Jumat, 17 Februari 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Sung Ryong berada diruang interogasi dengan tumpukan “PEMBUKUAN”. Sementara Kwang Sook masuk rumah Ha Kyung terpesona karena tempatnya sangat bagus karena seperti tempat tinggal impiannya.  Ha Kyung dengan ramah meminta agar menganggapnya  seperti di rumah sendiri.
“Ya, aku akan tinggal disini selama hanya beberapa hari.” Kata Kwang Sook melihat sekeliling rumah Ha Kyung yang sangat bagus.
Keduanya makan ayam dan minum bir, Ha Kyung terdiam seperti memikirkan nasib Sung Ryong. Kwang Sook meminta Ha Kyung Jangan mengkhawatirkan Sung Ryong, karena ketuanya itu  orang yang tak terkalahkan dengan julukan si ahli mengantongi uang dan bukan seseorang yang akan menetap di penjara.
“Tapi jika ia dinyatakan bersalah saat ini, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi.” Kata Ha Kyung khawatir
“Kepala Kim... seperti orang yang hebat. Dia adalah seorang pria yang baik sekali. Aku merindukan Kepala Kim.” Ucap Kwang Sook akhirnya sedih mengingat Sung Ryong.
Ha Kyung memberikan minuman dan juga makanan agar Kwang Sook tak sedih,  Kwang Sook terus menangis karena merindukan Kepala Kim.

Sung Ryong duduk dalam sel tahanan, Seo Yul datang dengan nada menyindir bertanya apakah  Lantai nya tidak dingin. Sung Ryong terlihat sangat marah berjalan ke dekat sel. Seo Yul mengejak Sung Ryong itu hanya penjahat kecil, tapi terlihat seakan  melakukan kejahatan kekerasan.
“Aku memang ingin melakukan kejahatan kekerasan... sesaat setelah aku membuka pintu sel ini.” Ungkap Sung Ryong penuh amarah
“Kau terlihat penuh dendam.” Ejek Seo Yul melihat tatapan Sung Ryong yang berubah seperti pembunuh berdarah dingin
“Bagaimana bisa kau menggunakan sisa buku besarku seperti itu? Kau pandai mendaur ulang.” Balas Sung Ryong 
“Sikapmu jadi banyak berubah setelah masuk kesana.” Kata Seo Yul.
“Kau sudah melemparkanku ke sini. Mengapa kau di sini? Apa kau mencoba untuk membuatku kesal?” ucap Sung Ryong Seo Yul mengatakan hanya ingin sedikit  memperingatkannya. 

Ha Kyung menarik selimut untuk Kwang Sook dan membiarkan untuk tidur, sementara ia masih terlihat sedih memikirkan Sung Ryong. Seo Yul pikir Sung Ryong mungkin ingin menumpahkan segalanya dan juga dengan apa pun yang telah di lihat di tempat kerja.  Sung Ryong pikir bisa melakukan itu selama 4 hari 5 malam.
“Tapi kau tahu kalau pembicaraan itu tidak ada gunanya, kan? Aku yakin kau mungkin memiliki beberapa berkas sebagai bukti, tapi itu semua juga tidak berguna. Aku akan membuat semua kesaksianmu jadi tak dapat dipercaya satupun.” Kata Sung Ryong
“Aku tidak punya berkas yang seperti itu, jadi enyahlah.” Kata Seo Yool kesal,
“Sekarang kau jadi kasar, penjahat kecil.” Ejek Seo Yul
“Aku bisa lebih kasar lagi, tapi aku bisa menahan diriku.” Kata Sung Ryong
Seo Yul pikir Sung Ryong  bisa menahan diri di penjara dan berpesan agar berhHati-hati dijalan saat kau menuju ke Gunsan serta sampaikan salam pada juniornya karena  Selama ini,  merasa terhiburselama Sung Ryong  berada dipenjara lalu mengucapkan selamat tinggal.
“Dasar sosiopat brengsek bodoh!Hei! Kau selalu makan sendiri.” Teriak Sung Ryong kesal. 

Detektif membiarkan Sung Ryong keluar dengan memborgol tanganya berpesan agar menebuslah dosa sesampainya di Gunsan serta jangan berusaha kabur. Sung Ryong pikir tak akan dengan mengeluh si detektif yang tak bersikap padahal akan pergi.
Tiga orang pria berjas datang menanyakan  Detektif Oh Gil Seok. Detektif didepan Sung Ryong memberitahu kalau itu namanya. Si pria memberitahu kalau mereka adalah pengacara nya Tn. Kim dari Firma Hukum Go and Goo. Keduanya melonggo kaget mendengarnya dan ketiganya memberikan kartu nama pada Detektif Oh.
“Semua kesaksian Tn. Kim akan diperiksa dan dibuat melalui kami. Sebelum kami melakukan itu, izinkan kami meninjau dan melihat apakah cara penangkapan anda sudah resmi secara hukum.” Kata Pengacara Go pada detektif Oh


“Tn. Kim, kami di sini akan mengurus semuanya untuk anda.” Ucap Pengacara Go, Sung Ryong  binggung menanyakan alasanya.
 “Karena kita adalah pengacara anda.” Kata Pengacara Go, Sung Ryong pikir tidak pernah membuat permintaan untuk membelanya.
“Ada orang lain yang meminta ini untuk anda.” Ucap Pengacara Go, Sung Ryong ingin tahu siapa orang itu, Pengacara Go melirik pada Detektif Oh, lalu menjawab akan menjelaskannya nanti.

Sementara diruang bawah tanah, Manager Lee mengomel kalau bagianOperasi Bisnis hanya diisi dengan kriminal karen dua kepala mereka semuanya kena tindakan kriminal.
“Kau berbicara omong kosong, dan kau bahkan tidak membawa cokelat apapun.” Keluh Manager Choo
“Laporan biaya pemasaran kami ada di komputer nya Kepala Kim dan juga rekening pengeluaran dewan, tersingkap tanpa langkah-langkah keamanan. Apa kalian tahu kalau semuanya bocor, akan jadi masalah besar?” kata Manager Lee
“Tidak ada alasan untuk membocorkan dokumen tersebut.” Tegsa Ha Kyung membela.
“Bagaimana jika perusahaan yang bersaing dengan kita melihat itu semua? Ini akan menjadi masalah besar. Dia memalsukan dokumen untuk penggelapan pajak. Apa yang tidak akan dia lakukan?” ucap Manager Lee terus bicara dengan nada tinggi.

Manager Choo meminta agar Manager Lee berhenti bicara seperti itu,  karenan membuatnya semakin stres. Manager Lee mengatakan akan mengambil semua komputer untuk pemeriksaan. Manager Choo membala kalau manager Lee tidak memiliki wewenang untuk melakukan itu. Manager Lee menegaskan kalau sudah punya izin dari Direktur Seo lalu keluar dari ruangan.
“Padahal kita tidak terlibat dalam masalah ini. Ini sangat keterlaluan.” Keluh Jae Joon sambil makan coklat

Sung Ryong dan tiga pengacara duduk bersama dengan Detektif Oh, kali ini seperti menginterogasi Detektif Oh. Pengacara Go menegaskan kalau Detektif Oh tidak dapat melakukan pada kliennya. Menurutnya Dengan tuntutan Tn. Kim, hukum mengatakan tidak boleh melakukan penahanan darurat. Sung Ryong kaget karena baru mengetahuinya.
“Pantas saja, rasanya seperti ada sesuatu yang salah.” Komentar Sung Ryong, Detektif Oh yang mendengarnya seperti mulai panik.
“Kalian berada dalam kesulitan besar.” Tegas Pengacara Go, Detektif Oh dengan gugup mengatakan kalau  ada bukti yang jelas.
“Aku tahu bahwa itu adalah buku-buku besarnya yang hilang. Apakah anda meyakinkan bahwa itu termasuk sebagai bukti yang jelas?” tegas Pengacara Go
“Apa ada juga yang hilang? Artinya, mereka bisa saja memalsukan buku besar itu untuk menangkapku. Dunia ini sangat menakutkan.” Komentar Sung Ryong dengan bangga karena berada diatas angin.
“Apakah anda menerima surat perintah dari Kantor Distrik Gunsan? Apakah anda memiliki hak untuk menangkapnya tanpa surat perintah?” kata pengacara Go
Sung Ryong langsung berkeluh kesal pada Pengacaa Go dengan gayanya konyolnya, kalau tidak punya uang, kekuasaan, atau koneksi, jadi... Pengacara Go langsung menurunkan tangan Sung Ryong yang ada di pundaknya, dan kembali bicara pada Detektif Oh yang panik.
“Sepertinya telah ada penyalahgunaan wewenang di Gunsan dan di sini. Aku akan membuat kasus resmi.” Kata Pengacara Go, Sung Ryong setuju  akan melakukan itu.
“Dengan ini, kita akan mendapatkan kembali keadilan di negeri ini.” Tegas Pengacara Go.


Akhirnya Sung Ryong keluar dari kantor polisi ingin mengucapkan terimakasih dan ingin tahu, siapa yang meminta bantuan mereka. Pengacara Oh melihat kearah , kalau orang yang memintanya sudah datang. Sung Ryong kaget melihat ternyata Ha Kyung. Pengacara Go pun pamit pergi lebih dulu.
“Aku ingin kau Jawab dulu duapertanyaan dariku.Apa tuduhan yang polisiterhadapmu... itu benar kau yang melakukannya?” kata Ha Kyung, Sung Ryong terdiam. Ha Kyung meminta Sung Ryong menjawabnya. Sung Ryong menganguk depan mata yang kesana kemari.
“Aku memang meminta bantuan mereka. Dan pertanyaan nomor dua. Kau tidak akan melakukan itu lagi, kan?” kata Ha Kyung, Sung Ryong mengangguk sebagai tanda berjanji.
Ha Kyung mengajak Sung Ryong untuk segera pergi dan Sung Ryong pun mengikutinya. Sementara Seo Yul mengumpat marah pada Detektif Seo karena mengatur segala sesuatu temanya itu dan membiarkan Sung Ryong pergi begitu saja.
“Orang yang dari Go anda Goo adalah Seok Hyun sunbae. Kau tahu dia seperti apa” ucap Detektif Oh
“Tunggu. Apa Seok Hyun yang datang kesana sendiri?” tanya Seo Yul kaget. Detektif Oh mengataakan kalau Pengacara Go membawa dua juniornya.
“Siapa klien yang membuat pengacara senior datang untuk penjahat kecil seperti itu?” kata Seo Yul penasaran
“Bahkan aku saja tidak bisa mencari tahu siapa klien itu.” Ucap Detektif Oh, Seo Yul menutup telp dengan mengumpat kesal karena gagal dengan rencanya. 


Sung Ryong makan sup daging sapi dengan lahap, lalu tersadar sedari tadi Ha Kyung duduk didepanya, lalu mengucapkan Terima kasih dengan tulus, Ha Kyung meminta agar Sung Ryong harus menjaga ini sebagai rahasia di antara mereka. Sung Ryong tahu kalau  Go and Goo adalah firma hukum terbaik di Korea.
“Mereka hanya mengambil kasus perusahaan besar dan orang-orang yang berpengaruh. Tidak mungkin, mereka akan mengambil kasusku.” Kata Sung Ryong aneh.  Ha Kyung dengan gugup merasa kalau itu bisa saja terjadi.
“Bahkan jika iya, biaya mereka mungkin sangat tinggi.” Kata Sung Ryong melihat Ha Kyung bukan seperti seoran Chaebol
“Teman ayahku adalah dewan Go and Goo. Dia sudah menganggapku seperti keponakannya sendiri. Aku membuat permintaan khusus.” Cerita Ha Kyung

Sung Ryong bisa mengerti, melihat Ha Kyung memang memiliki koneksi yang sangat mengagumkan, tapi menurutnya tidak ada alasan Ha Kyung untuk membantunya sampai menggunakan koneksi keluarga seperti itu. Ha Kyung merasanya kalau dirinya satu-satunya orang yang bisa membantu. Sung Ryong berkomentar kalau Ha Kyung  lebih terdengar seperti peramal.
“Aku tidak tahu tentang yang sebelumnya tapi sekarang kau adalah orang yang baik, kan?” ucap Ha Kyung seperti ingin Sung Ryong berubah.
“Sebelumnya, aku juga tidak begitu buruk.” Komentar Sung Ryong. 

Kwang Sook membersihkan rumah sambil menyanyi, Sung Ryong menelp memastikan kalau Kwang Sook itu Kau tidak merepotkan dirumah Ha Kyung. Kwang Sook pikir tidak lalu ingin tahu keadaan Sung Ryong sekarang, Sung Ryong sempat membungkuk saat melihat sebuah robot yang ada didepan sebuah toko.
“Sebelumnya juga aku sudah melalui ini berkali-kali. Padahal aku bukan pemeran utama dalam film penjelajah waktu, tapi ini terus berulang. Aku terus masuk dan keluar.” Cerita Sung Ryong seperti sedang melucu.
“Apa kau akan kembali bekerja?” tanya Kwang Sook
“Tentu saja. Aku akan segera kembali setelah dibebaskan. Semua orang mungkin menungguku.” Tegas Sung Ryong yakin. 


Di dalam ruangan, Jae Joon sambil minum jusnya menegaskan tidak akan... pernah percaya pada Sung Ryong dengan mengingatkan bahwa penggelapan pajak dan penipuan akuntansi dan hanya mendapatkan tuduhan itu jika bersalah Bahkan jikadibebaskan pasti terlibat dalam sesuatu.
“Jae Joon.. Orang bisa saja dituduh bahkan jika mereka tidak bersalah.” Kata Manager Choo membela
“Pak. Bukankah sudah jelas kalau dia benar-benar bersalah? Hei... Sang Tae, bagaimana pendapatmu?” kata Jae Joon, Sang Tae hanya diam seperti terlihat kecewa.
“Dia berada di pihak nya, tapi sekarang dia tidak mengatakan apa-apa.” Komentar Jae Joon, semua hanya bisa diam saja. 


Direktur Park memberitahu bahwa Jasa Pengiriman TQ tidak bekerja dengan operator swasta, tetapi bekerja dengan karyawan TQ Group, sehingga akan sulit untuk mengurangi nya berdasarkan kinerja.
“Jadi aku memerintahkan mereka untuk mengurangi nya sesuai dengan usia. Siapapun yang usia nya lebih dari 50 tahun akan dilepaskan.” Jelas Seo Yul dengan rencanaya.
“Kinerja harus menjadi kriteria, bukan usia.” Kata Min Young tak setuju dengan usul Seo Yul.
“Yang Seoahn Jangryong inginkan adalah keberhasilan yang terlihat. Pengurangan pegawai saja dapat memuaskan mereka. Maka, kau tidak dapat menghindari konflik dengan para persatuan.” Kata Seo Yul

Min Young pikir kalau Mereka akan menolak. Seo Yul menegaskan kalau dirinya diberi tugas oleh Tuan Park untuk mengurus penentangan yang seperti itu. Tuan Park pun setuju dengan usul Seo Yul dan ingin melanjutkan saja.
“Omong-omong, sudah sampai mana kau berhasil menangani Kepala Kim?” tanya Tuan Park, Seo Yul dengan gugup menjawab kalau  Sedang dijalankan.
“ Kenapa lama sekali? Tangani dia sekarang.” Kata  Tuan Park, Seo Yul mengangguk mengerti dengan wajah gugup. 


Ki Ok mendatangi meja Ha Kyung mengatakan kalau punya pertanyaan yang ia dengan mereka memutuskan untuk melakukan restrukturisasi pada Jasa Pengiriman TQ dan apakah Ha Kyung mengetahui kriterianya.
“Aku tidak yakin. Tim restrukturisasi yang menangani itu. Mengapa kau bertanya?” kata Ha Kyung
“Hmmm... Temanku bekerja di sana.” Ucap Ki Ok berbohong, Ha Kyung pikir  akan mencari tahu tentang itu, Ki Ok mengucapkan terimakasih. Diam-diam manager Choo mendengar dengan menatap Ki Ok. 

Manager Choo akhirnya bicara dengan Ha Kyung di pantry, Ha Kyung kaget kalau yang ada di TQ delivery itu adalah ayah Ki Ok. Manager Choo menceritakan kalau Ki Ok meminta untuk jangan memberitahu siapa pun tapi menurutnya Ha Kyung harus tahu. Ha Kyung mengingat seseorang saat terjadi demo.
“Ada seorang pria yang mengatakan anaknya bekerja di Departemen yang berkaitan dengan keuangan.” Kata Ha Kyung
“Lalu kau mau apa memangnya jika kita tahu siapa dia? Kita tidak bisa membantunya sama sekali..” Keluh Manager Choo. 

Sung Ryong mandi dengan shower sambil berjongkok, seperti merasakan kesegeran yang luar biasa sambil bergumam.
“Hidup ini penuh dengan keragaman dan kejutanJangan takut. Apa pun yang datang menghadang,jangan sampai lengah.” Gumam Sung Ryong
Tiba-tiba ia merasa airnya berubah jadi dingin, lalu berteriak pada tetangga sebelahnya seperti buang air besar dan sedang menekan flush. I berteriak kesal karena selalu buang air besar saat dirinya mandi, lalu menyalakan kembali keran airnya merasakan air hangat kembali.

Nyonya Jang bertemu dengan Ha Kyung memberitahu Buku-buku yang diterima merupakan bukti penggelapan pajak Kepala Kim dan Ha Kyung pasti tahu akan hal itu. Ha Kyung menganguk. Nyonya Jang pun ingi tahu alasan Ha Kyung meminta untuk membantunya.
“Tergantung pada bagaimana anda melihat seseorang, Kurasa, dia dapat berubah menjadi lebih baik. Belakangan ini, aku mencari tahu tentang masa lalu Kepala Kim. Sekarang saat aku melihat nya langsung. Aku memutuskan untuk mempercayai nya dengan derajat yang lebih tinggi.” Cerita Ha Kyung
“Sebenarnya, Aku tidak membantunya hanya karena kau yang meminta. Aku ingin memperhatikan Kepala Kim.” Ungkap Nyonya Jang. 

Seo Yul sedang makan steak, Sung Ryong datang ingin duduk. Seo Yul menyuruh Sung Ryong agar tetap berdiri. Seo Yul pun mendorong kembali kurisnya.  Seo Yul mengaku tidak tertarik siapa yang membantu Sung Ryong  dan bagaimana bisa keluar.
“Berikan surat pengunduran dirimu besok. Aku akan membiarkanmu pergi tanpa pertanyaan.” perintah Seo Yul
“Aku ingin tetap bekerja.” Tegas Sung Ryong memberikan keputusan, Seo Yul merasa Sung Ryong itu tidak di gunakan lagi.
“Aku suka bekerja dengan orang-orang yang percaya padaku.” Komentar Sung Ryong
“Jangan terus hidup didunia yang penuh fantasi.Hiduplah seperti sampahseperti sedia kala.” Ejek Seo Yul

Sung Ryong pikir  Sampah dapat didaur ulang dan tidak akan pernah pergi. Seo Yul mengutip pernyataan Nietzsche bahwa "Orang yang tidak bisa diajarkan untuk terbang, ajarkanlah untuk terjun dengan lebih cepat." Menurutnya Jika tidak melihat harapan pada seseorang, maka harus menghancurkan sampai berkeping-keping.
“Terus datang lah untuk bekerja. Kau akan tahu sendiri apa artinya akhir yang menyedihkan itu.” Ucap Seo Yul menantang, ponsel Sung Ryong berbunyi.
“Aku mendapat pesan dari pengacaraku... Aku dibebaskan.” Kata Sung Ryong, Seo Yul seperti tak peduli menyuruh Sung Ryong pergi saja. 

Sang Tae terlihat kecewa memilih untuk banyak minum,Jae Joon yang melihatnya memarahi karena Kepala Kim ditangkap tapi malah Sang Tae yang mabuk. Ki Oh memberitahu kalau Sang Tae sangat menyukai Kepala Kim. Jae Joon menegaskan kalau dirinya juga tahu.
“Kenapa juga kau suka seseorang seperti dia?” keluh Jae Joon
“Kepala Kim seperti sinar cahaya untukku. "Ada orang seperti dia di tempat kerja. Orang-orang yang menjalani kehidupanyang luar biasa ternyata memang ada." Setiap kali Kepala Kim melakukan sesuatu, Aku merasa seperti  yang melakukannya. Aku merasa sangat bangga. Aku sangat bahagia.” Ungkap Sang Tae
“Aku merasakan hal yang sama. Ketika ia membantu persatuan pekerja buruh, itulah yang aku rasakan.” Komentar Ki Ok
“Apa gunanya? Ini sudah berakhir. Semuanya sudah selesai. Aku sangat marah.” Ungkap Sang Tae ingin minum dari botol. Semua temanya meminta agar minum dengan gelas 

Sung Ryong duduk depan meja kerja dalam kamarnya ingin tahu Apa yang terjadi di tempat kerja. Dan mulai mencari ke bagianINFO-INFO SEPUTAR PERUSAHAAN lalu mengetik  keyword "Tuan Penyelamat."
Yang didapatkan dalam forum adalah “TUAN PENYELAMAT DITANGKAP! TUAN PENYELAMAT DIDUGA MELAKUKAN PENGGELAPAN PAJAK.” Sung Ryong tak percaya membacanya  bahkan ada yang menuliskan “TUAN PENYELAMAT PERNAH MENJADI PREMAN.” Ia merasa kalau  anak yang masih dibawah umur yang mengatakan ini semua walaupun bukan selebriti tapi banyak sekali orang yang sirik. 

Ha Kyung baru pulang langsung melotot tak percaya melihat banyak makanan diatas meja dan Kwang Sook baru selesai membuat sup,  dengan menaruh diatas meja lengkap dengan lauk lainya. Ha Kyung tak percaya Kwang Sook yang membuat semua sendiri memujinya sangat mengagumkan.
“Sudah lama rasanya aku tidak makan makanan yang dimasak dirumah.” Ungkap Ha Kyung bahagia, Kwang Sook merasa lega karena Ha Kyung bisa menyukainya. Ha Kyung mulai makan dan memuji rasanya juga sangat enak.
“Kau membersihkan tempat ini dan bahkan memasak untukku. Terima kasih banyak.” Kata Ha Kyung melihat rumahnya yang sudah bersih.
“Aku akan mencari pekerjaan dengan cepat. Setelah aku menemukan pekerjaan, akan langsung pergi.” Kata Kwang Sook
Ha Kyung pikir Kwang Sook tak perlu terburu-buru. Kwang Sook pikir tidak ingin merepotkan lalu mendengar suara mesin cuci yang sudah selesai dan menyuruh Ha Kyung menikmati makanan dengan memangilnya “Unnie.” Ha Kyung tersenyum mendengar panggilan Kwang Sook. 

Sung Ryong baru masuk lobby, dua orang perkerja langsung berkomentar dirinya yang sudah keluar dan mengetahui kaalu Sung Ryong terlibat dengan para gangster, seperti merasa menyesal karena sebelumnya pernah foto bersama.
“Lihatlah matanya. Kau bisa langsung tahu kalau dia itu preman.”bisik si wanita lainya. Sung Ryong bisa mendengar langsung membalikan badan.
“Jangan sakiti kami dan Jangan dekat-dekat dengan kami.” Kata dua wanita itu langsung berlari ketakutan. Sung Ryong binggun karena menurutnya lingkungan kerjanya sekarang sangat aneh.
Bibi Eum menyapa Sung Ryong saat lewat didepan toilet, sebagai selebriti TQ Group.Sung Ryong merasa dirinya bukan selebriti. Bibi Eun tahu kalau Sung Ryong jadi Tuan Penyelamat lalu dalam sekejap imejnya langsung berubah dan itu namanya selebriti, Sung Ryong memberitahu kalau sudah dibebaskan.
“Yah, hal-hal seperti itu kadang terjadi, dan kadang-kadang kau mungkin akan ditangkap. Tapi kau tidak harus memalsukan buku-buku itu untuk menghindari pajak.” Kata Bibi Eum, Sung Ryong menegaskan kalau dirinya tak seperti itu.
“Oke, baiklah. Aku percaya padamu. Walaupun setelah aku berbalik, aku tidak akan mempercayaimu lagi.” Goda Bib Eum ingin memberikan permen  untuk menghiburnya dengan mengeluarakan dari kantung celananya.
“Aku cuma punya bungkus permen nya. Kau Bekerjalah dengan kejujuran dan ketekunan meskipun kita hidup dalam masyarakat seperti ini. Selain itu buang itu semua ke tempat sampah. Fighting!” kata Bibi Eum menaruh bungkus permen ke tangan Sung Ryong lalu pergi. Sung Ryong memilih untuk membuang begitu saja dan pergi. 


Sung Ryong masuk ruangan menyapa semua rekan kerjanya dengan wajah bahagia, Manager Choo masih sedikit ramah menyapanya. Sung Ryong bertanya apakah Semuanya baik-baik saja selama dirinya pergi. Jae Joon dengan sinis memberitahu kalau tidak seperti itu karena Sung Ryong yang ditangkap.
“Tepat sekali. Itu adalah berita terbesar.” Kata Sung Ryong santai
“Ada satu lagi. Berkat dirimu, mereka menyita hardisk kita. Karena Mereka pikir kami semua ini sama sepertimu.” Kata Jae Joon sinis

Ha Kyung memperingatkan Jae Joon untuk memperhatikan ucapanya,  Sung Ryong bisa mengerti merasa memang semuanya terjadi karena dirinya jadi meminta maaf lalu berjalan mendekati Sang Tae.
“Sang Tae-ssi,Kau terlihat sangat murung.” Ucap Sung Ryong, Sang Tae berpura-pura sibuk dan tak menangapinya.
“Semuanya, sepertinya tidak terlalu bagus.” Gumam Sung Ryong, sementara di tangga darurat Ga Eun tetap mendengar dari alat sadapnya.

“Ini sangat mengerikan. Bagaimana bisa dia mengatakan itu di hadapan wajahnya? Siapa orang yang dengan suara sinis ini?” keluh Ga Eun kesal. 

Sung Ryong menelp dengan bagian real estate seperti kesal karena  akan datang akhir pekan ini tapi malah memberikannya kepada orang lain, lalu bertanya Apakah memiliki kamar lain dengan kisaran harga yang sama. Manager Choo sedang di pantry diam-diam mendengarnya sampai tanganya terkena air panas.
“Baiklah. Beritahu aku jika kau punya sesuatu. Tempat dengan langit-langit yang kokoh.” Tegas Sung Ryong lalu melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya. 

“Kau adalah orang jahat. Belum ada karyawan. yang ditangkap di sini sejak pendirian perusahaan kita.” Ucap  Hee Yong dengan mata melotot 
“kalau begitu,Aku memecahkanrekor,Tapi aku dibebaskan.” Kata Sung Ryong merasa tak bersalah.
“Itu tidak penting. Karenamu, nama baik TQ telah ternoda. Dan kita tidak bisa membersihkan itu dengan apa pun.” Tegas Hee Yong
Sung Ryong merasa tak melemparkan kotoran  pada seluruh dinding. Hee Yong menegaskan kesalahan Sung Ryong yang  telah menyimpan... dokumen rahasia tanpa jaminan keamanan apapun. Sung Ryong mengatakan kalau dirinya tak melakukan itu.
“Dan kau telah merusak Kedisiplinan dan urutan Departemen Operasi Bisnis.” Tegas Hee Kyung berusaha mencari kesalahan. Sung Ryong merasa yang dilakukan itu tak ada yang salah.
“Kau jadi membesar-besarkan hal yang sepele.” Keluh Sung Ryong, Hee Kyung meminta agar Sung Ryong  Berhenti membalas perkataannya.

Sung Ryong pun meminta agar Hee Kyung  Berhenti membesar-besarkan keadaan, Hee Kyung pikir Semua yang dikataka cukup untuk membuat Sung Ryong  dipecat. Sung Ryong pun mengerti kalau Hee Yong ingin memecatnya tapi Di antara semua alasan, satu-satunya alasan yang layak adalah fakta bahwa dirinya ditangkap Tapi dibebaskan serta alasan lainnya tidak memenuhi syarat.
“Jika kau memecatku dengan alasan tersebut, Itu adalah pelanggaran Pasal 33 dari Undang-undang Pegawai.” Kata Sung Ryong, Hee Yong mengatakan kalau itu Ayat 23. Sung Ryong membenarkan kalau tadi Lidahnya terpelintir.
“Apakah kau tahu yang paling aku benci? Situasi yang tidak adil. Ditangkap untuk sesuatu yang tidak kulakukan. Itulah yang paling aku benci.” Tegas Sung Ryong
“Jika kau tidak dapat menerima pemberhentianmu, maka kami tidak punya pilihan lain lagi.” Kata Hee Yong, Sung Ryong pikir Hee Yong akan mengirimkanya ke ruang soliter
“Bukan ruang soliter, tapi ruang tunggu.” Tegas Hee Kyung, Sung Ryong tak peduli karena boleh menaruhnya ke ruang isolasi lalu bertanya apakah diizinkan untuk melakukan ini. Hee Kyung mengatakan tentu saja karena tak akan bisa melakukan ini sendiri


Seo Yul sedang berkerja, sekertarisnya mencoba melarang Sung Ryong yang masuk tapi Sung Ryong ingin tetap masuk dengan wajah maarh. Seo Yul mengejek seorang Kepala rendahan berani menerobos masuk ke kantor Direktur.
“Apa Ini saja yang kau punya? Kau Mengirimku ke ruang soliter?” ucap Sung Ryong marah, Seo Yul menyuruh agar mengambil pihak kemannan.
“Baiklah, kau boleh mengirimku ke sana. Tapi tolong bahas hal-hal yang telah kulakukan. Mengapa kau membuatku jadi orang yang buruk dimata semua orang?” kata Sung Ryong
Seo Yul tak peduli dengan pura-pura tak mendengarnya, Sung Ryong makin kesal karena seperti bicara sendiri,  Saat itu pihak kemananan datang langsung membawa Sung Ryong keluar. 

Pengumaman didepan pintu (KEPALA KIM, OPERASI BISNIS, DIPINDAHKAN KE RUANG TUNGGU)  Semua karyawan bisa melihatnya. Sementara Ha Kyung sedang bicara serius dengan Jae Joon karena  mengetahui kalau anak buahnya tidak pernah suka dengan Kepala yang baru.
“Tapi kau tidak perlu mempermalukan dirinya seperti itu.” Tegur Hee Kyung
“Assistant Manager. Sejak kapan kau seperti ini? Bukankah kau orang yang mengabaikannya dan tidak memanggil dia dengangelarnya sejak pertama kali ia tiba?Selama kita membicarakan ini,izinkan aku mengatakan ini. Kau juga tidak pernah mendengarkan Manajer Umum. Aku tahu kau cekatan di tempat kerja dan cerdas. Tapi jangan seperti itu. Aku minta maaf... untuk jadi yang satu-satunya brengsek di sini.” Tegas Jae Joon
Ha Kyung hanya diam saja, saat itu Manager Choo keluar dari ruangan dengan wajah panik memberitahu kalau itu terjadi lagi.

Sung Ryong melihat ada meja seperti dalam perpustakan merasa kalau  itu bukan ruang tunggu tapi adalah aula tunggu, lalu melihat sosok pria tua yang duduk juga duduk disebelahnya dan sempat menyapa. Si pria bernama manager Oh seperti sangat tertekan duduk diruang tunggu.
“Aku menyukainya. Aula nya sangat berangin, dan kamar kecil sangat dekat.” Ucap Sung Ryong mengeluarkan semua barang-barang dan siap berkerja.
“Permisi... Kau tidak boleh melakukan apapun.” Tegur Manager Oh panik
“Ini adalah pekerjaan. Aku tidak bisa duduk diam dan sudah dibayar.” Ucap Sung Ryong, Manager Oh mengingatkan kalau tidak boleh melakukanya.
Saat itu Ga Eun datang memberikan sebotol minum dan memberikan semangat pada Sung Ryong.  Sung Ryong pun terlihat sangat bersemangat menerima botol minuman, sementara Manager Oh hanya diam seperti sudah lama berada diruang tunggu dan merasa tertekan.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar