka anaknya tidak boleh mengacau.
Tuan Jang mendatangi Do Kyung, menegurnya karena  minum banyak sekali. Menurutnya Do Kyung itu mengir dirinya akan membuat ibunya tidak nyaman. Do Kyung menaruh gelas winenya. Tuan Jang meminta agar Do Kyung memberikan selamat, Do Kyung pun menjabat tangan untuk memberikan selamat. Tuan Jang tahu Berat buat Do Kyung memberikan  selamat padanya, lalu menyuruh anaknya Young Joo untuk bisa tersenyum sedikit.
Jangan membuat wajah begitu.... Ayah sudah bilang, jangan pikirkan soal istri baru ayah.  Sebanyak apapun istri yang datang dan pergi, aku tidak akan berubah.  Pemiliknya adalah dirimu.” ucap Ketua Jang memberikan kode pada anaknya.
Ia berpikir Do Kyung sudah mengetahuinya, Do Kyung mengerti. Tuan Jang pun meminta anaknya untuk bisa tersenyum. Young Joo tetap melirik sinis melihat Nyonya Heo yang berusaha ramah denga memuji tamu yang datang karena terlihat cantik. Do Kyung melihat ibunya yang terlihat tersenyum bahagia. 


Nyonya Heo duduk dikursi dengan beberapa tamu, Young Joo duduk disampingnya berkomentar sinis Ibu barunya itu terlalu banyak senyum. Nyonya Heo masih bisa tertawa kalau merasa kalau hari ini adalah hari yang baik dan menyuruh Young Joo untuk sedikit
Kau tahu ayahku mudah bosan.  Kalau dia bosan, dia akan memberi sinyal.  "Persulit dia, aku bosan dengannya." Lalu akan aku akan mempersulitmu, kemudian kita akan berkelahi dan kau akan diusir. Entah kenapa, aku ingin memberitahumu cara kerjanya. Aku punya perasaan ini akan mudah bagimu untuk menjambakku dan diusir dari sini. Maka, tidak akan menyenangkan.” Ucap Young Joo sinis, Nyonya Heo hanya tertawa mendengarnya berusaha tetap ramah
“Tapi Bagaimana yah ? Aku ... wanita yang penuh daya tarik.  Butuh waktu lama agar dia bosan padaku.” Kata Nyonya Heo membanggakan dirinya.
Kudengar 2 mantan suamimu meninggal dan Uang mereka juga banyak.” Kata Young Joo, Nyonya Heo mengatakan sudah menghabiskan semuanya.
Aku, mirip kuda nil kalau makan uang.” Ucap Nyonya Heo mengakuinya.
“Apa Kau tidak diselidiki saat suamimu meninggal ?  Mereka berdua mendadak mati.  Kalau aku, pasti langsung kuselidiki.  Aku ini seorang dokter.  Kalau ayahku mati maka Aku akan lakukan semua jenis tes padanya. Jangan berani berpikir macam-macam.” Kata Young Joo memberikan peringatan, Dua wanita yang tadi duduk bersama memilih untuk pergi. Dari kejauhan Do Kyung dan Tuan Jang melihat keduanya yang sedang berbicara.  

Aku akan bunuh kau dulu.” Bisik Nyonya Heo sambil berdiri, Young Joo menantang kalau memang Nyonya Heo bisa melakukanya. Nyonya Heo memilih untuk menyapa tamu-tamu lainnya. Do Kyung terus meminum wine dengan tatapan tertuju pada Young Joo. 
Beberapa saat kemudian, Do Kyung selesai minum wine lalu mendekati Young Joo memintanya untuk berdiri. Young Joo menegur Do Kyung yang mengunakan “banmal” Do Kyung tetap menyuruh untuk segera berdiri. Young Joo tetap meminta Do Kyung tak mengunakan bahasa banmal. Do Kyung menyuruh Young Joo untuk meminta maaf dengan menarik tanganya.
Young Joo berteriak agar melepaskanya, tapi Do Kyung terus menariknya sampai didepan ibunya menyuruh Young Joo untuk meminta maaf. Tuan Jang hanya melihat dari kejauhan. Nyonya Heo panik dengan yang dilakukan Do Kyung pada anak Tuan Jang. Do Kyung terus menyuruh Young Joo untuk meminta maaf, Young Joo berteriak kalau Do Kyung berani sekali melakukan hal itu padanya.
Do Kyung akhirnya ditarik oleh penjaga, Young Joo menarik rambut Nyonya Heo, Do Kyung tak terima Young Joo yang berani berkata kasar pada ibunya. Akhirnya Young Joo dan Nyonya Heo saling menjambak rambut, Tuan Jang hanya berteriak dari jauh untuk melepaskanya. Suasana pesta pun mulai kacau. 

Do Kyung sudah berjongkok didepan rumah, Nyonya Heo berdiri dengan rambut berantakan bertanya apa sebenarnya yang ada dalam pikiran anaknya sampai melakukan hal ini. Do Kyung hanya diam, Nyonya Heo yakin anaknya tahu sesulit apa dirinya sampai bisa berada di posisinya sekarang.
Kenapa mengacaukan semuanya ?” ucap Nyonya Heo menjerit histeris.
Ibu. ... Jangan lagi hidup seperti ini.  Aku mohon....Tolong jangan hidup seperti ini lagi!!! Kita hidup hanya sekali.  Tolong jangan hidup menyedihkan begini.” Kata Do Kyung sambil menahan tangisnya.
Kecuali aku kembalikan semua kekayaan mendiang ayahmu, kalian tidak akan hormat padaku.  Aku hanya tahu cara ini untuk mengembalikan semuanya da hanya bisa melakukan ini untuk kembalikan semuanya !” jerit Nyonya Heo sambil menrengek nangis dan duduk ditanah, Do Kyung akhirnya berdiri.

Tidak apa kalau tidak punya uang itu.  Aku lebih benci dengan ibu yang selalu mengejar uang.  Aku tidak benci pada ibu yang tidak punya uang !” teriak Do Kyung, Nyonya Heo hanya menangis sambil mengumpat anaknya itu jahat, Do Kyung pun memilih untuk pergi membiarkan ibunya yang menangis seperti anak kecil sendirian.
Di dalam rumah
Young Joo kesal ayahnya hanya diam saja setelah melihat yang lakukan si brengsek itu. Ayahnya meminta anaknya untuk tenang saja karena ada cara lainnya, Young Joo dengan rambut acak-acakan terlihat binggung ayahnya tetap tenang. 

Flash Back
Tae Jin dan temanya datang dengan bersujud mengucapkan terima kasih dan bernjai akan berusaha keras. Tuan Jang sedang asyik bermain baduk dengan gayanya. Tae Jin mengucapkan terimakasih karena Tuan Jang percaya padanya.
Aku berinvestasi saat melihat potensi.  Kalau tidak, maka  aku akan menariknya.” Kata Tuan Jang yang menjatuhkan biji baduknya saat disentil.
Kami akan berkerja keras agar itu tidak terjadi.” Kata Tae Jin menaruh kembali biji baduknya.
Tuan jang merasa tak seru main sendirian lalu mengajak Tae Jin untuk main dengannya. Tae Jin dengan senang hati menyanggupinya bermain bersama Tuan Jang. 

Tuan Jang dengan badan habis di cop berteriak kaget, seketarisnya melaporkan Presdir Han Tae Jin berusaha melebarkan bisnis asingnya, tapi sepertinya rekannya akan mengacau. Tuan Jang mengingat salah seorang yang datang bersama Tae Jin ikut bersujud didepanya.
“Ia  menaikkan penjualan dengan membeli barangnya sendiri melalui online dan mencari pinjaman disana sini.  Tapi tingkat penjualannya masih rendah. Bagaimana ?  Apa Anda ingin menarik investasi ?” tanya Sekertarisnya.
Tarik saja.... Buat apa tanya aku soal itu. Menyebalkan sekali, Dasar Gerombolan pecundang !” teriak Tuan Jang kesal melempar bantalnya. 

Tae Jin yang tak tahu apapun menelp Sek Ketua Jang memberitahu baru saja kembali, memberitahu ingin bertemu langsung dengan Ketua Jang dan memberi kabar bagus. Temanya yang melirik licik dengan menyetir mobilnya.
Sek Tuan Jang memberitahu Tae Jin menelp, Tuan Jang bertanya apakah mereka sudah menarik investasinya. Sek menjawab sudah menariknya menurutnya sebentar lagi akan mengetahuinya. Tuan Jang pikir tak perlu Tae Jin datang, tapi akhirnya ia berubah pikiran karena menurutnya Tae Jin harus membayar wine yang diminumnya, dengan marah karena Tae Jin beraninya menyia-nyiakan uang yang sudah diberikanya. Sek pun meminta Tae Jin datang ke tempat biasa bertemu. 

Beberapa saat kemudian, Jin Sang berada di bar yang sama melihat Tae Jin dan Tuan Jang yang sedang minum bersama, lalu menelp Do Kyung untuk cepat datang.
Di meja Tuan Jang sedang berbicara Demi kesuksesan, mereka harus bekerja dengan orang yang tepat dan menatap teman Tae Jin yang dianggap sebagai Seseorang yang bisa dipercaya, teman Tae Jin panik seperti kartunya sudah terbuka dimata Tuan Jang. Ketika akan bersulang, Tuan Jang hanya menyentuh gelas Tae Jin saja dan melirik sinis pada teman Tae Jin, si pengkhianat. 

Di sisi bar lainnya, Do Kyung dan Jin Sang sudah duduk bersama. Jin Sang memberitahu pria yang gagah itu bernama Han Tae Jin dan pria yang akan menikahi Oh Hae Young. Do Kyung melihat sosok Tae Jin sedang bertawa bersama dengan Tuan Jang, Jin Sang yakin orang itu adalah pria yang pergi ke Eropa dengan Oh Hae Young  saat hari pernikahan mereka.  
Apa kau malaikat ? Kalau kau temui Ketua Jang,  maka kau bisa balas dendam padanya. Kenapa tidak mau ?” ucap Jin Sang terus menghasut. Do Kyung pun melakukan lemparan dan tepat ada ditengah-tengah.
Setelah itu, di parkiran Do Kyung seperti melancarkan rencananya untuk mengagalkan Tae Jin. Tuan Jang mengangguk mengerti, akan lakukan permintaannya, jadi tak perlu khawatir lagi  dengan tarik investasinya dengan bangga mengatakan kalau ia adalah orang yang paling setia. Do Kyung pun mengangguk mengerti. 

Tuan Jang meminum winenya mengingat kejadian sebelumnya berkomentar, Do Kyung pikir itu siapa berani menyuruhnya, menurutnya tak mungkin dirinya menarik jutaan won hanya karena Do Kyung minta tolong padanya, setelah itu meminta sekertarisnya mencari tahu rencana Han Tae Jin karena pasti mati-matian ingin balas dendam jadi ia akan memberikan  kesempatan. Sek menganguk mengerti, Young Joo terlihat tak habis pikir dengan sikap ayahnya. 

Do Kyung duduk sendirian di dalam kamar Hae Young yang sudah kosong, lalu mengeluarkan ponselnya mencari nama “Tetangga Sebelah.” Tapi terlihat ragu untuk menelpnya. Hae Young duduk dengan melamun didepan barang-barang yang menumpuk di kamarnya, pesan dari Do Kyung masuk Sms aku nomor rekeningmu. Aku akan kembalikan uang jaminanmu.
Aku gampangan sekali padamu. Aku datang kalau kau panggil dan Pergi kalau kau suruh pergi. Ternyata Aku segampang itu.  Bagaimana bisa kau putus denganku semudah ini ? Kenapa mudah sekali kau membuangku ?” ucap Hae Young menelp, Do Kyung hanya mengucapakan permintaan maafnya. Air mata Hae Young pun mengalir.
Aku ingin kau merasa sangat sangat menderita.Aku ingin kau ... menangisiku setiap malam, Setiap kau memikirkanku maka Aku ingin kau runtuh. Aku harap bisa mati karena depresi memikirkan dirimu. Agar kau ... Merasa bersalah seumur hidupmu.” Ucap Hae Young sambil menangis, Do Kyung sengaja menjauhkan ponselnya karena sebenarnya ia menangis dan merasa tertekan dengan keadaanya.
Hae Young tertidur dikamarnya dengan air mata mengalir dan Do Kyung masih saja terus menangis dikamar Hae Young yang kosong. 

Esok harinya
Do Kyung berjalan sendirian di padang ilalang yang tinggi, lalu memasang micnya dan ia berbaring diatas ilalang dengan memejamkan matanya dan memakai earphonenya. Matanya terbuka merasakan hembusan angin yang cukup besar, lalu perlahan matanya kembali tertutup.
Dalam pengelihatanya melihat ibunya yang panik sambil menangis mengajak untuk meminta maaf, karena yakin Ketua Jang, bisa melakukan apa saja jadi lebih baik mereka pergi memohon maaf.
Tae Jin menatapnya dengan pakaian yang rapih berkata “ Butuh waktu yang lama, tapi akhirnya kita kembali pada orang yang benar.
Do Kyung bertemu dengan seorang pria yang mengatakan kalau ayahnya pemilik rumah itu dan mendengar Do Kyung ingin membeli rumah itu, lalu bertanya apakah masih berminat.
Jin Sang masuk ruangan yang dengan peralatan ayah Do Kyung, merasa takjub lalu Bagaimana rasanya menggunakan studio tempat ayahnya dulu dan bertanya apakah ia pernah menelp wanita yang dulu tinggal diruangan itu. Do Kyung menjawab untuk apa menelpnya.
Park Hoon sedang sarapan bertanya bagaiaman dengan kencan butanya, Do Kyung menjawab Biasa saja.  Park Hoon menyarankan Setidaknya temui wanita itu sekali lagi untuk kesopanan, menurutnya tak mungkin bisa mengenal hanya bertemu sekali.
Soo Kyung memberitahu Satu Oh Hae Young meninggalkan perusahaan dan Satu Oh Hae Young masih kerja dikantornya, lalu bertanya menurut Do Kyung Oh Hae Young  yang mana yang pergi dan Oh Hae Young yang mana  yang masih kerja dikantornya. Do Kyung menjawab tak peduli dengan hal itu.
Hae Young berjalan dengan tampilan berbeda, mengunakan dress, anting panjang, dari belakang terlihat beberapa pekerja lain juga berjalan lalu lalang. Do Kyung kembal melihat dirinya yang ditabrak oleh mobil lalu terbaring dengan kepala penuh darah tanpa ada yang menolongnya.
Pikiran kembali melayang dengan kenangan dengan Oh Hae Young, saat menangis dengan tangan di gips, lalu keduanya saling menatap di dalam mobil setelah Hae Young mengambil dompetnya dijalan, wajah Hae Young terpana masuk ke dalam kamarnya dan melihatnya bertelanjang dada setelah mandi.
Senyuman Hae Young penuh semangat yang meloncat ke pelukanya dan membuat dirinya melepaskan dua barang yang ada ditanganya. Keduanya melihat bersama bunga sakura yang berguguran dengan sangat indah dan romantis.
Do Kyung terlihat masih terbaring di jalan dengan kepala penuh darah, dengan bunga sakura yang bertaburan dan ujung matanya terlihat air mata yang mengalir.

Pikiranya kembali pada saat merekam suara dimalam hari dengan Hae Young yang mengatakan Perempuan tidak mengumpat pada lelaki yang meninggalkan mereka.  Mereka mengumpat lelaki yang yang menyedihkan. Jangan bersikap menyedihkan, di depan siapapun.
Hae Young dengan penuh amarah melempar jendela kamarnya dengan batu. Setelah itu Hae Young dengan menahan tangis bertanya alasan Do Kyung yang bersikap baik padanya. Do Kyung menjawab karena kasihan pada Hae Young, mengertahui dicampakkan sebelum menikah, tapi kesana kemari bilang Hae Young membatalkan pernikahan, menurutnya tak ada yang salah dengan sikapnya yang baik pada Hae Young
Di sebuah Mall, Do Kyung meminta maaf atas perbuatanya. Hae Young menyuruhnya untuk berlutut dan memohon. Tapi ia memilih untuk pergi walaupun Hae Young terlihat menjerit histeris.

Hae Young dan Do Kyung berjalan bersama pulang kerumah, Do Kyung menyindir bertanya apakah Hae Young yang pacaran lagi dengan lelaki itu. Hae Young membenarkan. Do Kyung mengejek Hae Young itu wanita Gampangan sekali. Hae Young mengakuinya, Do Kyung memberitahu mulai tidak menyukainya, Hae Young berteriak marah kalau Do kyung itu   lelaki jahat, paling kejam dan paling pengecut.
Do Kyung masih terbaring dengan nafas terasa sesak dengan penuh darah, seseorang bertanya kenapa Do Kyung membiarkan Hae Young masuk kedalam hatinya.
Maaf… Maaf.... Maaf.... Aku mencintaimu” ucap Do Kyung yang terbaring tak berdaya dengan melihat bayangan Hae Young yang tersenyum bahagia sambi melambaikan tangan padanya

Do Kyung yang terbaring di padang ilalang, mengeluakan air mata di ujung matanya. Beberapa saat kemudian Do Kyung sudah ada di dalam mobil, akhirnya menangis yang selama ini ditahannya dalam hati, dengan penuh penyesalan.
Ia sudah mengendarai mobilnya dengan menyalip mobil didepanya dan hands free ditanganya, lalu menelp seseorang mengatakan tidak perduli kalau nanti mati Tapi, ia tidak mau mati dalam penyesalan dan akan mengikuti kata hatinya dan menjalaninya sampai akhir.
Dokter yang menerima telp dari Do Kyung membenarkan pilihan Do Kyung dan mengaku sangat bangga, dan berteriak penuh semangata agar Do Kyung bisa Maju seperti banteng  dan Tetap keren sampai akhir. Do Kyung melepaskan earphonenya dengan konsterasi menyetir mobil dengan kecepatan tinggi menyalip mobil yang ada didepanya.
bersambung ke episode 13 
Ps: jadi inti masalahnya itu ada sama Tuan Jang yang mengkambing hitamkan Do Kyung, kasihan juga sama Tae Jin yang akan digunakan buat balas dendam. Teman yang dipercaya juga jahat.
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted  

7 komentar:

  1. Thank's mba dee. aq sll berharap happy ending..

    BalasHapus
  2. stlh liat drama dg english sub, lbh paham dg sinopsisnya mb dee
    penasaran next episode ^^

    BalasHapus
  3. Baca berita katanya endingnya bakal,gantung...tpi suka sekali sama drama ini,aplgi isadora sama jinsang..lucu bgt couple ini,bntar lgi jdi org tua..thnx,untuk sinopsisnya dear... 😊

    BalasHapus
  4. Oh jadi ini maksud perkataan dokternya Do Kyung pas episode 10 "Kau tak lama lagi akan mati dan saat sekarat kau akan merindukan wanita itu". Tapi kok si dokter bisa tahu ya? Aku aja baru paham pas episode ini. Jangan jangan dokternya juga bisa liat masa depan hehe.

    Anyway, thanks mbak dee atas sinopsisnya. Mudah mudahan pilihan Do Kyung bisa membawa ceritanya ke happy ending.. eh salah maksudnya pilihan penulis hehe
    -Ayu

    BalasHapus
  5. aku cuma kurang ngerti sama do kyung, kalo do kyung sebenernya lagi terkapar bersimbah darah, jadi do kyung yang sekarang ini cuma kilasan baliknya kah? masih gak ngerti

    BalasHapus
  6. pasti kalo TVN akhir ceritanya gantung -______-

    BalasHapus
  7. TvN mmg pandai ngaduk2 esmosi...hahaha.tp drama dramanya mmg bgs sih.jd meski udah tau bakal kecewa di akhirnya entar ttp aja mantengin ...hehehe.kamsahamnida bak diyah.

    BalasHapus