Kamis, 09 Februari 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Ha Kyung dan Soo Jin tiba-tiba dibawa oleh beberapa orang dari depan pintu, Sung Ryong hanya melihatnya karena merasa tak perlu mempedulikanya. Ha Kyung berusaha akan menolong Soo Jin tapi malah membuat tubuhnya terlempar.
“Hei! Itu sudah cukup...” teriak Sung Ryung, Petugas pikir Sung Ryuong tak perlu menghiraukan mereka dan menyuruh pergi saja.
“Para brengsek itu, membangunkan binatang buas dalam diriku.” Ungkap Sung Ryong lalu berlari memberikan pelajaran pada pria-pria yang membawa Soo Jin. 

Di sebuah ruangan
Seorang pria dengan bahasa china membahas  Moralitas dari mitra merekasangat penting dan Nama baik TQ dimata mereka telah hilang. Seorang penerjemah memberitahu Min Young dan juga Yul.  Min Young akhirnya meminta maaf  menjelaskan kalau Rumor yang didengar, itu hanya dibuat-buat oleh pesaing mereka.
“Artinya kalian tidak punya... Hubungan yang baik dengan perusahaan lain. Kami menganggap bahwa hubungan antar perusahaan sangat penting.” Ucap Si pria, Seo Yul dengan sinis berkomentar kalau mereka semua itu hanya berbicara yang konyol saja.
“Jadi apa yang dia inginkan?” tanya Seo Yul, Min Young memperingatkan Seo Yul untuk menjaga ucapanya karena  sedang meeting penting.
“Apa yang ingin anda sampaikan?” ucap penerjamah
“Aku akan menarik Investasiku... Tapi aku berubah pikiran.” Ungkap Si pria china, Min Young ingin tahu alasan berubah pikiran

“Aku akan memberitahumu nanti. Tapi yangpaling utama, ada syarat yang kumiliki. Kami tidak bisa mempercayai Direktur Keuangan kalian, Jadi, kami akan memilih salah satu bawahan kalian secara acak. Maka, kita akan langsung lakukan tinjauan menyeluruh Setelah tinjauan selesai, kami akan memutuskan apakah kami akan berinvestasi pada perusahaan ini.” Ucap si wanita china.
“Jadi, mereka tidak bisa mempercayai pembukuan akuntansi kita, makanya mereka meninjau kita.” Ucap Seo Yul, Min Young pun meminta maaf menurutnya permintaan itu sangat keterlaluan.
“Jika anda berpikir begitu. Kami akan kembali ke China.” Kata si pria
Seo Yul langsung menahanya dan meminta agar memberitah mereka kalau akan menerima syaratnya. Min Young panik berbisik kalau memang  menerima syarat itu dengan mudah. Seo Yul pikir kalau memang Min Young tak punya solusi lagi lebih baik tutup mulut saja karena tidak membantu sama sekali.
Akhirnya keduanya duduk kembali si pria china mengatakan kalau Ada satu lagi syarat yang lebih penting.


Sung Ryung sudah ada diruang CCTV sambil mengumpat marah karena berani menarik paksa seorang perempuan. Pria dengan wajah babak belur mengaku kalau sebagai pengawal pribadi dan hanya melakukan apa yang diperintahkan. Mereka pun kaget kalau ternyata dilakukan sesuai perintah.
“Bagaimana bisa kalian menggunakan kekerasan terhadap perempuan... hanya karena diperintahkan? Kalian seharusnya malu!” keluh Sung Ryong, Ha Kyung melihat luka di bibir Sung Ryong langsung mengeluarkan sapu tangan untuk membersihkanya.
Sung Ryong sedikit gugup, merasa tak perlu melakukanya. Ha Kyung melihat di bagian bibir Sung Ryong seperti ada bekas saus tomat. Pengawal pribadi menerima telp seperti kembali memberikan perintah, dan langsung membawa Sung Ryong pergi. Sung Ryong binggung mau dibawa kemana dan Ha Kyung pun segera mengikutinya. 

Sung Ryong tiba-tiba dibawa ke ruangan tempat Seo Yul mengatakan rapat. Si pria cina menunjuk Sung Ryong, Ha Kyung yang khawatir pun menerobos masuk dan kaget ternyata berada di ruang pertemuan. Min Young pun meminta agar mereka mengatakan syarat penting nya karena sudah membawa Sung Ryong.
“Masukkan dia dalam Tim Persiapan Due Diligence[Uji Tuntas : Penyelidikan penilaian kinerja pada perusahaan atau seseorang]” kata si wanita dengan bahasa china, Semua melonggo mendengarnya.
“Apa mereka mengenalnya?” ucap Seo Yul dan penerjemah pun memberitahukanya.
“Tentu. Kim Seong Ryong. Dia Kepala Operasi Bisnis, dan Tuan Penyelamat. Aku melihatnya di Media Sosial.” Kata si wanita muda, Ha Kyung hanya bisa melonggo.
“Kau sekarang jadi selebriti dunia rupanya.” Komentar Seo Yul pada Sung Ryong

Min young ingin tahu alasan Sung Ryong yang  harus dimasukkan dalam tim. Si pria memberitahu kalau Sung Ryong menghempaskan tubuhnya untuk menyelamatkan seseorang yang artinya ia orang yang jujur dan berdedikasi. Serta tidak akan membiarkan perasaan pribadiny untuk Ikut campur menilai perusahaan ini, jadi yakin akan memberikan  penilaian dengan kritis.
“Karena dia adalah Tuan Penyelamat [Bisa diartikan sebagai Tuan Penyelamat atau orang yang budiman] “ ucap si pria
Sung Ryong yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas di dalam telinganya seperti terdengar suara teriakan “Dia seorang Penyelamat!” karena dirinya tak ingin menjadi orang baik seperti ayahnya.  Seo Yul dengan kesal bertanya Cabang mana yangakan di pilih. Pria itu memilih Jasa Pengiriman TQ. Seo Yul menghela nafas panjang mendengarnya.

“Baiklah. Aku akan menyampaikan itu pada Presdir dahulu. Maka, kita akan mengatur tanggal nya.” Kata Seo Yul, penerjamah pun langsung menyampaikan ucapan Seo Yul.
“Aku tidak bisa melakukannya.” Ungkap Sung Ryong dengan mengangkat tanganya, semua langsung kaget mendengarnya
“Tidak, dia harus menyetujui syarat yang ada.” Ungkap si pria tak mau tahu.
“Pekerjaan ini terlalu besar untukku. Seseorang yang lebih baik dariku yang harus melakukan pekerjaan ini.” Kata Sung Ryong lalu pamit keluar dari ruangan.
Pria itu terlihat binggung karena Sung Ryong malah pergi. 

Ha Kyung ikut keluar bersama Sung Ryong merasa kalau tidak boleh pergi begitu saja karena kelihatannya, itu benar-benar penting. Sung Ryong mengaku sudah punya rencana. Ha Kyung binggung ingin tahu rencana apa yang dimaksud.
“Kau ingin mereka untuk membatalkan tuntutan pada Soo Jin, kan? Kalau begitu, tunggulah di kantor sebentar. Aku akan kembali ke ruang tunggu.” Ucap Sung Ryong, Ha Kyung hanya bisa tertunduk diam. 

Seo Yul seperti tak bisa berbuat apa-apa memberitahu kalau Sung Ryong yang tidak ingin melakukannya dan juga tidak cukup kompeten untuk menangani pekerjaan itu dengan mengejek kalau semua itu hanya omong kosong. Tiba-tiba wanita yang sebelumnya berbahasa china mengucapkan bahasa korea dengan fasih.
“Tidak bisa....  Aku akan membujuk para dewan eksekutif.Jika Kepala Kim tidak akan menangani pekerjaan itu, maka Negosiasi ini akan dibatalkan.” Ucap si wanita dengan bahasa korea. Min Young merasakan suasana yang canggung, sementara Sung Ryong hanya bisa melonggo.
“Direktur Seo, dari sekarang, harap gunakan bahasa yang sopan.” Tegur si wanita yang sedari tadi mengerti ucapan Seo Yul 

Nyonya Jang berbicara di telp kalau Permintaan nya sangat tak terduga, termasuk tentang Kepala Kim. Ha Kyung pikir mereka mungkin menemukan bukti selama persiapan. Nyonya Jang pikir Bisa saja terjadi, tapi kemungkinan nya cukup rendah.
“Daripada memalsukan buku rekening... Kurasa, mereka berencana untuk menunjukkan kekurangan perusahaan sebagai mana mestinya. Tapi untuk berjaga-jaga, kau juga harus berada dalam Tim Persiapan itu.” Kata Nyonya Jang, Ha Kyung kaget mendengarnya menurutnya tak mungkin masuk ke Tim Persiapan itu...
“Aku akan mengurus itu... tanpa ada yang tahu.” Ucap Nyonya Jang, Ha Kyung mengerti. 

Tuan Park terlihat terkejut mengetahui keinginan para investor, kalau mereka sama seperti rencana itu maka haru mempersiapkan rekening giro perusahaan. Dengan nada marah bertanya alasan  memilih Jasa Pengiriman TQ. Seo Yul tahu Itu adalah cabang perusahaan yang kelihatan uang nya berkurang.
“Mereka hanya ingin melihat... apakah kita akan memalsukan akun nya. “ jelas Seo Yul
“Tapi kita punya masalah. Persatuan Jasa Pengiriman TQ melakukan demo sejak pagi ini. Mereka berada di depan markas Jasa Pengiriman TQ.” Jelas Min Young
“Maka, singkirkan mereka sebelum Seoahn Jangryong Fund melihat mereka. Mereka akan menggunakan itu untuk merugikan kami.” Perintah Tuan Park
“Kita tidak bisa melakukannya segera. Ini akan memakan waktu bagi kita untuk bernegosiasi dengan mereka.” Kata Min Young, Tuan Park pun mulai mengumpat marah.
“Aku akan mengurus persatuan demo itu secepat mungkin sebisaku.” Tegas Seo Yul dengan menatap sinis Min Young
Tuan Park pun ingin tahu yang harus dilakukan pada Sung Ryong. Seo Yul mengatakan akan membujuk Kepala Kim sekali lagi. Min Young mengatakan kalau Sung Ryong menapik hidupnya untuk menyelamatkan seseorang dan tidak takut untuk memukul anak Presdir, menurutnya itu tak akan mudah dibujuk. Tuan Park tahu kalau Sung Ryong itu pilihan Seo Yul, jadi meminta agar bisa mengendalikanya dengan baik.


Sung Ryong duduk menunggu sambil minum susu, merasa kalau  Sekarang sudah waktunya ada orang yang memanggilnya dan menghitung mundur, saat di hitungan terakhir ponselnya pun berdering dengan bahagai merasa kalau waktu yang sempurna.
Akhirnya Sung Ryong datang menemui Tuan Park diruangan dengan Seo Yul duduk disampingnya. Tuan Park ingin tahu alasan Sung Ryong menolaknya. Sung Ryong beralasan kalau  Ini bukan sesuatu pekerjaan yang Kepala dapat tangani. Tuan Park pun menanyakan apa yang dinginkan Sung Ryong sekarang dan minta untuk jujur saja.
“Aku sama sekali tidak berminat berada di sini, Presdir.” Kata Sung Ryong, Tuan Park berjanji tidak akan marah jadi katakan saja
“Dengan segala hormat, bolehkan aku membuat permintaan?” ucap Sung Ryong
“Langsung bahas saja apa yang kau inginkan!” teriak Tuan Park dengan nada tinggi, Sung Ryong kaget mengingatkan Tuan park kalau sebelumnya berjanji tidak akan marah. Tuan Park merendahkan suaranya agarr Sung Ryong memberitahu keinginanya.
“Aku yakin Kepala yang sebelumnya, istri Lee Eun Seok diberikan gugatan tentang terhalangnya proses investasi kami. Aku akan melakukan yang terbaik... sebagai bagian dari Tim Persiapan, jadi tolong...jatuhkan gugatan itu.” Ucap Sung Ryong
“Apa Itu saja yang kau inginkan?” tanya Tuan Park memastikanya.
“Meskipun itu adalah sesuatu yang kecil, aku punya satu permintaan lagi. Aku secara pribadi akan meminta permintaan itu kepada Direktur Seo.” Kata Sung Ryong
Akhirnya Tuan park berbicara pada Ny. Cho untuk menarik gugatannya dan tidak pernah ingin mendengar satu katapun tentang istri Kepala Lee mulai hari ini. Lalu memberitahu Seo Yul kalau memang  permintaan Sung Ryong tidak berat, pastikan memberikan itu padanya. Seo Yul mengangguk mengerti. Sung Ryong langsung membungkuk mengucapkan terimakasih.
“Kelolalah Tim DF... dan mempersiapkan diri untuk due diligence [Uji Tuntas : Penyelidikan penilaian kinerja pada perusahaan atau seseorang] mulai besokSegala sesuatu tentang investasi ini berada di tanganmu, Direktur Seo” tegas Tuan Park memperingatinya. 


Seo Yul pikir Sung Ryong itu sudah gilan padahal sudah menjelaskan kalau harus belajar untuk punya rasa takut. Sung Ryong mengaku selama ini hidup sebagai seorang pengecut Tapi merasa kasian pada istri Kepala Lee sambil berakting sedih menceritakan Soo Jin yang harus menjual rumahnya untuk membayar biaya rumah sakit suaminya.
“Dia juga punyahutang yang besar.” Ucap Sung Ryong prihatin, Seo Yul dengan kesal menegaskan kaalu Sung Ryoung itu bukan kakaknya.
“Memang bukan, tapi aku merasa kasihan padanya.” Kata Sung Ryoung Seo Yul ingin Sung Ryung mengatakan permintaanya dan tahu pasti itu adalah permintaan yang sesungguhnya.
“Dapatkah kau menghancurkan... buku besar yang ada padamu itu? Buku besarku dari Deokpo Enterprise Jika kau menghancurkan itu, mka aku siap untuk melakukan semuanya untukmu tanpa beban apapun di hatiku.” Kata Sung Ryong menegaskan kalua pemintaanya benar-benar serius.

“Bagaimana jika aku mengatakan tidak?” tantang Seo Yul
“Jika kau mengatakan tidak, apa yang bisa kulakukan? Aku bukan siapa-siapa. Tapi kau bertanggung jawab atas kasus investasi ini. Aku tahu Presdir tengah mengandalkanmu. Aku sangat berharap kau berhasil. Maksudku, 78 juta dolar sedang dipertaruhkan.” Ucap Sung Ryong
Seo Yul seperti tak lagi menahan emosinya, langsung mencengkram baju Sung Ryong sampai membuatnya berjinjit. Sung Ryoung mengaku kalau  hanya benar-benar khawatir dan mengeluh kalau ketektnya terasa sakit. Seo Yul akhirnya melepaskanya,  dan setuju agar mereka sampai berhasil untuk keuntungan mereka berdua dan akan berbicara lebih rinci besok.
“Aku harus mempersiapkan diri untuk Uji Tuntas (due diligence). Aku sangat berharap kau bisa mengurus nya hari ini. Aku bisa melakukan pekerjaan dengan sangat baik, ketika hatiku merasa nyaman.” Ucap Sung Ryong, Seo Yul hanya bisa tertawa menahan emosinya. 


Diruangan bawah tahan
Manager Choo mengaku  idak pernah memiliki... hari yang gila sejak mulai bekerja di TQ, karena Sung Ryong akan segera dipecat, istri Kepala Lee sedang kesulitan, dan Seoahn Jangryong berbicara omong kosong. Seolah-olah menonton upacara pembukaan Olimpiade. Jae Joon pikir kalau  Upacara Pembukaan PialaDunia lebih baik.
“Kenapa Sung Ryong masih belum datang?” tanya Manager Moo
“Katanya, dia harus mampir ke suatu tempat.” Ucap Ha Kyung
“Kau pasti tahu,  Ini benar-benar mengagumkan mereka menjatuhkan gugatan terhadap istri Kepala Lee. Jika kau berpikir tentang itu, Kepala sangat cerdas dengan caranya sendiri. Dia seperti Sherlock.” Ungkap Sang Tae, Manager Choo pikirSung Ryong Kim seperti Brad Pitt

Diam-diam, Ga Eun duduk di tangga darurat sambil makan dengan cemilan mendengarnya pembicaraan tim akutansi yang sudah menaruh penyadap. Jae Joon berkomentar Kepala Kim tidak cerdas tapi hanya pandai menggunakan trik. Hee Jin membela kalau Sung Ryong memang layak mendapat sedikit pujian.
“Tentu saja. Ia menangani kasus itu tanpa menghabiskan sepersenpun, padahal sanksinya bisa ribuan dolar.” Kata Hee Jin, Ga Eun yang mendengarnya juga terkesima.
“Dan... ia bergabung dengan Tim Persiapan Uji Tuntas, juga. Bukankah seharusnya dia dianggap sebagai kebanggaan di Departemen kita?” kata Sang Tae bangga
“Dia bukan kebanggaan kami tapi Kepala hanya pria yang beruntung.” Komentar Jae Joon sinis.
“Dia adalah kebanggaan kami. Maksudku, memangnya ada orang di sini yang dimasukkan... ke Tim Persiapan Uji Tuntas?” kata Sang Tae
Manager Choo menunjuk dirinya,  semua kaget. Manager Choo mengaku kalau ia juga belum pernah terpilih yang seperti itu dan pernah sekali ditawari posisi itu, tapi usus buntunya meledak pada saat itu. Jae Joon pikir Manager Choo bercerita kalau usus buntumu itu meledak saat ujian promosinya Makanya gagal.Manager Choo mengaku kalau itu usus buntu yang lainnya.
Ki Ok sedari tadi hanya diam saja, Jae Joon menawarkan snack, tapi Ki Ok menolaknya. Manager Choo binggung melihat anak buahnya bertanya apakah ada masalah, Ki Ok mengaku tak  ada masalah. Manager Choo menyuruh agar Ki Ok ikut makan snack juga. Saat itu Ha Kyung menerima telp dari Soo Jin. 


Soo Jin da Ha Kyung sudah menunggu diruang tunggu, Sung Ryong datang langsung merobek kertanya dan memberitahu kalau baru saja menerima pesan dari tim hukum dan  Perusahaan akan menjatuhkan gugatan itu. Soo Jin langsung berkaca-kaca mendengarnya dan langsung mengucapkan terimakasih. Sung Ryong merendahkan dirinya.
“Aku bertanya-tanya apa yang kau lakukan Ternyata, kau punya gambaran (rencana) besar dalam pikiranmu.” Komentar Ha Kyung
“Ini bukanlah gambaran besar. Ini hanya sebuah bingkai foto kecil.” Ungkap Sung Ryong, Soo Jin berpikir dunia akan runtuh menjatuhinya
“Katakan saja dunia untuk runtuh.Kita akan menemukan cara untuk melarikan diri.” Komentar Sung Ryong
“Pada awalnya, rasanya tidak nyaman bagiku untuk melihatmu karena kau pengganti suamiku. Tapi itu tidak terjadi lagi. Bagiku dan Seung Won, kau adalah penyelamat.” Ungkap Soo Jin,
Sung Ryong pikir dirinya tidak akan mengatakan penyelamat tapi mereka untuk saling membantu. 

Seo Yul duduk diam dalam ruangan teringat peringatan Tuan Park “ Kelolalah tim DF dan mempersiapkan diri untuk Uji Tuntas mulai besok. Segala sesuatu tentang investasi ini... berada ditanganmu, Direktur Seo.”
Akhirnya menelp seseroang meminta agar dibawakan buku Kim SungRyong segera.

Ha Kyung berjalan kembali keruangan dengan Sung Ryong merasa  ingin mengucapkan karena berkelahi untuk mereka dan menjatuhkan gugatan itu, juga. Sung Ryong pikir Jangan berterimakasih padanya, karena hanya berkelahi disebabkan membutuhkan tempat untuk melampiaskan stresnya.
“Kalau tentang gugatan? Apa kau melakukan itu untuk menghilangkan stres juga?” tanya Ha Kyung
“Yah, aku punya banyak alasan.” Ungkap Sung Ryong
“Kalau dipikir-pikir itu, kurasa kau memang seorang penyelamat.” Puji Ha Kyung
Sung Ryong mendengar suara “Tuan Penyelamat” yang mengangu telingaya, lalu bertanya apakah mendengar suara itu.  Ha Kyung binggung karena tak mendengar apapapun. Sung Ryung pun meminta agar jangan memanggil  Tuan Penyelamat karena muak mendengar itu.
“Tuan Bangku.... Tuan Asuransi Medis.Tuan Ragu.Tuan Penyelamat!” ucap a Kyung memberikan julukan untuk Sung Ryong .
“ Hentikan... Jangan lakukan itu.... Jangan panggil aku Tuan Penyelamat!” jerit Sung Ryong tak ingin menjadi orang yang baik 

Min Young bertanya-tanya sebenarnya Ada apa dengan Seoahn Jangryong. Ma Geun pikir  Ketika orang-orang China mengincar sesuat yang dianggap penting, maka tidak akan mundur.
“Aku pikir...itu akan menjadi masalah besar jika kitatidak bisa mendapatkan investasi nya.Aku tidak suka mendengar Direktur Seoyang mendapatkan semua keuntungan, itu yang ingin kukatakan.” Ucap Ma Geun
“Tapi tetap saja,kita tidak bisa membiarkannya begitu saja.Kita perlu mencari alternatif.” Ungkap Min Young meluapkan amarahnya dengan mematahkan batangan wewangian. 

Di bagian TQ delivery, seorang ketua perkumpulan berteriak dengan spanduk dan papan yang melakukan protes berteriak “Lingkungan kerja yangtidak manusiawi!TQ harus sadar!Tidak boleh ada lagi tuntutantak masuk akal dan denda!TQ harus mereformasi!”
Seorang pria sedikit menyingirkir menerima telpa memberitah kalau sudah makan dan membuat alat penghangat. Seseorang meminta pria itu apabila a nantinya ada konflik yang terjadi, jangan maju kedepan dan Tetap dibelakang. Pria itu mengerti meminta agar tak khawatir dan melakukan pekerjanya saja.
“Ayah harus mengurusdiri Ayah sendiri.Jangan lupa makan malam.” Ucap Ki Ok yang sudah berdiri disisi ruangan, seperti sangat cemas. Manager Choo tak sengaja lewat bisa mendengar lalu berusaha untuk tak ikut campur.  

Semua tim sudah berkumpul, karena Sung Ryong kembali ke ruangan. Manager Choo merasa julukan "Tuan Penyelamat" berlangsung lama dan mungkin masih menjuluki Sung Ryung itu sampai berumur 60. Sung Ryong mengaku kalau mendengar itu seperti  mau muntah.
“Kau tidak boleh muntah.Itu seperti lencana kehormatan.” Kata Sang Tae
“ Setelah kau pergi ke ruang tunggu, aku tidak bisa makan apa-apa.” Akui Manager Choo tapi malah mengeluarkan suara rasa kekenyangan dan mengeluarkan bau makan yang baru saja dimakanya.
“Itu daging dan kimchi.” Ucap Sung Ryong bisa menebaknya, Jae Joon tahu kalau Manager Choo itu kebanyakan makan ayam untuk makan siang dan menyuruhnya minum obat pencernaan.
“Kau bahkan makan bubur kacang merah untuk pencuci mulut.” Kata Hee Jin, Manager Choo mengaku kalau itu  makan kemarin. Hee Jin ingat kalau itu masih sekitar siang hari ini.
“Omong-omong, setelah melakukan Uji Tuntas, Jasa Pengiriman TQ akan baik-baik saja, kan? Bagaimana dengan Jasa Pengiriman TQ? Seorang temanku bekerja di sana.”ucap Ki Ok khawatir.
“Itu akan baik-baik saja. Mereka hanya memeriksa integritas kita.” Kata Ha Kyung menyela.
“Kau tidak makan siang dan terlihat murung. Apa ada yang salah?” tanya Manager Choo khawatir pada anak buahnya.
Jae Joon kaget Ki Ok yang tidak makan siang. Ki Ok mengaku kalau dirinya baik-baik saja menutupi semua masalah tentang ayahnya. 


Seorang pria datang, mengaku kalau dari Departemen Urusan Umum dan mendengar Kepala Kim sedang mempersiapkan untuk Uji Tuntas. Sung Ryong pun berdiri dari tempat duduknya.
“Aku minta maaf, tetapi tolong periksa daftar kehadiran dan data hari liburan yang tersisa. Di Departemenku terdapat banyak sekali kesalahan, jadi tolong periksakan semuanya.” Ucap si pria
“Aku hanya satu orang. Bagaimana aku bisa mengecek semua itu?” keluh Sung Ryung
Si pria memberitahu kalau ini perintah dari atasan. Ha Kyung mengangkat tangan mengatakan akan pergi bersamanya, bertanya pada Manager Choo apakah ia boleh pergi. Jae Joon ikut bertanya dengan bahasa banmal. Manager Choo langsung memarahinya, lalu memperbolehkan Ha Kyung untuk ikut pergi. Ha Kyung berpura-pura mengeluh selalu meminta yang aneh-aneh ketika sibuk padahal sudah tahu kalau itu dari Nyonya Jang. 

Min Young melaporkan kalau  sudah memeriksa riwayat panggilan ponsel istri Tuan Park  dan tidak menemukan seseorang yang mencurigakan. Tuan park pikir istrinya itu bisa saja menggunakan dua ponsel.
“Aku memeriksa dia darimana saja sejak kemarin dan Juga tidak ada yang mencurigakan.” Ucap Min Young yakin
“Istriku jauh lebih teliti dan pintar dari yang kau kira. Dia pastinya telah menyelundupkan seseorang. Jadi lebih baik kau harus menggali lebih dalam.” Perintah Tuan Park, Min Young mengangguk mengerti. 

Manager Lee memberitahu kalau ia bersama Assistant Manager Kang, Kepala Kim akan berada di tim DF. Seo Yul pikir itu bagus, karena Ini adalah pekerjaan yang sederhana jadi tidak perlu tim besar. Manager Lee memberitahu kalau ada Ha Kyung yang ada dalam tim juga.
“Siapa yang menempatkan dia di tim?” tanya Seo Yul kaget
“Departemen Urusan Umum meminta catatan kehadiran dan mengecek data hari libur. Kepala Kim tidak bisa melakukannya sendiri, jadi dia akan membantu nya. Haruskah aku mengeluarkan dia?” tanya manager Lee
“Tidak, tetapkan dia dalam tim.” Ucap Seo Yul. 

Sung Ryong menunggu seseorang dibawah jembatan sungai Han, saat itu Seo Yul turun dari mobil. Sung Ryong langsung bertanya apaah sudah membawanya. Seo Yul memperlihatkan buku “DEOKPO ENTERPRISE” Sung Ryung ingin mengambilnya tapi langsung dilempar oleh Seo Yul.
“ Apa Kau bahagia?”ucap Seo Yul sinis, Sung Ryong mengambil buku yang tergeletak dan merasa masih belum semuanya.
“Aku hanya membawa setengah.” Akui Sel Yul, Sung Ryong heran karena Seo Yul hanya membawanya  membawa setengah?
“Apa Kau tidak tahu aturan dasar nya?  Kau akan mendapatkan sisanya saat kesepakatan selesai dilakukan.” Balas Seo Yul
“Tidak bisakah kau membayar langsung... seperti bagaimana kau membayar tol?”keluh Sung Ryung.
Seo Yul pikir kalau memang Sung Ryung tak mau lebih baik diambil kembali. Sung Ryung pun menerimanya karena Selama Seo Yu menjaga janji maka tak masalah baginya. Seo Yul mengaku kalau  akan menepati janjinya. Sun Ryong pun berjongkok ingin meluangkan waktu untuk mengucapkan selamat tinggal dan ingin membakarnya, agar tak ada bukti.

“Direktur... Aku bertanya padamu... hanya untuk memastikan. Kau tidak membuat salinan nya, kan?” ucap Sung Ryong, Seo Yul terlihat kaget mendengarnya.
“Yah, hanya yang paling brengsek dari yang paling brengsek, yang jahat, tak tahu malu, yang tidak jujur, kotor, dan gampangan, yang akan melakukan hal seperti itu.” Ungkap Sung Ryong, Seo Yul terlihat agar panik dan memperlihatkan USB lalu melemparnya diatas api.
“Kau Jangan salah paham. Aku lupa untuk memberikan ini untukmu.” Kata Seo Yul panik
Sung Ryong mengejek kalau tak akan seperti itu dan menghormatinya. Seo Yul bergegas pergi.  Sung Ryong berteriak agar Setelah menyelesaikan pekerjaan memberikan setengahnya. Seo Yul menyuruh Sung Ryon agar melakukan pekerjaan dengan benar dulu.
Sung Ryoung berjongkok didepan buku dengan api yang membakar kertas, wajahnya bahagia karena Semuanya akan menghilang.


Sung Ryong kembali pulang dengan wajah bahagia, karena setidaknya memiliki setengah dari itu, dan Setelah mengerjakannya, dirinya akan bebas, lalu mencari Pub didekat mereka dan berbicara pada badut promosi harga minuman.
Akhirnya Sung Ryong kembali ke kamar membanting tubuhnya diatas kasur dengan bahagia, lalu teringat kembali kata-kata Seo Yul yang panik  "Jangan salah paham. Aku lupa untuk memberikan ini kepadamu." Denganw ajah bahagia kalau Seo Yul itu sangat imut yang berani berbohong.
Dengan tawa bahagia, mengingat kembai ucapan Ha Kyung “Kalau tentang menjatuhkan gugatan? Apa kau melakukan itu untuk menghilangkan stres juga?” wajahnya langsung terdiam. 

Sung Ryong menelp memberitahu  tidak bisa menjawab itu sekarang. Kwang Sook sedang berlatih yoga menjaga keseimbangan bertanya Apakah tujuan utama itu menjatuhkan gugatan itu atau mendapatkan buku-buku itu. Sung Ryong mengaku Menjatuhkan gugatan. Kwang Sook pikir itu aneh.
“Aneh, kan? Aku tidak membantu orang dan Kau tahu itu.”ucap Sung Ryong
“Tentu saja tidak. Kau seperti ular berbisa.” Komentar Kwang Sook, Sung Ryong pikir dirinya itu  seperti ular kobra.
“Mungkin kau benar-benar menjadi seorang penyelamat.” Kata Kwang Sook, Sung Ryong mengeluh kembali mengingat ucapan itu.
“Lihat apa yang telah kau lakukan. Kau telah menghukum orang-orang jahat. Kau sangat keren.” Puji Kwang Sook
Sung Ryong pikir itu karena mereka melakukan perbuatan yang jahat. Kwang Sook menegaskan bahwa Seorang penyelamat merasa sangat marah pada ketidakadilan, lalu meraskan kesakitan dibagian kakinya.

“Kwang Sook, jangan panggil aku seorang penyelamat. Apa Kau ingin merusak hidupku?” perintah Sung Ryong, Kwang Sook sudah mengubah posisinya menjadi duduk.
“Kepala. Pikirkan tentang itu. Apakah kau ingin memakai masker, memakai jubah, atau kau ingin memakai... celana dalam diluar yang sangatcelana ketat?” ucap Kwang Sook yang berteriak bahagia membayangkanya.
Sung Ryong pikir tak ada baiknya bicara dengan sekertarisnya itu dan menutup telpnya lebih dulu. Tiba-tiba terdengar bunyi berisik dari lantai atas, Sung Ryong berteriak kesal menyuruh tetangganya itu diam. 


Ga Eun menemui seniornya dengan duduk berjauhan, lalu memberikan sebuah USB. Seniornya memastikan kalau semua yang diberikan ini memang benar. Ga Eun membenarkan, kalau Kepala Kim meminta mereka untuk menjatuhkan gugatan nya sebagai imbalan untuknya untuk bergabung dengan tim DF.
“Aku harus menganggap ini sebagai apa?” ucap Seniornya binggung.
“Sepertinya tidak ada masalah dengan mereka untuk mempersiapkan Uji Tuntas Jasa Pengiriman TQ.” Kata Ga Eun
“Jika bukan karena insiden ini, mereka akan mulai melakukan penipuan pembukuan akuntansi. Itu adalah momen yang tepat untuk menangkap bukti.” Komentar Seniornya

“Namun, Kepala Kim telah menunjukkan sisi yang berbeda dibandingkan dengan informasi yang kupunya. Dia akan menolak laporan pengeluaran yang tidak dapat diterima, dan dia memukuli anak Presdir, juga.” Kata Ga Eun
Seniornya yakin Sung Ryong hanya menyamar dan berpura-pura saja. Ga Eun mengeluarkan tanganya dan tepat ada didepan mulut seniornya, seperti menyuruhnya diam, Ia merasa tidak berpikir begitu karena Tampaknya terlalu nyata untuk dianggap sebagai berpura-pura.
Lalu ia tersadar tanganya sudah ada didepan mulut seniornya dan langsung meminta maaf. Seniornya pikir tak masalah dengan hal ini,  Ga Eun berjanji akan terus mengawasinya dan bergegas pergi, tapi karena jalanan licin membuatnya malah terjatuh.

Bersambung ke part 2


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar