Sabtu, 18 Februari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 10 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bong Hee akhirnya terbaring di ruang rawat, Ji Ah menyalahkan Ki Joon padahal sebelumnya bilang ingin menemui Bong Hee dan Sepertinya Bong Hee berharap bertemu dengan Joon Oh. Ki Joon bisa tahu berpikir kalau Bong Hee sudah tahu dan lebih baik diam saja.
“Kau Jaksa Yoon, bukan? Kau kakak So Hee.” Ucap Ki Joon, Jaksa Yoon membenarkan.
“Bong Hee.. benar-benar polos. Itu pekerjaan dan perjalanan pertamanya keluar negeri. Joon Oh ingin memecat dia, tapi aku mencegahnya.Dia malah berakhir di pulau terpencil bersama kami. Saat kami berada di pulau, dia yang mengerjakan semua pekerjaan kasar. Dia juga menyelamatkan hidup So Hee beberapa kali.”  Cerita Ki Joon
“Ki Joon benar. Jika So Hee masih hidup, dia yang akan paling berterima kasih kepada Bong Hee.” Ungkap Ji Ah. 
“Kurasa Bong Hee tidak bisa memberitahuku langsung. Karena Aku baru tahu itu.” Kata Jaksa Yoon menatap Bong Hee
“Kurasa aku harus memberitahumu agar kau mau membantu Bong Hee. Dia akan kesulitan mengejar pesawat ke Korea nanti, kan?” ucap Ki Joon, saat itu ponsel Jaksa Yoon melihat ponselnya berbunyi lalu pamit keluar lebih dulu.

Hee Kyung menelp Jaksa Yoon bertanya apakah berada di Tiongkok bersama Bong Hee. Jaksa Yoon membenarkan, Hee Kyung pun bisa menduga kalau Jaksa Yoon menemui para korban selamat lagi. Jaksa Yoon mengaku tidak memberitahu karena itu hal yang pribadi.
“Sepertinya kau mendengar tentang itu.Kau menemui para korban selamat yang bahkan belum kutemui. Apa Kau pikir aku tidak akan tahu? Memangnya kalian anggota Dewan Penyelidikan?” ucap Hee Kyung menyindir
“Jika begitu, kami tidak akan bisa menemui para korban selamat ini. Kau pasti melalaikan keselamatan para korban Maka itu mereka tidak memercayaimu meski kau menawarkan perlindungan. Mereka sangat ketakutan dan hanya memercayai Bong Hee. Maka itu aku kemari bersamanya.” Jelas Jaksa Yoon

“Bong Hee masih dalam penyelidikan. Dia akan segera dipanggil atas tuduhan konspirasi pembunuhan. Bagaimana bisa kau mengatakan ini selagi kau berada di luar negeri bersamanya?” kata Hee Kyung
Jaksa Yoon pikir mereka bisa melihat nanti,  apakah tuduhannya atas konspirasi dinyatakan bersalah atau tidak.  Hee Kyung pikir kalau Jaksa Yoon  ingin mencari tahu siapa pembunuh So Hee tapi malah membela Bong Hee bahkan memburunya belum lama ini.
“Kukira dia menyembunyikan sesuatu, ternyata tidak. Pembunuhnya orang lain. Aku harus mendengar kesaksian Joon Oh. Maka itu, aku datang ke sini.” Tegas Jaksa Yoon, Hee Kyung menghela nafas.
“Kenapa kau menghela nafas? Apa Kau pikir aku tidak bisa melakukannya?” kata Jaksa Yoon seperti merasa diremehkan
“Jadi, Apa kau memang menemui mereka?” tanya Hee Kyung
“Ternyata situasinya sesuai dengan harapanmu.” Kata Jaksa Yoon, Hee Kyung merasa tak mengerti.
“Aku berharap Bong Hee segera kembali. Aku ingin dia tetap diam di bawah pengawasanku sampai dewan ini dibubarkan. Berhentilah memberinya harapan palsu. Segera bawa dia kembali. Apa kau dengar?” tegas Hee Kyung lalu menutup telpnya. 

Penyidik Oh langsung bertanya pada Hee Kyung siapa korban yang selamat. Hee Kyung terlihat kesal karena Penyidik Oh malah bertanya padanya, karena tugas bawahanya itu untuk mencari tahu siapa para penyintas itu bahkan tidak tahu Bong Hee pergi jadi lebih baik bekerja yang benar. Penyidik Oh hanya bisa meminta maaf.
“Bekerjalah lebih baik lagi, paham? Ini tugas kita. Jangan biarkan orang lain merebut tugas kita.” Tegas Hee Kyung, Penyidik Oh mengerti.

“Masa bodoh apa yang kau lakukan dan Cukup bawa dua korban itu ke Korea. Katakan bahwa kita akan memberi lebih dari sekadar perlindungan dan bawa mereka kemari.” Perintah Hee Kyung, Penyidik Oh mengangguk mengerti.
“Setelah mengurus kedua penyintas itu, ayo kita selesaikan ini. Aku muak sekali dengan kasus ini dan tidak bisa menghadapinya lagi.” Ungkap Hee Kyung.
Jaksa Yoon akan kembali masuk menerima telp dari seseorang,  yang mengaku kalau punya bukti tentang siapa yang membunuh Yoon So Hee. Mata Jaksa Yoon langsung melotot tajam. 



So Hee tertidur seperti mengingat kenangan dengan Joon Oh dalam mimpinya.
Flash Back
Joon Oh main lempar batu lalu melompat dengan satu kaki, tapi mengeluh karena Ki Joon itu bisa menyelesaikan hanya dalam 10 detik saja.  Bong Hee memanggil Joon Oh mengaku kalau sudah berpikir karena Keluarga Joon Oh sudah meninggal dunia dan sudah punya banyak teman. Aku akan menjadi penjaganya saja. Joon Oh binggung apa maksudnya itu.
“Jadi, saat kau terlalu sibuk untuk makan, aku bisa menanak nasi dan memasak makanan hangat. Jika kau bingung tidur di mana, aku bisa menyediakan tempat. Meski tidak ada yang membelamu, maka aku akan berada di sisimu.” Ungkap Bong Hee selama ada di pulau saling memberikan perhatian masing-masing
“Meski tidak ada yang memercayaimu, maka aku akan mempercayaimu.” Ungkap Bong Hee, Joon Oh terdiam mendengarnya.
“Kenapa kau begitu memercayaiku?” tanya Joon Oh dengan senyuman
“Mempercayai yang tidak kasatmata adalah kepercayaan sesungguhnya.”  Kata Bong Hee turun ingin ikut bermain. 
Joon Oh pikir Bong Hee tak bisa mempercayai yang tidak kasatmata lalu menegaskan sudah berjanji, jadi jangan berubah pikiran saat kembali ke Seoul. Keduanya bermain dengan saling adu mulut karena cara bermain yang berbeda. 


Bong Hee tersadar dari pingsanya, lalu ingin bangun. Ji Ah meminta Bong Hee agar bisa tetap berbaring. Bong Hee binggung karena malah berada di tempat rawat,  Ji Ah meminta Bong Hee kembali berbaring. Ki Joon memberitahu kalau Jaksa Yoon menunda penerbangannya jadi tidak perlu tergesa-gesa. Ji Ah meminta agar Bong Hee bisa lebih santai.
“Aku mendengar tentang kejadian di Korea. Tidak cukup bagi Tae Ho untuk menjadikan Joon Oh pembunuhnya. Dia bertingkah seperti pahlawan nasional. Pasti rasanya berat bagimuTidak ada yang membantumu juga. ” Kata Ki Joon
“Apa kau mendengar sesuatu tentang SekTae?” tanya Ji Ah Bong Hee memberitahu Ho Hang yang sudah kembali ke Korea.
“Aku belum menemukan artikel tentang itu.” Kata Ji Ah kaget.
“Karena dia meminta perlindungan, Dewan Penyelidikan tidak membuat pengumuman. Dia sudah memberikan kesaksian. Sekarang mungkin dia bersama Tae Ho.” Cerita Bong Hee yang membuat dirinya dianggap berbohong. 

Ji Ah dan Ki Joon saling menatap seperti tak percaya,  Ki Joon pikir Ho Hang Mungkin takut usai mendengar soal kecelakaan CEO Hwang menurutnya tanpa Joon Oh maka Tae Ho menguasai dunia. Ji Ah mengumpat Tae Ho si keras kepala itu.
“Aku yakin dia mendalangi kecelakaan CEO Hwang.” Ungkap Ji Ah kesal. Ki Joon meminta Ji Ah tenang dan  Berhenti membicarakannya.
“Mana bisa aku tenang? Kejadian yang menimpamu, Sek Tae, Bong Hee, dan Joon Ho, semua disebabkan oleh Tae Ho. Sampai kapan kita harus waspada di dekatnya?” keluh Ji Ah kesal
“Ji Ah ingin kembali, tapi aku menghentikannya. Kejadian yang menimpa CEO Hwang  tidak seperti kecelakaan.” Cerita Ki Joon
Bong Hee pun ingin tahu rencana Ki Joon, Ji Ah pikir Jika Ki Joon tidak terluka, pasti sudah membuat keributan besar. Ki Joon pikir sekarang harus kembali. Meskipun Joon Oh tidak ada, tapi ada yang harus mereka lakukan.

“Kau sudah berjuang sendirian. Kini, ada kami yang mendukungmu. Jangan terlalu khawatir. Saat kami kembali, kau tidak akan sendiri lagi. Sek Tae menyeleweng karena dia tidak punya tempat bergantung. Kita bisa membujuknya. Kita akan membebaskan Joon Oh dari fitnah lalu akan menghukum Tae Ho atas perbuatannya.” Jelas Ki Joon yakin
“Benarkah kalian akan membantu? Kuharap Joon Oh tidak lagi disalahkan atas perbuatan yang tidak dia lakukan. Tolong bantu.” ungkap Bong He tak percaya dengan mata berkaca-kaca
“Jangan khawatir, Bong Hee.” Kata Ki Joon sangat mendukung Bong Hee
Saat itu Jaksa Yoon datang memberitahu Ada sesuatu yang harus diurus jadi meminta Bong Hee agar bisa menunggu.  Bong Hee langsung bertanya ada apa. Jaksa Yoon menceritakan kalau seseorang memberitahu bahwa dia punya bukti mengenai kasus So Hee jadi harus menemuinya.
Bong Hee ingin ikut, Jaksa Yoon melihat Bong Hee yang sedang tak sehat, . Bong Hee pikir jauh-jauh datang kemari untuk mengungkap kebenaran jadi tidak bisa berbaring saja turun dari tempat tidurnya. 


Tae Ho dan CEO Jang berada dalam seorang dokter yang bicara bahasa cina. CEO Jang bertanya pada orang yang menerjemahkanya, Si pria memberitahu kalau Dokter mengatakan  Rumah sakit menjunjung integritas, jadi tidak bisa membocorkan informasi pribadi pasiennya. CEO Jang memberikan kode dan Si pria memperlihatkan sekoper uang, Si Dokter terlihat melotot tajam melihat uang.

Keduanya berjalan di lorong rumah sakit, Tuan Jang meminta Tae Ho  Berpura-puralah tidak terjadi sesuatu karena Mereka akan mengurus semuanya, lau bertanya apakah masih ingin dirumah sakit karena orang-orang bisa melihatnya.
“Aku ingin menemui mereka langsung. Akan kuselesaikan, kau bisa pergi lebih dahulu.” Jelas Tae Ho, CEO Jang mengerti menyerah semuanya pada Tae Ho.
“Tae Ho.... Ini hampir berakhir... Ayo kita kerjakan dengan baik.” Pesan CEO Jang sebelum pergi.  Tae Ho menatapnya seperti memang selama ini sudah jadi rencana jahatnya dengan CEO Jang. 

Bong Hee mengikuti Jaksa Yoon sampai keluar dari rumah sakit, Jaksa Yoon pikir lebih baik Bong Hee tetap di rumah sakit dan tidak tahu apa buktinya jadi tidak perlu ikut dan akan mencari tahu dahulu bersama Jaksa Cho. Bong Hee memohon, tapi Jaksa Yoon menolak menyuruh Bong Hee segera masuk.
Saat itu datang sebuah mobil dan juga ambulance, beberapa pria turun mengunakan pakaian rumah sakit bawaan mereka alat-alat tajam, seperti palu dkk. Ketua genk memarahi anak buah kalau mereka tidak akan membunuh hari ini
“Tujuan hari ini yaitu menangkap kedua orang ini hidup-hidup. Jika tidak bisa, kalian boleh membunuh mereka.” Kata si pria. Bong Hee yang belum sempat melihat para pria cina memberikan foto Ji Ah dan juga Ki Joon. 

Beberapa orang masuk ke rumah sakit langsung mengunci pintu dengan rantai. Salah seorang pria memarahi anak buahnya karena seorang dokter malah membawa tiang infus.
Beberapa orang seperti preman mulai mencari Ji Ah dan Ki Joon, sementara pegawai rumah sakit binggung dengan kegaduhan di rumah sakit. Mereka tak peduli terus mencari keduanya, Bong Hee sempat berjalan dan ditatap oleh agar memastikan kalau bukan wajah Ji Ah dan Ki Joon.
Saat itu Bong Hee bisa lolos dan melihat Tae Ho ikut mencari-cari di dalam ruangan. Ia langsung berlari masuk ruangan mengajak Ji Ah dan Ki Joon  pergi karena orang-orang aneh mencari keduanya dengan membawa dan ia berusaha untuk mengulur waktu.
Ji Ah dan Ki Joon binggung karena harus mencari mereka, lalu bertanya dengan Bong Hee. Bong Hee pikir Mereka tidak mengenalinya jadi menyuruh keduanya segera pergi dan berhati-hati.
Saat itu pintu kamar Ji Ah dibuka, Bong Hee sudah menaruh lemari untuk bersembunyi dan pria itu ingin memukul, Bong Hee mencoba mengelabuhinya dengan memutar lemari tapi ketika keluar ruangan, Tae Ho seperti menunggunya. Ia pun langsung berusaha kabur, Tae Ho tersenyum licik merasa makin yakin kalau Ji Ah dan Ki Joon ada dalam rumah sakit. 


Ji Ah dan Ki Joon berusaha untuk kabur dari kejaran para preman, dan Ki Joon mengelabuhi mengunakan topi.  Ji Ah tak dikenali dengan mengunakan topi tapi Ki Joon bisa ditangkap karean persis dengan foto. Akhirnya Ji Ah dengan kekuatan langsung memberikan pukulan karena tak mengenalinya, Ki Joon pikir itu karena Ji Ah aslinya jauh lebih cantik.

Bong Hee berusaha kabur tapi semua pintu sudah digembok, Tae Ho pun hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat Bong Hee yang dikejar oleh anak buah lainya.
Jaksa Yoon turun dari mobil ditempat pertemuan, saat menelp beberapa orang datang dengan membawa pemukul baseball. Jaksa Cho langsung kena pukul tanpa bisa membalasnya. Jaksa Yoon berusaha untuk melawan dengan bela dirinya.  Setelah semua pingsan, Jaksa Yoon meminta agar Jaksa Cho cepat hubungi rumah sakit dan harus pergi ke rumah sakit secepat mungkin. Ketua genk meihat Jaksa Yoon pergi melaporkan kalau mereka bisa kabur. 

Ki Joon dan Ji Ah pergi ke bagian tempat pembersih. Ji Ah berjaga didepan bertanya apa yang harus mereka lakukan karena dalam masalah besar.  Ki Joon melihat luka kembali berdarah, berkata pada Ji Ah kalau sepertinya rumah sakit ini ada di bawah kendali CEO Jang dan Tae Ho jadi meminta agar pergi dan panggil bantuan.
“Apa maksudmu? Bagaimana denganmu?” kata Ji Ah kesal
“Aku hanya memperlambatmu. Kemungkinan tertangkap lebih besar. Aku akan bersembunyi di sini. Pergilah dan...” ucap Ki Joon, Ji Ah pikir Ki Joon tadi tak bisa melihat para preman itu.
“Apa Kau kira mereka akan membiarkanmu hidup? Hentikan omong kosongmu.” Ucap Ji Ah. Ki Joon menarik Ji Ah agar bisa mendengarnya.

“Ji Ah, kendalikan dirimu dan dengarlah baik-baik. Itu sebabnya aku memintamu untuk memanggil bantuan. Kau harus memanggil orang yang bisa membantu kita selamat. Aku membiarkanmu pergi karena aku ingin hidup. Pasti Bong Hee juga sedang dikejar. Jika tidak bertindak cepat, maka kita semua akan tertangkap dan mati.” Kata Ki Joon
Ji Ah terdiam melirik kearah yang lain, Ki Joon pikir Ji Ah itu takut lalu mengingatkan kalau mereka  berhasil lolos dari pulau terpencil itu. Ji Ah tak ingin meninggalkan Ki Joon sendirian karena sudah menyelamatkan hidupnya berkali-kali jadi sekarang gilirannya menyelamatkan Ki Joon, lalu mengambil sebuah trolly pakaian kotor. 


Ji Ah mengunakan pakaian seperti petugas kebersihan, lalu mendorong sampai ke depan pintu yang terkunci, tangan Ki Joon dengan dua buah besi mencoba membuka gembok pintu. Sementara Bong Hee masih terus berlari mencoba kabur dari kejaran para preman anak buah Tae Ho.
Ia mendorong semua trolly makanan dan obat-obatan untuk menghalangi anak buah Tae Ho yang ingin menangkapnya. Tae Ho dengan tatapan dingin berusaha dengan santai mengejar Bong Hee seolah-olah tak terjadi sesuatu.
Ki Joon bisa membuka pintu gembok, Ji Ah keluar lebih dulu tapi tubuhnya langsung kembali terpental masuk. Ki Joon kaget dan menerima pukulan dari para preman yang mengunakan pakaian rumah sakit dan membawa alat tajam. Keduanya pun pasrah harus ditangkap. 

Jaksa Yoon mencoba menelp tapi dibuat binggung karena Tidak ada yang menjawab, lalu bertanya Seberapa jauh jarak mereka dari rumah sakit. Jaksa yang menyetir memberitahu kalau mereka  hampir sampai.

Sementara Penyidik Oh sedang memarahi anak buahnya yang tidak bisa mengontak siapa pun di rumah sakit dan menegaskan kalau itu tugasnya jadi meminta agar jangan banyak memberikan alasan konyol dan segera memeriksa dirumah sakit.  Hee Kyung yang mendengarnya bertanya apakah terjadi suatu masalah.
“Tidak ada yang menjawab panggilan di rumah sakit. Apakah itu masuk akal? Aku menyuruh mereka ke sana dan memeriksa langsung karena identitas mereka tidak bisa dipastikan lewat telepon.” Jelas  Penyidik Oh

Hee Kyung terdiam mengingat perkataan Jaksa Yoon sebelumnya “Kau pasti telah melalaikan keselamatan para korban Maka itu mereka tidak mempercayainya meskipunmenawarkan perlindungan. Mereka sangat ketakutan dan hanya memercayai Bong Hee.”
“Jang Do Pal dan Choi Tae Ho... Cari tahu apa mereka berada di Tiongkok.” Perintah Hee Kyung, Penyidik Oh menganguk mengerti. 



Tae Ho akhirnya bisa menemukan Bong Hee yang berusaha kabur dari pintu, ia pikir mereka berdua sudah lelah dengan ini karena Joon Oh sudah tiada jadi tidak perlu melakukan ini. Bong Hee mengumpat marah..
“Joon Oh mempercayaimu hingga akhir.” Kata Bong Hee, Tae Ho kesal kesal karena Bong Hee kembali bersikap  keras kepala lagi ingin memukul Bong Hee tapi Bong Hee bisa menghindarinya.
Bong Hee pun  memukul Tae Ho berkali-kali Tae Ho pun tak peduli kalau Bong Hee seorang wanita membalas menendangnya, bahkan meninju perutnya. Bong Hee membenturkan kepalanya pada kepala Tae Ho, akhirnya ia mengambil tongkat infus memecahkan kaca lalu keluar dari rumah sakit.
Terdengar bunyi alarm seperti tanda peringatan, Tae Ho yang melihat merasa kalau ini semakin menarik. Saat itu juga anak buah Tae Ho membantunya berdiri. 

Bong Hee keluar dari rumah sakit melihat Jaksa Yoon dan beberapa polisi datang,  dengan panik memberitahu Ji Ah dan Ki Joon dalam bahaya jadi harus membantu.  Semua masuk kedalam rumah sakit, Bong Hee dibuat kebinggungan dimana keberadaan Ji Ah dan Ki Joon.
“Beberapa saat lalu, orang mencurigakan mencari mereka sambil membawa foto keduanya, selain Tae Ho juga ada di sini.” Cerita Bong Hee binggung mencari Ki Joon dan Ji Ah.
“Jaksa Cho... Apa yang terjadi? Mereka bicara apa?” tanya Bong Hee melihat beberapa  polisi menemui dokter.
“Kata mereka tidak ada yang terjadi dan Tidak ada yang masuk bahkan  tidak ada yang terluka.”Jelas Jaksa Cho binggung
“Dan mereka tidak tahu apa maksud kita,Mereka berpura-pura.” Ungkap jaksa yang lainya.
“Ki Joon dan Ji Ah menghilang. Sekelompok orang menyerbu kemari. Situasi menjadi kacau saat aku melawan mereka.” Cerita Bong Hee
Jaksa Cho melihat kalau  Tidak ada kamera pengawas di rumah sakit ini, selain itu ada yang janggal dari kesaksian dokter ia rasa kalau rumah sakit ini telah disuap. Dokter tiba-tiba menunjuk ke arah  Bong Hee. Jaksa memberitahu kalau pihak rumah sakit  menyuruh polisi untuk menangkap Bong Hee karena merusak properti rumah sakit.
“Jaksa Yoon... Mereka tidak akan menyuap rumah sakit jika tidak berniat membunuh mereka. Aku yakin CEO Jang dan Tae Ho menculik Ki Joon dan Ji Ah. Kita harus menemukan mereka.” Kata Bong Hee yakin 


Hee Kyung menelp CEO Jang seperti sedang berada disebuah kamar hotel.  CEO Jang mengaku kalau kaget dihubungi. Hee Kyung mendengar Kualitas suaranya tidak begitu bagus lalu bertanya apakah sedang berada di tempat yang jauh.  CEO Jang mengatakan kalau sedang ada urusan.
“Urusan itu bukan sesuatu terkait para korban, kan?” ucap Hee Kyung, CEO Jang sedikit panik dan berpura-pura tak mengerti.
“Maksudku, jika kau menyentuh mereka berdua, maka kau akan hancur lebih dahulu.” Ancam Hee Kyung, CEO Jang merasa ucapan Hee Kyung  cukup sadis.
“Kurasa kau keliru. Apa Kau pikir kita sejalan karena aku selalu menuruti permintaanmu? Tidak akan. Mereka tamuku dan aku tuan rumahnya. Aku tidak bersusah payah selama lima bulan untuk melihat mereka mati. Beraninya kau mencampuri urusanku?!!!” tegas Hee Kyung marah
“Mungkin kita tidak sejalan, tapi kukira tujuan kita sama. Aku sedikit kecewa dengan ucapanmu.” Kata Tuan Jang
“ Tidak semua orang yang kau temui bertujuan sama. Ini pasti panggilan internasional, jadi, mari kita selesaikan. Kau akan membuatnya tampak baik dengan mengantar mereka kembali ke Korea. Paham? Sebaiknya mereka sehat tanpa terluka.” Perintah Hee Kyung
Tuan Jang menutup telpnya sambil mengumpat marah,  anak buahnya datang melaporkan kalau tamunya sudah datang.
Bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: