Selasa, 21 Februari 2017

Sinopsis Hwarang Episode 19 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Wi Hwa seperti orang gila naek kuda-kudan dengan rambut yang berantakan. Joo Ki melihat Wi Hwa Seharusnya naiki kuda asli. Wi Hwa malah merasa dirinya seperti naiki kuda asli. Joo Ki pikir kalau Semua orang dipecat setidaknya sekali dalam seumur hidup dan menurutnya Wi Hwa itu tidak istimewa.
“Itu karena kau tak melihatku pada awalnya.Inilah aku aslinya.” Ucap Wi Hwa
“Kau tak tahu apa terjadi di luar sana.” Kata Joo Ki, Wi Hwa seperti sudah tahu bahwa Raja tak berwajah muncul

“Bukan begitu... Ada pembicaraan bahwa Raja akan memimpin.” Jelas Joo Ki, Wi Hwa tak mengerti maksudnya.
“Semua orang bernyanyi di mana-mana Ji Dwi adalah yang terbaik Hwarang Dan Sun Woo adalah Raja segala Raja.Lagu ini meRajalela dalam ibukota.” Cerita Joo Ki
Wi Hwa terlihat hidungnya mulai berdarah, Joo Ki seperti tak dengar berpikir kalau sedang bicara dengan setan. Moo Myung tiba-tiba datang menemui Wi Hwa, Joo Ki kaget mengenal si “Anjing-burung.” Lalu bertanya ada apa datang. Moo Myung menatap Wi Hwa. 


Maek Jong masuk ruangan yang kosong dan hanya ada Tuan Park. Tuan Park langsung memberikan hormat pada raja Maek Jong pun bertanya kemana yang lainya. Tuan Park mengaku kalau sudah menyuruh mereka untuk tak datang. Maek Jong kaget mendengar Tuan Park yang terus terang mengaku sudah menyuruh semua tak datang.
“Aku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu.Orang tua ini memiliki kaki yang lemah.Bolehkah aku duduk?” ucap Tuan Park berjalan ke singsana, Maek Jong berteriak marah melihat Tuan Park yang duduk disingasana Raja dan hanya Raja serta yang boleh duduk disana.
“Tempat ini Sangat nyaman.Aku harus duduk di sini segera.” Ungkap Tuan Park setelah duduk diatas kursi raja, Maek Jong menahan amarahnya.
“Bagaimana hidup di dunia nyata?Apa Anda dapat merasakan rasa keadilan, kepercayaan dan kasihan pada orang-orang?Raja yang digunakan untuk itu cenderung ragu-ragu sebagai Yang Mulia.Aku...berencana menjadi Raja.”ungkap Tuan Park blak-blakan sambil berbaring diatas kursi raja, Maek Jong benar-benar tak percaya pengakuan Tuan Park yang ingin menjadi raja. 

Sementara Wi Hwa bertemu dengan Moo Myung yang terlihat sangat serius.
“Jika seseorang sepertiku menjadi Raja apa menurutmu Silla akan menjadi tempat yang lebih baik? Apa Menurutmu...Aku punya kriteria untuk menjadi Raja?.” Tanya Moo Myung menanyakan pendapat pada gurunya.
“Aku dengar ada dinding dapat menahanmuApa Kau bersungguh berencanamenjadi sembrono?” kata Wi Hwa
“Jawab saja yang aku minta. Raja yang berjalan di depan orang-orang untuk buat jalan. Bisakah aku jadi Raja seperti itu?” ucap Moo Myung. 

Ho Kong berjalan bersama Tuan Park  bagaimana cara menlenyapkan Maek Jong, Tuan Park menegaskan kalau “musuhku adalah musuhku” yang artinya mengunakan musuh yang kau mau pada mereka
“Kau bilang Musuhku? Siapa yang akan kau gunakan?” tanya Ho Kong penasaran
“Jika tak ada alasan...Aku harus menggunakan alasan.” Kata Tuan Park lalu berjalan pergi.

Maek Jong berada dalam ruangan istana sendirian dengan wajah sedih merasa dirinya lemah yang tak bisa melakukan apa-apa dan tak punya penolong. Seseorang masuk ke dalam ruangan, Maek Jong terlihat marah karena sudah memperingatkan tak boleh ada yang datang.
“Ini aku, Sook Myung.” Ucap Putri Sook masuk menemui Maek Jong. Maek Jong terdiam melihat Putri Sook yang  berani menemuinya.
“Kau membuat dirimu jadi Raja.”ungkap Putri Sook, Maek Jong menayakan pendapat Putri Sook apakah ia muncul untuk Putri Sook.  Putri Sook menjawab bukan seperti itu.

“Kau benar... Aku bukan apa-apa sekarang.” Ucap Maek Jong
“Aku tak berpikir satunya yang tahu, Semua Silla tahu Dan Ibu tahu. Ibu bergegas untuk pernikahan kerajaan.” Kata  Putri Sook
Maek Jong kaget menegaskan yang dimaksud Pernikahan mereka bedua.  Putri Sook mengaku bahwa membenci pernikahan seperti juga Maek Jong. Maek Jong tahu ini demi Melanjutkan garis darah suci dan Melindungi tahta serta Memaksa pernikahan kerajaan memuakkan.
Putri Sook menegaskan dirinya yang menginginkan Sun Woo, jadi meminta agar Maek Jong bisa menyakinkan ibu kalau kakaknya itu jadi raja maka  harus lakukan sesuatu. Maek Jong hanya bisa menghela nafas mendengarnya. 

Wi Hwa bertanya apakah Moo Myung bisa menjadi Raja yang baik. Lalu berpikir dirinyajuga tak tahu dan mungkin saja bisa seperti itu.
“1 dari 3 orang yang berjalan di jalan mungkin lebih baik dari Raja saat ini. Mencoba untuk jadi Raja tanpa alasan tepat adalah pengkhianatan. Kau tahu apa itu. Jika kau berjuang tanpa alasan tepat orang-orang akan menderita karena perkelahian itu. Apa itu sejenis Raja... yang kau inginkan?” kata Wi Hwa
“Tidak... Raja yangku inginkan...seseorang bisa melindungi rakyatnyadan orang-orang yang harus melindungi. Baik itu orang yang lemah, kuat, terluka, dan ditinggalkan. Seorang Raja yang bisa melindungi mereka. Jadi, katakan padaku. Jika aku punya alasan yang tepat dan aku bisa melindungi orang-orang, aku sedang mempertimbangkan menjadi Raja.” Tegas Moo Myung 

Kyung Kong dalam rumahnya melihat Tuan Park yang datang,  Tuan Park pikir Kyung Kong sepertinya tak terkejut kalau datang menemuinya. Kyung Kong meminta maaf tak bisa menyambutnya dengan berdiri lalu meyuruhnya untuk duduk.
“Apa kau di sini ingin menjadikan Raja untuk putraku?” tanya Kyung Kong, Tuan Park hanya menatapnya. 

Tuan Ahn sedang membuatkan obat untuk Ah Ro teringat kembali pembicaarannya dengan Kyung Kong.  Tuan Ah kaget mengetahui Moo Myung sebagai darah suci bangsawan
“Apa kau pikir itu kebetulan putra kita tumbuh bersama? Sama sepertimu menyelamatkan putraku. Aku mencoba untuk menyelamatkanmu. Ji So... Aku menyembunyikan mereka dari Ji So dan dari semua orang di dunia ini.” Ungkap Kyung Kook.
Flash Back
Joon Jung datang ke tempat Tuan Ahn dengan sedikit tenaga memegang perutnya. Tuan Ahn kaget melihat luka di bagian dada bertanya apa yang terjadi. Joon Jung mengatakan kalau dirinya akan mati dan bayinya meminta agar diselamatkan.  Tuan Ahn pun mengunakan pisau bedah untuk mengeluarkan bayi dalam perut Joon Jung.
Tuan Ahn menatap Ah Ro berpikir kalau ini Nasib lalu menegaskan tak akan membiarkan anaknya terluka lagi serta tak akan biarkan wanita itu menyakitinya lagi dan benar-benar akan berjanji melakukanya.

So Ho sudah menunggu diruangan Ratu Ji So. Ratu Ji So baru masuk melihat So Ho menyuruh agar Jangan melakukan itu saat itu tubuhnya sempat akan jatuh. So Ho pun memegangnya agar tak jatuh. Ratu Ji So menyuruh So Ho segera pergi.
“Aku tahu... Yang Mulia bisa berjalan sendiri. Aku di sini bukan sebagai Hwarang tapi sebagai penjagamu, Jadi, tolong beritahu aku.” Ucap So Ho
“Apa Seorang anak kecil sepertimu melindungiku?” ejek Ratu Ji So, So Ho menegaskan dirinya bukan anak kecil tapi serorang pemuda.
“Menjadi pemuda...seperti Yang Mulia lihat. Aku akan melindungi sampai panglima pulih.” Tegas So Ho 

Wi Hwa duduk diam mengingat perkataan Moo Myung  “Raja yang aku inginkan seseorang yang bisa melindungi rakyatnya dan orang yang harus melindungi. Baik orang yang lemah, terluka, dan ditinggalkan. Seorang Raja yang bisa melindungi mereka. Jadi, katakan padaku. Jika aku punya alasan yang tepat... Aku bisa melindungi orang-orang... Aku sedang mempertimbangkan menjadi Raja.”
“ Ada seorang Raja, tapi apa Ia akan menjadi Raja?” ucap Wi Hwa bingung.


Ah Ro akhirnya sadar dan melihat ayahnya sedang membuatkan obat. Tuan Ahn melihat anaknya sudah bangun langsung menghampirinya,  memastikan keadaanya baik-baik saja. Ah Ro pun bertanya tentang kakaknya, Tuan Han mengatakan kalau Moo Myung baik-baik saja.
“Maafkan aku, Ayah.” Kata Ah Ro, Moo Myung mengaku kalau untuk saat ini tak masalah untuknya.
“Dimana dia?” tanya Ah Ro mencari Moo Myung 

Moo Myung datang menemui ayah kandungnya, Kyung Kong bertanya apakah Moo Myung sudah memutuskannya. Moo Myung hanya diam, Kyung Kong pikir kalau anaknya itu belum memutuskan, lalu menegaskan bahwa ini  bukan pilihannya untuk membuat keputusan tapi . Terserah Silla akan mengubah melalui Moo Myung.
“Ingat Desa Makmang di mana kau dan Mak Moon tinggal. Pilihanmu akan membuat yang paling penting dan berarti. Banyak orang menginginkannmu” kata Kyung Kong 
Moo Myung pergi ke ruangan Wi Hwa mengetahui kalau  berhenti jadi instruktur kepala dan ingin tahu alasanya menemuinya. Tuan Park membalikan badanya menatap Moo Myung, Moo Myung kaget bukan Wi Hwa tapi Tuan Park.
“Apa kau terkejut? Aku tahu kau tidak menyukaiku.” Kata Tuan Park, Moo Myung mengatakan kalau itu salah.
“Ini Jauh lebih buruk dari kau pikirkan.” Ungkap Moo Myung, Tuan Park tertawa mendengarnya.
“Ini alasanku mengiramu jadi Raja.” Komentar Tuan Park, Moo Myung pun ingin tahu kenapa Tuan Park ada diruangn Wi Hwa dan alasan ingin bertemu denganya.
“Aku berpikir untuk membuatmu Raja. Apa Pangeran Hwi Kyung tak memberitahumu tentangku?” kata Tuan Park
“Apa kau sungguh berpikir kalau akuakan menerima bantuanmu?” ucap Moo Myung, Tuan Park pikir seperti itu. Moo Myung ingin tahu alasanya.
“Karena itu seperti tak berdaya. Jika kau tak menguasainya, maka kau akan dianiaya. Kau telah dianiaya sampai sekarang, bukankah begitu? Dan itulah mengapa kau ingin jadi Raja. Dengan demikian Saatnya untuk memilih... apakah ingin Menguasai atau dianiaya?” ucap Tuan Park
“Tidak. Pilihannya milikku untuk dibuat oleh diriku. Kau seperti orang cemas.....karena itu kau membutuhkanku.Aku kira ini apa kau sebut tak berdaya.Jika kau tak menguasainya, Maka kau akan dianiaya.” tegas Moo Myung. Tuan Park terdiam karena Moo Myung tahu rencana liciknya. 

Ah Ro menunggu didepan rumah berpikir kalau Seharusnya Moo Myung ada didekatnya, lalu bertanya-tanya kemana teman kakaknya itu.  Saat itu Putri Sook datang melihat Ah Ro yang bisa duduk tegak, seperti tak percaya kalau Ah Ro masih hidup.
“Apa yang membawamu kemari?” ucap Ah Ro berdiri dengan wajah gugup. Putri Sook berpikir kalau Ah Ro itu takut padanya.
“Pertimbangkan... Pertimbangkan perbuatanmu sekarang padaku. Ini bukan pertama kalinya. Aku menyelamatkan kakakmu. Kau hanya menempatkannya dalam bahaya. Aku menyelamatkan dia.” Ucap Putri Sook

“Sepertinya Anda berharap aku mati.” Kata Ah Ro, Putri Sook membenarkan
“Aku memang melakukan, Kakakmu lebih berharga, Aku bisa melindunginya jika bukan karenamu!”ucap Putri Sook dengan nada tinggi.
“Seperti yang kukatakan sebelumnya... Aku akan bertahan entah bagaimana caranya.  Aku tahu kakakku dari siapapun tentang apa Ia inginkan. Jadi apa pun yang Anda katakan untuk mengoyahkanku, itu sia-sia saja. Aku akan melindungi kakakku. Aku akan melindungi priaku.” Tegas Ah Ro tak mau kalah
Putri Sook mengejek Ah Ro yang terlalu banyak bicara dan menegaskan kalau hanya dirinya yang sungguh bisa melindungi Sun Woo, dari siapa pun, situasi apa pun itu. 


Semua penjabat berkumpul, Tuan Park mengatakan kalau  Raja harus ditukar. Semua kaget mendengarnya, penjabat lain mengartika kalau Tuan Park ingin melenyapkan Jinheung dan membuat Raja lain. Tuan Park hanya diam saja seperti sudah memiliki rencana sendiri. 

Ratu Ji So mondar mandir di ruanganya, So Ho yang menjaga Ratu melihat tangan sang Ratu yang bergetar seperti mengetahui kalau keadaan sedang tak sehat. Saat itu pelayan memberitahu kalau Raja datang menemui Ratu Ji So. Maek Jong pun masuk melihat So Ho yang menjaga ibunya, So Ho pun memberikan hormat pada raja. Maek Jong melihat ibunya yang terlihat pucat
“Apa kau mengklaim tahta hanya diperlakukan seperti itu oleh Gakgan? Kau memberi mereka alasan. Mereka mau menghancurkan keluarga kerajaan dan seluruh darah suci dari Silla! Ini kesalahanmu.Ini semua salahmu!” teriak Ratu Ji So
“Aku akan menang.” Tegas Maek Jong yakin
“Bagaimana kau bisa menang? Aku Menikahlah Sook Myung.” Perintah Ratu Ji So 

Maek Jon menegaskan tak bisa dan tak akan melakukanya, Ratu Ji So meminta anaknya agar menunjukan bahwa Maek Jong berbeda Bahwa mereka tak pernah bisa menjadi seperti Maek Jong, yaitu satu-satunya adalah menikah lagi dengan darah suci.
“Aku akan jadi lebih kuat melalui Hwarang. Aku akan gunakan Hwarangku untuk menekan mereka.” Kata Maek Jong
“Kau bilang Hwarang? Kau tak tahu apa Hwarang memang benar-benar untukmu. Sun Woo adalah anak Pangeran Hwi Kyung. Ia juga seorang darah suci. Darah suci yang berperang untuk tahta!! Ia sainganmu yang akan menempatkan pisau ke tenggorokanmu!!” ucap Ratu Ji Soo yang membuat Maek Jong terkejut. 

Moo Myung berlari dengan cepat karena mengetahui dari Ki Joon kalau Ah Ro sudah lama sadar. Ah Ro duduk dengan memegang dadu milik Moo Myung berpikir kalau Seharusnya membiarkan Moo Myung terpanah karena sampai sekarang belum datang menjenguknya.
“Apa aku sungguh beban baginya?” ucap Ah Ro lalu menyakinan kalau itu tak mungkin karena sudah menyelamatkannya. Lalu berbicara sendiri agar Moo Myung segara datang karena dirinya sudah sadar.
Lalu melihat dadu ditanganya "Bahkan jika seseorang menyerangmu lebih baik Menahan diri sendiri". Saat itu Moo Myung datang dengan nafas terengah-engah langsung memeluk Ah Ro. Ah Ro pun bersenyum bahagia memeluk Moo Myung.

Moo Myung menanyakan keadaan Ah Ro, Ah Ro mengatakan kalau dirinya baik-baik saja. Moo Myung mengucap syukur dan bertanya apakah ia tak merasa sakit. Ah Ro mengaku kalau kesakitan karena menekan luka panah. Moo Myung pun melepaskan pelukanya.
“Aku butuh .mengatakan sesuatu... Aku tahu siapa diriku. Kenapa aku tak punya nama dimana aku berasal dan kemana aku harus pergi. Tapi... Aku tak yakin apa ini berarti.” Ucap Moo Myung
“Aku...percayamu lebih dari diriku sendiri.Jadi percaya dirilah. Karena kau... orang yang paling dipercaya di dunia. Kau seseorang yang akan menemukan jalan lebih baik dari siapa pun. Apa pun pilihan yang kau buat, Apapun yang orang katakan. Aku selalu di sisimu. Jadi Ambillah jalan yang kau pilih. Itu jalan yang benar.” Ucap Ah Ro, Moo Myung pun memeluk Ah Ro kembali. 


Maek Jong duduk di singasana, Pa Oh menceritakan bahwa  Orang-orang di ibukota menyanyikan lagu Bahwa Ji Dwi adalah yang terbaik Hwarang... Dan Sun Woo adalah... Maek Jong meminta Pa Oh mengatakan saja.
“Sun Woo adalah Raja segala Raja.” Ucap Pa Oh seperti tak enak hati mengatakanya.
Maek Jong terdiam mengingat saat Moo Myung mengaku pada pada Pangeran Chang bahwa dirinya seorang Raja Silla. Lalu ibunya mengatakan  bahwa Moo Myung  juga darah suci bangsawan, yaitu Darah suci akan berperang untuk tahta, serta menjadi saingan Maek Jong yang akan menempatkan pisau ke tenggorokan ditenggorakanya.  Maek Jong pun meminta Pa Oh agar membawa Sun Woo ke hadapanya. 

Moo Myung melihat Ah Ro yang sudah tertidur lalu memastikan kalau memang sangat mempercayai dirinya. Pa Oh pun membawa Moo Myung datang ke istana. Maek Jong duduk disingasana siap dengan pedangnya. Moo Myung masuk ruangan tak melihat Raja duduk di kursi kebesaranya.
Teringat kembali kata-kata ayah Moo Myung “ Persiapan telah selesai buatmu jadi Raja, hanya Ada satu di Silla kuat sepertimu. Tak ada yang bisa memahami orang serta kau.”
Saat itu sebuah pedang berada tepat dileher Moo Myung, Maek Jong dengan sinis bertanya apakah Moo Myung ingin duduk di kursi Raja. Moo Myung bisa membalas dengan mengarahkan pedang ke arah Maek Jong, dengan berkata kalau Moo Myung itu seharusnya tak berpikir kalau itu kursi miliknya. 
bersambung ke episode 20 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar