PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 26 Agustus 2019

Sinopsis Hotel Del Luna Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Beberapa pengawal sedang membakar barang-barang, Cheong Myung melihatnya menyuruh berhenti dan bertanya apa yang sedang merea lakukan. Pegawal memberitahu semua adalah barang-barang kepunyaan pria yang dipenggal.
“Kami disuruh menyimpan yang bermanfaat dan membakar sisanya.” Ucap Pegawal
Cheong Myung melihat gitar yang biasa dipakai oleh Yeon Woo, lalu senyuman Man Wool yang bahagia saat melihat keduanya datang. Ia melihat banyak barang yang ditinggalkan Yeon Woo.
“Jangan membakar barang orang mati. Kumpulkanlah semuanya. Lalu Berikan ini kepada orang-orang yang selamat agar mereka dapat memanfaatkannya untuk menggelar pemakaman.” Ucap Cheong Myung menaruh semua barang di peti. 



Cheong Myung  memegang sebuah pejepit rambut yang disimpanya, saat itu ia memegang erat jepitan saat Man Wool menatap marah dan tanganya mengengam jepitan sampai tanganya berdarah.
“Aku akan membunuhmu. Aku akan memastikan...kau mati.” Ucap Man Wool penuh amarah.
Cheong Myung melihat jepitan yang seharusnya untuk Man Wool, lalu menangis dan akhirnya barang-barang orang yang dibawa Man Wool dengan kunang-kunang yang ada disekeliling mereka. 

Saat itu juga Chan Sung berjalan keluar dari terowongan dan terlihat baik-baik saja. Man Wool langsung memeluknya sambil menangis berpikir kalau tak akan kembali lagi. Chan Sung terlihat baik-baik saja memeluk Man Wol lalu mengelus rambutnya.
Man Wool terdiam karena teringat saat terakhir kali Cheon Myung mengelus rambutnya sebelum mati. Ia pun melepaskan pelukan Chan Sung sambil menatapnya bertanya  “Siapa kau?” 

Tuan Kim, Nyonya Choi dan Hyun Joong datang memanggil Chan Sung.  Man Wool terus menatap Chan Sung seperti ada yang berbeda dengan Chan Sung, saat itu juga Chan Sung seperti kerasukan mulai sadar dan merasakan kepalanya pusing.
“Syukurlah kau baik-baik saja... Kau membuat kami khawatir. Aku sangat kebingungan.” Ungkap TUan Kim.
“Ketua Jang, kau pasti sangat terkejut.” Kata Nyonya Choi, Chan Sung masih memegang kepalanya.
“Apa kau sakit?”tanya Tuan Kim. Chan Sung mengelengkan kepala mengaku baik-baik saja.
“Aku pasti sangat membuat kalian terkejut.” Ucap Chan Sung, Man Wool langsung melangkah pergi.
“Ketua pasti marah. Dia mungkin malu karena berlari dengan cepat kemari. Pokoknya, aku lega kau berhasil menemukan jalan keluar.” Kata Tuan Kim binggung. 


Man Wool masuk ruangan langsung minum wine sepert sangat marah, teringat kembali saat memeluk Chan Sung. Ia merasakan tangan seperti Cheong Myung yang memeluknya lalu berkata “Ini adalah...akhir bagi kita.”
Flash Back
Chan Sung ingin tahu siapa pria itu, Man Wool malah balik bertanya apakah Chan Sung takut kalau itu dirinya.  Chan Sung pikir itu mungin karena merasa melihat kilasan kehidupannya sebelumnya yang tak bisa diingat.
“Pada akhirnya, Koo Chan Seong akan membawanya padamu.” Ucap Ma Go.
“Tak masuk akal... Chan Seong tak mungkin adalah dia.” Ucap Man Wool kembali minum wine untuk menenangkan jiwanya.
 “Man Wool akhirnya akan sangat terpengaruh hanya karena cahaya hijau kecil ini. Cahayamu menjadi sangat melemah karena harus kembali dari Alam Baka. Dan kini, kau sangat redup.”kata Ma Go pada Cheong Myung sebagai kunang-kunang. 


Tuan Kim memberikan  Alkohol dari Alam Dunia jadi menyuruh Chan Sung agar Cepat dan minuml minuman dari Alam Dunia, karena hampir sampai ke perbatasan Alam Baka. Chan Sung mengucapkan Terima kasih. Tuan Kim mengucap syukur karena Chan Sung tak tersesat dan menemukan jalan keluar.
“Ya, kudengar kecepatan waktu di sana berbeda dan aku bisa saja hilang ingatan.” Ucap Chan Sung
“Beberapa orang mengira mereka pergi hanya untuk waktu yang sangat singkat, sebenarnya, 30 tahun sudah berlalu. Dongeng seperti itu bukan lelucon.” Ungkap Tuan Kim
“Aku dengar ini dari Malaikat Maut. Seseorang teringat kehidupan masa lalunya dalam perjalanan kembali dari Alam Baka, lalu kehidupannya di Alam Dunia, benar-benar hancur.” Kata Tuan Kim
“Apa Dia ingat kehidupan masa lalunya?” ucap Chan Sun mengingat kunang-kunang sebelum tak sadarkan diri.
“Apa kau melihat hal yang aneh saat kau di sana?” tanya Tuan Kim penasaran.
“Sepertinya aku ingat melihat sesuatu yang berkelap-kelip dalam gelap.” Kata Chan Sung. Tuan Kim mengerti dan Chan Sung ingin tahu Apa itu.
“Kami tak tahu karena belum pernah ke sana. Kau sudah melihatnya lebih dulu dari kami.” Ucap Tuan Kim
“Omong-omong, bagaimana kau bisa kembali? Kudengar itu tak mudah.” Kata Nyonya Choi
“Terus terang, aku tak ingat sama sekali. Saat tersadar, aku sudah keluar dari sana.” Kata Chan Sung. Tuan Kim pikir ingatan Chan Sung itu sudah menghilang dan menyuruh untuk minum lagi.
Man Wool datang dengan baju tidur dan terlihat sangat marah, Tuan Kim dkk terlihat kaget dan binggung, Chan Sung pun juga tak bisa berkata-kata. 



Chan Sung dan Man Wool bertemu diatap, Chan Sung menceritakan kalau mengira anak itu naik mobil ke Alam Baka jadi Akhirnya masuk saat mencoba untuk menghentikannya. Man Wool hanya diam saja. Chan Sung pikir mereka berdua baik-baik saja jadi Man Wool tak perlu marah lagi.
“Kau hanyalah Ku Chan Seong. Apa kau masih... melihatku dalam mimpimu?” tanya Man Wool
“Sejak mimpi panjang hari itu, aku belum memimpikanmu lagi.” Kata Chan Sung
“Lalu, apa kau melihat orang lain?” tanya Man Wool. Chan Sung pikir belum menceritakannya
“karena aku tak yakin apa itu mimpi atau hanya imajinasiku, tapi aku melihat pria itu. Pria yang bernama Chung Myung. Dia sedang menunggumu di tepi danau sendirian. Dia memegang ornamen berbentuk bulan, yang sepertinya milikmu.” Cerita Chan Sung.
“Mungkinkah kau pernah menerima hadiah seperti itu?” tanya Chan Sung yang melihat Chung Myung ditepi danau memegang sesuatu. Man Wool mengaku tidak pernah.
“Jika aku tak mengintip ingatanmu, apa maksudnya mimpi itu?” ucap Chan Sung binggung.
“Pada awalnya, kau bilang, mungkin kau melihat kenangan dari kehidupan masa lalumu yang tak kau ingat.” Ucap Man Wool
“Benar, tapi kau bilang itu tak mungkin.” Kata Chan Sung, Man Wool mengingatnya dan yakin kalau itu tak mungkin.
“Apa kau khawatir karena Song Hwa dan Yeon Woo berkencan? Apa kau khawatir dia akan kembali seperti itu?” ucap Chan Sung
“ Aku tak akan berakhir seperti mereka. Mereka... Baik. Karena itu masa lalu mereka, anggaplah itu memungkinkan. Tapi bagiku masih dalam satu kehidupan. Melihat Yeon Woo dengan wanita itu membuatku memikirkan hal aneh.” Ungkap Man Wool menatap Chan Sung lalu berjalan pergi. 




Di rumah sakit
Si anak kecil memanggil ayahnya, sang ayah langsung memeluk erat yang anak seperti baru saja kehilanganya.  Yoo Na menceritakan kalau Yun  tertidur di halte bus jadi membawanya ke rumah sakit karena Yun demam jadi meminum peredam demam, sehingga demamnya sudah turun.
“Terima kasih banyak. Kemana saja kau?” tanya ayah Yun pada anaknya.
“Aku naik bus dan pergi ke hotel.” Kata Yun, Yoo Na panik lalu beralasan Yun pasti bermimpi saat tidur.
“Aku pergi ke sana untuk menemui Ibu,tapi katanya Ibu tak ada di sana.” Ucap Yun .
“Saat kau dewasa, Ayah akan beri tahu di mana ibumu dan kenapa dia harus pergi. Ayah akan menceritakan semuanya, mengerti?” ucap Ayah Yun memeluk anaknya.
Hyun Joong menatap keduanya hanya bisa terdiam, sang ayah meminta maaf pada anaknya karena belum bisa jujur. 


Keduanya duduk di ruang tunggu rumah sakit, Yoo Na pikir  “Apa memberitahu nanti akan mengurangi rasa sedih, menurutnya karena Selamanya Yun tak akan pernah menjumpai Ibunya lagi. Hyun Joong teringat yang dikatakan Nyonya Choi.
“Apa Yoo Na tahu kau berencana pergi dengan adikmu sesudah dia meninggal?” ucap Nyonya Choi. Hyun Joong akhrinya memanggil Yoo Na tapi Yoo Na lebih dulu berbicara.
“Hei, Ketua akan memarahimu jika kau kembali sekarang, ayo jalan-jalan dulu. Aku belajar, kau hanya akan dimarahi sedikit jika kau menunggu sebentar. Tunggu disini... Aku perlu ke toilet wanita.” Ucap Yoo Na bergegas pergi.
“Aku harus mengatakannya hari ini.” Ucap Hyun Joong merasa ini adalah kesempatanya. 

Yoo Na baru saja keluar dari toilet melihat nenek yang sakit ditemani perawat. Si nenek terlihat senang memina agar mendengarkan lagu dari ponselnya, lalu perawat pun pergi meninggalkanya.
“Apa kau suka melodi piano ini?” tanya Yoo Na mendekat. Si nenek membenarkan.
“Adik temanku Maksudku, kau mirip sekali dengan nenek temanku. Bolehkah aku memotretmu mendengarkan musik untuk ditunjukkan kepada temanku?” tanya Yoo Na. Si nenek mempersilahkan. Yoo Na mengambil video si nenek dengan senyuman bahagia.
“Permisi. Barangkali, apa kau ingat nama kakakmu?” tanya Yoo Na. Si nenek mengaku mengingatnya.
“Nama kakakku adalah Ji Hyun Joong.” Ucap si nenek. Yoo Na ingin tahu apakah nenek itu mengingatnya.
Saat itu si kakek datang bertanya apakah ada yang bisa dibantu, Si nenek langsung memegang tangan si kakek yang dianggap seperti kakaknya. Si kakek Ji memanggil adiknya Hyun Mi yang sedang mendengarkan musik.
“Kakek, apa kau pendiri rumah sakit ini, Ji Hyun Joong?” ucap Yoo Na bingung. Si kakek membenarkan dan mengenal Yoo Na anak dari Tuan Kim.
“Tapi, Apa Kakek adalah kakaknya?” ucap Yoo Na memastikan, Si kakek membenarkan dan ingin tahu alasan Yoo Na menanyakan hal itu.
“Tapi kakaknya, Ji Hyun Joong, meninggal bertahun-tahun yang lalu.” Ucap Yoo Na. Si kakek Ji kaget sampai menjatuhkan ponselnya. Si nenek tiba-tiba memanggil kakaknya. Saat itu Hyun Joong datang langsung memanggil Yoo Na pergi.
“Ada seseorang yang tahu bahwa Ji Hyun Joong sudah mati.” Ucap kakek Ji binggung. 



Hyun Joong terlihat marah karena sudah memberitahu Yoo Na  untuk tak perlu ikut campur. Yoo Na ingin tahu Apa pria itu ada hubungannyadengan kematian Hyun Joong dan mencuri semua yang dimilikinya lalu  hidup menggantikannya sekarang.
“Itu bukan urusanmu.” Ucap Hyun Joong sinis. Yoo Na bisa tahu kalau itu alasan Hyun Joong tak bisa ke Alam Baka.
“Kau tak tahan dengannya menjalani kehidupan yang baik memakai namamu.” Ucap Yoo Na, Hyun Joong mengatakan untuk membiarkan saja.
“Bagaimana bisa? Dia mencuri hidupmu.” Kata Yoo Na. Hyun Joong pikir tak ada yang peduli karena dirinya sudah mati.
“Lihatlah dirimu menjalani kehidupan yang baik.” Ucap Hyun Joong.
“Aku mencuri hidup seseorang juga. Aku terlalu ikut campur.” Kata Yoo Na merasa tersindir.
“Yoo Na, bukan itu maksudku.. Aku akan mengurus urusanku sendiri.” Ucap Hyun Joong. Yoo Na terlihat masih marah. 


Chan Sung duduk di ruangan menelp Sanchez menanyakan apakah Semuanya baik-baik saja, terdengar teriakan dari belakang. Ia mengeluh kalau dirumah sangat bising dan bertanya apakah ada orang lain di rumah. Sanchez memberitahu Mi Ra meminta Detektif Park tidur di kamarmu tadi malam karena kakinya bengkak.
“Sepertinya dia sudah membaik, tapi Mi Ra terus bilang dia harus makan dengan baik karena dia sakit. Kami sedang makan sekarang. Ketika kami sedang makan, rekan-rekan Detektif Park datang karena ini hari libur mereka.” Cerita Sanchez
“Dan saat mereka datang, mereka bilang halaman rumahku bagus, jadi, mereka menyantap semangka yang mereka bawa di halaman.” Cerita Sanchez melihat Mi Ra sedang bersama Detektif Park. 

Mi Ra ingin menyuapi Detektif Park, beberapa teman mengoda keduanya adalah pasangan yang serasi.  Detektif Park memberitahu Mi Ra membawa orang ke rumah dan dirumah juga sangat aman, karena  Berkat dupa pemberian Man Wool secara spiritual.
“Ketika Mi Ra mengundang para detektif ke rumahku aku tak perlu khawatir berada dalam bahaya.” Ucap Sanchez
“Sanchez, berikan kepada Mi Ra. Aku akan berbicara dengannya.” Kata Chan Sung, Sanchez pikir tak perlu.
“Aku yakin dia membawa orang khawatir barangkali aku depresi kalau aku sendirian. Sangat menyenangkan dan berisik di sini. Chan Sung, yang bisa kupikirkan hanyalah memastikan bahwa mereka tak merusak rumput... Kau tak perlu mengkhawatirkanku.” Ucap Sanchez
Mi Ra ingin menyuapi Detektif Park buah, tapi Detektif Park merasa lenganya baik-baik saja jadi bisa makan sendiri. Mi Ra mengelu kalau tanganya sakit dan berpikir akan mematahkan lengannya agar bisa menyuapinya. Detektif Park pun membiarkan Mi Ra menyuapinya semangka.
“Kupikir Mi Ra dan Detektif Park  selalu bertengkar seperti musuh. Sekarang aku melihat mereka, mereka tampak baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir. Sepertinya dia akan segera pindah. Chan Sung, aku akan makan semangka. Sampai jumpa.” Ucap Sanchez akhirnya menutup ponselnya.
“Sanchez. Makan melon yang dibeli Detektif Park,  Kemari bergabunglah dengan kami.” Teriak Mi Ra
“Mi Ra... Melon itu dari kulkasku.” Keluh Sanchez, Mi Ra seperti tak menyadarinya dan baru tahu kalau Melonnya memang terasa dingin.


Nyonya Choi datang menemui Chan Sung lalu bertanya apakah mengingat kalau Man Wool mengundang seorang wanita ke hotel beberapa waktu yang lalu. Mi Ra saat itu datang memuji kalau hotelnya yang luar biasa.
“Dan dari apa yang kudengar, dia adalah temanmu.” Ucap Nyonya Choi akhirnya duduk . Chan Sung membenarkan.
“Apa dia berpapasan dengan Ketua di kehidupan sebelumnya?” tanya Nyonya Choi. Chan Sung pikir ikatan mereka bernasib buruk.
“Kami tak pernah mencoba mencari tahu tentang Ketua Jang karena kami selalu berasumsi bahwa dia tak punya niat pergi sesudah menyelesaikan kebenciannya. Tapi pohon yang mengikatnya di sini sudah berubah. Dan kupikir perubahan sudah dibawa olehmu dan ikatan yang kau bawa.” Ucap Nyonya Choi.
“Asumsimu benar.” Kata Chan Sung. Nyonya Choi ingin tahu  Selain wanita itu, akankah Ketua Jangmenghadapi lebih banyak ikatan dari masa lalunya.
“Kini sudah. Dan aku yakin akan lebih banyak. Mungkin, pada akhirnya aku akan membawa pria itu kepadanya seperti yang lain.” Kata Chan Sung melihat Man Wool dan Chung Myung adu pedang.
“Itu sebabnya Ma Go membawamu ke hotel kami. Lalu, aku dan kau pun mungkin punya ikatan dengan Ketua Jang juga.” Kata Nyonya Choi
“Aku tak punya.” Kata Chan Sung. Nyonya Choi tak percaya mendengarnya.
“Itu aneh. Jika kau belum pernah bertemu dengannya di kehidupan sebelumnya, kenapa Ma Go memilihmu? Aku yakin dewa pasti punya alasan untuk membawamu kepadanya.” Ucap Nyonya Choi
“Bagaimanapun, itu menghasilkan cinta. Aku akan terus hidup bersamanya.” Kata Chan Sung. Nyonya Choi merasa kasihan dengan Man Wool
“Segera, dia akan menghadapi orang yang paling banyak memberinya rasa sakit.” Ucap Nyonya Choi 



Man Wool bertemu dengan Ma Go dan memilih untuk pergi dari pohon bulan. Ma Go memanggilnya bertanya kenapa pergi, Man Wool menjawab tak ingin melihat Ma Go jadi menyuruh untuk mengagumi bunga semaunya dan pergi setelah itu.
“Kemudian... Apa kau hanya akan membiarkan dia? Apa kau akan berpura-pura tak tahu apa-apa? Kau sudah bertemu dengannya. Kau tak bisa lari darinya. Dia sudah di sisimu.” Ucap Ma Go, Man Wool akhirnya membalikan badanya.
“Akhirnya aku bisa memberikan ini kepadamu. Ini milikmu.” Ucap Ma Go memberikan jepitan rambut yang disimpanya.
Man Wool teringat yang dikatakan Chan Sung “Tapi aku melihat pria itu. Pria yang bernama Chung Myung. Dia memegang ornamen berbentuk bulan, yang sepertinya milikmu.”
“Apa dia adalah Chan Seong?” tanya Man Wool. Ma Go balik bertanya  Jika itu dia, apa kau dapat menerimanya?”
“Apa Chan Sung adalah orang itu?” teriak Man Wool marah.
“Pria yang sudah kau tunggu lebih dari 1.000 tahun akhirnya muncul, tapi kau sepertinya tak gembira. Kau begitu yakin pada diri sendiri bahwa begitu dia datang ke dunia ini, kau akan membunuhnya dan melenyapkannya. Apa kau menyalahkan diri sendiri sekarang?” ucap Ma Go
“Jadi, aku bertanya mungkinkah orang itu adalah Chan Sung?” tanya Man Wool
“Kau sudah memupuk kebencianmu untuk waktu yang lama. Kenapa kau tak lepaskan kebencian dengan cintamu yang butuh waktu lama untuk mencapaimu?” ucap Ma Go
“Aku sudah membenci orang itu selama lebih dari 1.000 tahun. Tapi kau membuatku melihatnya sebagai orang yang kucintai?” ucap Man Wool tak percaya
“Aku penasaran pria mana yang akan kau lihat. Akankah kau melihatnya sebagai Koo Chung Myung dan membunuhnya Atau akankah kau melihatnya sebagai Ku Chan Sung dan menyelamatkannya? Itu... adalah keputusanmu.” kata Ma Go 


Man Wool berjalan di lorong teringat saat kenanganya dengan Chung Myung dan juga Chan Sung. Saat itu bersama dengan Chung Myung berkata “ Setiap pemandangan yang kau lihat bersamaku akan terlihat berbeda.”
Lalu saat bersama dengan Chan Sung diatap berkata “Pemandangan di sini terlihat lebih cantik karena dilihat bersama.” Mereka pun sama-sama menuliskan nama di atas telepak tangan.
“Aku bangga padamu, Man Wool. “ ucap Chung Myung dan memeluk Man Wool untuk terakhir kalinya. 

Man Wool melihat Chan Sung di depannya lalu berlari dan langsung menusukan jepitan didadanya. Chan Sung sempat kaget lalu mengatakan kalau untuk percaya padanya lalu jatuh tak sadarkan diri. Man Wool kaget melihat Chan Sung yang terjatuh. 

Nyonya Choi memanggil Man Wool  bertanya Apa ada masalah, karena terlihat sangat pucat. Man Wool tersadar kalau mengaku baru saja membunuh Chan Seong dalam pikirannya, karena mungkin reinkarnasi dari pria yang paling dibenci.
“Aku yakin bukan. Manager Koo juga bilang itu bukan dia.” Kata Nyonya Choi. Man Wool mencoba menyakinkan.
“Mungkin bukan dia. Tapi selama ada kemungkinan itu mungkinlah dia, aku tak akan pernah bisa melihat Chan Sung.” Ucap Man Wool
“Kini, apa yang akan kau lakukan?” tanya Nyonya Choi, Man Wool menegaskan tak pernah bisa membunuh Chan Sung.
“Ma Go bilang aku harus mengosongkan semuanya. Sekarang aku harus berpikir keras tentang bagaimana melakukan itu.” Ucap Man Wool. 


Chan Sung menyiapkan banyak kue diruangan, Man Wool masuk dengan wajah sinis. Chan Sung menyambutnya mengaku  membelinya dari toko yang disukai Man Wool, jadi pasti akan merasa lebih baik sesudah makan yang manis. Man Wool hanya diam saja saat Chan Sung menyuruhnya dudu.
“Apa yang ada di tanganmu?” tanya Chan Sung lalu melihat kalau itu   Ornamen yang dilihat dalam mimpinya.
“Ini datang dari mimpimu. Ma Go memberikannya padaku.” Ucap Man Wool memperlihatkan ditangaya.
“Dalam mimpiku, tak ada darah di dalamnya.” Ucap Chan Sung bingung, Man Wool mengulang kalau orang itu mati dengan pedangnya.
“Darah ini dipenuhi dengan kebencianku.” Ucap Man Wool penuh amarah
“Kenapa Ma Go memberimu hal yang tak menyenangkan? Cepat Berikan. Aku akan menyimpannya.”ucap Chan Sung
“Aku akan menyingkirkan ini sendiri. Bulan berdarah harus dihancurkan. Ma Go selalu bilang itu padaku. Agar mengosongkan bulan yang dipenuhi dengan kebencian.” Ucap Man Wool yakin
“Bisakah kau melakukannya?” tanya Chan Sung ragu, Man Wool menjawab  Harus bisa karena Bulan berdarah, harus dihancurkan.
Hyun Joong datang memberitahu Chan Sung  kalau Malaikat Maut mencarinya. Man Wool menyuruh Chan Sung untuk pergi. 



Malaikat bertemu di depan terowongan memberitu sudah menemukan arwah jahat yang mengumpat Chan Sung. Chan Sung mengucap syukur kalau  sudah menemukan Seol Ji Won dan bertanya apakah  Ji Won menjadi lebih kuat seperti rencananya.
“Apa kau pikir arwah jahat dapat menjadi kuat seperti yang dia inginkan? Dia hanya bersembunyi di kegelapan seperti tikus selokan.” Ucap Malaikat Maut. Chan Sung mengucap syukur.
“Hasrat jahatnya tak menjadikannya lebih kuat. Dia hanya bersembunyi di kegelapan seperti pengecut. Bisakah kau membantuku? Aku dengar, kau pandai berpura-pura sebagai umpan. Aku tak akan mengungkapkan siapa yang merekomendasikanmu.” Kata Malaikat Maut.
“Aku yakin itu adalah Tuan Kim , Aku akan menganggap bahwa seorang rekan kerja sangat menghargai keterampilanku.” Ucap Chan Sung
“Banyak manajer manusia bekerja di sini. Di antara mereka, kau... Ini penilaian aku.” Ucap Malaikat memperlihatkan tangan nomor 1
“Terima kasih.. Apa kau mulai bekerja di Sanggarloka Bulan dari awal?” tanya Chan Sung,
“Ya... Aku menuntun sejumlah arwah dari tempat ini ke Alam Baka.” Ucap Malaikat.
Chan Sung mengingat yang dikatakan Ma Go “Jagalah tamumu. Terutama... tamu pertamamu.” Lalu bertanya pada malaikat maut Siapa tamu pertama di tempat ini, karena Ma Go bilang bahwa tamu pertama adalah yang paling penting.
“Aku belum menuntun tamu pertama dari tempat ini. Tak ada siapapun di tempat ini yang sudah melihat cahaya samar keberadaannya.” Ucap Malaikat.
“Bagaimana itu bisa terjadi pada tamu?” kata Chan Sung binggung, Malaikat mengaku tak memberi jawaban.
“Aku hanya menuntun mereka sampai akhir. Sekarang, ayo kita tangkap arwah jahat itu.” Ucap Malaikat lalu meninggalkan Sungai Sanzu. 




Sementara Ma Go sedang memisahkan obat-obatan dan disampingnya ada sebuah topless dengan kunang-kunang didalamnya. Sementara Man Wool berbicara dengan jepitan pemberian dari Chung Myung.
“Karena memiliki tanda bulan dia pasti membuatnya untukmu. Dan kau akan sangat bahagia saat kau menerimanya. Itu membuatku jijik terhadapmu.” Ucap Man Wool menatap dirinya dimasa lalu dengan tatapan sinis.
“Ketika dia datang, aku akan melemparkannya ke dalam neraka yang kau buat dan membuat kalian berdua menghilang. Namun, karena rencana para dewa, aku tak bisa melakukannya lagi.” Kata Man Wool
“Aku...akhirnya jatuh cinta lagi. Bersandar pada cinta itu, aku mencoba mengabaikanmu. Kau menyeretku lagi. Aku akan... menempatkanmu di sini dan membuangnya di tempat sampah. Kau akan menggila. Dan kita akan berhenti hidup bersama.” Ucap Man Wool menyuruh jiwanya dimasa lalu pada jepitanya. 



Man Wool pergi ke bar yang gelap milik Ji Won lalu memanggilnya, tapi Ji Won tak juga keluar. Man Wool kembali menyuruhnya keluar karna sudah tahu bersembunyi di tempat itu. Ji Won belum juga keluar, Man Wool memberitahu Malaikat Maut sedang dalam perjalanan untuk membawanya.
 “Kau di sini... Kau berubah dari brengsek sombong menjadi pecundang. Aku punya sesuatu untukmu... Kau Makan ini.” Ucap Man Wool saat melihat Ji Won akhirnya keluar.
“Kau Makan... dan jadilah arwah jahat.” Ucap Man Wool melepar jepitan yang sudah berisi roh jahat Man Wool. 

Malaikat memberitahu kalau Chan Sung kalau Ji Won  bersembunyi di tempat yang diketahui. Ia tahu Ji Won itu dalam kegelapan, tapi akan menampakan dirinya sesudah melihat Chan Sung. Chan Sung mengerti lalu kaget melihat Man Wool sudah ada dalam bar.
“Jang Man Wool, kau datang juga.” Ucap Chan Sung tak percaya, Man Wool membenarkan.
“Apa kau menangkapnya?” tanya Chan Sung, Man Woo mengaku sudah membiarkannya.
“Kau akan dalam bahaya karena aku memberinya hadiah istimewa. Kau mungkin akan sedikit sibuk dengan yang satu ini. Dia mungkin menggila dengan kekuatan barunya.” Ucap Man Wool
“Apa yang kau perbuat?” tanya Chan Sung, Man Wool memberitahu Chan Sung tentang sesuatu.
“Ma Go bilang, kau adalah dia. Aku harus membunuhmu tapi tak akan bisa. Karena aku terlalu menyukaimu Tapi aku tak akan melindungimu. Aku menunggu lebih dari 1.000 tahun untuk membunuhmu, aku akan memaki diriku sendiri jika aku melindungimu.” Ucap Man Wool
“Jika arwah jahat menjadi iblis, maka dia akan menjadi lebih kuat, dan hidupmu akan berakhir.” Kata malaikat.
“Terserah. Karena kau seorang manusia yang dipuja oleh Ma Go, mereka akan campur tangan sebelum arwah jahat menghampirimu.” Kata Man Woo
“ Dan,... kau akan binasa.” Kata Chan Sung, Man Wool pikir akhirnya  hanya memanfaatkannya.
“Hal yang kuanggap cinta hanyalah kisah sedih.” Kata Man Wool lalu berjalan pergi. Chan Sung sempat terdiam dan langsung mengejar Man Wool keluar dari bar. Tapi Man Wool sudah menghilang. 



Chan Sung pergi ke hotel bingung karena gelpa dan bertanya Ada apa dengan hotel. Hyun Joong mengaku tak tahu karena Semua lampu hotel padam. Tuan Kim melihat Chan Sung datang bertanya  apa ada masalah dengan Ketua Jang.
“Sepertinya ada kesalahpahaman. Apa kau tahu di mana dia?” tanya Chan Sung.
“Dia pergi ke taman Pohon Bulan dan memblokir pintu.Jadi Tak ada yang bisa masuk.” Ucap Nyonya Choi khawatir. Chan Sung langsung bergegas pergi dari hotel. 



Man Wool berdiri didepan pohon, Nyonya Choi dengan lilin memberitahu Hyun Joong dan Tuan Kim kalau mereka harus memeriksa tamu terlebih dahulu. Tuan Kim merasa tak mengerti kenapa kini dalam masalah. Tiba-tiba lilin mati seperti ada angin yang berhembus kencang.
Hyun Joong melonggo meihat Ma Go hitam datang, Nyonya Choi berpikir kalau Man Wool melakukan sesuatu, tapi apa itu. 
Chan Sung pergi ke rumah obat Ma Go ingin memastikan Apa ia  benar-benar orang yang dibenci Jang Man Wool. Ma Go mengaku  Kakaknya tak pernah mengatakan itu, karena pria itu berada di sini. Chan Sung melihat kunang-kunang dalam topless.
“Kau pernah bertemu sebelumnya.” Ucap Ma Go, Chan Sung tak percaya kalau kunang-kunang itu adalah dia.
“Dia adalah... tamu pertama yang tinggal di Sanggarloka Bulan.” Ucap Ma Go. Chan Sung pkir harus membawa dia pada Man Wool .

“Terlebih dahulu, bukankah seharusnya kau menghentikannya agar tak binasa lebih dulu? Temukan benda yang diserahkan Man Weol kepada arwah jahat. Begitu arwah jahat berpindah, dahan pohon akan ditetapkan di atas batu.” Jelas Ma Go.
Bersambung ke part 2

 Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar