Minggu, 12 Februari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 8 Part 1

Tae Oh sambil menangis mengaku kalau pembunuhnya Seo Joon Oh. Bong Hee baru masuk dengan Jaksa Yoon dibuat kaget mendengarnya.  Wartawan langsung menanyakan apakah Seo Joon Oh masih hidup dan alasan membunuh Yoon So Hee.
Bong Hee menyakinkan Jaksa Yoon kalau yang dikatakan Tae Ho itu tak benar. Tae Ho sambil menangis meminta maaf karena tidak bisa  menyelamatkan teman-teman yang disayanginya serta hanya selamat seorang diri.  Bong Hee menyakinkan Jaksa Yoon kalau Bukan Seo Joon Oh pembunuhnya, Penyidik Oh datang menghampiri Bong Hee.

“Bong Hee. Kenapa kita tidak  bicara di luar saja? Ini hanya akan  memperparah kondisimu.” Kata Penyidik Oh, wartawan terus mengajukan pertanyaan akhirnya Hee Young naik keatas podium.
“Kami akan mengeluarkan  pengumuman lagi untuk menjawab pertanyaan rekan wartawan sekalian setelah kami melakukan penyelidikan lebih lanjut.” Kata Hee Kyung
Wartawan terus meminta agar Tae Ho bisa meceritakan yang lainya. Saat itu anak buah Tuan Jang berbisik meminta maaf  terpaksa membiarkan gadis itu masuk, karena para jaksa yang keras kepala. Jaksa Yoon melihat dari kejauhan seperti mengenai Direktur Jang pernah dilihat sebelumnya. 


Penyidik Oh menarik Bong Hee ke sudut gedung, Bong Hee meminta agar dilepaskanya dengan nada mearah mengetahui alasan Penyidik Oh yang tak perlu datang dan menegaskan kalau sekarang tidak akan menunggu dari izinnya lagi lalu menanyakan keberadaan Tae Ho dan juga Hee Kyung.
“Bong Hee... Apa menurutmu keadaan akan berubah  jika kau bertemu dengan mereka? Kau bilang kau mengerti. Jadi, sadarlah. Orang yang kembali adalah Choi Tae Ho, bukan Seo Joon Oh. Dia sudah meninggal.” Ucap Penyidik Oh, Bong Hee hanya bisa diam karena tak ada lagi yang membelanya. 

Jaksa Yoon kembali ke parkiran, Jaksa Cho melaporkan kalau Jang Do Pal yang menyuruh para pengawal tadi jadi yakin bersama dengan Ketua Jo  berada di pihak yang sama sekarang. Jaksa Yoon memerintahkan agar mengawasi gerak-gerik Choi Tae Ho dan akan menghubunginya.
“Apa Kau tidak ikut dengan kami?” tanya Jaksa Cho, Jaksa Yoon mengaku  harus memastikan sesuatu dan mengucapkan terimakasih atas hari ini.
Sementara Tae Ho sudah ada didalam mobil mengeluh karena Sulit sekali membuat air matanya keluar. Manager memuji Tae Hoo hebat dengan emosi yang sangat baik, lalu ingin mengajukan satu pertanyaan.
“Apa yang terjadi dengan Joon Oh Hyungnim? Maksudku Lee Joon Oh, member grup idol yang sudah lama itu. Tolong jangan salah paham. Waktu aku masih kecil sangatnakal. Jadi aku minggat dari  rumah, tapi aku kembali lagi ke rumah setelah mendengarkan lagu mereka,  "Pulanglah". Kupikir aku akan bertemu dengannya suatu  hari nanti jika aku menjadi manajer artis, ternyata sangat sulit juga buat bertemu. Karena itulah tadi aku bertanya.” Cerita Manager Joon Oh 

Tae Ho hanya bisa melirik dingin, Manager memilih untuk akan segera mengemudikan mobilnya, tapi tiba-tiba membuat menginjak rem karena melihat Bong Hee menghadang di depan mobil. Bong Hee berteriak marah sambil menendang dan mengumpat menyuruh agar Tae Ho keluar dari mobil. Tae Ho melihat Bong Hee langsung tersenyum licik lalu keluar dari mobil.
“Choi Tae Ho... Kau mungkin mengira semua orang  percaya dengan kata-katamu...,tapi mereka akan segera tahu  orang seperti apa kau itu dan apa saja perbuatan yang telah kaulakukan. Aku dan Seo Joon Oh akan mengungkapkannya, apapun yang terjadi.” Ucap Bong Hee tak takut.
“Jangan bodohi dirimu sendiri, dan dengarkan aku. Kita tidak ada di pulau terpencilitu lagi. Kita sekarang ada di Seoul.Apa menurutmu orang-orangakan percaya padamu? Berhenti mencari Seo Joon Oh.  Dia sudah meninggal. Kau seharusnya menyelamatkan diri saja.” Ucap Tae Ho

Bong Hee yakin kalau Joon Oh tak mati, diam-diam Jaksa Yoon sebelumnya ingin menemui Tae Ho mendengar keduanya sedang berbicara.  Bong Hee menegaskan Seo Joon Oh tidak mati  masih hidup. Tae Ho menegaskan kalau ia melihat Joon Oh yang  sudah mati, lalu seperti ingin memberitahu kebenaran tapi memilih untuk tak membahasnya, lalu mengajak Byung Joo pergi. 


Bong Hee terdiam seperti masih shock, Jaksa Yoon mendekat menanyakan keadaanya. Bong Hee mengaku baik-baik saja. Jaksa Yoon mengajukan satu pertanyaan, Apa ia jadi orang yang bisa dipercaya. Bong Hee memint maaf pada Jaksa Yoon kalau sekarang hanya bisa meminta untuk percaya padaknya.
“Dengar, Jaksa Yoon... Kau kakaknya Yoon So Hee..., jadi kau harus tahu yang sebenarnya. Orang yang membunuhnya bukan Seo Joon Oh. Tapi Choi Tae Ho.” Ucap Bong Hee, Jaksa Yoon nampak kaget. 

Ki Joon membawa Kim Wan untuk rawat seadanya, Ji Ah pun membantu dengan membersihkan bagian luka. Sementara Tae Ho diikat pada pohon seperti hukumanya, layaknya tahanan.  Ji Ah akhirnya keluar bertanya pada Joon Oh harus diapakah Tae Ho itu.  Joon Oh pikir mereka harus menunggu.
“Sampai kapan kita harus menunggu? Kita harus menghabisinya.” Ucap  Ji Ah penuh amarah
“Tunggu sampai Reporter Kim  sadarkan diri. Kita putuskan nanti setelah mendengar penjelasannya. Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia membunuh So Hee?Apa yang dikatakan Reporter Kim sampai dia hilang akal seperti itu?” jelas Joon Oh. 

Joon Oh duduk sendirian, Bong Hee datang memberikan makanan lalu merasakan kalau saat ini pasti berat. Joon Oh pikir memang seperti itu karena Mereka bukan lagi orang yang dikenal dulu.
“Apa mereka berubah setelah datang ke sini? Atau mungkin aku  hanya tidak tahu bagaimana sifat asli mereka.” Ungkap Joon Oh kebingungan.
“Bagaimana jika... Reporter Kim tidak sadarkan diri? Apa yang akan kau lakukan? Bagaimana jika dia tidak bangun sama sekali? Bagaimana jika dia tidak bisa  menceritakan apa yang terjadi? Apa yang akan kau lakukan?” kata Bong Hee, Joon Oh hanya diam saja. 

Joon Oh sengaja menunggu Tae Ho yang masih di ikat agar tak kabur, Ki Joon meminta agar bergantian menyuruh Joon Oh untuk istirahat. Esok harinya, Bong Hee yang melihat Joon Oh seperti kelelahan membiarkan untuk bersandar di pundaknya, Joon Oh seperti sangat nyaman bersandar, Ki Joon keluar memberitahu kalau Reporter Kim sudah sadarkan diri. Tae Ho terlihat kaget mengetahui kalau Kim Wan akhirnya sadar, wajahnya langsung panik.
Ji Ah akhirnya ingin melihat kalau Ki Wan yang sudah sadar, Ki Joon menahan agar mereka semua tak masuk karena Ki Wan ingin bicara  dengan Joon Oh secara pribadi.

Joon Oh melihat Ki Wan yang sudah membuka mata sambil berbaring, memastikan lebih dulu keadaanya. Ki Wan mengaku lebih baik, merasa tak enak karena seharnya ikut kemari untuk membantu Joon Oh tapi malah aku yang jadi beban baginya.
“Apa maksudmu kau kemari untuk membantuku?” tanya Joon Oh binggung.
“Aku menerima laporan terkait bunuh dirinya Shin Jae Hyun.” Ucap Ki Wan, Joon Oh pikir tak ada gunanya karena semua sudah berlalu.
“Shin Jae Hyun tidak bunuh diri Tapi dibunuh. Jika aku bilang ada orang lain  selain kau yang pergi ke rumahnya sebelum dia meninggal..., apa kau akan percaya?” kata Ki Wan, Ho Hang yang ada bangun sebelah tak sengaja mendengar keduanya bicara langsung melonggo kaget.

“Jika memang seperti  itu kejadiannya..., polisi harusnya sudah tahu. Siapa yang kasih laporan itu padamu? Dan bagaimana mereka tahu?” kata Joon Oh tak percaya
“Kau pasti sangat ingin tahu, tapi satu hal yang perlu kau ketahui. Kematian Yoon So Hee dan kasus pembunuhan Shin Jae Hyun. Kematian mereka berkaitan. Selain itu jugalah alasan Choi Tae Ho  mencoba membunuhku.” Kata Ki Wan
“Tapi itu cuma laporan dari mulut ke mulut semata. Apa... Apa kau punya bukti?” tanya Joon Oh
Ki Wan bertanya pada Joon Oh kalau memang memilik bukti apakah akan mempercayainya. Joon Oh terdiam dan Ho Hang terlihat shock mengetahui kalau Jae Hyun juga dibunuh bukan bunuh diri. 


Tae Ho diam-diam ingin mengambil batu yang runcing, saat itu Ji Ah lewat dan berpura-pura memanggilnya dengan meminta minum karena sangat haus.  Ji Ah mengumpat kesal dan langsung menyiram air diatas kepala Tae Ho agar minum yang banyak. Tae Ho pun akhirnya bisa mengambil batu runcing untuk membuka ikatanya. Joon Oh datang menemui Tae Ho dengan berjongkok didepan temanya.
“Apa kau merahasiakan sesuatu dariku? Jika ada yang kau rahasiakan,  katakan saja padaku.” Ucap Joon Oh, Tae Ho hanya diam menatap Joon Oh seperti menantangnya.
“Apa Kau tak bisa memberitahu?! Maka Aku akan mencari tahu.” Tegas Joon Oh akan berjalan pergi.
Bong Hee memanggil Joon Oh sebelum pergi, Joon Oh melepaskan tangan Bong Hee untuk pergi mencari bukti. Semua hanya bisa menatap Joon Oh setelah berbicara dengan Ki Wan. 


Direktur Jang bertanya pada Sek,  Apakah Tae Ho yang menelepon. Sek membenarkan dan memberitahu kalau ia baru saja pergi. Direktur Jang mengumpat Tae Ho yang tidak bisa menunggu karena ini bukan waktu yang tepat.  Ketika masuk ruangan, Jaksa Yoon menunggunya. Dierktur Jang pun memperkenalkan dirinya.
“Kita saling kenal, 'kan? Tapi Kau tak bisa tepat waktu” sindir Jaksa Yoon, Direktur Jang hanya bisa meminta maaf.
“Maaf karena aku membuang-buang waktumu. Kalau kau belum makan,  makan saja bersama denganku. Aku ingin mentraktirmu makan malam...” kata Direktur Jang dan Jaksa Yoon lansung menolaknya.
“Aku ingin bertemu orang itu. Choi Tae Ho.,, Aku datang untuk menemuinya. Karena dia bintang top  yang telah berubah menjadi pahlawan..., jadi pasti sulit bertemu dengan dia.” Sindir Jaksa Yoon
“Oh, tidak seperti itu,  Kau harusnya memberitahuku dulu kalau  ingin bertemu dia sebelum datang ke sini. Choi Tae Ho sedang  tidak enak badan.” Kata Direktur Jang. 

Joon Oh sedang ada didalam mobil sambil tertidur seperti mengingau ingin minta minum. Byung Joo mengatakan kalau tak ada minum di mobil. Sementara Direktur Jang berbohong kalau Tae Ho baru pulang beristirahat setelah di-infus selama ini.
“Dia sangat sibuk dan sangat kelelahan. Maaf sekali.” Kata Direktur Jang
“Aku yakin kami pasti akan bertemu walaupun dia ingin menghindariku. Pakai trik-trik licik seperti ini juga akhirnya takkan ampuh seiring waktu.” Ucap Jaksa Yoon

“Kenapa dia mau menghindarimu?  Jangan berpikir seperti itu. Kami akan segera menghubungimu.” Ucap Direktur Jang
Jaksa Yoon memperingatkan agar Direktur Jang mengangkat kalau menelpnya dan ingin kalau dirinya itu tidak akan menelepo untuk menanyakan kabarnya. Direktur Joon pun meminta maaf karena tak mengantarnya keluar.
“Oh Yah.. Kenapa kau menyembunyikan Choi Tae Ho? Kau pasti tahu. Dia cukup lama berada di Cina sebelum kembali ke Korea. Apa dia sakit separah itu?” kata Jaksa Yoon sengaja menyindir, Direktur Jang gugup mendengarnya. 


Byung Joo memapah Tae Ho keluar dari mobil meminta agar sadarkan diri, Tae Ho seperti setengah mabuk menanyakan keberadaanya. Byung joo memberitahu kalau mereka ada di depan  kantor agensi dan berusaha agar Tae Ho Jalan yang benar. Tae Ho malah mendorong Byung Joo agar melepaskanya.
“CEO Jang menyuruhku kalau orang tak boleh melihatmu mabuk seperti ini. Jadi Jalan yang benar, Kau harus sadar dari mabukmu.” Kata Byung Joo,
“Hentikan, bodoh.,, Kau sudah seperti So Hee saja. Orang yang sok seperti kalian itulah yang rendahan. Kalian itu harus dikasih pelajaran biar tahu diri.” Ucap Tae Ho.
Jaksa Yoon melihat dari kejauhan, mendengar nama So Hee yang disebut. Saat itu Tae Ho langsung jatuh tak sadarkan diri. Byung Joo panik meminta Tae Ho bangun karena tak bisa tidur tergeletak dijalan Jaksa Yoon akhirnya mendekat meminta agar Byung Joo memberikan katu namanya pada Tae Ho. Byung Joo binggung siapa pria  yang datang menemuinya.
“Sampaikan padanya  kalau kakaknya Yoon So Hee ingin bertemu dengannya. Dia pasti tahu alasan aku ingin bertemu.” Ucap Jaksa Yoon menyelipkan sebuah kartu nama 

Direktur Jang melihat kartu Jaksa Yoon Tae Young dari Byung Joo, lalu membangunkan Tae Ho dengan kesal, ia mengingatka kalau sekarang  masih terlalu cepat buat merayakan kemenangannya jadi  harusnya perhatikan sikapnya. Tae Ho memilih untuk tetap tidur dan tak peduli.
Saat itu ponsel Direktur Jang berdering,  lalu dikagetkan kalau menemukan  Korban lain. Tae Ho langsung melotot kaget kalau menemukan korban lain yang bisa membahayakan keadaanya. 

Hee Kyung bertanya Apakah mereka sudah berhasil mendapatkan  pernyataan tambahan dari korban, Jadi pernyataan siapa yang benar?  Ra Bong Hee atau Choi Tae Ho. Penyidik Oh pikir sepertinya mereka tidak bisa minta penjelasannya. Hee Kyung binggung.
“Kondisi dia parah sekali.” Kata Penyidik Oh,saat itu Tae Ho Hang keluar dari pintu kedatangan dan terlihat seperti orang linglung dan ketakutan.
Akhirnya Ho Hang dibawa ke ruangan, matanya seperti sangat ketakutan. Hee Kyung menyakinkan Ho Hang kalau keadaan sekarang baik-baik saja dan mengucapkan turut prihatin atas hal yang dialaminya. Ho Hang tetap saja benar-benar ketakutan.
“Aku...Identitasku akan dirahasiakan, 'kan?” kata Ho Hang memastikan
“Tentu saja. Tidak ada yang akan terjadi padamu saat berada di sini...,jadi jangan khawatir.” Ucap Hee Kyung
“Tidak boleh ada orang yang tahu kalau aku di sini. Mereka tidak boleh tahu.Jika mereka tahu, akubisa dalam masalah besar.” Kata Ho Hang melihat kesana kemari seperti takut dikejar oleh seseorang .
“Apa mungkin ada yangterjadi padamu sebelum datang ke sini?” tanya Hee Kyung
“Tidak boleh ada yang tahu. CEO Hwang...Kecuali dia, tidak boleh ada yang tahu.” Kata Ho Hang 


Hee Kyung melihat tingkah Ho Hang menyuruh Penyidik Oh agar membawa ke rumah sakit. Penyidik Oh setuju karena ingin mengunjungi  Hwang Jae Gook di rumah sakit. Hee Kyung menegaskan kalau bukan itu yang dimaksud.
“Apa menurutmu diakelihatan normal sekarang?Ini waktu yang sangat penting. Dia...Sangat disayangkan kondisi diaseperti itu, tapi...Bawa dia ke RS, dan harus dirawat disana...setelah kondisinya baikan, barulah kita putuskan apa yang harus kita lakukan padanya.” Jelas Hee Kyung
“Ketua Jo.,, Saya bertanya-tanya apa mungkin...dia akan membantah pernyataan Choi Tae Ho.” Kata Penyidik Oh
“Maka dari itu kita harus memastikan jangan sampai hal itu terjadi.” Tegas Hee Kyung, Penyidik Oh mengerti. 

Jaksa Yong memberitahu kalau sebenarnya tadi mendapat telepon dan Mungkin, besok bisa menemuinya. Bong Hee memberitahu kalau Sekretaris Tae satu-satunya orang  yang menyaksikan kejadian saat  Yoon So Hee dibunuh jadi yakin dia akan berpihak dan bersaksi mendukung mereka.
“Seperti yang kaukatakan...,hanya dia satu-satunya saksi,  dan aku sangat ingin tahu dia akan memberikanpernyataan seperti apa... Selamat malam..” ucap Jaksa Yoon menutup telpnya.

Ho Hang melepaskan karet rambutnya merasa sedih karena So Hee mengepang rambutnya itu. Direktur Hwang melihat radio yang diperbaiki Ho Hang ingin tahu apakah masih berfungsi, dengan melihatnya Benda ini pasti sudah lama sekali Tapi sepertinya masih bisa digunakan.
“Tadi itu..., aku khawatir dengan Joon Oh.” Akui Ho Hang, Direktur Hwang bertanya memangnya kenapa
“Aku tadi tak sengaja dengarsoal Jae Hyun sebelumnya.Dia mungkin saja tidak bunuh diri.” Kata Ho Hang, Direktur Hwang kaget bertanya apakah  Reporter Kim yang mengatakan seperti itu. Ho Hang mengangguk.
“Makanya Joon Oh tadiingin mencari tahunya.” Jelas Ho Hang
“Kalau bukan bunuh diri...Apa itu artinya...ada seseorang yang membunuhnya?” ucap Direktur Hwang curiga. 

Ho Hang keluar untuk mengambil air dan dikagetkan saat melihat Tae Ho sudah menghilang dari tempatnya diikat. Tiba-tiba Tae Ho sudah menarik Ho Hang dengan membekap mulutnya, Ho Hang berusaha agar bisa melepaskanya, Tae Ho terlihat sangat marah karena Ho Hang itu  banyak bicara sekali, Ho Hang panik meminta agar jangan membunuhnya.  Tae Ho ingin tahu kemana Joon Oh pergi sekarang. 

Joon Oh berjalan ke hutan sempat menengok kebelakang seperti memastikan tak ada orang yang mengikutinya.
Flash Back
Joon Oh berjalan dan beberapa orang menganggap sebagai pembunuh Jae Hyun dan berani menampakan dirinya. Wajahnya pun terkena lemparan telur, Tae Ho dilantai atas hanya melihatnya.
Tae Ho yang berhasil melepaskan diri mencoba mengejar Joon Oh yang pergi ke hutan. Joon Oh berjalan mengingat kembali saat semua orang menyudutkan dirinya dengan label sebagai orang yang  tidak punya hati nurani. Semua dalam agencynya melirik sinis begitu juga Direktur Hwang, serta So Hee. 

Flash Back
Joon Oh dan Jae Hyun minum bersama diatap. Jae Hyun mendapatkan segelas wine dengan memastikan kalau itu memang untuknya. Joon Oh membenarkan, dirinya yang menang dengan lagu ciptaan Jae Hyun. Jae yun mengartikan kalau Joon Oh  mencoba membuat kontrak seumur hidup mengunakan wine. Joon Oh membenarkan dengan tawanya.
“Aku juga... Aku juga ingin debut.” Akui Jae Hyun
“Kau Lakukan saja dan harus debut. Bersabarlah sebentar lagi. Sekarang, aku harus memperhatikan keadaanku dulu Dan aku akan membantumu...mengejar impian  musik yang kau inginkan.” Ucap Joon Oh
Jae Hyun meminta agar Joon Oh berjanji, Joon Oh berjanji dengan berteriak menjadi Artist of the Year dan juga Shin Jae Hyun. 

Joon Oh seperti memberitahukan rencananya, Direktur Hwang pikir Jika kehilangan Jae Hyun,  maka Dreamers akan berakhir dan mereka pasti harus bubar. Ia tahu Jae Hyun itu menuruti Joon Oh jadi meminta agar bisa membujuknya.
“Kenapa kau tidak menggunakan kesempatanini agar si Jae Hyun bisa debut? Kalau kau tidak bisa, biarkan saja dia bekerja dengan agensi lain. Orang yang berbakat seperti  dia harus dieksplorasi. Lagipula, kita tidak bisa  mengandalkan Jae Hyun selamanya. Kumohon.” Kata Joon Oh memohon
“Dia harus debut di waktu yang tepat. Bilang padanya agar bersabar. Cegah dia untuk sekarang ini dan apapun yang terjadi.” Perintah Direktur Hwang
Jae Hyun membuka pintu rumahnya, saat itu Joon Oh langsung masuk dengan menahan emosinya. 

Joon Oh terus berjalan menyusuri hutan, teringat kembali saat Jae Hyun sudah membereskan semua barang-barang dalam apartemenya.
Flash Back
Joon Oh mengeluh Jae Hyun yang tidak bisa percaya padanya karena hanya meminta bersabar sebentar saja, serta berjanji akan membantu debut solo, menurutnya kalau Jae Hyun seperti ini maka semua usahanya akan sia-sia.
“Kau selama ini sudah menunggu. Bukannya  menurutmu percuma jika kausia-siakan itu?” kata Joon Oh, saat itu tubuhnya harus jatuh karena tersandung berjalan di hutan.
“Berapa lama "aku bersabar sebentar lagi"?Apa Setelah album ketiga? Apa Setelah konser? Atau setelah acara penghargaan?” ucap Jae Hyun marah

“Joon Oh.. Aku sudah menunggu selama  tujuh tahun!!! Kau ternyata sama saja  dengan yang lain. Kau pura-pura peduli padaku..., tapi kau hanya peduli dengan Dreamers, 'kan?Kau hanya khawatir bagaimanacaranya kau harus menggantikan Tae Ho.Intinya..., kau hanya memikirkan album  kalian saja, 'kan?” ucap Jae Hyun marah
Joon Oh pun ingin tahu apa yang dinginkan Jae Hyun sekarang, Jae Hyun mengaku kalau semua keadaan ini sangat berat baginya dan rasanya ingin mati saja. Joon Oh tak bisa menahan emosinya menyuruh Jae Hyun mati saja kalau memang itu keinginanya.
“Jika kau mau menyerah seperti itu,  mati saja.” Ucap Joon Oh, Jae Hyun tak percaya kalau Joon Oh tega mengatakan seperti itu padanya.
“Aku juga dulu member Dreamer!” teriak Jae Hyun marah. Joon Oh memilih keluar dengan naik ke atap gedung lalu mencoba menelp Jae Hyun tapi ponselnya tergeletak di lantai. 


Joon Oh berjalan terus menuju bukit, sampai menemukan tempat dulu yang ditinggali oleh Ki Wan, sementara Tae Ho terus berlari mengejar Joon Oh.
Flash Back
Joon Oh baru kembali, Yul baru datang bertanya kenapa Joon Oh berada diluar dan bertanya apakah melihat Jae Hyun. Joon Oh balik bertanya apakah Jae Hyun mengatakan sesuatu yang aneh. Yul mengelengkan kepala.
Direktur Hwang datang bertanya apakah Jae Hyun berada didalam, Joon Oh membenarkannya. Direktur Hwang bertanya apakah Jae Hyun belum juga mengangkat telpnya. Joon Oh mengaku sebelumnya bersama Jae Hyun. Direktur Hwang memarahi Joon Oh karena sebelumnya meminta agar menghiburnya.
So Hee datang dengan wajah panik menanyakan apakah sudah bertemu Jae Hyun dan ingin tahu kenapa mereka semua ada diluar. Ki Joon dan Ji Ah serta Byung Joo datang dan yang terakhir Tae Ho dengan menaiki taksi, Direktur Hwang memberitahu kalau Jae Hyun meminta agar mereka bertemu.
Joon Oh melihat semua berkumpul mengajak masuk dan mendengar apa yang ingin dikatakan Jae Hyun. Saat itu juga tubuh Jae Hyun langsung jatuh diatas mobil Tuan Hwang.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar