Jumat, 17 Februari 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Semua tim dibagian operasi bisnis berkumpul, Sang Tae seperti tak menyangka pihak kantor bisa menempatkan Sung Ryong diruang tunggu Manager Choo tahu kalau tidak ada yang bisa bertahanlebih dari dua haridisana menurutnya itu adalah tempatyang mengerikan.
“Mereka membuat kita merasa sangat terhina...sampai akhirnya kita memutuskanuntuk berhenti.” Kata Ha Kyung
“Apa yang terjadi jika masihtidak ingin berhenti?” tanya Hee Jin

“Maka, mereka akan membuat alasan dengan berbicara tentang sikapnya di tempat kerja dan juga akan menerimakesaksian dari anggota tim.Tentu saja, itu semua palsu.” Jelas Manager Choo
“Jika Kepala bertahandi tempat itu, maka kita mungkin nantinya akanberada di sana, juga.” Komentar Jae Hyun
“Kalau begitu, itu adalah caralain untuk menyingkirkannya.Tidak peduli apayang diperlukan.” Kata Ki Ok sedih
Sang Tae tak ingin membahasnya lagi memilih pamit untuk segera pergi ke bank. 


Kwang Sook sedang melakukan interview dengan melihat bahwa kedai kopi membutuhkan pekerja paruh waktu. Pemilik kedai bertanya Apakah Kwang Sook pernah bekerja di sebuah kafe atau di tempat kopi. Kwang Sook mengaku pernah.
“Aku memiliki tiga tahunpengalaman disana.” Ungkap Kwang Soo
“Maka, kau pasti pandai menggunakan mesin espresso.” Ucap Si pemilik, Kwang Sook mengaku tidak seahli itu.
“Katamu, kau memiliki tiga tahun pengalaman” kata si pemilik, Kwang Sook berdalih kalau  Tempat yang dulunya bekerja,sebagian besar disediakan tanpa mesin.
“Tapi aku bisa belajar hal-hal seperti itu dengan cepat.”  Ungkap Kwang Sook menyakinkan si pemilik agar bisa diterima berkerja. Ia memberitahu tentang kelebihan sifat yang ramah, kepada pelanggan dan merasa bisa bekerja sebagai kasir, atau bisa menjaga pembukuan.

Sang Tae baru saja keluar dari lift menuju bank. Kwang Sook keluar dari kedai dengan wajah bahagia, walaupun tempatnya berkerja bukan Operasi Bisnis dari TQ Group, tapi mendapat pekerjaan di cafe TQ Group.
Ia pun berjalan dan sempat berpapasan dengan Sang Tae, soundtrack drama Goblin diterdengar, lalu menatap bagian punggung Sang Tae seperti mulai terkesima dan akhirnya berjalan pergi. Sang Tae juga merasakan sesuatu lalu membalikan badanya, melihat gaya jalan Kwang Kook keluar dari lobby. 

Manager Oh melihat foto anak dan keluarnya di ponselnya, terlihat bahagia dengan senyumanya. Sung Ryong yang duduk disampingnya sempat melirik lalu mencoba tak memperdulikanya dan sibuk berkerja. Tiba-tiba Hee Yong datang langsung dengan nada marah menyindir Sung Ryong  Karyawan yang antusias sekali. Manager Oh terlihat ketakutan menaruh ponselnya.
“Apa Kau tidak tahu peraturan nomor satu? Kau tidak boleh melakukan apapun di ruang tunggu. Seperti orang yang duduk di sebelahmu, kau harus duduk diam dan merenungkan diri.” Tegas Hee Yong
“Aku sudah merenungkan diri, dan baru saja menemukan diriku.” Ucap Sung Ryong melawan
“Berhenti bicara. Jangan melakukan apapun!” perintah Hee Yong membuang semua berkas ke tempat sampah
Sung Ryong mengeluh Hee Yong bisa dengan mudah membuangnya, Hee Yong tak peduli ingin membanting laptop. Sung Ryong memberitahu kalau itu properti kantor, Hee Yong menahanya dan memerintahkan  Jangan melakukan apapun dengan Hanya boleh bernapas dan berpikir.

Ki Ok bicara di telp kalau tidak bisa menyetujuinya dan itu adalah perintah Presdir. Hee Jin juga mengatakan kalau Presdir memerintahkan itu. Sementara Jae Joon juga berkata kalau direktur hanya boleh menghabiskan uang dengan nominal yang terbatas dan Jika mereka yang  mengganti pengeluaran pribadi si direktur.
“Apa yang terjadi?Presdir memerintahkan penggantian-untuk-pengeluaran-uang yang transparan.” Ucap Manager Choo heran
“Kurasa, itu karena Kepala Kim tidak ada di sini. Mereka tahu dia tidak ada di sini untuk menghentikan mereka.” Kata Ha Kyung 

Park Myung Seok masuk ruangan dengan gaya bosnya menyapa semua pegawai mengaku kalau datang untuk melihat Tuan Penyelamat, lalu dengan nada mengejek bertanya-tanya keberadaan Sung Ryong karena tak ada ditempat duduknya.
“Apa dia pergi ke Andromeda Galaxy?” ejek Myung Seok tahu kalau Sung Ryong di pindahkan ke bagian ruang tunggu.
Manager Choo menyapa Myung Seok lebih dulu. Myung Seok melihat akhirnya Manager Choo yang menyapanya saat masuk ruangan, lalu mengancam akan memecatnya kalau bersikap seolahtahu segalanya dengan kembali menendangnya, Manager Choo pun tak bisa melawan.
“Ya. Ini bagus. Aku suka suasana ini. Departemen Operasi Bisnis harus seperti ini.” Komentar Myung Seok bahagia melihat Sung Ryong tak ada diruangan dan semua terlihat tertunduk takut.
“Heii. Aku ingat kau. Kau sangat sungkan saat menahan Kepala Kim untuk menghajarku.” Komentar Myung Seok menujuk pada Ki Ok,  Ki Ok mencoba menyangkalnya.
“Dan kau.. Kau mencibir ketika  berpura-pura untuk menghentikannya.” Tunjuk Myung Seok pada Sang Tae. Sang Tae mengaku kalau Wajahnya memang sudah seperti ini.
“Kau terlihat seolah-olah kau adalah raja di dunia.” Ejek Myung Seok pada Jae Joon 

Hee Kyung langsung menanyakan tujuan Myung Seok mendatangi timnya,  Myung Seok meminta Ganti pengeluaran nya secara terpisah pada kartu kredit pribadinya. Manager Choo meminta maaf karena mereka  tidak bisa melakukan itu. karena itu akan menyebabkan defisit.  Myung Seok bisa mengerti tapi langsung mengancam akan mengacak-ngacak seluruh ruangan.
“Kau yang paling ahli untuk menutupi kerugian.” Kata Myung Seok menunjuk pada manager Choo
“Kami mungkin harus menggunakan uang kami sendiri.” Ucap Manager Choo
Myung Seok tak mau tahu dengan mengancam akan... mengacak-acak seluruh departemen ini. Saat itu Sung Ryong masuk ruangan, semua pegawai langsung berani menatap Myung Seok. Sementara Myung Seok yang tak tahu terus mengoceh kalau Kepala Kim benar-benar memanjakan mereka sambil mengumpat marah merasa akan menang melawan Sung Ryong. Sung Ryong terus mendengar ucapan anak Tuan Park didepan meja Ha Kyung. Myung Seok membalikan badan dikagetkan dengan Sung Ryong yang sedari tadi sudah duduk dan langsung sikapnya berubah ketakutan.

“Jadi kau akan melakukan tendangan 360 derajat? Tunjukkan padaku langkah demi langkah nya.” Tantang Sung Ryong mendengar Myung Seok yang ingin menendangnya. Myung Seok benar-benar ketakutan mengaku kalau tak bisa.
“Kau tidak harus berada di sini. Bukan begitu?” ucap Myung Seok, Sung Ryong mengatakanakalau datang  untuk mengambil charger ponselnya.
Myung Seok seperti sapi bertemu majikan langsung menurut mengambilkan charger langsung ikut keluar dengan Sung Ryong. Jae Joon yang melihatnya, mengejek kalau  berharap mereka akan berkencan.


Myung Seok duduk ketakutan dengan memainkan kabel chargeran, Sung Ryong datang dengan membawa dua sosis menyuruh Myung Seok memakanya,  Myung Seok langsung dengan cepat memakanya.  Sung Ryong mengaku hari ini sangt kesal hari ini, jadi tidak punya tenaga untuk menendang bokongnya.
“Kau sudah dewasa. Jangan seperti itu. Oke? Aku mengerti mengapa kau datang ke departemenku dan berbicara omong kosong. Kau... tidak tahu bagaimana caranya menggunakan uang. Menggunakan uang bukanlah jawaban dari setiap alasan Kau harus menggunakan jumlah yang tepat pada waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil yang baik.” Jelas Sung Ryong menasehati
“Myung Seok. Pengetahuan adalah kekuatan. Jika kau tidak tahu sesuatu, kau boleh bertanya kepadaku kapan saja.” Kata Sung Ryong
“Maka, aku boleh menanyakan sesuatu... hal tentang keuangan dan teknik investasi?” ucap Myung Seok
“Hei.. Apa aku ini Layanan Pusat Panggilan? Berpikirlah sebelum kau bertanya.” Keluh Sung Ryong
Myung Seok hanya bisa tertunduk meminta maaf. Sung Ryong memperingatkan Myung Sook kalau sampai  tertangkap lagi, maka akan... benar-benar menghancurkannya dengan mengarahkan tusuk sate. Myung Seok ketakutan karena ujungnya sangat tajam ada didepan hidungnya.
Sung Ryong pun akan pergi membawa chargernya tapi terhenti karena tersangkut. Myung Seok langsung meminta maaf karena tak sengaja tersangkut, Sung Ryong tak banyak berkata-kata memilih langsung pergi. Myung Seok pun kembali duduk dengan gaya sombongnya merasa kalau ini  sangat memalukan.


Sung Ryong akhirnya duduk di ruang tunggu sambil bermain membuat pulpennya bisa berdiri. Manager Lee dan anak buahnya melihat mengejek kalau Sung Ryong  menempatkan semua energi nya ke dalam pena itu seperti seorang penyihir. Sung Ryong mengumpat kesal dan melihat Manager Oh yang sudah membawa tas dan pamit pergi.
Ha Kyung dan Manager Choo datang sempat memberikan hormat pada Manager Oh seperti sudah saling mengenal. Keduanya pun menyapa Sung Ryong dengan wajah sedih, menanyakan keadaanya. Sung Ryong mengaku kalau Ventilasi nya sangat bagus dan kamar mandi nya dekat jadi kalau ingin buang air besar, Manager Choo langsung menyela karena itu Jorok sekali.
“Apa yang tadi itu Manajer dari Urusan Umum? Apa Kau mengenalnya?” tanya Sung Ryong
“Kita masuk ke perusahaan pada waktu yang sama bahkan berdua hampir tidak bisa bertahan.”cerita Manager Choo sedih kalau dirinya juga Bisa kena.

Mereka akhirnya minum bersama, Manager Choo pikir mereka bertiga tidak pernah minum bersama-sama, Sung Ryong pikir meminta mereka untuk datang ke pesta penyambutan waktu itu, tapi semua nya meninggalkannya.
“Apa maksudmu kita meninggalkanmu? Kita semua punya janji.” Ucap Manager Choo
“Kita memang meninggalkan dia dan Kau minum denganku malam itu.” Ungkap Ha Kyung
“Coba Lihat? Itu semua semakin terungkap sekarang.”ejek Sung Ryong,
Manager Choo akhirnya meminta maaf, mengajak untuk minum sebagai perdamaian. Ha Kyung menanyakan keadaanya di ruang tunggu. Sung Ryong mengaku kalau  bisa menahan diri di sana dan ahli dalam hal itu. Manager Cho pikir Sung Ryong harus Tetap bertahan dan hanya harus menghadapi hal yang terburuk.

“Meskipun begitu, kurasa, orang yang bisa tidak bisa menghadapi semua ini. Karena itu sangat memalukan. Aku minta maaf, Kepala Kim... karena tidak bisa membantu.” Kata Ha Kyung
“Sekarang kau memanggil dia, Kepala. Itu sangat bagus.” Komentar Manager Choo, Sung Ryong pun ingin mendengar Ha Kyung memanggilnya  dengan kasih sayang.
“Aku minta maaf, Manajer Umum. Karena bertindak seperti tahu segalanya.” Kata Ha Kyung, Sung Ryong tersenyum berpikir kalau itu tak masalah.
“Aku bahkan tidak bisa melakukan pekerjaanku dengan benar.” Komentar Manager Choo
“Kau harus berhenti jika kau tidak dapat melakukan pekerjaanmu.” Ejek Sung Ryong

Manager Choo meminta Sung Ryong jangan mengunakan ucapanya, lalu bertanya apakah sudah memiliki tempat tinggal yang baru. Sung Ryong mengelengkan kepala. Manager Choo merasa sangat menyulitkan karena air ditempat mati bahkan langit-langit kamarnya runtuh. Ha Kyung kaget mendengarnya.
Manager Choo akhirnya mengajak Sung Ryong pindah ke rumahnya saja dengan setuju memberikan diskon 50ribu won dengan  TV dan internet gratis. Sung Ryong meminta agar memberikan ramen gratis juga. Manager Choo menolak, Sung Ryong terus merengek sampai akhirnya Manager Choo pun setuju karean ramen tidak mahal. Sung Ryong pikir akan pindah hari ini, Manager Choo memperbolehkanya. Keduanya pun minum dengan cara love shot. Ha Kyung pun berharap mereka berdua memiliki waktu yang menyenangkan bersama-sama.


Manager Choo mengajak Sung Ryong masuk rumah dan menyalakan lampu ruamhnya, Sung Ryong dikagetkan dengan melihat rumah seperti kapal pecah, menurutnya rumahnya itu  sangat menjijikan. Manager Choo pikir akan bersih-bersih, jika tahu Sung Ryong akan pindah hari ini.
“Kau pasti kaya jika kau bisa membeli rumah sebesar ini. Apa kau kaya karena seorang Manajer Umum?” komentar Sung Ryong melihat rumah yang luas.
“Hei. Satu kamar dengan kamar mandi itu milik bank. Aku sangat senang  tidak harus pindah, tapi aku akan berusia 60 tahun saat melunasi jaminan nya.” Cerita Manager Choo
Sung Ryong bertanya dimana kabar tidurnya, lalu masuk ke sebuah ruangan dengan terlihat nyaman. Manager Choo mengatakan bukan itu karena itu kamar putrinya lalu menarik keluar dan menekan tombol dibagian atap, terlihat sebuah tangga masuk ke atap rumah.
“Kau akan menyukainya. Ini adalah pintu masuk ke kamarmu.” Kata Manager Choo

“Katamu, tempat tinggalku setara dengan penthouse! Itu adalah loteng.” Keluh Sung Ryong
“Makanya, kau harus mendengarkan kalimatku sampai selesai. Kapan aku bilang, kau akan tinggal di penthouse? Kubilang, ruangan nya seperti gaya penthouse.” Jelas Manager Choo
“Kau menipuku.  Apartemen macam apa yang punya loteng seperti ini?” ucap Sung Ryong kesal
“Ini adalah setting rumahan yang langka. Hanya apartemen tingkat atas punya yang seperti ini. Suasana sangat bagus diatas sana.” Kata Manager Choo meyakinkan.
Sung Ryong tahu kalau diloteng adalah  tempat semua hantu dari film horor berasal dan takut hantu. Manager Choo mengingatkan kalau tidak sedang berada di Mississippi atau Southern California lalu mengajaknya naik ke lantai atas dengan menyakinkan tidak ada mayat.

Sung Ryong dengan ketakutan menaiki tangga dan melihat bagian atap rumah yang cukup luas dengan beberapa barang yang disimpan. Manager Choo pikir tempat itu sangat nyaman dengan Pemandangan dari jendela sangat luar biasa
“Apa aku menggunakan toilet yang di lantai bawah?” tanya Sung Ryong, Manager Choo membenarkan, Sung Ryong mengeluh kalau Rancangan nya jelek sekali.
“Rancangan nya sudah bagus. Punggung hangat dan hidung dingin. Itulah yang membuat seorang pria menjadi jantan.” Komentar Manager Choo menyakinkan.
“Kau harus Ingat, jangan pernah menutup pintu jebakan saat kau berada di sini. Kau tidak bisa membukanya dari dalam. Tetap buka pintu ini ketika kau tidur.” Jelas Manager Choo

“Jika aku menutup nya secara tak sengaja, apa aku akan terkunci di sini?” kata Sung Ryong, Manager Choo memberikan sebuah botol kalau memang terjebak diatas. Sung Ryong hanya bisa menatap binggung.

Pagi hari
Manager Choo sibuk didapur dengan mempersiapkan bahan makanan dan masak dengan gaya chef yang mengeluarkan api, setelah itu memberikan nasi goreng dengan bentuk yang sangat cantik. Sung Ryong melonggo tak pecaya melihat ingin tahu siapa sebenarnya Manager Choo itu.
“Aku Manajer Umum dari Operasi Bisnis tapi jadi seorang koki di tentara. Aku memasak dengan keahlianku sejak beberapa waktu silam, khusus hanya untukmu.” Cerita Manager Choo, Sung Ryong mencobanya dan memuji rasanya menakjubkan.
“Ini adalah makanan kesukaan nya putriku. Apa kau tahu resep yang dimiliki para Ayah? Keahlian mereka lebih baik daripada cara memasak nya para Ibu.” Kata Manager Choo, Sung Ryong membenarkan.
“Aigoo.. Kau harus duduk menghadap dinding sepanjang hari di aula yang dingin. Makanlah semua yang kau inginkan.” Kata Manager Choo kasihan.
Sung Ryong mengucapkan terimakasih dengan perhatianya walaupun terlihat sedih. 


Seo Yul duduk diam dalam ruanganya, Detekif Oh memberikan gambar yang diambil oleh kamera keamanan di luar kantor polisi. Ia pun melihat Ha Kyung yang bertemu dengan Sung Ryong serta pengacaranya.
“Go Ho Cheol, wakil dari Go and Goo... adalah teman dekat Jang Yoo Seon.Aku yakin Nn. Yoon...menerima bantuan dari CEO Jang.” Jelas detektif Oh
Ha Kyung sedang berjalan langsung menyapa Seo Yul  Seo Yul berhenti sejenak bertanya apakah masih main 'pemukul-bola' Ha Kyung mengaku Belakangan agak sibuk jadi tak melakukanya. Seo Yul memangggil Ha Kyung sebelum pergi.
“Kau masih belum lupa tentang janjicatchball (tangkap bola) kita, kan?” ucap Seo Yul. Ha Kyung mengangguk, lalu Seo Yul pun mempersilahkan Ha Kyung pergi. 

Ha Kyung memberikan berkas Daftar Pegawai Yang Berlebihan pada Jasa Pengiriman TQ, pada Ki Ok karena punya teman di Tim Restrukturisasi. Bisa mendapatkan daftar orang-orang yang mereka targetkan. Ki Ok bisa mengerti maksudnya.
“Aku bertemu ayahmu beberapa kali... saat masih di kantor mereka. Aku benar-benar minta maaf,  tidak tahu tentang hal itu.” Ungkap Ha Kyung
“Jangan minta maaf. Ini adalah masalah pribadi.” Ungkap Ki Ok
“Ini bukan masalah pribadi. Ayahmu adalah salah satu dari sekian banyak karyawan kita, juga.” Kata Ha Kyung
“Terima kasih telah mengkhawatirkanku.” Ucap Ki Oh, Ha Kyung pikir Hanya ini saja yang bisa dilakukan karena akan lebih baik supaya tahu tentang ini lebih awal.
Ha Kyung pun meninggalkannya, Ki Ok melihat berkas nama dan menemukan nama “WON NAM CHEOL” dan langsung menangis. Manager Choo dan Sung Ryong hanya bisa menatap sedih karena ayah Ki Ok harus terkena PHK. 

Sung Ryong mengerakan tubuhnya untuk melemaskan ototnya, sementara Manager Oh sibuk seperti sedang menulis sesuatu. Saat itu Hee Yong datang seperti ingin kembali mengomel, Sung Ryong menantangnya apa lagi yang akan dibahasnya.
“Baca ini dengan sangat seksama. Kami membatalkan penghargaan Karyawan Bulan ini dan kami menuntut agar kau mengembalikan hadiah uang nya.” Tegas Hee Kyung, Sung Ryong pikir Hee Yong sedang  bercanda dengan nada tinggi.
“Aku tidak percaya apa yang kudengar. Apa aku harus langsung memberikan 1.000 dolar?” ucap Sung Ryong, Hee Yong berdalih kalau mereka harus mengikuti aturan.
“Apa Kau memberikanku penghargaan dan uang tunai dan sekarang kau ingin aku untuk mengembalikannya? Ini sangat tak bisa dipercaya. Bahkan mafia... tidak meminta apa yang pernah mereka berikan!” kata Sung Ryong, Ga Eun yang sedari tadi mendengarnya mencoba menenangkan Sung Ryong. 

“ Sikap dan perkataan yang tidak sopan. Ini Penyebab tambahan untuk tindakan disipliner.” Tegas Hee Yong, Sung Ryong tak peduli.
“Kau mencari nafkah untuk itu, kau bikin orang susah dan menyiksa orang lain. Kau berekspresi seperti ini dan berbicara begini. Ambillah dari gajiku atau membelah tubuhku jika kau ingin.” Kata Sung Ryong, Hee Yong pikir dirinya bisa melakukan itu dengan mengumpat Sung Ryong orang yang keji
“Beraninya kau bicara seperti itu, Ahjumma!! Dia menyelamatkan seseorang, dan menyelamatkan persatuan buruh. Ia melakukan hal-hal yang patut untuk dipuji dan kau memanggilnya orang yang keji? Apa Kau pernah membuat pengorbanan untuk orang lain?” teriak Ga Eun membela.
Hee Yong ingin tahu Ga Eun itu dari departemen mana. Ga Eun pikir kalau ini tak ada hubunganya. Kali ini Sung Ryong panik meminta Ga Eun tenang karena pasti ada hubungan dengan marah-marah seperti ini. Ga Eun tak terima karena mereka meminta sesuatu yang sudah diberikan merasa kalau  Penghargaan uang tidak bisa diminta kembali.
Sung Ryong makin panik karena suara Ga Eun makin tinggi, Hee Yong ingin tahu Ga Eun itu dari  Departemen mana dengan bertolak pinggang menonjolkan dadanya. Ga Eun tak mau kalah dengan menanyakan alasan Hee Yong ingin mengetahuinya menonjolkan dadanya

Ga Eun duduk di tangga darurat seperti tak percaya pihak perusahaan melakukan ini pada Sung Ryong, Tadinya menjulukinya sebagaiTuan Penyelamat dan sekarang sebagai orang yang keji. Sung Ryong pikir mereka sebagai manusia bisa membuat kesalahan.
“Kita melakukan hal yang salah di tempat yang salah. Mengejek dan menghina kita hanya untuk itu... Aku benar-benar ingin mengundurkan diri.” Kata Sung Ryong hilang semangat, Ga Eun langsung memberikan semangat dan yakin kalau Sung Ryong pasti kuat.
“Aku tidak seperti itu. Semua yang nonton tadi juga sama buruknya.” Kata Sung Ryong, Ga Eun memuji kalau Sung Ryong itu mengagumkan.
“Tidak, aku tidak seperti itu. Aku berhenti menjadi Tuan Penyelamat. Aku sudah selesai menjadi seseorang yang mengutamakan orang lain dan akan berhenti di tempat terkutuk ini lalu...”kata Sung Ryong ingin menyerah, Ga Eun langsung berteriak
“Kepala Kim!!!! Apa Kau tidak peduli tentang yang kukatakan? Kau sungguh sangat.... sangat mengagumkan!” tegas Ga Eun tak ingin Sung Ryong keluar dari TQ. 


Sung Ryong melihat Ga Eun yang bisa berteriak kerasa kerasa kalau Paru-paru nya kuat sekali dan sudah waktunya untuk menyelesaikan ini perlahan-lahan lalu pergi ke Denmark dengan segera.
Saat Sung Ryong kembali ke ruang tunggu tak melihat Manager Oh hanya ada sebuah surat, ID Card dan juga kacamata diatas meja. Lalu melihat surat yang dituliskan Manager Oh “AKU MELAYANI PERUSAHAAN DENGAN BAIK. AKU BERDOA BAHWA HIDUPKU INI TIDAK GAGAL. -OH SE MYEONG-“
Ha Kyung menerima telp Sung Ryong dikagetkan dengan Manajer Umum Oh. Manager Choo ikut kaget bertanya dengan teman seperjuangan itu. 

Manager Choo mencari keseluruh ruangan, bahkan sempat minum disbeuh ruangan rapat menanyakan keberadaan Manager Choo. Ha Kyung memberitahu Manager Choo tidak berada di kantornya. Sung Ryong juga ikut mencarinya sampai ke bagian atap melihat Tuan Oh sudah naik untuk melompat dan langsung berteriak mencegahnya. Manager Oh menyuruh Sung Ryong pergi saja.
“Aku tidak bisa pergi, saat kau berada di sini. Apa kau benar-benar akan melompat?” kata Sung Ryong melihat Manager Oh benar-benar ingin melompat. Ha Kyung dan Manager Choo serta dua pengaman juga datang.
“Ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa membersihkan namaku... dan menghapuskan ruangan yang disebut Ruang Tunggu itu.” Kata Manager Oh yang merasa tertekan.
“Kenapa juga kau peduli tentang Ruang Tunggu? Ruang tunggu itu tidak senilai dengan hidupmu! Apa kau tidak peduli dengan istri dan anak-anakmu?” teriak Sung Ryong,  Manager Choo setuju dengan hal itu agar memikirkan keluarganya.

“Aku bekerja selama 22 tahun. Aku bekerja untuk TQ dan untuk keluargaku. Tapi yang ada padaku sekarang hanya penghinaan yang tak tertahankan dan rasa bersalah terhadap keluargaku.” Kata Manager Oh
“Jika kau merasa bersalah terhadap mereka, maka itu adalah alasan lain untuk tidak melompat! Apa kau pikir para eksekutif bajingan itu akan peduli tentangmu jika kau melompat? Mereka hanya akan mengirim bunga ke pemakamanmu dan hanya itu saja! “ teriak Sung Ryong muak
“Perusahaan ini... Adalah hidupku. Rasanya seperti... hidupku telah hancur.” Ungkap Manager Oh menangis.
“Perusahaan ini bukan seluruh hidupmu! Perusahaan ini hanya tempat kerja! Ini hanya salah satu perusahaanbodoh dan perusahaan korupsi!” teriak Sung Ryong menyakinkan.
Manager Oh tak merasa seperti itu,  kalau dirinya yang tidak menjalani hidup dengan bijaksana serta mengakhiri semua ini dengan tidak cukup baik. Sung Ryong kembali berteriak bertanya apa kesalahan Manager Oh. Manager Oh yang ingin melompat berhenti, Manager Oh mengaku Semua adalah kesalahanya.
“Manajer Umum! Apa kau menggelapkan uang? Apa kau mencuri uang orang lain dan menghabiskan uang itu semaumu? Memangnya apa yang kau lakukan itu sangat salah? Kau hidup dengan baik! Beberapa orang mengambil uang dari orang lain dan tidak merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan sedikitpun! Orang-orang seperti mereka hidup dengan baik-baik saja. Mengapa kau mencoba untuk mengakhiri hidupmu sendiri? Kau tidak harus menjadi orang yang akan melompat dari tebing itu. Para bedebah yang menggelapkan uang yang harus berada di tempatmu sekarang ini!” teriak Sung Ryong
Manager Oh terdiam mendengarnya, Sung Ryong mengaku  melihat foto  anaknya yang sangat cantik dan harus mengantarnya berjalan menyurusi altar. Ia merasa kalau Manager Choo ingin anaknya menangis dengan melihat kursi kosongnya. Ha Kyung ikut menangis merasa kalau anak Manager Oh itu pantas untuk tersenyum di hari pernikahannya.
“Para eksekutif satu-satunya yang tidak tahu seberapa mulia nya kau menjalani hidupmu itu! Kita semua tahu itu.” Kata Sung Ryong kembali meyakinkan.
“Ya, Se Myeong. Semua junior kita mengakui kerja keras kita. Turunlah dari tebing itu.” Pinta Manager Choo.

Sung Ryong pun mengulurkan tangan agar Manager Choo bisa turun sekarang, akhirnya Manager Oh pun turun dari menangis dipelukan Sung Ryong seperti meluapkan beban hidupnya. Ia merasa kalau suadh hidup dengan keras dan mulia bahkan sangat jujur serta melakukan sebaiknya.
“Kita semua tahu itu.Aku bisa tahu hanyadengan melihat wajahmu.Matamu sangat hangat. Kauterlihat begitu lembut.” Ucap Sung Ryong menyakinkan. Tuan Oh pun mengucapkan terimakasih karena ada orang yang bisa melihat kebaikan hatinya.

Sung Ryong berbicara kalau Manager Oh  akan mengundurkan diri dan menghabiskan waktu dengan keluarganya lalu meminta untuk bertahan di sana tapi merasa tidak bisa menahan tekanan itu. Ha Kyung ternyata duduk didepanya hanya bisa menatapnya, Sung Ryong heran dengan tatapan Ha Kyung.
“Sekarang, apa kau melihat aura yang mengelilingiku?” goda Sung Ryong bangga, Ha Kyung merasa bukan seperti itu.
“Kurasa, aku melakukan hal yang benar untuk membebaskanmu dari penjara.” Kata Ha Kyung, Sung Ryong mengeluh Ha Kyung itu  suka pamer sekali tapi menurutnyai itu memang pantas untuk pamer
“Tapi Apa yang kau katakan di atap tadi. Apa kau berbicara tentang dirimu? Koruptor.” Kata Ha Kyung mengejek
“Aku hanya membicarakan masalah umum di masyarakat kita.” Kata Sung Ryong mengelak

Ha Kyung merasa kalau sangat aneh karena Sung Ryong terlihat  begitu emosional. Sung Ryong pikir kalau Itu keahlian untuk membujuk Manager Oh, Ha Kyung pikir akan membelikan kepiting asin jika Sung Ryong mau mengakui itu.
“Tidak ada orang yang bisa menjadi koruptor bisa bebas. Kita semua membuat kesalahan dan melakukan yang salah. Tempat makan Kepiting yang ada di persimpangan sangat enak.” Kata Sung Ryong mengajak Ha Kyung pergi, Ha Kyung mengambil jaketnya lalu keluar dari ruangan. 

Pagi hari
Hee Yong melihat dua kursi diruang tunggu dan mengetahui kalau Tuan. Oh mengundurkan diri lalu Kepala Kim masih belum datang jadi berpikir kalau sudah menyerah dan menyuruh pihak keamanan membawa kembali meja dan kursinya. Tiba-tiba Sung Ryong berteriak meminta untuk menunggu, Hee Yong kaget melihat Sung Ryong yang mendorong sofa masuk ke ruang tunggu. Sung Ryong seperti mencari cara agar lebih nyaman diruang tunggu.
Bersambung ke episode 8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar