Jumat, 03 Februari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 6 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
Bong Hee memperlihatkan kalung yang ditemukan, tapi So Hee tetap ingin melompat. Bong Hee menahanya berteriak agar So Hee bisa sadar. Tapi So Hee tetap ingin melompat, sampai akhirnya mendorong Bong Hee sampai terjatuh. Bong Hee terbangun lalu tak melihat So Hee melihat ada didekatnya lalu mencari kebawah.
So Hee masih berpegangan tangan di tepi tebing, tanganya berusaha meminta tolong. Bong Hee akhirnya berusaha menarik tangan So Hee dengan dua tanganya.
Bong Hee langsung tersadar, ibunya masuk kamar melihat Bong Hee menanyakan apa yang terjadi pada anaknya. Bong Hee mengaku kalau mengingatnya dan bukan dirinya dan tidak membunuhnya.

Bong Hee segera pergi keluar dari rumah, Pengawal yang menjaga rumah melaporkan kalau Bong Hee keluar.  Bong Hee naik taksi pergi ke Seocho-dong dan berusaha menelp seseorang, Radio di mobil terdengar berita update.
“Pada pukul 14:00 hari ini..., terkait kasus kecelakaan pesawat  Legend Entertainment Ketua Jo Hee Kyung dari Komisi Investigasi Khusus. akan mengeluarkan  pengumuman sementara. Beberapa hari yang lalu,  salah satu dari 46 korban hilang, Aktris Yoon  So Hee, ditemukan tewas...di dekat Huizhou, Cina.” 
Hee Kyung sambil di beri make up mencoba berlatih memberikan penyataan yang sudah ditulisnya.
“Karena Komisi Investigasi Khusus  terus bungkam terkait kesaksian dari Ra Bong Hee, korban selamat..., maka pengumuman ini  menarik perhatian nasional. Menurut seorang staf komisi tersebut pengumuman ini akan meredakanrumor tentang kecelakaan pesawat.” 

Bong Hee yang mendengarnya berita lalu meminta supir taksi pergi ke Seoul Convention Center.
“Guna mengungkapkan kebenaran..., mereka juga akan mengumumkan fakta  tentang penyebab kematian Aktris Yoon So Hee...”
Penyidik Oh masuk ruangan memberitahu Hee Kyung kalau Sudah waktunya. Hee Kyung masih ragu dengan bertanya  Apa ini keputusan yang tepat. Penyidik Oh hanya diam, Hee Kyung pikir anak buahnya pasti tidak akan tahu karena hanya melakukan apa yang diperintahkan lalu berjalan keluar dari ruangan. 


Hee Kyung naik ke podium dengan banyak wartawan yang sudah menunggungnya, mengatakan kalau Sekarang, terkait insiden kecelakaan  pesawat Legend Entertainment akan memberikan laporan singkatnya. Bong Hee terlihat masih ada dalam perjalanan, Jaksa Yoon melihat Hee Kyung yang memberikan pernyataan pada wartawan dibagian belakang.
“Terkait kecelakaan pesawat  Legend Entertainment..., Komisi Investigasi Khusus sudah menyelidiki kasus tersebut dan berhasil menemukan Ra Bong Hee, korban selamat yang pertama, di Huizhou, Cina. Namun, akibat shock saat kecelakaan..., .dia menderita amnesia disosiatif, yang  merupakan hilang ingatan jangka pendek.” Ucap Hee Kyung
Bong Hee akhirnya sampai ke depan gedung, sementara Hee Kyung sedang menyebutkan nama Seo Joon Oh, Lee Yu,Jung Ki Joon, Ha Ji Ah, Choi Tae Ho, Hwang Jae Gook, Tae Ho Hang, dan Yoon So Hee adalah orang-orang yang bersama dengan Ra Bong Hee selama empat bulan di pulau terpencil. Bong Hee pun berusaha untuk segera kebagian ruangan konferensi pers.

“Dia tidak ingat apa-apa selain itu. Karena itu, kami memiliki kesulitan dalam  kemajuan penyelidikan kami. Pada tanggal 17, Aktris Yoon So Hee, salah satu. Ke 7 korban hilang ditemukan tewas di Huizhou, Cina.” Ucap Hee Kyung. Saat itu Penyidik Oh keluar dari ruangan karena ada seseorang yang menelpnya.
Semua wartawan lansung menuliskan berita dengan cepat kalau  Yoon So Hee ditemukan tewas di Cina. Hee Kyung melirik pada Jaksa Yoon, lalu memberitahu kalau Telah dikonfirmasi bahwa So Hee dibunuh. Semua langsung bergumur mendengar penyataan dari Hee Kyung.
“Pada tanggal 19..., dengan kerja sama pemerintah Cina..., kami menemukan  pulau terpencil di Cina tempat kesembilan korban  hilang tersebut terdampar. Ra Bong Hee mengunjungi pulau itu saat dalam pemulihan ingatannya.” Ucap Hee Kyung membaca baris demi baris kalimat yang sudah ditulisnya.

Penyidik Oh tiba-tiba naik ke bagian podium, berbisik kalau Korban lain ditemukan lagi. Hee Kyung kaget mendengarnya. Bong Hee akhirnya datang, mencari Jaksa Yoon lalu memberitahu dengan wajah serius kalau bukan dirinya dan Ingatannya semua telah kembali. Hee Kyung melihat Bong Hee yang datang kembali memberikan pernyataan.
“Ra Bong Hee mengunjungi pulau itu saat dalam pemulihan ingatannya. Dia berusaha sebisa mungkin untuk memulihkan ingatannya. Sekian pengumuman sementara dari kami. Saya akan menanggapi pertanyaan kalian secara tertulis.” Ucap Hee Kyung langsung turun dari podium. 

Beberapa wartawan ingin tahu alasan Bong Hee tidak bisa mengingatnya dan kapan akan pulih.  Hee Kyung sedikit menjauh dari wartawan, Penyidik Oh memberitahu kalau Korban lain yang ditemukan adalah Hwang Jae  Gookmantan CEO Legend Entertainment, tapi terjadi  kecelakaan. Hee Kyung binggung kecelakaan apa yang dimaksud.
“Setelah dia diselamatkan di Cina, dia mengalami kecelakaan mobil.csaat perjalanannya ke kantor polisi. Maafkan saya.” Ungkap Penyidik Oh
“Semua ikan yang kita  tangkap busuk semua. Sekarang Minta mereka mengantarkan mayat mantan CEO Hwang ke Korea.” Perintah Hee Kyung lalu melihat Bong Hee yang datang meminta agar Penyidik Oh  membawa keluar sebelum wartawan melihatnya.

Jaksa Yoon menyakinkan kalau Bong Hee memang mengingatnya, Bong Hee mengangguk,  Jaksa Yoon ingin tahu Siapa orang yang membunuh So Hee. Bong Hee ingin berbicara tapi saat itu wartawan menemukan Bong Hee, langsung mengepungnya dan mengajukan pertanyaan.
Bong Hee dibuat binggung karena banyak cahaya blitz , Jaksa Yoon pun terdorong menjauh. Wartawan ingin tahu siapa yang membunuh  So Hee. Penyidik Oh akhirnya datang meminta maaf karena akan segera mengeluarkan pengumuman resmi. Bong Hee melihat kearah jaksa Yoon semakin menjauh karena ditarik keluar oleh Penyidik Oh. 

Tae Ho kembali dengan wajah lesu setelah membuang mayat Yeol, lalu melihat Ji Ah dan Ki Joon sudah tak ada ditempatnya mengikat. Seseorang menendangnya dari belakang. Tae Ho kaget melihat Joon Oh yang sudah ada didepanya.
Flash Back
Terlihat seperti sepasang kaki yang terdapar di pantai, Joon Oh terlihat berjalan lalu melihat pegawai pesawat yang tak sadarkan diri, lalu memberitahu kalau akan membersihkan tempat ini dulu Baru menguburnya, lalu menutup matanya dan pergi dengan membawa jaketnya.

Joon Oh mengumpat pada Tae Ho yang tega melakukanya dan langsung memberikan pukulan berkali-kali. Presdir Hwang melihat Tae Ho yang tergeletak berpikir kalau sudah mati. Joon Oh mengatakan kalau Tae Ho  belum mati dan hanya pingsan saja lalu mengajaknya pergi. Presdir Hwang binggung kemana mereka akan pergi.
“Kita harus menemukan yang lain. Mereka menunggu kita sambil kedinginan di pulau lainnya.” Kata Joon Oh, Ki Joon binggung kalau mereka sekarang akan pergi.
“Ya, sekarang. Memangnya Kenapa? Apa Kau takut?” ucap Joon Oh, Ki Joon mengatakan bukan seperti itu karena mereka tidak bisa lihat apapun sekarang.
“Jika kita tidak bisa lihat apa-apa,  apalagi mereka. Jika kita takut dan kelelahan..., apalagi mereka. Lalu Siapa lagi yang akan menyelamatkan mereka? Mereka pasti  kelaparan dan gemetar kedinginan. Aku tidak peduli mau kita kehilangan sekoci itu dan tinggal di sini selamanya. Nyawa orang yang lebih penting. Jadi Aku mau mencari mereka meski aku terluka pun, Meski tulangku patah sekalipun. Pokoknya, aku harus pergi.” Ucap Joon Oh, Presdir Hwang pun terlihat tak percaya kalau Joon Oh bisa bertangung jawab seperti itu.
Joon Oh menegaskan kalau dirinya yang akan menyelamatkannya So Hee dan Bong Hee lalu pergi lalu berjalan ke pantai. Ji Ah dan Ki Joon pun mengikutinya. Presdir Hwang menatap kearah Tae Ho tak sadarkan diri. 


Bong Hee bisa menarik So Hee sampai ke bagian atas dengan menanyakan keadaanya lebih dulu.  So Hee meminta maaf karena membuat susah. Bong Hee melihat tangan So Hee yang berdarah malah panik dan mengajak ke pantai sekarang.
Joon Oh dkk mulai menarik sekoci ke tepi pantai, menurutnya mereka tak akan muat naik sekoci itu dan bertanya siapa yang akan ikut denganya. Ki Joon langsung mengangkat tanganya. Joon Oh pun menunjuk Ho Hang juga ikut denganya dan Presdir Hwang juga bisa menangani Tae Ho itu karena akan pergi menyelamatkan yang lain.
Ho Hang terlihat kebinggungan ditunjuk ikut, Presdir Hwang pun meminta berhati-hati karena akan bicara dengan Tae Ho. Joon Oh pun meminta agar Ji Ah agar tetap waspada lalu berusaha segara mendorong sekoci. 

Tae Ho sudah tersadar dari pingsan langsung membawa koper membawa beberapa pakaian dan juga makanan. Sementara Ji Ah dan Presdir Hwang akan kembali ke tempat Tae Ho pingsan. Presdir Hwang menasehati Ji Ah agar jangan memarahinya kalau memang Tae Ho tersadar tapi Ji Ah yang geram merasa Tae Ho itu pantas dihajar.
Joon Oh pun sudah bisa membawa perahu kebagian dalam dan meminta agar mereka mulai naik. Sementara Tae Ho sudah mulai berjalan pergi meninggalkan tempat tinggal mereka. 

Joon Oh akhirnya sampai ke pulau seberang, berteriak mencari So Hee, dengan lampunya mencari keberadaan dua wanita.  Sampai akhirnya Joon Oh meliha sosok So Hee dan menghampirinya. So Hee tak percaya melihat Joon Oh yang datang menyelamatkanya lalu panik melihat kepalanya, Joon Oh mengaku kalau tak masalah itunya.
“Kenapa kau di sini sendirian? Dimana Ra Bong Hee?” tanya Joon Oh, So Hee mengatakan kalau Bong Hee sedang mencari sesuatu untuknya. Joon Oh heran kemana lagi Bong Hee merasa kalau seharusnya So Hee ikut denganya.
Ia pun memberitahu pada Ki Joon kalau akan  pergi mencarinya dan mereka menunggu saja. Ki Joon merasa sangat senang melihatnya karena sudah dua hari, dengan meminta maaf. Mereka berkumpul di dekat api untuk menghangatkan badan.

Joon Oh berusaha untuk mencari Bong Hee, teringat kembali saat bertemu pertama kali dengan Bong Hee sebagai stylist barunya. Di dalam restoran memperingatkan kalau mengandalkan Bong Hee akhirnya akan syuting atau tidak.
Bong Hee pun berusaha membawa beberapa pakaian untuk Joon Oh, tapi malah membuatnya dipecat. Ia tak menyerah meminta agar di pecat karena bisa mati kelaparan. Joon Oh berusaha tak peduli ingin menutup pintunya, tapi Bong Hee yang kuat bisa menahanya. Bong Hee juga yang menyelamatkan pertama kali saat kecelakaan. 

Bong Hee memarahinya karena memakan semua stock makanan dan minum padahal mereka ada di pulau terpencil. Joon Oh marah karena diumpat orang gila dan menegaskan kalau ia artis dan Bong Hee itu stylist
Joon Oh pernah menyelamatkan Bong Hee dari rawa, Bong Hee mengucapkan terimakasih. Joon Oh pikir Bong Hee juga pasti akan menyelamatkannya. Saat mereka memutuskan pergi dalam hutan, mengatakan kalau  bersedia disalahkan juga. Joon Oh pikir memang harus seperti itu karena Bong Hee adalah stylistnya.
Ketika Joon Oh terjebk dalam ranjau, Bong Hee menangis meminta maaf karena meninggalkannya sendirian. Joon Oh pun menenangkan dengan memeluknya. 

Joon Oh melihat sosok wanita yang dicarinya sedang mencari daun, lalu bertanya apa yang sedang dilakukanya.  Bong Hee berkaca-kaca melihat Joon Oh tak percaya kalau masih hidup, lalu panik melihat ada darah dibagian wajah dan kepala. Joon Oh mengeluarkan sebuah coklat dan menyuapi Bong Hee untuk memakanya. Bong Hee terdiam menerima perhatian dari Joon Oh.
“Ra Bong Hee.... Dengar baik-baik.... Jangan mendahulukan orang lain sebelum dirimu. Jangan berenang ke laut sendirian, untuk mencari makanan bagi yang lain. Jangan membahayakan dirimu sendiri karena orang lain. Aku saja yang menolong  orang lain menggantikanmu. Aku yang akan berenang  dan melakukan hal bahaya. Jadi... Jangan lakukan apa-apa Mengerti?” kata Joon Oh, Bong Hee tertunduk sedih.
“Aku tahu pasti berat bagimu. Jadi Ayo pulang. Aku lapar.” Ucap Joon Oh berjalan pergi tapi akhirnya kembali lagi dengan memberikan jaketnya pada Bong Hee.
“Kalau begitu kita harus bersama-sama Teruslah di sampingku Kau bisa, 'kan?” ucap Joon Oh, Bong Hee pun mengangguk mengerti dengan senyumanya. Joon Oh pun memeluk Bong Hee untuk berjalan bersama. 

Joon Oh mengeluh dengan Ki Joon sebagai penunjuk arah pulang, Bong Hee mengembalikan jaket milik Joon Oh dan tiga pria pergi lebih dulu. Bong Hee mengembalikan kalung pada So Hee. Tapi So Hee malah memberikan kalung itu Bong Hee. Bong Hee menolak karena tahu ini sangat berarti bagi So Hee jadi tak mungkin bisa menerimanya.
“Kalung itu...punya makna yang besar. Kakakku bilang kalung itu akan melindungiku.” Kata So Hee
“Berarti kalung ini memang sangat berarti bagimu. Jadi Ambillah.” Ucap Bong Hee. So Hee tetap meminta agar Bong Hee menerimanya.
“Kau telah melindungiku selama ini. Tanpa bantuan kau, aku dari dulu pasti sudah mati. Pokoknya, kalung ini buat kau saja dan ini Hadiah dariku.” Ucap So Hee.

Bong Hee terlihat senang menerimanya, saat akan kembali berjalan Joon Oh kembali datang sambil mengomel karena Ki Joon sudah berbohong, Ki Joon membela diri kalau tak pernah berbohong. Keduanya saling adu mulut dengan membahas iklan gurita sebelumnya. 
Saat itu Ji Ah dan Presdir Hwang pun datang menanyakan keberadaan Yeol. Joon Oh mengatakan kalau tak melihatnya. Presdir Hwang memberitahu kalau Lee Yeol menghilang. Semua kaget, Ji Ah yakin kalau Sepertinya ini ulah Choi Tae Ho karena sudah mencari tapi tidak ada.
Joon Oh bergegas pergi ke rumah melihat makanan mereka sudah hilang, lalu berteriak mencari Tae Ho dan Yul. Semua juga mencari juga Yul. Presdir Hwang pikir mereka lebih baik berpencar saja. So Hee pikir mereka menjadi dua tim. Joon Oh berjalan mundur dan tak sengaja jatuh ke dalam kubangan, tanpa bisa kembali naik akhirnya pasrah menatap ke langit. 


Flash Back
Ketiganya berbaring bersama dengan mengunakan masker, Tae Ho mengingatkan kalau mereka Besok debut, lalu Yeol bertanya kira-kira  akan bertahan berapa lama sebagai band. Tae Ho pikir  mereka pasti berakhir kalau album pertama kita dapat respon jelek.
“Kita tidak akan bermusuhan dan bubar, 'kan? Kuharap itu takkan pernah terjadi.” Ungkap Lee Yeol
“Tentu saja tidak. Jangan buang waktumu  mengkhawatirkan hal-hal bodoh seperti itu. Pokoknya, kita harus berusaha besok.” Ucap Tae Ho 

Joon Oh melepaskan masker dan langsung pindah diantara Tae Ho dan Lee Yeol. Lalu mengutarakan pendapatkanya kalau mereka  terus bekerja sama pasti akan  saling iri dan juga saling khawatir. Semua korban kecelakan mencari Yul dan Tae Ho.
“Kita pasti saling menjaga rahasia. dan kita juga pasti saling  salah paham. Kita juga akan bertengkar dan saling membenci dari waktu ke waktu. Walaupun semua itu nanti terjadi...Walaupun persahabatan kita berubah menjadi mengerikan dan kita berada di kesulitan, janganlah kita saling curiga atau saling menyalahkan.” Ungkap Joon Oh
Ia pikir mereka  harus saling percaya sampai akhir, bertiga. Semua mengangguk setuju, lalu tiba-tiba Tae Ho memiringkan tubuhnya. Joon Oh dan Lee Yeol mencium bau gas yang menusuk hidung langsung membuka jendela kamar. Tae Ho meminta maaf karena terlalu banyak makan. 

Joon Oh mengejek Tae Ho makan kotoran karena bisa mengeluarkan bau tak sedap. Lee Yeol juga berusaha menghirup udara segar,  Tae Ho merasa kalau baunya tak seperti itu.
“Kau tak boleh kentut di atas panggung.” Kata Joon Oh, semua tersenyum menatap ke arah langit bersama-sama.
“Aku tak percaya besok kita mulai debut.” Ucap Tae Ho tersenyum bahagia. 

Mereka semua berkumpul di depan api unggun, Ki Joon  yakin kalau semua ulah Tae Ho, lalu bertanya akan kemana lagi  setelah mengikatnya dan Ji Ah, menurutnya Tae Ho pasti menemui Lee Yeol maka dari itu sekarang  menghilang. Presdir Hwang menyimpulkan kalau Tae Ho melarikan diri  karena mencelakakan Yul
“Itu Mana mungkin. Maksudku, Tae Ho dan Yul berhubungan baik meskipu dia memusuhi Joon Oh.” Ucap Ho Hang tak percaya
“Sepertinya Manajer Jung benar. Tae Ho Oppa mampu berbuat seperti itu. Aku jarang menjelek-jelekkanmantan-mantan pacarku,tapi sepertinya hari ini pengecualian. Tapi Tae Ho itu memang sampah.” Ungkap Ji Ah kesal

Ia yakin Tae Ho  berbuat sesuatu pada Yul, dan merasa kasihan. Joon Oh merasa kalau mereka belum yakin dan akan mencari mereka karena yakin Tae Ho dan Yul pasti masih  ada di pulau ini walaupun Seberapa lama waktu yang dibutuhkan tetap akan menemukan mereka.
“Aku ikut denganmu. Pulau ini terlalu besar.” Kata Ki Joon. Joon Oh menolaknya, merasa kalau ia saja yang menemukan mereka.
“Meskipun aku tidak pernah  bertindak sebagai Kakak dan dulu leader Dreamers. Jadi Aku harus menemukan mereka sendiri.” Tegas Joon Oh meminta agar Ki Joon menjaga yang lainya saja. 


Esok pagi
Joon Oh siap untuk mencari Tae Ho dan Lee Yeol. Bong Hee melihat Joon Oh yang akan pergi lalu memintanya agar bisa ikut. Joon Oh menolak menyuruh Bong Hee agar menunggu saja dengan yang lainya karena tanpa Bong Hee semua akan mati kelaparan.
“In.. Kau bisa Makan ini kalau lapar.” Ucap Bong Hee seperti memberikan bekal. Joon Oh melihat isinya daging ikan yang sudah di suir.
“Kau sudah membuang semua durinya.” Ucap Joon Oh, Bong Hee mengingat Joon Oh yang  tidak bisa membuang duri. Joon Oh pun mengucapkan terimakasih lalu meminta agar beristirahat.
“Emm.... Kalau kau menemukan Tae Ho...,apa yang akan kau lakukan? Bagaimana jika Tae Ho yang memang membunuh Yul dan karena itulah dia melarikan diri?” tanya Bong Hee. 

Tae Ho sedang bersembunyi dalam gua sambil makan dengan ketakutan melihat kesana kemari. Bong Hee  memikirkan kalau memang Choi Tae Ho, maka apa yang akan dilakukan Joon Oh padanya. Joon Oh juga tak tahu tapi yang jelas pasti akan marah.
Joon Oh mencari ke hutan dengan berteriak memanggil Tae Ho, dalam hatinya merasa ingin membunuhnya seketika juga jadi Karena itulah memutuskan  untuk tidak memikirkan hal itu,menurutnya Jika aku mulai berpikiran seperti itu sekarang dan yakin kalau Lee Yul sudah mati karena Tae Ho membunuhnya pasti takkan mau mencari keduanya.
Joon Oh sempat terjatuh dan tubuhnya membentur pohon, malam harinya menjemur pakaiannya. Bong Hee melihat dari balik jendela karena Joon Oh terus beusaha mencari Tae Ho dan Lee Yeol. Joon Oh kembali mencari keduanya dengan beristirahat diatas batu sungai makan ikan yang diberikan Bong Hee. Saat itu Tae Ho mengintip dari balik batu dan langsung buru-buru bersembunyi.
“Sekarang ini, aku akan menemukan  mereka lebih dulu. Kemudian aku akan menanyai mereka apa yang terjadi dan kenapa kita harus sampai sejauh ini.” Ucap Joon Oh, Bong Hee pun berharap Joon Oh bisa menemukan keduanya.
Bersambung ke part 2

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar