Kamis, 16 Februari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Joon Oh dan Tae Ho sedang melakukan permotretan, keduanya menatap kamera yang merekam aktifitas sebagai anggota band baru, menyapa ke arah kamera dengan memperkenal diri sebagai anggota Dreamers. Di pinggir tebing, Joon Oh seperti mengingat kenangan bersama Tae Ho, Tae Ho merasa semua sudah terlanjur sejauh ini jadi berharap Joon Oh adalah orang terakhir.
Saat di pemotretan, Joon Oh dikagetkan lagi dengan kamera. Joon Oh masih tak percaya kalau Tae Ho yang membunuh semua teman mereka tanpa berpikir panjang, keduanya pun saling gulingan ditanah.
“Kami merilis album baru kami. Judulnya "Aku Tak Bisa Melupakanmu". Dia leader kami.” Ucap Tae Jo,  lalu Joon Oh memperkenalkan diri sebagai leader Dreamers dan Choi Tae Ho, gitaris bass di Dreamers.
Ho Hang sedang diwawancarai, memberitahu Penyebab kematian Yoon  So Hee adalah pembunuhan dan menyaksikannya. Penyidik Oh ingin tahu siapa orang yang membunuhnya. 

Joon Oh dan Tae Ho ada di pinggir tebing dengan saling berpegangan dan akhirnya Tae Ho pun jatuh dari atas tebing. Ho Hang akhirnya mengaku kalau yang dikatakan Tae Ho itu benar bahwa Joon Oh yang membunuh So Hee.
Bong Hee langsung berdiri merasa kalau Mustahil dan Ada yang tidak beres. Hee Young memperingatkan Bong Hee, kalau Ho Hang sedang memberikan pernyataan sekarang. Ho Hang mengaku ada ada kaki tangan. Bong Hee melihat Joon Oh yang ada dipinggir tebing terlihat shock langsung memeluknya.
“Ada orang yang membantunya dan merahasiakan perbuatannya... dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Ho Hang dengan mengingat perkataakan Tae Ho sebelumnya.
 Flash Back
Tae Ho menegaskan kalau Ho Hang melihatnya juga yaitu Seo Joon Oh membunuhnya. Ho Hang kaget mendengar Tae Ho yang mengingikan kalau mengatakan bahwa Joon Oh adalah pelakunya. 

Bong Hee mendatangi ruangan wawancara, merasa tak percaya kalau Ho Hang bisa mengatakan yang menyalahkan Joon Oh. Ho Hang hanya tertunduk memberitahu kalau Kaki tangan itu ada diruangan. Penyidik Oh langsung menatap Bong Hee, karena tak ada orang lain lagi yang bisa dituduh. Penjaga pun langsung menarik Bong Hee keluar dari ruang wawancara.
Joon Oh mengatakan pada Ki Joon dan yang lainya kalau mereka harus mengungkapkan kebenarannya dan mengaku kalau dirinya juga membunuh Tae Ho. Ia meminta mereka kalau bisa kembali lagi, mengingat yang dilihat dan didengar saat di pulau itu. Setelah itu Kim Wan berbicara dengan Joon Oh.


“Mungkin ini bukan waktu yang tepat buat mengatakan hal ini. Sejak kita bertemu..., alangkah baiknya memberitahumu sekarang.” Kata Reporter Kim, Joon Oh ingin tahu apa itu.
“Apa kau ingat kasus saat kau mengemudi dalam keadaan mabuk?” ucap reporter Kim, Joon Oh terdiam mengingatnya.

Flash Back
Joon Oh yang mabuk memberikan orang-orang yang ingin foto denganya, si bibi yang melihat Joon Oh minum sambil berdiri menyuruhnya agar segera duduk. Tae Ho datang, Joon Oh pun memperkenalkan pada semua orang kalau mereka tak boleh meminta foto pada mantan anggota bandnya itu.
“Kau rupanya datang menjemputku.” Ucap Joon Oh lalu mengajak Tae Ho minum, tapi Tae Ho membuangnya dan Joon Oh langsung jatuh pingsan.
Akhirnya Tae Ho menyetir mobil dengan Joon Oh yang bersadar disampingnya, saat itu Tae Ho seperti tak menyukai Joon Oh dibiarkan saja di pinggir jalan dengan mobilnya dan duduk dibelakang stir. 


“Saat itu setelah Shin Jae Hyun meninggal. Saat karirmu terpuruk. Kau dibebaskan tanpa tuntutan. Namun..., artikel terkait kecelakaanmu, semuanya tersebar di internet. Aku yang menulis artikel tanpa ragu-ragu tentang kau mengemudi dalam keadaan mabuk. Lalu setelah itu,  aku dapat laporan  tentang kasus Shin Jae Hyun.” Cerita Reporter Kim,
Saat itu Reporter Kim dan yang lainya sedang ada di depan kantor polisi baru menerima laporan. Kim Wan menceritakan kalau Penyidikan ulang pun dimulai dan Selama proses penyidikan tersebut menemukan sesuatu.
“Dia bilang kau mengalami kecelakaan mobil dan kau penyebabnya.” Cerita Reporter Kim yang mengetahui, Tae Ho melaporkan Joon Oh kaalu mengemudi dalam keadaan mabuk.
“Pada kenyataan Choi Tae Ho yang melaporkannya. Lalu Kau sendiri pernah bilang ke media, bahwa Kau memang minum-minum, tapi kau tidak minum sambil mengemudi.” Ucap Reporter Kim

Flash Back
Joon Oh mengingat saat ditanyai wartawan apakah  minum sambil mengemudi. Ia mengaku kalau memang minum-minum,  tapi tidak minum sambil mengemudi.
Kim Wan menceritakan Itulah yang sebenarnya terjadi. Joon Oh mendengarnya sempat terdiam karena semua dilakukan oleh Tae Ho, tapi menurutnya tak untungnya mengatakan ini sekarang. Kim Wan menasehati apabila  orang ingin membantu Joon Oh maka  biarkanlah mereka membantunya.
“Kau punya hak agar karirmu kembali lagi.” Kata Kim Won,
Terus terang..., aku tidak tahu harus percaya apa lagi. Aku juga tak yakin kau bilang seperti ini demi kebaikanku sendiri.” Ungkap Joon Oh pamit pergi lebih dulu karena ingin istirahat.  Kim Wan seperti merasakan sesuatu yang ada didalam hutan karena mendengar suara bergesek. 


Bong Hee meminta izin agar bisa bicara pribadi dengan Sekretaris Tae. Hee Kyung mengingatkan kalau Ho Hang yang memberitahu kalau Bon Hee adalah kaki tangannya, menurutnya tak ada yang dikatakan lagi.
“Aku bukan kaki tangan dan Joon Oh juga bukan pembunuhnya. Sekretaris Tae tahu betul hal itu. Ada alasan kenapa  dia tidak bisa...” kata Bong Hee langsung disela oleh Hee Kyung
“Maksudmu orang itu...sedang diancam?” ucap Hee Kyung sinis
“Apa itu pertanyaan retorik?” sindir Bong Hee. Hee Kyung mengejek Bong Hee itu adalah orang yang keras kepala.
“Setiap kesaksian...menunjukkan bahwa  Seo Joon Oh-lah pelakunya. Dengan kata lain, kau berbohong selama kesaksianmu.” Tegas Hee Kyung
“Ketika kebohongan bisa membuat sebuah cerita..., apakah kebohongan tersebut menjadi kebenaran?” ucap Bong Hee dengan mata berkaca-caka
Hee Kyung menantang cara Bong Hee akan membuktikan  kalau Ho Hang itu berbohong, bahkan Banyak orang yang memihaknya.  Menurutnya Dengan bukti sebanyak ini maka ia bisa dengan mudahnya menyerahkan Bong Hee pada ke jaksa.
“Kau mungkin menghadapi tuntutan serius  atas sumpah palsu yang kau nyatakan Jangan sembrono dan berhati-hatilah, sampai aku menghubungimu lagi.” Tegas Hee Kyung akan pergi dari ruangan.
“Pasti bukan itu alasannya! Alasan Seo Joon Oh dijadikan  pembunuh dan aku kaki tangannya pasti karena Anda mengira Seo Joon Oh sudah meninggal. Karena Anda tahu dia  tidak akan kembali. Jadi, menyalahkannya  lebih mudah untuk melupakan semuanya. Aku memang  tidak punya bukti buat membela diri. Namun, aku pasti akan menemukan  Seo Joon Oh. Kemudian aku akan membuktikan... bahwa selama ini Anda salah.” Ucap Bong Hee dengan sangat yakin. 


Jaksa Yoon menunggu didepan tempat komisi khusus, Bong Hee keluar dengan wajah lesu. Jaksa Yoon langsung bertanya apakah terjadi sesuatu masalah. Bong Hee hanya diam saja seperti kehilangan semua harapanya.
“Kau tak boleh patah semangat. Jika kau patah semangat, kau pasti cepat menyerah.” Pesan Jaksa Yoon memberikan semangat
“Sampai aku menemukan Seo Joon Oh..., maka aku tidak akan patah semangat. Pada saat ini..., pasti dia juga mungkin sedang berjuang untuk kembali kesini. Jadi Mana bisa aku patah semangat?” kata Bong Hee mengaku kalau dirinya baik-baik saja. 

Penyidik Oh membereskan kamera melihat Ho Hang yang tertunduk bertanya apakah merasa mual lagi,  meminta agar tak muntah diruangan karena ia pasti yang membersihkannya. Hee Kyung datang langsung mengucapkan  Terima kasih atas kerja kerasnya.
“Kau rupanya punya teman baik.” Kata Hee Kyung, Ho Hang binggung maksud ucapan Hee Kyung.
“Kau sepertinya jadi lebih stabil  setelah bertemu temanmu. Tapi..., Tae Ho Hang Mulai sekarang..., kau tidak bisa mengubah pendapatmu lagi. Kesaksianmu di sini hari ini sama berlakunya saat bersaksi di pengadilan. Dengan kata lain, Apa pun yang kau lihat dan dengar, bahwa Kesaksian yang benar dimulai sekarang.” Tegas Hee Kyung duduk didepan Ho Hang
Ho Hang dengan sedikit panik mengetahuinya, lalu meminta izin untuk pergi sekarang juga. Hee Kyung pun membiarkan Ho Hang untuk keluar dari ruangan. 

Penyidik Oh seperti penasaran lalu bertanya Apa ada yang mencurigakan. Hee Kyung memastikan kalau Tidak ada lagi info  mengenai Seo Joon Oh, Penyidik Oh membenarkan, lalu bertanya alasan Hee Kyung yang kembali menanyakan tentang Joon Oh. Hee Kyung pikir bawahanya itu sudah tahu jawabanya.
“Kita perlu menemukan mayatnya, kan?” kata Hee Kyung lalu keluar dengan wajah kesal
“Apa aku harus memastikannya? Aku bisa menelepon, tapi  perbedaan waktunya... Jika aku menelepon ke pihak Cina...” ucap Penyidik Oh tak didengarkan oleh atasanya.
Penyidik Oh mengeluh Hee Kyung yang selalu marah-marah, tapi memang sudah pasti dirinya yang kena marah. 

Bong Hee pergi ke tempat penyimpanan makanan dikagetkan semua makanan jatuh berantakan dibawah. Tiba-tiba seorang dari belakang menepuknya, Bong Hee kaget berpikir kalau itu Tae Ho. Ternyata Joon Oh yang datang menanyakan kenapa terlihat kaget.
“Kenapa kau bangun pagi-pagi? Kau harus banyak istirahat.” Kata Bong Hee, Joon Oh bertanya apa yang dilakukan Bong Hee tadi.
“Semua makanan berjatuhan.” Kata Bong Hee aneh.  Joon Oh menenangkan kalau mungkin karena angin.
Tiba-tiba Bong Hee merasakan sesuatu lalu berlari merasa kalau ada orang yang ada lewat didekatnya dan Makanan juga berjatuhan, menurutnya Ada yang aneh. Joon Oh akhirnya mendengar suara lalu menyuruh Bong Hee yang melihatnya, Bong Hee menolak seperti takut kalau memang ada Tae Ho orang yang menakutkan. 

Ki Joon terbangun dari tidurnya seperti habis mimpi buruk dengan nafas yang sesak, ternyata kaki Ho Hang yang berada diatas dadanya. Tiba-tiba terdengar suara dari radio yang diperbaiki oleh Ho Hang dan langsung berlari mengangkat telpnya.
Ji Ah melihat Ki Joon sibuk dengan radio bertanya, Ki  Joon memberitahu kalau Radionya mengeluarkan sinyal jadi meminta agar mendengarkanya.  Ji Ah bisa mendengar suaranya dan keduanya berteriak gembira. Semuanya akhirnya berkumpul kali ini, CEO Hwang ingin mendengarnya tapi tak ada suara apapun.
Ho Hang akhirnya memegannya mendengar suara kembali, semua berteriak gembira karena menerima sinyal tapi ia binggung karena suaranya suara bising, Kim Wan pikir  Pasti karena sinyalnya tidak kuat dalam hutan mengajak agar pergi ke tempat lain. 
Ki Joon memberikan gagang telp pada CEO Hwang karena  bisa bahasa Cina, semua bergegas pergi ke tempat agar bisa menemukan sinyal radio yang baik.  Joon Oh menarik  Kim Wan mengajak agar bicara sebentar. 
Di ruangan lain, Joon Oh mengaku hanya ingin tahu alasan semalam Kim Wan yang mengatakan kalau mendengar sesuatu. Kim Wan mengaku  hanya merasakan firasatnya aneh saja dan bertanya-tanya apa itu kemarin.
“Setelah kita bicara  malam-malam kemarin itu. Apa mungkin, kau  sudah memeriksa tubuh Tae Ho? Apa kau sudah memastikan  kalau dia sudah meninggal?” ucap Kim Wan panik
“Choi Tae Ho...Kita tak boleh bilang ke yang lain dulu karena mungkin kita salah dengar. Kita harus memastikannya dulu” tegas Joon Oh dengan wajah khawatir seperti tak menyangka kalau Tae Ho yang jatuh kembali datang. 


Di pinggir pantai dengan tebing, terdengar suara dari radio dengan bahasa china. Ki Joon bertanya apa yang dikatakan. CEO Hwang mengatakan kalau pelaut itu  dalam perjalanan pulang karena ada badai atau angin topan. Ki Joon meminta agar mereka tak boleh langsung pulang.
Ho Hang mencoba mengangkat radio agar bisa menerima sinyal radio, CEO Hwang berusaha untuk berbicara bahasa cina. Ho Hang yang mendengar berteriak kesal karena ingin mendengar orang yang ingin bicara dengan mereka. Akhirnya terdengar suara dari radio, Ho Hang terus berteriak kesal karena sinyalnya terputus.
Ki Joon heran melihat Ho Hang yang biasanya tenang jadi berteriak-teriak, dan meminta CEO Hwang kembali bicara. CEO Hwang binggung siapa yang harus bicara lebih dulu, ia atau mereka yang menerima sinyal radio. Akhirnya CEO Hwang berbicara bahasa cina lalu Ki Joon dan Ho Hang ikut berteriak untuk membantu. 

Dua orang pelaut china yang ada dikapal sedang bahagai karena menangkap  banyak ikan hari ini. Nakoda terlihat bahagia merasa kalau ini hari yang beruntung, lalu awak kapal pikir mereka akan segera pulang sekarang. Tiba-tiba dari radio terdengar suara seperti menangkap sinyal lain.
Si awak kapal mencari sinyal untuk menangkap suara dengan benar, terdengar suara CEO Hwang yang mengatakan kalau Ada orang di pulau terpencil dan meminta tolong pada orang yang bisa mendengar suaranya. 

Joon Oh dan Kim Wan pergi menemui Bong Hee dan Ji Ah memberitahu kaalu harus  pergi mencari sesuatu lalu mengingkat kedua tangan mereka agar tetap bersama,  Ji Ah menanyakan apa yang akan dilakukan, Joon OH tak menjawabnya.
“Aku tidak akan pergi jauh-jauh. Kalau ada apa-apa, teriaklah. Paham?” kata Joon Oh
“Apa yang mau kau cari?” tanya Ji Ah bingung, Bong Hee seperti bisa mengetahuinya mengatakan pada Ji Ah nanti akan memberitahu
Keduanya pun pergi mencari sesuatu, Ji Ah heran karena mereka  akan keluar dari pulau setelah radio itu berfungsi, tapi Joon Oh itu ingin pergi kemana. 

Ketiganya duduk pasrah di pinggir tebing, CEO Hwang pikir tidak seharusnya duduk seperti ini, karena tidak akan tahu kapal itu datang dari arah mana jadi lebih baik berpencar saja dan  langsung kasih tanda kalau kapal mendekat.
“Ada kemungkinan mereka tidak mendengar pesan kita dan Tidak ada jaminan kapal itu akan datang buat menyelamatkan kita.” Kata Ho Hang
“Lebih baik seperti itu daripada  kehilangan kesempatan buat diselamatkan.” Ucap Ki Joon optimis
“Kita tinggalkan saja si bodoh ini di sini lalu Kita berdua saja yang akan berusaha cari cara. Didepan adalah arah matahari terbit dan Disana matahari terbenam.” Kata CEO Hwang lalu bertanya kemana Ki Joon akan pergi.
Tiba-tiba mereka melihat ada sebuah kapal didepan mata mereka. Ho Hang pikir pasti senang berada didelamnya sementara mereka  sedang  berjuang buat bertahan hidup dipulau. CEO Hwang binggung melihat kapal yang berjalan mengarah pada mereka.
Ki Joon seperti tak percaya kalau kapal itu mungkin datang untuk  menyelamatkan mereka. Ketiganya seperti kebinggungan karena usaha mereka akhirnya berhasil, lalu berteriak gembira bisa diselamatkan dari pulau selama berbulan-bulan. 



Ji Ah dan Bong Hee membakar jamur untuk makan siang,  Ji Ah merasa kalau Tiga orang itu membuatnya cemas karena pasti tak bisa apa-apa, takut bisa saja menghilangkan radioanya. Bong Hee pikir itu tak mungkin. Ji Ah merasa kalau Bong Hee yang ikut pergi karena jauh lebih mampu dari mereka.
“Tapi..., kenapa kau tak mau memberitahuku,  Joon Oh Oppa dan Reporter Kim mau kemana?” kata Ji Ah makin penasaran

“Mereka akan segera kembali jadi Tunggulah sebentar lagi.” Kata Bong Hee lalu menawarkan untuk mengambil minum dan bergegas pergi ke tempat penyimpanan makanan. 
Ji Ah melihat dirinya makan jamur dibakar seperti tak menyangka kalau berpikir kalau dirinya sudah dewasa, bahkan sudah cukup dewasa buat menikah. Saat itu seorang datang mendekatinya dari belakang, Ji aH pikir Joon Oh yang sudah datang kembali tapi melotot kaget saat melihat yang datang adalah Tae Ho dengan wajah penuh luka.
Bong Hee kembali datang membawa minuman tapi tak melihat Ji Ah didepannya, matanya langsung melotot kaget memikirkan kalau dugaanya bahwa Tae Ho kembali. 

Bong Hee mencoba mencari ke bagian rumah, Ki Joon yang bahagia datang memastikan kalau semua ada didalam, dengan penuh semangat memberitahu Ada kapal yang datang buat menyelamatkan mereka.  Bong Hee seperti tak percaya mendengarnya.
Ki Joon menanyakan keberadaan Ji Ah, Bong Hee dengan wajah panik mengatakan kalau sedang mencarinya. Ki Joon binggung dan menanyakan keberadaan Joon Oh serta Kim Wan. Bong Hee menceritakan Sepertinya ada seseorang tadi pagi dan Firasatnya bilang kalau orang itu Tae Ho. Ki Joon panik mengajak agar mencari Ji Ah lebih dulu.
Mereka mencari Ji Ah dengan berteriak ke dalam hutan, Ki Joon pikir mereka tidak punya wakt dan takut kalau kapalnya langsung pergi, karena  mungkin memutuskan pergi karena kondisi cuaca. Bong Hee melihat Joon Oh dan Kim Wan yang berjalan disela-sela pohon tapi tak mendengar saat memanggilnya.
Ki Joon menyuruh Bong Hee agar mengikuti Joon Oh dan membawa ke kapal, sementara ia akan mencari Ji Ah dan meminta agar kapal itu tak pergi kalau datang sedikit lama. Bong Hee mengangguk mengerti

Kapal pun mulai merapat, CEO Hwang mengucapkan terimakasih dengan bahasa cina, sang nakoda bertanya siapa mereka. CEO Hwang pikir mereka bisa mendengar suara dari radio tadi dan itu adalah ia yang meminta tolong.
“Kalian memang beruntung. Kapal jarang datang lewat sini karena arus yang kuat. Sekarang Naiklah. Kita harus segera pergi  karena ada peringatan ombak besar.” Ucap Nakoda, CEO Hwang kembali mengucapkan terimakasih.
“Cepat panggil mereka. Kapalnya harus segera berangkat karena ada peringatan ombak besar.” Perintah CEO Hwang pada Ho Hang, Ho Hang sedikit panik meminta agar bisa menunggu mereka semua.
“Teman kami masih ada yang di pulau,Mereka sebentar lagi sampai.” Kata CEO Hwang memohon, Kapten kapal mengatakan kalau mereka sudah tidak punya waktu.
Ho Hang berlari merasa tak menyangka mereka akhirnya bisa kembali hidup. Bong Hee pun bisa menemui Joon Oh memberitahu kalau ada kapal yang akan menyelamatkan mereka, mengajak mereka agar cepat pergi karena kapalnya nanti pergi dan juga Ki Joon meminta agar menunggu.

“Lalu Ji Ah dimana?” tanya Joon Oh panik, Bong Hee memberitahu kalau Ki Joon sedang mencarinya dan mengajak untuk segera pergi.
“Kalau begitu, aku akan  membantu Ki Joon Hyung menemukan Ji Ah. Kalian berdua duluan saja dan pastikan kapalnya menunggu kami.” Kata Joon Oh
“Aku saja yang akan mencari Manajer Jung. Kalian duluan saja.” Ucap Reporter Kim
“Kita pergi bersama saja.” Pikir Joon Oh, Kim Wan merasak dirinya yang lebih cepat jadi lebih baik ia yang mencarinya.
Keduanya tak ingin mengalah siapa yang akan membantu Ki Joon,Ho Hang dengan nafas terengah-engah menemukan ketiganya memberitah kalau ada kapal yang datang, Joon Oh mengatakan kalau sudah mengetahuinya. Ho Hang jatuh lemas ternyata mereka sudah mengetahuinya,
“Lalu kalian sedang apa disini? Kapalnya sudah mau berangkat. Di arah matahari terbit.” Ucap Ho Hang merasa ingin muntah karena terlalu banyak lari.
“Karena aku tahu dimana perahunya, maka Kalian berdua saja yang duluan. Cepat!” kata Kim Wan mendorong Joon Oh agar pergi lebih dulu.

Bong Hee mengajak Joon Oh pergi berjanji akan menunggunya, Joon Oh seperti tak tega mengajak Reporter Kim agar ikut saja, Reporter Kim menyuruh mereka segera pergi dan akan menyusul. 
Ki Joon melihat Tae Ho yang membawa pergi Ji Ah. Tae Ho yang melihat Ki Joon langsung membekap mulut Ji Ah seperti sedang menyenderanya. Ki Joon tak percaya Tae Ho tega melakukan itu karena Ji Ah dulu adalah pacarnya
“Dia bukan lagi...pacarku.” kata Tae Ho dengan mata seorang pembunuh, Ki Joon memohon agar bisa melepaskan Ji Ah.
“Dia tidak ada salah apapun terhadapmu, benarkan?” kata Ki Joon
“Kau benar. Dia memang belum melakukan sesuatu yang salah terhadapku. Tapi ada hal yang kuinginkan. Aku juga...ingin hidup. Untuk itu, semua orang harus mati.” Kata Tae Ho lalu sengaja memberikan sobekan di bagian tangan Ji Ah. Ki Joon naik pitam langsung menyerang Tae Ho. 

Ho Hang akhirnya datang, CEO Hwang melihat Joon Oh dan yang lainya memberitahu kalau mereka adalah temanya dengan bahasa china. Nakoda pun meminta awak kapal agar bisa membantu mereka naik ke atas kapal.
Tae Ho yang kuat membalas Ki Joon dengan memukulnya beberapa kali, Ji Ah berusaha dengan memukul dengan tanganya ke arah  kepala Tae Ho dan melihat keadan Ki Joon.
Tae Ho bisa kembali bangun langsung menarik Ji Ah dengan kejam, saat itu tiba-tiba reporter Kim datang dari belakang dengan batu memukul kepala Tae Ho dan akhirnya Tae Ho jatuh pingsan.
Ki Joon mengejek Kim Wan kalau seharusnya datang lebih cepat karena hampir saja mati. Kim Wan memberitahu kalau Arah matahari terbit dan semua sudah ada dikapal. Ki Joon pikir membiarkan Tae Ho saja, Reporter Kim pikir kalau membiarkan saja maka Tae Ho  mungkin akan membahayakan mereka lagi dan menyuruh mereka duluan karena . akan menanganinya.

Joon Oh memberitahu kalau Ki Joon dan Ji Ah belum datang, meminta agar mereka menunggu sebentar. Nakoda memberitahu kalau mereka tidak pergi sekarang,  badai akan membahayakan. CEO Hwang memberitahu Joon Oh kalau nanti ada badai jadi harus pergi sekarang.
Reporter Kim berusaha menarik sendirian Tae Ho yang tak sadarkan diri di sebuah lubang, ketika ingin memukulnya dengan batu seperti hati nuraninya berontak. Ia pun berusaha mendorong Tae Ho agar masuk ke lubang, saat itu Tae Ho tersadar dan langsung menarik Kim Wan masuk ke dalam lubang. 
Nakoda menyuruh agar menarik jangkar sekarang. CEO Hwang memohon kalau mereka sudah di pulau ini selama empat bulan. Joon Oh meminta agar menunggu mereka, Ho Hang pun berusaha agar membiarkan jangkar mereka.
“Selama empat bulan itu, tidak ada yang datang menyelamatkan kami. Kami kedinginan dan kelaparan..., tapi tidak ada yang datang.” Kata CEO Hwang memohon. Tapi Nakoda tetap tak peduli memilih untuk segera pergi.

Joon Oh berusaha menahan tali jangkar agar mereka tak pergi, kapal akhirnya pergi meninggalkan pulau. Bong Hee dan Joon Oh jatuh lemas karena harus tinggal dipulau. Ki Joon dan Ji Ah datang dengan melambaikan tangan.
CEO Hwang memberitahu Nakoda kalau temanya sudah datang jadi meminta agar berhenti, Joon Oh meminta agar mereka bisa kembali karena jaraknya belum terlalu jauh.  Kapal akhirnya kembali mundur karena belum terlalu jatuh.
Saat akan masuk ke dalam kapal, Joon Oh melihat Ki Joon yang penuh luka, Ki Joon menceritakan kalau Tae Ho tadi mencoba membunuh mereka berdua dan Kalau bukan karena Reporter Kim pasti sudah mati. Joon Oh terdiam lalu bertanya keberadan Reporter Kim, Ki Joon mengatakan kalau Kim Wan akan menyusul setelah menangani Tae Ho.
Bong Hee ingin naik ke atas kapal dan Joon Oh hanya diam saja lalu memutuskan akan pergi dulu mencari Reporter Kim. Ji Ah berteriak memanggilnya, Bong Hee meminta agar tanganya dilepaskan dan ingin mengejar Joon Oh juga.
Bersambung ke part 2

2 komentar:

  1. Yaampun gregetan banget sama tae ho. Kalo dia mau hidup dia bisa minta diajak ikut naik kapal tapi dia malah niat mau bunuh semuanya.. Bener bener psikopat.. Jadi gemes sendiri rrr..

    BalasHapus
  2. ya tae ho takut walaupun dia selamat pulang ke korea,tapi dia pasti mendekam di penjara😕 jadi lebih milih membunuh semua orang biar nggak ada saksi😠dasar iblis😈

    BalasHapus