Jumat, 10 Februari 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Penyidik Jo ingin mengajukan pertanyaan setelah So Hee meninggal, tiba-tiba Hee Kyung menghentikanya, karena Korban lain telah ditemukan lagi dan sedang menuju ke Korea sekarang. Penyidik Oh kaget mengetahui kalau ada korban selamat lainya. 

Hee Kyung berbicara di telp ingin tahu  Siapa korban yang lain itu, tapi orang yang ditelpnya tak ingin memberitahu. Hee Kyung kesal karena orang itu meremehkan mereka karena  tidak memiliki otoritas. Penyidik Oh yang ada di dalam mobil hanya diam saja, Bong Hee duduk disamping Hee Kyung memikirkan siapa yang menjadi korban selamat berikutnya. 

Hee Kyung melihat ada beberapa orang sudah berjaga, dan ingin masuk. Pengawal melarangnya karena  tidak bisa membiarkan siapa pun  masuk hari ini. Penyidik Oh ingin marah, tapi Hee Kyung menahanya, karena mereka tak dianggap lebih baik tunggu saja apa yang terjadi nanti.
“Bong Hee, apa kau berharap korban  lainnya yang selamat itu Seo Joon Oh?” kata Penyidik Oh melihat wajah Bong Hee terlihat benar-benar berharap.
“Sepertinya memang  dia korban yang selamat. Disana ada manajernya Seo Joon Oh.” Ucap Bong Hee melihat manager Joon Oh yang dulu bersamanya sudah menunggu kedatangan didepan mobil. 

Langkah kaki keluar, Betapa terkejutnya Bong Hee ternyata yang keluar adalah Tae Ho bukan Joon Oh. Tae Ho dengan mata dinginya berjalan, Hee Kyung melihat kalau  Korban yang selamat ternyata si pembunuh,lalu sengaja menerobos masuk dari pengawal.
“Choi Tae Ho.. Aku Ketua Jo Hee Kyung  dari Komisi Investigasi Khusus. Jadi Selama ini kau kemana saja? Waktu kemunculanmu sangat luar biasa.  Apa Kau tahu itu?” ucap Hee Kyung dengan nada sinis, Tae Ho pura-pura tak mengerti.
“Untuk mengucapkan  selamat karena kau datang hidup-hidup..., apa aku  harus memelukmu?” ucap Hee Kyung lalu memeluk Tae Ho yang terlihat masih gugup.
“Katanya kau membunuh Yoon So Hee.” Bisik Hee Kyung dan berkata kalau mereka akan saling bertemu. Tae Ho langsung menatap dingin dan masuk ke dalam mobil dengan lirikan sinis pada Bong Hee. 

Bong Hee dan Joon Oh berjalan bersama di hutan, Bong Hee pikir semua orang sepertinya sangat terkejut. Atas apa yang terjadi pada So Hee dan Yul. Joon Oh tahu semua merasa takut karena Semua orang yang bersama mereka pergi satu per satu.
“Mereka mungkin juga berpikir "Kita bisa mati di sini tanpa  pernah diselamatkan." Merasa takut itu normal.” Kata Joon Oh
“Ya, memang normal. Walaupun begitu, kita harus tetap semangat. Ayo kita pergi dari sini  tanpa terluka. Kau juga harus hati-hati...” ucap Bong Hee binggung karena tak melihat Joon Oh ada dibelakangnya.
Joon Oh jatuh masuk ke dalam lubang yang dijadikan jebakan dalam lubang, Bong Hee mencarinya binggung kenapa Joon Oh ada dalam lubang, Joon Oh mengatakan kalau dirinya itu tak ingin jatuh tapi memang tak sengaja jatuh.
Bong Hee ingin menolong Joon Oh naik keatas, tapi Joon Oh malah menemukan sebuah tulang ikan, Bong Hee ingin meminta Joon Oh memberikan padanya agar bisa melihat dengan jelas. Joon Oh yang melihat tulang sangat besar berpikir kalau itu memang tulang ikan yang besar. 

Mereka akhirnya menyurun tulang ditahan, tapi bentuknya seperti hewan berkaki empat yang besar. Joon Oh dengan yakin kalau itu tulang kelinci, karena Ki Joon bilang kelincinya besar tapi tidak menyangka ternyata sebesar ini.
“Ini bukan kelinci, coba kali lihat Tulangnya di sebelah sini.” Kata Bong Hee, tapi Joon Oh tetap yakin kalau itu kelinci.
“Tidak, sepertinya ini tulang babi.Aku ini suka sekali makan kaki babi.Ini pasti tulang babi.Ini tulang kaki depannya. Kaki depan yang paling enak dan Kau harus memakannya pakai tangan. ” Ucap Bong Hee, Joon Oh mengaku kalau kaki belakang yang paling enak.
Keduanya saling adu mulut bagian kaki mana yang paling enak, Joon Oh akhirnya mengalah bertanya-tanya kenapa bisa ada disini tulang-tulang itu. Bong Hee pikir itu sama seperti Joon Oh tadi. Joon Oh pun berpikir agar mereka bisa menunggu dan melihatnya sampai babi itu jatuh. Bong Hee dengan penuh semangat kalau mereka menangkapnya maka cbisa  makan daging. Joon Oh pun ikut senang menendenganya karena bosan makan dari laut terus. 

Ji Ah menjemur pakaian merasa kalau Celananya masih saja kotor menurutnya percuma untuk mencucinya. Ki Joon datang sengaja mengunakan bunga untuk wangi pada tubuhnya, Ji Ah malah heran dengan bau yang dipakai oleh Ki Joon.
“Ji Ah Jangan lakukan itu.” Ucap Ki Joon, Ji Ah tak mengerti maksudnya. Ki Joon pikir Ji Ah sudah tahu masuknya karena masih mengingat saat menciumnya kemarin.
“Jangan bertingkah di depan  CEO, sebelum aku emosi. Aku tahu kau bercanda,  tapi bibirmu itusangat berharga, kau tahu itu?” kata Ki Joon .
Lalu teringat saat Bong Hee mengatakan kalau jangan merasa tertekan dan Ji Ah yang ingin minta maaf karenatidak sungguh-sungguh melakukannya. Ki Joon mengatakan kalau dirinya juga tidak terbawa perasaan
“Jadi Jangan lakukan itu lagi. Ini tidak lucu, Kencan itu bukan lelucon. Jika kau bercanda soal itu lagi..., nanti kita pacaran sungguhan.Kau tidak tahu  saja apa kemampuanku. Aku ragu kau pasti kaget.  Aku ini sangat jantan tapi juga orang yang sederhana.” Tegas Ki Joon sedikit membangkan dirinya lalu pergi meninggalkan Ji Ah
“Bagiku Pacaran juga tak  masalah” komentar Ji Ah merasa kalau pacaran dengan managernya tak masalah. 

Ji Ah menjemur pakaian merasa kalau Celananya masih saja kotor menurutnya percuma untuk mencucinya. Ki Joon datang sengaja mengunakan bunga untuk wangi pada tubuhnya, Ji Ah malah heran dengan bau yang dipakai oleh Ki Joon.
“Ji Ah Jangan lakukan itu.” Ucap Ki Joon, Ji Ah tak mengerti maksudnya. Ki Joon pikir Ji Ah sudah tahu masuknya karena masih mengingat saat menciumnya kemarin.
“Jangan bertingkah di depan  CEO, sebelum aku emosi. Aku tahu kau bercanda,  tapi bibirmu itusangat berharga, kau tahu itu?” kata Ki Joon .
Lalu teringat saat Bong Hee mengatakan kalau jangan merasa tertekan dan Ji Ah yang ingin minta maaf karenatidak sungguh-sungguh melakukannya. Ki Joon mengatakan kalau dirinya juga tidak terbawa perasaan
“Jadi Jangan lakukan itu lagi. Ini tidak lucu, Kencan itu bukan lelucon. Jika kau bercanda soal itu lagi..., nanti kita pacaran sungguhan.Kau tidak tahu  saja apa kemampuanku. Aku ragu kau pasti kaget.  Aku ini sangat jantan tapi juga orang yang sederhana.” Tegas Ki Joon sedikit membangkan dirinya lalu pergi meninggalkan Ji Ah
“Bagiku Pacaran juga tak  masalah” komentar Ji Ah merasa kalau pacaran dengan managernya tak masalah

Bong Hee duduk dibalik tanaman dengan wajah sudah disamarkan dengan tanah, lalu bertanya pada Joon Oh Apa mereka menyamarnya sudah benar seperti ini. Joon Oh yang hanya terlihat bagian kepala menceritakan  Ketika wajib militer (wamil) dulu harus bersembunyi di hutan bahkan Pemimpin pasukan buang air kecil di tubuhnya, karena mengira dirinya pohon. Bong Hee tak percaya mendengarnya.
“Makanya penyamaran itu sangat hebat dampaknya. Kemiliteran ingin mempekerjakanku. Ada alasan kenapa pria melayani...” ucap Joon Oh yang percaya diri langsung berdiri karena merasaka dirinya yang tertusuk dibagian leher.
Bong Hee langsung keluar dari penyamaranya melihat ke bagian leher Joon Oh. Keduanya akhirnya duduk, Bong Hee bertanya Apa semua pria itu seperti Joon Oh kalau mereka semua berbohong soal apa yang dilakukan waktu wamil. Joon Oh mengaku kalau itu semua bohong.
“Mataharinya sudah terbenam dansemakin dingin. Kau balik duluan saja. Aku saja yang menunggu disini.” Ucap Joon Oh
“Aku tidak akan meninggalkanmu di sini dan tidak akan pergi. Akujuga akan menunggu disini.” Kata Bong Hee
“Kenapa? Padahal kau kelihatan cemas.” Ucap Joon Oh

“Kau pernah bilang jangan lakukan apapun sendirian tapi aku harus tetap di dekatmu. Aku sekarang melakukan apa yang kau bilang padaku itu. Aku ini bukan wanita Joseon. Apa kau pikir aku  dekat-dekat padamu itu artinya aku ingin minta bantuanmu atau minta makan padamu? Itu bukan tipeku. Aku bukan orang seperti itu.” Akui Bong Hee
“Jadi mulai sekarang kita harus bersama-sama. Kita harus saling melindungi dan  tidak boleh jauh-jauh satu sama lain. Kau akan melindungiku  dan aku akan melindungimu.” Ucap Bong Hee
Joon Oh menatap Bong Hee lalu melepaskan jaketnya merasa kalau sudah makin gelap dan dingin dan memakaikannya pada Bong Hee. Ia berkata kalau Bong Hee boleh meminta bantuan dan boleh meminta ingin diselamatkan, serta boleh minta makan padanya, karena ia  akan mengurus semuanya, jadi jangan menghilang dari pandangannya.
“Setelah kecelakaan itu..., kaulah pertama kali yang kulihat waktu aku terbangun. Jika kau menghilang Atau jika ada yang terjadi padamu..., pasti sangat berat bagiku. Jadi... Jangan mencoba melindungi diriku. Biarkan aku yang melindungimu, Sampai kita keluar dari sini.” Pesan Joon Oh

Bong Hee tersenyum mendengarnya, keduanya saling menatap seperti tumbuh rasa cinta lalu terdengar suara dari dalam lubang, keduanya langsung berpikir itu pasti babi dan harus menangkapnya.
Keduanya sudah siap untuk menangkap babi dengan membawa batu. Tapi terdengar seseorang dari dalam lubang meminta agar tak melemparnya dengan batu. Bong Hee dan Joon Oh kaget karena dalam lubang itu manusia bukan babi. 

Tae Ho duduk dalam mobil dengan mata pembunuh berdarah dingin menanyakan bagaimana keadaan CEO Hwang. Direktur Park mengatakan kalau masih dalam keadaan kritis dengan mengingat saat alat berat menimpa mobil kakaknya.
“Siapa yang akan membayangkan dia masih hidup di dalam mobil itu? Walaupun  begitu, kata dokter kemungkinannya kecil dia akan sadarkan diri. Jadi Jangan terlalu khawatir.” Ucap Direktur Jang
“Aku khawatir.Direktur Jang, belum ada hal yang beres... yang kau lakukan hingga sekarang.” Ucap Tae Hoo menyindir, Direktur Jang terlihat kesal
“Apa ucapanku salah? Kau saja tak bisa menyingkirkan Bong Hee. Bahkan membiarkan dia kembali hidup-hidup.” Kata Tae Hoo sinis, Direktur Jang beralasan kalau itu hanya tidak tahu saja.

“Itu bukan alasan. Kau cuma beruntung saja karena dia itu hilang ingatan. Wanita yang kulihat tadi itu... Dia tahu kalau aku membunuh Yoon So Hee.” Ucap Tae Hoo
Direktur Jang kaget karena Hee Kyung bisa mengetahuinya, lalu berpikir kalau ingatan Ra Bong Hee telah pulih. Ia pikir yang akan mengurusnya karena tahu bagaimana cara  menangani pejabat publik dan bisa membalikkan keadaan ini saja. Tae Ho menegaskan Tak ada satu orang pun  dari pulau itu yang boleh hidup.
“Ra Bong Hee... Dia juga tidak boleh hidup.” Ucap Tae Ho dengan mata dinginya sudah siap membunuh Bong Hee. 


Hee Kyung memutuskan untuk mengadakan konferensi pers saja dan mengungkapkan bahwa Choi  Tae Ho yang membunuh Yoon So Hee, lalu bertanya pada Bong Hee untuk memastikan kalau bisa  melakukannya, Bong Hee terlihat sedikit gugup.
“Aku bertanya apa kau bisa menangani konferensi pers nanti. Sebelumnya Kau bilang kau yakin.” Ucap Hee Kyung, Bong Hee mengaku dirinya sudah yakin akan melakukan konferensi pers.
“Kita pesan tempat dulu dan dia harus dibawa ke salon kecantikan.” Ucap Hee Kyung, penyidik Oh mengerti.

Penyidik Oh lalu berkomentar kalau saat ini terlalu cepata, Hee Kyung binggung apa maksud ucapanya. Penyidik Oh menjelaskan Choi Tae Ho... baru saja kembali dan menurunya dengan mencela Tae Ho sebagai pembunuh begitu saja sepertinya agak... Hee Kyung mengingatkan Penyidik Oh  kalau Sudah berapa lama ini sejak  Yoon So Hee meninggal dan itu sudah tiga bulan.
“Kau tahu, setiap kasus pidana pasti selalu... tentang si korban. Soal Choi Tae Ho yang baru saja kembali hari ini, itu tidak penting bagi kita. Yang penting bagi kita adalah waktu tiga bulan yang ditunggu Yoon So Hee. Kita harus punya rasa  hormat terhadap mendiang So Hee” tegas Hee Kyung, Penyidik Oh menganguk mengerti lalu mengajak Bong Hee pulang. 


Jaksa Yoon melihat berita dari tabnya  [Choi Tae Ho Muncul Kembali Hidup-Hidup Secara Diam-Diam] lalu melihat papan logo jaksa sedikit agak mirip dan memperbaikinya dengan slogan jaksa[Kejujuran, Kebenaran, Keadilan, Hak Asasi Manusia, Integritas]
Hee Kyung baru saja turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung, Jaksa Yoon menelp dengan menyindirnya kalau pasti sibuk belakangan ini. Hee Kyung pikir Jaksa Oh juga seperti itu, karena sama-sama sibuk labih baik  langsung ke intinya saja
Ini soal siapa pembunuhnya menurut pernyataan Bong Hee.” Ucap Jaksa Yoon kembali melihat berita Tae Ho yang kembali ke korea Secara Diam-Diam
“Jadi Siapa pembunuhnya?” tanya Jaksa Yoon penasaran, Hee Kyung berkomentar kalau Jaksa Yoon itu ternyata ingin tahu tentang  banyak hal dan meminta agar menunggu sampai besok karena akan tahu segalanya ,lalu mengumpat kesal pada Juniornya yang tak hormat dengan sikap sombong. 

Salah seorang Junior datang membahas tentang sesuatu yang diperintahkan yaitu Pasien di rumah sakit di Cina. Jaksa Yoon mengingatkan dan bertanya apakah  sudah  mencari tahu siapa orang di kamar rumah sakit itu. Seorang staf rumah sakit masuk ke dalam ruangan dan diam-diam mengambil foto dari celah pintu.
“Menurut salah satu staf rumah sakit...” ucap juniornya binggung, Jaksa Yoon heran karena juniornya tak bisa mengatakannya berpikir kalau itu adalah CEO Hwang.
“Ternyata dia adalah Choi Tae Ho.” Ucap juniornya yang bisa mengambil foto pasien yang terbaring adalah Tae Ho.
“Jadi maksudmu Choi Tae Ho...sengaja menunda kepulangannya ke Korea? Tapi kenapa?” kata Jaksa Yoon. 
“Aku masih belum tahu soal yang itu.” Ungkap juniornya, Jaksa Yoon pun membandingkan foto Tae Ho 


Hee Kyung baru saja naik lift ketika ingin menekan tombol sudah ada yang menekanya dan terlihat Direktur Jang sudah berdiri dibelakangnya dengan menyapanya dan memastikan kalau wanita itu Ketua Jo Hee Kyung dari Komisi Investigasi Khusus. Hee Kyungmembenarkan dan mengenal Direktur Jang.  dari Legend Entertainment.
“Ya. Aku Jang Do Pal.” Ucap Direktur Jang memperkenalkan diri, Hee Kyung mengaku masih mengingatnya.
“Ada apa kemari?” tanya Hee Kyung, Direktur Jang mengatakan  Choi Tae Ho ingin bertemu secara pribadi.
“Kenapa dia ingin bertemu denganku? Aku bukan penggemarnya.” Komentar Hee Kyung
“Kenapa kau tidak melihatnya saja dulu?  Aku akan mengantarmu ke tempat yang bagus.” Kata Direktur Jang merayu. 

Hee Kyung datang ke sebuah restoran dan Tae Ho sudah menunggunya, lalu Direktur Jang pun meninggalkan mereka berdua. Hee Kyung pikir mereka akan sering bertemu tapi tidak menyangka akan bertemu lagi secepat ini, lalu bertanya ada apa ingin bertemu denganya.
“Apa kau ingin menyerahkan diri?” sindir  Hee Kyung karena yakin Tae Ho sebagai pembunuhnya.
“Bukan aku, Ketua Jo.... Anda keliru. Aku tidak membunuhnya.” Ucap Tae Ho dengan wajah menyakinkan. Hee Kyung pun ingin tahu siapa pembunuh sebenarnya.
“Siapa di antara kalian yang  membunuh Yoon So Hee?” tanya Hee Kyung penasaran. 


 Ketiganya naik ke atas bukit, Joon Oh tak tahu kalau  ternyata ada orang lagi di pulau ini dan seharusnya mencari lebih cepat lalu bertanya selama ini hanya sendirian. Si Pria itu memperlihatkan tempatnya berlindung
“Wah, kau cukup hebat juga, Pondok yang dia bangun juga lumayan.” Komentar Joon Oh
“Ketika aku sadarkan diri..., berada di sebelah pesawat..., jadi mengambil semua pakaian dan makanan yang ada di sana dan membuat pondok sendiri.” Cerita si pria, Bong Hee melihat ada daging asap dan memintanya
“Aku saja tidak percaya telah  bertahan sekian lama. Bukankah kecelakaannya itu  beberapa bulan yang lalu?” kata si pria, Bong Hee pikir seperti itu juga.
“Cuaca tidak bisa diprediksi belakangan ini dan semakin dingin saja. Pasti berat bagimu bertahan di luar sini.” Komentar Bong Hee bisa mengetahuinya
“Saat aku rasanya sudah putus asa sekali..., akhirnya bertemu kalian  berdua seperti ini.” Ungkap si pria

Joon Oh mengaku kalau lebih suka ketemu babi daripada pria itu, dengan suara berbisik. Seperti sang pria sedikit mendengarnya, Joon Oh akhirnya mengalihkan kalau mungkin sudah kesusahan berada disini dan pasti  beruntung. Si pria mengaku senang bertemu dengan  Joon Oh.
“Aku seorang reporter dari Harian Myeongsung, Kim Ki Wan.” Kata Ki Wan memperkenalkan dirinya,
“Kau rupanya reporter, Pantas saja kau kelihatan tak asing. Apakah kau mewawancarai aku sebelumnya?” ucap Joon Oh bangga
“Aku sudah pernah mewawancarai Yul dan Choi Tae Ho, tapi belum pernah mewawancaraimu.” Ujar Ki Wan
Bong Hee tiba-tiba datang membawa sebuah radio pemancar dengan telp. Joon Oh melihat kalau itu rongsokan. Ki Wan mengatakan kalau ini memang radio berpikir kalau Joon Oh itu tidak pernah wamil atau menghindari wamil, Joon Oh mengaku kalau ada di band militer lalu bertanya apakah ini masih menyala. 

Akhirnya radio dibawa ke tempat mereka berlindung, Direktur Hwang yang melihatnya bertanya-tanya darimana mendapatkan radio itu. Ki Wang menceritakan akalu Sepertinya ada sebuah pangkalan militer dan Ada lubang di hutan ini. Ia mengingat saat berjalan melihat ada sebuah radio yang tertinggal. Ki Joon penasaran apakah ini masih ada sinyalnya.
“Pondok ini juga kelihatannyabekas tempat tinggal tentara.Apa kau menemukan sesuatu yang lain seperti ini?” tanya Ki Wan
“Kami tidak menemukan sesuatu yang istimewa.” Ucap Joon Oh.

Semua terlihat kebinggungan cara mengunakan, Direktur Hwang teringat dengan Ho Hang yang dulu kuliah tekni jadi mungkin bisa memperbaikinya. Bong Hee mengingat kalau Ho Hang  tidak makan lagi, berpikir akan memberikan makanan lainya. Direktur Hwang pikir tak perlu.
“Sekretaris Tae kenapa? Apa ada yang terjadi?” tanya Ki Wan penasaran,Joon Oh mengaku kalau ini  bukan masalah besar hanya badanya yang agak sakit.
“Choi Tae Ho juga masih hidup.” Ucap Ki Wan melihat Tae Joo berjalan pergi ke arah lain. 


Ki Wan menyapa Tae Ho yang pergi ke bagian rumah lainya, Tae Ho yang tak mengenal pria itu bertanya siapa itu. Ki Wan memberitahu  akan tinggal  bersama kalian mulai dari sekarang dan menyapanya.
“Kau belum menjawab pertanyaanku, kau siapa?” ucap Tae Ho
“Aku bekerja sebagai reporter sebelum terdampar di sini..., tapi itu tak penting lagi. Kau boleh memanggilku apa saja. Jangan sungkan memanggilku Ki Wan. Bahkan Memanggilku "Hei", juga boleh.” Ucap Ki Wan lalu berjalan pergi.
“Tadi dia bilang Reporter?” ucap Tae Ho mengerutkan dahinya. 

Ki Joon dkk sedang mengobrol dan tertawa didepan api unggun. Ki Wan menceritakan sebuah hubungan Aktris itu pacaran dengan seorang penyanyi yang takkan berhasil. Joon Oh merasa tak percaya kalau berteman dengan artis itu.
Diam-diam Tae Ho menatap sinis kearah Ki Wan lalu berjalan mendekati Joon Oh, mengajak bicara sebentar. Joon Oh sempat binggung tapi akhirnya mengikuti Tae Ho pergi ke sisi yang lainya. 

Tae Ho bertanya siapa sebenyara orang itu, Joon Oh mengatakan kalau itu Kim Wan seorang reporter kalau ia naik pesawat mereka. Tae Ho heran dengan Joon Oh yang  tak masalah membawa  orang bahkan tidak kenal dengan dia.
“Dia akan mati dalam waktu singkat jika  kita meninggalkannya di luar sana sendirian. Mana bisa aku meninggalkannya?” ucap Joon Oh yang memiliki hati nurani.
“Tapi dia kelihatan cukup kuat buat bertahan hidup sendirian. Apa kau sungguh percaya dia itu reporter?” ucap Tae Ho curiga.
Joon Oh pikir Kalau ia juga bukan reporter, menurutnya tak ada masalah, seperti sangat heran dengn sikap temanya lalu berjalan pergi. 

Ji Ah menyuruh Ho Hang bangun merasa kalau tak memapan karena tubuhnya yang gemuk. Joon Oh pikir Ho Hang akan sakit, kalau terus seperti ini. Ho Hang yang hanya berbaring mengaku  baik-baik saja.
“Ahjussi, ini kesempatan terakhirmu. Kau nanti tidak dapat makanan kalau kau mengemis sekalipun.” Kata Ji Ah. Ho Hang akhirnya bangun, menyuruh mereka melakukan hal yang lain karena bisa makan sendiri.
“Kami akan membiarkanmu..., tapi lupakanlah hal itu. Bukan kau yang membunuh So Hee.” Ucap Ji Ah, Bong Hee sempat memperingatkan nya.
“Ahjussi tidak salah apa-apa.” Tegas Ji Ah, Ki Wan diam-diam bisa melihat dari luar ketiganya yang sedang berbicara.

Diluar
Joon Oh menegur Ji Ah kalau sedikit baik padanya dan bukan bicara seperti itu. Ji Ah mengaku kesal jadi tak memperdulikan hal itu, menurutnya bukan hanya Ho Hang satu-satunya yang tertekan dari kematian So Hee tapi juga lebih tertekan daripada dia.
“Walau begitu, jangan marah-marah padanya. Dia juga perlu makan. Kau itu selalu saja bilang tanpa dipikir-pikir, benarkan?” keluh Joon Oh
“Apa sekarang kalian  membicarakan Yoon So Hee? Apa dia tadi bersama dengan kalian?” tanya Ki Wan
“Dia meninggal beberapa hari yang lalu.” Jawab Joon Oh, Ki Wan kaget mendengarnya. Ji Ah mengatakan kalau So Hee tiba-tiba bunuh diri.
“CEO Hwang memarahi Sekretaris Tae karena tidak memberitahukan kami kalau Sekretaris Tae melihat So Hee keluar buat gantung diri. dan CEO Hwang bilang bahwa secara tak  langsung Sekretaris Tae yang membunuhnya. Semenjak itu, dia jadi seperti itu. Dia jarang makan dan tidak punya tenaga serta merasa terlalu bersalah.” Cerita Ji Ah

Ho Hang berbaring di tempat biasa, Tae Ho datang, Ho Hang langsung memiringkan tubuhnya. Tae Ho bertanya apakah Ho Hang tidak keluar selama ini. Ho Hang membenarkan. Tae Ho menyuruh Ho Hang agar  besok harus keluar dan nikmati sinar matahari karena Diam lama-lama juga tidak baik dalam ruangan juga tak baik, serta mengingatkan agar  makan.
“Setiap orang terus mengkhawatirkanmu, apa kau tahu?” kata Tae Ho, Ho Hang mengerti. Joon Ho pun berbaring dengan mengucapkan selamat malam. 


“Kau artinya tahu, 'kan? Kenapa Yoon So Hee meninggal.Perasaanku bilang, kau pasti tahu.” Komentar Ki Wan seperti menatap curiga pada Tae Ho.
“Dia mungkin saja takut.” Kata Tae Ho membela diri, Ki Wang bertanya-tanya Ho Hang itu takut pada siapa, apakah pada Tae Ho.  Tae Ho mengaku bukan, tapi Ho Hang takut dengan pulau ini. Ho Hang hanya diam seperti ketakutan karena Tae Ho berbaring tepat disampingnya. 

Ki Wan membawa peralatan masak yang sudah dicuci lalu bertanya apda Ji Ah dmana harus menaruhnya. Ji Ah menunjuk tempat menaruh peralatan. Ki Wan akhirnya duduk ingin membantu Ji Ah membakar ikan.  Ji Ah menolak karena ingin membakarnya sendiri saja, tapi Ki Wan sebagai laki-laki ingin membantunya.
“Soal yang kau bilang kemarin...maksudku soal Yoon So Hee. Kenapa kalian mengira dia itu bunuh diri?” tanya Ki Wan
“Itu karena kami melihat caranya dia meninggal.” Ucap Ji Ah
“Ketika orang bunuh diri..., biasanya ada sesuatu. Bukankah begitu? Setidaknya salah satu dari kalian pasti punya  firasat kalau ada orang yang mau bunuh diri. Pasti ada tanda-tandanya. Apa mungkin seseorang bisa memutuskan buat bunuh diri dalam semalam? Coba kau pikirkan. Pikirkan dia seperti apa  sebelum dia meninggal.” Ucap Ki Wan

Ji Ah terdiam seperti menyadarkan dirinya, saat itu Ki Joon datang bertanya apakah sudah matang. Ki Wan mengatakn kalau sebentar lagi lalu memberikan pada Ki Joon. Ki Joon melihat Ji Ah hanya diam saja bertanya apakah terjadi sesuatu. Ji Ah mengatakan tak ada apa-apa. 
Semua berkumpul makan siang bersama, Ji Ah mulai membahas pada Hari kejadian apakah ada dinatara mereka yang merasa kalau So Hee tingkahnya aneh, lalu teringat kalau Ho Hang yang bicara dengan So Hee pada hari itu. Ho Hang tiba-tiba langsung cekukan, Tae Ho nampak panik.
“Kenapa kau mendadak bertanya begitu?” tanya Joon Oh
“Ini bukan mendadak. Aku sudah lama memikirkan hal itu. So Hee bilang dia ingin pergi ke Seoul bersamaku. Tapi dia meninggal pada hari berikutnya dan Dia bunuh diri. Ini tidak masuk akal. Apa Kalian tak ada lihat dia bertingkah aneh?”kata Ji Ah berusaha menyadarikan semuanya. Semua hanya bisa diam dan Ho Hang masih tetap cekukan.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: