PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 25 September 2019

Sinopsis I Wanna Hear Your Song Episode 30

PS : All images credit and content copyright : KBS
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Ian sedang sibuk di lorong foto dengan beberapa orang. Yi Young melihat Ian langsung menghampirinya lalu memberitahu kalau menemukan pulpen di ruang tunggu dan berpikir kalau ini milik Profesor Song. Ian membenarkan kalau itu punya Prof Song.
“Biar kuberikan kepadanya... Sekarang Kita juga harus berfoto.” Ucap Ian penuh semangat. Yi Young dan Ian pun foto bersama dengan wajah bahagia lalu melihat hasil fotonya.
“Ini foto yang bagus. Kau terlihat cantik.” Puji Ian, Yi Young mengeluh kalau hanya Ian yang tampan di foto ini.
Ian melihat Jang Yoon berjalan ke ruangan, seperti tak ingin Yi Young saling bertemu tiba-tiba mengaku tidak punya koin sekarang jadi meminta agar minuman dari mesin, karena Tiba-tiba sangat haus. Yi Young bingung Ian tiba-tiba haus. Ian menganguk.
Yi Young bertanya Ian ingin minum yang mana, Ian menajwa Apa saja dan hanya meminta yang termurah. Yi Young heran karena Ian selalu bilang begitu.


“Dia biasanya bilang begitu saat berbohong.” Ucap Jang Yoon, Yi Young tak percaya mendengarnya.
“Benar... Hari itu, aku datang ke lobi untuk bertemu Ian setelah konser.” Akui Jang Yoon. Yi Young kaget mendengarnya.
“Kalau begitu, kita bisa bertemu hari itu. Sebenarnya, aku tidak menonton penampilannya hingga akhir.” Cerita Jang Yoon.
“Kenapa tidak menonton?” tanya Yi Young, Jang Yoon mengaku iri dan bertanya apakah sudah cerita alasannya berhenti bermain piano. Yi Young mengaku belum.
“Itu karena Ian. Saat aku mendengarkannya bermain, aku merasa terus bermain piano adalah tindakan yang sia-sia. Saat itu, aku kesulitan menghadapinya. Jika diingat kembali, entah kenapa aku berpikir begitu. Omong-omong, aku ada di mobilku hari itu. Setelah konser, aku pergi ke lobi untuk menemui Ian.” Cerita Jang Yoon. 

Flash Back
Ian meminta agar dibelikan Yang termurah, Yi Young mengoda Ianselalu bilang begitu. Ian pun mengucapkan Terima kasih. Saat itu Jang Yoon datang, Ian pun menyapa kakaknya Do Hoon. Do Hoon menyapa adiknya berpikir ada pesta.
“Kenapa masih di sini?” tanya Do Hoon, Ian mengaku sedang mengambil beberapa foto.
“Maaf, Kak Do Hoon... Aku sangat kepanasan sekarang. Bisa taruh jas dan setelanku di mobil? Kumohon.” Ucap Ian. Do Hoon binggung apakah Sekarang. Ian menganguk memberikan jasnya.
Do Hoon pun berjalan pergi, Ian menatap ke arah Yi Young seperti memang tak ingin dipertemukan kakaknya. 

Yi Young pikir Karena itulah akhirnya Jang Yoon menyimpan jas itu. Jang Yoon menceritakan kalau Hari itu, tidak pergi ke pesta penutupan. Karena langsung pulang tapi Dalam perjalanan ke tempat parkir, bertemu ibunya dan Suasana hatinya sedang buruk.
“Aku tidak ingin pergi ke pesta. Tapi Ian terus meneleponku. Dan aku sengaja tidak menjawab telepon. Aku penasaran apa yang ingin dia katakan. Jika kujawab teleponnya, entah apakah Ian tetap akan tewas seperti itu. Aku memikirkan itu ratusan kali.”ungkap Jang Yoon.
“Berhentilah menyalahkan dirimu. Kau tidak melakukan kesalahan hari itu.” Kata Yi Young menenangkan.
“O Yah.. Ini tentang Maestro Nam. Pada hari kecelakaan itu, kukira dia datang untuk membunuh kami, tapi kurasa itu tidak benar. Dia datang untuk menyelamatkan kami.” Ungkap Yi Young. Jang Yoon tak percaya kalau Joo Wan "Menyelamatkan"
Yi Young masih ingat saat meminta agar Joo Wan agar jangan sakiti dirinya. Joo Wan dengan pisau membuka tali yang mengikat tangan Yi Young tapi malah mendorongnya.
“Kukira aku melepas tali di pergelangan tanganku. Tapi aku tidak melakukannya. TenyataDengan pisau yang dia bawa, dia melepaskan tali di pergelangan tanganku. Dan dia menyuruh kami melarikan diri.” Cerita Yi Young
Ia masih ingat yang dikatakan Joo Wan “Kalian Lari dari sini.” Lalu melangkah pergi dan Ian tahu kalau itu adalah suara Joo Wan. Penutup mata Yi Young terbuka dan bisa melihat sorot mata Joo Wan.
“Berhenti membuang waktu dan pergi dari sini!” tegas Joo Wan lalu melangkah pergi. 


“Aku mengutuknya karena membunuh Ian. Tapi itu tidak benar.” Ucap Yi Young merasa bersalah.
“Membunuh Ian atau tidak, tapi dia tetap seorang pembunuh.” Kata Jang Yoon. Yi Young tak mengerti maksudnya.
“Nam Joo Wan membunuh Yoon Young Gil. Ada saksi mata... Aku punya video itu.” Ucap Jang Yoon memberikan ponselnya.
“Siapa yang mengirimkan ini? Apakah polisi mengetahuinya?” tanya Yi Young kaget melihat video yang dimiliki Jang Yoon.
“Mereka akan segera tahu. Saksi mata menulis pesan di forum internet. Mereka akan segera menyelidiki. Aku menyuruhnya menyerahkan diri.” Ucap Jang Yoon. Yi Young seperti sangat shock mengetahuinya. 



Joo Wan duduk diam mengingat yang dikatakan Eun Joo saat datang kerumahnya “ Tapi jika kau benar-benar membunuh seseorang, kuharap kamu menyerahkan diri.” Lalu ucapan Jang Yoon “Serahkan dirimu. Aku akan memberimu kesempatan. Beri tahu polisi siapa yang membunuh Ian.”
“Apa Kau mau melihat orang lain terluka atau mati? Apa Yi Young berikutnya? Berhentilah berbohong.” Tegas Jang Yoon.
“Aku sangat mengagumimu selama tujuh tahun terakhir. Di mana pria yang kusukai dan kukagumi itu?” ucap Yi Young dan  Joo Wan melihat ponselnya berdering dan Yi Young yang menelpnya.
“Maestro Nam...” ucap Yi Young dengan tangan yang masih diperban, Joo Wan pun menanyakan keadaan Yi Young.
“Aku baik-baik saja. Aku... Aku menelepon karena ingin mengatakan sesuatu.” Ucap Yi Young. Joo Wan bertanya ada apa.
“Sekarang aku ingat semuanya. Malam itu, kau tidak datang ke gudang itu untuk membunuh Ian dan aku Kau datang untuk menyelamatkan kami, bukan? Hari ini, Yoon menunjukkan video dirimu, Yoon Young Gil juga terlibat.” Ucap Yi Young
“Entah apa yang orang lain pikirkan, tapi aku tahu kau tidak membunuh Ian. Jadi, aku bertanya-tanya kenapa kau harus terlibat dengan Young Gil. Memikirkan itu membuatku sedih. Kau tahu semua yang terjadi malam itu. Sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi, bisakah kau membantu kami menangkap pembunuh Ian?” ucap Yi Young
“Aku mohon. Begini... Aku tidak mau melihat orang tidak bersalah dikorbankan lagi karena kejadian malam itu.” Kata Yi Young. Joo Wan hanya terdiam seperti memikirkan sesuatu. 



Nona Yang baru saja masuk ke gedung, dua polisi langsung menghadangnya  berpiir kalau mereka pernah bertemu sebelumnya. Nona Yang menganguk membenarkan. Polisi mengaku sedang menyelidiki sesuatu dan mengetaui kalau Nona Yang  itu yang memakai julukan "Yoo Da" saat mengunggah tulisan
“Kau yang menyatakan Nam Ju Wan adalah seorang pembunuh, bukan? Kamu bilang kau menyaksikannya... Bisa kita bicara? Apa Kau membawa ponselmu?” ucap Polisi
“Kenapa kau bertanya?” tanya Nona Yang gugup. Polisi mengaku punya surat perintah penyitaan untuk ponselnya.
“Kami akan segera mengembalikannya setelah memeriksa sesuatu. Tunjukkan surat perintahnya.” Ucap polisi 

Tapi  Nona Yang ketakutan memilih untuk kabur keluar gedung, dua polisi pun mengejarknya. Nona Yang bersembunyi disamping genset berusaha menghapus video sebagai barang bukti, tapi polisi lebih dulu menemukan dan langsung mengambil ponsel milik Nona Yang. 

Nona Yoon duduk di depan meja kerjanya melihat artikel berita di internet "'Siapa Yoon yang Mengurus Seluruh Korupsi di Orkestra? Direktur Perencanaan Yoon Mi Rae Apakah Direktur Yoon Menggelapkan Uang Yayasan?"
Ia seperti memikirkan sesuatu tentang nasibnya sekarang, akhirnya menemui Michael memberitkan laptop miliknya. Michael terlihat binggung, Nyonya Yoon meminta agar Jangan dibuka.
“Ini menyimpan semua kejahatan yang pernah kulakukan. Kau akan membenciku jika tahu mengenai semua itu. Kau bisa Simpan, dan lempar ke sungai Han jika harus melakukanya” ucap Nyonya Yoon.
“Apa Kau baik-baik saja?” tanya Michael dengan waja khawatir, Nyonya Yoon balik bertanya apakah ia terlihat seperti itu.
“Aku mungkin akan dipenjara, Untukmu, baik Shinyoung maupun nasibku tidak penting. Kau bisa kembali ke Amerika. Keluargamu juga di sana. Tapi aku tidak seperti itu. Aku harus melewati hidup ini,  Tolong bantu aku.” Ucap Nyonya Yoon lalu melangkah pergi. 


Joo Wan pergi ke atap gedung, Tuan Kang menemuinya melihat Joo Wan heran karena terlihat santai sekali padahal mendenagr ada saksi dan ingin tahu yang akan dilakukan sekarang, apakah sungguh akan menyerahkan diri.
“Aku belum yakin. Aku masih merenungkannya.” Ucap Joo Wan. Tuan Kang pikir Joo Wan bisa ke luar negeri untuk sementara waktu.
“Aku bisa membantumu tinggal di luar negeri selama tiga tahun.” Kata Tuan Kang. Joo wan yakin mungkin akan ditangkap di bandara.
“Jadi, kenapa kau membiarkan semuanya sampai sejauh ini? Seharusnya kau memberiku kesempatan untuk melakukan sesuatu!” ucap Tuan Kang kesal sendiri.
“Kenapa kau gelisah? Apa Kau takut akan menjadi yang berikutnya setelah aku ditangkap? Jangan khawatir... Aku akan menyelesaikannya. Aku akan bilang Yoon Young Gil penguntitku dan kami berkelahi setelah dia meminta uang.” Ucap Joo Wan.
“Jangan mencariku untuk sementara. Aku tidak akan bisa meski ingin melakuanya.” Kata Tuan Kang seperti tak ingin terlibat.
“Aku punya pertanyaan tentang malam itu satu tahun lalu.” Kata Joo Wan. Tuan Kang pun ingin tahu apa itu.
“Kau datang ke TKP dengan mobilmu lalu masuk ke rumah Yoon Young Gil, kan?” ucap Joo Wan.
“Kenapa kau membahas itu lagi?” keluh Tuan Kang, Joo Wan mengaku hanya penasaran.
“Saat Yoon Young Gil keluar dari mobil dan mengejar Yi Young, kau duduk di kursi belakang mobilnya, bukan? Kau melihat Ian yang ditikam. Kenapa kau membunuh Ian padahal dia bahkan tidak melihatmu?” ucap Joo Wan
“ Kau mencoba membuatku terlihat seperti pembunuh, kan? Kau tidak mau jatuh sendirian... Maaf mengecewakan, tapi Yoon Young Gil membunuh Kim Ian.” Ucap Tuan Kang
“Kau salah... Tuan Yoon mengejar Yi Young dan Aku melihatnya. Sementara Kau ada di mobilnya.” Kata Joo Wan yakin.
“Tidak! Tahu apa kamu?” ucap Tuan Kang terus menyangkal. Joo Wan tahu kalau Ada mereka berlima di TKP.



“Young Gil mengejar Yi Young... Ian ditikam dan tergeletak di tanah. Lalu Aku menuju ke sana. Karena aku tidak membunuh Ian, pasti kau pelakunya... Kau membunuhnya.. Kau membunuhnya karena dia mengenalimu.” Ucap Joo Wan.
“Lalu kenapa kau mencari bukti yang disembunyikan Yoon Young Gil? Kamu takut wajahmu ada di sana, bukan? Kau menabraknya saat dia masih hidup. Kenapa kau membunuhnya? Dia tidak tahu apa-apa. Meskipun dia melihatmu, dia tidak akan melakukan apa pun.” Ucap Joo Wan terus mendesak.
“Jangan berani-berani bicara jika tidak tahu apa-apa! Dia mengancamku lebih dahulu, mengerti? Dia bertanya kenapa aku keluar dari mobil itu! Dia bertanya apa aku pelakunya! Dia bertanya apa yang lain tahu tentang perbuatanku! Selain itu, dia berani menyeringai!” teriak Tuan Kang marah.
“Jadi, apa itu alasanmu membunuhnya?”tanya Joo Wan, Tuan Kang akhirnya mengaku kalau ia yang membunuhnya.
“Lantas apa?  Apa Kau akan memenjarakanku?” ucap Tuan Kang mencengkram baju Joo Wan
“Aku sangat kecewa karena tidak ada di sana untuk menyaksikannya.” Komentar Joo Wan.
“Maestro Nam... Kenapa kau tiba-tiba bertingkah padahal kau diam saja selama setahun? Kau mengaku bukan kau yang membunuh Yoon Young Gil. Apa Kini kau takut karena ada saksi? Apa Kau ingin menjatuhkanku bersamamu?” ucap Tuan Kang
“Apa Kau akan menyerahkan diri bersama denganku? Apa Kau pikir itu akan membatalkan perbuatanmu terhadap Yoon Young Gil? Terserah kau mau menyerahkan diri atau tidak! Tapi maaf karena mengecewakan. Dunia tidak akan tahu bahwa aku membunuh Ian!” tegas Tuan Kang.
“Kau tahu kenapa? Kau mungkin punya saksi, tapi tidak ada bukti yang memberatkanku. Tidak adil, kan? Hidup ini memang tidak adil. Jadi, berhentilah bertindak sesukamu. Pulanglah dan tunggu polisi.”kata TUan Kang
“Dengarkan sebelum aku memberi tahu polisi bahwa kau juga membunuh Ian.” Ucap Tuan Kang lalu melangkah pergi. Joo Wan hanya diam saja. 


Joo Wan duduk dibangku taman melihat ayah dengan kejar-kejaran dengan anaknya, seperti Joo Wan  merasa iri karena tak memiliki ayah. Saat itu Eun Joo datang melihat Joo Wan dan langsung bertanya apakah  benar membunuh Yoon Young Gil. Joo Wan membenarkan.
“Bagaimana kejadiannya?” tanya Eun Joo ingin tahu. Joo Wan menceritakan kalau Tuan Yoon mengunjunginya tepat sebelum konser dan meminta uang.
“Kami terlibat perkelahian, dan saat aku mendorongnya, dia terjatuh dari tangga.” Cerita Joo Wan
“Apa yang ingin kau katakan padaku setelah membunuh seseorang?” tanya Eun Joo
“Aku ingin menceritakan kejadian hari itu.” Ucap Joo Wan. Eun Joo ingin tahu Hari apa.
“Pada hari kematian Ian setahun lalu” ungkap Joo Wna. Eun Joo ingin tahu alasan Joo Wan yang ingin memberitahukanya.
“Apa gunanya melakukan itu sekarang? Kau membunuh seseorang. Omong-omong, apa kau akan bilang bahwa kau juga membunuh Ian?” kata Eun Joo memastikan.
“Tidak... Tidak bisakah kau mendengarkanku? Aku merasa hanya kau yang akan mempercayaiku... Kumohon... Aku melihat Profesor Kang bertemu Yoon Young Gil hari itu setelah kami selesai konser. Lalu Profesor Kang kehilangan sebuah pulpen.” Cerita Joo Wan.
“Yi Young dan Ian menyimpannya dan Profesor Kang meminta Yoon Young Gil untuk mendapatkannya kembali. Aku tahu Yoon Young Gil pria yang berbahaya, jadi, aku mengejarnya. Aku melihatnya keluar dari sebuah gudang.” Cerita Joo Wan.
Eun Joo bertanya apakah Joo Wan masuk,  Joo Wan membenarkan karena merasa harus menyelamatkan mereka Tapi saat itulah semuanya mulai menjadi rumit. Eun Joo tak mengerti maksud ucapan Joo Wan. Joo Wan  pikir yang dikatakan hanya mendengarnya saja karena tidak melihatnya sendiri.
“Yi Young melarikan diri dengan pisau yang kujatuhkan.” Cerita Joo Wan 



Flash Back
Yi Young berlari keluar dengan Ian dan tanganya memegang pisau milik Joo Wan. Ian melihat Yi Young terjatuh akhirnya mengambil sepatu, tapi saat itu sebuah mobil akan menabrak Yi Young. Ian menyelamatkan Yi Young tanpa sengaja pisau menusuk perutnya.
“Dan itulah yang membuat Ian tertusuk. Saat aku tiba di TKP, satu-satunya yang ada adalah jasad Ian.” Cerita Joo Wan melihat Ian tak sadarkan diri dan hanya bisa menangis histeris. 

“Siapa yang membunuhnya?” tanya Eun Joo, Joo Wan menjawab tidak tahu.
“Aku tidak di sana untuk melihat apa yang terjadi. Sampai sekarang, aku hanya bisa menebak siapa pelakunya.” Ucap Joo Woon.
“Apa itu berarti kau tahu pelakunya?” kata Eun Joo, Joo Wan tak menjawab hanya ingin meminta bantuan Eun Joo lalu memberikan sebuhah kunci.
Eun Joo bingung apa itu, Joo Wan memberitahu kalau itu  kunci loker di sudut ruang tunggu dan Jika sesuatu terjadi kepadanya, Eun Joo harus memberikan itu kepada Jang Yoon. Eun Joo bingung bertanya  Apa yang akan terjadi pada Joo Wan.
“Entah kapan kita akan bertemu lagi. Tapi saat itu terjadi, mari saling menyapa dengan senyuman.” Ucap Joo Wan lalu melangkah pergi. Eun Joo pun hanya bisa diam saja. 

Yi Young sedang makan buah yang dibawakan bibi Hong, keduanya terlihat bahagia. Sampai akhirnya Joo Wan melihat dari kaca jendela, seperti ingin mengucapkan salam perpisahan. Yi Young bertanya pada bibinya keadaan pamanya.  
“Dia baik-baik saja. Jangan khawatir... Omong-omong, itu akan meninggalkan bekas luka di wajahmu.” Ucap Bibi Hong melihat luka diwajah Yi Young.
“Astaga, jangan lakukan itu... Biarkan saja.” Kata Yi Young menolaknya dan tak sengaja melihat Joo Wan tapi Joo Wan memilih untuk pergi. 

Do Hoon berjalan sendiri saat itu menerima pesan dari "Maestro Nam" seperti rekaman suara tapi tak mendengarnya memilih untuk menemui Eun Joo yang sudah menunggunya, bertanya ada apa ingin bertemu denganya. Eun Joo mengaku mendengar Yi Young terluka saat menyelamatkan seseorang. Jang Yoon membenarkan.
“Dia benar-benar gadis yang suka ikut campur. Apa dia terluka parah?” tanya Eun Joo, Do Hoon mengaku sedikit saja.
“Aku akan merasa lebih baik jika kakinya patah atau semacamnya.” Keluh Eun Joo. Do Hoon heran dengan sikap Eun Joo seperti memiliki dendam.
“Kenapa kau di sini?” tanya Do Hoon, Eun Joo mengeluarkan kunci karena Joo Wan meminta agar memberikan itu padanya. Do Hoon bingung apa itu. “Kudengar itu kunci loker yang ada di sudut ruang tunggu. Maestro Nam hanya bisa melihat jasad Ian pada hari insiden tahun lalu. Dia tidak pernah melihat siapa yang membunuhnya. Bagaimana jika kau memercayainya sekali ini saja?”kata Eun Joo. 


Joo Wan baru saja keluar gedung, dua polisi sudah menghadanngnya.  Ia mengatakan kalau Joo Wan harus ikut dengan mereka sebagai tersangka pembunuhan Yoon Young Gil dan berhak untuk tetap diam dan berhak berkonsultasi dengan pengacara.
Berita di TV  “Tuan Nam, konduktor Shinyoung Philharmonic yang saat ini berusia 30-an ditangkap hari ini pukul 14.00 tanpa surat perintah sebagai tersangka pembunuhan Yoon, pria berusia 40-an, yang baru-baru ini tewas di gedung utama Shinyoung Philharmonic.”
“Kedua pria ini terlibat perkelahian. Dan pria satunya mendorong korban. Polisi mengumumkan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan berdasarkan video yang mereka terima dan berencana meminta surat penahanan.”
Tuan Go yang melihat berita langsung berteriak histeris, tak percaya kalau Tuan Nam yang melakukanya. Para pegawai di dalam gedung pun tak percaya menonton berita di TV. 


Do Hoon mendengar suara rekaman Joo Wan yang berbicara dengan Tuan Kang.
“Lalu kenapa kau mencari bukti yang disembunyikan Yoon Young Gil? Kau takut wajahmu ada di sana, kan? Kau menabraknya saat dia masih hidup. Kenapa kau membunuhnya? Dia tidak tahu apa-apa. Meskipun dia melihatmu, dia tidak akan melakukan apa pun.” Ucap Joo Wan
“Jangan berani-berani bicara jika tidak tahu apa-apa! Dia mengancamku lebih dahulu. Dia bertanya kenapa aku keluar dari mobil itu! Dia bertanya apa aku pelakunya! Dia bertanya apa yang lain tahu tentang perbuatanku! Selain itu, dia berani menyeringai!” teriak Tuan Kang marah
“Jadi, apa itu alasanmu membunuhnya?” ucap Joo Wan, Tuan Kang pun mengaku membunuhnya.
“Lantas apa? Kau akan memenjarakanku?” kata Tuan Kang yakin. 

Do Hoon akhirnya mengambil barang yang disimpan oleh Joo Wan. Ia mengambil tas milik Tuan Yoon  dan melihat banyak surat, menemukan beberapa tanggal "17 Februari" lalu menemukan sebuah pulpen dan bertanya pada Joo Wan Apa yang ada di dalam pulpen itu.
“Uang yang Profesor Kang gelapkan dari Universitas Shinyoung. Ini catatan setiap sen yang dia gelapkan.” Ucap Joo Wan.
Do Hoon membuka bagian pulpen lalu menemukan isinya adalah seperti SD card. Ia pun melihat surat bertuliskan "10 Juni 2015, 24 Juli 2017, 19 Agustus 2018" lalu teringat dengan tanggal kemaitian Ian "19 Agustus 2018"
Ia pun mengeluarkan isi dari amplop dan menemukan SD Card, lalu melihat isinya adalah dari black Box mobil. Ia melihat saat Tuan Kang turun dari mobil langsung menendang Ian dengan luka dibagian perutnya.
Tuan Kang tanpa memilki hati, langsung menabrakan mobilnya. Do Hoon pun tak sanggup melihatnya. 


Flash Back
Ian mencoba menyelamatkan Yi Young yang tertabrak mobil, tangan Yi Young sedang memegang pisau tak sengaja mengenai perut Ian. Yi Young panik meminta maaf pada Ian dengan wajah panik. Ia menyuruh Yi Young agar Lari.
“Aku tidak akan pergi.” kata Yi Young menangis. Ian menyuruh tetap Yi Young harus lari.
“Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini!” ucap Yi Young, Ian menolaknya sambil menangis.
“Sadarlah, Yi Young!!!... Tenangkan dirimu dan tatap aku... Dengarkan aku. Lari menuju cahaya yang mungkin kau lihat di jalanan. Jika kau melihat seseorang, segera hubungi polisi... Mengerti?” ucap Ian. Yi Young tak ingin pergi
 “Maaf karena menyeretmu kemari padahal kau tidak mau datang. Sudah kubilang tadi ada sesuatu yang tidak kukatakan kepadamu. Akan menyenangkan jika kita bisa bertemu lagi, tapi itu mungkin sulit.” Kata Ian. Yi Young masih terus menangis.
“Entah bagaimana perasaanmu, tapi aku sangat menyukaimu.” Kata Ian mengungkapkan perasaanya.
“Berhenti bicara seperti itu kepadaku.” ucap Yi Young terus menangis.
“Aku baik-baik saja. Kamu harus pergi sekarang... Cepat... Cepat. Pergilah sekarang!” ucap Ian menyuruh Yi Young pergi. Yi Young dengan kilatan pun bisa melihat Tuan Kang dalam mobil.
Saat itu Yi Young terbangun dari tidurnya dan kaget melihat Tuan Kang datang seperti ingin mencekiknya.
Bersambung ke episode 31

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar