Selasa, 21 Februari 2017

Sinopsis Hwarang Episode 19 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Maek Jong masuk ke dalam ruang istana, Ratu Ji Soo melotot kaget melihat anaknya yang berada berjalan didepanya. Semua orang bertanya-tanya siapa Maek Jong yang berani masuk ke istana.
“Aku.. Raja Silla....Jinheung.”ucap Maek Jong. Semua mentri langsung kaget dan langsung menundukan kepala. Ratu Ji Soo benar-benar shock karena anaknya memberitahu semua orang tentang rahasia yang selama ini ditutupinya.

Ah Ro berdiri saling menatap Moo Myung yang berdiri didepanya, tak jauh mereka ada pengawal dengan anak buahnya. Moo Myung berjalan mendekat, Ah Ro berpikir dirinya mimpi dan bertanya bagaimana Moo Myung mengetahui keberadaanya.
“Di mana pun kau berada... Aku akan menemukanmu. Aku.. tak akan membiarkanmu pergi ke mana pun.” Ucap Moo Myung.
Saat itu Ah Ro tiba-tiba berlari ke belakang Moo Myung karena melihat sebuah panah yang tertuju pada teman kakaknya, Ah Ro pun langsung jatuh terkena panah didadanya. Moo Myung berteriak histeris melihat Ah Ro yang tak sadarkan diri, saat itu juga beberapa busur panah berada disekeliling Moo Myung. 

Tiba-tiba seseorang menghalangi panah yang di lemparkan pengawal pada Moo Myung. Pa Oh datang dengan pedang membantu Moo Myung lalu menyuruhnya pergi dan akan mengurus mereka semua. Moo Myung terdiam. Pa Oh menegaskan bahwa Moo Myung harus harus menyelamatkan Ah Ro. Moo Myung mengendong Ah Ro untuk segera menyelamatkanya, Pengawal dan anak buahnya pun keluar dari persembumnyian binggung karena Pa Ah malah membantu Moo Myung.
“Aku......datang melindungi mereka.” Kata Pa Oh,
“Siapa memerintahkanmu ke sini?!” teriak pengawal marah
“ Lalu Pada perintah siapa kau pikir? Kau. Tunjukkan rasa hormat... Aku lebih tua 10 tahun darimu!” tegas Pa Oh
“Ini perintah... Ratu telah memerintahkan kita...membunuh pengkhianat yang berpura jadi Raja!” kata si pengawal

“Menurutmu siapa Raja palsu? Kau melayani Raja palsu terlalu lama dan Kau bingung siapa Raja asli. Raja asli memerintahkanku melindungi mereka. Ini perintah Raja!! Kau tak mematuhi perintah Raja. Bisakah  kau melawanku?” kata Pa Oh siap mengangkat pedangnya.
“Aku akan membunuhmu lebih dulu.” Kata si pengawal siap juga dengan pedangnya, tiba-tiba sebuah busur panah menusuk bagian paha si pengawal. Putri Sook datang sengaja melepaskan busur panahnya. 
“Patuhi perintah Raja.” Tegas Putri Sook, pengawal terlihat shock mendengarnya. Pa Oh pun memberikan hormat pada Putri Sook. 

Tuan Ahn terdiam didepan rumahnya, mengingat kembali ucapan Kyung Kong kalau Ah Ro akan menjadi Wonhwa, maka dari itu anak dari Tuan Ahn, lalu meralat perkataanya bahwa anak laki-lakinya menjadi Raja.
“Pria itu... anak Joon Jung. Putra Pangeran Hwi Kyung darah suci Silla.” Kata Tuan Ahn pada Ratu yang membuat Ratu benar-benar kaget mendengarnya. 

Moo Myung datang membawa Ah Ro yang sudah tak sadarkan diri dengan busur panah yang menancap di dadanya. Tuan Ahn kaget melihat anaknya yang terluka. Moo Myung menahan tangisnya meminta agar Tuan Ahn bisa menyelamatkan Ah Ro. Tuan Ahn langsung meminta agar Moo Myung membawanya ke dalam rumah.
Di ruang rawat
Ah Ro dibaringkan dengan panah yang masih menempel, Moo Myung benar-benar gelisah melihatnya.  Tuan Ahn dengan rasa sedihnya menyuruh Moo Myung untuk menunggu diluar. Moo Myung menolaknya.
“Aku mengatakan ini sebagai ayah dan tabib! Aku akan mengurusnya. Jadi Keluarlah.” Tegas Tuan Ahn, Moo Myung akhirnya keluar dengan berat hati.
“Ah Ro, kau harus bertahan. Jika aku kehilanganmu juga... Kumohon.” Gumam Tuan Ahn lalu menarik panah dari tubuh anaknya dan menekan bagian luka agar tak banyak darah yang keluar. 

Moo Myung duduk diam dengan wajah tertunduk mengingatkan saat pertama kali Ah Ro memberikan makanan dan memintanya agar tetap hidup. Lalu berjalan pulang dengan mengendongnya,
Ah Ro sambil membersihkan luka ditanganya meminta agar jangan sampai terluka dan tak ingin terluka lagi. Ia sambil menangis mengaku kalau senang karena Moo Myung sebagai kakaknya.
“Perasaan ini membuatku gila... Aku benci diriku sendiri. Itulah mengapa aku berarti untukmu.” Ungkap Ah Ro yang melihat Moo Myung tak sadarkan diri. Moo Myung seperti sadar terbangun dan langsung mencium Ah Ro. 

Tuan Ahn keluar dari rumah wajahnya terlihat geram karena Moo Myung duduk di teras rumahnya, lalu sengaja menjatuhkan baskom yang dibawanya. Moo Myung kaget melihat Tuan Ahn yang sudah keluar dan langsung berdiri.
“Lukanya tak terlalu parah.Apa yang terjadi?” tanya Tuan Ahn berjalan mendekati Moo Myung dengan wajah marah
“Ratu mengirim pasukan untuk membunuhku. Mereka ingin memanahku. Jika aku bersamanya maka Aku akan terus membuatnya dalam bahaya. Karena Ia tahu... Ah Ro adalah kunci memperalatku.” Jelas Moo Myung
“Apa ingin yang kau rencanakan?” tanya Tuan Ahn. 

Moo Myung mendatangi Ah Ro yang terbaring dengan wajah pucat, ia merasa dengan melihat Ah Ro yang berbaring tak berdaya seperti bukan orang yang dikenalnya selama ini jadi memintanya agar cepat bangun.
“Kupikir...seseorang sepertiku bahkan tak layak dilahirkan. Setelah bertemu denganmu, Aku bersyukur dilahirkan pertama kalinya. Aku sangat senang alasanku untuk hidup adalah kau. Tapi Maaf... Dan... Aku sangat mencintaimu..” ungkap Moo Myung dengan air mata mengalir lalu memberikan ciuman pada Ah Ro. Lalu ia menaruh dadu kesayangan tepat disamping Moo Myung. 

Ratu Ji Soo masuk ke ruangan dan melihat anaknya duduk disinggasana, lalu mengatakan akan menutupi kesalahan yang sudah diperbuat oleh anaknya jadi lebih baik Hanya tinggal diam serta akan melindungi seperti biasa.
“Tentang Siapa dirimu... Aku sudah siapkan istana tersendiri untukmu. Tinggal di sana untuk saat ini. Aku akan mendiamkan para pejabat.” Kata Ratu Ji Soo
“Itu bukan kesalahan.” Kata Moo Myung, Ratu Ji Soo kaget mendengarnya.
“Apa yang bisa Raja sepertimu melakukan sesuatu dengan tahtanya? Apa kau tahu yangterjadi pada Raja tak berdaya?! Kau akan dimangsa oleh para pejabat dan berakhir kehilangan segalanya. Kau akan kehilangan tahta dan juga nyawamu! Kau akan mengakhiri darah suci, karena ketidak kedewasaanmu?!” tegas Ratu Ji Soo dengan nada tinggi.
“Aku siap jadi Raja. Aku dilahirkan, untuk dikenal orang saat ini.” Balas Maek Jong yang tak mau lagi  menutupi jati dirinya.
“Bukan... Kau bukan Raja... Karena kau berada di bayanganku.” Ucap Ratu Ji Soo
“Ya, aku bersembunyi di bayangan Ibu. Aku tahu bahwa aku hidup berkat Ibu. Ada waktu saat aku senang dan bersyukur untuk itu. Namun... Aku tak selalu senang hidup seperti itu. Aku akan berdiri sendiri sekarang. Aku akan bertahan tanpa ada menghentikan dan menyembunyikan wajahku. Aku akan membuat masa depan Silla yang aku mimpikan.” Ungkap Maek Jong
Ratu Ji Soo yakin Maek Jong  akan menyesal jadi lebih baik Percayalah padanya.  Maek Jong pikir Penyesalan itu adalah nasibnya, dan ia sendiri yang harus menanggungnya.


Kyung Kong melihat Moo Myung yang datang ke tempatnya. Moo Myung menatap Kyung Kong lalu membahas kalau memang pria itu ayahnya maka ibunya, seperti tak percaya kalau dirinya juga punya seorang ibu.
“Joon Jung... Ia adalah Wonhwa Silla, wanita yang cantik. Ia dicintai oleh semua orang di Silla. Wonhwa adalah ancaman bagi keluarga kerajaan yang lemah. Terutama Wonhwa yang hamil dengan darah suci. Keadaan itu sangat Terancam.” Cerita Kyung Kong tentang ibu Moo Myung
“Saat itu terjadi... kau berada di rahimnya.” Cerita Kyung Kook.
Joo Jung sebagai Wonhwa menerima tusukan dari dari Ratu Ji Soo, terlihat perutnya yang sedang hamil.  Ia mengatakan kalau Bayi dalam kandungan itu bergerak.
“Aku adalah anak dia tapi aku jadi petani dan jadi separuh bangsawan....Lalu apa sekarang sebagai darah suci bangsawan?”kata Moo Myung tak percaya lalu dengan menahan air matanya menatap Kyung Kong sebagai ayahnya.
“Aku tahu...hidup itu sulit. Namun Aku tidak akan minta maaf. Aku ingin kau hidup bebas tanpa nama, tak ada hubungannya dengan dunia atau tahta. Itu yang terbaik bisa yang biasa kulakukan untuk melindungimu. Aku telah mengawasimu lama sekali. Dan sekarang, persiapan telah selesai, yaitu Persiapan membuatmu jadi Raja. Di Silla membutuhkan seseorang sepertimu dan Hanya kau yang bisa memahaminya. Raja baru yang dapat mengubah masa depan Silla. Itu adalah..kau.” tegas Kyung Kong. 


Ratu Ji Soo mondar mandir dalam ruangan terlihat sangat gelisah, Tuan Kim bersama dengan Ratu menanyakan keberadaan panglima.  Ratu Ji Soo yang gugup memanggil Mo Young meminta dibawahkan teh, Moo Young datang membawakan segelasn teh dan langsung dihabiskan oleh ratu, mata Moo Myung terlihat sinis.
“Gakgan...tak akan tinggal diam.” Kata Tuan Kim
“Apa Ia berencana duduk di tahta dengan kesemerautan dan kesembronoan? Aku bekerja keras untuk Silla bahkan berkerja sangat keras melindunginya.” Ungkap Ratu Ji Soo penuh amarah
“Tuan Kim... Kau perlu melakukan sesuatu untukku.” Tegas Ratu Ji Soo. 

Di rumah Tuan Park, semua anak buahnya binggung karena sedari tadi hanya tertawa dengan memegang lehernya. Saat itu Tuan Park menyuruh seseorang untuk masuk. Semua kaget melihat Moo Young yang datang dan tahu kalau itu orang yang paling dekat dengan Ratu.
“Ratu Ji So bagaimana keadaanya?” tanya Tuan park
“Setelah minum teh beracun selama 10 tahun gejala tersebut akhirnya muncul. Tangannya gemetar dan Ia sering pingsan.Aku percaya Ia berhalusinasi juga.” Ucap Moo Young
“Ahh.. Akan lebih baik jika kita telah membunuh Raja. Jika Raja tanpa wajah sudah mati dan Ratu menderita penyakit dan mati maka tak ada yang akan komplain aku jadi Raja dan mengambil tahta.” Kata Tuan Park, semua yang ada diruangan terdiam seperti tak percaya dengan upaya Tuan Park untuk menjadi raja.
“Sam Maek Jong, ada cara untuk membununya.” Kata Tuan Park penuh keyakinan. 

So Ho menemui ayahnya,  bertanya apakah terjadi sesuatu maka memangilnya. Tuan Kim memberitahu kalau  Raja Jinheung telah kembali jadi membutuhkan anaknya agar melakukan sesuatu.

Teman Ban Ryu masuk ke asrama Hwarang dengan terburu-buru lalu memberitahu dua temanya, kalau Raja bertukar. Dua temanya bingung. Teman Ban  Ryu mengatakan kalau Raja tanpa wajah dan Raja sudah bertukar. Semua langsung melonggo kaget.
“Ji Dwi adalah Raja.” Ucap teman Ban Ryu, keduanya makin kaget mengetahui bahwa Ji Dwi adalah Raja
“Ya. Sumber aku tak pernah salah. Ia bahkan ke istana berkata "Aku adalah Raja Jinheung" seperti itu.” Ceritak teman binggung
“Jadi Pria itu adalah Raja? Bagaimana Anjing-Burung?” tanya temannya binggung
Ban Ryu dan Yeo Wool sedang berjalan membahas kalau  Ji Dwi Raja asli, bukan Sun Woo. Yeo Wool pikir Ban Ryu yang ketinggalan berita. Lalu tiba-tiba ia tidak ingat, apakah ia selama ini bersikap baik pada Ji Dwi. Ban Ryu hanya bisa menatapnya.  Yeol Wool pikir seharusnya bisa melakukan hal itu karena  Dengan begitu,  bisa hidup dengan baik tanpa khawatir.

Ban Ryu hanya menghela nafas panjang, saat itu melihat So Ho duduk sendirian menatap sebuah kipas. So Ho mengingat saat kejadian bersama dengan ratu.
Flash Back
Saat itu tangan Ratu tak sengaja mengenai wajahnya dan terlukaSo Ho berlutut di depan ratu, memberitahu kalau menjatuhkan kipas itu. Ratu Ji Soo hanya diam saja.
So Ho duduk diam melihat kipas yang ada ditangnya. Yeo Wool berjalan mendekat bertanyabertanya apakah So Ho terkejut kalau Sun Woo bukanlah Raja asli. So Hoo menatap Ban Ryu lalu berjalan meningalkan keduanya. Yeo Wool binggung melihat So Hoo, merasa aneh melihat sikapnya. Ban Ryu tertunduk diam melihatnya. 

Wi Hwa mengikat tanaman bongsainya terlihat sangat puas, lalu Bu Jae datang dengan wajah panik memberitahu kalau  Ji Dwi adalah Yang Mulia Raja. Wi Hwa mengeluh Bu Jae yang berteriak-teriak padanya.
“Apa kau sudah tahu? Seharusnya katakan padaku! Apa yang kau lakukan sekarang?” kata Bu Jae melihat Wi Hwa sedang berkemas.
“Aku dipecat jadi Bersenang-senanglah.” Kata Wi Hwa lalu berjalan pergi. 

Di ruangan Hwarang
Semua membahas kalau bukan Sun Woo yang jadi raja tapi Ji Dwi dan merasa menyesal tak bersikap baik. Ban Ryu merasa kalau keadaan sangat kacau sekali sekarang.
“Apa Kau tak penasaran?Kau juga berpikir “Anjing-Burung” adalah Raja asli.” Kata Yeo Wool. Ban Ryu pikir karena Sun Woo yang terlihat begitu.
Bu Jae masuk ruangan, Yeo Wool bing  Kenapa asisten kepala instruktur yang datang.
“Kepala Instruktur meninggalkan Rumah Hwarang. Lalu... pelajaran sore ini dibatalkan. Kalian bisa pulang.” Kata Bu Jae lalu berjalan meninggalkan ruangan dengan wajah lesu.
Semua menatap kebingungan, Yeo Wool pikir seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa sangat aneh di Rumah Hwarang.

Putri Sook berjalan dilorong lalu dayang  memberitahu bahwa Putri Sook Myung ingin menemui Ratu. Saat keduanya bertemu, Ratu  Ji Soo langsung marah pada Putri Sook yang berani melawanya, serta tak tahu bagaimana berbahayanya atau seberapa besar kekacauan Silla.
“Namun... Itu perintah Raja.” Ucap Putri Sook dengan tertunduk.
“Kau bilang Perintah Raja? Di Silla, Aku yang memerintah!! Harus aku menyerahkan Sam Maek Jong di atas tahta. Itu seharusnya aku! Aku!!” teriak Ratu Ji Soo marah
Putri Sook hanya bisa diam, Ratu Ji Soo terlihat merasakan sakit kepala dan akhirnya jatuh pingsan. Putri Sook panik memanggil ibunya, lalu berteriak memanggil pelayan agar bisa menolongnya. 

Tiga anak dipasar bernyanyi dengan lirik Yang terbaik Hwarang adalah Ji Dwi. Raja segala Raja adalah Sun Woo. Moo Myung berjalan dengan topi capingnya mendengar lirik nyanyian anak kecil dan menatapnya.
Sementara Yeo Wool sedang pergi berbelanja di tempat Ki Joon, lalu menemukan sebuah benda yaitu kaca milik Han Sung dan mengingatkan pada temanya. Han Sung sering melihat cahaya matahari dengan kaca tersebut. Tiga anak tadi terus menyanyi sampai terdengar di telinga Yeo Wool.
“Yang terbaik Hwarang adalah Ji Dwi Dan Raja segala Raja adalah Sun Woo? Apa ini? Ahh... Tak mungkin.” Kata Yeo Wool tak percaya walaupun merasa sangat aneh. 

Maek Jong mulai memakain baju sebagai seorang wajah dengan cincin, gelang serta mahkotanya. Pa Oh datang ke kamarnya, Maek Jong langsung menanyakan penampilanya. Pa Oh mengatakan kalau Maek Jong Sungguh terlihat seperti Raja Silla. Maek Jong melihat wajah Pa Oh yang khawatir lalu bertanya apakah terjadi sesuatu, apakah keadaan aman.
Pa Oh hanya tertunduk diam, Maek Jong langsung menyuruh semua dayangnya untuk keluar ruangan dan kembali mengulang pertanyaanya.  Pa Oh memberitahu kalau Akan ada pertemuan pertama Maek Jong dengan pejabat. Maek Jong ingin Pa Oh segera mengatakan padanya sekarang.
“Sebenarnya, Ah Ro...Terpanah oleh panglima tapi Kupikir dia selamat. Aku minta maaf, Yang Mulia.” Ucap Pa Oh merasa menyesal, Maek Jong terdiam seperti menahan amarah karena tak bisa melindungi Ah Ro.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar