Sabtu, 25 Februari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 12 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Flash Back
Tae Ho datang ke tempat Jae Hyun mengajak untuk bicara. Jae Hyun pikir Tae Ho sudah sudah tahu segalanya jadi tak ada lagi yang harus dikatakan menurutnya Apapun yang dilakukan, Tae Ho kan mengubah keputusannya. Tae Ho melihat sebuah CD berlabel  ["Suara" untuk Choi Tae Ho]
“Kita sudah sukses seperti ini. Kenapa kau sekarang seperti ini? Semuanya mulai kacau bagi Dreamers. Jika kau membantu kami sedikit lagi...” ucap Tae Ho menenangkan Jae Hyu.
“Jadi Sampai kapan aku harus...membereskan masalah kalian? Apa harus aku hidup sebagai bayangan kalian selamanya?” kata Jae Hyun marah
“Hyung.. Apa mungkin kau butuh uang? Kalau itu masalahmu, aku akan  bicara dengan CEO Hwang...” ucap Tae Ho kembali menenangkanya.
“Apa menurutmu...Aku ini orang yang hina? Lebih baik Keluar dari sini kalau kau sudah selesai bicara. Aku tidak ingin mendengarnya.” Ucap Jae Hyun marah

Tae Ho terus meminta agar Jae Hyun mengatakan apa yang dinginkanya an mengabulkanya kecuali keluar dari agensi.  Jae Hyun makin marah merasa kalau Tae Ho tak bisa menyanyi dengan suaranya sendiri jadi pasti tak akan bisa mengurusnya sendiri.
“Jika kau punya waktu  bicara denganku seperti ini..., lebih baik pergilah, latihan vokal agar suaramu bagus.” Ucap Jae Hyun sinis
“Aku mengerti kau keluar dari agensi, tapi ini sudah keterlaluan.” Ucap Tae Ho sudah mulai naik pitam
“Ini tidak ada apa-apanya sama sekali dibandingkan  bagaimana perlakuan kalian padaku.” Kata Jae Hyun, Tae Ho pun seperti merasa tak bersalah 
“Kau hanya meminjamkan suaramu padaku. Apa aku belum terlalu bagus untukmu?” kata Tae Ho
“Kau bilang "Hanya meminjamkan suaramu"? Yahh baiklah... Suara itu akan hilang  dari pandanganmu sekarang. Jadi, mulai sekarang. Semoga kau berhasil. Aku akan melihat seberapa suksesnya dirimu nanti.” Sindir Jae Hyun, Tae Ho tak bisa lagi menahan amarah langsung memukul dan mencengkram tubuh Jae Hyun
“Apa kau pikir kau sehebat itu? Apa Kau pikir aku akan gagal tanpamu?” teriak Tae Ho, Jae Hyun menyuruh Tae Ho agar bisa melepaskan tanganya. Tae Ho langsung mendorong Jae Hyun dan akhirnya jatuh di koper besi.
“Aku hanya ingin meyakinkanmu. Aku minta maaf” kata Tae Ho tapi Jae Hyun hanya terdiam saat. Ia pun mendekat dan melihat kepala Jae Hyun berdarah dan saat itu ponsel Jae Hyun berada dibawah sofa nama So Hee yang menelpnya. 

Bong Hee akhirnya sampai depan hotel tapi mengerem dengan mendadak. Joon Oh mengeluh dengan cara Bong Hee menyetir, Bong Hee mengaku kalau sudah mencoba menginjak rem pelan-pelan. Joon Oh mengajak mereka segera masuk. Bong Hee melihat hotel yang besar dan tinggi lalu memoles bibirnya lebih dulu.
“Bong Hee.. kau sedang apa?” ucap Joon Oh yang sebelumnya sudah sampai pintu dan kembali lagi. Bong Hee yang kaget mencoret lipstiknya sampai keluar bibir dan akan segera keluar.
“Kenapa kau pakai make-up?” keluh Joon Oh akhirnya kembali lagi masuk ke dalam mobil.
“Kita 'kan mau masuk hotel. Jadi kupikir... Aku kelihatan jelek dan lusuh.” Kata Bong Hee polos.
“Memang apa bagusnya ke hotel? Apa kau tak pernah masuk hotel?” kata Joon Oh, Bong Hee mengaku kalau Ini kali pertamanya.
“Astaga Harus ku apakan kau ini? Kau pasti jarang kemana-mana sebelum bertemu denganku. Kau beruntung kau menjadi stylist-ku. Aku sudah membuatmu pernah naik  pesawat, dan mengajakmu ke hotel. Kau harusnya berterima kasih padaku, paham?” kata Joon Oh sambil menghapus lipstik keluar dari bibir Bong Hee.
Joon Oh mengambil kembali lipstik yang dipakain Bong Hee ingin memakai agar lebih cepat masuk Hotel. Bong Hee memajukan bibirnya seperti yang diminta Joon Oh, lalu berpikir kalau dibuat menjadi seperti badut. Joon Oh berkomentar Bong Hee yang terlihat cantik lalu mengajak segera keluar. Bong Hee melihat bibirnya di cermin tersenyum bahagia. 


Jaksa Yoon sudah menunggu di Hotel lalu melihat Tae Ho dengan beberapa bodyguard dan langsung menelp Bong Hee menanyakan keberadaanya.Bong Hee mengatakan akan masuk ke dalam hotel sekarang. Jaksa Yoon memberitahu kalau Tae Ho ada dihotel bersama dengan orang suruhannya Jang Do Pal.
“Mereka pasti curiga kalau  melihat kau dan Joon Oh. Berhati-hatilah, jangan sampai kelihatan oleh mereka. Aku akan pergi lebih dulu dan pesan kamar bagi kita.” Jelas Jaksa Yoon dengan melihat Tae Ho sedang berbicara dengan pengawalnya.
Joon Oh masuk ke lobby hotel memberitahu Bong Hee kalau harus melepas sepatu di hotel dan bertelanjang kaki. Bong Hee menurut akan melepaskan dan langsung melempar sepatu Joon Oh kalau dirinya bukan orang bodoh, tahu.Joon Oh kesal karena Bong Hee yang mengunakan bahasa banmal padanya.

Keduanya masuk kedalam lift,  Bong Hee menekan lantai tombol 15 tapi tak tertutup. Joon Oh mengejek Bong Hee yang  pertama kalinya naik Lift Hotel dan mencoba bicara pada speaker untuk ke lantai 15. Tapi tetap saja lift tak tertutup dan bergerak.
Tae Ho terlihat berjalan dengan para body guardnya. Seorang pria masuk lift mengunakan kartu lift dan menekan tombol lantai,  Bong Hee dan Joon Oh terdiam karena ternyata harus mengunakan kartu. Tae Ho tepat berada di depan lift saat pintu tertutup.
Wajah Joon Oh dan Bong Hee hampir saja terlihat, tapi karena seorang fans yang meminta tanda tangan membuat Tae Ho tak  melihat ke dalam lift. Dua body guard yang menjaga Tae Ho, menjauhkan fans yang membuat Tae Ho kesal. 


Jaksa Yoon memberitahu kalau Choi Tae Ho dan Jang Do Pal mulai beraksi dan Sepertinya mereka memang mengincar ponsel So Hee. Bong Hee duduk diam mendengarnyakanya, Jaksa Yoon juga  tidak yakin apa  isi di dalam ponsel itu tapi menurutnya berisi sesuatu yang  ingin dirahasiakan oleh mereka.
“Byeong Joo tadi bilang  kalau Jang Do Pal datang ke sini diam-diam tanpa  memberitahu Choi Tae Ho dan Katanya, ada yang aneh.” Cerita Bong Hee, Jaksa Yoon pun sedikit curiga.
Joon Oh duduk dikamar mandi membaca pesan dari Ki Joon “Aku tidak bisa memihakmu..., tapi menurutku kau harus tahu. Jang Do Pal menanyai Ji Ah, milik siapa ponsel yang ada di pulau itu. Dia sepertinya sensitif soal hal-hal mengenai So Hee karena Choi Tae Ho. Aku memberitahukan ini padamu karena mungkin ini bisa membantu membersihkan namamu. Kau tidak perlu berterima kasih padaku.”
Tentu saja aku  harus berterima kasih padamu. Aku sudah datang ke hotel buat mengambil ponselnya. Kau makin kurang cepat tanggap saja, Hyung. Aku tidak bisa bekerja denganmu kalau kau tidak cepat tanggap. Hiduplah bahagia... bersama Jang Do Pal dan Tae Ho selamanya” balas Joon Oh 

Ki Joon yang melihatnya mengeluh pada Joon Oh yang sebelum menyuruh jangan bilang siapa-siapa kalau sudah kembali ke Korea tapi sekarang malah keluar dan nanti ada orang yang melihatnya nanti. Ponsel Joon Oh berdering dengan nama  [Pengkhianat Jung Ki Joon]. Ki Joon menanyakan keberadaan Joon Oh sekarang.
“Kenapa kau peduli aku dimana?” kata Joon Oh sinis, Ki Joon meminta agar Joon Oh memberitahukanya saja.
“Aku ada di Plaza Hotel. Kau tahu tempatnya, hotel yang biasa kita datangi setelah jumpa fans dan makan empat kotak pizza disana.” Jelas Joon Oh
“Apa kau mengikuti Jo Hee Kyung? Apa kau sendirian?” kata Ki Joon panik
“Aku selama ini selalu sendirian  sejak kau mengkhianatiku.” Sindir Joon Oh
“Kalau Jang Do Pal atau Tae Ho melihatmu, bagaimana? Cepat Keluar dari sana sekarang.” Ucap Ki Joon panik

“Mereka tidak membuatku takut.Kenapa kau tak takut pada mereka?” kata Joon Oh melihat ada sebuah jerawat di dagunya.
Ki Joon memberitahu kalau situasi sekarang  jauh lebih serius  daripada yang mereka kira karena bergerak dalam gerombolan dan merasa kalau firasatnya tidak enak jadi meminta agar Joon Oh  Keluar dari sana krena akan berada dalam bahaya. Joon Oh tiba-tiba menjerit kesakitan, Ki Joon panik berpikir sudah terjadi sesuatu.
Ji Ah baru keluar dengan asistantnya, Ki Joon meminta agar Ji Ah agar pulang sendiri karena ada urusan mendesak lalu bergegas pergi dengan menghentikan taksi, Ji Ah dengan asistant berusah mengikuti taksi yang dinaiki oleh Ki Joon. 

Byung Joo sedang berada dalam ruangan CEO Jang mengirimkan pesan “Semuanya baik-baik saja.” Bong Hee membaca pesan dari Byung Joo merasa kalau Tapi tata bahasanya salah. Joon Oh yang sibuk dengan jerawatnya menyuruh Bong Hee agar membalas pesannya untuk tetap mengawasi CEO Jang.
“Jadi maksudmu...Kamar Jo Hee Kyung dan kantor kampanyenya adalah tempat kemungkinan besar ponsel So Hee berada.” Kata Joon Oh
“Ya. Jang Do Pal dan Tae Ho juga pasti tahu itu. Kita harus mendapatkan ponsel  itu sebelum mereka.” Ucap Jaksa Yoon
“Kau harus pergi ke kantor kampanyenya. Bong Hee dan aku yang akan memeriksa kamarnya.” Kata Joon Oh membagi tugsa
“Kalian harus berhati-hati. Mereka juga akan mencari ponsel itu.” Ucap Jaksa Yoon khawatir
“Jangan khawatir. Kami akan  menemukannya dan keluar dengan aman.” Kata Bong Hee menyakinkan.
“Mulai sekarang, ini semua tentang waktu. Jo Hee Kyung keluar dari kamarnya sore hari untuk berkampanye. Di situlah kesempatan kita. Kalian harus mencari kamarnya ketika dia sudah pergi.” Pesan Jaksa Yoon
Bong Hee mengerti,  Joon Oh sudah siap pergi. Jaksa Yoon sangat khawatir meminta agar Joon Oh bisa berhati-hati. Joon Oh menenankan Jaksa Yoon agar tak khawatir dan akan mendapatkan ponselnya So Hee apapun yang terjadi. Bong Hee pun membuang tissue yang digunakan Joon Oh untuk membersihkan jerawatnya. 


Anak buah Tuan Jang menerima sebuah amplop coklat bertuliskan [Partai Tangpyeong]dan memberikan amplop yang cukup tebal terlihat sebuah lembaran 50ribu won. Di pinggir jalan, Hee Kyung dan Penyidik Oh sedang melakukan kampanye sebagai anggota DPR.
Penyidik Oh dengan mata jelinya melihat keseberang jalan, anak buah CEO Jang memberikan amplop coklat. CEO Jang melihat isinya yaitu “Jadwal Kampanye Jo Hee Kyung” senyuman liciknya pun terlihat. Penyidik Oh bisa merasakan rencana licik yang akan dilakukan CEO Jang. 

Seorang pembersih kamar datang, Bong Hee mengambil kunci kamar dan melemparkanya, Joon Oh kesal dengan cara melempar Bong Hee. Keduanya malah saling belajar melempar kunci dengan benar agar mudah ditangkap. Setelah itu masuk ke dalam hotel. Jaksa Yoon memerintahkan agar mencari dari Kamar Jo Hee Kyung.
Byung Joo pergi ke  tangga darurat melihat beberapa pengawal sedang istirahat dengan sopan menyapanya dengan membagikan minuman kopi. Belum selesai membagikan kopi, seperti mereka sudah di panggil kembali untuk bertugas. Byung Joo binggung karena Joon Oh adadi kamar lalu mencoba menelp Bong Hee. 

Joon Oh kebinggungan karena tak menemukan apapun, Bong Hee juga mencari ke bagian bawah TV. Ponsel Bong Hee berdering dan melihat Byung Joo yang menelpnya, saat itu terdengar bunyi suara pintu yang akan terbuka. Bong Hee pun panik. 

Saat itu Tae Ho masuk dengan dua bodyguardnya, terdengar saura ponsel. Tae Ho pun bisa mendengarnya terlihat curiga kalau ada seseorang didalam. Joon Oh dan Bong Hee sudah bersembunyi dibawah kamar wastafel, dengan Joon Oh yang mengeluh Bong Hee tak mengatur dalam keadaan getar.
“Kau dengar suara barusan, 'kan?” kata Tae Ho, dua pengawalnya merasa tak mendengar apapun.
“Berjagalah kalau ada orang datang.” Perintah Tae Ho, dua pengawalnya langsung menempelkan alat penyadap pada ruangan.

Tae Ho masuk ke kamar mandi melihat wajahnya, tak sengaja ponslenya terjatuh dari saku bajunya. Joon Oh dan Bong Hee panik tapi saat itu terdenganr bunyi gedoran pintu. Tae Ho pun tak sempat menunduk dan keluar kamar mandi dengan mengambil ponselnya. Joon Oh malah berkomentar kalau Tae Ho yang membeli sepatu baru
Ki Joon dan Ji Ah masuk ke dalam kamar setelah pengawal membuka pintu, Tae Ho kaget melihat keduanya datang, Ki Joon sambil melirik ke dalam mengatakan kalau  Ji Ah akan mengambil peran itu. 

Flash Back
Ki Joon bertemu dengan Byung Joo di lobby, keduanya sama-sama menanyakan alasan datang ke hotel. Ki Joon beralasan kalau  kebetulan ada di dekat sini lalu bertanya Sudah berapa lama di hotel, Byung Joo mengaku tadi keliling-keliling saja.
“Apa Kau sudah melihat dia? Siapa yang kau lihat hari ini?” ucap Ki Joon tak bisa menyembuta namanya akhirnya keduanya sama-sama menyebut nama Joon Oh dan saling terkejut.
“Apa Kau kemari mau menemui Joon Oh Hyung?” kata Ki Joon, Byung Joo memberitahu kalau Joon Oh dalam bahaya karena  Sekarang, Tae Ho pergi ke kamar tempat Joon Oh berada.
“Apa Joon Oh Oppa ada di sini?” ucap Ji Ah yang datang mendengar pembicaraan keduanya

Tae Ho menatap curiga pada Ji Ah seperti bisa merasakan sesuatu. Ji Ah pikir Tae Ho tak suka dengan keputusanya, Tae Ho mengelak kalau tak mungkin dirinya tak menyukai itu. Ji Ah meminta agar memustuskan sebelum berubah pikiran.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Ki Joon ingin masuk ke dalam. Tae Ho pun mendorong keduanya agar bicara di luar saja. Ki Joon berpura-pura penasaran dan berjalan keluar.
“Aku tak menduganya tapi Kenapa kalian datang jauh-jauh ke sini?” kata Tae Ho, Ki Joon kebingungan menjelaskanya.
“Karena ini sangat mendesak.” Ucap Ji Ah, Ki Joon pun membenarkan.
“Kau padahal kemarin-kemarin tidak mau peran itu. Tapi sekarang kau bilang  ini mendesak” sindir Tae Ho
“Bilang saja kalau kau tak mau. Biar nanti kuberitahu CEO Jang.” Ucap Ji Ah, Tae Ho pikir tak perlu dan menyuruh Ji Ah mengambil peran itu saja lalu berjalan pergi.
Ki Joon menerima pesan dari Joon Oh “Aku memaafkanmu. Ada restoran pizza di seberang hotel. Apa Kau bisa pesan pizza tanpa daging?” senyuman keduanya pun bisa terlihat. 

Bong Hee dan Joon Oh berpikir kalau sudah aman,  lalu keluar dari persembunyian karena berpikir akan ketahuan. Joon Oh mengambil sebotol minuman meminta Bong Hee agar membuka untuk nya. Bong Hee yang kehausan lebih dulu meminum untuknya.  Tiba-tiba Jaksa Yoon datang memberitahu kalau  sudah tahu dimana ponselnya So Hee.
Penyidik Oh membawa kotak dari benda-benda yang hilang, Jaksa Yoon yakin kalau ponsel itu ada pada penyidik Oh. Hee Kyun masuk ruangan, Penyidk Oh mengatakaan akan membawa ponsel itu ke tempat yang diminta. Hee Kyung pun menyuruh Penyidik Oh agar berangkat lebih dulu. 

CEO Jang pun bisa mendengar pembicaraan Hee Kyung.
“Mulai sekarang, janganbiarkan Tae Ho mengetahuinya dulu. Hanya kita saja yang pergi. Jika Tae Ho tahu rencana kita ini maka tamatlah kalian.” Ucap CEO Jang
Anak buah CEO Jang datang memberitahu bahwa Ji Ah dan Ki Joon ada di sini. CEO Jang terlihat kaget. 

Jaksa Yoon merasa Jang Do Pal sudah tahu jadi harus bergerak lebih  cepat daripada mereka dengan membagi tugas kalau dirinya yang akan urus Jang Do Pal dan mereka berdua urus Penyidik Oh.
CEO Jang bergegas pergi ke parkiran meminta agar mereka bergegas sebelum kehilangan jejak. Jaksa Yoon berada dalam mobil menelp seseorang meminta bantuanya.
Penyidik Oh sudah membawa kotak dan menaruh dalam bagasi, Joon Oh dan Bong Hee sudah mengamatinya dan mulai mengikuti Penyidik Oh dari jarak jauh agar tak ketahuan


Byung Joo baru saja membawakan makan tapi anak buah CEO Jang bergegas pergi. Ki Joon sedang ada didalam lift bersama Tae Ho dan Ji Ah,  CEO Jang menelp bertanya apakah Tae Ho bersamanya. Ki Joon membenarkan, CEO Jang meminta agar Ki Joon mendengarkan saja dan Jangan bicara apapun. Ki Joon mengerti.
“Jangan pergi dari hotel. Tetaplah bersama Tae Ho selama satu jam. Paham?” perintah CEO Jang. Ki Joon mengerti.
Tae Ho langsung bertanya siapa yang menelpnya, Ki Joon mengaku kenalanya saja dan menawarkan agar bisa makan saat mendiskusikan filmnya. Saat itu keluar dari lift, Tae Ho dikagetkan dengan anak buah CEO Jang berlari dan masuk ke dalam mobil. Ia pun ikut bergegas dengan  menarik keluar pengawal lain. 

Beberapa mobil berada didepan Penyidik Oh seperti anak buah CEO Jang. CEO Jang menanyakan pada sopirnya yang terus melihat ke spion, Sek memberitahu kalau ada yang mengikuti mereka. Jaksa Yoon sengaja mengemudikan mobilnya tak menjaga jarak CEO Jang sengaja mengikutinya.
Sementara Bong Hee kena omel Joon Oh karean malah lurus terus dan harusnya putar balik. Bong Hee merasa tidak pernah putar balik. Jaks Yoon terus mengikuti mobil CEO Jang untuk menghalangi jalanya. Keduanya pun seperti kejar-kejaran dalam film, disebuah pertigaan dua mobil polisi melihat yang kecepatan melebihi standart yang ditentukan.
Polisi langsung menyuruh keduanya agar bisa menepi. CEO Jang turun dari mobil dengan wajah kesal dan betapa kagetnya melihat Jaksa Yoon yang mengemudikan mobilnya. Jaksa Yoon menyindir kalau mobil CEO Jangharus diberhentikan karena tadi mulai mempercepat lajunya. 
Saat itu Bong Hee dan Joon Oh lewat dengan mobil berkecepatan rendah,  Bong Hee pun melihat mobil milik Penyidik Oh yang ada didepan mereka, dengan bangga kalau memang benar harus terus melaju lurus. Joon Oh mengomel  sendiri karean baru melihat mobil Penyidik Oh dan menyuruh Bong Hee agar jagar jarak
“Itu hal yang paling sulit kulakukan.” Akui Bong Hee. Joon Oh menyuruh Bong Hee jangan banyak tersenyum karena mereka sedang mengikuti seseorang. Bong Hee pun memperlihatkan wajah serius.
Penyidik Oh tiba-tiba merasakan perutnya bergejolak dan melihat kalau ada pom bensin agar mengisi bahan bakar serta mengosongkan perutnya. Bong Hee melihat mobil penyidik Oh yang berbelok ke pom bensin, Joon Oh pikir itu tempat peristirahatan. Bong Hee memberitahu kalau itu adalah pom bensin.
Joon Oh memberitahu kalau Kedua tempat itu biasanya bersebelahan lalu memperingatkan Bong Hee agar tak menyalakan lampu sen karena mereka sedang mengikutinya lalu membantu dengan memegang stir agar mobil mereka bisa masuk ke jalur kanan.
 Penyidik Oh meminta isi bensin 20 liter dan buru-buru masuk ke dalam toilet. Bong Hee dan Joon Oh akhirnya memarkir mobilnya, Bong Hee pun membagi tugas akan akan mengulur waktu dan Joon Oh geledah mobilnya. Joon Oh seperti tak yakin tapi Bong Hee memberikan semangat agar Joon Oh bisa melakukanya.

Bong Hee melihat penyidik Oh yang masuk ke dalam toilet, sementara Joon Oh membuka bagasi mobil yang tak terkunci. Bong Hee sengaja menahan pintu dengan beberapa barang agar tak terbuka, penyidik Oh akhirnya selesai ingin keluar langsung panik karena terkunci dari luar dan berteriak meminta tolong. Bong Hee sengaja menuliskan [Toilet sedang rusak]
Joon Oh mengambil isi dari kotak berlabel “Benda tertinggal dari kecelakaan tersebut”. Hee Kyung sedang ada didalam mobil menelp seseorang bertanya apakah sudah di jalan sekarang. Pria itu mengatakan baru saja tiba

Akhirnya Joon Oh membuka kotak yang sengaja diambil dari Hee Kyung, tapi ternyata kotaknya kosong dan hanya berisi kertas koran. Sementara ponsel milik So Hee sudah ada di tempat reparasi oleh anak buah Hee Kyung lainya.
Flash Back
Hee Kyung sengaja memasukan amplop untuk ponsel So Hee mengatakan kalau mereka  harus memeriksanya dan harus mencari tahu apa yang ada didalamnya, karena Pasti ada alasan kenapa semua orang menginginkan ponsel ini. Ia perlu mencari tahu sebelum orang lain yang mendapatkannya.
Penyidik Oh pun membawa kardus dengan mengatakan akan menaruhnya di tempat yang dimintanya.  Hee Kyung menyuruh penyidik Oh agar  berangkat lebih dulu, seperti sudah tahu bahwa kamarnya disadap oleh CEO Jang untuk mengelabuhinya. 



Bong Hee menerima telp dari Manager Jung. Ki Joon memberitahu kalau keadaan gawat karena Tae Ho ada dalam perjalanan ke sana sekarang dan mereka harus segera pergi sekarang.  Saat itu Joon Oh terlihat kesal dan merasakan ada seseroang dibelakangnya, lalu melihat kearah belakang Tae Ho sudah berdiri dibelakanganya.
Tae Ho bisa tahu kalau itu dari sorot matanya adalah Joon Oh, Joon Oh langsung menatap penuh amarah pada Tae Ho yang membuat dirinya dianggap sebagai pembunuh. Bong Hee kaget karena melihat keduanya sudah bertemu.

“Ini Tidak mungkin. Apa Kau masih hidup?Kau tak mungkin bisa hidup.” Ucap Tae Ho tak percaya, Joon Oh pun mulai menurunkan maskernya.
“Aku selama ini tidak merasa hidup, Tae Ho...Karena itulah aku merasa bebas sekarang.” Kata Joon Oh lalu berjalan pergi dan menarik Bong Hee untuk segera meninggalkan pom bensin. Tae Ho terdiam seperti menahan amarahnya karena Joon Oh ternyata masih hidup.
Bersambung ke episode 13

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar