Senin, 13 Februari 2017

Sinopsis Night Light Episode 19 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Gun Woo kaget mengetahui tahu CEO Seo datang ke proyek kota baru. Moo Sam membenarkan kalau baru saja pergi ke pusat penahanan dini hari tadi dan itu yang dikatakan oleh kakaknya. Gun Woo ingin tahu darimana info itu berasal. Moo Sam menyebutkan kalau itu dari  Seongbuk-dong.
“Dia mengatakan Tetua telah mengunjunginya kemarin.Informasi ini berasal darinya.” Jelas Moo Sam
“Apa ayahku percaya padanya?” tanya Gun Woo seperti tak percaya
“Dia ingin memeriksanya.Jika itu tidak berdasar, akankah dia berkunjung untuk mengatakan itu?Bagiku juga, CEO Seo diam-diam menarik diri, jadi terlihat mencurigakan.”kata Moo Sam
“Jika kita melakukan ini... Tetua dan CEO Seo,keduanya dapat ditangani sekaligus!” ungkap Gun Woo bahagia. 

Gun Woo masuk ruangan, membahas   Tentang proyek kota baru, meminta agar membuat daftar investor dan perusahaan asing, dan memberikan padanya. Sek Moon terlihat sedikit gugup, Gun woo yang melihatnya langsung bertanya apakah ada masalah 
“Ibu Jeong Su Yeon sudah menghubungi kita.” Kata Sek Moo
“Apa Dia bilang mendapat respon dari kakaknya?” tanya Gun Woo
“Bahkan jika kita setuju, bagaimanapun juga jika itu masalah Collin Company, dia tidak akan bekerja sama.Dia tidak memiliki rencana untuk kembali ke korea lagi.” Jelas Sek Moo
“Sepertinya kita harus mengubah rencana kita.Daripada lewat Tetua, mari kita pergi langsung ke Seo Yi Kyung” kata Gun Woo
Sek Moo masih tetap binggung dengan rencana Gun Woo,  Gun Woo meminta Sek Mo agar mengumpulkan daftar investor lebih dulu karena jawabannya pasti akan ada di sana selain itu juga bagi Se Jin, mereka harus tetap terlihat sepertimasih menyelidiki Collin Company. Sek Moo mengangguk mengerti. 

Sung Moon pikir Tuan Jang pergi menuju kediamannya dan pergi ke pusat penahanan. Yi Kyung bisa membayangkan apayang akan bicarakan karena pasti menggunakan "teman-teman lamanya"sebagai alasan untuk mencari tahu kelemahan dirinya.
“Tentang Mujin Group, mereka akan mulaipemeriksaan ke perusahaan investasi.” Kata Yi Kyung pada Sek Kim
“Jika kita menebaknya,mereka akan melakukan Investasi ke Hong Kong.Dibandingkan dengan investasi perusahaandan modal, investasi mereka sangat tinggi.Mujin pasti akan mendugabahwa uang ini dari mu.” Kata Sek Kim. 

Sek Moo dan tim sedang berkumpul bersama lalu  memberikan sebuah berkas, Gun Woo melihat lembaran Investasi Ocean. Sek Moo menjelaskan  kuartal ke-2 dan laporan aset di kuartal 4
Sementera Sek Kim dalam ruanga memberitahu Setelah pihak Gun Woo  berada di kuartal 2, akan menggali informasi ke kas Ocean ini. Yi Kyung memastikan kalau mereka tidak bisa ketahuan dengan mudah, Sek Kim yakin karena akan sulit untuk menemukannya. Gun Woo bertanya pada Sek Kim apakah  masih belum menemukannya
“Saat ini, kita telah membaginya menjadi beberapa bagian. Kita akan melakukan yang terbaik untuk menemukan dengan cepat.” Jelas Sek kim
“Berikan beberapa untukku juga. Aku juga akan mencarinya.” Kata Gun Woo ingin membantu
Yi Kyung pikir Setelah Gun Woo  sampai ke lapisan ketiga, pasti menghubungkannya ke Galeri. Sek Kim sudah tahu bahwa Gun Woo akan menemukannya dalam 2 atau 3 hari. Gun Woo terus mencarinya lalu memanggil Sek Moo yang sedang membagikan makanan pada tim yang membantu.
“ Apa kau tahu tentang perusahaan ini?” ucap Gun Woo,  Sek Moo melihat namanya Bank Kuroda Investment lalu berpikir ini nama baru.
“Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Ilhan Finance.” Ucap Gun Woo, Sek Moo Pun berpikir kalau...
“... Bekas Perusahaan Ketua Seo Bong Su. Seo Yi Kyug telah menyembunyikannya dengan sangat baik... tapi untaian rambutnya terlihat!” kata Gun Woo dengan bangga bisa menemukan kelemahan  Yi Kyung. 


Se Jin kaget melihat Yi Kyung yang datang ke tempat kerjanya, Yi Kyung bisa melihat tempat kerja Se Jin selama ini karena Lebih baik daripada yang dibayangkan. Se Jin panik karena  Yi Kyung tak bisa ada ditempatnya takut ada orang yang melihat.
“Apa yang kau takutkan? Apa karena kau mata-mata, jadi aku tidak bisa berada di sini? Aku bisa memutarnya juga, kan? Bersikap seperti tidak ada yang menyadarinya, tapi ada tujuan tertentu kenapa aku datang ke sini.” Jelas Yi Kyung
“Bagaimanapun, itu tidak baik untuk membiarkan orang lain melihatnya. Mari kita pergi lebih dulu.” Ajak Se Jin panik, tapi Yi Kyung memilih untuk duduk
“Ada sesuatu yang harus kau lakukan.” Kata Yi Kyung, Se Jin tetap berdiri. Yi Kyung langsung menyindirinya lalu menyuruhnya untuk segera duduk.

Se Jin pun bertanya Bagaimana Jika file itu ditemukan oleh Gun Woo, Yi Kyung pikir  mungkin akan sangat terkejut, tapi akan percaya. Bahkan jika arah serangan berubah sedikit, target dapat muncul walaupun sangat jauh. Akhirnya, itu akan menjadi perang antara Mujin Group dan Seongbuk-dong.
“Siapa yang akan... menjadi pemenang dalam perang ini?” tanya Se Jin
“Kedua belah pihak akan kehilangan.” Ucap Yi Kyung

“Ketika semua ini berakhir, rencanamu juga akan berakhir, kan?” kata Se Jin
“Tidak ada yang berhenti... sampai itu berakhir. Memangnya Kenapa? Apa kau ingin menghentikan ku lagi?” tanya Yi Kyung, Se Jin mengelengkan kepalanya
“Aku tidak peduli berapa banyak pintu yang terkunci. Aku akan membantu membuka semuanya. Kemudian, kau bisa naik ke puncak lebih cepat.” Tegas Se Jin
Yi Kyung mengemudikan mobilnya lalu menelp Sek Kim agar mengirimakan file pada Se Jin. Se Jin dirumah terlihat gelisah dan hanya duduk diatas tempat tidurnya. 


Esok paginya, email masuk ke dalam komputer Se Jin dari Yi Kyung “Minta bantuan Son Ma Ri, untuk menemui ketua Son Ui Seong Rinciannya terlampir di file.”
Sek Kim masuk ruangan Gun Woo dengan panik membawakan berkas dari hasil penyadapanya pada komputer Se Jin. Gun Woo melihat itu adalah Manajemen Kontrak Kerjasama. Se Kim mengatakan kalau itu adalah email yang Yi Kyung kirim ke Lee Se Jin dan hasil cetakan dari file terlampir.

“Dalam file itu kita telah memasukkan ke dalamnya data bank Kuroda Investasi, itu menunjukkan  Ketua son Ui Seong memiliki hubungan dengan perusahaan Jepang. Kita ada di dalam catatan transaksi dan bahkan beberapa item yang sepele.” Jelas Sek Kim
“Dia pasti berpikir bahwa akan berhasil. Ini Menyedihkan.” Ejek Yi Kyung yang bisa mengelabuhi Gun Woo
“Apa cukup untuk menang dengan mengandalkan file itu?” tanya Sek Kim
“Kita juga akan membuang sesuatu yang sedikit lebih berisik dan bisa memberikannya pada waktu yang tepat.” Ucap Yi Kyung
“Kita sudah menyelesaikan semua yang harus di lakukan, jadi minta Se Jin berhenti pergi ke kantor itu.” Pikir Sek Kim. Yi Kyung malah bertanya tentang Tak. 

Tak sedang ada diparkiran memata-matain Ki Tae yang akhirnya keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil anaknya.  Tapi Ma Ri hanya diam saja tak menjalankanya mobilnya, bertanya pada ayahnya Berapa lama lagi berencana untuk main petak umpet dalam hidupnya.
“Pergilah pada kakek dan memohon pengampunan!” ucap Ma Ri pada sang ayah
“Apa Kau ingin melihat aku mati? Aku bilang pergi!” tegas Ki Tae, Ma Ri bertanya kemana mereka akan pergi sekarang. Tak langsung mengikuti mobil Ma Ri yang membawa Ki Tae. 

Moo Sam melihat berkas yang dibawakan Gun Woo mengetahui kalau investasi ilegal ada dalam proyek bukan dari Yi Kyung tapi Seongbuk-dong. Gun Woo membenarkan , kalau Bank investasi dari Jepang merupakan anak perusahaan dari Ilhan Finance tapi tampaknya baru mulai transaksi rahasia dengan Ketua Son.
“Setelah itu, apa dana TJ Yayasan itu diam-diam dibuang ke proyek kami?” kata Moo Sam
“Melempar tanggung jawab investasi ilegal ke CEO Seo, dan intervensi dalam proyek kota baru, harus diperhitungkan.” Jelas Gun Woo
“Orang tua itu memang licik! Dia membuat kita benar-benar dalam kegelapan, dan membuat masalah dengan tangannya sendiri. Jadi apa yang kita lakukan sekarang?” tanya Moo Sam geram
Gun Woo pikir mereka  perlu melaporkannya ke Layanan Pengawas Keuangan atau Jaksa Yang akan membekukan dana yang diinvestasikan secara ilegal dan mengambil kekuasaannya itu. Tapi Moo Sam pikir Itu tidak akan bisa membantu proyek.
“Minta saja setiap investor untuk melihat apa yang terjadi. Dengan investor yang ada, itu adalah masalah. Dengan investor bisnis lebih lanjut juga melihatnya  sebagai kerugian, dampaknya terlihat jelas! Jangan menjadi egois, dan hanya melakukan ini... Kirim pesan ke Seongbuk-dong dulu, untuk menarik uang keluar, dan berhenti melakukannya lagi. Kemudian, itu akan membuat kedua belah pihak aman!” ucap Moo Sam meminta keponakanya agar mendengarnya.
“Apa takut mereka akan membalas? Apa kau takut kalau Seongbuk-dong akan mengungkapkan informasi suap yang mereka punya tentangmu?” sindir Gun Woo
“Iya. Aku takut! Kehilangan posisi Ketua karena perbuatan masa lalu... membuatku takut, apa kau mengerti? Apa aku mau menjalani hidupku yang sangat hina ini?” kata Moo Sam marah
Gun Woo berusaha menenangkan, tapi Moo Sam pun menyuruh Gun Woo melakukan saja yang dinginkanya kalau memang akan melihat dirinya mengunakan pakaian yang sama dengan sang kakak. 


Gun Woo melihat Se Jin yang sedang mengepel lantai,  Se Jin pikir Tempat yang sering digunakan bersih, tapi tempat-tempat lain semuanya ditutupi dengan debu lalu menyuruh Gun Woo untuk duduk lebih dulu dan menawarkan minuman.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Se Jin heran melihat tatapan Gun Woo yan berbeda.
“Aku merasa  Sakit kepala karena masalah perusahaan. Aku tidak bisa melakukan ini... atau itu. Itu semacam dilema.” Ucap Gun Woo, Akhirnya Se Jin duduk didepan Gun Woo berusaha untuk simpati bertanya apakah ini serius.
“Ini serius bagiku. Ada satu hal yang harus aku lakukan demi perusahaan. Tapi aku tidak bisa memutuskan untuk melakukannya karena keluargaku.” Jelas Gun Woo
“Aku minta maaf, tidak bisa membantumu” kata Se Jin
“Sepertinya kau bersih-bersih itu sia-sia. Kau tidak perlu datang untuk bekerja mulai besok, Se Jin.” Kata Gun Woo
Se Jin kaget bertanya kenapa Gun Woo tiba-tiba memutuskan hal iytu. Gun Woo merasa Se Jin sudah banyak membantunya, da ia takut akan terus mengharapkan bantuan Se Jin. 

Se Jin berjalan ke depan cafe dan melihat sebuah mobil yang dikenalinya, Ma Ri duduk sendirian dalam cafe. Se Jin mengejak Ma Ri seperti akan tenggelam ke lantai, Ma Ri pun menyapa Se Jin sebagai teman yang pintar, Se Jin pun langsung bertanya ada apa dengan temanya itu.
“Kenapa sangat rumit untuk hidup di dunia ini? Semua orang selalu licik... Dan kenapa selalu membuat banyak alasan?” keluh  Ma Ri, Se Jin berpikir itu pasti karena Ayahnya.
“Ayah, Kakek, dan yang lainnya juga. kauLihat ini... wajahku! Semua kaku sekarang! Semua ini membuat kulitku kacau!” keluh Ma Ri memegang pipinya.
“Aku pikir kau terlihat baik-baik saja, lebih baik Kuatkan dirimu. Segalanya akan baik-baik saja.” Ucap Se Jin menghibung,
Ma Ri pun bertanya balik pada Se Jin apakah baik-baik saja,  Se Jin malah balik bertanya mengenai hal apa. Ma Ri pikir semuanya. Se Jin mengaku baik-baik saja, Ma Ri pikir Se Jin akan melakukannya dengan baik juga dan ia sudah melakukan banyak penyelamatan.

Yi Kyung menerima telp lalu meminta agar untuk sementara Se Jin tidak perlu bekerja di sana. Se Jin pikir kalau Gun Woo sepertinya banyak mengalami kesulitan. Yi Kyung yakin tidak bisa menemukan kesulitan. Mulai sekarang, masalah hanya akan lewat.
“ Direktur... Bahkan jika aku tidak bekerja di sana, maka aku tidak akan kembali ke Galeri. Aku ingin mencari sendiri apa yang aku harus lakukan.” Ucap Se Jin, Yi Kyung bisa mengerti
“Apa aku membuatmu marah?” tanya Se Jin,  Yi Kyung mengatakan tidak tapi meminta Se Jin harus berjanji satu hal.
“Jika aku memintamu untuk datang, kau akan segera datang.” Tegas Se Jin, Yi Kyung mengangguk mengerti 

Yi Kyung berada didalam mobil dengan wajah tegang, Tuan Park membuka pintu dan menyambut Yi Kyung yang akhirnya datang menemuinya, karen selama ini sudah berpikir anak teman lamanya  itu akan datang suatu saat. Yi Kyung juga tahu kalau Tuan Park itu akan menunggunya Tapi dirinya sibuk dengan banyak hal.
“Apa Karena Jang Tae Jun? Apa itu benar? Jadi investasi eksternal adalah perbuatan Jang Tae Jun... Benarkan?” kata Tuan Park,  Yi Kyung membenarkan.
“Dia ingin memanfaatkanku dan membuatmu dalam masalah Terakhir kali kita bertemu, aku agak curiga karena dia orang yang licik seperti itu.” Kata Tuan Park kesal
“Ketua Park Moo Sam dan Gun Woo  berpikir untuk menutupinya.” Kata Yi Kyung
“Yah.. Mungkin. Orang-orang itu juga... tidak akan memiliki pilihan lain, untuk menghindari kerugian bagi kelompok.” Ucap Ketua Park

“Ketua, ini bukan pertama kalinya bagimu, kan? Saat ayahku diusir dari sini juga, kalian berdua bergabung di sisi yang sama seperti sekarang. Lalu Tetua menghasutmu. Dan kau pergi bersamanya, bertindak seperti kau bisa melakukan apapun demi dia.” Kata Yi Kyung mengingatkanya.
Ketua Park meminta Yi Kyung mendengarkanya,   tapi Yi Kyung langsung menyela merasa kalau dirinya akan mendengar alasan dari Tuan Park  "Ini adalah keserakahan temanku yang tua, jadi aku tidak punya pilihan". Tuan Park hanya bisa menghela nafas panjang seperti sudah tak ada pilihan.
“Apa kau tahu perbedaan manusia dengan hewan? Jangan melakukan kesalahan yang sama lagi. Pasti akan salah kalau melakukan itu lagi ‘kan? Dia tidak akan menjadi manusia, tapi jadi binatang.” komentar Tuan Park
“Jika ayahku mendengar itu, dia akan sangat senang. Kalau begitu, aku akan menunggu..” Tegas Yi Kyung lalu keluar dari ruangan pertemuan. 


Yi Kyung menelp Ketua Son mengatakan kalau harus membuatnya dalam kesulitan sekali lagi, Ketua Son panik bertanya apa yang akan terjadi pada anaknya dan apakah belum mengetahui keberadaanya.  Yi Kyung memberitahu Ki Tae yang terus berpindah-pindah dan Untuk saat ini, mereka akan menjamin keselamatannya.
“Jika ada yang tidak beres dengan anakku Gi Tae, kau akan berada dalam masalah besar juga.” Kata Tuan Son mengancam
“Berhenti dengan ancaman tak berguna seperti itu, dan dengarkan apa yang kau bisa sampaikan kepada Seongbuk-dong.” Ucap Yi Kyung 

Tuan Park duduk diam dalam ruangan, teringat kembali ucapan Tuan Jang meminta agar melupakan  Lupakan keserakahan orang tua itu, dan biarkan pergi sekarang.
“Setelah aku hidup cukup lama, waktu akan datang untuk membiarkannya pergi Tapi waktu belum juga datang.” Ucap Tuan Jang
Sementara Yi Kyung sudah tahu kalau dirinya akan memberikan alasan  "Ini adalah keserakahan temanku yang tua, jadi aku tidak punya pilihan". Seperti dirinya ragu memutuskan mana yang harus dipilihnya sekarang.
Yi Kyung membuang lembaran foto olimpade 1988 yang sudah dirobeknya seperti ingin menyudahi perjuanganya, Se Jin terlihat sedang membereskan pakaian dalam tas besar lalu melihat kembali foto saat makan malam bersama dengan Yi Kyung. 

Tuan Park bertemu dengan Jaksa yang menyelidiki Seongbuk-dong bersama Gun Woo, lalu bertanya Apa Collin Company akan berakhir tanpa memiliki apapun. Jaksa binggung karena Tuan  Park itu bisa mengetahuinya. Tuan Park menegaskan  Tidak ada trik yang bisa membantu melarikan diri dari tangan Buddha!
“Di antara jaksa, banyak yang mendapat beasiswa dari Mujin... Kau kenal 'Jaksa Choe', kan?” ucap Tuan Park
“Aku Choe Dong Seok.” Kata Jaksa Choe memperkenalkan diri. Tuan Park berpikir kalau Jaksa Choe pasti akan maju, Jaksa Choe binggung
“Seorang mantan presiden dan ketua mempunyai rahasia-rahasia negara... Bukankah itu kasus yang cukup besar?Harga itu adalah harga untuk mendapatkan hak istimewa dalam mengembangkan kota baru. Itu pasti kasus yang besar. Apa yang kau pikirkan? Apa kau mau?” kata Tuan Park, Jaksa Choe terlihat tertunduk kebingungan. 


Di tempat Tuan Jang, terlihat ketegangan. Ketua Son datang membisikan pada Sek Nam kalau ada hal yang penting dan perlu bertemu Tetua segera. Akhirnya ketiganya menemui Tuan Jang, Sek Nam memberitahu kalau  Jaksa Agung telah mengirimkan pesanan khusus.
“Setiap orang diam-diam menyelidiki kasus ini. Mereka sekarang membentuk tim bersama-sama, untuk membawamu ke penjara segera.” Jelas Sek Nam
“Ketua Park Moo Il mengungkapkan informasi proyek gas Rusia dari 8 tahun yang lalu, dan telah membocorkan semua bahkan hak istimewa untuk proyek kota baru Mujin.” Jelas Ketua Son
“Apa Mereka berpikir Tuan Jang adalah satu-satunya orang di balik itu semua? Ketua Park Moo Il juga...” ucap Sek Nam geram dan langsung di sela oleh Ketua Son.
Ketua Son pikir mereka harus melupakan masalah itu,  karena Ketua Park mencoba untuk menghancurkan Tuan Park juga. Tuan Jang terlihat panik membuka kacamata dengan tangan gemetar. Sek Nam pun meminta izin  menghubungi beberapa pejabat atas yang dikenalnya. 

Gun Woo pergi ke ruangan Se Jin yang sudah kosong, saat itu Sek Moo datang dengan wajah panik. Yi Kyung duduk di meja kerja menonton berita tentang Park Moo Il  mantan ketua Mujin Group, yang telah membatalkan Persidangan.
“Dia telah ditahan karena dicurigai menggelapkandana perusahaan, korupsi dan penggelapan pajak. Tuan Park Moo Il, melalui pengacaranya mengatakan bahwa dia melepaskan haknya untuk banding.Melalui pengacara Ketua Park Moo Il, dia tidak akan lagi mengajukan banding, tapi akan menunggu putusan pengadilan.”
Gun Woo dan tim lainya berkumpul melakukan rapat bersama begitu juga Moo Sam, Sementara Tuan Park terus memberikan keterangan pada kejaksaan.
“Selama pemerintah Ketua Park sebelumnya, Kelompok Mujin melakukan pembangunan pipa gas Rusia. Kebijakan lingkungan dan energi yang terkait dengan itu melibatkan mantan Presiden Jang Tae Jun dalam kasus korupsi, dan hubungan politik-bisnis sekarang sudah terlihat jelas.”

“Berita mengejutkan datang dari Mujin Grup, mereka mengadakan pertemuan dewan direktur untuk membahas solusi dari masalah ini, tapi karena tidak mampu menekan rasa malu, mereka memberitahu kami bahwa pernyataan akan dikeluarkan segera. Di kediaman mantan presiden Jang Tae Jun di Seongbuk-dong sekarang sedang dalam kekacauan dan mereka masih belum merilis pernyataan resmi.”
Gun Woo duduk dengan paman dan pemimpin lainya memikirkan keadaan mereka sekarang sementara Sek Nam mencoba menyelesaikan kekacauan dengan berusaha terus menelp. 


Tuan Jang merapihkan tempat kuas tinta yang biasa digunakan untuk menuliskan kaligrafi, Sek Nam datang dengan nafas terengah-engah. Tuan Jang pikir Karena tidak akan menggunakan kuas dan tinta untuk sementara waktu, maka harus menympannya di tempat yang aman jadi berharap Sek Nam memiliki waktu untuk mengurus itu.
“Tiket pesawat sudah siap. Silakan melarikan diri lebih dulu... Sebelum jaksa sampai di sini..Aku akan menyusulmu nanti. Sekarang kau harus mengikuti rencanaku, Tetua!.” kata Sek Nam ingin menyelamatkan atasanya.
“Belum lama ini, aku adalah Presiden Republik Korea Selatan.Sekarang Hanya karena akan ditangkap oleh ekorku, dan untuk rasa malu yang aku lakukan, Aku tidak bisa melarikan diri dari negaraku, kan?” kata Tuan Jang seperti tak ingin kabur begitu saja. 

Sek Nam seperti tak tega melihatnya, saat itu Yi Kyung datang berkomentar kalau sudah tahu pasti karena kasus ini. Tuan Jang melihat Yi Kyung yang berani datang menemuinya. YiKyung percaya Tuan Jang  tidak akan menyembunyikan diri dari kejahatan yang dilakukannya. Sek Nam terlihat sangat marah, Tuan Jang pun meminta sekertarisnya untuk keluar.
Tuan Jang lalu bertanya pada Yi Kyung apakah semua ini rencananya. Yi Kyung membenarkan. Tuan Jang merasa sudah menduganya, lalu memberitahu kalau dirinya dan Tuan Park jatuh  dunia yang diimpikan,   Yi Kyung tidak akan ada.
“Kita harus menunggu untuk tahu itu... Bukankah aku berkata benar?” ucap Yi Kyung yakin
“Seo Bong Su membesarkan putrinya... menjadi wanita cerdas.” Komentar Tuan Jang
“Harap berhati-hati, Tetua.” Pesan Yi Kyung sebelum meninggalkan ruangan. 

Yi Kyung baru sampai depan rumah, Gun Woo menelpnya,  merasa Meskipun Yi Kyung  memfokuskan pikiranmu, tapi pasti Sekarang akan sulit. Yi Kyung seperti tak merasa seperti itu. Gun Woo  menegaskan Bahkan Tuan Jang dan ayahny ditangkap untuk itu menurutnya Yi Kyung  melarikan diri. Yi Kyung pikir Gun Woo ternyata sudah tahu dengan cepat.
“Aku terlambat dalam mencari tahu.Aku sudah merasakan itu sebelumnya, aku akan berhenti demi ayahku.” Kata Gun Woo, Yi Kyung akhirnya turun mobil menemui Gun Woo
“Bahkan jika kau sudah tahu itu, Gun Woo...Kau tidak bisa berhenti.” Tegas Yi Kyung
Nasib jahat di antara kalian, akan tetap ada pada diri kalian semua. Bukankah kita sekarang mengakhiri nasib jahat itu?”balas Gun Woo
“Ini membuatku sedih! Aku tidak pernah merasa bernasib menjadi orang jahat.” Komentar Yi Kyung
“Saat kau merasa kau sudah mencapai semua itu, Kau akan kehilangan segalanya” tegas Gun Woo  Yi Kyung pikir akan melihatnya. Gun Woo pun setuju. 


Di Jepang
Se Jin bertemu dengan seseorang, pria itu memberitahu kalau mereka  memiliki rencana untuk memperluas bisnis kami ke Korea, tapi masih ragu mereka  benar-benar bisa menangkap semua pejabat yang ada dalam daftar yang dibawa Se Jin.
“Tunjukkan orang-orang yang harus ku temui dan katakan padaku, Lalu aku bisa mengingatnya, dan memasukkannya ke dalamn daftar. Sebelum itu, jika kau memberiku promosi pada perusahaanmu, itu bahkan lebih baik.” Kata Se Jin
“Jadi, kau akan menjadi seperti seorang koordinator, kan?” kata si pria, Se Jin membenarkan.
“Kontak itu juga uang! Itulah apa yang aku pelajari.” Tegas Se Jin
Keduanya keluar dari restoran dan Se Jin meminta izin karena  harus menjawab panggilan ini. Yi Kyung menelp Se Jin dan masih berada dalam mobilnya menanyakan keberadaan Se Jn.
“Jika kau tahu di mana aku, kau akan benar-benar terkejut. Aku tidak di Korea Selatan. Tapi... kenapa tiba-tiba menghubungiku?” kata Se Jin bangga berada di Jepang
“Kau harus cepat kembali ke sini. Ada masalah... dan Se Jin, aku butuh bantuanmu.” Ucap Yi Kyung dengan wajah serius, Se Jin seperti tak percaya kalau Yi Kyung sekarang membutuhkanya.
Bersambung ke episode 20

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar