Jumat, 10 Februari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Mereka pindah ke ruangan lain, Ji Ah pikir ucapan bukan tak masuk akan menurutnya mereka semua juga berpikir seperti itu. Direktur Hwang juga merasa  sering frustrasi dan memilki Firasat yang aneh tapi tak ada yang bisa mereka lakukan dan ia juga  merasa iba pada So Hee.
“Karena itulah kita harus mencari tahu. Jika dia tidak bunuh diri...,bisa saja seseorang membunuhnya.” Pikir Ki Wan curiga, saat itu Tae Ho akan masuk sengaja menguping.
“Siapa yang membunuh So Hee? Kau Jangan bicara seperti itu” kata Joon Oh baru masuk membawa air minum.
Direktur Hwang akhirnya hanya bisa berteriak kesal, Joon Oh kembali keluar heran melihat Tae Ho hanya diam saja bukan masuk, Tae Ho berjalan melihat sosok Ki Wan dengan tatapan sinis seperti saat membunuh So Hee. 

Ki Wan pergi ke sebuah ruangan membuka kopernya, tiba-tiba Joon Oh melonggo dibagian lubang mengeluh Ki Wan yang berbicara seperti itu. Ki Wan melihat Joon Oh di celah lubang melonjak kaget. Joon Oh menanyakan alasan Ki Wan yang membuat suasana jadi tak enak setelah bicara seperti tadi.
“Ini bukan omong kosong.Aku tahu lebih banyak darimu...soal Yoon So Hee. Jadi Kau harus percaya padaku.Jangan mempercayai Choi Tae Ho.Dia itu berbahaya.Aku yakin dia juga membunuhnya.” Ucap Ki Wan berbisik. 

Joon Oh duduk diam melamun, Bong Hee melihatnya dari kejauhan. Saat itu Ki Wan membuka kopernya dan diam-diam mengeluarkan sebuah amplop dan melihat sebuah foto. Tae Ho tiba-tiba datang dari belakang melihatnya, dengan dingin langsung bertanya siapa sebenarnya Ki Wan itu.
Ki Wan kaget melihat Tae Ho sudah ada dibelakangnya, Tae Ho langsung menarik Ki Wan dengan berteriak mengumpat marah.  Joon Oh dan Bong Hee yang mendengar teriakan langsung menghampiri keduanya untuk merelai.
“Kau bisa lihat ini!!! Apa kubilang, ada yangmencurigakan dengan dia.Kita harus mengusirnya!Kenapa dia bawa foto ini ke pesawat?Kenapa dia mengikuti kita kesini?” teriak Tae Ho marah, Joon Oh tak mau kalah berteriak kalau ini melihat fotonya lebih dulu
“Siapa mereka?” tanya Joon Oh tak mengenal sepasang pria dan wanita tak begitu jelas dari wajahnya.
“ Itu Jae Hyun dan So Hee!” ucap Tae Ho dengan nada tinggi. Joon Oh memastikan lebih dulu kalau foto itu milik Ki Wan. Ki Wan pun mengangguk. Joon Oh ingin tahu alasan Ki Wan memiliki foto itu.
“Itu artikel pertama yang kutulis.Aku yang menulis soalbunuh dirinya Shin Jae Hyun.Aku sudah bilang padamu, kalauaku lebih tahu banyak soal So Hee.Setelah itu, aku mencari tahu tentangnya.Sejak mereka pacaran diam-diam.” Cerita Ki Wan, Joon Oh hanya bisa diam ternyata So Hee sangat marah padanya karena Jae Hyun adalah pacarnya. 


Hee Kyung memberitahu kalau yang dikataan Tae Ho kalau tidak membunuh Yoon So Hee dan meminta untuk percaya padanya. Penyidik Oh pikir kalau Menurut Ra Bong Hee,  bahwa Choi Tae Ho yang.... Hee Kyung langsung memotongnya dengan menanyakan tugas mereka sebenarnya.  Penyidik Oh bingung.
“Untuk menangani kasus kecelakaan pesawat  Legend Entertainment sebagai bagian dari Komisi Investigasi Khusus...apa tugas kita?Apa yang harus kita lakukan?”kata Hee Kyung mencoba menyadarkan anak buanya
“ Kita harus menyelidiki secara menyeluruh untuk menemukan kebenaran.” Jawab Penyidik Oh
“Kau bilang  Kebenaran?Kita tidak bisa menemukan kebenaran.” Tegas Hee Kyung
Penyidik Oh tak mengerti,  Hee Kyung pikir kemungkinannya 50 persen dan merasa kalau mereka  harus percaya pada syang bisa menguntungkan mereka. 

Joon Oh duduk diam sambil menatap foto So Hee dan juga Jae Hyun yang diam-diam berpacaran. Teringat kembali kata-kata Ki wan kalau yakin Tae Ho yang membunuhnya, sebelum itu Tae Ho yang kabur mengaku kalau  tak sengaja dan tidak pernah bermaksud membunuh Yul menurutnya mereka harus bertahan hidup tapi semua malah menyalahkanya. 

Ki Wan baru saja buang air kecil ketika membalikan badan dikagetkan dengan Tae Ho yang sudah ada dibelakang dengan tatapan dingin. Tae Ho tetap ingin tahu siapa Ki Won sebenarnya. Ki Wan menegaskan kalau dirinya seorang reporter. Tae Ho tak ingin bercanda lagi
“Kenapa kau mengungkit-ungkit Jae Hyun dan So Hee? Kenapa kau membuat orang jadi bingung?” kata Tae Ho, Ki Won malah heran merasa kalau tak ada yang binggung.
“Jika kau tidak ingin  mereka jadi bingung..., kenapa tidak kau beritahu saja pada mereka?” ucap Ki Wan, Tae Ho pikir tak ada yang perlu diberitahu pada mereka.
“Kau membunuhnya. Kau berpura-pura seolah tidak ada yang  terjadi setelah membunuh seseorang. Bukankah tak pantas bertindak seperti itu? Yah... Akhirnya kau sekarang bisa jadi aktor dan Aktingmu luar biasa hebat.” Ungkap Ki Wan sinis
Tae Ho mengumpat Ki Wan itu sudah gila menegaskan kalau dirinyatidak membunuh siapa pun. Ki Wan hanya tersenyum menurutnya  Siapa yang gila disini akan segera mengetahuinya lalu pergi meninggalkanya lebih dulu. Tae Ho terdiam dengan tatapan dinginya. 


Joon Oh duduk diperapian, lalu melihat Tae Ho yang berbaring teringat kembali Ji Ah yang merasa heran pada dirinya yang membela Tae Ho, padahal sudah mengaku kalau membunuh Yul.
Ki Joon pun juga seperti itu menurutnya  bukan ide yang baik  membiarkan Tae Ho tinggal bersama mereka. Joon Oh saat itu berpikir mereka  harus membunuhnya. Dan Soo Hee mengatakan kalau memang Tae Ho  bersedia pergi maka mereka bisa membiarkan pergi karena  itu bukan kesalahan  mereka. 

Bong Hee melihat Joon Oh duduk sendirian dibagian atas, ingin membahas tentang perkataan tadi siang, tapi melihat Joon Oh yang duduk diam sambil melamun sepertinya sedang memikirkan banyak masalah. Ia pun bertanya apakah sedang memikirkan semua hal yang berkaitan dengan Choi Tae Ho. Joon Oh pikir seperti itu.
“Beritahu aku kalau kau mengalami kesulitan.” Kata Bong Hee
“Tae Ho... Kubilang, aku akan mempercayainya. Aku harus menepati kata-kataku sendiri. Semuanya makin rumit.” Cerita Joon Oh, Tae Ho terbangun dari tidurnya pergi ke tempat Ki Wan yang sedang tertidur dan terus menatapnya seperti ingin melakukan sesuatu, tapi akhirnya kembali keluar. 

Joon Oh pikir seharusnya tak membawanya kembali dan membuatnya banyak sekali pikiran didalam kepalanya. Bong Hee ikut naik dan duduk disamping Joon Oh, merasa kalau Kegiatan fisik membantu meringankan pikiran, ia melihat ada banyak jamur di hutan  beberapa hari yang lalu jadi lebih baik Besok pergi mengambil jamur itu.
“Kita buat Tae Ho kerja seharian,  biar dia tidak melakukan hal bahaya.” Ucap Bong Hee yakin
“Apa Kau pikir dia mau melakukannya sampai kelelahan? Dia itu orang yang malas gerak, sama sepertiku.” Ucap Joon Oh, Bong Hee pikir kalau tak perlu mengajaknya.
“Lalu kenapa kau tadi mau mengajaknya?” keluh Joon Oh, Bong Hee rasa  harus mengajaknya untuk menjaga sopan santun. Joon Oh mengeluh karena pasti banyak salju yang turun dihutan.
“Kita akan melihat salju dan juga mengambil jamur. Pasti menyenangkan.” Ucap So Hee penuh semangat, keduanya terus membahas tentang jamur dan memutuskan akan segera pergi kesana. 


Direktur Hwang mengajak Ho Hang pergi bersama agar badanya terasa segar. Ho Hang yang masih mengantuk meminta agar bisa beristirahat. Direktur Hwang juga membangunkan Ki Wan untuk pergi bersama. Ki Wan menolak untuk ikut seperti masih mengantuk karena merasa nyaman saja  tidur di tempat ini.

Joon Oh akhirnya masuk, Direktur Hwang memberitahu kalau keduanya tak akan ikut,  Joon Oh menanyakan alasan keduanya tak ikut karena hanya akan sendirian. Ki Wan pikir tak perlu mengkhawatirkan Ho Hang karena akan memberikan makan. Joon Oh pun memberikan tanggung jawabnya paa Ki Wan lalu keluar bersama Direktur Hwang. 
Ki Joon dan lainnya sudah bersiap-siap,  Direktur Hwang mengajak mereka semua untuk pergi. Bong Hee bertanya keberadaan Ho Hang dan Kim Wan. Direktur Hwang memberitahu kalau Sekretaris Tae lagi tidak enak badan jadi Reporter Kim yang akan merawatnya dan lebih baik segera pergi. Ki Joon tahu kalau ini bukan piknik. Tapi menurutnya akan membuat mereka merasa segar dan memuji Bong Hee yang memang pintar.

Tae Ho terus saja menatap dingin ke arah ruangan Ki Wan, saat itu Joon Oh ingin membuat Tae Ho lelah menyuruh membawakan koper dan ikut dibelakangnya. Mereka pun bersama-sama pergi ke hutan mencari jamur. 

Semua pergi kebagian hutan yang sudah dipenuh salju, Direktur Oh mengeluh kalau tak mungkin ada salju. Bong Hee yakin kalau melihat jamur yang banyak sekali. Direktur Hwang pikir kalu semua pasti sudah layu. Bong Hee mencoba mencari dibagian bawah pohon lalu berteriak kalau mendapatkanya.
Ki Joon tak percaya melihatnya dan mulai memakainya, Direktur Hwang merasa kalau  Rasanya seperti daging sapi. Semua mencari jamur yang menempel pada batang kayu, sementara Tae Ho hanya diam saja membawa kopernya.
Joon Oh melihat dari kejauhan, mengambil koper dan menyuruh Tae Ho agar mencari jamur karena banyak sekali disekeliling mereka. Semua mencari jamur sambil bermain salju seperti menemukan kebahagian walaupun terdampar dalam pulau. Direktur Oh terlihat tertawa bahagia. Tae Ho hanya diam saja melihat semua yang bermain lempar salju. 

Joon Oh mengumpulkan semua jamur dalam koper, lalu tersadar tak melihat Tae Ho. Bong Hee mengajak mereka mencari jamur yang  banyak setelah itu bisa kembali. Joon Oh bertanya pada Bong Hee keberadaan Choi Tae Ho. Bong Hee pikir tadi masih melihat didekat mereka.
“Aku akan pergi mencarinya.” Ucap Joon Oh khawatir, Bong Hee pikir ingin ikut bersama.
“Tidak, sepertinya dia mungkin pergi buang air kecil, kau harus menjaga yang lain” pesan Joon Oh lalu bergegas pergi mencari Tae Ho. Bong Hee memikirkan kemana perginya Tae Ho. 

Ki Wan membakar ikan untuk makan bersama dengan Ho Hang,  lalu memanggilnya kalau ikannya sudah matang. Tapi yang datang adalah Tae Ho, Ki Wan heran kenapa Tae Ho sudah kembali. Tae Ho dengan tatapan dingin, melampiaskan semua amarahnya, dengan melempar dan memukul Ki Wan.
Ho Hang sedang mengambil air minum, panik saat melihat dari celah Tae Ho yang menghajar habis-habisan Ki Wan. Ia menjatuhkan semua barang bawaanya dan kabur. Joon Oh pun berlari dari hutan karena takut terjadi sesuatu.  Ditengah jalan bertemu dengan Joon Oh, Joon Oh heran melihat Ho Hang keluar dari rumah. Ho Hang dengan nafas terengah-engah memberitahu tentang Tae Ho kalau mau membunuh Reporter Kim Joon Oh pun langsung berlari untuk mencegahnya. 

Ki Wan terlihat sudah penuh luka dihajar oleh Tae Ho, tapi Tae Ho seperti masih belum puas merasa  kalau seharusnya sudah meninggal  saat pesawat itu jatuh menurutnya Jika  selamat seharusnya diam saja. Ia pun memukul Ki Wan dengan sekuat tenaga.
“Kenapa kau terus bicara yang tidak penting? Kau pikir kau tahu banyak. Apa Kau pikir kau tahu segalanya?” ucap Tae Ho terus memukulnya, Ki Wan meminta agar menghentikanya. Tae Ho membiarkan Ki Wan pergi lalu sengaja menjatuhkan pagar bambu dan menimpa tubuh Ki Wan.
“Kenapa kau tak bilang saja padaku apa yang kau tahu? Beritahu saja aku Kau sudah banyak bicara di depan orang  lain.” Ucap Tae Ho mencoba mencekik leher Kim Wan untuk kembali membunuhnya.

Bong Hee melihat kalung milik So Hee yang diberikan padanya,  ibunya datang ke kamar memperlihatakan sebuah jaket mahal yang baru dibeliknya dan itu adalah  jaket merek terkenal. Bong Hee melihat jaketnya itu cantik dan sang ibu meminta Bong Hee agar bisa memakainya, keduanya pun berdiri didepan cermin.
“Bong Hee. Semua orang, termasuk Ibu..., ada di sisimu. Jadi. Jangan takut pada apa pun. Beritahu saja orang-orang  apa yang kau lihat dan alami di pulau itu. Lakukanlah itu demi orang-orang yang kau sayangi. Demi orang-orang itu yang  masih hidup atau tidak. Inilah yang pantas dilakukan bagi mereka.” Pesan ibunya, Bong Hee mengangguk mengerti. 

Bong Hee pergi naik mobil mendengar siaran berita dari radio “Para warga meminta pemerintah untuk mengungkapkan kebenarannya. Selain dari pemeriksaan gabungan, Mereka menuntut para ahli”
Penyidik Oh menelp Bong Hee,  bertanya apakah sudah dalam perjalanan. Bong Hee mengaku kalau hampir sampai. Penyidik Oh terlihat binggung membicarakan,  lalu mengatakan kalau ada perubahan disini. Semua sedang mempersiapkan ruangan konferensi pers.
“Untuk saat ini, sepertinya kau harus pulang.” Kata Penyidik Oh, Bong Hee binggung karena tiba-tiba memutuskan seperti itu.
“Ketua Jo ingin aku  menginformasikanmu kalau kau tidak perlu datang ke sini hari ini.” Kata Penyidik Oh, Mobil pun langsung mutar balik, Bong Hee menyudahi telpnya masih dibuat binggung dengan mendengarnya berita dari radio.
“Konferensi pers akan segera dimulai. Hari ini, Komisi Investigasi  Khusus mengungkapkan kebenaran tentang kasus Yoon So Hee melalui pemeriksaan laporan korban..., sehingga diperkirakan  pengumuman hari ini akan berisikan pada bagaimana para korban  berhubungan dengan kasus ini. Oleh karena itu, semua mata tertuju  pada konferensi pers saat ini.”
Bong He melihat lampu lalu lintas yang akan pindah ke lampu hijau, ia buru-buru membuka pintu mobil dan berlari keluar. 

Joon Oh berusaha terus berlari ke tempat tinggal mereka sementara, Tae Ho terus mencekik leher Ki Wan karena menginginkan reporter itu mati. Ki Wan akhirnya lemas, Joon Oh datang langsung menendang Tae Ho memarahi yang dilakukan tadi. Ia berusaha menyadarkan Ki Wan seperti sudah tak bernyawa.
Ki Joon dan lainya akhirnya datang kebingungan karena tempat mereka sudah porak poranda, Joon Oh meminta agar mereka bisa menyadarkan Ki Wan lebih dulu. Ki Joon melihat Ki Wan masih bernapas, tapi tidak tahuapakah akan bangun. Joon Oh meminta agar diambilkan air atau  alkohol pada Bong Hee.
Tae Ho hanya diam dengan tatapan dinginya, Ki Joon sudah bisa tahu kalau itu pasti perbuatan si sampah Tae Ho, menurutnya ini tak mungkin tak sengaja dan sangat jelas mencoba membunuh Reporter Kim. Ia menyindir kalau Membunuh orang sudah menjadi kebiasaan Tae Ho sekarang. Joon Oh  meminta agar bisa menyadarkan Ki Wan karena ada sesuatu yang ingin ditanyakan. 

Ia teringat saat Ki Wan meminta agar mempercayai dirinya kalau Tae Ho itu orang yang berbahaya dan yakin kalau ia juga membunuh Yoon So Hee. Pelahan Joon Oh mendekati Tae Ho dengan mencengkram tubuhnya menanyakan alasan melakuan itu.
“ia duluan yang mulai yang terus memprovokasi dan menggangguku.” Ucap Tae Ho membela diri
“Apa kau harus membunuh orang tiap kali kau kesal?” kata Joon Oh marah
Tae Ho merasa tak bersalah kalau Ki Wan itu tak mati, Joon Oh bisa tahu kalau Tae Ho itu mencoba membunuhnya. Tae Ho mengaku kalau hanya ingin memberinya pelajaran. Joon Oh tak percaya dan rencana Tae Ho gagal karena ia datang. Tae Ho terus mengelak. 

“Kau juga melakukannya pada So Hee.” Ucap Ho Hang akhirnya datang semua orang terlihat kaget.
“Apa yang terjadi pada So Hee juga... Tae Ho yang melakukannya. Aku melihatnya.” Kata Ho Hang, Tae Ho terus menyangkal kalau semua hanya omong kosong dan ingin memukulnya.
Joon Oh menahanya meminta agar Ho Hang memberitahu semuanya pada mereka, Ho Hang dengan terbata-bata memberitahu kalau Tae Ho yang  membunuh So Hee Kemudian memanipulasinya sebagai bunuh diri dan lihat semuanya. Ia juga menceritakan kalau Tae Ho mengancam akan membunuhnya kalau memberitahu mereka semuanya. 

Tae Ho terus mengelak, melihat semua sangat shock langsung mengamuk karena semua perpcaya pada omong kosong Ho Hang. Bong Hee dan Ji Ah hanya bisa menangis. Tae Ho akhirnya menyerang Ho Hang agar memberitahu semuanya dengan jujur. Ho Hang mengaku tak berbohong dan melihatnya dengan jelas  Direktur Hwang langsung menarik Tae Ho dan memberikan pukulanya.
“Apa kau juga percaya ucapan gila ini?” ucap Tae Ho tak percaya melihat menerima pukulan dari seseorang yang selama ini memujinya.
“Kenapa kau melakukannya?  Apa Kau sudah gila? Kau juga melakukannya pada Yul, bahkan So Hee juga. Kenapa kau membunuh mereka?” ucap Direktur Hwang memberikan pukulan sebagai pelajaran. Tae Ho terus saja menyangkal tak melakukanya.
“Mereka itu...temanmu...selama 10 tahun. Teganya kau membunuh mereka!”ucap Direktur Hwang sambil mengumpat marah. 

Spanduk bertuliskan [Laporan Sementara Kedua  Komisi Investigasi Khusus] Hee Kyung dan Tae Ho masuk ke dalam ruangan konferensi pers. Dibelakang Direktur Jang melihatnya seperti berhasil membujuk Hee Kyung.
“Sekarang ini...kita hadir disini untuk mendengarkan penjelasan korban hilang dari kecelakaan pesawat Legend Entertainment, Choi Tae Ho. Saya yakin kalian semua menyadari  kasus pembunuhan Yoon So Hee telah diabaikan dan menjadi misteri yang belum terpecahkan. Dialah saksi penting  dari insiden tersebut jadi harap dengarkan  apa yang dia katakan.” Ucap Hee Kyung
Direktur Jang memerintahkan anak buahnya kalau Bong Hee muncul agar mencegahnya dan tak memperbolehkan untuk masuk. Bong Hee terus berlari menuju ke tempat konfresensi pers. Tae Ho sudah naik keatas podium mengaku  yang akan ceritakan sekarang adalah sepenuhnya benar.
“Saya menyaksikan segala sesuatunya dengan mata kepala saya sendiri. Orang itu... Kami semua... takut pada orang itu. Karena itulah Yoon So Hee... selalu memanggilnya pembunuhDan dia juga mencoba... membunuh kami semua.” Ucap Tae Ho yang mengingat saat seseorang memukulnya sampai babak belur.

Penyidik Oh terlihat ragu lalu memastikan pada Hee Kyung kalau keputusan yang mereka lakuan itu benar. Hee Kyung hanya meliriknya seperti merasa yakin kalau keputusan tepat. 

Bong Hee ingin masuk langsung dihadang oleh pengawal yang berjaga dipintu masuk,  Tapi Bong Hee tetap memaksa untuk masuk. Tiba-tiba jaksa Yoon datang memperingatkan mereka kalau yang dilakuan  ilegal.  Si pengawal seperti tak takut bertanya siapa mereka semua.
“Kami dari Kantor Kejaksaan Agung Seoul.” Ucap Jaksa Cho, Semua langsung ketakutan. Bong Hee dan Jaksa Yoon pun masuk kedalam ruangan. Jaksa Cho pun balik bertanya siapa mereka
“Kami ...peserta magang dari lembaga keamanan, untuk mencoba pengalaman kerja disini.” Kata seorang pria dengan tertunduk

“Apa Kalian mau juga berpengalaman dengan jaksa?” kata Jaksa Cho lalu mengajak semua untuk pergi bersamanya. 

Bong Hee mendengar cerita Tae Ho yang mengaku pelakunya membunuh semua korban agar bisa bertahan hidup saat berada dalam sekoci. Tae Ho berpura-pura sambil menangis menceritakan saat dikapal kalu mereka sudah tahu yang sebenarnya kalau tubuh mereka  yang harus dibunuh. Wartawan penasaran siapa sebenarnya orang itu.
Ho Hang yang berada dalam kapal terlihat kaget, melihat seseorang didepanya. Tae Ho dengan percaya diri mengatakan kalau  Pembunuh itu adalah Seo Joon Oh. Dalam cerita Tae Ho kalau Joon Oh yang memegang pisau membunuh semua orang dalam kapa, tatapan pun sinis seperti pembunuh berdarah dingin.
Bersambung ke episode 8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

4 komentar:

  1. Wah bener bener deh si tae ho bikin gemes banget. Pembunuh berdarah dingin tukang bohong . kalo ada disitu pengen banget bejek bejek si tae ho.. Gomawo ya sinopsisnya.. Semangat terus mba..

    BalasHapus
  2. Gregetan banget ihhh sama tae ho!!! Kok bisa2nya sejahat itu! BiKn kesel... pengen ikutan mukul bareng2 joon oh..
    Btw, makasih ya min udah ngerecap drama ini. Setelah bbrp waktu ini drakor dipenuhi drama dgn genre melodrama, dan fantasi, missing 9 ini seakan jd angin segar yg bawa suasana baru, jd ngga boring bacanya. Makasih ya min... semangat!

    BalasHapus
  3. Gregetan banget ihhh sama tae ho!!! Kok bisa2nya sejahat itu! BiKn kesel... pengen ikutan mukul bareng2 joon oh..
    Btw, makasih ya min udah ngerecap drama ini. Setelah bbrp waktu ini drakor dipenuhi drama dgn genre melodrama, dan fantasi, missing 9 ini seakan jd angin segar yg bawa suasana baru, jd ngga boring bacanya. Makasih ya min... semangat!

    BalasHapus
  4. bacanya aja sampai deg2 an gini.. btw,aku baru mulai ngikutin sinopsis nya dari tadi malam..๐Ÿ˜ nggak kerasa udah mau eps 8๐Ÿ˜† makasi banget min.. fighting๐Ÿ˜˜

    BalasHapus