Senin, 27 Februari 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JTBC

[Episode 2: Hati Seorang Penjahat]
Ketua Tim Yook menonton Episode Drama spesial yang ke-300 yang sangat legendaris. Salah satu anak buahnya melihat artis Kim Hye Je dan masih terlihat sangat muda. Gook Doo melihat timnya pada nonton bertanya pada detektif Kim acara TV apa yang mereka tonton.
“Ini namanya "KepalaInvestigasi."Acara TV pertama yangpunya genre seperti itu.Ini kutukan nya Ketua Tim Yook.Setiap kali ia menonton episode acaraitu, sesuatu yang besar akan terjadi dan dia selalu berhasilmemecahkan kasus.” Jelas Detektif Kim
“Bukankah itu tugas Tim E?” pikir Kook Doo,Detektif Kim mengatakan  kalau Kepala menyuruhnya untuk bekerja dengan mereka.
“Banyak acara TV yang bagus seperti "CSI,The Mentalist," dan "Criminal Minds"Kenapa dia menonton acara itu? Apa settinganacara itu di saat sebelum perang?” keluh Gook Doo. Ketua Yook memanggilnya.
“Hei.. Apa Kau tahu berapa orangyang nonton acara ini?Sesuatu tentang kejahatanitu sudah jadi trend di antara mereka.Dalam energi yang berputar-putarmengelilingi cosmos” jelas Kepala Yook
“Tapi kau tahu, penyelidikan tidakbisa dilakukan seperti itu.” Pikir Gook Doo
“Belakangan ini, semakin ada banyakkasus yang terjadi tanpa bukti nyata.Lalu, kita harusmulai dari mana? Yaitu Dengan indra ke-6 kita!” tegas Kepala Yook
Gook Do pikir mereka harus melakukannya dengan cara yang kuno. Kepala Yook memberitahu kalau tahu buku yangpaling terlaris sepanjang sejarah adalah Alkitab dan film terlari adalah E.T. dan sejarah adalah  letak jawaban yang benar. Gook Do hanya menatap diam seperti semua ucapan ketua Timnya tak bisa disetujuinya. 


Min Hyuk mengajak untuk sarapan pada sebuah cafe, Bong Soon menolak karena sudah makan. Min Hyuk pikir tetap saja Bong Soon harus makan, Bong Soon mengaku tidak lapar. Min Hyuk pun tak maksa memberitahu kalau hanya datang untuk bekerjapada hari Senin dan Kamis.
“Dan Informasi itu jadi bocor entah bagaimana, makanya, kau dan aku,dan hanya kita berdua yang boleh tahu jadwalku sekarang.” Kata Min Hyuk melihat Bong Soon tetap duduk. Bong Soon pun menurut untuk duduk saat Min Hyuk menyuruhnya duduk.
Min Hyuk menceritakan bahwa  akhir-akhir sedang di ikuti oleh orang dan  diancam tapi ingin tahu, Bong Soon ingin tahu siapa dibalik semua ini.  Min Hyuk pikir  akan menangkap mereka jika tahu siapa. Bong Hee pikir Min Hyuk bisa lapor polisi.
“Aku benci polisi. Dan aku juga tidak mempercayai mereka. Aku yang akan menangkap mereka. Bantu aku melakukan itu.” Kata Min Hyuk,Bong Soon bingung.
“Katamu, kau suka video game, kan? Ayolah, bukankah ini sangat mendebarkan? Kita menangkap mereka! Seperti pada Game. Bukankah itu terdengar menyenangkan? Dan juga Katamu, kau ingin mengembangkan game, kan? Maka, cobalah! Kita pasti akan menjadi pemenang.” Kata Min Hyuk.
Bong Soo pikir Min Hyuk itu sedang bercanda. Sekarang. Min Hyuk menyakinkan bahwa Hidup adalah permainan dan permainan adalah hidup lagi pula bukan sesuatu yang terlalu serius. Bong Soon menanyakan alasan Min Hyuk yang menbenci polisi, Min Hyuk balik bertanya kenapa Bong Soon yang menyukai mereka. Bong Soon mengaku kalau mereka itu keren.
Min Hyuk menyuruh Bong Soon untuk makan, Bong Soon menolak. Min Hyuk memberitah kalau hanya ini porsi makannya dalam satu hari dan Bong Soon tak boleh makan semaunya sebelum diperintahkan,  Bong Soon pikir Min Hyuk harus bilang dari tadi dan mulai makan.


Min Hyuk melihat ponselnya berdering dan dari nomor yang tak dikenal, ketika mengangkatnya suara robot lagi terdengar dengan mengatakan “Jangan meremehkan perkataanku. Lihat aja apa yang akan terjadi dari sekarang.” Bong Soon langsung melotot kaget mendengarnya, bertanya sejak kapan mendapatkan telp seperti itu.
“Sudah sekitar dua bulan jadi Lindungilah aku. Itu tugasmu... Sekretaris Gong punya jadwalku, jadi minta padanya besok.” Kata Min Hyuk, Bong Soon mengerti.
“Aku akan bersenang-senang hari ini dan tidak bisa bekerja karena suasana hatiku sedang buruk.” Kata Min Hyuk, Bong Hee menatap heran. Min Hyuk bertanya kenapa Bong Hee menatapnya seperti tak ingin melakukan perkerjanya.
“Aku sudah mendengar Kalau kau hanya bekerja dua kali seminggu, tapi kau juga tidak bisa dibilang bekerja pada hari-hari itu.” Kata Bong Soon.

“Coba Lihat? Aku memang sangat populer, sampai mendapatkan perhatian ke mana pun aku pergi. Ini masalah yang sebenarnya. Aku ingin pergi ke floodlands, toko buah, dan toko buku hari ini.” Kata Min Hyuk berjalan dengan kendaraan robotnya.
Bong Soon berlari dibelakangnya seperti melonggo dengan semua yang ada di ruangan Min Hyuk serba otomatis, lalu bertanya apakah Ia  harus mengikuti Min Hyuk ke semua tempat-tempat itu, Min Hyuk membenarkan lalu masuk kedalam lift. Bong Soon hanya bisa cemberut mengikutinya., 


Min Hyuk sampai ke parkiran membuka kunci mobilnya, lalu menyuruh Bong Hee agar menyalakan mesin mobilnya.  Bong Soon binggung, Min Hyuk pikir mungkin ada seseorang yang memasang bom dimobilnya, Bong Soon tak percaya itu artinya Min Hyuk ingin dirinya yang mati. Min Hyuk membenarkan karena dirinya tak ingin mati
“Kau pengawalku! Jadi Nyalakan mesin mobil nya.” Kata Min Hyuk lalu berjalan menjauh, Bong Soon dengan wajah cemberut masuk kedalam mobil. Min Hyuk seperti membayangkan ketika menyalakan mobil mesinya itu tiba-tiba meledak.
Bong Soon menyalakan mesinnya dan tak terjadi apapun, Min Hyuk akhirnya berani mendekat lalu Bong Hee pun turun dari kemudi akan pindah ke bangku belakang. 
Min Hyuk berteriak marah kalau mobilnya bukan taksi dan menyuruh duduk di kursi sebelahnya.Bong Soon naik dengan wajah cemberut berpikir seharusnya ia yang menyetir. Min Hyuk pikir tak mungkin membiarkan Bong Soon, gadis yang ceroboh yang mengutamakan hidupnya lebih dari atasannya lalu mengemudikan mobil jika nanti mobil lain yang melaju ke arah kita.Bong Hee tak banyak komentar, mereka pun pergi meninggalkan gedung.

Tiga ibu datang membahas tentang sesuatu dan merasa sangat kasihan pada Ibu nya. Nyonya Hwang mengaku mengirim banyak sekali surat ke Kantor Distrik dan meminta mereka melakukan sesuatu untuk daerah itu dan Tahun lalu ada kecelakaan di sana, lalu meminta Ho Soon agar membawakan mereka minum,
“Tapi tetap saja, pembangunan ulang itu bukanlah jawaban nya! Jika gedung tinggi itu dibangun , kita tidak akan pernah bisa melihat terik matahari lagi! Dan kehidupan kita sehari-hari akan berubah selamanya!” ucap Ibu bertubuh tambun.
“Jadi menurutmu, Tidak dapat terik mataharilebih baik daripada mati!” kata Ibu Bong Soo
“Siapa... Siapa yang akan mati, sekarang?” kata Si ibu tambun, mereka langsung berbisik saat melihat ibu Gook Doo datang. 

Nyonya Jung datang untuk mengambil pesanannya dan memberikan senyuman pada Tuan Do. Nyonya Hwang melihat Nyonya Jung itu tersenyum seperti Miss Korea padahal ada sesuatu yang mengerikan terjadi di lingkungan. Akhirnya ibu Bong Soo pun memanggil Nyonya Jung untuk mengobrol sebentar.
“Kita bertiga mengumpulkan tanda tangan yang ingin supaya gedung sebelah resapan kering diperbaiki ulang. dan kita sudah dapat tanda tangan dari berbagai orang jadi jika seorang tokoh berpengaruh sepertimu bisa membantu kami maka Kantor Distrik akan mendengarkan kita, bukankah begitu?” kata Nyonya Hwang
“Yah, Entahlah... Aku setuju saja tapi juga memahami perasaan mereka yang menentangnya. Jadi aku masih memikirkan hal itu.” Kata Ibu Gook Doo
“Mereka bisa saja membangun pusat perbelanjaan berlantai 4 di sana! Tapi mereka membangun bangunan besar dengan apartemen dan kantor di dalamnya! Itu yang tidak kita setuju.” Tegas si ibu tambun marah

“Semua orang yang berada di balik petisi ini tinggal di dekat sini jadi aku yakin bahwa ada masalah yang mendasar dengan petisi ini. Kurasa, petisi nya harus diformat ulang untuk memasukkan orang-orang yang tidak berinvestasi secara pribadi di area ini.” Kata ibu Gook Doo lalu pamit pergi.
Ayah Bong Soon membawakan kue pesanan Nyonya Jung dengan senyuman lebar. Nyonya Hwang yang melihatnya kesal karena suaminya genit pada wanita lain. Ia menegaskan tidak bisa bergaul dengan Nyonya Jung yang merasa bangga hanya karena seorang penulis.Saat itu seorang wanita muda datang, Ibu Bong Soon terlihat senag melihat Kyung Shim yang datang. 

Bong Soon dan Min Hyuk masuk ke sebuah mall. Min Hyuk menyuruh Bong Soon agar Bersikaplah natural karena yakin ada yang mengawasi mereka dari suatu tempat. Bong Soon melihat sekeliling, Min Hyuk dengan mengandeng tangan Bong Soon menyuruh agar Jangan bersikap seperti pengawalnya. Bong Soon pikir dengan berpengangan tangan malah  kelihatan lebih aneh. Min Hyuk menyuruh diam saja dan mengikuti saja. 

Min Hyuk memilih beberapa baju dalam sebuah toko, Bong Soon membawa semua barang yang dibeli Min Hyuk tak percaya kalau atasanya itu  menghabiskan uang yang bisa digunakan untuk main warnet dalam satu tahun seperti uang tak ada artinya.
Bong Soon membawa semua barang dan Min Hyuk masih pergi ke toko kacamata dengan memilih satu kacamata hitam meminta pendapat pengawalnya., Bong Soon dengan sangat terpaksa  memujinya terlihat keren.
Keduanya keluar dari toko, Min Hyuk pikir dari tadi hanya beli barang untuk dirinya jadi ingin membelikan juga untuk Bong Soon. Bong Soon ingin menolaknya seperti tak enak hati. Min Hyuk memberikan es krim cone, Bong Soon cemberut ternyata bukan baju dsb yang dbelikan, akhirnya dengan tangan yang penuh barang belanjaan menerima es krim dari atasanya. 

Min Hyuk pergi ke lapangan dengan menerbangkan Drone, Bong Soon terlihat kesima melihat benda yang baru pertama kali dilihatnya. Min Hyuk lalu berisik agar melihat ke arah jam dua belas dan jangan bersikap terlalu jelas. Bong Soon melihat seorang pria berbaju hitam seperti menatap kearah mereka seperti sedang mengintai.
“Kita tangkap dia, Kau Bersikaplah natural, seolah-olah kita tidak melihat dia.” Kata Min Hyuk, Si pria sadar kalau sudah ketahuan mengikuti Min Hyuk.
“Dia sedang berjalan dan melarikan diri!” kata Bong Soon berpikir untuk  harus menangkapnya, karena si pria misterius sudah pergi menaiki motornya.
Saat itu Drone Min Hyuk pun bisa mengejarnya dan Min Hyuk berhasil mendapatkan nomor polisi motor yang kendarai oleh si pelaku. 

Keduanya naik mobil kembali, Min Hyuk pikir Bong Soon pasti lapar. Bong Soon tersenyum berpikir Min Hyuk akan mengajaknya makan. Min Hyuk menyuruh Bong Soon untuk makan dirumah dan menyuruhnya agar tak diet dan makan apapun. Bong Soon kembali cemberut menahan rasa kesalnya.
“Apa Aku dibolehkan pulang, meskipun jam kerjaku hari ini belum berakhir?” tanya Bong Soon.
“Ya, karena bajingan itu juga sudah selesai bekerja nya, Karena dia tertangkap olehku.” Ucap Min Hyuk bangga.
“Bagaimana keadaan bokong Sekretaris Gong?” tanya Bong Soon khawatir
“Bagian tulang ekor patah, jadi dia tidak akan bisa pulih dalam waktu dekat.”kata Min Hyuk
“Kurasa, aku ingin mengunjunginya di rumah sakit dan harus harus minta jadwalmu” ucap Bong Soon

“Aku yakin dia akan merasa sangat malu jika kau mengunjunginya.” Komentar Min Hyuk
Bong Soon heran dengan Min Hyuk karena sebelumnya menyuruhnya pergi. Min Hyuk pun mempersilahkan Bong Soon untuk melakukan apapun. Mobil pun berhenti, Min Hyuk melihat Bong Soon yang tinggal di dekat tempat dimana pembunuhan itu terjadi, dan merasa heran mengapa seseorang yang tinggal di lingkungan yang tenang seperti ini, melakukan sesuatu yang sangat kejam.
Bong Soon hanya diam saja, Min Hyuk merasa lapar dan ingin tahu apakah ada toko roti dekat rumahnya. Bong Soon menunjuk Di sudut jalan ada pie kenari yang enak. Min Hyuk pun mengemudikan mobilnya kembali. 

Nyonya Hwang datang meminta uang hasil tokonya. Tuan Do sempat tersedak saat melihat istrinya datang memberitahu kalau  Hampir tidak ada yang datang karena insiden kemarin. Nyonya Hwang pikir mereka bisa menjual dengan harga diskon pada kacang kenari kupas.
“Ho Soon... Pasang tanda "Sale hari ini : Kacang Kenari Kupas" di depan.” Perintah Nyonya Hwang. Tuan Do pun tak bisa melawan hanya bisa menurut. 

Dua bibi sudah menunggu, menanyakan apakah sudah ada yang tanda tangan. Nyonya Hwang mengatakan Tidak ada yang mau memberikanya. Si ibu tambun pun membahas kalau Bong Soon yang sudah mendapatkan perkerjaan. Nyonya Hwang pikir hanya harus menunggu dan melihat, karena Bong Soon itu tidak memiliki keberuntungan untuk bertahan dengan pekerjaannya.
“Tapi tetap saja, kau mendidik putramu dengan baik, Dia masuk ke sekolah kedokteran di Universitas Hansae dan juga sangat tampan!” komentar Ibu Jae Soon..
“Dan itulah sebabnya Gook Du dan Bong Ki musuhan sejak mereka masih kecil, kan?” komentar si ibu tambun.
“Karena dia begitu tampan,dan juga pintar!Aku hanya khawatirtentang Bong Soon.Apa disekitar sini ada oranggila yang banyak uang nya?” ucap Nyonya Hwang ingin gila uang. 

Saat itu dua ibu melihat Bong Soon yang datang,  Bong Soon datang dengan Min Hyuk memberikan kode pada ayahnya lalu memesan Dua Tart telur dan satu pie kenari. Tuan Do pun berpura-pura melayani pelanggan biasa. Min Hyuk pikir mereka juga harus memakanya juga, Bong Soon pun memesan dua potong pie kenarinya.
Ibu Bong Soon dan temanya hanya bisa melonggo melihat pria tampan yang dibawa Bong Soon. Bong Soon memberikan kode agar ibunya pura-pura tak mengenalinya. Min Hyuk melihat para ibu-ibu yang menatapnya dan menyapanya dengan ramah walaupun terasa aneh, keduanya akhirnya keluar dari toko bersama-sama. 

Dua ibu langsung bertanya Apa itu pacarnya Bong Soon. Nyonya Hwang berharap seperti itu karena melihat sangat menakjubkan dengan melihat tubuhnya yang menjulang tinggi layaknya model.
Mereka pun langsung berlari depan kaca, melihat keduanya masuk mobil. Para ibu-ibu terpesona karena Min Hyuk mengunakan  mobil impor. Nyonya Hwang langsung sangat menyukai karena meninginkan anaknya yang menikah dengan orang kaya. 

Bong Soo kembali pulang ke rumah dan menjerit bahagia melihat Kyung Shim karena sangat merindukan temanya itu, Keduanya pun memakai masker bersama-sama, Kyung Shim membahas Bong Soon bekerja sebagai pengawal untuk Presdir Ainsoft.
“Wah, jadi kau memutuskan untuk menjalani kehidupan dengan benar sekarang? Dia pastinya sangat tampan.” Komentar Kyung Shim.
“Tujuanku adalah untuk mengembangkan ide game-ku "Super Girl Bong Soon" ke Game sungguhan Dan menjadi anggota Tim Pembangunan dan Perencanaan.” Ucap Bong Soon penuh semangat.
“Hei, apa Presdir perusahaanmu baik-baik saja? Katanya, dia suka sekali dengan pakaian, terobsesi dengan video game, tidak tertarik pada wanita. Padahal dia sangat tampan.” Ucap Kyung Shim melihat profile Min Hyuk dari ponselnya. Bong Soon tak ingin membahas karena Bosnya itu  super brengsek.
“Katanya, itulah sebabnya dia mempekerjakan pengawal perempuan. Dia tidak ingin rumor gay itu menyebar.” Kata Kyung Shim
Saat itu Bong Ki masuk melihat Kyung Shim datang, lalu bertanya apakah sudah membelikanya. Kyung Shim mengakus sudah membelikanya. Bong Ki pun senang lalu keluar dari kamar. 

“Ada seorang pria dengan kepribadian yang sangat baik di tim kami. Apa Ingin kencan buta dengan dia?” tanya Kyung Shin, Bong Soon langsung menolaknya.
“Ah, padahal aku sering cerita tentangmu padanya.” Kata Kyun Shim, Bong Soon pikir tak ada yang dimilikinya, seperti rendah diri.
“Hei, Do Bong Soon... Kau sangat cantik jadi harus memiliki kepercayaan diri.” Ucap Kyung Shim menyemangati temanya.
“Siapa peduli jika aku cantik, saat Gook Doo tidak tertarik padaku?” keluh Bong Soon
Kyung Shim tak percaya Bong Soon  masih menyukainya. Bong Soon juga binggung kenapa masih belum bisa melupakannya. Kyung Shin pikir itu karena Bong Soon tidak mencoba untuk melupakannya. Nyonya Hwang tiba-tiba masuk kamar bertanya apakah Bong Soon sudah membuat nasi.
Bong Soon mengeluh karena masih sore. Nyonya Hwan merasa lapar dan menyuruh Bong Soon membuat makan malam. Kyung Shim membantu Bong Soon karena membawa banyak odeng dari Busan yang disukai oleh Bong Ki, Nyonya Hwang langsung muji Kyung Shim. 


Kyung Shim membuat sup odeng untuk keluarga Do dan makan di halaman, semua terlihat tak bisa menahan air liur mereka. Mereka pun makan bersama, Nyonya Hwang mulai membahas kalau pria yang dibawa Bong Soon itu Presdir di perusahaan.  Bong Soon membenarkan,
“Berapa umurnya?” tanya Nyonya Hwang, Bong Soon menjawab tak tahu menurutnya masih muda.
“Tapi apa  ia mengantarmu pulang pada hari pertama bekerja?” ucap Nyonya Hwang, Bong Soon membenarkan.
“Menikahlah dengan orang itu. Ini adalah berkat dari surga.”ucap Nyonya Hwang
“Ibu.. Berhentilah nonton drama Korea! Selain itu juga tampaknya dia gay.”kata Bong Soon.
Semua melonggo kaget mendengarnya,  Nyonya Hwang lalu berkomentar kalau itu tak masalah menurutnya di zaman sekarang  tidak ada pria yang selemah itu. Ayah dan Bong Ki tak percaya Nyonya Hwang bersikap seperti itu, Bong Soon pun sampai menjatuhkan odeng yang masih panas ke pangkuanya. 

Gook Do yang penasarah melihat kembali TKP dengan jejak darah dan yang lainya, karena mungkin akan menjadi petunjuk. Tapi sepertinya tak menemukan apapun lalu meninggalkan TKP. Tanpa disadari Si pembunuh berdiri diatap rumah melihat Gook Doo.

Seorang wanita pulang berjalan di gang yang sepi dan gelap, ia merasakan ada orang yang mengikuti tapi saat memilih jalan lain pria itu berbeda arah denganya. Tapi pria berbaju hitam mengikutinya dan langsung mengejar si wanita seperti ingin membunuhny.
Detektif Kim datang seperti baru mendapatkan laporan kejahatan ditempat kejadian yang sama, Ketua Yook memberitahu kalau Pasien dibawa ke Rumah Sakit Universitas Hansae dan mulai membagi tugas. Kook Doo pun pergi dengan timnya.
Sementara Bong Soon dan Kyung Shin asik bermain games dalam warnet, Keduanya lalu tersadar kalau hanya ada mereka berdua di ruangan, Bong Soon bertanya-tanya kemana semua orang. Ibu tambun masuk ruangan dengan wajah panik memberitahu kalau ada Wanita yang lain diserang.

Detektif Kim mendorong semua warga agar tak mendekati TKP yang sduah diberi garis polisi sebelumnya. Beberapa bibi saling berbisik kalau ada  saksi memergoki secara tak sengaja, dan menyelamatkan hidup si wanita itu. Bong Soon melihat dari kejauhan Gook Doo yang terlihat kesal tak bisa menangkap si pembunuh.
Min Hyuk sedang berlatih tinju, menonton berita kalau terjadi lagi serangan serupa malam ini, di lingkungan yang sama, pada pukul 11:0 dan insiden ini terjadi di lokasi yang sama dengan pembunuhan kemarin. Korbanya kali ini adalah Nona Nn. Kim, seorang guru SMA dan hidupnya masih terselamatkan, karena ada saksi yang lewat.
Kepala Yook melihat kondisi pasien dengan penuh luka dan alat bantu oksigen, merasa pasien pasti sudah mati jika dia terlambat dibawa ke rumah sakit  jadi  harus mengawasinya selama beberapa hari lagi, karena Rusuk nya rusak, jadi dia mengalami kesulitan bernapas.


Kook Do mengambil jejak kaki di bagian TKP, Detektif Kim memberitahu Tim forensik sudah mengambil foto dari jejak kakinya. Kook Doo tahu kalau Bajingan itu datang selang beberapa menit setelah meninggalkan tempat kejadian. Detektif Kim pikir Kook Doo sudah gila karena datang sendirian ke TKP.
“Ini adalah lingkungan tempat tinggalku, jadi aku sedang pulang ke rumah untuk ganti baju. Bahkan Tidak ada CCTV, dan kita juga tidak memiliki rekaman dashcam. Orang itu tahu betul daerah lingkungan ini” kata Kook Do
“Aku yakin itu... Tapi berkat ada saksi yang muncul, hidupnya terselamatkan. Ia lari karena ada saksi yang datang.” Cerita Detektif Kim 

Seorang pria sudah ada di ruang interogasi, Kepala Yook tahu pasti saksi itu pasti kaget dan meminta agar menceritakan saat kejadian. Si Pria menceritakan sedang dalam perjalanan pulang lalu mendengar seseorang berkata, "Tolong selamatkan aku" dari tembok di sebelah kirinya, jadi pergi ke suara berasal.
Si Wanita sudah terluka meminta agar diselamatkan, Si pria sempat melihat si pelau menendangnya saat akan mendekati setelah itu langsung lari. Kepala Yook ingin tahu apa yang kenakan oleh si pelaku.  Si pria pikir kalau mengunakan Jaket Hoodie berwarna Hitam dan juga mengenakan celana hitam dengan tinggi sekitar 180cm.
Gook Doo mendengarnya dengan mata yang tajam, Kepala Yook ingin tahu wajahnya. Si pria kalau tidak terlalu jelas melihat wajahnya tapi merasa kalau si pelaku memiliki kaki yang besar.

Bong Soon dan Kyung Shim berjalan bersama sambil makan sosis, Kyung Shim yakin si wanita itu pasti sangat ketakutan. Bong Soon juga pikir seperti itu dan membenci orang yang menindas orang lemah hanya karena mereka lebih kuat, menurutnya mereka iytu jenis orang-orang yang paling buruk. Kyung Shim setuju.
“Wah, brengsek sekali! Bagaimana dia bisa melakukan itu untuk seorang wanita? Yang seperti itu layak untuk menerima hukuman terberat!” ucap Bong Soon murka
“Bong Soon.. Kau harus mengajarkan orang-orang seperti itu pelajaran! Pasti akan berhasil.” Kata Kyung Shin
“Tapi jika aku melakukan itu, aku akan berada dalam masalah besar. kata Kyung Shim lalu mereka melihat beberapa anak remaja yang sedang meminta uang secara paksa pada juniornya. 

Bong Soon akhirnya mendekat lalu memberitahu kalau  Ada banyak polisi yang patroli di sekitar lingkungan ini karena insiden jadi menyuruhnya agar pulang saja. Si anak remaja menyuruh Bong Hee saja pulang dan jangan ikut campur.
“Hei, siapa yang paling kuat diantara kalian?” ucap Bong Soon, si anak kecil pikir Bong Soon sudah gila dan menyuruhnya pergi dengan nada meremehkan.
“Hei, anak-anak... Minta maaflah pada Nuna ini, lalu pulang.” Perintah Kyung Shim seperti tak ingin mereka dapat masalah.
Anak-anak itu makin mengejek, Bong Soon melihat tali sepatu satu anak lepas dan menbantu mengikatnya. Si anak langsung menjerit kesakitan dan Bong Soon dengan mudah menarik semua kulit sepatu dengan lepas. Semua anak remaja langsung ketakutan. Bong Soon pun memberikan nomor pada si anak yang ditindas agar bisa menelpnya kalau terjadi seperti ini lagi dan mengajaknya pulang bersama.

Berita di TV memberitahu karena insiden yang telah mengganggu Dobong-dong akhir-akhir ini maka polisi menambahkan kamera CCTV dan secara sukarela mempatroli wilayah. Beberapa polisi memasang CCTV agar bisa menambah bukti penangkapan pelaku.
Sementara Min Hyuk melihat kembali foto yang berhasil diambil dari Drone, lalu menelp seseorang agar bisa mencarikan informasi dari plat nomor yang dimilikinya. 


Detektif lain masuk ruangan memberitahu Kepala Yook kalau  Laporan otopsi Pembunuhan korban telah dirilis. Kepala Yook melihata tingginya 172cm, dan 48 kilogram.Detektif lain melihat foto luka kalau korban memiliki enam luka di tangannya, menurutnya pelakumelawan penjahat nya sampai akhir.
“Pertama, dia menikam perutnya. Yang menyebabkan ususnya pecah, dan mencekiknya.” Jelas Detektif lainya.
“Tapi korban yang terlalu banyak melawan penjahatnya, itulah sebabnya ia memukul wajahnya. Lalu dia mungkin menjatuhkan pisau yang dipegangnya. Itulah sebabnya ia memegang pisaunya salah.”ucap Kepala Yook
“Lalu, ia menikam perutnya, selagi memegang pisau yang menghadap ke atas seperti itu. Dia sudah memutuskan harus membunuhnya.” Kata Detektif lainya.

“Tapi pisau nya tidak mau keluar, karena ia memegangnya dengan cara yang salah. Dan jadi dia memutar pisaunya saat masih berada di dalam perut nya untuk menarik pisaunya keluar dan itulah sebabnya dia punya banyak luka pisau di perutnya seperti itu.” Kata Detektif Kim melihat bekas luka korban menurutnya si pelaku tak ahli.
Detektif lain menduga kalau ini pelaku yang sama tapi Pelaku yang ini tidak menggunakan pisau. Gook Do pikir tidak boleh percaya itu, karena Pelaku kasus pertama juga tidak memulai serangannya dengan pisau tapi mungkin kehilangan kesempatan,karena saksi lewat sana.
Tapi Detektif Kim yakin kalau sipelaku bingung apakah  harus menggunakan tangannya saja karena tidak terlalu ahli menggunakan pisau. Kepala Yook menurunkan rasa tegang dalam timnya mengajaknya untuk duduk lalu memerintahkan Gook Do agar ke rumah sakit. Gook Doo mengerti. 


Gook Do pergi ke ruangan Nona Kim yang tak sadarkan diri dan masih mengunakan alat bantu nafas, lalu melihat tangan dan juga foto yang dimilikinya. Ia merasa si pelaku mencoba untuk membuat korban pingsan dan tidak berusaha untuk membunuhnya.


Bong Hee pergi ke rumah sakit dan sempat bertabrakan dengan seorang dokter yang mengunakan masker. Lalu masuk ke dalam ruangan rawat sek Kong yang menelungkupkan badanya seperti tak bisa bergerak. Sek Gong mendengar suara pintu terbuka bertanya siapa yang datang.
“Aku Do Bong Soon.” Ucap Bong Soon merasa tak enak hati melihat Sek Gong. Sek Gong panik melihat Bong Soon yang datang.
“Aku harus minta jadwal Presdir darimu.” Kata Bong Soon, Sek Gong menyuruh agar Bong Soon menemui Tuan Kim  di Department PR.
“Aku membawa bunga dan sesuatu yang lain untukmu, tapi... Kau pasti sangat kesakitan. Kau tidak bisa menempatkan gips pada tulang ekor, sehingga perlu waktu untuk sembuh. Tapi Ada sesuatu yang bisa membuat agar tulang ekor seseorang jadi lebih cepat sembuh. Namanya, "Wine tinja" atau "Wine kotoran".” Ucap Bong Soon.
“omong kosong apa yang kau bicarakan...” kata Sek Bong kesal lalu mengaduh kesakitan karena mengerakan tubuhnya menyuruh Bong Soon segera keluar. Bong Soon pun meminta maaf dan kalau memang Sek Bong memerlukan Wine Tinja maka bisa membawakanya. Sek Bong  tak peduli menyuruh Bong Soon segera keluar saja.

Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar