Kamis, 02 Februari 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Seo Yool menelp Jaksa Han agar bisa membereskan kasus DUI, lalu menghentikan mobilnya dengan membeli minuman. Saat akan meminumnya dikejutkan dengan bunyi seseorang memukul bola baseball dengan keras.
Ha Kyung seperti melampiaskan rasa amarahnya dengan memukul bola baseball. Seo Yool seperti langsung terpana melihat seorang wanita yang berambut panjang dengan berkeringat mengibaskan rambutanya. Ha Kyung tiba-tiba membalikan badanya, Seo Yoo pura-pura mengalihkan pandanganya.
“Permisi... Apa kau menunggu ruangan ini?” tanya Ha Kyung, Seo Yool mengelengkan kepala dan menyuruh main saja. Ha Kyung pun kembali memasukan koin untuk kembali main. 

Sung Ryong melakukan peringatan kematian, dengan makanan yang dibelikan dipasar.  Lalu berkata kalau ini semua bukan untuk ayahnya.
“Jika Ibu berada denganmu, katakan padanya sesuatu. Jika kau akan membuatnya menderita sepanjang hidupnya,mengapa kau tinggal bersamanya?Aku tidak akan hidup seperti kau,bahkan jika orang bilang mereka akan mengalahkan aku sampai mati.” Ucap Sung Ryong 
“Kau ditusuk dari belakangtapi kau tentang baik. Kau tidak punya apa-apa dan Aku tidak akan hidup seperti itu. Mengapa aku harus seperti itu?Aku akan menjadi orang yang tidak berperasaandan tidak peduli tentang orang lain, karena dendam kau, jika tidak ada yang lain.” Ucap Sung Ryong seperti tak ingin hidupnya seperti sang ayah. 

Jaksa sedang menunggu seseorang, merasakan ada yang datang langsung berkomentar pasti sangat lelah. Tapi saat menengok dikagetkan dengan Ga Eun yang menutup wajah dengan masker dan kacamata hitam. Jaksa heran melihat anak buahnya yang menutupi semua wajahnya. Ga Eun pikir nantik  Seseorang akan melihatnya.
“Itulah mengapa kau akan dilihat orang-orang jika seperti menutupi wajahnyamu seperti ini” ucap Jaksa, Ga Eun pikir benar juga lalu membuka masker dan juga kacamata hitamnya.
“Ini berkas, dan kau harus Lebih hati-hati. Dia kepala baru” ucap Jaksa memberikan sebuah berkas.
“Ah.. Dia  orang yang menyelamatkan hidup wanita itu” kata Ga Yeon terdiam mengingat kalau pria itu adalah Sung Ryong yang tak sengaja menyentuh bagian selangkangan dengan tongkat.
“Kau lihat dalam Cvnya, disana ia sangat mahal dan Tidak masuk akal ia bergabung dengan TQ. Perusahaan pasti punya motif tersembunyi untuk mempekerjakan dia. Dekati secara alami dan dapatkan dia lalu mencari tahu apa yang kau bisa” perintah Jaksa, Ga Eun mengerti

Ha Kyung duduk sendirian dalam kamarnya sambil melempar bola baseball, mengingat kembali saat Sung Ryong bertanya pada polisi berapa kali pria itu masuk penjara. Dan si pria dengan bangga mengatakan sudah tiga kali dan polisi mempertegas kasusnya adalah Dua kali untuk penipuan dan sekali untuk memeras. 

Sung Ryong mencuci rambut diatas wastafel, tapi tiba-tiba airnya malah mati. Ia berteriak marah karena harus pergi bekerja. Akhirnya Sung Ryong pergi ke kantor dengan rambut kering yang kaku karena bercampur sabun.
Dibagian depan pintu terlihat pengumuman dan juga Fotonya, [Karyawan bulan ini, Kim Seong Ryong]. Sung Ryong yang melihatnya hanya berpikir kalau itu konyol. Tiba-tiba didepanya sudah berjejer para pegawai seperti menyambut ketua perusahan yang masuk gedung.
“Aku Na Hee Yong, Manajer Umum Manajemen Etis Selamat telah menjadi karyawan bulan ini.” Ucap Hee Yong.
“Aku tidak melakukan apapun” kata Sung Ryong merendahkan diri.
“Tidak. Kau banyak membantu, Terima kasih telah menaikkan status perusahaan” kata Hee Yong menyambut Sung Ryong dengan meriah. 

Sung Ryong diberikan sebuah hadiah dan juga sebuket bunga dari Hee Jung, lalu dipaksa untuk mengambil foto. Setelah itu mendapatkan uang 1 juta won, seperti seorang pemenang kontes, Sung Ryong seperti diberikan kemeriahan oleh tim Hee Yong. 

Ha Kyung berdiri di depan gedung seperti membayangkan kejadian sebelumnya, lalu melihat sekeliling dan melihat sebuah CCTV yang ada didekatnya, seperti bisa menemukan kejadian yang sebenarnya pada hari kejadian. 

Sung Ryong pergi toilet mencuci rambutnya yang belum selesai, merasaka nyaman karena menemukan air yang mengalir, Dari belakang terlihat seperti seorang yang membawa kayu ingin memukulnya. Tapi ketika mendekat punggung Sung Ryong ditepuk. Sung Ryong kaget melihat seorang bibi datang ke toilet pria.
“Mengapa kau tidak mandi saja? Apa Kau pikir ini spa?” sindir si bibi. Sung Ryong binggung siapa sebenarnya bibi yang datang ke toilet wanita.
“Aku Kepala Kebersihan TQ  Tim Satu, Namaku Um Geum Shim!” ucap Bibi Um. Sung Ryong meminta maaf karena keadaan yang memaksa. Bibi Um memperingatakan Sung Ryong agar jangan melakukan lagi. 

Manager Choo agak masuk dikagetkan dengan Bibi Um yang akan keluar lalu memastikan kalau yang dimasuki adalah toilet pria.  Bibi Um memperesilahkan Manager Choo untuk masuk. Manager Choo mengeluh berpikir kalau Sseorang pria saja membersihkan toilet pria tapi malah bibi Um yang harus melakukannya.
“Nyonya Um, Aku dengar kau terakhir kali , sewaktu pembeli Jerman kesini Jangan lakukan itu, Semua orang bicarakan kau.” Ucap Manager Choo.
“Aku penasaran” akui Bibi Um, Manager Cho makin mengeluh penasaran tentang apa menurutnya semua sama, lalu melihat kebagian bawahnya. Bibi Um hanya mengedikan matanya lalu keluar dari toilet

Manager Choo melihat Sung Ryong yang mengeringkan rambutnya, bertanya apa yang baru dilakukanya. Sung Ryong menceritakan kalau Air mati di rumahnya. Manager Choo bertanya-tanya rumah seperti apa yang bisa membuat airnya mati.
“Aku membayar 500ribu per bulan,” ucap Sung Ryong. Manager Choo pikir itu harga sewa yang gila.
“Apa Biayanya harus lebih dari 700 untuk tempat yang bagus?” tanya Sung Ryong, Manager Choo membenarkan, Sung Ryong merasa kalau itu harga yang Sangat mahal
“Jika itu terlalu sulit tinggal di Seoul, maka Kau hanya harus berhenti” komentar Manager Choo, Sung Ryong pun hanya bisa diam saja seperti tak ingin dipandang remeh. 

Ha Kyung pergi ke bagian CCTV gedung, dibuat kaget karena rekaman dari hari itu dihapus. Pihak CCTV beralasan kalau mendapat virus hari itu, jadi kehilangan semua data. Ha Kyung tak percaya kalau  bisa bervirus  tepat pada hari kecelakaan. Si pegawai juga tak mengerti.
“Itu terserah orang yang mengirim virus” jelas si pegawai
“Aku benar-benar membutuhkannya untuk bukti kecelakaan, Apa tidak bisa kau pulihkan?” tanya Ha Kyung masih berharap. Si pegawai itu pikir tak mungkin. 

Ki Ok dan Jae Joon sedang melihat sesuatu dilayar monitor, lalu Ki Ok berkomentar kalau Bagian belakangnya luar biasa. Jae Joon menujukan bagian lekukan yang menurutnya sebagai tipenya. Ki Ok pikir Jae Joon ingin membeli mobil impor, Jae Joon pikir mobil asing di mana-mana sekarang, tapi tetap saja akan membuat terlihat lebih baik.
“Apa Kau mau beli hybrid?” ucap Sung Ryong tiba-tiba memeluk keduanya agar lebih dekat. Jae Joon mengaku kalau hanya melihat
“Kau tidak boleh hanya berpikir, tapi harus ada tindakan” kata Sung Ryong
“ Aku melakukan itu minggu lalu dan membeli sebuah konsol game” cerita Ki Ok. Jae Joon pikir Itu tidak sama dengan mobil

Ha Kyung tiba-tiba masuk ruangan dengan wajah kesal, Manager Choo yang melihat langsung bertanya apakah terjadi sesuatu. Ha Kyung mengaku hanya berpikir tentang sesuatu. Sung Ryong pikir Ha Kyung  Jangan berpikir terlalu banyak sambil berjalan, karena terlihat sangat marah. Ha Kyung akhirnya mengajak Sung Ryong untuk bicara diluar. 


Man Geun melaporkan pada Seo Yool kalau si pelaku yang berpikir Sung Ryong tahu semuanya jadi  tidak punya pilihan selain mengakuibahwa mereka membayarnya untuk melakukannya. Seo Yool terlihat kesal karena sudah memperingatkan  untuk tidak menggunakan preman seperti itu. Man Geun hanya bisa meminta maaf.
“Aku akan menemukan orang yang lebih berkualitas” ucap Man Geun berjanji
“Jangan beri aku yang berkualitas” tegas Seo Yool, Man Geun binggung apa yang harus dilakukan apakah harus menyingkirkannya
“Apa maksudmu, menyingkirkannya? Apa ini film action?” ucap Seo Yool kesal lalu menyuruh Man Geun keluar saja. 

Sung Ryong yang mendengar cerita Ha Kyung merasa tak yakin, tapi Ha Kyung meminta agar Sung Ryong Jangan berpikir tidak mungkin dengan melihat sikapnya, lalu berbicara dengan Sung Ryong sebelumnya menurutnya pasti mengetahuinya.
“Kau dapatkan kompensasi, Apa yang kau mau lagi?” ucap Sung Ryong merasa masalaha sudah selesai 
“Ini bukan berarti bahwa aku ingin yang lebih. Jika kita mencurigai sesuatu, kita harus mengungkap kebenaran.” Kata Ha Kyung
“Aturannya adalah akhiri setelah kau mengambil uang”pikir Sun Ryong tapi Ha Kyung menegaskan tidak punya aturan tersebut. Sung Ryong pikir Ha Kyung melakukannya sendiri saja dan tak ingin tahu apapun lalu kembali ke ruangan. Saat itu ponsel Ha Kyung berbunyi, pesan masuk ke dalam ponselnya

Ha Kyung bertemu dengan Man Geun diruangan. Man Geun membahas Ha Kyun yang melihat istri Lee Eun Seok menurutnya itu bagus karena bisa membantunya dan karena suaminya adalah adalah bos lama .
“tetapi jangan melakukan apa pun yang akan merugikan perusahaan, Oke?” ucap Man Geun memperingatinya.
“Aku tidak pernah melakukan apa pun yang merugikan perusahaan” pikir Ha Kyung
“Jika kau membantu seseorang untuk percaya pada berita yang adaDan orang akan percaya, maka Hal itu akan merugikan perusahaan. Jika istrinya membuat masalah lagi, maka itu akan membuat kau susah berada diperusahaan ini. Jadi Beritahu aku jika kau ingin pindah” kata Man Geun memberikan ancaman
“Tapi kau tahu, perusahaan pasti membicarakanmu, Kau tahu apa yang aku maksudkan, kan?” ucap Man Geun memberikan penekanan. Ha Kyung hanya bisa tertunduk diam. 

Jae Joon terlihat sedang menyembunyikan sesuatu seperti voucher makan dan hanya mengunakan satu lembar lalu menaruh kembali dalam lacinya. Sung Ryoung diam-diam melihatnya dengan senyuman seperti mengetahui kelicikan dalam rumah.
Ki Ok sibuk mengerjakan berkas dan minta Hee Jin memberikan pada bagian Pembukuan. Hee Jin menolak karena sibuk menyuruh agar mengirim  kirim email saja. Ki Ok memberitahu kalau tim mereka  meminta hard copy. Hee Jin tetap menolak karena harus menyelesaikan tugasnya dalam 10 menit.

Sung Ryong mengangkat tangan akan memberikan pada Tim pembukuan, lalu bertanya pada siapa harus memberikanya. Ki Ok memberitahu untuk diberikan pada Kang Joo Sun. Sung Ryong mengetahui kalau si wanita itu, walaupun tak membuatnya kesal tapi anehnya merasa tidak menyukainya.
Ki Ok pun mengucapkan terimakasih, Sung Ryong sebelum pergi bertanya kembali siapa yang ingin bantuanya. Sang Tae pikir Sung Ryong bisa membawa berkasnya. Sung Ryong meminta diberikan beras tersebut sebagai jasa Sung Ryong Express ke bagian pembukuan. Jae Joon pun meminta agar nanti dibawakan kopi. 


Ha Kyung keluar ruangan, terlihat menahan tangisnya mengingat pesan dari Man Geun.
“Jika istrinya menyebabkan kesulitan lagi, maka itu akan membuat hidup kau di perusahaan ini akan sulit, Beritahu aku jika ingin pindah. Tapi kau tahu, perusahaan membicarakanmu. Apa Kau tahu apa yang aku maksudkan, kan?” 

Sang Ryung pergi ke bagian pembukuan sambil bergumam kalau itu  departemen TQ yang paling kuat ini jadi harus kenal seseorang di departement itu. Ia pun menaruh berkas di atas meja, Nona Kang. Nona Kang langsung mengucapkan terimakasih tanpa mengalihkan pandanganya.
“Nona Kang..  Jangan memilih jalan yang salah.. tapi ada sesuatu yang memikat padamu, Nama artis berbau Rusia ,,, Namanya ,,, Selain itu juga, kau mengingatkan aku tentang dia” ucap Sung Ryong ingin memujinya.
“Menilai penampilan seorang wanita adalah pelecehan seksual” tegas Nona Kang, Ketua Lee diam-diam melihat gerak gerik Sung Ryoung.
“Ah... Aku tidak bermaksud seperti itu” ungkap Sung Ryong lalu meminta maaf. 

Tiba-tiba Ga Eun datang menyapa Sung Ryong dan Sung Ryong mengingat kejadian tak enak sebelumnya. Ga Eun lalu menanyakan bagian  bawah. Sung Ryong mengaku baik-baik saja dan menanyakan kalau Ga Eun itu sedang magang. Ga Eun membenarkan dan mengetahui kalau Sung Ryoung adalah kepala bagian akutansi. Lalu teringat pesan seniornya “Kau harus Mendekatinya secara alami , semakin dekat dengan dia, lalu mencari tahu apa yang kau bisa”
“Aku mempersiapkan beberapa tes, Jika aku punya pertanyaan tentang operasi bisnis, mungkin aku akan datang untuk meminta bantuanmu?” kata Ga Eun
“Ya, Mari kita lakukan setidaknya untuk anak magang saat ini” gumam Sung Ryong merasa ada celah masuk ke bagian pembukuan.
“Kau Datanglah, Aku akan memberikan jawaban yang paling jelas” kata Sung Ryong, Ga Eun pun mengucapkan terimakasih. 

Sung Ryong berdiri didepan pintu merasa tidak ada yang menyangka kalau ini bisa untuk dekat dengan orang, lalu masuk ke dalam ruangan memberitahu kalau sebagai karyawan bulan ini akan membagikan voucher Potongan 200ribu Won. Semua terlihat bahagia mendengarnya.
“Aku akan membawa kalian semua keluar untuk makan malam karena kita selalu bekerja , jadi Belilah sendiri sesuatu yang baik untuk dimakan dan Kau dapat membeli pakaian juga” ucap Sung Ryong membagikan pada semua rekan kerjanya, Hee Jin dkk merasa tak percaya kalau voucher itu terlalu banyak.
“Kau tidak perlu ucapkan Terima kasih” ucap Sung Ryong merendahkan diri.
“Ini pertama kalinya aku pernah, menerima sesuatu seperti ini” ungkap SangTae, Sung Ryong menyuruh Sang tae agar tak menangis.
Ha Kyung mengatakan kalautidak membutuhkannya,  jadi menyuruh Sung Ryoung mengambil lagi. Sung Ryong pikir Ha Kyung tak perlu tak enak hati menerimanya. Ha Kyung mengatakan tidak membutuhkannya, jadi gunakan untuk membeli makan malam nanti. Sung Ryong mengaku kalau ini pemberiaan yang tulus.

Tiba-tiba Manager Choo mendekati keduanya seperti sangat berharap mendapatkan voucher tersebut. Sung Ryong dibuat kaget melihat Manager Choo sudah ada dekatnya, lalu Manager Choo bertanya apa yang dibawanya. Sung Ryong mengaku kalau Itu hanya untuk orang-orang yang di bawahnya.
Manager Choo mengucapakan sebuah pribahasa kalauCinta mengalir ke bawah, Sung Ryong pikir perkataan tadi hanya karena Pikiran adalah yang terpenting lalu memberikan voucher itu untuk Manager Choo. Seo Yool mengirimkan pesan mengajak minum dan keluar pukul 7. 


Ha Kyung duduk sendirian di minimarket. Sung Ryong melihatnya lalu duduk disamping dengan membawa minumanya, menurutnya Ha Kyung setidaknya harus bertemu dengan seorang teman dan bertanya kenapa harus sendirian. Ha Kyung pikir dirinya lebih baik karena punya kesopanan
“Bagaimana bisa aku hanya berjalan ketika kau melihat dunia seperti berakhir”kata Sun Ryong mulai meminumnya.
“Izinkan aku bertanya sesuatu Itu memang benar, kan? Atau apa yang kau anggap benar, kan?” kata Ha Kyung, Sung Ryong tak mengerti maksudnya.
“Itu memang yang benar, kan? Atau apa yang kau anggap benar, kan?” kata Ha Kyung seperti berpikir Sung Ryong sudah mengetahuinya. Sung Ryong seperti tak mengerti, Ha Kyung pikir lebih baik pergi saha, Sung Ryong menahanya mengaku kalau baru saja akan menjawab
“Apa yang kau anggap benar, adalah benar. Begitulah cara dunia bekerja. Jika kau hidup dengan apa yang benar adalah benar, itu melelahkan. Kau akan berakhir menjadi bodoh” jelas Sung Ryong
“Aku tahu itu, Apa yang benar adalah benar” kata Ha Kyung, Sung Ryong pikir bukan seperti itu yang dikatakan.
“Kau bisa bayangkan, Dalam film, ketika mereka melihat bom  dan bertanya-tanya apa untuk memotong kabel merah atau biru, maka penjahat akan bilang untuk memotong kabel merah” kata Ha Kyung, Sung Ryong mengatakan kalau yang benar adalah kabel biru.
Ha Kyung membenarkan,  menurutanya Ini persis seperti situasi itu menurut pikirkanya kalau kebalikan dari yang dikatakn Sung Ryong  adalah jawabannya lalu keluar dari minimarket. Sung Ryong berkomentar kalau  itu kemampuan baru lalu merasa minumanya itu hitam bukan biru.
Nyonya Jang menerima telp dari Ha Kyung, lalu mengatakan akan bertemu disuatu tempat.

Sung Ryong menemui Seo Yool dalam sebuah bar, Seo Yool langsung bertanya Apa tidak punya sesuatu untuk diberitahu. Sung Ryong binggung apa yang dimaksud dengan wajah polos. Seo Yool menyuruh Sung Ryong agar  jangan membuat wajah seperti itu
“Kau bilang Supir mabuk? Aku menjaganya” kata Sung Ryong. Seo Yool kesal kalau tak yang menyuruh Sung Ryong melakuanya.
“Si Brengsek itu terlalu jelas berbohong, jadi aku bertemu secara terpisah dan mengatur hal-hal lurus. Ini Serius. Tapi aku punya pertanyaan untuk kau, Apa kau benar-benar harus menabrak istri Lee Eun Seok ,,, dan membunuhnya? Ini tidak benar ‘kan?” ucap Sung Ryong. Seo Yool hanya meliriknya. 

Ha Kyung mendorong kursi roda nyonya Jang mengaku kalau  tidak berpikir kecurigaan salah. Nyonya Jang bertanya apakah memiliki bukti, Ha Kyung menceritakan Dengan sikap pengemudi yang mabuk dan bukti perusahaan hancur menurutnya Tak satu pun dari itu masuk akal selain itu cara Tuan Go mengancamnya.
“Apa ini semua diatur oleh mereka  mencoba untuk menghancurkan perusahaan, seperti yang kau katakan?” kata Ha Kyung, Nyonya Jang membenarkan.
“Tapi kami tidak punya bukti. “ kata Nyonya Jang
“Itu berarti Tuan Lee dikatakan bersalah ,,, Karena menggelapkan kecuali jika kita menemukan bukti untuk membuktikannya” ucap Ha Kyung menyimpulkan
“Itu sebabnya aku meminta bantuanmu, Untuk mengungkap seluruh kebenaran. Kita perlu mengumpulkan bukti kuat  pada mereka” jelas Nyonya Jang 

Seo Yool mulai makan dengan menanyakan Apa maksudnya untuk mengetahui hal-hal yang tidak harus diketahui oleh Sung Ryoung. Sung Ryong bertanya balik apakah Seo Yool menjadi orang penting. Seo Yool mengumpakan kalau Sung Ryong yang pertama untuk mencapai Sungai Yordan. Sung Ryong pikir itu bukan hal yang baik untuk mencapai pertama
“Aku kira ada probabilitas tinggi  dan akan mencapainya pertama  karena aku tahu begitu banyak rahasia”ucap Sung Ryong penuh arti
“Kau senang karena berpikir punya sesuatu padaku, kan?” komentar Seo Yool, Sung Ryong mengaku tidak cukup senang.
“tapi aku benar-benar penasaran, Bagaimana jika aku memenuhi pekerjaan yang kau pinta? Apa ada manfaatnya?” tanya Sung Ryong, Seo Joo bertanya apa yang dinginkanya. Sung Ryong pikir tak banyak seperti Sebuah kompensasi yang sesuai bagi tenaga kerja.

Seo Yool bertanya bagimana kalau ia menolak, berpikir kalau Sung Ryong akan menusuk di belakang dengan apa yang dimilikinya. Sung Ryong mengaku tidak akan melakukannya tapi akan sedikit kecewa. Seo Yool pikir Sung Ryong memang sudah gila. Sung Ryong mengakui kalau memang  telah gila dan harus gila pertama di dunia untuk menang.
Seo Yool berharap a bisa merehabilitasi  supaya Sun Ryong waras lagi. Sung Ryong pikir Rehabilitasi mustahil karena jiwa dan tubuhnya sudah tumbuh kaku, Seo Yool pikir Itu yang terjadi jika semakin tua. Sung Ryong  pun membenarkan. 


Nyonya Jang mengaku juga takut mereka Tapi lebih takut kebenaran ini dikubur. Ha Kyung pikir akan ada lebih banyak korban di masa depan yaitu Korban seperti Tuan Lee lau menegaskan kalau akan melakukannya, dan berada di sisinya. Nyonya Jang pun mengucapkan terimakasih karena sudah bisa membantunya.

Seo Yool berjalan pulang mengingat perkataan Sung Ryong “Apa kau benar-benar ingin menambrak istri Lee Eun Seokdan membunuhnya? Tidak kan?Aku kira ada probabilitas tinggiAku akan mencapainya pertama karena tahu begitu banyak rahasia”
Ia melihat tak ada wanita yang sebelumnya bermain bola baseball, akhirnya ia masuk untuk bermain, tapi beberapa kali pukulan meleset dari pemukul baseball. 

Semua tim mulai berkerja membuat laporan, Ha Kyung bertanya apda Hee Jin, mereka bisa menyelesaikan TERP. Hee Jin pikir mereka juga tak tahu, Jae Joon mengatakan kalau Semua laporan yang mereka terima selama dua hari terakhir hilang, jadi perlu untuk mendapatkan lagi untuk mengirim ulang segera. Ki Ok meminta agar mengirimkan daftarnya,
“Mengapa program ini mati pada hari terakhir?Jika kita tidak menyelesaikan hari ini, Gang Sik akan keluar.” Keluh manager Choo
“Kita tidak punya cukup banyak orang” ucap Sung Ryong
“Lalu serahkan permintaan untuk mempekerjakan lebih banyak orang” balas Ha Kyung, Sung Ryong pikir itu bukan tugasnya.
“Itulah sebabnya aku melakukannya Dan mereka memberi aku beberapa… aishh...” kata Manager Choo kesal

Ha Kyung lalu bertanya Siapa yang memeriksa angsuran bulanan. Sang Tae mengangkat tanganya. Ha Kyung bertanya Apa sudah selesai, Sang Tae mengaku belum dan setelah menyelesaikan pekerjaanya, harus menyelesaikan surat juga. Ha Kyung meminta agar menyelesaikan  sampai ke perhitungan akhir tahun
“Tapi setelah aku cepat menyelesaikan ini, Aku harus cepat menyelesaikan penggantian karyawan” kata Sang Tae seperti banyak perkerjaan.
“Kau harus menyelesaikan perhitungan akhir tahun pertama, Ini seperti mata air akhir karyawan Meskipun kadang-kadang, itu air rawa” kata Sung Ryong. 

Sang Tae mendekati Sung Ryong,  lalu meminta tolong bisa mengurus Park Myung Seok dan penggantian eksekutif. Sung Ryong dirinya yang ditunjuk oleh Sang Tae, semua saling melirik seperti tak setuju. Sang tae mengaku banyak yang harus diurus jadi merasa tidak bisa untuk menangani penggantian eksekutif, Sung Ryong langsung menyanggupinya meminta agar memberikan berkas dan memeriksanya.
“Sang Tae... Walaupun banyak pekerjaan, kau harus tetap melakukannya. Kau akan membuat kebiasaan menyerahkannya ke orang lain” sindir Ha Kyung
“Apa maksudmu, kebiasaan? Aku dapat membantu bawahanku” kata Sung Ryong
“Kau bisa lihat Ini adalah bagaimana aku melatih mereka, Dia harus mengatasi kesulitan” tegas Ha Kyung
“Hal ini bukan karena sulit tetapi karena ia punya terlalu banyak pekerjaan” balas Sung Ryong melihat kalau itu wesel bayar. Manager Choo mengeluh keduanya malah berebut padahal sangat sibuk,
“Mari kita ikuti sistem,” ucap Ha Kyung berdiri dari tempat duduknya.
“Apa aku tidak mengikuti sistem?Aku pemimpin, dan aku akan melakukan apa yang aku inginkan”tegas Sung Ryong lalu pamit pada Manager Choo akan pergi ke bank. Ha Kyung pun mengikutinya keluar. Manager Choo mengeluh dengan rekan kerjanya yang bertengkar padalhal sedang sangat sibuk


Ha Kyung memanggil Sung Ryong didepan gedung, tapi Sung Ryong terus berjalan. Ha Kyung memberitah kalau harus berhenti ketika seseorang memanggil. Sung Ryong menegaska namanya itu bukan “hei” menurutnya harus memanggil Kepala Kim atau Tuan Kim
“Siapa yang memberitahu aku apa yang harus dilakukan?” tanya Ha Kyung, Sung Ryong mengatakan kalau itu adalah dirinya sebagai Kepala Kim.
“Apa kau seperti ini pada kepala sebelumnya?” keluh Sun Ryong, Ha Kyung mengaku mereka itu berbeda.
Sung Ryong bertanya apa yang berbeda. Ha Kyung menegaskan kalau Semuanya berbeda jadi meminta agar jangan membuatnya binggung. Sung Ryong pikir  Sebuah perusahaan dijalankan berdasarkan hirarki lalu Ha Kyung itu berpikir peringkat yang lebih tinggi  tidak boleh meminta untuk melakukan sesuatu, Menurutnya Ha Kyung lah orang yang melanggar prinsip. Ha Kyung tak terima kalau hanya menyalahkannya. 

Saat itu ponsel Sung Ryong berdering. Kwang Sook dengan suara ketakutan  memberitahu Ini darurat karena polisi menerobos ke dalam kantor.  Sung Ryong kaget mengeluh kalau mereka selalu menjemput paksa. Kwang Sook kebingungan karena polisi sudah ada diruangan.
Seorang polisi turun dari mobil mengeluarkan ID Card sebagai polisi dari Gangnam dan ditangkap karena penggelapan pajak konspirasi  serta penempaan surat-surat pribadi. Sung Ryong binggung tapi langsung dibawa oleh polisi, Ha Kyung juga dibuat binggung melihat kejadian tiba-tiba yang ada didepanya.
bersambung ke episode 4 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar